Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Formulasi Dan Evaluasi Fisik Emulgel Ekstrak Etanol Biji Pala (Myristica Fragrans Houtt) Bakari, Mohamad Fadly; Abdulkadir, Widy Susanti; Thomas, Nur Ain; Ramadhani, Fika Nuzul
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 2 No. 2 (2025): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v2i2.189

Abstract

Biji pala (Myristica Fragrans Houtt) dan fulinya telah dimanfaatkan di berbagai bidang baik dalam bidang pangan, kosmetik, maupun pengobatan. Komponen-komponen utama dalam biji pala (Myristica Fragrans Houtt) dan fulinya ,antara lain minyak atsiri, lemak, protein, selulosa, resin, pati, dan mineral dan metabolit seduknder, Sehingga perlu untuk dilakukan pengembangan ekstrak biji pala (Myristica Fragrans Houtt) untuk memformulasi dalam bentuk emulgel. Penelitian bertujuan Untuk memformulasi Serta Mengevaluasi Sediaan Emulgel. Penelitian ini dilakukan dengan ekstraksi secara sokletasi. Formulasi ekstrak etanol biji pala (Myristica Fragrans Houtt) dengan memvariasikan konsentrasi viscolam masing-masing F1 (3%), F2 (5%), F3 (7%), F4 (9%),dan F5 (11%) Semua formulasi di evaluasi fisik meliputi evaluasi organoleptik (bau, warna, dan tekstur), evaluasi homogenitas, evaluasi pH, evaluasi viskositas, evaluasi daya sebar, evaluasi daya lekat, evaluasi freeze thaw. Hasil penelitian mendapatkan hasil yang menunjukan F1 (3%), F2 (5%), F3 (7%), tidak memenuhi persyratan dan F4 (9%), F5 (11%) memenuhi persyaratan yang baik dari sediaan emulgel.
Pencegahan Mata Kering dan Penggunaan Sediaan Tetes Mata Masyarakat Desa Monano: Dry Eye Prevention and Use of Artificial Tears Eye Drops Monano Community Fika Nuzul Ramadhani; Ariani H. Hutuba
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 10: Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8211

Abstract

Sindrom mata kering atau dry eye syndrome (DES) adalah suatu kondisi penyakit mata yang disebabkan oleh banyak faktor meliputi permukaan okular, ditandai dengan rusaknya homeostasis lapisan air mata dan gejala okular dikarenakan ketidakstabilan lapisan air mata, hiperosmolaritas dan inflamasi permukaan okular, berserta adanya abnormalitas dari neurosensoris. Sosialisasi yang dilakukan dengan tujuan menambah pengetahuan masayarakat agar dapat mengerti pencegahan DES dan tahap-tahap menggunakan obat tetes mata yang baik dan benar, terbukti efektif mencegah terjadinya DES. Hasil studi menunjukkan pemberian edukasi berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pengetahuan. Berdasarkan observasi yang dilakukan, pengetahuan akan DES serta penggunaan obat tetes pada kelompok masyarakat di Desa Monano masih rendah. Masyarakat Desa Monano juga masih banyak yang mengacuhkan DES yang mengakibatkan komplikasi seperti infeksi mata, kerusakan korena dan gangguan pengelihatan. Program penyuluhan pencegahan DES ini bertujuan untuk mencegah komplikasi DES pada masyarakat dengan membagikan leaflet mengenai pengetahuan untuk pencegahan DES beserta edukasi mengenai cara penggunaan tetes mata. Edukasi dilakukan menggunakan media leaflet dengan menerangkan materi DES, penyebab serta pencegahannya dan cara penggunaan tetes mata. Pengenalan dilakukan dengan menyebutkan tahapan penggunaan sediaan tetes mata. Masyarakat diberikan materi mengenai pencegahan DES serta praktik penggunaan sediaan tetes mata agar dapat mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat setelah dilakukan edukasi. Diakhir materi masyarakat quesioner untuk melihat perbedaan sebelum dan setelah pemberian edukasi. Kesimpulan pada kegiatan pengabdian ini adalah program sosialisasi pencegahan mata kering (dry eye) dan penggunaan sediaan tetes mata memberikan gambaran serta informasi mengenai obat-obatan pada masyarakat sehingga masyarakat dapat mencegah DES serta lebih mengetahui cara penggunaan sediaan tetes mata.
Pelatihan pengolahan minyak kelapa secara fermentasi bagi masyarakat di Kampung Mansaburi: Fermentation-based coconut oil processing training for the community of Mansaburi Village Yuminarti, Umi; Widati , Agatha W.; Wambrauw , Ludia Th.; Imbiri , Soleman; Ramadhani , Fika N.
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v6i4.603

