Claim Missing Document
Check
Articles

Tingkat Pengetahuan Keluarga Tentang Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis Pada Pasien TB Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Tuban Qurrotun A’yuni; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Wahyu Tri Ningsih; Titik Sumiatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2379

Abstract

Tuberkulosis adalah masalah kesehatan yang membutuhkan pengobatan yang berlangsung lama menggunakan Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Efek samping OAT dapat menyebabkan putus berobat, menghambat keberhasilan terapi, serta meningkatkan terjadinya resistensi terhadap obat. Kecamatan Tuban merupakan wilayah dengan jumlah kasus putus berobat tertinggi di Kabupaten Tuban, yaitu sebanyak 6 kasus pada tahun 2025. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan keluarga tentang efek samping OAT pada pasien TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Tuban. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh keluarga pasien TB Paru yang menjalani pengobatan di wilayah kerja Puskesmas Tuban sebanyak 50 keluarga. Sampel berjumlah 50 keluarga dengan teknik total sampling. Variabel penelitian adalah tingkat pengetahuan keluarga tentang efek samping OAT. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan presentase. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruh dari keluarga pasien TB Paru (94%) berumur 20–59 tahun, setengahnya (50%) berpendidikan SMA, dan sebagian besar (74%) pernah mendapatkan informasi tentang efek samping OAT. Hampir setengahnya (46%) memiliki tingkat pengetahuan cukup, dan sebagian kecil (18%) memiliki pengetahuan kurang. Berdasarkan karakteristik, seluruh keluarga pasien TB Paru (100%) dengan pengetahuan kurang berumur >60 tahun, hampir seluruhnya (85,7%) berpendidikan perguruan tinggi memiliki pengetahuan baik, dan sebagian besar (53,8%) keluarga dengan pengetahuan cukup tidak pernah mendapatkan informasi tentang efek samping OAT. Pengetahuan keluarga dipengaruhi oleh umur, pendidikan, dan informasi yang diperoleh. Namun, keterbatasan informasi masih menjadi hambatan dalam memahami efek samping OAT. Oleh sebab itu, pendidikan mengenai kesehatan yang berkelanjutan sangat penting untuk memperluas wawasan keluarga dalam mendukung keberhasilan terapi.
Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Pasien TB Paru Di Puskesmas Wire Kabupaten Tuban Dewi Nuryani; Su’udi; Titik Sumiatin; Binti Yunariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2383

Abstract

Tingginya angka kejadian tuberkulosis paru menjadikan penyakit ini sebagai persoalan kesehatan yang terus memerlukan perhatian serius, mengingat proses penyembuhannya menuntut waktu yang tidak singkat serta rentan memicu gangguan pada sisi fisik, kejiwaan, hingga relasi sosial pasien, yang pada akhirnya menggeser kualitas hidupnya. Dalam perjalanan terapi, tidak jarang pasien mendapati dirinya terbatas dalam bergerak, mengalami gejolak perasaan, dan kehilangan sebagian produktivitas yang biasa dijalani. Di titik inilah kehadiran keluarga memberi arti penting, sebab dorongan semangat, perhatian, dan bantuan yang mereka berikan turut menopang pasien untuk bertahan menjalani seluruh proses pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien TB paru di Puskesmas Wire Tuban. Studi analitik korelasional dengan rancangan cross-sectional ini mengevaluasi hubungan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup penderita TB paru. Sebanyak 81 pasien yang merupakan keseluruhan populasi dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Data yang diperoleh melalui kuesioner dianalisis menggunakan uji Spearman Rank (α = 0,05.). Temuan lapangan menunjukkan bahwa mayoritas responden menerima dukungan keluarga kategori baik (80,2%) dan memiliki kualitas hidup yang baik (81,5%). Analisis statistik menghasilkan nilai r = 0,424 dengan p-value <0,001, yang membuktikan adanya keterkaitan signifikan antara kedua variabel. Peran aktif keluarga terbukti memicu motivasi, kepatuhan terapi, serta stabilitas emosional pasien, sehingga berbanding lurus dengan peningkatan kualitas hidup mereka.
Penatalaksanaan Myalgia Di Masyarakat Desa Mandirejo Kecamatan Merakurak Wahyu Fajar Indra Yogatama; Teresia Retna Puspitadewi; Yasin Wahyurianto; Titik Sumiatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2386

