Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Formulasi dan Karakterisasi Liposom Kuersetin-ZnSO4 Menggunakan Metode Active Loading Tungadi, Robert; Ramadhani, Fika Nuzul; Hutuba, Ariani H; Hiola, Faramita; Samsi, Khairun nisha
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 1 No. 3 (2024): Vol 1, No. 3, 2024 : Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v1i3.77

Abstract

Kuersetin sebagai obat memiliki kandungan antioksidan yang tinggi sehingga memiliki banyak manfaat bagi tubuh sehingga bisa dikembangkan menjadi sediaan farmasi. Namun, dengan demikian kuersetin memiliki kekurangan karena kuersetin memiliki sifat kelarutannya didalam air buruk oleh karena itu diformulasikan dalam bentuk sistem penghantaran obat nanopartikel yaitu liposom karena liposom memiliki lipid bilayer yang bisa mempertahankan zat aktif yang bersifat hidrofobik maupun hidrofilik dengan menggunakan metode Active Loading dan penambahan ZnSO4 yang digunakan sebagai pengompleks untuk meningkatkan penjerapan kuersetin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi penjerapan kuersetin dengan menggunakan metode Active Loading yang ditambahkan dengan ZnSO4 serta untuk mengetahui stabilitas dari formula liposom mengguanakn Dialysis Bag. Metode penelitian ini diawali dengan pembuatan liposom menggunakan metode injeksi pelarut etanol kemudian dilakukan karakterisasi meliputi ukuran partikel menggunakan Particle Size Analyzer (PSA) dan persen efisiensi penjerapan (%EP). Liposom kuersetin diformulasikan dan dilakukan evaluasi fisik serta uji stabilitas menggunakan Dialysis Bag . Hasil penelitian menunjukkan karakterisasi F1, F2, dan F3 secara berturut-turut yaitu persen efisiensi penjerapan sebesar 28,48%, 31,62%, dan 32,42% dengan ukuran partikel sebesar 151 nm, 130,5 nm, 111 nm serta indeks polidispersitas sebesar 0,19, 0,195, dan 0,155. Ketiga formula liposom memenuhi persyaratan karakterisasi liposom. Hasil uji stabilitas menunjukkan stabil dengan gambar kurva yang stabil tidak naik turun dan hasil pada waktu 2 jam kuersetin yang terdeteksi hanya berkurang 0,0001 mg setiap 2 jam. Terdapat pengaruh metode Active Loading dengan penambahan ZnSO4 pada penjerapan dibandingkan dengan Passive Loading.
Formulasi, Karakterisasi, dan Evaluasi Sediaan Krim Antosianin Berbasis Fitosom Paneo, Mohamad Aprianto; Tungadi, Robert; Thomas, Nurain; Ramadhani, Fika Nuzul; Mumtazah, Naharil
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 1 No. 3 (2024): Vol 1, No. 3, 2024 : Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v1i3.78

