Claim Missing Document
Check
Articles

JARAK ANTARA TEMPAT TINGGAL DAN TINGKAT PENDAPATAN TERHADAP JUMLAH KUNJUNGAN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS HATONDUHAN KECAMATAN HATONDUHAN Sondang Sidabutar
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.883 KB)

Abstract

Pendahuluan: Puskesmas Hatonduhan memiliki 9 nagori dengan jumlah penduduk 23.639 Jiwa/ 5.900 KK, terletak di nagori Saribu Asih, sehingga pasien sehari-harinya mayoritas adalah warga nagori Saribu Asih, dari beberapa nagori jumlah kunjungan pasien rawat jalan ke Puskesmas sangat sedikit, ada beberapa warga karena kondisi suatu penyakit yang penanganannya harus dilakukan di puskesmas seperti kunjungan pasien tambal gigi, cabut gigi, perawatan TB paru/ Kusta, pemasangan IUD dan lain sebagainya. Penelitian bertujuan membahas faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah kunjungan pasien rawat jalan, yaitu: faktor jarak tempat tinggal dengan puskesmas dan tingkat ekonomi (pendapatan) terhadap jumlah kunjungan rawat jalan di Puskesmas Hatonduhan Kabupaten Simalungun. Metode Penelitian: Jenis Penelitian adalah kuantitatif dengan menerapkan rancangan pengambilan sampel secara kelompok atau gugus (cluster sampling), dengan bantuan kuesioner dan diperoleh jawaban dari responden yang telah dilakukan penelitian. Hasil: penelitian adalah distribusi persentase jarak antara tempat tinggal masyarakat dengan puskesmas mayoritas jauh : ≥ 4 km, sebanyak 418 orang (47.20%), tingkat ekonomi pendapatan masyarakat perbulannya mayoritas berpenghasilan tipe kelas atas yaitu : ≥ Rp. 1.000.000 (lebih dari 1 juta) sebanyak 651 orang (73.60%). Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh faktor jarak, tingkat ekonomi (pendapatan) terhadap jumlah kunjungan rawat jalan di Puskesmas Hatonduhan. Kata Kunci : Jarak tempat tinggal, Ekonomi, Kunjungan Rawat Jalan.
Sintesis Dan Sifat Magnetik Komposit BaFe12O19/ZnO Terhadap Aplikasi Elektronik Media Perekam Dan Absorben Veryyon Harahap; Veryyon Harahap; Sondang Sidabutar
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10203