Abstract

Latar Belakang: Myalgia (nyeri otot) merupakan gangguan muskuloskeletal yang sering dialami masyarakat akibat aktivitas fisik berlebihan, kelelahan, maupun faktor pekerjaan. Prevalensi Myalgia di Kabupaten Tuban menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun, sehingga penatalaksanaan yang tepat oleh masyarakat menjadi hal penting untuk diperhatikan. Tujuan: Mengetahui gambaran penatalaksanaan Myalgia di masyarakat Desa Mandirejo Kecamatan Merakurak. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien Myalgia yang periksa di Puskesmas Merakurak sejumlah 121 orang. Sampel penelitian sebanyak 93 responden dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Hampir setengah berusia 31–40 tahun, sebagian besar berpendidikan menengah, bekerja, dan memperoleh informasi dari tenaga Kesehatan, Adapun penatalaksanaan Myalgia sebagian besar masyarakat melakukan kedua jenis tindakan, hampir setengahnya melakukan satu jenis tindakan, dan sebagian kecil tidak melakukan tindakan. Berdasarkan karakteristik masyarakat, sebagian besar masyarakat usia 31–40 tahun, Sebagian besar berpendidikan menengah, sebagian besar bekerja melakukan kedua jenis tindakan, rata-rata sebagian besar Masyarakat mendapat informasi dari tenaga kesehatan dan sumber lainnya, seperti keluarga, teman, media massa, media sosial, internet, maupun pengalaman pribadi, melakukan kedua jenis tindakan. Kesimpulan: Penatalaksanaan Myalgia di masyarakat Desa Mandirejo Kecamatan Merakurak sebagian besar dilakukan melalui kombinasi tindakan farmakologis dan non-farmakologis. Kondisi ini menunjukkan pentingnya edukasi berkelanjutan mengenai swamedikasi yang aman serta dukungan tenaga kesehatan dalam penatalaksanaan Myalgia.
Sedentary Lifestyle dengan Kejadian Hipertensi pada Warga Beresiko Hipertensi di Kelurahan Latsari Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban Johan Rizki Saputra; Titik Sumiatin; Binti Yunariyah
Journal of Integrated Knowledge and Innovation Vol. 2 No. 1 (2026): Vol.2 No.1 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tabusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiki.v2i1.55

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi. Kabupaten Tuban termasuk wilayah dengan jumlah kasus hipertensi yang cukup tinggi, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Tuban. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan sedentary lifestyle dengan kejadian hipertensi pada warga berisiko hipertensi di Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban. Penelitian menggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 140 warga dewasa RT 02 RW 02 Kelurahan Latsari, dengan sampel sebanyak 58 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data sedentary lifestyle diperoleh melalui Sedentary Behavior Questionnaire (SBQ), sedangkan tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer digital. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki sedentary lifestyle kategori sedang (62,1%), sedangkan 43,1% responden mengalami hipertensi. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value <0,001 yang menandakan adanya hubungan bermakna antara sedentary lifestyle dan kejadian hipertensi. Semakin tinggi tingkat perilaku sedentari, semakin besar kecenderungan terjadinya hipertensi. Oleh karena itu, pengurangan perilaku sedentari dan peningkatan aktivitas fisik perlu menjadi bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi di masyarakat.
Pola Makan Balita dengan Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Wire Mochammad Anselmo Ega Putra Wicaksono; Su’udi Su’udi; Titik Sumiatin; Teresia Retna Puspitadewi
Journal of Integrated Knowledge and Innovation Vol. 2 No. 1 (2026): Vol.2 No.1 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tabusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiki.v2i1.57

