Claim Missing Document
Check
Articles

Pembuatan Sepeda Air di Kawasan Wisata Thaib Rizwan; Chaliluddin; Syamsul Rizal; Husaini; Razali Thaib; Muhammad; Ilham Zulfahmi; Imelda Agustina; Alvi Rahmah; Ratna Mutia Aprilla; Edy Miswar; Junaidi M Affan; Ichsan Setiawan; Vicky Prajaputra; Rianjuanda; Sayyid Afdhal El Rahimi
Kawanad : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): October
Publisher : Yayasan Kawanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56347/kjpkm.v1i2.48

Abstract

Water bikes can be used as one of the vehicles in water tourism areas such as Ulee Lheue. Water bikes are used as a medium for surface transportation and fishing. Of course, this can increase the enthusiasm of those who visit the tourist destination of Ulee Lheue on weekends and holidays. High enthusiasm can increase the number of tourists, which increases income and sustains the economy of people around Ulee Lheue. Personal watercraft are constructed using fibrous pins or floats, using propeller drives, and using bicycle frames, usually modified. The steering wheel has a plate at the front and is designed to control the direction of rotation (left and right). A good community economy is expected to deliver the goodness of the community itself. Therefore, watercraft manufacturing activities must be carried out in Ulee Lheue. The implementation of this activity takes place in his two phases of implementing the activity, including creating the water bike design and manufacturing the water bike frame. The existence of water bikes can be used as an alternative to water tourism like Ulee Lheue. Water bikes are used as a medium for surface transportation and fishing. Of course, this can increase the enthusiasm of the community to visit her Ulee Lheue, a tourist destination. In fact, this water he slide is a popular ride for visitors wanting to explore lakes, reservoirs, and artificial ponds.
Studi pendahuluan klasifikasi ukuran butir sedimen di Danau Laut Tawar, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh Ichsan Setiawan
Depik Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.2.2.750

Abstract

Abstract. The purpose of this research was to examine the sediment grains size in Lake Laut Tawar. This research was done during Mei to June 2012. Five sampling stationse were determined  i.e. Toweran, Bintang, Klitu, Boom and Ujung Mumpar. Dry sieving analysis method was used in this study with different diameter stage sediment sieve  such as 4.75 mm, 1.7 mm, 250 µm,  850 µm, 150 µm, 0.2 µm, and 0.063 µm. The data was then weighed and calculated for percentages. The results showed that the sediment in Toweran station was dominated by pebble and medium sand; in Bintang station was dominated by pebble and coarse sand; in Klitu station was dominated by pebble and medium sand; in Boom station was dominated of colloid and remaining shells; and in Ujung Mumpar station was dominated of pebble and coarse sand. Generally, the sedimen type was pebble and coarse sand.Keywords: The dry sieving method; Stage sieve; Sediment grain size Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran butir sedimen di Danau Laut Tawar. Penelitian berlangsung pada Bulan Mei sampai Juni 2012. Lokasi sampling terbagi menajdi beberapa stasiun;  Stasiun Toweran, Bintang, Klitu, Boom dan Ujung Mumpar. Sampel sedimen disaring dengan ayakan bertingkat dengan diameter  4,75 mm, 1,7 mm, 250 µm,  850 µm, 150 µm, 0,2 µm, 0,063 µm. Persentase berat fraksi sedimen dihitung berdasarkan saringan sedimen bertingkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sedimen di Stasiun Toweran dominan kerakal dan batu yang diikuti pasir sedang, di Stasiun Bintang dominan kerakal dan batu yang diikuti pasir sangat kasar, di Stasiun Klitu dominan kerakal dan batu yang diikuti pasir sedang, di Stasiun Boom dominan koloid yang diikuti sisa kerang-kerangan dan di Stasiun Ujung Mumpar dominan kerakal dan batu yang diikuti pasir sangat kasar. Secara umum ukuran sedimen di Danau laut Tawar adalah kerakal dan pasir sangat kasar.Kata kunci : Metode ayak kering; Saringan bertingkat; Ukuran butir sedimen
Tipe sedimen di Perairan Pantai Anoi Itam Kota Sabang Syahrul Purnawan; Najwan Ihsan; Ichsan Setiawan; Syarifah Meurah Yuni
Depik Vol 7, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.7.1.10294