Abstract

The purpose of this study was to synthesize BaFe12O19 / ZnO composites and use them as electronic applications for recording and absorbent media. Synthesis of Barium hexaferrite (BaFe12O19) using the Wet Milling method, with toluene media, while the ZnO Synthesis uses the coprecipitation method on powder. BaFe12O19 as a matrix and Zinc Oxide as a filler which is used as the main raw material for making composites. The results of Barium M-Ferrit and zinc oxide milling were mixed using wet milling with toluene media for 10 minutes and dried for half an hour at 200 oC. XRD (x-ray diffraction) results using full analysis, showed that the BaFe12O19 / ZnO composite was successfully synthesized. The crystal structure of Barium Hexaferrite is hexagonal and the peaks indicate single phase, each of the lattice parameters being BaFe12O19 a, b = 5.89 Å, c = 2.19 and spacegroup P63 / mm (194). The crystal structure of ZnO is hexagonal with lattice parameters a, b = 3.25 Å, b = 5.20 Å spacegroup P63mc (No.186) which is the wurtzite phase. The result of software match analysis shows that the percentage ratio of ZnO and BaFe12O19 atoms in this composite is the addition of ZnO mass by 50%, 75% has two phases, namely the ZnO and BaFe12O19 phases which show a heterogeneous structure with a hexagonal crystal structure. The morphology of the SEM photos shows that the barium hexaferrite grains are flat hexagonal in micron scale covered with ZnO. The VSM (Vibrating Sample Magnetometer) results showed that the magnetic properties of BaFe12O19 powder were obtained (Ms) magnetic saturation of 54.02 emu / g, (Mr) magnetic remanence 33.05 emu / g, (Hcj) coercivity 2941 Oe and (BHmax) product energy of 191 kGOe. Keywords: barium hexaferrite; zinc oxide; composite; coercivity; remanence ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah mensintesis komposit BaFe12O19/ZnO dan pemanfaatannya sebagai aplikasi elektronik media perekam dan absorben. Sintesis Barium heksaferit (BaFe12O19) menggunakan metode Wet Milling, dengan media toluene, sedangkan Sintesis ZnO menggunakan metode kopresipitasi pada powder. BaFe12O19 sebagai matriks dan Zinc Oxide sebagai filler yang digunakan sebagai bahan baku utama untuk pembuatan komposit. Hasil miling Barium M-Ferrit dan zinc Oxide dicampur menggunakan wet milling dengan media touluene selama 10 menit dan dikeringkan selama setengah jam pada suhu 200 oC. Hasil XRD (Difraksi sinar-x) menggunakan analisis macth, menunjukkan bahwa komposit BaFe12O19/ZnO telah berhasil disintesis. Struktur Kristal Barium Heksaferit adalah hexagonal dan puncak menunjukkan single fase, masing-masing parameter kisi adalah BaFe12O19 a,b = 5.89 Å, c = 2.19 dan spacegroup P63/mm (194). Struktur kristal ZnO adalah hexagonal dengan parameter kisi adalah a,b = 3.25 Å, b = 5.20 Å spacegroup P63mc (No.186) yang merupakan fase wurtzite. Hasil analisis software match menunjukkan bahwa perbandingan persentase atom ZnO dan BaFe12O19 pada komposit ini adalah penambahan massa ZnO 50%,75% memiliki dua fasa yaitu adanya fasa ZnO dan BaFe12O19 yang menunjukkan struktur heterogen dengan struktur kristal hexagonal. Morfologi hasil foto SEM menunjukan bahwa butir barium heksaferit berbentuk flat heksagonal dalam skala mikron yang ditutupi ZnO. Hasil VSM (Vibrating Sample Magnetometer) didapatkan nilai sifat magnet Serbuk BaFe12O19 didapatkan (Ms) magnet saturasi 54.02 emu/g, (Mr) magnet remanen 33.05 emu/g, (Hcj) koersivitas 2941 Oe dan (BHmax) energi produk 191 kGOe. Kata kunci: barium hexaferrite; zinc oxide; komposit; koersifitas; remanensi
Analisis Pemberian ASI Eksklusif pada Program Gizi di Puskesmas Padang Bulan Medan Tahun 2018 Melva Saragi; Sondang Sidabutar
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10305