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada balita akibat kekurangan gizi kronis yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berumur dua tahun (1000 Hari Pertama Kehidupan). Orang tua umumnya baru menyadari balitanya mengalami Stunting setelah berumur di atas dua tahun, padahal Stunting berdampak pada gangguan pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola makan pada balita Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Wire Kabupaten Tuban. Jenis penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita Stunting sebanyak 79 ibu, dengan jumlah sampel sebanyak 66 ibu balita yang dipilih melalui teknik Cluster Random Sampling. Variabel penelitian ini adalah pola makan balita Stunting. Pengumpulan data menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruhnya (90,9%) pola makan balita cukup pada orang tua berumur >35 tahun, sebagian kecil (9,1%) pola makan balita kurang. Sebagian besar (70,0%) pola makan balita cukup pada orang tua berpendidikan SMP, sebagian kecil (15,4%) pola makan balita kurang pada orang tua berpendidikan Perguruan Tinggi. Sebagian besar (52,4%) pola makan balita cukup pada orang tua yang bekerja, dan sebagian besar (64,4%) pola makan balita cukup pada orang tua yang tidak bekerja. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan pola makan yang memenuhi gizi seimbang dan adekuat sejak masa kehamilan, baik dari kualitas, kuantitas, maupun keberagaman makanan yang dikonsumsi, sangat penting dalam pencegahan Stunting. Pemenuhan jenis makanan bergizi, frekuensi makan yang teratur, serta jumlah asupan yang sesuai kebutuhan dapat membantu menunjang pertumbuhan dan perkembangan balita. Orang tua disarankan memberikan makanan dengan gizi seimbang, dengan mengupayakan setiap kali makan terdapat sumber karbohidrat, protein hewani, protein nabati, serta sayur dan buah.
Co-Authors ., Su’udi Aby Yazid Al Busthomy Ro i’i Aby Yazid Al Busthomy Rofi’i Adi Prayoga Afifa, Sholihatun Agnes, Yeni Lufiana Novita Ah Yusuf, Ah Ahmad Yusuf Armanda Ainul Sa Diyah Al Busthomy, Aby Yazid Amalia Mutiara Fadhila Anggraini , Jelita Nur Ariza Anggraini, Jelita Nur Ariza Anita Joeliantina Apriyanto, Willy Ikhwan Ardena Regita Pramesti Arifah Nursanti Ariska Ristiani Aulia Awanda Dwi Aprillia Berfilda, Valda Klisa Binti Yunariyah Binti Yunariyah, Binti Dari, Tanty Wulan Denny Eka Prasetyawan Dewi Nuryani Diana Eka Elina Putri Dinda Ailsa Vania Fahmana, Nur Lutfiyah Fitria Nurul Mazidah Hadi Purwanto Hidayati, Virly Ana Indah Muthi’atul Istiqomah Irmanda Mufida Isnin Nur Khodiroh1 Jaquelyn Jasmine Jayuputri, Sadira Reiko Jiesa Zayyina Zahra Johan Rizki Saputra Julia Novita Putri Juliarti Indah Putri Khusnul Maisaroh Kotijah , Siti Lailatul Khotimah Larissa Eka Afianti MINARTI Mirna Tri Cahyani Moch. Bahrudin Moch. Bahrudin Mochammad Anselmo Ega Putra Wicaksono Muhammad Fajar Wirra Irfani Muhammad Kamalul Kahfi mustainah, amirotun Nadya Khoirun Nisa Nasution, Annio Indah Lestari Nayluzzuharo', Fanny Nielza Safina Safira Chayyun Najach Noviatul Nurjanah Novita Agnes, Yeni Lutfiana Novita Verayanti Manalu Nugraheni, Wahyuningsih Triana Nur Cahyo, Hendy Biyan Nurvita, Dwi P, Teresia Retna Padoli Prasetyo Garuda Nusantara Pratikaning Sari, Reza Sukma Pratiwi, Alvinda Purwanto, Hadi Purwanto, Hadi Puspita Dewi, Teresia Retna Putri Dwi Yanti Putri Riza Azuwin Putri, Sabillah Darma Qurrotun A’yuni Rahmalia Alia Farida Retna Puspitadewi, Teresia Retna, Teresia Risa Nur Fadila Rofi’i, Aby Yazid Al Busthorni Rohmatul Jannah, Avivah Roudhlotul Jannah Roudlotul Jannah Roudlotul Jannah Roudlotul Jannah Salsabilla Dyah Arifin Savitri, ike Prita Septia Nova Sari Setyorini, Indah Shinta Nurul Fadhila Siti Kotijah Siti Maimuna Siti Maimuna Siti Munawaroh SITI NURUL, SITI SRI UTAMI Su&#039;udi SU'UDI SU'UDI Su'udi, Su'udi Su,udi Sulimatu Sa’diyah Surya, Ronal Sutomo Sutomo Su’udi Su’udi Su’udi Su’udi Su’udi Su’udi Su’udi Su’udi, Su’udi, Su’udi Syavira Aulia Mentari Sya’bana Aditya Subekti Tafrihatul Fuadia Tanty Wulan Dari Tety Fajiro Triana, Wahyuningsih Tulus Puji Ningsih Ul Anggi Kumalasari1 USMAN EFENDI, FRANSISKA DAFA AINAYA EFENDY Utami, Emy Nur Vega, Afina Dela Verantika Setya Putri Virnavanka Greslanda Putri Wahyu Fajar Indra Yogatama Wahyu Tri Ningsih Wahyu Tri Ningsih Wahyuningsih Triana Nugrahaeni Wahyuningsih Triana Nugrahaeni Wahyuningsih Triana Nugraheni Wahyurianto, Yasin Wahyurianto, Yasin Widya Nurbani Aulia Widyawati Maratus Soleha Yasin Wahyu Riyanto Yasin Wahyurianto Yasin Wahyurianto Yasin Wahyuriyanto Zuly Ernanda, Intan