Abstract

Antosianin sebagai antioksidan alami dapat berperan penting dalam mencegah terjadinya photoaging, yaitu dengan menetralisir spesies oksigen reaktif (ROS) dan mencegah kerusakan pada permukaan kulit akibat paparan radiasi ultraviolet. Namun, antosianin bersifat kurang stabil, rentan terhadap suhu tinggi, dan cahaya, mudah teroksidasi, serta akibat sifatnya yang hidrofilik antosianin sulit untuk berpenetrasi pada kulit. Untuk mengatasi masalah tersebut, antosianin dibuat dalam bentuk fitosom, yang kemudian diformulasikan dalam sediaan krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi, karakterisasi, dan evaluasi sediaan krim antosianin berbasis fitosom. Metode penelitian ini dimulai dengan pembuatan fitosom dengan menggunakan metode injeksi etanol, kemudian fitosom dikarakterisasi meliputi ukuran partikel menggunakan Particle Size Analyzer (PSA) dan persen efisiensi penjerapan (%EE). Fitosom antosianin kemudian diformulasikan kedalam bentuk krim dan dilakukan evaluasi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan freezethaw. Hasil penelitian menunjukkan karakterisasi F1, F2, dan F3 fitosom antosianin secara berturut-turut yaitu ukuran partikel sebesar 161 nm, 150,5 nm, 130,5 nm serta indeks polidispersitas 0,285; 0,305; 0,21 dengan nilai efisiensi penjerapan sebesar 94,3%, 91,1%, dan 97,0%. Kemudian hasil evaluasi organoleptis krim menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antar ketiga formula baik dalam bentuk warna, bau, dan tekstur, uji homogenitas menunjukkan bahawa ketiga formula homogen, uji pH yang dihasilkan yaitu pada rentang 6,7-6,8, uji viskositas sediaan yang dihasilkan yaitu sekitar 9.440-10.800 Cps, uji daya sebar yang dihasilkan yaitu pada rentang 5-7 cm, uji daya lekat yang dihasilkan yaitu 11-18 detik, dan uji freezethaw menunjukkan hasil bahwa tidak terjadi perubahan yang signifikan terhadap uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat, sedangkan pada uji viskositas menunjukkan peningkatan viskositas sebesar 12.320-15.040 Cps. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa ketiga formula krim fitosom antosianin memenuhi persyaratan krim yang baik.
Penapisan Fitokimia dan Efek Penyembuhan Luka Insisi Dari Fraksi Etil Asetat Daun Jarak Pagar (Jatropha curcas) Terhadap Mencit (Mus musculus) Hasan, Hamsidar; Akuba, Juliyanty; Thomas, Nur Ain; Ramadhani, Fika Nuzul; Anggai, Rifka Anggraini; Mamu, Safira Mahadewi
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 1 No. 3 (2024): Volume 1, Nomor 3, Tahun 2024
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v1i3.9

Abstract

Jarak pagar (Jatropha curcas) adalah tanaman alami tumbuhan Indonesia yang telah terdaftar sebagai salah satu tanaman yang memiliki banyak khasiat untuk berbagai macam penyakit. Jarak pagar mengandung banyak metabolit sekunder yang berperan dalam mempercepat penyembuhan luka dan regenerasi sel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder pada ekstrak etil asetat daun Jarak pagar (Jatropha curcas) serta efektivitas ekstrak etil asetat daun Jarak pagar (Jatropha curcas) terhadap penyembuhan luka insisi pada mencit jantan (Mus musculus). Daun jarak pagar diekstraksi dengan metode maserasi bertingkat menggunakan pelarut n-heksan dan etil asetat. Kemudian dilakukan skrining fitokimia untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder. Uji efektivitas penyembuhan luka insisi dilakukan dengan membagi hewan uji ke dalam 5 kelompok uji yang terdiri dari 3 ekor mencit jantan. Semua mencit diberi perlakuan sesuai kelompok uji yaitu kelompok 1 (kontrol negatif), kelompok 2 (kontrol positif povidone iodine 10%), kelompok 3 (ekstrak jarak pagar 30%), kelompok 4 (ekstrak jarak pagar 40%), dan kelompok 5 (ekstrak jarak pagar 50%) hingga luka tersebut sembuh yang ditandai dengan luka menutup. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etil asetat daun jarak pagar (Jatropha curcas) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan terpenoid. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada lama waktu penyembuhan luka insisi antar kelompok. Rerata waktu yang dibutuhkan hingga luka insisi sembuh pada kelompok 1 (kontrol negatif) yaitu 20,7 hari; kelompok 2 (kontrol positif povidone iodine 10%) yaitu 17,7 hari; kelompok 3 (ekstrak jarak pagar 30%) yaitu 14,3 hari; kelompok 4 (ekstrak jarak pagar 40%) yaitu 13,3 hari; dan kelompok 5 (ekstrak jarak pagar 50%) yaitu 11,3 hari. Ekstrak etil asetat daun jarak pagar yang lebih efektif dalam menyembuhkan luka insisi pada mencit jantan terdapat pada konsentrasi 50%.
Isolasi dan Identifikasi Mikroalga Sebagai Sumber Antioksidan Di Kawasan Teluk Tomini Pakaya, Mahdalena Sy.; Mustapa, Mohamad Adam; Ramadhani, Fika Nuzul; Papeo, Dizky Ramadani Putri; Latif, Multiani S.; Kongkolu, Sitty Rahma Hutami
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 1 No. 2 (2024): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2024
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v1i2.53