Abstract

Background: Provided exclusive breast-feeding is acknowledged highly purely, means in this case is a baby shall be fed at least for 6 months without any additional meal or other water drink. It is surely exclusive bread-feeding must be provided during 6 months for recognized contained the worthy nutrition to baby in aged 6 months. A baby as fed with ASI bread-feeding need not any additional meal or water drink such as sugar, juice or drinking water for 6 months. Objectives: The objective of this study is to analyze providing ASI exclusive breast-feeding is fed bases to the existence of HR, budget, facilities, public service, planning, empower in field, assessment, controlling, and supervision. Methods: In this research involved 4 people as informants they are Head of health center locally, program person in charge, KIA/KB program coordinator, and included 1 mother. The result indicated that HR specifically on ASI exclusive program there not available, unfortunately seen there was no special budget provided for ASI exclusive program. Noted that shortage facilities, there was no public service executive properly as required, not encouraged to involve public participated as due to, without budget planning, encouragement and implementation was so poor, there was no assessment as standard to program progress, there was no supervision outside building. For any control as required mainly only to specific planning and noted a few program specifically for mother of baby. It was suggestible to Head of health center and coordinator to specific program ASI exclusive breast-feeding usually prepare own program of planning routine on feeding of breast as required, and encourage to give a routine counseling in make internal supervision, and give valuable advices. Keywords: breast-feeding; health center; public services ABSTRAK Pendahuluan: ASI Eksklusif adalah menyusui bayi secara murni, yang dimaksud murni adalah bayi yang diberi ASI selama 6 bulan tanpa tambahan makanan atau minuman yang lain. ASI Eksklusif harus diberikan selama 6 bulan karena ASI menyediakan nutrisi terbaik dan lengkap untuk bayi berusia 6 bulan. Bayi yang diberi ASI Eksklusif tidak diberikan makanan dan minuman tambahan seperti air gula, jus buah atau air putih selama 6 bulan. Tujuan: untuk menganalisis pemberian ASI Eksklusif dilihat berdasarkan SDM, Anggaran, sarana, pelayanan,masyarakat, perencanaan, penggerakan pelaksanaan, penilaian, pengawasan, dan pengendalian. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus, Informan dalam penelitian ini sebanyak 4 orang yaitu Kepala Puskesmas, penanggung jawab program, pelaksana program KIA/KB dan 1 orang ibu bayi, Analisis kualitatif dianalisis secara reduksi, tampilan data dan verifikasi. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa SDM khusus untuk program ASI Eksklusif tidak ada, tidak ada anggaran khusus untuk program ASI Eksklusif, kurangnya sarana prasarana, pelayanan belum dijalankan secara keseluruhan, peran masyarakat masih kurang, tidak ada perencanaan secara khusus, penggerakan dan pelaksanaan masih kurang, penilaian ada berdasarkan pencapaian program, pengawasan di luar gedung tidak ada dan pengendalian yang akan dilakukan adalah membuat perencanaan khusus dan anggaran khusus serta membuat program khusus pembinaan ibu/sasaran. Kesimpulan: Belum berjalan dengan baik program ASI Eksklusif karena belum ada petugas khusus untuk ASI Eksklusif dan kurangnya perhatian dari pimpinan. Kata kunci: pemberian; ASI eksklusif; pusat kesehatan masyarakat
EDUKASI TENTANG MENCUCI TANGAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI DINAS SOSIAL LANSIA Sondang Sidabutar Sidabutar
JPKM: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): Januari
Publisher : LEMBAGA KAJIAN ILMU SOSIAL DAN POLITIK (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak COVID-19 atau Coronavirus Disease 2019 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). COVID-19 diperkirakan menyebar di antara orang-orang melalui percikan pernapasan yang dihasilkan pada saat batuk dan percikan dari seseorang yang sedang bersin serta didapat dari permukaan benda yang sudah terkontaminasi yang kemudian secara tidak sengaja menyentuh wajah seseorang. Salah satu kelompok yang paling rentan terinfeksi COVID-19 adalah orang lanjut usia (lansia) berusia 60 tahun keatas. Dinas Sosial Lansia Pematangsiantar merupakan tempat para lansia hidup tanpa menggantungkan diri pada anak atau keluarganya. Ini merupakan kelompok umur yang sangat rentan dengan penularan COVID-19, sehingga perlu bagi mereka untuk bisa memahami bagaimana cara pencegahan COVID-19. Salah satu cara pencegahan COVID-19 adalah dengan mencuci tangan. Cuci tangan merupakan rutinitas yang murah dan mudah, serta penting dalam prosedur pengontrolan infeksi, dan merupakan metode terbaik untuk mencegah transmisi mikroorganisme. Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi tentang mencuci tangan pada masa pandemi COVID-19 di Dinas Sosial Lansia Pematangsiantar. Hasil pengabdian masyarakat ini akan dapat memberikan edukasi yang luas kepada masyarakat, pengetahuan tentang mencuci tangan pada masa pandemi COVID-19. Kata Kunci : COVID-19, Edukasi, Lansia, Mencuci tangan
GAMBARAN RITME SIRKADIAN NELAYAN DI TANJUNG EMAS SEMARANG Evi Sondang Sidabutar; Bina Kurniawan; Baju Widjasena
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 3, No 1 (2015): JANUARI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.694 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v3i1.11444

