Claim Missing Document
Check
Articles

Gamabaran Penggunaan Obat Analgesik dan Antipiretik Paracetamol di Apotek Kelapa Tiga Kota Pekalongan Lailatul Chasanah; Nila Oktaviani
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5: April 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i5.1487

Abstract

Parasetamol (asetaminofen) merupakan salah satu obat analgesik dan antipiretik yang banyak digunakan di dunia sebagai obat lini pertama sejak tahun 1950 (Sari, 2007). Analgetik antipiretik adalah obat yang mengurangi rasa nyeri dan serentak menurunkan suhu tubuh yang tinggi. Senyawa yang berkhasiat sebagai analgetik-antipiretik diperlukan untuk mengatasi masalah nyeri dan demam. Obat-obatan analgesic-antipiretik tersedia dalam golongan bebas dan bebas terbatas yang dapat dibeli tanpa resep serta golongan keras yang dapat dibeli hanya dengan resep dokter (Anief, 1997). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif menggunakan kuisioner yang telah di validasi, kepada sample dari populasi masyarakat yang datang ke apotek kelapa tiga Kota Pekalongan, Jumlah pasien atau konsumen yang datang keapotek kelapa tiga di kota pekalongan adalah 250 pasien atau konsumen rata- rata per bulan, Dengan menggunakan presentase kelonggaran (15%) pasien atau konsumen maka dari populasi sebanyak 250 pasien atau konsumen, sampel yang diambil paling sedikit 100 pasien atau konsumen. menggunakan Teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner berisi beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh responden yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data menggunakan Analisa presentase dan kemudian dideskripsikan setiap pertanyaan.
Workshop Pembuatan Massage Oil Aromaterapi dan Pijat Bayi sebagai Bekal Swamedikasi bagi Anggota Forum Kota Sehat (FKS) Kota Pekalongan: Workshop on Homemade Aromatherapy Massage Oil Preparation and Infant Massage Tutorial for Self-Medication among Members of the Healthy City Forum of Pekalongan City Indonesia Ermawati, Nur; Oktaviani, Nila; Yuniarsih, Sri Mumpuni
DARMADIKSANI Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i1.7250

