Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

ANALISIS PENGGUNAAN VIDEO ANIMASI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN TERPADU TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Winda Nuraeni; Endang Kurnianti; Uswatun Hasanah
Jurnal Genta Mulia Vol. 14 No. 2 (2023): JURNAL GENTA MULIA
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/gm.v14i2.415

Abstract

Masalah yang terjadi akibat lemahnya motivasi belajar yang dapat berdampak negatif terhadap hasil belajar peserta didik seperti malas belajar dan sulit berkonsentrasi. Permasalahan ini dipicu karena kurangnya media pembelajaran serta kondisi pembelajaran yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan studi kepustakaan tentang analisis penggunaan video animasi sebagai media pembelajaran terpadu terhadap motivasi belajar siswa Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan mengumpulkan sumber-sumber yang relevan dalam 5 tahun terakhir. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 10 artikel yang relevan dengan topik judul. Menurut informasi yang diperoleh dari hasil verifikasi artikel-artikel yang telah dianalisis, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berupa video animasi dianggap sesuai untuk digunakan, direspons baik, dan hasil belajar peserta didik meningkat. Pemanfaatan animasi video ini terbukti mampu meningkatkan semangat dan prestasi belajar peserta didik. Dari banyaknya tanggapan siswa dan guru serta uji validitas yang mengungkapkan bahwa media belajar ini layak digunakan.
ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN TERPADU TIPE CONNECTED PADA PEMBELAJARAN IPA TERHADAP LITERASI LINGKUNGAN SISWA DI SEKOLAH DASAR Yulia Fitriani; Endang M. Kurnianti; Uswatun Hasanah
Jurnal Genta Mulia Vol. 14 No. 2 (2023): JURNAL GENTA MULIA
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/gm.v14i2.427

Abstract

Saat ini, lingkungan menjadi masalah internasional yang banyak diperbincangkan dan diperdebatkan. Anak-anak di Sekolah Dasar memiliki tingkat kepedulian lingkungan yang rendah. Penelitian ini mengkaji literatur tentang model pembelajaran terpadu tipe connected yang terkait dengan pembelajaran IPA dan literasi lingkungan siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kajian literatur. Salah satu hasil penelitian yang dibahas dalam artikel ini adalah bagaimana literasi lingkungan diterapkan untuk siswa di sekolah dasar. Sumber data penelitian adalah artikel jurnal nasional dari 2018 hingga 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sepuluh artikel sesuai dengan judul. Untuk meningkatkan literasi lingkungan di sekolah dasar, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, menurut review artikel yang telah dilakukan. Cara-cara ini termasuk menggunakan media pembelajaran yang menarik, melaksanakan program adiwiyata, dan memberikan pengalaman langsung yang dapat dilakukan baik di dalam maupun di luar kelas. Data yang diperoleh dari hasil validasi artikel yang sudah dianalisis menunjukkan bahwa pembelajaran terpadu tipe connected terkait dapat meningkatkan literasi lingkungan.
CULTURAL ANTHROPOLOGICAL FACTORS IN ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS' PHYSICAL LITERACY IN THE DIGITAL ERA Mohamad Syarif Sumantri; Uswatun Khasanah; Mastri Juniarto
Elementar : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026): Elementar : Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Faculty of Educational Sciences,Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/3f33zg87

Abstract

Currently, children's physical literacy faces a crucial problem due to increasing sedentary behavior caused by excessive gadget use, limited play spaces in urban areas, and sports learning that hasn't fully motivated children to move. This situation contributes to a higher risk of an inactive lifestyle, which affects children's physical, social, and emotional health. Previous research on physical literacy has generally focused on biological, pedagogical, and health aspects, such as fitness and the effectiveness of learning. However, studies from a cultural anthropology perspective that examine the meaning of the body, movement, and play within the context of family values, school culture, and children's daily practices are still limited. To fill this gap, this study explores the factors influencing physical literacy in elementary school students from a cultural anthropological perspective using a qualitative approach with students and parents in urban areas. The findings show that physical literacy is a socio-cultural construct influenced by academic pressure, digitalization, and space limitations. This study emphasizes the importance of contextual and culturally sensitive physical education in urban communities. Keywords: Cultural Anthropology; Physical Literacy; Elementary School.
Pendampingan Penulisan Karya Ilmiah sebagai Bentuk Best Practice dalam Pembelajaran untuk Peningkatan Profesionalisme Berkelanjutan di Wilayah Jakarta Timur Prayuningtyas Wardhani; Gusti Yarmi; Uswatun Hasanah; Yofita Sari
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v5i3.2150

Abstract

Pengembangan profesionalisme guru merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki guru adalah kemampuan menulis karya ilmiah sebagai bentuk dokumentasi dan diseminasi best practice dalam pembelajaran. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk memberdayakan guru-guru sekolah dasar melalui pendampingan intensif dalam penulisan karya ilmiah yang bersumber dari best practice pembelajaran mereka. Metode yang digunakan meliputi pelatihan terstruktur, workshop penulisan, dan pendampingan individual secara berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan guru-guru dari beberapa sekolah dasar di Jakarta Timur melalui serangkaian tahapan: sosialisasi pentingnya karya ilmiah, pelatihan teknik penulisan, identifikasi best practice, hingga pendampingan penyusunan naskah karya ilmiah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Antusiasme guru dalam kegiatan yang ditandai dengan berbagai pertanyaan serta pelaksanaan kegiatan berjalan lancar. Sebanyak 89% guru telah memahami kegiatan ini dan terdapat 5 draf artikel yang siap submit.