Abstract

Penggunaan antioksidan sintesis seperti butil hidroksianisol (BHA) menimbulkan efek samping bersifat karsinogenik. Antioksidan merupakan senyawa yang menangkal radikal bebas, adapun sumber antioksidan alami salah satunya mikroalga. Mikroalga memiliki potensi sebagai sumber antioksidan, yang mencegah dan menghambat radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi mikroalga yang berpotensi sebagai antioksidan yang berada di salah satu kawasan perairan Teluk Tomini. Penelitian ini menggunakan metode ekperimental yang dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Farmasi dan Laboratorium Bahan Alam Farmasi dengan teknik pengamatan morfologi secara mikroskopis untuk identifikasi, teknik pengenceran berseri untuk isolasi, dan teknik DPPH (2,2 diphenyl-1-picrylhydrazyl) untuk pengujian antioksidan yang dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil identifikasi didapatkan 5 jenis mikroalga yang termasuk dalam kelompok alga Chlorophyta, Cyanophyta, Euglenophyta, dan Bacillariophyta. Mikroalga yang berhasil diisolasi yaitu MA1a merupakan kelompok (Chlorophyta), dan MA2a, MA3b termasuk kelompok (Cyanophyta). Hasil uji kualitatif menunjukkan hasil positif antioksidan pada ekstrak n-heksan MA1a, MA2a dan MA3b. Serta memiliki nilai aktivitas antioksidan dengan IC50 (MA1a dan MA3b) secara berturut-turut 128,15 µg/mL dan 102,50 µg/mL termasuk kategori sedang. Serta IC50 ekstrak n-heksan (MA2a) sebesar 98,51 µg/mL termasuk kategori kuat. Analisis data secara statistik uji anova dimana (p-value<0,05) menunjukkan perbedaan yang signifikan antara aktivitas antioksidan MA1a, MA2a, MA3b dan kontrol Vitamin Ca  
Penapisan Fitokimia Dan Uji Efektivitas Antipiretik Ekstrak Etanol Daun Jarak Merah (Jatropha gossypiifolia L.) Terhadap Mencit Jantan (Mus musculus): Hendrawan Dwikarunia Datukramat1, Hamsidar Hasan2, Mahdalena Sy. Pakaya3, Fika Nuzul Ramadhani4, Multiani S. Latif 5 hasan, hamsidar; Pakaya, Mahdalena Sy.; Ramadhani, Fika Nuzul; Latif, Multiani S.; Datukramat, Hendrawan Dwikarunia
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 1 No. 3 (2024): Volume 1, Nomor 3, Tahun 2024
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v1i3.54

Abstract

Penggunaan tanaman obat sebagai antipiretik menjadi alternatif pengobatan selain obat kimia. Salah satu contohnya adalah Jarak Merah (Jatropha gossypiifolia L.), yang telah lama dimanfaatkan di beberapa negara, termasuk Indonesia, untuk mengatasi demam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak etanol Jarak Merah (Jatropha gossypiifolia L.) dan untuk menentukan apakah ekstrak etanol Jarak Merah memiliki aktivitas sebagai antipiretik. Metode yang digunakan adalah maserasi dengan pelarut etanol 96%, dan skrining fitokimia dilakukan dengan uji warna menggunakan pereaksi tertentu. Kelompok 1 sebagai kontrol negatif diberi Na-CMC secara oral, sementara kelompok 2 sebagai kontrol positif diberi antipiretik parasetamol secara oral. Kelompok 3, 4, dan 5 masing-masing diinduksi dengan pepton 10% dan diberi ekstrak etanol daun Jarak Merah secara oral dengan dosis 150 mg/kg BB, 200 mg/kg BB, dan 250 mg/kg BB. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Jarak Merah mengandung senyawa flavonoid dan saponin. Uji efek antipiretik menunjukkan bahwa ekstrak dengan dosis 250 mg/kg BB memiliki efek penurunan suhu tubuh yang paling baik.
Quantification of Water-Soluble Protein from Snakehead Fish (Channa striata) by Bradford UV–Vis and FTIR Profiling Mohamad Adam Mustapa; Ariani H. Hutuba; Widy Susanti Abdulkadir; Fika Nuzul Ramadhani; Muhammad Akbar Khudaifi
Indonesian Journal of Pharmaceutical Education Vol 6, No 1 (2026): January–April 2026
Publisher : Jurusan Farmasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/ijpe.v6i1.34933