Abstract

Naturally, our body is created to beactive during the day light and we need to rest at night. If the body's biological time does not work on normal hours, it will affect the body's circadian rhythm. The problem on the circadian rhythm could cause health problems, occupational safety, and social aspects. This study aims to determine the circadian rhythms of fishermen who work in Tanjung Emas Semarang. The method of this study is description observational study. The measurement of circadian rhythm used various tools, such as sphygmomanometer for blood pressure, digital thermometer for body temperature, digital sphygmomanometer for pulse and a questionnaire for sleep patterns. The measurement of risk factors of circadian rhythm disorders is also done by using various tools such as a multimeter to measure the noise, temperature and humidity of the environment and a questionnaire to determine the behavior of fishermen. The measurements were taken every two hours for 24 hours, either on land or sea while working.The results showed the risk factors of circadian rhythm disorders are noise, temperature and humidity of the working environment and sleep patterns.Blood pressure and body temperature of fishermen who do not regularly work at night are higher at work than at rest, but there is a difference on fisherman who regularly work at night. Blood pressure and body temperature of fishermen who regularly work at nights are lower while working than at rest. In general, the pulse of fishermen who work at night is higher during work than rest time. Blood pressure and temperature of fisherman who work at daylight and don’t sleep at the right tme are higher during work than rest time. Blood pressure and temperature of fishermen who work at daylight and sleep at the right time are lower during work than rest time. The pulse of fishermen who work at daylight and don’t sleep at the right time are lower during work than rest time. But the pulsa of fishermen who work at daylight and sleep at the right time are higher during work than rest time. On conclusion, sleep and awake’s rhythm od fishermen who work either daylight or night are not normal. Because of that, keeping a sleep pattern, noise, temperature and humadity control of workplace is a very important matter to be done.
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI SMA BINA WARGA 2 PALEMBANG amenda sebayang; sondang sidabutar
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 9. No 2 (2021) Edisi Juli
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.849 KB) | DOI: 10.48134/jurkessutra.v9i2.69

Abstract

Siklus menstruasi di pengaruhi oleh status gizi biasanya pada status gizi lebih mengalami siklus menstruasi tidak teratur karena memiliki sel lemak dan sel estrogen berlebihan. Sedangkan pada status gizi kurang terjadi kekurangan berat badan tidak mempunyai cukup sel lemak untuk memproduksi estrogen yang di butuhkan ovulasi dan menstruasi sehingga siklus menstruasi tidak teratur. ( Felicia, 2014) Tujuan penelitian ini uuntuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA  Bina Warga 2 Palembang Tahun 2021.Penelitian ini menggunakan desain penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional, penelitian ini hanya terbatas mencari hubungan antara variabel indenpenden ( status gizi) dan variabel dependen (siklus menstruasi) yang mengunakan Uji Statistik Chi-Square serta daftar responden sebagai alat yang digunakan untuk mengumpulkan data kuesioner tahun 2021 dengan jumlah 50 responden, penelitian ini dilaksanakan di SMA Bina Warga 2 Palembang pada tanggal 10-18 Januari 2021.Analisis Univariat dari 50 responden remaja putri yang mengalami siklus menstruasi normal sebanyak 25 responden (50%) sedangkan siklus menstruasi yang tidak normal sebanyak 25 responden (50%).Analisis Bivariat didapatkan bahwa remaja putri dari 12 responden remaja putri dengan status gizi kurus yang mengalami siklus menstruasi normal sebanyak 1 responden (8,3%), sedangkan dari 27 responden remaja putri status gizi normal yang mengalami siklus menstruasi normal sebanyak 16 responden (59,3%) dan dari 11 responden remaja putri dengan status gizi gemuk yang mengalami siklus menstruasi normal sebanyak 8 responden (72,7%). Hasil Uji statistik chi-square  menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan siklus menstruasi ρ value = 0,003 α = 0,05. Ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan siklus menstruasi terbukti secara statistik. Untuk meningkatkan pengetahuan dan melakukan promosi kesehatan terhadap remaja putri tentang bagaimana mengukur status gizi serta menghitung siklus menstruasi di SMA Bina Warga 2 Palembang. Kata Kunci : Status Gizi,  Siklus Menstruasi dan Remaja Putri
FAKTOR DETERMINAN TERHADAP GIZI LEBIH DI SMK GKPS-3 PEMATANG SIANTAR Sondang Sidabutar
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 7, No 1 (2019): Edisi Januari
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.594 KB) | DOI: 10.48134/jurkessutra.v7i1.13

