Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

KERUPUK BERBAHAN LIMBAH KULIT UDANG DAN TULANG IKAN SEBAGAI PENCEGAH KOLESTEROL DAN SUMBER KALSIUM Abdulkadir, Widy Susanti; Ramadhani, Fika Nuzul; Pakaya, Susanti
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i1.49853

Abstract

Kulit udang dan tulang ikan seringkali dianggap masyarakat sebagai limbah makanan yang tidak memiliki manfaat. Kandungan kitin pada kulit udang serta kalsium pada tulang ikan dapat memiliki manfaat bagi tubuh sebagai pencegah kolesterol serta sumber kalsium yang tinggi. Pemanfaatan kulit udang dan tulang ikan yang diolah menjadi kerupuk dapat meningkatkan nilai tambah karena kerupuk merupakan jenis makanan ringan yang banyak diminati oleh berbagai kalangan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai manfaat kulit udang dan tulang ikan bagi kesehatan, serta memberikan keterampilan masyarakat dalam pengolahan kulit udang dan tulang ikan menjadi kerupuk. Kegiatan ini dilaksanakan dengan mmberikan penyuluhan mengenai kandungan dan manfaat dari kulit udang dan tulang ikan serta melakukan praktek pembuatan kerupuk yang ditayangkan melalui video. Berdasarkan pengukuran tingkat pengetahuan peserta yang diukur pre dan post pemaparan materi menunjukkan terdapat perbedaan peningkatan pengetahuan peserta dengan nilai rata-rata pre adalah 11,15 dan post 17,07. Hal ini menunjukkan bahwa peserta menyimak materi dengan seksama, mengerti, dan memahami setiap penjelasan dari tim pelaksana pengabdian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu PKK dalam pengolahan limbah kulit udang dan tulang ikan menjadi kerupuk yang disukai oleh semua umur dengan manfaat yang baik bagi kesehatan. Selain itu, kegiatan ini juga dapat mengurangi potensi pencemaran lingkungan akibat  limbah kulit udang dan tulang ikan. Shrimp shells and fish bones are often regarded as food waste. Chitin in shrimp shells and calcium in fish bones are nutritionally beneficial in providing a rich dietary calcium source and reducing cholesterol in the human body. Processed shrimp shells and fish bones that are turned into crackers can increase added value because crackers are a type of snack that is in great demand by various groups. This activity aimed to provide the public with an understanding of the benefits of shrimp shells and fish bones for health, as well as providing community skills in processing shrimp shells and fish bones into crackers. This activity was carried out by providing education about the contents and benefits of shrimp shells and fish bones as well as carrying out the practice of making crackers which was shown via video. Based on measurements of the participants' level of knowledge measured before and after the material presentation, it shows that there is a difference  in participants' knowledge with the average value pre being 11.15 and post 17.07. This shows that participants listened to the material carefully, and understood and comprehended every explanation from the service implementation team. This community service activity can increase the knowledge and skills of PKK in processing shrimp shell and fish bone waste into crackers which are liked by all ages with good benefits for health. Apart from that, this activity can also reduce the potential for environmental pollution due to shrimp shells and fish bone waste.
Efek Ekstrak Metanol Daun Jarak Cina (Jatropha Multifida Linn) terhadap Kadar Gula Darah Mencit (Mus Musculus): Effect of Methanol Extract of Jatropha Leaves (Jatropha Multifida Linn) on Blood Sugar Level in Mice Akuba, Juliyanty; Fika Nuzul Ramadhani; Sukmawati Damiti
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 7: July 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i7.5532

