Claim Missing Document
Check
Articles

UJI ORGANOLEPTIK DAN HEDONIK MADU HERBAL YANG TERBUAT DARI MADU KELULUT (Heterotrigona itama) DAN MINYAK ATSIRI KULIT KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii Blume) Muhammad Mirza; Siti Hamidah; Trisnu Satriadi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 2 Edisi APRIL 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i2.18931

Abstract

This study aims to analyze the effect of adding cinnamon bark essential oil (Cinnamomum burmannii) on the organoleptic characteristics and preference level (hedonic) of herbal honey based on kelulut honey (Heterotrigona itama). Five herbal honey formulations were tested with variations in essential oil levels, starting from without the addition of essential oil (F1) to the highest level (F5) of 0.300 ml of essential oil. Organoleptic tests of the aroma and taste of herbal honey used trained and semi-trained panelists, while the hedonic test used trained and semi-trained panelists with a scale of 0-5. Data analysis used one-way ANOVA and continued with the appropriate difference test to see the significance between treatments. The results showed that formulation F2 (15 ml honey + 0.075 ml essential oil) or the addition of 0.075 ml cinnamon bark essential oil to 15 ml of honey had the most preferred aroma and taste characteristics, and met the quality criteria based on SNI 8664:2018. On the other hand, increasing the concentration of essential oils above the optimal limit causes a significant decrease in sensory acceptance. It can be concluded that the formulation of herbal honey greatly determines the success of the product, both in terms of sensory characteristics and potential market acceptance.
ETNOBOTANI POHON BERKHASIAT OBAT PADA MASYARAKAT ADAT DAYAK MERATUS DESA EMIL BARU KABUPATEN TANAH BUMBU Alfin Chandra; Yuniarti Yuniarti; Trisnu Satriadi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 2 Edisi APRIL 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i2.18933

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengetahuan masyarakat mengenai jenis dan manfaat pohon berkhasiat obat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap narasumber yang terpilih pengobat tradisional (Batra). Teknik penentuan responden yaitu dilakukan dengan metode bola salju (Snowball Sampling). Berdasarkan pengetahuan masyarakat, jumlah pohon berkhasiat obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Emil Baru Kecamatan Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu sebanyak 8 jenis pohon dengan manfaatnya adalah Sangkuang dan Bayuan untuk mengobati diare, Mada untuk mengobati sariawan, Pasak Bumi untuk mengobati sakit pinggang, Jelatang untuk mengobati batuk, Bangkaru'uhan dan Palawan untuk mengobati demam, Mamali untuk mengobati gejala stroke.
STRUKTUR DAN KOMPOSISI MAKROFAUNA TANAH PADA TEKAGAN KAYU KUKU (Pericopsis moonianaI Thw.) Dina Naemah; Adistina Fitriani; Trisnu Satriadi; Mahrus Aryadi
Jurnal Hutan Tropis Vol 13, No 4 (2025): Jurnal Hutan Tropis Volume 13 Nomer 4 Edisi Desember 2025
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v13i4.25064

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur, komposisi, dan keanekaragaman makrofauna tanah di tegakan Pericopsis mooniana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makrofauna tanah terdiri dari 14 spesies yang termasuk dalam enam famili, dengan Insecta sebagai kelompok dominan. Nilai indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H′) sebesar 1,675 menunjukkan tingkat keanekaragaman yang moderat, yang mengindikasikan ekosistem yang relatif stabil dengan kompleksitas komunitas yang terbatas. Struktur komunitas ditandai dengan dominasi kuat semut hitam (Lasius fuliginosus), yang menunjukkan kepadatan relatif tertinggi (56,32%) dan indeks kepentingan (67,86%), yang mengindikasikan signifikansi ekologis Formicidae dalam proses tanah. Kehadiran organisme pengurai utama seperti cacing tanah (Lumbricus rubellus) menunjukkan bahwa fungsi biologis tanah yang penting, termasuk dekomposisi dan agregasi tanah, masih berfungsi dengan baik. Variasi komposisi makrofauna dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti ketersediaan serasah, kondisi tanah, kelembaban, dan gangguan antropogenik minimal. Secara keseluruhan, komunitas makrofauna tanah di tegakan P. mooniana mencerminkan ekosistem tanah yang berfungsi dan mendukung penggunaan makrofauna tanah sebagai indikator biologis untuk pengelolaan hutan berkelanjutan dan konservasi tegakan P. mooniana.
KONTRIBUSI AGROFORESTRI KOPI BAGI PENDAPATAN PETANI DI DESA TIWINGAN BARU KECAMATAN ARANIO KABUPATEN BANJAR Setiani Rahma Pratiwi; Trisnu Satriadi; Wiwin Tyas Istikowati
Jurnal Hutan Tropis Vol 14, No 1 (2026): Jurnal Hutan Tropis Volume 14 Nomer 1 Edisi Maret 2026
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v14i1.25966

