Claim Missing Document
Check
Articles

Kontrol Diri Dengan Perilaku Agresif Remaja Di SMP Negeri 2 Plumpang Septia Nova Sari; Titik Sumiatin; Su’udi; Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2351

Abstract

Perilaku agresif remaja telah meningkat dari tahun ke tahun. Perilaku agresif remaja telah meningkat dari tahun ke tahun. Di Jawa Timur perilaku agresif remaja menempati posisi tertinggi ke−2 setelah Jawa Barat, yaitu sebanyak 511 kasus fisik dan 415 kasus psikis. Pelaku dari kasus tersebut paling banyak dari kalangan teman sebanyak 382 kasus. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan perilaku agresif remaja di SMP Negeri 2 Plumpang. Metode: Desain penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi yang diteliti terdiri dari 247 remaja, dengan jumlah sampel sebanyak 153 remaja yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner BSCS dan BAQ. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman-rho. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 153 remaja, sebagian besar masuk pada kategori kontrol diri sedang sebanyak 92 orang (60,1%) dan hampir seluruhnya masuk kategori perilaku agresif sedang sebanyak 121 orang (79,1%). Berdasarkan hasil uji statistik Spearman-rho, diperoleh nilai p-value < 0,001, dengan taraf signifikansi < 0,05. Oleh karena itu, dalam konteks ini, H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga terdapat hubungan antara kontrol diri dengan perilaku agresif remaja di SMP Negeri 2 Plumpang. Simpulan: Perilaku agresif sedang menunjukkan perilaku remaja yang tidak sepenuhnya negatif secara ekstrem. Kontrol diri berperan dalam membantu remaja mengendalikan perilaku negatif. Semakin tinggi tingkat kontrol diri yang dimiliki remaja, maka semakin rendah kecenderungan munculnya perilaku agresif, begitu pula sebaliknya.
Konsumsi Kopi Dengan Kejadian Hipertensi Pada Peserta Prolanis Di Puskesmas Wire Nielza Safina Safira Chayyun Najach; Su’udi; Titik Sumiatin; Wahyu Tri Ningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2352

Abstract

Hipertensi ialah salah satu penyakit tidak menular yang menjadi perhatian dalam bidang kesehatan masyarakat karena bisa menimbulkan berbagai komplikasi apabila tidak dikendalikan dengan baik. Salah satu faktor gaya hidup yang diperkirakan bisa memengaruhi tekanan darah ialah kebiasaan konsumsi kopi. Kandungan kafein dalam kopi bisa merangsang sistem saraf pusat sehingga berpotensi menaikkan tekanan darah. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi kopi dengan kejadian hipertensi pada peserta Prolanis di Puskesmas Wire. Penelitian ini memakai metode penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ialah seluruh peserta Prolanis di Puskesmas Wire sebanyak 40 orang dengan teknik total sampling. Variabel independen yakni konsumsi kopi, sedangkan variabel dependen yakni kejadian hipertensi. Pengumpulan data dilaksanakan memakai kuesioner, tensimeter, serta buku Prolanis atau rekam medis. Analisis data memakai uji Spearman Rank. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya 14 responden (35%) memiliki tingkat konsumsi kopi kategori sedang, sedangkan 31 responden (77,5%) mengalami hipertensi. Hasil uji statistik Spearman Rank diperoleh nilai p = 0,065 (p > 0,05), yang memperlihatkan bahwasanya tidak ada korelasi yang signifikan antara konsumsi kopi dengan kejadian hipertensi pada peserta Prolanis di Puskesmas Wire. Temuan ini memperlihatkan bahwasanya tidak ada korelasi yang signifikan antara konsumsi kopi dengan kejadian hipertensi pada peserta Prolanis di Puskesmas Wire. Peserta Prolanis diharapkan tetap menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah terjadinya hipertensi.
Kepatuhan Diet Rendah Garam Dengan Tekanan Darah Pasien Hipertensi Peserta Prolanis Di Wilayah Kerja Puskesmas Wire Tulus Puji Ningsih; Su’udi; Titik Sumiatin; Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2355