Abstract

Forum Kota Sehat (FKS) merupakan sarana penyaluran aspirasi masyarakat di Kota Pekalongan guna mendukung Program Kota Sehat. Salah satu upaya yang dilakukan dengan menerapkan budaya serta gaya hidup sehat, melalui penggunaan medikasi herbal. Pengobatan yang menggunakan tanaman obat termasuk dalam kategori pengobatan mandiri (swamedikasi). Swamedikasi tidak terbatas hanya pada penggunaan obat modern, tetapi juga dapat melibatkan obat herbal. Salah satu masalah kesehatan yang bisa diatasi dengan swamedikasi adalah batuk pilek atau selesma (common cold). Pada bayi, batuk pilek sering kali menimbulkan kekhawatiran bagi orangtua, sehingga mereka sering membawa bayi ke dokter. Namun, anak yang mengalami batuk pilek sering kali rewel dan sulit diberi obat. Oleh karena itu, diperlukan alternatif terapi untuk mendukung proses penyembuhannya. Alternatif terapi yang dapat membantu meredakan gejala batuk pilek adalah pijat. Manfaat pijat pada bayi salah satunya dapat mengurangi tingkat infeksi nosokomial, termasuk di antaranya batuk pilek. Minyak pijat (massage oil) dapat digunakan sebagai media dalam terapi pijat untuk meningkatkan efektivitas terapi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan pembuatan massage oil aromaterapi dan teknik pijat pada bayi. Metode yang digunakan meliputi diskusi permasalahan mitra dan observasi lapangan, memetakan lokasi kegiatan, edukasi dan pelatihan, serta evaluasi kegiatan. Kegiatan ini melibatkan 30 peserta dari anggota FKS tingkat kelurahan, kecamatan, dan kota. Kegiatan  ini berjalan lancar dan memperoleh respons positif dari kelompok mitra yang dibuktikan dengan persentase presensi dan antusiasme peserta dalam sesi penyampaian materi, diskusi dan tanya jawab, hasil praktik membuat sediaan dan teknik pijat bayi, serta respons positif peserta dalam kuesioner. Luaran kegiatan ini berupa produk massage oil aromaterapi, buku saku, dan artikel ilmiah yang diterbitkan pada jurnal nasional terakreditasi. Disarankan agar pelatihan ini dilakukan secara berkelanjutan dengan cakupan materi yang lebih luas untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dalam perawatan kesehatan berbasis herbal.                                                                                            The Forum Kota Sehat (F KS), or Healthy City Forum, functions as a platform for the citizens of Pekalongan City to express their aspirations and support for the local government's the Healthy City Program. One of its key initiatives is promoting a healthy lifestyle and cultural practices, including the use of herbal remedies. Treatments utilizing medicinal plants are categorized as self-medication, which is not limited to modern pharmaceuticals but also encompasses traditional herbal approaches. A common health issue that can be managed through self-medication is the common cold. In infants, colds and coughs often raise concerns among parents, who frequently consult physicians. However, administering medication to infants can be challenging due to fussiness and resistance. This situation highlights the need for complementary therapies to support the healing process. One such therapy is infant massage, which has been shown to help alleviate cold symptoms. The benefits of infant massage include reducing the risk of nosocomial infections, such as the common cold. To enhance the effectiveness of massage, aromatherapy massage oil or balm can be used as a supportive medium. This community service aimed to share information and provide hands-on training on the formulation of aromatherapy massage oils and infant massage techniques. The methods employed included field observation, site mapping, information sharing session, and practical workshops. The program was carried out successfully and received positive feedback from the partner community. Participant engagement was evident during question-and-answer sessions, formulation exercises, and infant massage demonstrations. A total of 30 participants from FKS representatives at the sub-district, district, and city areas took part in the program. The outcomes of this initiative included the production of aromatherapy massage oil, a pocket guidebook, and a scientific article published on a nationally accredited journal. It is recommended that similar training be conducted continuously with broader material coverage to enhance community self-reliance in herbal-based health care.
Edukasi Bu Pur (Bumbu Dapur) sebagai Tanaman Obat Tradisional pada Kelompok PD Aisyiyah Kabupaten Pekalongan Ermawati, Nur; Oktaviani, Nila; Rochmalia, Ika Sabrina; Ilmaknun, Luluk
DARMADIKSANI Vol 5 No 2 (2025): Edisi Juli-September
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i2.7873

Abstract

Perubahan cuaca adalah perubahan jangka panjang dalam pola sirkulasi cuaca yang terbukti terjadi dalam rentang waktu mulai dari beberapa dekade hingga jutaan tahun. Indonesia menghadapi musim yang mengalami perputaran yang luar biasa. Musim pancaroba merupakan peralihan dua musim yang terdapat di negara tropis yaitu musim hujan dan kemarau. Musim pancaroba tidak hanya mengakibatkan masalah cuaca, namun juga mengakibatkan masalah kesehatan seperti menurunnya daya tahan tubuh, penyakit saluran pernafasan, penyakit saluran pencernaan dan penyakit yang disebabkan oleh virus. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya lonjakan masalah kesehatan akibat pancaroba yaitu diperlukan pemahaman masyarakat mengenai tanaman obat tradisional yang dalam hal ini adalah dari kelompok bumbu dapur. Bumbu dapur telah dikenal kelompok mitra PD ‘Aisyiyah kabupaten Pekalongan sebagai bahan tambahan penyedap masakan, padahal bumbu dapur tersebut memiliki manfaat lain sebagai obat bahan alam. Mitra belum memahami jenis bumbu dapur yang digunakan untuk obat herbal khususnya yang dapat dimanfaatkan sebagai obat untuk mencegah maupun mengobati penyakit. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai pemanfaatan Bu Pur (Bumbu Dapur) sebagai tanaman obat tradisional. Tahapan kegiatan antara lain: 1) tahap observasi, 2) tahap pelaksanaan yaitu pemberian materi edukasi dan demonstrasi pembuatan simplisia. Kegiatan pengabdian masyarakat berjalan lancar dan mendapat respon positif dari masyarakat yang dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh peserta terkait dengan materi. Dalam kegiatan ini, peserta juga ditunjukkan demonstrasi pembuatan simplisia dari bumbu dapur yang baik dan benar.
Efektifitas penambahan tepung jinten hitam (Nigella sativa L.) pada pakan terhadap kinerja pertumbuhan benih ikan bandeng (Chanos chanos) Mardiana, Tri Yusufi; Linayati, Linayati; Nugraha, Mada Widi; Oktaviani, Nila; Yahya, Muhammad Zulkham; Nisa, Silvianita Khoirun; Asyari, Hasanudin; Pamungkas1, Muhammad Aji Bagus; Maharani, Kayla; Madusari, Benny Diah
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 9, No 2 (2025): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v9i2.26986

