Claim Missing Document
Check
Articles

Apologizing with Threats? An Ethnocyberpragmatic Study of Social Commerce Content among the Madurese Ethnic Group Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad; Suhartono, Suhartono; Mintowati, Mintowati; Cahyanto, Bagus; Setyawan, Agung
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21757

Abstract

Conventionally, apologies are understood as expressions of regret or corrective exchanges aimed at maintaining social order when a norm is violated. However, in the context of social commerce content among the Madurese ethnic group, apologies do not always signify remorse. This study examines the phenomenon of apologies accompanied by threats in the practice of Madurese social commerce on digital platforms such as Facebook and YouTube. The threats accompanying apologies can be either non-conditional or conditional, and are used to strengthen bargaining positions or assert the speaker’s authority. Using an ethnocyberpragmatic approach, this research highlights how apology utterances accompanied by threats or warnings are employed within Madurese social commerce content. Data were collected from social media posts showcasing bargaining interactions between sellers and buyers. The analysis reveals that apologies in this discourse do not function literally, but rather as part of a culturally distinctive trading strategy. In conclusion, social commerce within the Madurese community serves not only as a medium for economic transactions but also as a site for cultural expression and identity negotiation that remains vibrant in contemporary digital communication practices.
Ketidaksantunan Interaksi Jual Beli Akun Maz Aruel di TikTok: Analisis Siber Pragmatik Perspektif Jonathan Culpeper Firnanda, Aldi; Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad; Adriana, Iswah; Wardani, Mila Ayu Sri; Ihsan, Zainuri
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21763

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi ketidaksantunan dalam interaksi jual beli daring masyarakat Madura dengan menggunakan pendekatan siber pragmatik. Ketidaksantunan adalah perilaku berbahasa yang melanggar norma kesopanan sehingga menimbulkan perasaan tidak nyaman, tersinggung, dan terhina bagi lawan tutur. Tujuan penelitian ini menganalisis bentuk ketidaksantunan dalam interaksi jual beli daring perspektif Jonathan Culpeper. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui metode observasi nonpartisipatif terhadap 100 video TikTok interaksi jual beli yang diunggah pada akun media sosial “Maz Aruel.” Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi ketidaksantunan perspektif Jonathan Culpeper yang digunakan meliputi ketidaksantunan langsung, positif, negatif, kesantunan semu, dan meniadakan kesantunan. Temuan ini menunjukkan bahwa media digital menjadi ruang baru untuk mengekspresikan ketidaksantunan dalam interaksi jual beli masyarakat Madura. Tuturan tersebut menunjukkan adanya pelanggaran prinsip kesantunan Jonathan Culpeper yang beragam, melalui lensa siber bagaimana tuturan memperkuat atau memodifikasi ekspresi ketidaksantunan.