Abstract

Hipertensi masih merupakan masalah kesehatan yang cukup sering terjadi di masyarakat. Salah satu strategi untuk mengendalikan tekanan darah pada penderita hipertensi adalah dengan menerapkan diet rendah garam. Namun, kepatuhan peserta Prolanis terhadap anjuran diet rendah garam masih belum optimal sehingga tekanan darah banyak pasien belum mencapai kondisi terkontrol. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis hubungan antara kepatuhan diet rendah garam dengan tekanan darah pada pasien hipertensi peserta Prolanis di wilayah kerja Puskesmas Wire. Penelitian ini menerapkan desain analitik korelasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Populasi penelitian berjumlah 120 peserta Prolanis. Sebanyak 92 responden dilibatkan dalam penelitian ini dipilih melalui teknik incidendal sampling. Data kepatuhan diet rendah garam diperoleh melalui kuesioner MMAS yang telah dimodifikasi, adapun pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar responden tidak patuh terhadap diet rendah garam, 51 orang (55,4%), dan sebagian besar memiliki tekanan darah tidak terkontrol, 53 orang (57,6%). Hasil tabulasi silang memperlihatkan bahwa hampir seluruh responden yang tidak patuh terhadap diet rendah garam mengalami tekanan darah tidak terkontrol sebanyak 45 orang (84,9%). Uji Chi-Square menghasilkan nilai p-value <0,001 (p<0,05), sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Terdapat hubungan antara kepatuhan diet rendah garam dengan pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi. Oleh karena itu, Penerapan diet rendah garam secara patuh perlu dijadikan sebagai komponen penting dalam pengelolaan hipertensi yang berkesinambungan.
Paparan Asap Rokok Di Lingkungan Rumah Pada Balita Pneumonia Di Puskesmas Tuban Tafrihatul Fuadia; Su’udi; Titik Sumiatin; Wahyu Tri Ningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2356

Abstract

Tingginya angka kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas) pada anak balita salah satunya disebabkan oleh pneumonia, di mana asap rokok di lingkungan rumah menjadi salah satu faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan saluran pernapasan. Kondisi kesehatan respirasi balita ini sangat rentan terhadap faktor eksternal, termasuk polusi asap rokok di area tempat tinggal. Paparan sekunder dari anggota keluarga yang merokok memaksa anak menjadi perokok pasif yang rentan menghirup bermacam-macam polutan toksik. Studi ini dirancang untuk menganalisis gambaran paparan asap rokok pada lingkungan balita pneumonia yang berobat di Puskesmas Tuban. Pendekatan deskriptif dipilih sebagai desain dalam penelitian ini. Lingkup populasi sasarannya adalah seluruh pasien balita dengan diagnosis pneumonia di Puskesmas Tuban, Kabupaten Tuban, yang berjumlah 57 anak. Melalui teknik convenience sampling yang dihitung menggunakan formula Slovin, diperoleh sampel sebanyak 50 responden. Data dikumpulkan memakai kuesioner khusus yang memuat 7 butir pertanyaan terkait tingkat paparan asap rokok. Selanjutnya, data diolah melalui analisis univariat dan disajikan secara visual dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita berusia 1–3 tahun dan sebagian kecil balita berusia usia 4–5 tahun. Berdasarkan tingkat paparan asap rokok, sebagian besar balita berada pada kategori paparan tinggi, hampir setengahnya balita dalam kategori paparan rendah, dan sebagian kecil balita tidak terpapar. Hasil tabulasi silang menunjukkan bahwa paparan asap rokok ditemukan pada seluruh kelompok usia balita pneumonia, dengan akumulasi kasus terbanyak kelompok usia 1–3 tahun. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mayoritas balita penderita pneumonia di wilayah kerja Puskesmas Tuban, Kabupaten Tuban, hidup dalam lingkungan rumah dengan tingkat paparan asap rokok yang tinggi. Mengacu pada hasil tersebut, intervensi edukasi perlu digalakkan guna meningkatkan kesadaran orang tua mengenai dampak buruk asap rokok. Hal ini menegaskan pentingnya menciptakan rumah bebas asap rokok sebagai upaya melindungi kesehatan balita.
Status Gizi Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Puskesmas Tuban Sulimatu Sa’diyah; Titik Sumiatin; Su’udi; Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2357