Abstract

Ikan bandeng menjadi daya tarik tersendiri untuk menjadi salah satu sumber nutrisi hewani. Pertumbuhan ikan bandeng harus dipacu salah satu dengan penambahan feed additive dengan bahan jinten hitam. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh dan dosis terbaik tepung jinten hitam yang ditambahkan ke pakan terhadap parameter pertumbuhan benih ikan bandeng. Pengujian menggunakan benih ikan bandeng berukuran 5 – 6 cm yang diisi 10 ekor perwadah uji menggunakan toples berkapasitas 16L dengan takaran 1 ekor/ L air payau. Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan 3 replikasi digunakan untuk rancangan percobaan dengan dosis pakan uji dengan tepung jinten hitam yang telah ditetapkan yaitu: A (0 g/100 g pakan); B (2,5 g/100 g pakan); C (3,5 g/100 g pakan); dan D (4,5 g/100 g pakan). Pemberian pakan dilakukan sebanyak 3 kali dengan frekuensi 5% dari total biomassa per wadah tiap harinya. Hasil penelitian mendapatkan hasil terbaik yaitu pertumbuhan biomassa mutlak 10.47±0.08c g dengan efisiensi pakan mencapai 71.57±1.00c % dan nilai FCR 1.81±0.04c yang dihasilkan pada perlakuan B (2,5 g/ 100 g pakan) dan perlakuan A menghasikan pertumbuhan biomassa terendah yaitu 7.12±0.04d g dengan efisiensi pakan mencapai 55.32±0.88d % dan nilai FCR 1.81±0.04a. SR mencapai 100% disemua perlakuan dan kualitas air yang optimal antaranya suhu 26 - 30°C, salinitas 18–19 ppt, DO 3,12 – 5,08 ppm, dan pH mencapai 7,32 – 8,80. Kata kunci: Efisiensi pakan, FCR, ikan bandeng, jinten hitam, pertumbuhan 
Edukasi Bu Pur (Bumbu Dapur) sebagai Tanaman Obat Tradisional pada Kelompok PD Aisyiyah Kabupaten Pekalongan: Health Education on Using Kitchen Spices (Bu Pur) as Traditional Medicinal Plants for the Women’s Group of PD Aisyiyah in Pekalongan Regency Indonesia Ermawati, Nur; Oktaviani, Nila; Rochmalia, Ika Sabrina; Ilmaknun, Luluk
DARMADIKSANI Vol 5 No 2 (2025): Edisi September
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i2.7873