Abstract

Diabetes melitus merupakan suatu kondisi dimana ketika kadar gula darah meningkat karena tubuh tidak dapat memproduksi atau menggunakan insulin secara efektif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas dan dosis (konsentrasi) efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah pada mencit yang diinduksi aloksan. Metode penelitian yang digunakan metode eksperimental laboratorium dengan subjek penelitian mencit jantan (Mus musculus). Hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok perkaluan yaitu kontrol negatif (Na-CMC 1%), kontrol positif (Glibenclamid® 5 mg/KgBB), kelompok ekstrak metanol daun Jarak Cina dosis 100, 200 dan 300 mg/KgBB secara intraperitonial. Perlakuan diberikan secara peroral dengan waktu pengamatan 30, 60, dan 90 menit dan diukur menggunakan alat glukometer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian ekstrak metanol daun Jarak Cina pada dosis 100 dan 300 mg/KgBB secara signifikan mampu menurunkan kadar glukosa darah pada mencit.
Pemberian Informasi Penggunaan Obat Antihiperlipidemia Pada Pasien Lansia: Providing Information on Antihyperlipidemia drugs to the elderly Akuba, Juliyanty; Fika Nuzul Ramadani; Ariani Hutuba; Sukmaty Damiti; Asral Kelvin Sahrain
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 7: July 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i7.5533

Abstract

Hiperlipidemia sering dikenal juga sebagai hiperlipoproteinemia, karena sebelum mengalami sirkulasi dalam darah, lemak harus berikatan dengan protein membentuk lipoprotein. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan informasi penggunaan obat antihiperlipidemia pada lansia. Tahapan – tahapan yang dilakukan diawali dengan melakukan survey awal kondisi disekitar kelurahan Limba B pada lansia yang mengalami hyperlipidemia selanjutnya diberikan penyuluhan dari rumah ke rumah dengan membagikan brosur. Dengan pengabdian ini diharapkan lebih menambah pengetahuan masyarakat terkait penatalaksanaan untuk penyakit – penyakit hiperlipidemia.
Pengenalan Bentuk Sediaan Obat pada Anak PAUD : Drug Dosage Forms Introduction for Preschool Children Fika Nuzul Ramadhani; Yuminarti, Umi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 11: November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i11.6267

Abstract

Pembelajaran pada anak usia dini dapat dimulai dengan segera karena ada masa peka atau sensitif di mana anak-anak mudah menerima berbagai pengaruh serta rangsangan dan dari luar diri melalui panca indranya. Sejak dini, orang harus belajar tentang profesi apoteker, obat, dan manfaatnya. Fakta bahwa anak-anak menolak untuk menggunakan obat saat mereka sakit karena rasanya yang pahit dan tidak enak membuat anak-anak menolak untuk menggunakannya, yang pada gilirannya menyebabkan penurunan kepatuhan pasien terhadap penggunaan obat, yang pada gilirannya menyebabkan tidak tercapainya tujuan terapi. Menurut wawancara dengan guru RAT Al Ishlah, peserta didik tidak mengenal bentuk sediaan obat apa yang diberikan kepada anak. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mengubah perspektif siswa terhadap obat melalui contoh-contoh bentuk sediaan obat yang dikenalkan pada peserta didik. Kesimpulan pada kegiatan pengabdian ini adalah program pengenalan sediaan obat yang dilakukan pada anak PAUD memberikan gambaran serta informasi mengenai obat-obatan pada peserta didik sehingga peserta didik lebih mengenali serta menghilangkan pandangan negatif anak terhadap obat.
Penapisan Fitokimia Dan Uji Efek Antidiabetes Ekstrak Metanol Daun Brotowali (Tinospora crispa L.) Pada Mencit (Mus musculus) Hasan, Hamsidar; Djuwarno, Endah Nurrohwinta; Hiola, Faramita; Ramadhani, Fika Nuzul; Halada, Ichlasul Oktofandi
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 1 No. 1 (2024): Volume 1, Edisi 1, Tahun 2024
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v1i1.8

