Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Percepatan Penurunan Stunting Melalui Edukasi PHBS Rumah Tangga pada Masyarakat Desa Owata Ayu Rofia Nurfadillah; Madania Madania; Ariani Hutuba
Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat) Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Sibermas (Sinergi Bersama Masyarakat)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sibermas.v12i2.18458

Abstract

Abstract Gorontalo Province is included in the top 10 provinces with the highest stunting cases nationally. Based on the Indonesian Nutrition Status Study (SSGI), the stunting rate in Gorontalo Province in 2021 will reach 29%. Furthermore, the SSGI data shows that the prevalence rate of stunting in Bone Bolango Regency is 25.1 percent. The high number of stunting cases in Bone Bolango Regency is of great concern to both lecturers and students of KKN-PK at Gorontalo State University in 2022 to make several efforts to reduce stunting in Bone Bolango Regency, this also supports the Gorontalo Province BKKBN Program in terms of accelerating stunting prevention in the Regency area. Bone Bolango. According to BKKBN data, Owata Village is one of the villages that will become a locus of stunting in 2022, the number of stunting in Owata village is 12 toddlers. The KKN PK activities were carried out for 42 days starting from November 30 2022 to January 7 2023 in Owata Village, Bulango Ulu District, Bone Bolango Regency with a total of 12 KKN PK participants. The stages of the activities carried out include field observations, initial surveys, discussions and interviews, initial seminars as well as FGDs with the community, village assistants and village officials to explain the KKN PK program that will be carried out in the village and determine additional programs from the community, implementation of the KKN program PK is PHBS education to the community which consists of CTPS socialization activities for children at SDN 9 Bulango Ulu and household PHBS socialization to the Owata community and the final activity is monitoring and evaluation. The target of this program is to increase public awareness in implementing PHBS so that it can reduce stunting cases in Owata Village.       AbstrakProvinsi Gorontalo termasuk dalam 10 besar Provinsi dengan kasus stunting tertinggi Nasional. Berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting di Provinsi Gorontalo pada tahun 2021 mencapai 29%. Selanjutnya data SSGI menunjukkan angka prevalensi stunting di Kabupaten Bone Bolango sebesar 25,1 persen. Tingginya kasus stunting di Kabupaten Bone Bolango menjadi perhatian besar baik bagi dosen dan mahasiswa KKN-PK Universitas Negeri Gorontalo Tahun 2022 untuk melakukan beberapa upaya penurunan stunting di Kabupaten Bone Bolango, hal ini juga mendukung Program BKKBN Provinsi Gorontalo dalam hal percepatan pencegahan stunting di wilayah Kabupaten Bone Bolango. Menurut Data BKKBN Desa Owata merupakan salah satu desa yang menjadi lokus stunting pada tahun 2022, jumlah stunting di desa owata adalah 12 balita.  Kegiatan KKN PK dilaksanakan selama 42 hari dimulai tanggal 30 November 2022 sampai dengan 7 Januari 2023 di Desa Owata, Kecamatan Bulango Ulu, Kabupaten Bone Bolango dengan jumlah peserta KKN PK sebanyak 12 orang. Adapun tahapan kegiatan yang dilaksanakan antara lain, observasi lapangan, survey awal, diskusi dan wawancara, seminar awal sekaligus FGD bersama masyarakat, pendamping desa dan aparat desa untuk memaparkan program KKN PK  yang akan dilaksanakan di desa dan menetapkan program tambahan dari masyarakat, pelaksanaan program KKN PK yaitu edukasi PHBS pada masyarakat yang terdiri dari kegiatan sosialisasi CTPS pada anak SDN 9 Bulango Ulu dan sosialisasi PHBS Rumah Tangga pada masyarakat Owata dan kegiatan akhir yaitu monitoring dan evaluasi.  Target program ini yaitu meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan PHBS agar bisa menurunkan kasus stunting di Desa Owata.  
Pemberian Informasi Penggunaan Obat Antihiperlipidemia Pada Pasien Lansia: Providing Information on Antihyperlipidemia drugs to the elderly Akuba, Juliyanty; Fika Nuzul Ramadani; Ariani Hutuba; Sukmaty Damiti; Asral Kelvin Sahrain
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 7: July 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i7.5533