Abstract

Perubahan cuaca adalah perubahan jangka panjang dalam pola sirkulasi cuaca yang terbukti terjadi dalam rentang waktu mulai dari beberapa dekade hingga jutaan tahun. Indonesia menghadapi musim yang mengalami perputaran yang luar biasa. Musim pancaroba merupakan peralihan dua musim yang terdapat di negara tropis yaitu musim hujan dan kemarau. Musim pancaroba tidak hanya mengakibatkan masalah cuaca, namun juga mengakibatkan masalah kesehatan seperti menurunnya daya tahan tubuh, penyakit saluran pernafasan, penyakit saluran pencernaan dan penyakit yang disebabkan oleh virus. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya lonjakan masalah kesehatan akibat pancaroba yaitu diperlukan pemahaman masyarakat mengenai tanaman obat tradisional yang dalam hal ini adalah dari kelompok bumbu dapur. Bumbu dapur telah dikenal kelompok mitra PD ‘Aisyiyah kabupaten Pekalongan sebagai bahan tambahan penyedap masakan, padahal bumbu dapur tersebut memiliki manfaat lain sebagai obat bahan alam. Mitra belum memahami jenis bumbu dapur yang digunakan untuk obat herbal khususnya yang dapat dimanfaatkan sebagai obat untuk mencegah maupun mengobati penyakit. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai pemanfaatan Bu Pur (Bumbu Dapur) sebagai tanaman obat tradisional. Tahapan kegiatan antara lain: 1) tahap observasi, 2) tahap pelaksanaan yaitu pemberian materi edukasi dan demonstrasi pembuatan simplisia. Kegiatan pengabdian masyarakat berjalan lancar dan mendapat respon positif dari masyarakat yang dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh peserta terkait dengan materi. Dalam kegiatan ini, peserta juga ditunjukkan demonstrasi pembuatan simplisia dari bumbu dapur yang baik dan benar.
Anti-Inflammatory Activity Assay of Ethanol Extract of Agelas cavernosa Sponge using Protein Denaturation Method Walid, Muhammad; Nila Oktaviani; Julian, Rixzal Aziz; Rohmah, Salis Alyatur; Achada, Dina; Dika, Ika Vina; Mahfur, Mahfur
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 4 (2024): Oktober - Desember
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i4.7661

Abstract

Inflammation is a tissue response to cell damage, and alternative medicine is needed to treat this like a sponge. Indonesia is a country that has a lot of biodiversity originating from the sea. Agelas cavernosa is a sponge of the Demospongiae class, this class is the largest class that includes 90% of all types of sponges. Agelas Cavernosa sponge is known to contain triterpenoids and has antibacterial activity. Data on research on the activity of Agelas cavernosa sponge as an anti-inflammatory as far as researchers know has not been carried out. The aim of this study was to determine the anti-inflammatory activity of the ethanol extract of the Agelas cavernosa sponge. The research method was carried out using the protein denaturation method. The Agelas cavernosa sponge extracted with etanol 96%. The assay of anti-inflammatory with protein denaturation using spectrophotometry at wavelengths 660 nm. The results showed that the inhibition ability of 20% protein denaturation of ethanol extract of Agelas cavernosa was obtained at a concentration of 150 ppm. The results of the study showed that the IC50 of the ethanol extract obtained was 455.96 pppm, significantly different from the positive control of sodium diclofenac, which was 36.51 ppm. Based on the data obtained from the research results, it shows that the ethanol extract of Agelas cavernosa sponge does not have the potential as an anti-inflammatory.
Workshop Pembuatan Massage Oil Aromaterapi dan Pijat Bayi sebagai Bekal Swamedikasi bagi Anggota Forum Kota Sehat (FKS) Kota Pekalongan: Workshop on Homemade Aromatherapy Massage Oil Preparation and Infant Massage Tutorial for Self-Medication among Members of the Healthy City Forum of Pekalongan City Indonesia Ermawati, Nur; Oktaviani, Nila; Yuniarsih, Sri Mumpuni
DARMADIKSANI Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i1.7250