Abstract

Diabetes mellitus adalah suatu penyakit dimana tubuh penderita tidak bisa secara otomatis mengendalikan tingkat gula dalam darah. Brotowali mengandung banyak senyawa kimia yang berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Dimana tanaman ini dapat menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak metanol daun brotowali (Tinospra crispa L.) dan efek antidiabetes ekstrak metanol daun brotowali pada mencit (Mus musculus). Metode penelitian ini menggunakan metode maserasi total, skrining fitokimia, analisis Kromatografi Lapis Tipis menggunakan eluen n-Heksan : etil asetat dengan perbandingan (8:2) dan uji efek antidiabetes. Dalam uji efek antidiabetes dilakukan menggunakan hewan uji mencit jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok 1 merupakan kelompok kontrol positif (Glimepirid 2 mg), kelompok 2 merupakan kelompok kontrol negatif (Na-CMC 1%), kelompok 3 merupakan kelompok uji 1 (Dosis 100 mg/kg BB), kelompok 4 merupakan kelompok uji 2 (Dosis 200 mg/kg BB), dan kelompok 5 merupakan kelompok uji 3 (Dosis 300 mg/kg BB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun brotowali (Tinospora crispa L.) mengandung senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid, alkaloid, dan tanin. Selain itu juga, ekstrak metanol daun brotowali terbukti bahwa dosis 300 mg/kg BB menunjukkan aktivitas efek antidiabetes yang paling baik dimana pada waktu setelah di induksi aloksan terjadi kenaikan kadar glukosa darah dengan rata-rata 236,3 mg/dL dan terjadi penurunan hingga 89,3 mg/dL. Selanjutnya diikuti oleh kelompok kontrol positif (Glimepirid 2 mg) dan kelompok uji ekstrak dengan dosis 200 mg/kg BB dan 100 mg/kg BB.
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI SEKOLAH DASAR NEGERI 10 HUTABOHU LIMBOTO BARAT Ramadhani, Fika Nuzul; Makkulawu, Andi; Uno, Wiwit Zuriati; Yuminarti, Umi
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.56303

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan perilaku yang dilakukan oleh seseorang agar selalu memperhatikan kebersihan, kesehatan, dan berperilaku sehat. Permasalahan kurangnya personal hygiene dan PHBS pada siswa sekolah dasar yang sering muncul adalah timbulnya penyakit diare. Prevalensi diare pada anak usia sekolah di Indonesia tahun 2022 yaitu usia 7 sampai 12 tahun menunjukkan proporsi yang terkena penyakit ini berkisar antara 2 sampai 20%. Kasus penyakit diare di Gorontalo merupakan 10 penyakit tertinggi ke-5 di Provinsi Gorontalo pada tahun 2022. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaraan dan kebersihan diri serta lingkungan pada siswa sekolah dasar sehingga dapat terhindar dari berbagai penyakit. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah yang meliputi berberapa tahapan dari persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pemberian penyuluhan yang berkaitan dengan PHBS di sekolah. Hasil pengukuran tingkat pengetahuan yang diukur melalui pre-test dan post-test menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan mengenai PHBS di sekolah. Hasil ini menunjukkan bahwa siswa menyimak materi dengan baik. Peningkatan pengetahuan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kebersihan dan kesehatan siswa di sekolah dasar.Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) refers to behaviors practiced by individuals to maintain cleanliness, health, and overall well-being. A common issue related to poor personal hygiene and PHBS among elementary school students is the occurrence of diarrhea. In Indonesia, the prevalence of diarrhea among school-age children (7 to 12 years old) in 2022 ranged from 2% to 20%. In Gorontalo, diarrhea was among the top five most common diseases in the province that year. This community service activity aims to raise awareness about personal and environmental hygiene among elementary school students, helping them prevent various diseases. The activities were conducted using the telling method, which involved several stages: preparation, implementation, and evaluation. This initiative included educational counseling on PHBS in schools. The results of pre-test and post-test assessments showed an increase in students' knowledge about PHBS, indicating that they actively engaged with the material. This improvement in knowledge is expected to contribute to better hygiene and health among elementary school students.
PERMEN COUGH BERBAHAN REMPAH DAPUR Rasdianah, Nur; Ramadhani, Fika Nuzul; Uno, Wiwit Zuriati
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i1.39280