Abstract

Pendahuluan. Indonesia saat  ini mengalami permasalahan  beban ganda masalah gizi dimana  ketika permasalahan gizi kurang belum terselesaikan, muncul permasalahan gizi lebih. Gizi lebih dapat terjadi pada siapa saja dan bisa terjadi mulai dari bayi hingga usia lanjut, baik pria maupun wanita. Status gizi lebih dipengaruhi pola makan, aktifitas fisik, pengetahuan gizi dan faktor genetik. Perubahan pola makan tersebut dipicu oleh kesibukan orang tua yang menyebabkan remaja lebih suka makan di luar rumh yang praktis dan siap saji. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 prevalensi Nasional obesitas umumnya pada penduduk berusia ≥ 15 Tahun adalah 10,3% Laki laki, 13,9% perempuan sedangkan prevalensi berat badan lebih pada anak usia 6-14 tahun pada laki laki 9,5% dan perempuan 6,4% angka ini hampir sama dengan estimasi WHO sebesar 10% pada anak usia 5 – 17 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan penyebab status gizi lebih pada siswa siswi kelas X dan XI SMK GKPS – 3 Pematang Siantar tahun 2014. Penelitian ini dilakukan di SMK GKPS – 3 Pematang Siantar bulan Mei 2014.Metode. Jenis Penelitian ini adalah observasional dengan menggunakan desain cross – sectional. Populasi adalah seluruh siswa Kelas X dan XI SMK GKPS – 3 sebanyak 214 siswa dan sampel adalah seluruh siswa – siswi yang memiliki IMT  25. Analisis data dilakukan dengan uji univariat,bivariat dan multi variat Regresi Logistik. Hasil. Penelitian menunjukkan faktor determinan penyebab status gizi lebih siswa-siswi SMK GKPS-3 Pematangsiantar tahun 2014 adalah kebiasaan makan dengan nilai P = 0,037, faktor pengetahuan dengan nilai P = 0,013, faktor konsumsi fast food dengan nilai P = 0,002 0,05, faktor aktifitas fisik dengan nilai P = 0,016.Kesimpulan.  Dengan melakukan monitoring status gizi anak sekolah terutama siswa-siswi SMK GKPS-3 Pematangsiantar untuk memantau status gizinya dan mengadakan penyuluhan-penyuluhan mengenai gizi dan kesehatan termasuk pola hidup sehat kepada siswa-siswi SMK GKPS-3 Pematangsiantar.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG DEPRESI POSTPARTUM DI DESA SINAMAN LABAH Sondang Sidabutar
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 7, No 1 (2019): Edisi Januari
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.798 KB) | DOI: 10.48134/jurkessutra.v7i1.14

Abstract

Pendahuluan. Depresi postpartum sering terjadi pada masa nifas, menurut para ahli mereka di diagnosis menderita depresi postpartum. Depresi merupakan ganggu anafeksi (perasaan dan emosi yang lunak) yang paling sering dijumpai pada masa postpartum. Laporan WHO (1999) diperkirakan wanita melahirkan yang mengalami depresi postpartum ringan berkisar 10 per 1000 kelahiran hidup dan Beberapa penelitian juga mengemukakan bahwa depresi postpartum bervariasi di setiap daerah penelitian. Hasil penelitian O’Hara dan swain (1996) menemukan kejadian depresi postpartum di Belanda sekitar 2%-10%, di Amerika Serikat 8%-26%, di Kanada 50%-70% dan sekitar 13% wanita primipara mengalami depresi postpartum pada periode tahun pertama pasca melahirkan. Chen (2000), melaporkan kejadian depresi postpartum ringan sampai berat di Taiwan sebesar 40%, diberbagai negara di laporkan bahwa terdapat 50%-80% ibu yang baru pertama kali melahirkan megalami depresi postpartum. Tujuan peneliti adalah untuk Mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Depresi PostPartum Di Desa Sinaman Labah Tahun 2014.Metode. Penelitian ini bersifat Deskriptif dengen menggunakan data primer yang di peroleh dengan cara pembagian kuesioner pada ibu Nifas dengan jumlah sampel 30 responden.Hasil. Dari hasil penelitian diperoleh mayoritas ibu berpengetahuan cukup yaitu sebanyak 17 orang (56,7%) dan minoritas ibu berpengetahuan baik yaitu sebanyak 4 orang (13,3%).Kesimpulan.  Diharapkan kepada petugas kesehatan agar dapat memberikan informasi atau penyuluhan pada Ibu Nifas Tentang Depresi Postpartum Di Desa Sinaman Labah .
HUBUNGAN PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN COVID-19 PADA IBU YANG MEMPUNYAI BALITA DI KLINIK BIDAN PRAKTEK MANDIRI WIDYA PRATIWI HUTA JERUK LARAS II KECAMATAN SIANTAR KABUPATEN SIMALUNGUN Srirahma Friani; Sondang Sidabutar; Deswidya Hutauruk; Meyana Marbun
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 10, No 1 (2022): Edisi Januari
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.371 KB) | DOI: 10.48134/jurkessutra.v10i1.84