Abstract

Hiperlipidemia sering dikenal juga sebagai hiperlipoproteinemia, karena sebelum mengalami sirkulasi dalam darah, lemak harus berikatan dengan protein membentuk lipoprotein. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan informasi penggunaan obat antihiperlipidemia pada lansia. Tahapan – tahapan yang dilakukan diawali dengan melakukan survey awal kondisi disekitar kelurahan Limba B pada lansia yang mengalami hyperlipidemia selanjutnya diberikan penyuluhan dari rumah ke rumah dengan membagikan brosur. Dengan pengabdian ini diharapkan lebih menambah pengetahuan masyarakat terkait penatalaksanaan untuk penyakit – penyakit hiperlipidemia.
Penguatan Pilar STBM dan Pengembangan Produk Minuman Serbuk Daun Kelor sebagai Upaya Preventif Kejadian Stunting: Strengthening the STBM Pillars and Developing Moringa Leaf Powder Beverage Products as a Preventive Effort Against Stunting Occurrence Maksum, Tri Septian; Nakoe, Moh. Rivai; Hutuba, Ariani H.
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 10: Oktober 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i10.6224

Abstract

Indonesia memiliki permasalahan gizi yang cukup berat, salah satunya adalah stunting. Berdasarkan SSGI 2022, prevalensi balita stunting di Indonesia sebesar 21.6%, Provinsi Gorontalo dengan prevalensi 23.8%, dan Kabupaten Pohuwato 6.4%. Menurut data dari Puskesmas Motolohu Kabupaten Pohuwato tahun 2022 bahwa untuk status gizi balita usia 24-59 bulan dengan kategori pendek dan sangat pendek berjumlah 33 balita dimana Desa Ayula dengan 2 balita. Pengabdian KKN ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat guna mempercepat penurunan stunting yang dilakukan melalui intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif. Program intervensi gizi spesifik berupa program pengembangan produk inovatif minuman serbuk kemasan berbahan dasar daun kelor sedangkan untuk program intervensi gizi sensitif berupa program penguatan 5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Metode yang digunakan berupa sosialisasi dan demonstrasi. Kegiatan pengabdian ini berlangsung selama 50 hari (1 Juli – 19 Agustus 2024) dengan melibatkan 21 mahasiswa. Hasil pengabdian menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan setelah diberikan penguatan 5 pilar STBM pada masyarakat serta terjadi peningkatan partisipasi masyarakat dalam hal pemanfaatan daun kelor sebagai produk inovatif minuman serbuk kemasan guna mencegah kejadian stunting di Desa Ayula.
Analisis Cemaran Logam Berat Merkuri (Hg), Timbal (Pb), dan Tembaga (Cu) pada Sungai Provinsi Gorontalo H. Hutuba, Ariani; Maku, Mohamad Aditya; Taupik, Muhammad; Adam Mustapa, Mohamad; Andy Suryadi, A. Mu'thi
Journal Syifa Sciences and Clinical Research Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Edisi 1 2025
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jsscr.v7i1.29865

Abstract

Heavy metals are a group of elements with high density (5 g/cm³) and unique chemical properties. They can be toxic and hazardous to the environment and human health. Heavy metal contamination in river waters is commonly caused by mercury (Hg), lead (Pb), and copper (Cu). This study aims to analyze the concentration of these metals in several rivers in Gorontalo Province using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Water samples were collected from four different rivers at a depth of 0.5 meters. The results showed that Hg concentration in the Bulango River exceeded the established quality standards, while Pb and Cu levels in the Bone River were within safe limits. The Limboto and Hulawa Rivers also met the quality standards.
Cholesterol-Lowering Effects of Turmeric Effervescent Dosage in Preventing Atherosclerosis Pomalango, Zulkifli B.; Paneo, Mohamad Aprianto; Pakaya, Nasrun; Aman, La Ode; Hutuba, Ariani H.
Science and Technology Indonesia Vol. 10 No. 2 (2025): April
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/sti.2025.10.2.482-492