Abstract

Abstrak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui distribusi sedimen dan penyebaran sedimen di Perairan Pantai Anoi Itam Sabang. Sampel sedimen permukaan diambil pada Bulan April 2017 dari sepuluh stasiun yang tersebar di sepanjang daerah intertidal. Tubecore berdiameter 2,5 inch diaplikasikan untuk mengambil sedimen hingga ketebalan 20 cm dari permukaan. Semua sampel dianalisis menggunakan saringan bertingkat dengan menggunakan metode ayak basah. Persentase kehadiran yang tinggi banyak dijumpai pada ayakan berukuran 1φ atau fraksi pasir kasar, sejalan juga dengan hasil analisis rataan ukuran butiran menunjukkan kisaran pada rentang pasir kasar, hanya stasiun 6 yang rataannya berada pada rentang pasir kasar (coarse sand). Tipe sedimen yang dijumpai adalah pasir sedikit berkerikil (Slightly Gravelly Sand) dan pasir berkerikil (Gravelly Sand).Kata Kunci: Pantai Anoi Itam, Sedimen, Distribusi Sedimen
Kebiasaan makan dan komposisi makanan tiga species cumi (Loligo edulis, Sepioteuthis lessoniana dan Sepia officinalis) hasil tangkapan nelayan dari Perairan Pantai Utara Provinsi Aceh Taufiq Ismail; Zainal A. Muchlisin; Nur Fadli; Ichsan Setiawan
Depik Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.2.2.751

Abstract

Abstract. The objective of the present study was to evaluate the feeding habits of three species of squids i.e. Loligo sp. Sepioteuthis lessoniana dan Sepia officinalis which were caught in the northern sea of Aceh. The sampling was conducted from April  to May 2013 in TPI lampulo, Banda Aceh. The results showed that three type of foods were recorded on the Loligo sp. i.e. fish (75.1%), shrimp (20.5%) and squid (4.4%); in the S. officinalis stomach was fish (89.9%), shrimp (10%) and crab (0.29); while inthe S. lessoniana stomach was fish (99.9%) and worm (0.1%). Hence the squids were categorized as carnivorous feeding habit where small fish and shrimp were the primary food for the squids. Keywords: Food; Fish; Shrimp; Carnivorous;  Abstrak.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan makan dan komposisi makanan tiga species cumi hasil tangkapan nelayan dari perairan  pantai Utara Provinsi Aceh mulai April sampai Mei 2013.  Pengambilan sampel dilakukan dengan metode penarikan contoh secara acak sederhana yaitu dengan mengambil sampel secara acak yang mewakili semua ukuran cumi yang ad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis makanan yang dijumpai pada lambung Loligo edulis adalah ikan (75,1%), udang (20,5%) dan cumi (4,4%); pada lambung Sepia offisinalis  diperoleh jenis makanan;  ikan (89,9%), udang (10%) dan kepiting (0,29%;)  dan pada Sepioteuthis lessoniana  ikan (99,9%) dan cacing (0,1%). Sehingga dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ketiga species yang diteliti karnivora dengan ikan-ikan kecil dan udang sebagai makanan utama.Kata kunci: Makanan, Ikan; Udang; Karnivora
Keragaman makrozoobenthos di perairan Kuala Gigieng Kabupaten Aceh Besar Nur Fadli; Ichsan Setiawan; Nurul Fadhilah
Depik Vol 1, No 1 (2012): April 2012
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.1.1.26