Abstract

Snakehead fish (Channa striata) is widely recognised as a nutritionally valuable aquatic resource and is frequently associated with protein-rich traditional preparations. This study aimed to quantify the water-soluble protein fraction of C. striata using Bradford UV–Vis spectrophotometry and to characterise the corresponding functional groups by Fourier Transform Infrared (FTIR) spectroscopy. The fish flesh was processed to obtain an aqueous (water-soluble) protein isolate, and protein concentration was determined using the Bradford method with UV–Vis measurement at 595 nm. Functional-group profiling of the isolate was subsequently evaluated by FTIR to verify spectral features consistent with protein/peptide structures. The Bradford assay indicated a protein level of 460.6 ± 0.958 mg/g, corresponding to 46.06% within the analysed fraction. FTIR analysis revealed characteristic protein-related bands, including Amide A at 3266.43 cm⁻¹, Amide I at 1635.92 cm⁻¹, and Amide III at 1318.95 cm⁻¹, supporting the presence of peptide bonding patterns in the isolate. Collectively, these findings demonstrate that C. striata yields a measurable water-soluble protein fraction quantifiable by Bradford UV–Vis and confirmable at the functional-group level by FTIR, providing a practical analytical basis for further standardisation and quality-oriented studies.
Drug-Drug Interactions in Adult Acute Respiratory Infections Prescriptions at the Gorontalo Police Clinic: A Six-Month Retrospective Study Fika Nuzul Ramadhani; Teti Sutriyati Tuloli; Tesalonika Tudja
Journal Syifa Sciences and Clinical Research Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Number 2 2026
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jsscr.v8i2.32403

Abstract

Acute respiratory infection (ARI) is one of the most common conditions managed in primary care, and its treatment often involves multiple medications that may increase the risk of potential drug–drug interactions (DDIs). This study aimed to identify medication use patterns and to determine the frequency, severity, and mechanisms of potential DDIs in adult ARI prescriptions at the Gorontalo Police Clinic. This observational cross-sectional study used a retrospective approach based on outpatient medical record and prescription data collected from July to December 2023. A total of 110 eligible adult patients were included in the analysis. Potential DDIs were screened using the Drugs.com Interaction Checker and further reviewed with Stockley’s Drug Interactions as a reference. Data were analyzed descriptively. The results showed that the median number of medications per patient was 4 (IQR 3–6), while polypharmacy was identified in 11 patients (10.0%). Potential DDIs were found in 2 of 110 patients (1.82%). All identified DDIs were moderate in severity, with no minor or major interactions detected. The interaction mechanism was exclusively pharmacodynamic, and both cases involved the combination of amoxicillin and chloramphenicol, indicating a potential antagonistic effect. In conclusion, potential DDIs in adult ARI prescriptions at the Gorontalo Police Clinic were uncommon but clinically relevant. Routine screening is needed to prevent potentially inappropriate antibiotic combinations in primary care practice.
Edukasi Stunting, TBC, dan Jamban Sehat untuk Mewujudkan Keluarga Sehat di Desa Patoameme Nur Rasdianah; Ulfa Aulia; Fika Nuzul Ramadhani
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Maret 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i2.971

Abstract

Masalah kesehatan di desa Patoameme masih cukup banyak, berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan aparat desa dan masyarakat ditemukan terdapat 3 masalah yang menonjol adalah stunting, TBC, dan jamban sehat. Metode pengabdian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan melakukan wawancara pada aparat desan dan masyarakat, obserfasi, dan diskusi mendalam. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan pemberian edukasi, kegiatan tersebut dilakukan selama 1 bulan dimulai dari koordinasi hingga kegiatan edukasi yang dilaksanakan di kantor desa Patoameme. Materi yang diberikan berupa upaya pencegahan, dampak yang ditimbulkan serta efek yang ditimbulkan dimasa yang akan datang apabila masyarakat tidak melakukan upaya pencegahan sedini mungkin. Hasil dari kegiatan tersebut adalah masyarakat memahami materi yang diberikan dibuktikan dengan banyak masyarakat yang bertanya dan berdiskusi terkait materi yang diberikan. Melalui kegiatan ini diharapkan selain peningkatan pengetahun juga ada perubahan berilaku ke arah yang positif sehingga masalat stunting, TBC, dan jamban sehat bisa teratasi dan derajat kesehatan masyarakat di desa Patoameme bisa meningkat.
Pengaruh Booklet Terhadap Pengetahuan dan Sikap Pasien Asam Urat (Gout Arthritis) Di Puskesmas Biluhu, Kabupaten Gorontalo: Effect of Booklets on Knowledge and Attitudes of Gout Arthritis Patients at Biluhu Community Health Center (Puskesmas), Gorontalo Regency Madania, Madania; Ramadhani, Fika Nuzul; Tuloli, Teti Sutriyati; Uno, Wiwit Zuriati; tuna, nindiyani
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 3 No. 1 (2026): Vol. 3, No. 1 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v3i1.218