Abstract

Hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan pada sebagian kelompok lanjut usia dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi apabila tidak dikendalikan dengan baik. Berbagai faktor dapat berhubungan dengan kejadian hipertensi salah satunya status gizi. Status gizi yang berlebih dapat memengaruhi kondisi kesehatan lansia, termasuk tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status gizi dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Tuban Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang menjadi anggota aktif program prolanis dipuskesmas tuban, dengan sampel yang diambil menggunakan teknik total sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah status gizi, sedangkan variabel dependen adalah kejadian hipertensi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasional. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa hampir seluruhnya lansia yang menderita hipertensi memiliki status gizi berlebih. Uji statistik diperoleh nilai p=0,001 (p<0,05), sehingga menunjukan adanya hubungan antara status gizi dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Tuban Kabupaten Tuban. Hubungan antara status gizi dan kejadian hipertensi menunjukan, peningkatan indeks massa tubuh pada lansia dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah. Kelebihan status gizi dapat menyebabkan penumpukan lemak dalam tubuh yang berdampak pada peningkatan resistensi pembuluh darah dan beban kerja jantung. Temuan ini memperkuat teori bahwa status gizi merupakan faktor yang berperan dalam terjadinya hipertensi pada lansia.
Pengetahuan Remaja Tentang Penyakit Menular Seksual Pada Siswa Di SMK Abdi Negara Tuban Sya’bana Aditya Subekti; Titik Sumiatin; Su’udi; Wahyu Tri Ningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2360

Abstract

Penyakit Menular Seksual (PMS) masih menjadi isu kesehatan reproduksi yang penting, terutama di kalangan remaja. PMS merujuk pada infeksi yang ditularkan melalui kontak seksual dan dapat memiliki konsekuensi fisik, psikologis, dan sosial. Kurangnya pemahaman di kalangan remaja tentang PMS berpotensi meningkatkan kemungkinan terlibat dalam aktivitas seksual berisiko, yang pada gilirannya meningkatkan prevalensi PMS. Penelitian ini dibuat untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa tentang PMS di SMK Abdi Negara di Tuban. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Unit analisis dalam penelitian ini mencakup semua siswa kelas 10 dan 11 di SMK Abdi Negara Tuban, totalnya ada 175 orang. Dari total peserta, dipilih 122 orang sebagai sampel dengan menggunakan teknik simple random sampling. Fokus utama dari variabel penelitian ini adalah tingkat pemahaman remaja terhadap penyakit menular seksual (PMS). Data diperoleh melalui kuesioner, lalu dianalisis secara deskriptif dengan cara menggunakan distribusi frekuensi. Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik, yaitu sebanyak 74 orang (60,7%), kemudian ada 47 orang (38,5%) yang memiliki pengetahuan cukup, dan hanya 1 orang (0,8%) yang memiliki pengetahuan kurang. Berdasarkan data responden, sebagian besar berusia 17 - 19 tahun, yaitu sebanyak (59%), berada di kelas 10 yang mencapai (51,6%), dan sekitar 69,7% dari mereka adalah Perempuan. Tingkat pemahaman tentang Penyakit Menular Seksual (PMS) di kalangan siswa SMK Abdi Negara Tuban secara umum baik. Pemahaman yang komprehensif merupakan elemen penting dalam mencegah PMS di kalangan remaja. Oleh karena itu, perlu meningkatkan kualitas program pendidikan kesehatan reproduksi, dengan melibatkan partisipasi aktif lembaga pendidikan, tenaga medis, dan lingkungan keluarga untuk memastikan bahwa remaja menerima informasi yang valid dan memiliki kemampuan untuk menghindari aktivitas berisiko.
Perilaku Etika Batuk Pada Penderita Tuberkulosis Paru Di Puskesmas Tuban Muhammad Fajar Wirra Irfani; Wahyuningsih Triana Nugrahaeni; Wahyu Tri Ningsih; Titik Sumiatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2365

