Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Pendidikan Kewarganegaraan

PERAN DINAS SOSIAL DALAM PENANGGULANGAN ANAK JALANAN DI KOTA BANJARMASIN Harpani Matnuh, M. Ramadhani, Sarbaini
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 11 (2016): Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Lambung Mangkurat University Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The method used in this study is a qualitative method. Data collected by observation, interview, and literature. In analyzing the data used qualitative analysis that includes data collection, data reduction, and data presentation. Testing the validity of the data is done by triangulation and using reference materials. The results of this study indicate that: (1) control program in the form of handling street children in terms of education: knowledge; skills; knowledge attitude that emphasizes the education of mental discipline. (2) Implementation of the program in the prevention of street children conducted with the data collected by the municipal police raids or Trantib and others and from the data subsequently used as input in penanggulanngan street children. (3) Constraints faced in tackling street children are street children who have to get back to the current coaching environment tend to live in the street and generate economic activity.How to overcome the obstacles in tackling street children among them to disseminate to the public, especially those of the motorists who move in the way that they do not give money to children who move up the road.Based on these results, it can be suggested: (1) Social Service should be able to make a new model in the management and supervision of street children in addition to provide knowledge about the dangers of drugs because street children are particularly vulnerable to the dangers of drugs. (2) The prevention of street children program implementation is maximized not only for street children netted municipal police but involving the community around. (3) In dealing with street children after getting coaching tends to return to live on the street and generate economic activity in the street should provide coaching skills that can be used by children when it will no longer be on the streets so that they can empower themselves.Keywords: Treatment, Prevention, Street Children, Social Service
PERTIMBANGAN MORAL MENURUT GENDER PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN PKN DI SMA KORPRI BANJARMASIN Sarbaini, Sarbaini
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 11 (2016): Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Lambung Mangkurat University Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perspektif PKn, pembelajaran yang memberikan kasus “dilema moral” akan menjadi wahana pendidikan yang memfasilitasi peserta diri untuk memberikan argumen moral sekaligus menunjukkan posisi perkembangan moralnya terhadap kasus “dilema moral” yang diajukan kepadanya, sehingga lambat laun mengembangkan dirinya menjadi warga negara yang cerdas, bertanggungjawab dan berkeadaban. Peserta didik kelas XII SMA Korpri Banjarmasin, secara keseluruhan berdasarkan rerata ‘judgment score” sebesar 14,7, maka tingkat perkembangan moral kognitif peserta didik kelas berada pada tahapan II (konvensional), yang berorientasi pada hukum dan ketertiban, yakni 70% peserta didik lelaki dengan rata-rata “judgment score” sebesar 13,6, dan 100% peserta didik perempuan dengan “judgment score” sebesar 15,8. Perbedaan gender pada pengukuran Kohlberg menampakkan hasil-hasil bermakna ganda, memperlihatkan pola-pola yang amat berbeda dari jenis kelamin, tetapi juga kontoversial, namun ditegaskan bahwa perempuan memang berkembang secara berbeda dari laki-laki, juga dalam hal berpikir moral.  Kata-kata kunci: pertimbangan moral, gender, peserta didik, PKn
STRATEGI GURU PKN MENANAMKAN KARAKTER SOPAN SANTUN DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI SMP NEGERI 3 BANJARMASIN Rabiatul Adawiah, Ainah, Sarbaini,
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 11 (2016): Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Lambung Mangkurat University Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi Guru PKn Menanamkan Karakter Sopan Santu dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di SMP Negeri 3 Banjarmasin. Skripsi Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan, jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial FKIP Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing (I) H. Sarbaini (II) Hj. Rabiatul Adawiyah.Kata Kunci: Strategi guru, PKn, menanamkan, sopan santun, pembelajaran,Kesadaran diri siswa terhadap sopan santun di SMPN 3 Banjarmasin cukup baik tetapi masih kurang, karena masih terjadi pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan siswa terhadap tata kesopanan yang telah ditetapkan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sopan santun siswa. Di samping itu, juga untuk mengetahui strategi guru PKn menanamkan karakter sopan santun dalam pembelajaran Pkn di SMP Negeri 3 Banjarmasin.Metode penelitian yang dipilih adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan metode kualitatif dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data dapat diuji keabsahannya dengan cara perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi dan menggunakan bahan referensi.Hasil penelitian menunjukkan sikap kesopanan siswa sudah baik dilihat dari cara mereka menghormati guru saat berpapasan dengan guru, mengucapkan salam dan mencium tangan guru meskipun masih terjadi pelanggaran-pelanggaran terhadap tata kesopanan yang berlaku di sekolah dan masih ada siswa yang mengolok-olok. Strategi guru PKn menanamkan karakter sopan santun dalam pembelajaran PKn di SMP Negeri 3 Banjarmasin dengan cara memberlakukan system point, memberikan himbauan, memberikan contoh yang baik melalui pembiasaan saat berada disekolah, seperti mengucapkan salam ketika memasuki kelas, bersalaman sebelum memasuki sekolah dan sebagainya, menegur siswa dengan tegas, sedangkan dalam pembelajaran Pkn guru menggunakan strategi dengan menggunakan metode diskusi, skala sikap, serta apersepsi, hal ini mendapat respon positif dari siswa namun mereka lebih menyukai guru yang benar-benar mencontohkan dan akrab dengan siswa agar terjalin kedekatan serta keharmonisan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa siswa menyukai strategi yang digunakan oleh pihak sekolah tetapi mereka lebih menyukai strategi yang lebih akrab dengan siswa dan bisa bersosialisasi dengan ramah kepada siswa. Dapat disarankan untuk menentukan kebijakan mendengar respon dari beberapa siswa sehingga baru diputuskan bagaimana strategi yang baik untuk menanamkan karakter sopan santun siswa, selain itu semua pihak guru harus mencontohkan kesopanan terhadap siswa-siswi, dan saat menegur pelanggaran dengan lemah lembut namun tetap berwibawa.
PERTIMBANGAN MORAL MENURUT GENDER PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN PKN DI SMA KORPRI BANJARMASIN Sarbaini Sarbaini
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 11 (2016): Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v6i11.729