Abstract

Asam urat merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat, terutama di usia lanjut. Rendahnya tingkat pengetahuan dan sikap terhadap penyakit ini dapat memengaruhi perilaku pengelolaan dan pencegahan asam urat. Oleh karena itu, dibutuhkan media edukasi yang efektif untuk meningkatkan pemahaman pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian booklet terhadap pengetahuan dan sikap pasien asam urat di Puskesmas Biluhu, Kabupaten Gorontalo. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 54 orang yang dipilih menggunakan metode sensus dan diolah melalui SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, hanya 7,4% responden yang memiliki pengetahuan baik dan 53,7% memiliki sikap positif. Setelah pemberian booklet, terjadi peningkatan dengan 27,8% responden memiliki pengetahuan baik dan 74,1% memiliki sikap positif. Uji statistik menunjukkan bahwa pemberian booklet berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan (p = 0,000), namun tidak berpengaruh signifikan terhadap sikap (p = 0,105). Dengan demikian, media booklet dapat digunakan sebagai sarana edukasi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan pasien tentang asam urat, namun belum mampu membuat perubahan sikap yang signifikan.
Pola Penggunaan Obat Pada Anggota Polri Penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut Di Klinik Polda Gorontalo Tuloli, Teti Sutriyati; Ramadhani, Fika Nuzul; Rasdianah, Nur; Hiola, Faramita; Tudja, Tesalonika
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 3 No. 1 (2026): Vol. 3, No. 1 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v3i1.221

Abstract

ABSTRAK Tesalonika Tudja, 2025. Pola Penggunaan Obat Pada Anggota Polri Penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut Di Klinik Polda Gorontalo. Skripsi. Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Olahraga Dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo. Pembimbing I Dr. Teti Sutriyati Tuloli, M.Si., Apt. Dan Pembimbing II Fika Nuzul Ramadhani, M.Sc., Apt. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan peradangan akut pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh infeksi mikroba, bakteri atau virus tanpa atau dengan parenkim paru. Infeksi ini terbagi berdasarkan wilayahnya yaitu ISPA bagian atas dan ISPA bagian bawah. Infeksi bagian atas meliputi common cold, rhinitis, sinusitis, faringitis, laringitis, epiglotitis, tonsillitis dan otitis. Sedangkan, infeksi bagian bawah meliputi bronkhitis akut, bronkhitis kronis, bronkiolitis, dan pneumonia aspirasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat pada anggota Polri pederita ISPA di Klinik Polda Gorontalo. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan secara retrospektif dengan jumlah sampel sebanyak 110 pasien dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian pada anggota Polri dengan diagnosa ISPA di Klinik Polda Gorontalo dominan diderita oleh pasien dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak (89,09%), dan rentang usia yang paling banyak didiagnosa ISPA pada usia 26-35 tahun sebanyak (41,82%). Penggunaan obat ISPA dengan jenis terapi yang paling banyak digunakan yaitu terapi suportif sebanyak (63,64%), dengan penggunaan golongan obat kombinasi sebanyak (29,41%) dan jenis obat yang banyak diresepkan obat Flukadex sebanyak (18,07%). Penggunaan obat ISPA yang sesuai dengan Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama yaitu tepat obat 97,27%, tepat indikasi 100%, tepat pasien 100%, dan tepat dosis 100%. Kata kunci :Pola Penggunaan Obat, ISPA, Klinik Polda Gorontalo