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru adalah penyakit menular yang ditimbulkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, ditularkan lewat percikan droplet ketika penderita batuk atau bersin. Sepanjang tahun 2026, tercatat 58 orang penderita TB paru menjalani perawatan di Puskesmas Tuban. Salah satu langkah pencegahan penularan yang tergolong penting adalah penerapan etika batuk, meski praktiknya di lapangan turut dipengaruhi oleh karakteristik individu penderita, mencakup latar belakang pendidikan, kelompok usia, serta jenis kelamin. Studi ini disusun guna memperoleh gambaran mengenai perilaku etika batuk pada penderita TB paru di Puskesmas Tuban ditinjau dari ketiga karakteristik tersebut. Rancangan yang digunakan bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Seluruh penderita TB paru di Puskesmas Tuban, yakni 58 orang, dijadikan populasi sekaligus sampel penelitian melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan memakai kuesioner checklist beranggotakan 10 butir pernyataan, meliputi kebiasaan menutup mulut, pemakaian masker, cara pembuangan dahak, hingga kebersihan tangan. Selanjutnya, data diolah secara univariat dan ditampilkan dalam bentuk distribusi frekuensi maupun tabulasi silang. Temuan penelitian memperlihatkan hampir separuh responden (31,0%) menamatkan pendidikan pada jenjang SMP, mayoritas (74,1%) tergolong kelompok usia 20-59 tahun, dan sebagian besar (55,2%) berjenis kelamin perempuan. Selain itu, mayoritas penderita (74,1%) tercatat memiliki perilaku etika batuk tergolong baik. Melalui tabulasi silang terungkap bahwa hampir keseluruhan (90,9%) penderita berpendidikan SD dan seluruh (100%) penderita yang tidak pernah mengenyam bangku sekolah memiliki etika batuk kurang memadai. Pada kelompok usia produktif, hampir seluruhnya (95,3%) menunjukkan perilaku baik, sementara mayoritas (71,4%) penderita lanjut usia justru berperilaku kurang baik. Adapun di antara penderita berperilaku baik, sebagian besar (75,0%) berjenis kelamin perempuan. Dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan, usia, serta jenis kelamin turut membentuk perilaku etika batuk pada penderita. Rendahnya jenjang pendidikan berkaitan erat dengan minimnya pemahaman terhadap upaya pencegahan penularan TB. Sementara itu, kelompok lanjut usia membutuhkan strategi edukasi yang lebih bersifat personal, sedangkan penderita perempuan cenderung menunjukkan kepatuhan lebih tinggi dalam menjalankan perilaku pencegahan. Oleh karena itu, edukasi kesehatan yang berkesinambungan dengan pendekatan adaptif tetap diperlukan, terutama bagi penderita berpendidikan rendah dan kelompok lansia.
Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Dampak Cyberbullying Remaja Di SMP Negeri 2 Plumpang Widya Nurbani Aulia; Titik Sumiatin; Su’udi; Roudlotul Jannah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2366

Abstract

Cyberbullying merupakan bentuk perundungan yang dilakukan melalui media digital yang dapat memberikan dampak serius, baik secara psikologis, sosial, akademik, maupun fisik pada remaja. Kasus cyberbullying terus meningkat seiring tingginya penggunaan internet pada remaja di Indonesia. Rendahnya pengetahuan remaja mengenai dampak cyberbullying menjadi salah satu faktor yang memicu terjadinya perilaku tersebut. Tujuan: Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui tingkat pengetahuan remaja tentang dampak cyberbullying di SMP Negeri 2 Plumpang Tuban. Metode: Desain pada penelitian ini adalah deskriptif dengan populasi penelitian seluruh siswa kelas VII dan VIII di SMP Negeri 2 Plumpang Tuban berjumlah 247 siswa. Besar sampel sebanyak 153 responden menggunakan teknik simple random sampling dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil: Hasil penelitian didapatkan hampir seluruh remaja di SMP Negeri 2 Plumpang Tuban memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 122 responden (79,7%), sebagian kecil memiliki pengetahuan cukup sebanyak 30 responden (19,6%) dan memiliki pengetahuan kurang sebanyak 1 responden (0,7%). Simpulan: Remaja cenderung telah memiliki pemahaman yang baik mengenai dampak cyberbullying, namun masih terdapat sebagian kecil yang memiliki pengetahuan cukup dan kurang. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa di SMP Negeri 2 Plumpang Tuban pernah terjadi kasus perundungan yang dinilai berdampak negatif terhadap siswa dan pernah dilakukan penyuluhan mengenai bahaya perundungan. Namun, penyuluhan mengenai dampak cyberbullying belum dilakukan secara optimal, sehingga perlu adanya upaya edukasi yang berkelanjutan melalui literasi digital dan penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan kesadaran serta mencegah terjadinya cyberbullying dikalangan remaja.
Pola Makan Pada Pasien Penderita Penyakit Jantung Koroner Di Poli Jantung RSUD Dr. R. Koesma Tuban Awanda Dwi Aprillia; Su’udi; Titik Sumiatin; Binti Yunariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2371