Abstract

ABSTRACT Mansaburi Village is known for its abundant coconut production, which has not been optimally utilized due to limited technical skills and inadequate processing technology. This community service program aims to enhance the capacity of Mansaburi Village residents in processing coconuts into Virgin Coconut Oil (VCO) using a natural, hygienic, and economically valuable fermentation method. The activities were carried out using a participatory approach, including community outreach, technical training, and hands-on practice. The results of the program showed a high level of enthusiasm from the community throughout the implementation, along with a significant improvement in their knowledge and skills in VCO production. Additionally, several participants took the initiative to form small business groups. This program has had a positive impact on the community’s economic self-reliance and has opened up opportunities for the development of local coconut-based products. Keywords: Coconut; Fermentation; Local Product; Virgin Coconut Oil ABSTRAK Kampung Mansaburi merupakan kampung yang memiliki hasil kelapa berlimpah dan belum optimal dalam pemanfaatan kelapa tersebut akibat minimnya keterampilan teknis dan terbatasnya teknologi pengolahan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat Kampung Mansaburi dalam mengolah kelapa menjadi Virgin Coconut Oil (VCO) melalui metode fermentasi yang alami, higienis, dan bernilai ekonomi tinggi. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif, meliputi sosialisasi, pelatihan teknis dan praktik langsung. Hasil program menunjukkan antusiasme masyarakat sangat tinggi selama kegiatan pengabdian serta adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam proses produksi VCO, serta munculnya inisiatif warga untuk membentuk kelompok usaha kecil. Program ini memberikan dampak positif terhadap kemandirian ekonomi masyarakat dan membuka peluang pengembangan produk lokal berbasis kelapa. Kata kunci: Kelapa; Fermentasi; Produk Lokal; Virgin Coconut Oil
Pengaruh PhytoSolve 8004 Terhadap Stabilitas Fisik Krim Liposom Ceramide Tungadi, Robert; Thomas, Nurain; Ramadhani, Fika Nuzul; Paneo, Mohamad Aprianto; Kahar, Oktaviani
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 1 No. 3 (2024): Vol 1, No. 3, 2024 : Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v1i3.7

Abstract

Ceramide merupakan komponen utama lipid interseluler dari stratum korneum yang diproduksi secara alami di kulit. Namun ceramide dapat berkurang seiring dengan bertambahnya usia dan faktor lainnya sehingga menyebabkan kulit menjadi kering. Untuk itu ceramide diformulasikan ke dalam bentuk liposom yang selanjutnya dibuat dalam bentuk krim dengan basis PhytoSolve 8004. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh PhytoSolve 8004 terhadap stabilitas fisik krim liposom ceramide. Penelitian ini diawali dengan pembuatan liposom ceramide kemudian dilakukan karakterisasi menggunakan PSA (Particle Size Analyzer) dengan hasil 104 nm, PDI yaitu 0,205; dan entrapment efficiency sebesar 79,07%. Selanjutnya dilakukan pembuatan sediaan krim dengan berbagai variasi konsentrasi PhytoSolve 8004 yaitu F1 10%; F2 15%; dan F3 20%. Ketiga formula dievaluasi sifat fisiknya meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji viskositas dan pengujian freeze thaw. Hasil evaluasi fisik dari ketiga formula sediaan krim liposom ceramide memenuhi persyaratan evaluasi fisik yang baik. Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari variasi konsentrasi PhytoSolve 8004 yang digunakan dalam formula terhadap stabilitas fisik krim liposom ceramide.
Formulasi dan Karakterisasi Liposom Kuersetin-ZnSO4 Menggunakan Metode Active Loading Tungadi, Robert; Ramadhani, Fika Nuzul; Hutuba, Ariani H; Hiola, Faramita; Samsi, Khairun nisha
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 1 No. 3 (2024): Vol 1, No. 3, 2024 : Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v1i3.77