Abstract

This study aims to evaluate the cholesterol-lowering effects of turmeric (Curcuma domestica) in an effervescent powder drink formulation to prevent atherosclerosis. The effervescent preparation was produced using standard effervescent techniques, with organoleptic tests revealing an orange color, the characteristic aroma of turmeric, and a slightly sweet taste. The formulation’s pH was approximately 5.9, with a flowability test result of 14 seconds, a powder angle of repose of 30°, and a dissolution time of  4 minutes and 20 seconds. Curcumin shows potential as an anticholesterol as a preventive measure of atherosclerosis disease  through molecular docking testing using autodock-vina. Qualitative test on turmeric effervescent with Sprektrofotometer UV-VIS, Scanning Electon Microscopy (SEM) and Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Cholesterol testing was conducted on mice induced with cholesterol using margarine over a one-week period, resulting in increased cholesterol levels of maximum 290 mg/dL. Following administration of the converted turmeric dosage, cholesterol levels significantly maximum decreased in the first week to  165 mg/dL. By the second week, further reductions were observed, with cholesterol levels maximum dropping to 143 mg/dL. These results suggest that turmeric effervescent formulation exhibits promising cholesterol-lowering properties and may contribute to the prevention of atherosclerosis
Standarisasi Parameter Spesifik Dan Non Spesifik Simplisia Rumput Knop (Hyptis capitata Jacq.) Yambese, Alpiani; Abdulkadir, Widy Susanti; Hutuba, Ariani H.
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah, termasuk tanaman herbal seperti daun rumput knop ( Hyptis capitata Jacq. ), yang secara tradisional digunakan untuk mengobati luka terbuka, demam, dan diabetes. Melihat potensi dari tumbuhan tersebut memiliki peran penting dalam bidang kesehatan, maka perlu dilakukan upaya peningkatan kualitas dari obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan standarisasi parameter spesifik dan nonspesifik simplisia daun rumput knop ( Hyptis capitata Jacq).Metode: Metode Penelitian yang digunakan merupakan metode penelitian eksperimental. Parameter spesifik yang diuji meliputi identitas simplisia, uji makroskopik, mikroskopik, serta penentuan kadar senyawa terlarut dalam pelarut tertentu (air dan etanol). Parameter nonspesifik meliputi susut pengeringan, kadar air, kadar abu total, dan kadar abu tidak larut asam.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk simplisia rumput knop memiliki warna cokelat tua, rasa yang pahit dengan bau khas kopi. Hasil uji kadar sari larut air dan etanol masing-masing sebesar 16,206% dan 42,56%. Untuk parameter nonspesifik, pengeringan susut sebesar 6,413%, kadar air 6,42%, kadar abu total 9,985%, dan kadar abu tidak larut asam 0,53%.Kesimpulan: Semua parameter memenuhi standar yang ditetapkan oleh Depkes RI dan WHO, menandakan kualitas dan keamanan simplisia ini sebagai bahan baku obat tradisional.
Retraksi: Standarisasi Parameter Spesifik dan Non Spesifik Simplisia Rumput Knop (Hyptis Capitata Jacq.) Yambese, Alpiani; Abdulkadir, Widi Susanti; Hutuba, Ariani H.
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 20 No 1 (2025): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v20i1.2688

Abstract

Artikel diretraksi sesuai dengan request author karena sudah dipublish di Jurnal Kesehatan Farmasi (JK-Pharm) pada tanggal 2 Juni 2025 dengan link sebagai berikut Standarisasi Parameter Spesifik Dan Non Spesifik Simplisia Rumput Knop (Hyptis capitata Jacq.) | Jurnal Kesehatan Farmasi
Persepsi Masyarakat Tentang Penggunaan Obat Tradisional Dalam Pencegahan Stunting Di Desa Bongoime Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango Tuloli, Teti Sutriyati; Akuba, Juliyanty; Thomas, Nur Ain; Hutuba, Ariani H.; Datu, Novanza L.M.N; Rasdianah, Nur
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 2 No. 1 (2025): Volume 2, Number 1, 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v2i1.88