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang menjadi penyebab utama kematian di dunia. Pola makan merupakan faktor risiko yang dapat dimodifikasi dan berperan dalam perkembangan penyakit jantung koroner. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola makan pada penderita penyakit jantung koroner di Poli Jantung RSUD Dr. R. Koesma Tuban. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif, pendekatan cross-sectional Populasi penelitian adalah seluruh penderita penyakit jantung koroner yang berkunjung ke Poli Jantung RSUD Dr. R. Koesma Tuban. Sampel berjumlah 99 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang meliputi frekuensi makan, jenis makanan, konsumsi lemak, gula dan garam, konsumsi buah dan sayur, serta keteraturan makan. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi makan sebagian besar berada pada kategori cukup, jenis makanan sebagian besar berada pada kategori cukup dan kurang, konsumsi lemak, gula dan garam sebagian besar berada pada kategori cukup, konsumsi buah dan sayur berada pada kategori baik, cukup, dan kurang, serta keteraturan makan sebagian besar berada pada kategori cukup. Secara keseluruhan, pola makan pada penderita penyakit jantung koroner sebagian besar berada pada kategori cukup. Pola makan yang berada pada kategori cukup menunjukkan bahwa pasien telah menerapkan sebagian prinsip pola makan sehat, masih terdapat kebiasaan konsumsi makanan yang kurang sesuai dengan anjuran bagi penderita penyakit jantung koroner. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh kebiasaan makan yang telah berlangsung lama, tingkat pengetahuan, serta kemampuan pasien dalam menerapkan pola makan sehat secara konsisten. Perbaikan pola makan diperlukan terutama dalam pengendalian konsumsi lemak, gula, dan garam serta peningkatan konsumsi buah dan sayur.
Pola Makan Dan Aktivitas Fisik Dengan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Peserta Prolanis Di Puskesmas Tuban Prasetyo Garuda Nusantara; Su’udi; Titik Sumiatin; Roudlotul Jannah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2374