Abstract

Kopii termasuki komoditasi agroforestrii yangi mempunyaii nilaii ekonomii relatifi tinggii dibandingkani tanamani agroforestrii lainnyai sertai memilikii perani pentingi sebagaii penyumbangi devisai negara.i Salahi satui desai yangi mayoritasi penduduknyai berprofesii sebagaii petanii adalahi Desai Tiwingani Baru,i Kecamatani Aranio,i Kabupateni Banjar,i Provinsii Kalimantani Selatan.i Dii desai ini,i tanamani kopii tumbuh subur secara tidak teratur pada kawasan hutan konservasi seluas 100 Ha dan menghasilkan buah yang melimpah saat musim panen, sehingga dapat dimanfaatkan penduduk sekitar sebagai sumber penghidupan maupun untuk kebutuhan konsumsi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kontribusi pendapatan petani dari agroforestri kopi terhadap total pendapatan petani di Desa Tiwingan Baru, Kecamatan Aranio. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi dan wawancara dengan para informan. Tokoh masyarakat serta petani kopi yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) Tunas Muda Desa Tiwingan Baru menjadi objek dalam penelitian ini. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kontribusi pendapatan petani kopi terhadap pendapatan tahunan tiap responden bervariasi, yaitu antara 45,90% hingga 78,72%. Rata-rata kontribusi yang diperoleh responden mencapai 54,43% dari keseluruhan pendapatan petani. Secara umum, petani di Desa Tiwingan Baru memperoleh rata-rata pendapatan sebesar 54,43% dari agroforestri kopi dan 45,57% dari pengelolaan sumber daya alam lainnya, seperti budidaya ikan dan usaha ternak sapi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pendapatan dari agroforestri kopi memberikan dukungan besar dan pengaruh nyata terhadap pendapatan petani di Desa Tiwingan Baru.
ETNOBOTANI TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT PADA MASYARAKAT ADAT DAYAK DUSUN WITU MA’AI DESA KALAHIEN KECAMATAN DUSUN SELATAN KABUPATEN BARITO SELATAN Marsela Angelica; Yuniarti Yuniarti; Trisnu Satriadi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 4 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 4 Edisi Agustus 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i4.20706

Abstract

Etnobotani merupakan suatu ilmu yang mempelajari interaksi antara masyarakat dengan lingkungannya, ilmu tersebut memiliki fokus pada tumbuhan yang ada di sekitar. Tumbuhan berkhasiat obat dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional dalam menyembuhkan penyakit tertentu. Tujuan dari penelitian ini untuk: (1) menganalisis jenis dan bagian tumbuhan obat yang digunakan masyarakat sebagai obat tradisional; (2) menganalisis pengolahan tumbuhan obat berdasarkan penyakit yang telah diidentifikasi sebagai obat tradisional; dan (3) menganalisis manfaat dari tumbuhan obat berdasarkan pengetahuan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode snowball sampling dengan melakukan wawancara mendalam dengan responden (batra) agar dapat mengetahui jenis pada tumbuhan obat yang terdapat pada masyarakat adat Dayak Dusun Witu Ma’ai Desa Kalahien Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan Provinsi Kalimantan Tengah. Berdasarkan hasil penelitian dijumpai 5 responden (batra) dengan tumbuhan obat sebanyak 24 jenis dan 3 sediaan herba. Habitus tumbuhan yang paling banyak ditemui yaitu pohon yang berjumlah 12 spesies (44%). Bagian yang banyak dimanfaatkan adalah akar dan daun dengan jumlah 7 (22%). Direbus merupakan cara dalam mengolah yang sering dijumpai yaitu dengan jumlah 15 (47%). Diminum merupakan cara pemanfaatan yang paling banyak ditemukan dengan jumlah 26 (18%).
KARAKTERISTIK ANATOMI KAYU SENGON (Paraserianthes falcataria) BERDASARKAN KELAS DIAMETER PADA AREAL REKLAMASI LAHAN PASCA TAMBANG BATU BARA Evita Sari; Wiwin Tyas Istikowati; Trisnu Satriadi; Yusanto Nugroho
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 4 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 4 Edisi Agustus 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i4.20704