Abstract

Abstract. The objective of present study was to study the diversity of macrozoobenthos in Kuala Gigieng estuary, Aceh Besar. The study was conducted in June 2011. The random sampling method was used to determine the area and sampling points based on tidal activities. Samples were taken with the Eckmann grab, then identified at Marine Biological Laboratory of Marine Science Department. The results showed that there were three class of macrozoobenhos (Malacostraca, Gastropoda, and bivalves) within 12 species of makrozoobenthos occured in Kuala Gigieng. The Shannon-Wienner diversity index (H') at high tide, mean sea level, and low tide were 1.26, 1.446, and 1.892, respectively, and it was categorized as low level. Keywords. Diversity, Makcrozoobenthos, Gigieng estuary
Studi Kecepatan Arus Di Area Kolam Pelabuhan Kapal Ulee-Lheue, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh Faliqul Isbah; Roni Arif Munandar; Nabil Zurba; Ichsan Setiawan
Journal of Aceh Aquatic Sciences Vol 6, No 2 (2022): Journal of Aceh Aquatic Sciences
Publisher : Journal of Aceh Aquatic Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jaas.v6i2.7302

Abstract

Provinsi Aceh ini memiliki wilayah perairan yang sangat strategis dikarenakan wilayahnya berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Maka dari itu, diperlukan  sarana dan prasarana yang memadai berupa  transportasi laut yang dapat membantu aktivitas masyarakat umum. Penelitian ini dilakukan di Alur Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue Provinsi Aceh Kecamatan Meuraxa (55°33'06” LU dan 95°17'73” BT) yang dilakukan pada pukul 08:00-18:00 WIB. Kecepatan Arus ini diukur setiap 3 jam sekali mempunyai kecepatan arus rata-rata sebesar 14 cm/s dalam sebulan penuh
Media Sosial Instagram @Campaign.id sebagai Alat untuk Mendorong Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Anak Muda Setiawan, Ichsan; Pandrianto, Nigar
Kiwari Vol. 3 No. 4 (2024): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v3i4.33114

Abstract

Focusing on the @campaign.id account, this research investigates the role of Instagram in increasing mental health awareness among Indonesian youth. This research analyzes the qualitative content of posts and user interactions on the @campaign.id account to see how the account engages audiences and encourages actions that contribute to social change towards a stronger mental health discourse in discussions about stigma and mental health management. The results show that @campaign.id utilizes Instagram effectively to promote community support and encourage proactive attitudes towards mental health. The platform serves as a driver of social change by emphasizing that it can influence positive behavior among youth. The campaign uses emotional imagery and compelling narratives to challenge the stigma surrounding mental health, encouraging young individuals to seek professional help rather than self-diagnose. Findings show that the campaign successfully used social media to create meaningful engagement and raise mental health awareness, leveraging emotional resonance and informational content to mobilize youth. Berfokus pada akun @campaign.id, penelitian ini menyelidiki peran Instagram dalam meningkatkan kesadaran kesehatan mental di kalangan pemuda Indonesia. Penelitian ini menganalisis konten kualitatif dari postingan dan interaksi pengguna di akun @campaign.id untuk melihat bagaimana akun tersebut melibatkan audiens dan mendorong tindakan yang berkontribusi pada perubahan sosial menuju diskursus kesehatan mental yang lebih kuat dalam diskusi tentang stigma dan manajemen kesehatan mental. Hasilnya menunjukkan bahwa @campaign.id memanfaatkan Instagram secara efektif untuk mempromosikan dukungan komunitas dan mendorong sikap proaktif terhadap kesehatan mental. Platform ini berfungsi sebagai penggerak perubahan sosial dengan menekankan bahwa itu dapat memengaruhi perilaku positif di kalangan pemuda. Kampanye ini menggunakan imajeri emosional dan narasi yang menarik untuk menantang stigma seputar kesehatan mental, mendorong individu muda untuk mencari bantuan profesional daripada mendiagnosis diri. Temuan menunjukkan bahwa kampanye menggunakan media sosial untuk menciptakan keterlibatan yang bermakna dan meningkatkan kesadaran kesehatan mental, memanfaatkan resonansi emosional dan konten informasi untuk memobilisasi pemuda.
Identification of environmentally friendly of technology fishing gears in Bireuen District Maula, Rizka; Chaliluddin, Makwiyah A.; Setiawan, Ichsan; Indra, Indra; Rusdi, Muhammad
Depik Vol 14, No 1 (2025): MARCH 2025
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.14.1.42715