Abstract

Kuersetin sebagai obat memiliki kandungan antioksidan yang tinggi sehingga memiliki banyak manfaat bagi tubuh sehingga bisa dikembangkan menjadi sediaan farmasi. Namun, dengan demikian kuersetin memiliki kekurangan karena kuersetin memiliki sifat kelarutannya didalam air buruk oleh karena itu diformulasikan dalam bentuk sistem penghantaran obat nanopartikel yaitu liposom karena liposom memiliki lipid bilayer yang bisa mempertahankan zat aktif yang bersifat hidrofobik maupun hidrofilik dengan menggunakan metode Active Loading dan penambahan ZnSO4 yang digunakan sebagai pengompleks untuk meningkatkan penjerapan kuersetin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi penjerapan kuersetin dengan menggunakan metode Active Loading yang ditambahkan dengan ZnSO4 serta untuk mengetahui stabilitas dari formula liposom mengguanakn Dialysis Bag. Metode penelitian ini diawali dengan pembuatan liposom menggunakan metode injeksi pelarut etanol kemudian dilakukan karakterisasi meliputi ukuran partikel menggunakan Particle Size Analyzer (PSA) dan persen efisiensi penjerapan (%EP). Liposom kuersetin diformulasikan dan dilakukan evaluasi fisik serta uji stabilitas menggunakan Dialysis Bag . Hasil penelitian menunjukkan karakterisasi F1, F2, dan F3 secara berturut-turut yaitu persen efisiensi penjerapan sebesar 28,48%, 31,62%, dan 32,42% dengan ukuran partikel sebesar 151 nm, 130,5 nm, 111 nm serta indeks polidispersitas sebesar 0,19, 0,195, dan 0,155. Ketiga formula liposom memenuhi persyaratan karakterisasi liposom. Hasil uji stabilitas menunjukkan stabil dengan gambar kurva yang stabil tidak naik turun dan hasil pada waktu 2 jam kuersetin yang terdeteksi hanya berkurang 0,0001 mg setiap 2 jam. Terdapat pengaruh metode Active Loading dengan penambahan ZnSO4 pada penjerapan dibandingkan dengan Passive Loading.
Formulasi, Karakterisasi, dan Evaluasi Sediaan Krim Antosianin Berbasis Fitosom Paneo, Mohamad Aprianto; Tungadi, Robert; Thomas, Nurain; Ramadhani, Fika Nuzul; Mumtazah, Naharil
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 1 No. 3 (2024): Vol 1, No. 3, 2024 : Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v1i3.78

Abstract

Antosianin sebagai antioksidan alami dapat berperan penting dalam mencegah terjadinya photoaging, yaitu dengan menetralisir spesies oksigen reaktif (ROS) dan mencegah kerusakan pada permukaan kulit akibat paparan radiasi ultraviolet. Namun, antosianin bersifat kurang stabil, rentan terhadap suhu tinggi, dan cahaya, mudah teroksidasi, serta akibat sifatnya yang hidrofilik antosianin sulit untuk berpenetrasi pada kulit. Untuk mengatasi masalah tersebut, antosianin dibuat dalam bentuk fitosom, yang kemudian diformulasikan dalam sediaan krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi, karakterisasi, dan evaluasi sediaan krim antosianin berbasis fitosom. Metode penelitian ini dimulai dengan pembuatan fitosom dengan menggunakan metode injeksi etanol, kemudian fitosom dikarakterisasi meliputi ukuran partikel menggunakan Particle Size Analyzer (PSA) dan persen efisiensi penjerapan (%EE). Fitosom antosianin kemudian diformulasikan kedalam bentuk krim dan dilakukan evaluasi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan freezethaw. Hasil penelitian menunjukkan karakterisasi F1, F2, dan F3 fitosom antosianin secara berturut-turut yaitu ukuran partikel sebesar 161 nm, 150,5 nm, 130,5 nm serta indeks polidispersitas 0,285; 0,305; 0,21 dengan nilai efisiensi penjerapan sebesar 94,3%, 91,1%, dan 97,0%. Kemudian hasil evaluasi organoleptis krim menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antar ketiga formula baik dalam bentuk warna, bau, dan tekstur, uji homogenitas menunjukkan bahawa ketiga formula homogen, uji pH yang dihasilkan yaitu pada rentang 6,7-6,8, uji viskositas sediaan yang dihasilkan yaitu sekitar 9.440-10.800 Cps, uji daya sebar yang dihasilkan yaitu pada rentang 5-7 cm, uji daya lekat yang dihasilkan yaitu 11-18 detik, dan uji freezethaw menunjukkan hasil bahwa tidak terjadi perubahan yang signifikan terhadap uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat, sedangkan pada uji viskositas menunjukkan peningkatan viskositas sebesar 12.320-15.040 Cps. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa ketiga formula krim fitosom antosianin memenuhi persyaratan krim yang baik.
Penapisan Fitokimia dan Efek Penyembuhan Luka Insisi Dari Fraksi Etil Asetat Daun Jarak Pagar (Jatropha curcas) Terhadap Mencit (Mus musculus) Hasan, Hamsidar; Akuba, Juliyanty; Thomas, Nur Ain; Ramadhani, Fika Nuzul; Anggai, Rifka Anggraini; Mamu, Safira Mahadewi
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 1 No. 3 (2024): Volume 1, Nomor 3, Tahun 2024
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v1i3.9