Abstract

Dalam perspektif PKn, pembelajaran yang memberikan kasus “dilema moral” akan menjadi wahana pendidikan yang memfasilitasi peserta diri untuk memberikan argumen moral sekaligus menunjukkan posisi perkembangan moralnya terhadap kasus “dilema moral” yang diajukan kepadanya, sehingga lambat laun mengembangkan dirinya menjadi warga negara yang cerdas, bertanggungjawab dan berkeadaban. Peserta didik kelas XII SMA Korpri Banjarmasin, secara keseluruhan berdasarkan rerata ‘judgment score” sebesar 14,7, maka tingkat perkembangan moral kognitif peserta didik kelas berada pada tahapan II (konvensional), yang berorientasi pada hukum dan ketertiban, yakni 70% peserta didik lelaki dengan rata-rata “judgment score” sebesar 13,6, dan 100% peserta didik perempuan dengan “judgment score” sebesar 15,8. Perbedaan gender pada pengukuran Kohlberg menampakkan hasil-hasil bermakna ganda, memperlihatkan pola-pola yang amat berbeda dari jenis kelamin, tetapi juga kontoversial, namun ditegaskan bahwa perempuan memang berkembang secara berbeda dari laki-laki, juga dalam hal berpikir moral.  Kata-kata kunci: pertimbangan moral, gender, peserta didik, PKn
STRATEGI GURU PKN MENANAMKAN KARAKTER SOPAN SANTUN DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI SMP NEGERI 3 BANJARMASIN Ainah, Sarbaini, Rabiatul Adawiah
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 11 (2016): Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v6i11.725

Abstract

Strategi Guru PKn Menanamkan Karakter Sopan Santu dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di SMP Negeri 3 Banjarmasin. Skripsi Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan, jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial FKIP Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing (I) H. Sarbaini (II) Hj. Rabiatul Adawiyah.Kata Kunci: Strategi guru, PKn, menanamkan, sopan santun, pembelajaran,Kesadaran diri siswa terhadap sopan santun di SMPN 3 Banjarmasin cukup baik tetapi masih kurang, karena masih terjadi pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan siswa terhadap tata kesopanan yang telah ditetapkan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sopan santun siswa. Di samping itu, juga untuk mengetahui strategi guru PKn menanamkan karakter sopan santun dalam pembelajaran Pkn di SMP Negeri 3 Banjarmasin.Metode penelitian yang dipilih adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan metode kualitatif dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data dapat diuji keabsahannya dengan cara perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi dan menggunakan bahan referensi.Hasil penelitian menunjukkan sikap kesopanan siswa sudah baik dilihat dari cara mereka menghormati guru saat berpapasan dengan guru, mengucapkan salam dan mencium tangan guru meskipun masih terjadi pelanggaran-pelanggaran terhadap tata kesopanan yang berlaku di sekolah dan masih ada siswa yang mengolok-olok. Strategi guru PKn menanamkan karakter sopan santun dalam pembelajaran PKn di SMP Negeri 3 Banjarmasin dengan cara memberlakukan system point, memberikan himbauan, memberikan contoh yang baik melalui pembiasaan saat berada disekolah, seperti mengucapkan salam ketika memasuki kelas, bersalaman sebelum memasuki sekolah dan sebagainya, menegur siswa dengan tegas, sedangkan dalam pembelajaran Pkn guru menggunakan strategi dengan menggunakan metode diskusi, skala sikap, serta apersepsi, hal ini mendapat respon positif dari siswa namun mereka lebih menyukai guru yang benar-benar mencontohkan dan akrab dengan siswa agar terjalin kedekatan serta keharmonisan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa siswa menyukai strategi yang digunakan oleh pihak sekolah tetapi mereka lebih menyukai strategi yang lebih akrab dengan siswa dan bisa bersosialisasi dengan ramah kepada siswa. Dapat disarankan untuk menentukan kebijakan mendengar respon dari beberapa siswa sehingga baru diputuskan bagaimana strategi yang baik untuk menanamkan karakter sopan santun siswa, selain itu semua pihak guru harus mencontohkan kesopanan terhadap siswa-siswi, dan saat menegur pelanggaran dengan lemah lembut namun tetap berwibawa.
HAK DAN KEWAJIBAN PEREMPUAN DAYAK WARUKIN Siti Fatimah; Sarbaini Sarbaini; Heru Puji Winarso
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 9, No 1 (2019): PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v9i1.8520