Abstract

Forum Kota Sehat (FKS) merupakan sarana penyaluran aspirasi masyarakat di Kota Pekalongan guna mendukung Program Kota Sehat. Salah satu upaya yang dilakukan dengan menerapkan budaya serta gaya hidup sehat, melalui penggunaan medikasi herbal. Pengobatan yang menggunakan tanaman obat termasuk dalam kategori pengobatan mandiri (swamedikasi). Swamedikasi tidak terbatas hanya pada penggunaan obat modern, tetapi juga dapat melibatkan obat herbal. Salah satu masalah kesehatan yang bisa diatasi dengan swamedikasi adalah batuk pilek atau selesma (common cold). Pada bayi, batuk pilek sering kali menimbulkan kekhawatiran bagi orangtua, sehingga mereka sering membawa bayi ke dokter. Namun, anak yang mengalami batuk pilek sering kali rewel dan sulit diberi obat. Oleh karena itu, diperlukan alternatif terapi untuk mendukung proses penyembuhannya. Alternatif terapi yang dapat membantu meredakan gejala batuk pilek adalah pijat. Manfaat pijat pada bayi salah satunya dapat mengurangi tingkat infeksi nosokomial, termasuk di antaranya batuk pilek. Minyak pijat (massage oil) dapat digunakan sebagai media dalam terapi pijat untuk meningkatkan efektivitas terapi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan pembuatan massage oil aromaterapi dan teknik pijat pada bayi. Metode yang digunakan meliputi diskusi permasalahan mitra dan observasi lapangan, memetakan lokasi kegiatan, edukasi dan pelatihan, serta evaluasi kegiatan. Kegiatan ini melibatkan 30 peserta dari anggota FKS tingkat kelurahan, kecamatan, dan kota. Kegiatan  ini berjalan lancar dan memperoleh respons positif dari kelompok mitra yang dibuktikan dengan persentase presensi dan antusiasme peserta dalam sesi penyampaian materi, diskusi dan tanya jawab, hasil praktik membuat sediaan dan teknik pijat bayi, serta respons positif peserta dalam kuesioner. Luaran kegiatan ini berupa produk massage oil aromaterapi, buku saku, dan artikel ilmiah yang diterbitkan pada jurnal nasional terakreditasi. Disarankan agar pelatihan ini dilakukan secara berkelanjutan dengan cakupan materi yang lebih luas untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dalam perawatan kesehatan berbasis herbal.                                                                                            The Forum Kota Sehat (F KS), or Healthy City Forum, functions as a platform for the citizens of Pekalongan City to express their aspirations and support for the local government's the Healthy City Program. One of its key initiatives is promoting a healthy lifestyle and cultural practices, including the use of herbal remedies. Treatments utilizing medicinal plants are categorized as self-medication, which is not limited to modern pharmaceuticals but also encompasses traditional herbal approaches. A common health issue that can be managed through self-medication is the common cold. In infants, colds and coughs often raise concerns among parents, who frequently consult physicians. However, administering medication to infants can be challenging due to fussiness and resistance. This situation highlights the need for complementary therapies to support the healing process. One such therapy is infant massage, which has been shown to help alleviate cold symptoms. The benefits of infant massage include reducing the risk of nosocomial infections, such as the common cold. To enhance the effectiveness of massage, aromatherapy massage oil or balm can be used as a supportive medium. This community service aimed to share information and provide hands-on training on the formulation of aromatherapy massage oils and infant massage techniques. The methods employed included field observation, site mapping, information sharing session, and practical workshops. The program was carried out successfully and received positive feedback from the partner community. Participant engagement was evident during question-and-answer sessions, formulation exercises, and infant massage demonstrations. A total of 30 participants from FKS representatives at the sub-district, district, and city areas took part in the program. The outcomes of this initiative included the production of aromatherapy massage oil, a pocket guidebook, and a scientific article published on a nationally accredited journal. It is recommended that similar training be conducted continuously with broader material coverage to enhance community self-reliance in herbal-based health care.
Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Pekalongan Tentang Antibiotik Fitri Nurul Hidayanti; Nila Oktaviani
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 2 (2023): April : Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/termometer.v1i2.1340

Abstract

Limited information about antibiotics and information can only be used after a doctor's prescription, in which case their use is useless and causes resistance. Pharmacy students are expected to play a role as a catalyst to socialize antibiotic tolerance. The purpose of this study was to determine the antibiotic knowledge of students of the Faculty of Pharmacy, Pekalongan University. The study used descriptive analysis with stratified random sampling. The study population consisted of 554 pharmacy students, and a sample of 92 respondents who met the inclusion and exclusion criteria. Data analysis was carried out when the correct answer was given a score of 1 and the wrong answer was given a score of 0. He was then rated Good 76%-100%, Fair 56%-76%, and Less <56%. Based on the results of the research that has been completed, 74 people (80%), 18 people (20%) are classified as good knowledge in students of the Faculty of Pharmacy, Pekalongan University. They have a moderate category and no one is in the bad category. This shows that the majority of respondents have good information, namely 74 people out of 100 respondents.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Pasien Diabetes Tentang Penggunaan Obat Herbal Manfaat, Resiko, dan Potensi Interaksi dengan Obat Konvensional di Puskesmas Kebondalem Kabupaten Pemalang Retno Anisa; Nila Oktaviani
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2025): May: OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v3i3.1302