Abstract

Jarak pagar (Jatropha curcas) adalah tanaman alami tumbuhan Indonesia yang telah terdaftar sebagai salah satu tanaman yang memiliki banyak khasiat untuk berbagai macam penyakit. Jarak pagar mengandung banyak metabolit sekunder yang berperan dalam mempercepat penyembuhan luka dan regenerasi sel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder pada ekstrak etil asetat daun Jarak pagar (Jatropha curcas) serta efektivitas ekstrak etil asetat daun Jarak pagar (Jatropha curcas) terhadap penyembuhan luka insisi pada mencit jantan (Mus musculus). Daun jarak pagar diekstraksi dengan metode maserasi bertingkat menggunakan pelarut n-heksan dan etil asetat. Kemudian dilakukan skrining fitokimia untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder. Uji efektivitas penyembuhan luka insisi dilakukan dengan membagi hewan uji ke dalam 5 kelompok uji yang terdiri dari 3 ekor mencit jantan. Semua mencit diberi perlakuan sesuai kelompok uji yaitu kelompok 1 (kontrol negatif), kelompok 2 (kontrol positif povidone iodine 10%), kelompok 3 (ekstrak jarak pagar 30%), kelompok 4 (ekstrak jarak pagar 40%), dan kelompok 5 (ekstrak jarak pagar 50%) hingga luka tersebut sembuh yang ditandai dengan luka menutup. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etil asetat daun jarak pagar (Jatropha curcas) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan terpenoid. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada lama waktu penyembuhan luka insisi antar kelompok. Rerata waktu yang dibutuhkan hingga luka insisi sembuh pada kelompok 1 (kontrol negatif) yaitu 20,7 hari; kelompok 2 (kontrol positif povidone iodine 10%) yaitu 17,7 hari; kelompok 3 (ekstrak jarak pagar 30%) yaitu 14,3 hari; kelompok 4 (ekstrak jarak pagar 40%) yaitu 13,3 hari; dan kelompok 5 (ekstrak jarak pagar 50%) yaitu 11,3 hari. Ekstrak etil asetat daun jarak pagar yang lebih efektif dalam menyembuhkan luka insisi pada mencit jantan terdapat pada konsentrasi 50%.
Isolasi dan Identifikasi Mikroalga Sebagai Sumber Antioksidan Di Kawasan Teluk Tomini Pakaya, Mahdalena Sy.; Mustapa, Mohamad Adam; Ramadhani, Fika Nuzul; Papeo, Dizky Ramadani Putri; Latif, Multiani S.; Kongkolu, Sitty Rahma Hutami
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 1 No. 2 (2024): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2024
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v1i2.53