Abstract

ABSTRAK            COVID-19 merupakan suatu penyakit menular yang saat ini menjadi perhatian dunia. Kondisi pandemi Covid yang dapat menyebabkan kematian ini menuntut masyarakat untuk melakukan pencegahan terhadap virus Covid, salah satu upaya pencegahannya adalah dengan meningkatkan imunitas tubuh.Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Ibu Yang Mempunyai Balita Terhadap Pencegahan Covid-19 Di Klinik Bidan Praktek Mandiri Widya Pratiwi Huta Jeruk Laras II Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun. Jenis penelitian ini adalah analitik. Populasi penelitian ini adalah  ibu yang mempunyai balita. Sampel dalam  penelitian ini seluruh ibu yang berkunjung ke Klinik Bidan Praktek Mandiri Widya Pratiwi Huta Jeruk Laras II Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun sebanyak 86 responden. Hasil penelitian berdasarkan  hasil uji statistik Chi-Square  diperoleh p value = 0,013 ≤ alpha 0,05.  Sehingga diketahui adanya  Hubungan Pengetahuan Ibu terhadap perilaku pencegahan Covid-19. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan masukan dan saran  untuk petugas kesehatan Di Klinik Bidan Praktek Mandiri Widya Pratiwi Huta Jeruk Laras II Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya ibu yang mempunyai balita tentang perilaku pencegahan Covid.Kata Kunci        :    Pengetahuan, Ibu, Perilaku Pencegahan Covid 
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DIPUSKESMAS BP.NAULI PEMATANGSIANTAR Tahun 2019 Maswan Daulay; Sondang Sidabutar
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 3 (2020): September 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.072 KB) | DOI: 10.33846/ghs5315