Abstract

Stunting adalah salah satu keadaan malnutrisi yang berhubungan dengan ketidakcukupan zat gizi masa lalu sehingga termasuk dalam masalah gizi yang bersifat kronis. Pencegahan stunting bisa dilakukan dengan mengggunakan pengobatan salah satunya menggunakan obat tradisional dalam pengobatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang penggunaan obat tradisional dalam pencegahan stunting di Desa Bongoime Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional, dan desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif berupa data primer hasil kuesioner. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 267 sampel. Data penelitian ini dianalisis menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian didapatkan karakteristik responden masyarakat Desa Bongoime didominasi oleh jenis kelamin perempuan (40,4%), usia 26-34 tahun (32,2%) beragama islam (99,6%), pekerjaan IRT (36%), pendidikan lulusan SD (41,2%), sudah menikah (86,5%), keluarga yang memiliki 1 anak (27,3%) jumlah anggota keluarga 3 (22,1%), tidak berpengalaman dalam merawat anak stunting (76%), pendapatan kisaran <Rp. 2.552.014,- (79,4%). Tingkat persepsi masyarakat terhadap stunting, pencegahan stunting dan penggunaan obat tradisional masuk dalam kategori positif yaitu sebanyak 56.2% untuk persepsi stunting dan 59.2% untuk pencegahan dan pengobatan tradisional. Yang memperoleh hasil negatif sebanyak 43.8% untuk persepsi stunting dan 40.8% untuk persepsi pencegahan stunting dan penggunaan obat tradisional.
Perbandingan Aktivitas Antioksidan Dari Spesies Tanaman Jarak Pagar (Jatropha Curcas) Dan Jarak Merah (Jatropha Gossypiifolia) Menggunakan Metode 2,2-Difenil-1-Pikrilhidrazil (DPPH) Hasan, Hamsidar; Hutuba, Ariani H.; Muhammad Taupik; A. Mu'thi Andy Suryadi; Manno, Mohamad Reski; Kaino, Ratni
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 2 No. 2 (2025): Volume 2, Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v2i2.80

Abstract

Jatropha curcas dan Jatropha gossypiifolia merupakan tumbuhan yang berasal dari family yang sama yaitu Euphorbiaceae. Dimana kedua tanaman ini memiliki senyawa yang dapat berpotensi sebagai antioksidan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun jarak mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang dapat berperan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder yang terdapat dalam tanaman jarak pagar dan jarak merah serta mengetahui perbandingan potensi ekstrak dari kedua tanaman jarak sebagai antioksidan. Metode penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif pada penelitian ini menggunakan metode skrining fitokimia dengan uji tabung/uji warna dan analisis Kromatografi Lapis Tipis menggunakan eluen n-Heksan : etil asetat dengan perbandingan (7:3). Analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm dengan pembanding Vitamin C. Hasil penelitian menunjukkan nilai antioksidan dari ekstrak metanol daun Jarak Merah (Jatropha gossypiifolia L.) memiliki nilai IC50 yaitu 32,60 µg/ml dan termasuk dalam kategori sangat kuat. Sedangkan pada ekstrak metanol daun Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) memiliki nilai IC50 yaitu 85,82 µg/ml dan termasuk dalam kategori kuat. Berdasarkan Analisis data statistik uji anova dimana (p-value<0,05) menunjukan terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara kelompok perlakuan (p-value<0,05).
Pembuatan Nutri-Bites Daun Kelor untuk Pencegahan Stuntingdan TB Paru di Desa Salilama Pomalango, Zulkifli B.; Hutuba, Ariani H.; Purwanto, Erwin
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ggqy6g29

Abstract

Desa Salilama merupakan salah satu wilayah yang memiliki angka kejadian stunting dan tuberkulosis yang masih tinggi diakibatkan minimnya pengetahuan masyarakat mengenai gizi seimbang, rendahnya kesadaran terhadap pencegahan penyakit, serta keterbatasan akses terhadap pangan bergizi. Daun kelor (Moringa oleifera) memiliki kandungan gizi tinggi untuk meningkatkan imunitas dan mencegah stunting maupun infeksi TB. Pemanfaatan daun kelor selama ini masih terbatas pada konsumsi rumah tangga tanpa inovasi pengolahan yang bernilai tambah. Oleh karena itu, dilaksanakan program pengabdian masyarakat berupa pelatihan pembuatan Nutri-Bites berbasis pangan local daun kelor (Moringa oleifera). Metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian ini meliputi dua tahap utama, yaitu edukasi kesehatan dan pelatihan pembuatan Nutri-Bites. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian menunjukkan dampak peningkatan pengetahuan dan partisipasi masyarakat yang signifikan dalam memahami pentingnya gizi seimbang dan pemanfaatan pangan lokal bernutrisi tinggi, pada kegiatan pelatihan pembuatan Nutri-Bites mayoritas peserta mampu mengikuti instruksi dan menirukan seluruh tahapan proses pembuatan dengan baik dan tepat, baik secara teknis maupun prosedural. Produk Nutri-Bites yang dihasilkan dinyatakan memenuhi kriteria layak konsumsi dan aman dikonsumsi. Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal untuk mampu menghasilkan produk pangan sehat secara mandiri, yang diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan kemandirian gizi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Desa Salilama.