Abstract

Bireuen District has significant potential in fisheries resources. However, the high potential of marine fisheries comes with various threats, such as overfishing and destructive fishing, which can disrupt the sustainability of marine ecosystems. The use of environmentally friendly fishing gear is a crucial aspect of sustainability. This study aims to identify environmentally friendly fishing technologies in Bireuen District. Data collection was conducted using a descriptive method with survey techniques, observations, and structured interviews with respondents. The sampling method employed purposive sampling, selecting respondents based on specific criteria or considerations relevant to the research objectives, with a total of 50 respondents directly involved in capture fisheries in Bireuen District. Data analysis was carried out using a scoring analysis based on nine criteria for environmentally friendly fishing gear, following the guidelines of the Code of Conduct for Responsible Fisheries.The results of the study indicate that fishing gears with very environmentally friendly technology include purse seines, trolling lines, set longlines, pots, and gillnets. Meanwhile, beach seines and trammel nets are categorized as less environmentally friendly.Keywords:Fishing gearEnvironmentally FriendlyCapture fisheriesCCRFBireuen District
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK SEDIMEN PADANG LAMUN DI PERAIRAN AHMAD RHANG MANYANG DAN UJUNG PANCU KABUPATEN ACEH BESAR Hasibuan, David Chalik; Ulfah, Maria; Purnawan, Syahrul; Yuni, Syarifah Meurah; Setiawan, Ichsan
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 23, No 1 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32693/jgk.23.1.2025.845

Abstract

Pesisir Aceh memiliki kondisi pantai yang saling memiliki hubungan timbal balik diantaranya ekosistem Bakau (mangrove), lamun dan terumbu karang. Perbandingan karakteristik kondisi sedimen sampai dengan nilai statistik perlu di lakukan di padang lamun perairan Aceh Besar untuk melihat jenis sedimen dan komponen statistik pendukung keberadaan vegetasi lamun. Metode yang digunakan dalam penentuan titik stasiun adalah metode purposive sampling, sedangkan pengambilan sampel menggunakan metode pemboran dan pengambilan data lamun menggunakan metode transek plot. Lokasi penelitian berada di perairan Ahmad Rhang Manyang dan Perairan Ujung Pancu. Nilai statistik pada kedua perairan memiliki kemiripan dari nilai ukuran butiran rata-rata (mz), sorting, skewness dan kurtosis. Secara keseluruhan sedimen perairan memiliki antara 2,49
PEMBERDAYAAN PETANI GARAM DI DESA LAM UJONG MELALUI TRANSFER TEKNOLOGI PEMBUATAN GARAM SPA DAN SABUN CAIR Irwan, Irwan; Illian, Didi Nurhadi; Putri, Cut Namira; Elisa, Sofia; Deria, Salsabila; Setiawan, Ichsan; Miswar, Edy; Putra, Dedi Fazriansyah; Nurliza, Eli; Azmi, Nurul
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 4 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i4.2105