Abstract

Diabetes Melitus jenis 2 adalah penyakit yang tidak dapat ditularkan dengan tingkat prevalensi yang berkembang. Di Indonesia, sekitar 70% pasien DM Tipe tidak mampu mengontrol gula darah dengan baik. Fokus Studi ini mencakup untuk menganalisis hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pasien DM Tipe 2 peserta Prolanis di Puskesmas Tuban. Metode analitik korelasional dan cross-sectional digunakan dalam studi ini. Sampel dari 65 peserta prolanis dikumpulkan dengan metode total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) untuk aktivitas fisik, kuesioner frekuensi makan (FFQ), dan rekam medis untuk kadar gula darah. Untuk melakukan analisis, uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 digunakan. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar (52,3%) peserta prolanis memiliki kebiasaan makan yang sehat, mengontrol gula darah, dan hampir setengah (47,7%) peserta prolanis memiliki kebiasaan makan yang tidak sehat, dengan aktivitas ringan. Kadar gula darah dan pola makan berkorelasi, hasil menunjukkan bahwa seluruh (100%) peserta prolanis memiliki kadar gula darah normal dan menjaga pola makan yang sehat. Aktivitas fisik dan kadar gula darah berkorelasi positif. Makanan sehat dan aktivitas fisik yang lebih tinggi secara substansial berhubungan dengan terkendalinya kadar gula darah. Tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi gizi dan program aktivitas fisik kelompok dalam Prolanis secara berkelanjutan.
Co-Authors ., Su’udi Aby Yazid Al Busthomy Ro i’i Aby Yazid Al Busthomy Rofi’i Adi Prayoga Afifa, Sholihatun Agnes, Yeni Lufiana Novita Ah Yusuf, Ah Ahmad Yusuf Armanda Ainul Sa Diyah Al Busthomy, Aby Yazid Amalia Mutiara Fadhila Anggraini , Jelita Nur Ariza Anggraini, Jelita Nur Ariza Anita Joeliantina Apriyanto, Willy Ikhwan Ardena Regita Pramesti Arifah Nursanti Ariska Ristiani Aulia Awanda Dwi Aprillia Berfilda, Valda Klisa Binti Yunariyah Binti Yunariyah, Binti Dari, Tanty Wulan Denny Eka Prasetyawan Dewi Nuryani Diana Eka Elina Putri Dinda Ailsa Vania Fahmana, Nur Lutfiyah Fitria Nurul Mazidah Hadi Purwanto Hidayati, Virly Ana Indah Muthi’atul Istiqomah Irmanda Mufida Isnin Nur Khodiroh1 Jaquelyn Jasmine Jayuputri, Sadira Reiko Jiesa Zayyina Zahra Johan Rizki Saputra Julia Novita Putri Juliarti Indah Putri Khusnul Maisaroh Kotijah , Siti Lailatul Khotimah Larissa Eka Afianti MINARTI Mirna Tri Cahyani Moch. Bahrudin Moch. Bahrudin Mochammad Anselmo Ega Putra Wicaksono Muhammad Fajar Wirra Irfani Muhammad Kamalul Kahfi mustainah, amirotun Nadya Khoirun Nisa Nasution, Annio Indah Lestari Nayluzzuharo', Fanny Nielza Safina Safira Chayyun Najach Noviatul Nurjanah Novita Agnes, Yeni Lutfiana Novita Verayanti Manalu Nugraheni, Wahyuningsih Triana Nur Cahyo, Hendy Biyan Nurvita, Dwi P, Teresia Retna Padoli Prasetyo Garuda Nusantara Pratikaning Sari, Reza Sukma Pratiwi, Alvinda Purwanto, Hadi Purwanto, Hadi Puspita Dewi, Teresia Retna Putri Dwi Yanti Putri Riza Azuwin Putri, Sabillah Darma Qurrotun A’yuni Rahmalia Alia Farida Retna Puspitadewi, Teresia Retna, Teresia Risa Nur Fadila Rofi’i, Aby Yazid Al Busthorni Rohmatul Jannah, Avivah Roudhlotul Jannah Roudlotul Jannah Roudlotul Jannah Roudlotul Jannah Salsabilla Dyah Arifin Savitri, ike Prita Septia Nova Sari Setyorini, Indah Shinta Nurul Fadhila Siti Kotijah Siti Maimuna Siti Maimuna Siti Munawaroh SITI NURUL, SITI SRI UTAMI Su&#039;udi SU'UDI SU'UDI Su'udi, Su'udi Su,udi Sulimatu Sa’diyah Surya, Ronal Sutomo Sutomo Su’udi Su’udi Su’udi Su’udi Su’udi Su’udi Su’udi Su’udi, Su’udi, Su’udi Syavira Aulia Mentari Sya’bana Aditya Subekti Tafrihatul Fuadia Tanty Wulan Dari Tety Fajiro Triana, Wahyuningsih Tulus Puji Ningsih Ul Anggi Kumalasari1 USMAN EFENDI, FRANSISKA DAFA AINAYA EFENDY Utami, Emy Nur Vega, Afina Dela Verantika Setya Putri Virnavanka Greslanda Putri Wahyu Fajar Indra Yogatama Wahyu Tri Ningsih Wahyu Tri Ningsih Wahyuningsih Triana Nugrahaeni Wahyuningsih Triana Nugrahaeni Wahyuningsih Triana Nugraheni Wahyurianto, Yasin Wahyurianto, Yasin Widya Nurbani Aulia Widyawati Maratus Soleha Yasin Wahyu Riyanto Yasin Wahyurianto Yasin Wahyurianto Yasin Wahyuriyanto Zuly Ernanda, Intan