Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengaruh Teknik Scaffolding Cueing Terhadap Keterampilan Murid Dalam Mengukur pada Praktikum Asam Basa Nessa Satriani; Muhammad Haris Effendi Hsb; Kriswantoro; Yusnidar; Zurweni
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8833

Abstract

Kemampuan mengukur merupakan landasan krusial bagi murid untuk mentransformasikan fakta empiris hasil pengamatan menjadi data kuantitatif yang valid sebagai dasar penarikan kesimpulan ilmiah. Namun, pembelajaran kimia di sekolah kerap menghadapi tantangan dalam melatih murid menyelaraskan hasil pengukuran praktikum dengan landasan teori ilmiah yang bersifat abstrak. Penelitian kuantitatif eksperimen semu menggunakan Posttest-Only Control Group Design ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan teknik scaffolding berbantuan Artificial Intelligence (ChatGPT) dalam model Inkuiri Terbimbing terhadap kemampuan mengukur murid pada praktikum asam basa di SMAN Titian Teras. Sampel penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling, yang terdiri dari kelas XI F-5 sebagai kelas eksperimen yang diberi perlakuan scaffolding cueing berbantuan AI dan kelas XI F-6 sebagai kelas control yang diberikan perlakuan scaffolding bimbingan langsung berbantuan AI. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen tes uraian (posttest) untuk mengetahui tingkat keterampilan murid dalam mengukur. Pengujian hipotesis menggunakan statistik non-parametrik melalui uji Mann-Whitney U pada taraf signifikansi 0,05, karena data tidak berdistribusi normal. Hasil analisis statistik menggunakan uji Mann-Whitney U, diperoleh nilai signifikansi Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar < 0,001 (p < 0,05), hal ini yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan secara kuantitatif antara kedua kelompok. Oleh karena itu, pemberian petunjuk tidak langsung (cueing) secara bertahap dengan berbantuan AI (ChatGPT) terbukti efektif meningkatkan Keterampilan Proses Sains (KPS) murid dalam mengukur pada praktikum asam basa.
Development of a Student Worksheet Based on a Three-Dimensional Thinking Graph to Support Students’ Critical Thinking Skills Nia Diniati; Afrida Afrida; Asmiyunda Asmiyunda; Kriswantoro Kriswantoro; Febbry Romundza
Jurnal Pijar MIPA Vol. 21 No. 4 (2026)
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpm.v21i4.12036