Abstract

Lam Ujong Village is one of the villages in the Baitussalam sub-district of Aceh Besar Regency. The majority of people in this coastal area work as salt farmers to support their livelihoods. Despite the abundant salt production, it has not significantly increased the community's income, as salt processing is limited to selling salt directly to consumers. Processing sea salt into creative, economically valuable products has not been pursued due to a lack of innovation and skills. Sea salt is rich in minerals with great potential to be utilized as a key raw material in producing spa salts and liquid soap. This community service activity will be conducted in Lam Ujong Village in 2024, in partnership with a group of salt farmers. The project will be carried out in three stages: pre-activities (socialization and initial preparation for educational activities), main activities (training and technical guidance on producing environmentally friendly spa salt and liquid soap), and post-activities (evaluation of results).The program results demonstrated a significant improvement in the technical skills and understanding of salt farmers regarding the production process of spa salts and liquid soap. This success highlights that well-targeted technology transfer can be a key driver in the economic transformation of local communities while promoting more sustainable natural resource management. Key Word: Blue economy, Spa Salt, Liquid Soap, Salt Farmers
Co-Authors . Marwantim . Rizwan A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adi Mulsandi Adnan, Amri Affan, Junaidi M agustina, imelda Akram Tamlicha Akram Tamlicha Alvi Rahmah Alvi Rahmah Amri Adnan Ananda Pratama Sitanggang Azis, Sayed Abdul Chaliluddin Chaliluddin Chaliluddin, Makwiyah A. Chasandra Faradila Dedi Fazriansyah Putra Deria, Salsabila Edi Rudi Edy Miswar Edy Miswar Edy Miswar, Edy El Rahimi, Sayyid Afdhal Elisa, Sofia Elzein Muhammed Fahal Fadli, Mufthi Fahal, Elzein Muhammed Faliqul Isbah Faliqul Isbah Fibriarista, Ika Haekal A. Haridhi Hasibuan, David Chalik Hendra Gunawan Husaini Husaini Ikramullah Ikramullah Ilham Zulfahmi Illian, Didi Nurhadi Imelda Agustina Indra Indra Indra Indra Irma Dewiyanti Irwan Irwan Iskandar Hasanuddin Iskandar Hasanuddin Junaidi M. Affan Junaidi M. Affan Lifriza, Lifriza Lulusi Lulusi Lulusi Lulusi Maghfirah Maghfirah Makwiyah A. Chaliluddin Maria Ulfah Maria Ulfah Marni, Putri Marwantim M Marwantim M Maula, Rizka Miftahuddin Miftahuddin Miftahuddin Miftahuddin Miftahuddin Miftahuddin Miftahuddin Muchlisin Z.A. Muhammad Muhammad Muhammad Arif Muhammad Haiqal Muhammad Irham Muhammad Irham Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Nasir Muhammad Nasir Muhammad Redha Subqi Muhammad Rusdi Muhammad Rusdi Muhammad Rusdi Mulyadi Abdul Wahid Nabil Zurba Najwan Ihsan Nanda Rizki Purnama Nazaruddin Nazaruddin Nigar Pandrianto Novira Iswani Nur Fadli Nurliza, Eli Nurul Azmi, Nurul Nurul Fadhilah Oktari, Rina Suryani Oktaviani, Fanny Permatasari, Ratna Prajaputra, Vicky Pristiwantoro, Eko Cahyo Puspa, Yessi Andriani Putra, Dedi Fazriansyah Putri, Cut Namira Putri, Retno Wahyuni Rafli, Muhammad Rahimi, Sayyid Afdhal El Ramadhaniaty, Mutia Ratna Mutia Aprilla Ratna Mutia Aprilla Razali Thaib Razali Thaib Rianjuanda Rianjuanda Ridha Riani Zahara Lubis Rizka Maula Roesa Nellyana Roni Arif Munandar Sabri Sabri Said Amir Azan Said Amir Azan Sarwo Edhy Sofyan Sarwo Edhy Sofyan Sayed Abdul Azis Sayyid Afdhal El Rahimi Siti Sundari Sofyan Sofyan Subqi, Muhammad Redha Sugianto Sugianto Sutarni, Sutarni Syahrul Purnawan Syahrul Purnawan Syahrul Purnawan Syahrul Purnawan Syahrul Purnawan Syahrul Purnawan Syahrul Purnawan Syamsul Rizal Syamsul Rizal Syamsul Rizal Syarifah Meurah Yuni Syarifah Meurah Yuni Syarifah Meurah Yuni Syarifah Meurah Yuni Taufiq Iskandar Taufiq Ismail Taufiq Saidi Taufiq Saidi Tengku Putra Fajran Alamsyah Thaib Rizwan Thaib Rizwan, Thaib Vicky Prajaputra Yopi Ilhamsyah Yuni, Syarifah Meurah Yusria Darma Zainal A. Muchlisin