Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Strategi Manajemen Konservasi Kawasan Aroen Meubanja sebagai Habitat Peneluran Penyu di Kabupaten Aceh Jaya Wahyuni, Sri; Mursawal, Asri; Sarong, M. Ali; Kurniawan, Ronal; Rizal, M
South East Asian Management Concern Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seamac.3.1.6-17

Abstract

Kawasan Aroen Meubanja di Kabupaten Aceh Jaya merupakan habitat peneluran penting bagi penyu belimbing (Dermochelys coriacea) dan penyu lekang (Lepidochelys olivacea). Karakteristik biofisik kawasan, terutama dominasi pasir sangat halus, kelandaian pantai yang landai, serta keberadaan vegetasi pantai seperti ketapang, pandan, dan cemara laut, mendukung stabilitas suhu dan kelembaban mikrohabitat yang diperlukan untuk perkembangan embrio. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi ekologis, faktor ancaman, dan kapasitas kelembagaan sebagai dasar penyusunan strategi manajemen konservasi. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung dan analisis deskriptif kualitatif berdasarkan data ekologis dan sosial yang telah terdokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fisik–kimia kawasan termasuk suhu substrat, pH, salinitas, dan struktur sedimen sangat sesuai bagi aktivitas peneluran. Namun, keberhasilan reproduksi penyu masih dipengaruhi oleh berbagai ancaman, seperti predasi oleh biawak dan anjing liar, pengambilan telur oleh masyarakat, gangguan ternak, serta aktivitas wisata yang belum terkelola. Meskipun kawasan telah memiliki SK resmi kelembagaan pengelola dari Pemerintah Aceh, kapasitas operasional, sarana konservasi, dan sistem monitoring jangka panjang masih perlu diperkuat. Berdasarkan analisis SWOT, strategi yang direkomendasikan mencakup penguatan kelembagaan, patroli malam dan perlindungan habitat, mitigasi ancaman predator dan aktivitas manusia, peningkatan edukasi masyarakat, pengembangan ekowisata berbasis konservasi, serta penguatan riset dan monitoring. Dengan implementasi strategi terpadu, Aroen Meubanja berpotensi menjadi model konservasi penyu berkelanjutan di Aceh
Bersih Pantai Lhok Raja: Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat untuk Mewujudkan Ekowisata Pesisir Berkelanjutan Wahyuni, Sri; Mursawal, Asri; Nufus, Hayatun; Kusumawati, Ika; Suriani, Mai; Samudra, Arung; Saputra, Riki; Ramadhan, Azhari; Kurniawan, Hendri; Kurniawan, Ronal
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 7 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jruce.7.1.71-76

Abstract

Permasalahan sampah, khususnya sampah plastik dari makanan dan minuman kemasan, menjadi ancaman serius bagi ekosistem laut sekaligus mengurangi daya tarik destinasi wisata. Pantai Lhok Raja, Nagan Raya, merupakan salah satu kawasan wisata yang berpotensi dikembangkan menjadi ekowisata, namun menghadapi persoalan kebersihan akibat rendahnya kesadaran pengunjung dan terbatasnya sarana pengelolaan sampah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan mendukung ekowisata berkelanjutan melalui Program Bersih Pantai. Kegiatan dilaksanakan pada September 2025 dengan melibatkan mahasiswa Prodi Ilmu Kelautan Universitas Teuku Umar dan masyarakat setempat. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi tentang bahaya sampah, aksi bersih pantai, pemasangan spanduk larangan membuang sampah, serta penyediaan tong sampah di lokasi strategis. Hasil kegiatan menunjukkan berkurangnya volume sampah di kawasan pantai, meningkatnya pemahaman masyarakat tentang dampak sampah plastik, tersedianya sarana pendukung kebersihan, serta tumbuhnya kolaborasi multipihak dalam menjaga lingkungan pesisir. Program ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas lingkungan sekaligus memperkuat potensi ekowisata berkelanjutan di Nagan Raya
Identification of Plankton Species and Environmental Parameters in Lhok Bubon Coastal Waters, Aceh Barat Wahyuni, Sri; Mursawal, Asri; Samudra, Arung; Rizqi, Miftahul; Ananda, Eva Ersia; Ramadhan, Azhari
Tropical Marine Environmental Sciences Vol. 4 No. 2 (2026): May
Publisher : Department of Marine Science, Faculty of Fisheries and Marine Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/tromes.4.2.31-37

Abstract

Plankton plays a crucial role in aquatic ecosystems as primary producers and bioindicators of water quality. However, baseline information on plankton composition and environmental conditions in the coastal waters of Lhok Bubon, Aceh Barat, remains limited. This study aimed to identify plankton taxa and assess environmental parameters in the study area. Field sampling was conducted in October 2025 at three stations, with three replicates per station. Plankton samples were collected using a plankton net, preserved with Lugol’s solution, and identified under a light microscope based on morphological characteristics. Water quality parameters, including temperature, pH, salinity, and dissolved oxygen (DO), were measured in situ. A total of 10 plankton taxa were identified, dominated by phytoplankton from the class Bacillariophyceae, followed by Cyanophyceae, zooplankton, and other microorganisms. The presence of diatoms such as Aulacoseira granulata and Synedra ulna indicates favorable conditions for primary productivity. Environmental parameters remained relatively stable, with temperature ranging from 31.4 to 32.9°C, salinity from 30 to 34 ppt, pH around 8.27, and DO averaging 11.45 mg/L, all within suitable ranges for aquatic life. The results indicate that Lhok Bubon coastal waters are in relatively good condition and capable of supporting plankton growth and ecological processes. However, the presence of cyanobacteria and organically associated microorganisms suggests the need for continuous monitoring to maintain environmental quality
Education-Based Community Service Through Introduction to Marine Biota Using Teaching Aids at TK RA Ar-Rahman in Ujong Tanoh Darat, Meureubo District Hayatun Nufus; Sri Wahyuni; Asri Mursawal; Ika Kusumawati; Mai Suriani; Samsul Bahri; Rika Astuti; Nurul Najmi; Arung Samudra; Anisa Mardhatila
Marine Kreatif Vol 10, No 1 (2026): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/mk.v10i1.14763