Abstract

Chemical bonding is a fundamental topic in chemistry that is often considered abstract and difficult for students to understand, resulting in low critical thinking skills. The lack of interactive and technology-based teaching materials further exacerbates this problem. Therefore, this study aims to develop an electronic student worksheet based on the Three-Dimensional Thinking Graph on chemical bonding and determine its feasibility in supporting students' critical thinking skills. This study uses the Research and Development (R&D) method with the ADDIE model limited to the analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. Data were collected through interviews, questionnaires, expert validation sheets, teacher assessments, and student responses. The product was validated by two validators, material and media experts, and one expert in learning design and Problem-Based Learning. The product trial involved 10 students from class XII F1B at SMAN 11 Muaro Jambi, conducted through one-to-one and small-group tests. Data analysis techniques used percentage analysis and qualitative descriptive analysis. The results showed that the electronic student worksheet obtained a validation score of 92% from material and media experts and 88.57% from learning design experts, with the category of very feasible. Teacher assessments reached 91% and student responses were 86%, categorized as very good. The novelty of this research lies in the integration of concept maps, data tables, and reasoning maps in an interactive electronic student worksheet based on TDTG to systematically support the development of students' critical thinking skills. Thus, the developed electronic student worksheet is deemed feasible and has the potential to support more interactive and meaningful learning of chemical bonds.
Pengembangan Instrumen Penilaian Higher Order Thinking Skills untuk Materi Bentuk Molekul Berdasarkan Teori VSEPR annisa jovania rizky ermansyah; Afrida; Asmiyunda; Epinur; Kriswantoro
Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Sains (JRIPS) Vol. 5 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan Higher Order Thinking Skills (HOTS) menjadi kompetensi penting dalam pembelajaran abad ke-21, namun instrumen penilaian kimia yang mampu mengukur kemampuan tersebut secara komprehensif masih terbatas, khususnya pada materi bentuk molekul berdasarkan teori VSEPR. Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen penilaian HOTS yang valid, reliabel, serta memiliki karakteristik butir soal yang baik pada materi bentuk molekul berdasarkan teori VSEPR di SMA. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Uji coba dilakukan terhadap 29 peserta didik kelas XI MIPA SMAS Adhyaksa 1 Kota Jambi. Data diperoleh melalui lembar validasi ahli dan hasil uji coba instrumen, kemudian dianalisis menggunakan validitas isi Aiken's V, validitas butir Pearson Product Moment, reliabilitas Alpha Cronbach, tingkat kesukaran, dan daya beda. Hasil penelitian menghasilkan instrumen penilaian HOTS berbentuk soal esai yang terdiri atas 5 soal dengan 15 sub soal pada level kognitif C4, C5, dan C6. Instrumen memperoleh rata-rata nilai validitas isi sebesar 0,88 dengan kategori valid dan koefisien reliabilitas Alpha Cronbach sebesar 0,735 yang menunjukkan reliabilitas tinggi. Analisis butir menunjukkan 9 butir valid, 1 butir mudah, 5 butir sedang, dan 9 butir sukar, serta daya beda terdiri atas 2 butir berkategori baik, 9 cukup, dan 4 kurang. Dengan demikian, instrumen yang dikembangkan layak digunakan untuk mengukur kemampuan HOTS peserta didik pada materi bentuk molekul berdasarkan teori VSEPR serta berpotensi mendukung pelaksanaan penilaian yang lebih berkualitas dalam pembelajaran kimia. Kata Kunci: HOTS, Instrumen Penilaian, Bentuk Molekul, Teori VSEPR DAFTAR PUSTAKA Afriani, Setyarini, M., & Efkar, T. (2018). Pengembangan Instrumen Asesmen Pengetahuan Berbasis HOTS pada Materi Elektrolit dan Non Elektrolit. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Kimia. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.23960/jppk Anderson, L. W. & Krathwohl, D. R.