Abstract

Indonesia memiliki beragam suku, agama, bahasa dan kebudayaan. Salah satu suku yang terdapat di Indonesia adalah suku Dayak yang merupakan suku asli pulau Kalimantan. Suku Dayak tersebar diseluruh provinsi di Kalimantan salah satunya adalah Kalimantan Selatan. Terdapat beberapa sub suku Dayak yang ada di Kalimantan Selatan yakni Dayak Maanyan, Deyah, Bakumpai, Meratus dan lainnya. Suku Dayak Maanyan banyak bermukim dibagian utara Kalimantan Selatan salah satunya di kabupaten Tabalong. Masyarakat Dayak Maanyan di Tabalong dalam kehidupannya masih sangat menjunjung tinggi nilai-nilai keadatan Maanyan, seperti yang terjadi di desa Warukin Kecamatan Tanta atau yang sering disebut dengan Dayak Warukin. Dalam kesehariannya masyarakat Dayak Warukin memiliki kekhasan yakni mengenai hak dan kewajiban bagi perempuan Dayak Warukin baik dalam rumah tangga maupun di masyarakat adat. Hasil penelitian menunjukan bahwa hak perempuan Dayak Warukin dalam rumah tangga yakni hak untuk diberi nafkah, mengatur keuangan dalam rumah tangga, serta berhak mengatur segala hal dalam rumah tangga. Sedangkan kewajibannya yakni wajib patuh terhadap suami, menjaga nama baik suami dan keluarga, wajib mengasuh dan mendidik anak, wajib meringankan beban suami dalam mencari nafkah, serta wajib mengurus keperluan anak dan suami. Selain itu hak perempuan Dayak Warukin di masyarakat yakni meliputi hak untuk dilibatkan dalam setiap kegiatan dimasyarkat seperti upacara adat, berhak memimpin ritual, serta berhak untuk berpartisipasi dalam pemerintah desa. Sedangkan kewajibannya ialah wajib untuk saling tolong menolong, wajib menjaga dan melestarikan budaya adat Dayak Warukin, wajib menyiapkan konsumsi dalam setiap upacara adat, dan wajib untuk turut serta bergotong royong. Kata Kunci: Hak, Kewajiban dan Perempuan Dayak
PERAN DINAS SOSIAL DALAM PENANGGULANGAN ANAK JALANAN DI KOTA BANJARMASIN M. Ramadhani, Sarbaini Harpani Matnuh
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 11 (2016): Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v6i11.744

Abstract

The method used in this study is a qualitative method. Data collected by observation, interview, and literature. In analyzing the data used qualitative analysis that includes data collection, data reduction, and data presentation. Testing the validity of the data is done by triangulation and using reference materials. The results of this study indicate that: (1) control program in the form of handling street children in terms of education: knowledge; skills; knowledge attitude that emphasizes the education of mental discipline. (2) Implementation of the program in the prevention of street children conducted with the data collected by the municipal police raids or Trantib and others and from the data subsequently used as input in penanggulanngan street children. (3) Constraints faced in tackling street children are street children who have to get back to the current coaching environment tend to live in the street and generate economic activity.How to overcome the obstacles in tackling street children among them to disseminate to the public, especially those of the motorists who move in the way that they do not give money to children who move up the road.Based on these results, it can be suggested: (1) Social Service should be able to make a new model in the management and supervision of street children in addition to provide knowledge about the dangers of drugs because street children are particularly vulnerable to the dangers of drugs. (2) The prevention of street children program implementation is maximized not only for street children netted municipal police but involving the community around. (3) In dealing with street children after getting coaching tends to return to live on the street and generate economic activity in the street should provide coaching skills that can be used by children when it will no longer be on the streets so that they can empower themselves.Keywords: Treatment, Prevention, Street Children, Social Service