Abstract

Penggunaan antioksidan sintesis seperti butil hidroksianisol (BHA) menimbulkan efek samping bersifat karsinogenik. Antioksidan merupakan senyawa yang menangkal radikal bebas, adapun sumber antioksidan alami salah satunya mikroalga. Mikroalga memiliki potensi sebagai sumber antioksidan, yang mencegah dan menghambat radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi mikroalga yang berpotensi sebagai antioksidan yang berada di salah satu kawasan perairan Teluk Tomini. Penelitian ini menggunakan metode ekperimental yang dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Farmasi dan Laboratorium Bahan Alam Farmasi dengan teknik pengamatan morfologi secara mikroskopis untuk identifikasi, teknik pengenceran berseri untuk isolasi, dan teknik DPPH (2,2 diphenyl-1-picrylhydrazyl) untuk pengujian antioksidan yang dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil identifikasi didapatkan 5 jenis mikroalga yang termasuk dalam kelompok alga Chlorophyta, Cyanophyta, Euglenophyta, dan Bacillariophyta. Mikroalga yang berhasil diisolasi yaitu MA1a merupakan kelompok (Chlorophyta), dan MA2a, MA3b termasuk kelompok (Cyanophyta). Hasil uji kualitatif menunjukkan hasil positif antioksidan pada ekstrak n-heksan MA1a, MA2a dan MA3b. Serta memiliki nilai aktivitas antioksidan dengan IC50 (MA1a dan MA3b) secara berturut-turut 128,15 µg/mL dan 102,50 µg/mL termasuk kategori sedang. Serta IC50 ekstrak n-heksan (MA2a) sebesar 98,51 µg/mL termasuk kategori kuat. Analisis data secara statistik uji anova dimana (p-value<0,05) menunjukkan perbedaan yang signifikan antara aktivitas antioksidan MA1a, MA2a, MA3b dan kontrol Vitamin Ca  
Penapisan Fitokimia Dan Uji Efektivitas Antipiretik Ekstrak Etanol Daun Jarak Merah (Jatropha gossypiifolia L.) Terhadap Mencit Jantan (Mus musculus): Hendrawan Dwikarunia Datukramat1, Hamsidar Hasan2, Mahdalena Sy. Pakaya3, Fika Nuzul Ramadhani4, Multiani S. Latif 5 hasan, hamsidar; Pakaya, Mahdalena Sy.; Ramadhani, Fika Nuzul; Latif, Multiani S.; Datukramat, Hendrawan Dwikarunia
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 1 No. 3 (2024): Volume 1, Nomor 3, Tahun 2024
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v1i3.54

Abstract

Penggunaan tanaman obat sebagai antipiretik menjadi alternatif pengobatan selain obat kimia. Salah satu contohnya adalah Jarak Merah (Jatropha gossypiifolia L.), yang telah lama dimanfaatkan di beberapa negara, termasuk Indonesia, untuk mengatasi demam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak etanol Jarak Merah (Jatropha gossypiifolia L.) dan untuk menentukan apakah ekstrak etanol Jarak Merah memiliki aktivitas sebagai antipiretik. Metode yang digunakan adalah maserasi dengan pelarut etanol 96%, dan skrining fitokimia dilakukan dengan uji warna menggunakan pereaksi tertentu. Kelompok 1 sebagai kontrol negatif diberi Na-CMC secara oral, sementara kelompok 2 sebagai kontrol positif diberi antipiretik parasetamol secara oral. Kelompok 3, 4, dan 5 masing-masing diinduksi dengan pepton 10% dan diberi ekstrak etanol daun Jarak Merah secara oral dengan dosis 150 mg/kg BB, 200 mg/kg BB, dan 250 mg/kg BB. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Jarak Merah mengandung senyawa flavonoid dan saponin. Uji efek antipiretik menunjukkan bahwa ekstrak dengan dosis 250 mg/kg BB memiliki efek penurunan suhu tubuh yang paling baik.
Gambaran Pengobatan Bronkitis di RSUD Hasri Ainun Habibie Ramadhani , Fika Nuzul; Suleman , Ahmad Rifly; Mamu , Siti Nur Octavia Ramadhani R.; Machmud, Fidyahtul Sayifah; Alifa , Intan Nur; Abay , Verawaty Fajrin H.; Umar, Abdul Malik
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 4 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i4.888

Abstract

Chronic bronchitis, a subtype of chronic obstructive pulmonary disease (COPD), is characterized by persistent inflammation of the bronchial tubes and chronic cough accompanied by mucus production. This condition is commonly caused by prolonged exposure to irritants such as cigarette smoke, air pollution, or occupational dust. Acute exacerbation of chronic bronchitis (AECB) can significantly impair a patient’s quality of life and often requires hospitalization. This study aims to evaluate the management of bronchitis at Hasri Ainun Habibie Regional General Hospital, Gorontalo Regency. The research is descriptive in nature, using a retrospective method by analyzing patient medical records dated February 25, 2025, utilizing the SOAP method (Subjective, Objective, Assessment, Plan) and supported by literature review. The treatment regimen included a combination of antibiotics (ceftriaxone and azithromycin), nebulized bronchodilators (Meprovent and Budesma), mucolytics (Resfar), neuroprotective agents (citicoline), and electrolyte replacement therapy (NaCl 0.9%, KAEN 3B). Overall, this case study concludes that the management of chronic bronchitis in patients at Hasri Ainun Habibie Regional General Hospital includes a combination of medical and non-medical therapies that are in accordance with the management guidelines and treatment algorithms for chronic bronchitis.