(2001). A taxonomy for learning, teaching, and assessing : a revision of Bloom’s taxonomy of educational objectives. Longman. Azizah, I. N., & Silfianah, I. (2024). Pengembangan Instrumen Penilaian Kognitif Berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) Berbantu Aplikasi Quizizz Pada Materi Ikatan Kimia Dan Gaya Antarmolekul. UNESA Journal of Chemical Education, 13(2), 159–170. https://doi.org/10.26740/ujced.v13n2.p159-170 Azmi, N. L., Nurhayati, S., Priatmoko, S., & Wardani, S. (2021). Pengembangan Instrumen Tes Untuk Mengukur Hots Peserta Didik Pada Materi Laju Reaksi. Journal of Chemistry In Education, 10(1). https://doi.org/https://doi.org/10.15294/chemined.v10i1.41123 Effendy. (2016). Kimia Dasar untuk Perguruan Tinggi. Bayumedia Publishing. Kriswantoro, K., & Lucya Wulandari. (2024). Karakteristik Instrumen Tes Higher Order Thinking Skills (HOTS) Kimia SMA. Jurnal Pendidikan MIPA, 14(4), 1060–1066. https://doi.org/10.37630/jpm.v14i4.2063 Lestari, M., Musta, R., & Rahmanpiu. (2023). S A I N S Analisis Kualitas Soal Ujian Akhir Semester Mata Pelajaran Kimia SMA Negeri 1 Napabalano. Jurnal Kimia Dan Pendidikan Kimia, 12. http://sains.uho.ac.id/index.php/journal Muchlis, I. P., & Andromeda, A. (2020). Pengembangan Instrumen Tes Berbasis Higher Order Thinking Skill Pada Materi Hidrolisis Garam Untuk Siswa SMA/MA. Jurnal Eksakta Pendidikan (JEP), 4(2), 218. https://doi.org/10.24036/jep/vol4-iss2/520 Naura Ayu, G., Andini Putri, C., Rifky Riyanto, A., & Koto, I. (2025). The Scientific Literacy Competence of Students in Indonesia and Mexico Based on PISA 2022: An International Comparative Study. The Future of Education Journal, 4, Page. https://journal.tofedu.or.id/index.php/journal/index Petrucci, R. H., F. Geoffrey Herring, Jeffry D. Madura, & Carey Bissonnette. (2011). Kimia Dasar: Prinsip dan Terapan Modern. Erlangga. Sinaga, Y. E., & Yusuf, M. (2023). PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES BERBASIS HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) PADA MATERI ASAM BASA. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 2(3). https://publisherqu.com/index.php/pediaqu Sirya, Z. A., & Rahayu, Y. S. (2024). Validity of Misconception Test Instrument Using Four-Tier True-False Test in Plant Tissue Structure and Function Material. Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu), 13(1). https://doi.org/https://doi.org/10.26740/bioedu.v13n1.p22-29 Thornhill-Miller, B., Camarda, A., Mercier, M., Burkhardt, J. M., Morisseau, T., Bourgeois-Bougrine, S., Vinchon, F., El Hayek, S., Augereau-Landais, M., Mourey, F., Feybesse, C., Sundquist, D., & Lubart, T. (2023). Creativity, Critical Thinking, Communication, and Collaboration: Assessment, Certification, and Promotion of 21st Century Skills for the Future of Work and Education. In Journal of Intelligence (Vol. 11, Number 3). MDPI. https://doi.org/10.3390/jintelligence11030054 Utami, L., Festiyed, Dian Purnama Ilahi, Arista Ratih, Elvi yenti, & Lazulva. (2024). Analisis Indeks Aiken Untuk Mengetahui Validitas Isi Instrumen Scinetific Habbits Of Mind. Journal of Research and Education Chemistry, 6(1), 59. https://doi.org/10.25299/jrec.2024.vol6(1).17430 Viniasari, H., Susilowati, E., & Mulyani, D. B. (2022). Implementasi Penilaian Higher Order Thinking Skills (HOTS) Dalam Pembelajaran Kimia Di Sma Negeri 1 Magelang. https://doi.org/10.20961/jpkim.v11i2.58710 Widana, I. W. (2017). Higher Order Thinking Skills Assessment (HOTS). JISAE: Journal of Indonesian Student Assessment and Evaluation, 3(1), 32–44. https://doi.org/10.21009/jisae.v3i1.4859
Pengembangan LKPD Berbasis Problem Based Learning pada Materi Kimia Hijau Berorientasi Literasi Sains dan Hasil Belajar Robiatul Adawiyah; Muhammad Naswir; Firdiawan Ekaputra; Afrida Afrida; Kriswantoro Kriswantoro
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i2.4142

Abstract

Kondisi pembelajaran kimia hijau disekolah saat ini masih berpusat pada guru, yang mengakibatkan literasi sains dan pencapaian hasil belajar murid belum tergarap secara maksimal. Selain itu, kurangnya media ajar yang bersifat kontekstual serta berorientasi pada penyelesaian masalah menghambat siswa dalam mengaitkan konsep materi kimia hijau dengan fenomena kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Problem Based Learning (PBL) pada materi kimia hijau berorientasi literasi sains dan hasil belajar, serta menguji kelayakan dan respon siswa. Penelitian produk ini menerapkan metode Research and Development (R&D) dengan model Lee & Owens, meliputi tahapan analisis kebutuhan, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil uji validasi memperlihatkan tingkat kelayakan yang sangat tinggi, yakni 95% dari ahli media, 92% dari ahli materi, dan 88% dari guru, yang dikategorikan sangat layak. Respon siswa dalam uji coba juga tercatat sangat baik, yakni 91,52 pada uji satu-satu (one to one trial) dan 90,67% pada uji coba kelompok kecil (small group trial) yang menunjukan bahwa LKPD terbukti layak dan dapat dijadikan altenatif media pembelajaran yang efektif.