Abstract

Tidur adalah fenomena alami, tidur menjadi kebutuhan hidupmanusia.Gangguan tidur menjadi lebih sering dialami dan sangat mengganggu seiring dengan bertambahnyausia.Kualitas tidur yang buruk berpengaruh terhadap peningkatan tekanan darah.Lansia di Puskesmas BP.Nauli mengatakan bahwa sering mengalami gangguan tidur pada malam hari dan mengalami penurunan waktu/ lamanya istirahat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Kualitas Tidur dengan Tekanan Darah pada lansia di Puskesmas BP.Nauli Pematangsiantar. Peneliti menggunakan metode penelitian analisis korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Lansia di Puskesmas BP. Nauli Pematangsiantaryang berumur ≥60 tahun berjumlah 583 orang, dengan sampel 85 orang dengan teknik Stratified Random Sampling. Hasil penelitian ini di analisis secara univariat yaitu Kualitas tidur lansia mayoritas mengalami insomnia berat (42,4%). Tekanan darah sistolik > 140 mmHg terjadi peningkatan mayoritas (44,7%). Dan tekanan darah diastolik > 90 mmHg terjadi peningkatan mayoritas (45,9%). Setelah di uji dengan chi-square didapatkan hasil yaitu ada hubungan kualitas tidur dengan tekanan darah (p value = 0,000). Saran peneliti agar lansia meningkatkan kualitas tidur yang baik agar dapat mengontrol tekanan darah pada lansia. Kata kunci: kualitas tidur; tekanan darah
Co-Authors Adrian K Tarigan Agung Mirasa, Yudied Alya Hafizah Tambunan Amelia, Dara Cahya Amenda Sebayang amenda sebayang Angelia H Siburian Arfyah Sagita Yunanda Arfyah Sagita, Arfyah Sagita Arita Saragi Baju Widjasena Barimbing, Diana Barus, Ari Pebrianto Barus, Nesya B Bina Kurniawan Br Manurung, Ronta Br Saragih, Jumaidah Wardati Candra Johan Waruwu Chatarina Umbul Wahyuni Christian Rayando Butar Butar Dara Cahya Amelia Dasmaika Apriani Haloho Dasman Jaya Zalukhu Denni H. Situmorang Dermawan Perangin - angin Dermawan Perangin – angin Deswidya Hutauruk Deswidya S Hutauruk Diana Lorenta Barimbingan Djuli Sjafei Purba Eka S R Sihombing Eka Saudur Renaldi Sihombing Eka Sihombing Eka SR Sihombing Eka SR Sihombing, Eka SR Sihombing Eka SR. Sihombing Erhan, Keysha Iszmi Erlina Sri H.S Eva Sriwiyanti Fadhillah, Laili Garingging, Hotman Tua Ginting, Ferdinan Immanuel Girsang, Rosenta Girsang, Yulita S N H.S, Erlina Sri Haloho, Dasmaika Apriani Haloho, Ervina Harahap, Nabila Imtihani Harahap, Veryyon Hermawati P. Hermawati Purba Hutagaol, Netty Herawati Hutauruk, Deswidya S Ibnu Fajar Ibnu Fajar Ibnu Jafar Iin Herliani Inri Monika Irhamsyah Afif Tampubolon Irmayani Simanjuntak Isma Oktadiana Jafar, Ibnu Jumadiah Wardati Jumaidah Wardati Br Saragih Keysha Iszmi Erhan Kustoyo, Bambang Laia, Berkatman Laili Fadhillah Lasmariana Zendrato Lestari, Nurmala Dewi Lubis, parianti Lusiana Wardhani, Desi Manalu, Putri Oktavia Manurung, Ronta Br Marintan Saragih Marpaung, Seri Anita Martina, Sri Masdalifa, Nur Masdalifah, Nur Masna Maria Sinambela Maswan Daulay Maswan Daulay Matondang, Vidi TE Mazdalifah, Nur megrina, megrina Mei Karo Karo Melati WS Sitorus Melva Saragi Meyana Marbun Monika, Inri Munthe, Risma N Murni Suryanthi Nabila Imtihani Harahap Nadya Melina Natalina Natalina Nesya B Barus Novita Sinaga Nur Anjahaini Azmi Nasution Nur Masdalifa Nur Masdalifah Nur Masdalifah, Nur Masdalifah Nurmala Nurmala Nurvita Ramawat Nurvita Ramawati P, Winda Melisa Pasaribu, Riada M Pasaribu, Riada Marenny Paul Sirait Paul Sirait Pelawi, Awan Perangin - angin, Dermawan Perangin – angin, Dermawan Pernando Tamba Peterson Yosua Silaen Peterson Yosua Silaen Peterson Yosua Silaen Peterson Yosua Silaen, Peterson Yosua Silaen Pipin Sumantrie Purba, Djuli Sjafei Purba, Marindah Yanti putri, riska wani eka Rachmat Hargono Ramawat, Nurvita RAMAWATI, NURVITA Raovonauli Simbolon Resfiani Rambe Resna Napitu Riada Marenny Pasaribu Riada Marenny Pasaribu Riada Pasaribu Rina Valensia Riska Wani Eka Putri Risma N Munthe Ritonga, Zavira Shabrina Rizky Stevension Sagala Romauli Pakpahan Ronta Br Manurung Rosenta Girsang S, Juwita Kiki Sagala, Rizky Stevension Santi Martini Saragih, Erice Saragih, Marintan Saragih, Tati Adriana sebayang, amenda Sembiring, Nica Setianto, Rony Siboro, Sihat M Siburian, Angelia H Sihombang, Eka Sihombing, Eka Sihombing, Eka S R Sihombing, Eka Saudur Silaen, Peterson Yosua Simanjuntak, Irmayani Simanjuntak, Tresia Sindy Mepita Purba Sirait, Paul Siregar, Dewi Maslina Sitorus, Melati WS Sri Martina Sri Martina Sri Rahma Friani Srirahma Friani Srirahma Friani Sriwiyanti, eva Sumantrie, Pipin Sutan M. Siboro Tamba, Pernando Tambunan, Alya Hafizah Tambunan, Golda Meir Tarigan, Sri Wahyuni Tarigan, Vitrayani Tarigan, Wico J Tarihoran, Respon Tasya Fadilah Tatin Wahyanto Tatin Wahyanto Tegar Sasongko Tionida Siboro Tjipto Suwandi Trio Ernala Manik Veryyon Harahap Veryyon Harahap Vitrayani Tarigan Wahyanto, Tatin Waruwu, candra Johan Wibowo, Namira Aryanti Wico Jontarudi Tarigan winarti, eko Wooton, Ian Yeni Trisna Purba Yohanes Andy Rias Yuli Ayunara Napitu Yulita S N Girsang yunardi yunardi Yunardi Yunardi yunardi, yunardi Zalukhu, Dasman Jaya Zavira Shabrina Ritonga Zendrato, Lasmariana Zhou, Weihuan