Abstract

Tanaman sengon (P. falcataria) merupakan salah satu tanaman yang mempunyai persentase hidup tinggi karena tanaman sengon dapat menyesuaikan air dan dapat beradaptasi dengan karakteristik tanah bekas tambang tersebut. Variasi diameter kayu pada tanaman yang memiliki spesies, umur, dan lokasi tanam yang sama disebabkan oleh faktor kerapatan pohon, kompetisi dengan tanaman lain, pengelolaan tanaman, hama, penyakit, dan ketersediaan unsur hara. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis karakteristik anatomi kayu sengon berdasarkan variasi kelas diameter sebagai penentu untuk penggunaan akhirnya. Sampel diambil dari kawasan reklamasi lahan pasca tambang batu bara di PT Borneo Indobara, kemudian diuji sifat fisik dari kadar air, berat jenis, maserasi, pengamatan pada mikroskop dengan perbesaran 100 dan 400 setelah itu melalui pengukuran dengan aplikasi imagej. Penelitian juga dilakukan di laboratorium Tekhnologi Hasil Hutan Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Hasil dari perhitungan dapat memberikan informasi dasar mengenai karakteristik anatomi kayu, adanya perbedaan signifikan diantara panjang serat dan panjang pembuluh. Nilai rerata diameter lumen yaitu 8 µm, dengan rerata ketebalan dinding sel sebesar 1,32 µm. Serat turunan memiliki rerata bilangan runkel sebesar 0,33, rerata daya tenun sebesar 12,46, rerata bilangan muhlsteph (%) sebesar 73,08, rerata koefisien kekakuan sebesar 0,13, dan rerata koefisien kelenturan sebesar 0,76. Kualitas serat turunan yang baik ditemukan pada kayu sengon, yang termasuk dalam kategori kelas 2 dengan jumlah nilai 350 berdasarkan perhitungan persyaratan dan nilai serat kayu sebagai bahan baku pulp. Oleh karena itu, kayu sengon dapat digunakan sebagai alternatif bahan baku untuk pulp dan kertas.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdi Fithria Abdi Fithria Adi Rahmadi Adistina Fitriani Agustino Agustino, Agustino Ahmad Jauhari Akhmad Rozami Syahru Alam Akhmad Yamani Alfin Chandra Anang Kadarsah, Anang Anggy Widya Firdaus Arfa Agustina Rezekiah Ayu Aulia Kurnia Putri Badaruddin Badaruddin Badaruddin Badaruddin Badaruddin Basir Achmad Budi Sutiya Damaris Payung Danang Biyatmoko Dany Prianto Nugroho Diana Ulfah Diana Ulfah Diana Ulfah Dina Naemah Dina Naemah Dina Naemah Dwi Rinda Maisarah Dyah Novita Sari Tarakanita Eko Suhartono Eny Dwi Pujawati Erika Septiani Theresia Evita Sari Fatriani Fatriani Fikri, Hendriannur Fitri Ramadhanti Ganjar Satria Andika S Gatot Subandono Gusti Abdul Rahmat Thamrin Hadi, Wirawan Noor Hafianor, Hafizianor Hafizianor Hafizianor Hamdani Fauzi Hanna Paramita Dewi Henny Arryati Iin Mariska Immanuel Jordan Hutabarat Indri Septika Tari Kamilya, Siti Rezqina Kissinger Kissinger Kurdiansyah Limbong, Melani Lusyiani Lusyiani Mahrus Ariyadi Mahrus Aryadi Mahrus Aryadi Mahrus Aryadi Marsela Angelica Maulana Malik Miftahul Hafiza Rahim Miftahul Jannah Mufidah Asy’ari Muhammad Dhuha Muhammad Faisal Mahdie Muhammad Hasbi Muhammad Humaidi Muhammad Mirza Muhammad Safi’i Muhammad Syaiful Anwar Nadilah Wahyuni Nafta Hazama Nihayah, Sofia Noor Mirad Sari Normela Rachmawati Nova Purwanti Parman Parman Rahmiyati Rahmiyati Rama, Juli Raudhah, Raudhah Rosidah - Saputra, Debi Imam Sarwani Abdan Setiani Rahma Pratiwi Setiani Rahma Pratiwi Shiba, Yasinta Nur Sika Handayani Barus Siti Hamidah Siti Hamidah Siti Hamidah Siti Hamidah Sofia Nihayah Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati Syaifuddin Syaifuddin Syamani D. Ali Tampubolon, Waldy Samuel Payaman Thamrin, Gusti Abdul Rahmat Tommy Kimli Ulanda, Novilia Violet Burhanuddin Violet Violet Wiwin Tyas Istikowati Yalina Elsi Yazid Busthami Yuniarti Yuniarti Yuniarti Yuniarti Yusanto Nugroho Yusanto Nugroho Zainal Abidin Zainal Abidin