Abstract

Batuk merupakan salah satu cara untuk membersihkan saluran pernapasan dari lendir atau bahan dan benda asing yang masuk dan juga merupakan gejala dari suatu penyakit. Banyaknya jenis obat batuk yang dijual bebas mendorong masyarakat untuk melakukan pengobatan sendiri. Selain obat batuk yang dijual bebas beberapa rempah dapur dapat digunakan untuk mengatasi gejala batuk. Rimpang jahe dan sereh merupakan rempah dapur yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh karena memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi sebagai peningkat sistem imun dan juga dapat mengatasi gejala batuk. Manfaat yang sama antara rimpang jahe, sereh dan madu dalam mengatasi gejala batuk membuat ketiganya dapat dikombinasikan dalam mengatasi gejala batuk. Tujuan dari kegiatan pengabdian iniadalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keaktifan ibu rumah tangga dalam mengolah rempah dapur agar bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan serta mengatasi gejala batuk agar dapat meminimalkan penggunaan obat-obatan kimia. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Ombulo, Limboto Barat serta dihadiri oleh Kepala Desa Ombulo, serta ibu-ibu PKK Desa Ombulo sebanyak 31 orang. Kegiatan berlangsung melalui penyuluhan, dan demonstrasi melalui video mengenai cara pengolahanrimpang jahe, sereh dan madu menjadi permen cough. Kegiatan berjalan lancar dengan hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat lebih meningkat dilihat dari antusiasme peserta dalam dalam mengikuti tanya jawab. Kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keaktifan ibu rumah tangga dalam mengolah rempah dapur berupa rimpang jahe dan sereh yang dikombinasikan dengan madu agar bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan serta mengurangi gejala batuk agar meminimalkan penggunaan obat sintetis.
Uji Aktivitas Antihiperglikemik Ekstrak Etanol 70% Daun Hulotua (Commelina longifolia L.) Secara In Vivo Menggunakan Mencit Andy Suryadi, A. Mu'thi; Ramadhani, Fika Nuzul; Makkulawu, Andi; Uno, Wiwit Zuriati; Manno, Mohamad Reski; Maku, Diva Julyar Cahyani
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 2 No. 1 (2025): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v2i1.126

Abstract

Tanaman Hulotua (Commelina longifolia L.) merupakan tanaman yang berasal dari family commelinaceae yang dapat dijadikan sebagai sumber tanaman yang berkhasiat sebagai obat. Dipercaya tanaman yang masuk kedalam genus commelina memiliki kandungan senyawa yang dapat berpotensi sebagai antihiperglikemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antihiperglikemik ekstrak etanol 70% daun hulotua (Commelina longifolia L.) menggunakan mencit. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental model pre and post test randomize control group design dengan mengukur pengaruh ekstrak etanol daun hulotua terhadap kadar glukosa darah pada mencit. Penelitian ini menggunakan mencit yang terbagi menjadi 5 kelompok dan terdiri dari 5 kelompok perlakuan diantaranya kelompok kontrol negatif (Na-CMC), kelompok kontrol positif (Glibenklamid), kelompok uji I (dosis 5,6 mg/20 g BB mencit), kelompok uji II (dosis 11,2 mg/20 g BB mencit) dan kelompok uji III (22,4 mg/20 g BB mencit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun hulotua (Commelina longifolia L.) yang diekstraksi menggunakan metode maserasi didapatkan hasil persen rendemen sebesar 21,67%, dan diantara kelompok uji I, kelompok uji II, dan kelompok uji III menunjukkan ketiga dosis ini dapat menurunkan kadar glukosa darah mencit, dengan dosis yang memiliki efektiftas paling baik sebagai antihiperglikemik pada mencit jantan terdapat pada dosis 22,4 mg/20 g BB mencit dengan penurunan kadar glukosa darah dari 70,04 mg/dL ke 132,2 mg/dL.
Pelatihan Pembuatan Jamu Antidiare Berbasis Tanaman Lokal di Desa Monano Kecamatan Monano Kabupaten Gorontalo Utara Hasan, Hamsidar; Madania, Madania; Ramadani, Fika Nuzul; Anggai, Rifka Anggraini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i2.31308