Abstract

Early childhood is a strategic target group for introducing environmental knowledge and awareness from an early age. One important aspect that needs to be introduced is marine biodiversity as an essential component of ecosystems that play a vital role in sustaining life. However, learning about marine organisms at the kindergarten level is generally limited and still relies on conventional media, resulting in a lack of concrete and interactive learning experiences. This community service activity aimed to improve the knowledge and awareness of students at TK RA Ar-Rahman, Ujong Tanoh Darat Village, Meureubo District, West Aceh Regency, regarding marine organisms through educational activities using teaching aids. The methods applied included interactive lectures, demonstrations using teaching aids, question-and-answer sessions, and educational games. The activity was conducted on January 22, 2026, involving students aged 4–6 years as the main participants. The results showed an increase in students’ understanding of various types of marine organisms and the development of positive attitudes toward the importance of marine environmental conservation. In addition, the use of teaching aids was proven to enhance students’ learning interest and active participation during the learning process. In conclusion, this activity is effective as a model of environmental education for early childhood and has the potential to be replicated in other schools with similar characteristics.
Identifikasi Jenis dan Struktur Komunitas Makroalga di Perairan Pantai Desa Lamamek, Pulau Simeulue: Identification of Macroalgae Community Types and Structure in the Coastal Waters of Lamamek Village, Simeulue Island Razali; Wahyuni, Sri; Nufus, Hayatun; Kusumawati, Ika; Mursawal, Asri
JFMR-Journal of Fisheries and Marine Research Vol. 10 No. 2 (2026): JFMR on July
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2026.010.02.8

Abstract

Makroalga merupakan sumber daya hayati laut yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir serta memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis makroalga dan menganalisis struktur komunitas makroalga di perairan Pantai Desa Lamamek, Pulau Simeulue. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2024 menggunakan metode eksploratif dengan teknik purposive sampling pada tiga stasiun pengamatan yang memiliki karakteristik substrat berbeda. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode transek garis (line transect) dengan ukuran plot 1x1 m. Analisis struktur komunitas dilakukan menggunakan indeks keanekaragaman (H'), indeks keseragaman (E), dan indeks dominansi (D), serta didukung pengukuran parameter kualitas perairan meliputi suhu, salinitas, pH, dan dissolved oxygen (DO). Hasil penelitian mengidentifikasi delapan spesies makroalga yang terdiri atas empat spesies Chlorophyta (Caulerpa racemosa, Caulerpa taxifolia, Halimeda opuntia, dan Chaetomorpha crassa) serta empat spesies Phaeophyta (Sargassum polycystum, Sargassum crassifolium, Turbinaria ornata, dan Padina australis), sedangkan Rhodophyta tidak ditemukan. Padina australis merupakan spesies dengan jumlah individu tertinggi. Nilai indeks keanekaragaman berkisar antara 1,38–1,89 (kategori sedang), indeks keseragaman 0,97–0,99 (kategori tinggi), dan indeks dominansi 0,15–0,25 (kategori rendah). Kondisi tersebut menunjukkan komunitas makroalga yang relatif stabil dengan penyebaran individu yang merata tanpa adanya spesies yang mendominasi. Parameter kualitas perairan masih berada pada kisaran yang sesuai untuk mendukung pertumbuhan makroalga yakni suhu 30,2-31,70C, DO 6,07-6,40 mg/L, salinitas 29-31‰ dan pH 8,10-8,22. Hasil penelitian ini menyediakan data dasar mengenai keanekaragaman dan struktur komunitas makroalga yang dapat dimanfaatkan sebagai acuan dalam pengelolaan serta konservasi ekosistem pesisir di Pulau Simeulue. Macroalgae are important marine biological resources that contribute to the stability of coastal ecosystems and provide significant economic value. This study aimed to identify macroalgal species and analyze their community structure in the coastal waters of Lamamek Village, West Simeulue District, Simeulue Regency. The study was conducted in December 2024 using an exploratory approach with purposive sampling at three stations representing different substrate characteristics. Sampling was carried out using the line transect method with a plot size of 1 x 1 m. Community structure was evaluated using the Shannon-Wiener diversity index (H'), evenness index (E), and dominance index (D), supported by measurements of temperature, salinity, pH, and dissolved oxygen (DO). Eight macroalgal species were identified, comprising four Chlorophyta (Caulerpa racemosa, Caulerpa taxifolia, Halimeda opuntia, and Chaetomorpha crassa) and four Phaeophyta (Sargassum polycystum, Sargassum crassifolium, Turbinaria ornata, and Padina australis), while no Rhodophyta species were recorded. Padina australis showed the highest abundance. The diversity index ranged from 1.38 to 1.89 (moderate), evenness from 0.97 to 0.99 (high), and dominance from 0.15 to 0.25 (low), indicating a relatively stable community with evenly distributed individuals and no dominant species. Water quality parameters were still within the appropriate range to support macroalgae growth, namely temperature 30.2-31.7°C, DO 6.07-6.40 mg/L, salinity 29-31‰, and pH 8.10-8.22. These findings provide baseline information for the management and conservation of coastal macroalgal resources in Simeulue Island.