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic disease that requires proper management, including the use of conventional and alternative medicines such as herbal medicines. Patient knowledge about the benefits, risks, and potential interactions of herbal medicines with conventional medicines is very important to prevent complications. Objective This study aims to describe the level of knowledge of diabetes patients about the use of herbal medicines, including the benefits, risks, and interactions with conventional medicines at the Kebondalem Health Center, Pemalang Regency. This study uses descriptive observational analytic Data were collected through questionnaires distributed to diabetes patients who were treated at the Kebondalem Health Center. Data analysis was carried out quantitatively with percentages to measure the level of patient knowledge.
Studi Pengetahuan Pasien Hipertensi Terhadap Manfaat dan Risiko Obat Herbal sebagai Terapi Pendamping di Puskesmas Kebondalem Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang Davina Afra Azizah; Nila Oktaviani
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2025): May: OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v3i3.1309

Abstract

Hypertension is one of the chronic diseases suffered by many people in Indonesia, including in the Kebondalem Health Center area, Pemalang District. In its treatment, some patients choose to use herbal medicine as a complementary therapy in addition to medical treatment. However, patients' understanding of the benefits and risks of using herbal medicine is still not fully known. Objective: This study aims to examine the level of knowledge of hypertensive patients regarding the benefits and risks of using herbal medicine as a complementary therapy at the Kebondalem Health Center, Pemalang District. Method: This study uses a descriptive method with a quantitative approach. The research sample was hypertensive patients who visited the Kebondalem Health Center and met the inclusion criteria. Data were collected through a validated closed questionnaire, then analyzed descriptively. Results: The results showed that most patients had a moderate level of knowledge regarding the benefits of herbal medicine, but were still low in understanding the risks that might arise from using it simultaneously with medical drugs. Some patients also still believe in myths related to herbal medicine without a strong scientific basis.
Co-Authors Abi Ardana Achada, Dina ADITYA DIMAS WAHYU SASONGKO Ain, Khoerunnisa Nurkhimatul Alaina, Fitria Andre Kurniawan Andung Maheswara Anita Mursiany Ashari Fahrurrozi Asyari, Hasanudin Awaliyah Feni Furoidah Azhari Fahrurrozi Benny Diah Madusari Davina Afra Azizah Deby Aninta Desi Ida Risqiyana Dewi Rahma Febriyanti Dika, Ika Vina Dinna Firstiany Dwi Edi Wibowo Dwi Hariyanti Fadhilah, Wafa Khanza Faiz Tyas Hanifah Farhat, Yusna Felia Fatchul Huda Fatkhiya, Musa Fitri Fitri Nurul Hidayanti Hanifah, Faiz Tyas Hayati Soeprapto Ilmaknun, Luluk Izzul Haq, M Fahmi Julian, Rixzal Aziz Lailatul Chasanah Linayati Maghfiroh * Maghfiroh Maghfiroh Maghfiroh Maghfiroh Maharani, Kayla Mahfur, Mahfur Metha Anung Anindhita Mohammad Bahrus Syakirin Muhammad Ulil Abab Muhammad Walid Muhammad Zulkham Yahya Nadia Indah Safitri Naili Alfi Karimah Nailis Sa&#039;adatin Nafiah Nisa, Silvianita Khoirun Nugraha, Mada Widi Nur Ermawati Nur Susanti Pamungkas, Muhammad Aji Bagus Pamungkas1, Muhammad Aji Bagus Permana, Rukmi Ayu Pratama, Hildan Qothrun Nada Rahmanisa Pramudita Retno Anisa Ristiawati Rochmalia, Ika Sabrina Rohmah, Salis Alyatur Rukmi Ayu Permana Safitri, Nadia Indah Safitri, Nadia Indah Shella Pratama Siska Rusmalina Slamet Suharto Slamet Suharto, Slamet Sri Mumpuni Yuniarsih Syafiyya Hanifah Putri Tri Yusufi Mardiana Tyas Putri Utami Wafa Khanza Fadhilah Wenti Ayu Sunarjo Widyaningrum Widyaningrum Wijianto * Wijianto Wijianto Wiradana, Bahtiar Hanafi Wiwik Dian Cahyani Yahya, M. Zulham Yahya, Muhammad Zulham Yahya, Muhammad Zulkham Zahra, Ani Matuz