Abstract

Penyakit Diare merupakan penyakit yang menular dan ditandai dengan gejala-gejala seperti perubahan bentuk dan konsistensi tinja menjadi lembek hingga mencair dan bertambahnya frekuensi buang air besar lebih dari pada biasanya disertai dengan muntah-muntah, sehingga menyebabkan penderita mengalami kekurangan cairan dalam tubuh atau dehidrasi yang pada akhirnya apabila tidak mendapatkan pertolongan segera dapat menyebabkan terjadinya keparahan hingga kematian. Masalah diare masih menjadi isu kesehatan masyarakat, terutama di daerah pedesaan atau daerah dengan akses kesehatan terbatas.. Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih menjadi penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian pada sebagian anak di negara berkembang seperti Indonesia. Diare sangat erat kaitannya dengan terjadinya kasus stunting. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tanaman lokal yang berkhasiat sebagai obat antidiare.   Memberikan keterampilan praktis dalam meracik jamu dari bahan lokal.  Mendorong kemandirian masyarakat dalam pengobatan awal berbasis kearifan lokal. Metode pengbdian terdiri dari 3 tahap, tahap pertama, yaitu observasi tanaman lokal yang ada di Desa tersebut, Penelusuran data awal tentang prevalensi penyakit diare termasuk data dari puskesmas. Tahap kedua, pemberian kuisioner sebelum penyampaian materi terkait arti diare, Bahaya diare kalau tidak ditangani dengan cepat, manfaat tanaman yang ada disekitar, dan teknik pembuatan jamu antidiare, Tahap ke tiga, memberikan praktek langsung cara pembuatan jamu antidiare sekaligus pemberian kuisioner setelah sosialisasi. Hasil yang diharapkan masyarakat bisa melakukan swamedikasi untuk pengobatan diare dengan memanfaatkan tanaman lokal/ disekitar tempat tinggalnya. Hasil pengabdian dijelaskan terjadi peningkatan pengetahuan tentang diare dan tanaman yang berpotensi sebagai ramuan untuk diare sebesar 32%. Hal ini menunjukkan Masyarakat sudah melakukan swamedikasi untuk membuat  jamu ataupun ramuan untuk obat antidiare
Isolasi Dan Karakterisasi Mikroba Endofit Pada Tumbuhan Mangrove Di Salah Satu Kawasan Teluk Tomini Pakaya, Mahdalena Sy.; Akuba, Juliyanti; Fika Nuzul Ramadhani; Latif, Multiani S.; Abdullah, Rahayu Anatasya Putri
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 2 No. 1 (2025): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v2i1.71

Abstract

Mikroba endofit adalah mikroba yang hidup menetap pada suatu inang. Kemampuan mikroba endofit untuk menghasilkan senyawa bioaktif yang sama dengan inangnya merupakan tantangan yang sangat menarik dalam menyediakan bahan baku obat. Salah satunya sebagai sumber enzim ekstraseluler seperti yang memiliki efektivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi mikroba endofit tumbuhan mangrove dari kawasan Teluk Tomini. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Farmasi dengan menggunakan teknik Direct plating untuk isolasi mikroba serta pengamatan morfologi secara makroskopis dan mikroskopis untuk karakterisasi. Hasil isolasi mikroba endofit yang didapatkan sebanyak 2 isolat bakteri (BA dan BB) dan 2 isolat jamur (JA dan JB). Hasil karakterisasi menunjukan karakteristik makroskopik dan mikroskopis yang berbeda dari keempat isolat.