Claim Missing Document
Check
Articles

Public Value Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Dalam Pemberdayaan Pemuda Di Desa Kaplongan Lor Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu Bayu Permana, Novandi; Siswoyo, Mukarto; Khumayah, Siti
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 11 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i11.3010

Abstract

Penelitian ini mengkaji dan menjawab permasalahan mengenai Bagaimana Public Value Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dalam Pemberdayaan Pemuda di Desa Kaplongan Lor, Hambatan apa saja yang terjadi pada Public Value Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dalam Pemberdayaan Pemuda di Desa Kaplongan Lor, serta Upaya-upaya apa saja yang ditempuh untuk menangani hambatan Public Value Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dalam Pemberdayaan Pemuda di Desa Kaplongan Lor. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi, dokumetasi dan studi kepustakaan. Studi lapangan dilakukan melalui wawancara dengan informan kunci dan informan pendukung serta pengamatan langsung ditempat penelitian. Adapun pembahasan yang dapat diuraikan adalah sebagai berikut: 1) Public Value Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dalam Pemberdayaan Pemuda di Desa Kaplongan Lor masih terdapat beberapa hambatan yang menimbulkan public value (nilai publik) kurang optimal. 2) Hambatan Public Value Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dalam Pemberdayaan Pemuda di Desa Kaplongan Lor terjadi beberapa hal yaitu diantaranya kurangnya keterlibatan pemuda dan masyarakat sehingga merasa antipati terhadap kegiatan desa, Kerjasama pengurus yang kurang baik antara, masyarakat, pemuda, dan pemerintah desa. 3) Upaya penanggulangan dalam menangani hambatan yang terjadi pada Public Value Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dalam Pemberdayaan Pemuda di Desa Kaplongan Lor diantaranya yaitu Pembaharuan struktur organisasni yang ada di BUMDES guna menjadikan pengurus yang lebih semangat dan memiliki tujuan yang jelas, Pengambilan keputusan yang terukur dalam menentukan tujuan sehingga pembangunan desa dapat terealisasi secara efektif dan efisien.
Implementasi Kebijakan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian Indramayu (Simakayu) Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Di Kabupaten Indramayu Riyati, Rin; Siswoyo, Mukarto; Khumayah, Siti
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 11 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i11.3011

Abstract

Kebijakan penerapan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian Indramayu ini telah ditetapkan dengan Peraturan Bupati Indramayu Nomor 55 Tahun 2023 tentang Tata Kelola Data Pada Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu. Tujuan dari Peraturan Bupati Nomor 55 Tahun 2023 ini adalah untuk mewujudkan SIMAKAYU sebagai pusat data yang akurat, terkini, terintegrasi dan terpadu. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data menggunakan study literatur, observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengujian keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Teori yang digunakan dalam penelitian Implementasi Kebijakan Manajemen Kepegawaian Indramayu (SIMAKAYU) ini menggunakan Teori George C. Edward III yang dipengaruhi 4 dimensi yaitu: komunikasi, sumber daya, disposisi/sikap pelaksana dan struktur birokrasi. Hasil penelitian Implementasi Kebijakan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian Indramayu (SIMAKAYU) menunjukkan belum efektif kendala nya yaitu kompetensi pegawai di bidang teknologi Informasi masih kurang. Kesadaran pegawai dalam mengupdate data kepegawaian masih rendah. Anggaran untuk sarana dan prasarana masih belum memadai. Standar Operasional Prosedur aplikasi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian Indramayu (SIMAKAYU) belum ada. Monitoring dan evaluasi belum dilaksankakan secara berkala. Reward dan puneshment belum diterapkan sehingga kurang memotivasi pegawai/ pelaksana kebijakan untuk aktif mengimplementasi Kebijakan Sistem Informasi Kepegawaian Indramayu.
Kinerja Tim Pembina Teknis Pemerintahan Desa di Kecamatan Losari Kabupaten Brebes Riyadi, Slamet; Siswoyo, Mukarto; Nariyah, Hery
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 11 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i11.3013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja Tim Pembina Teknis Pemerintahan Desa di Kecamatan Losari Kabupaten Brebes. Dana desa merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Dalam implementasi Dana Desa di Kecamatan Losari Kabupaten Brebes, dibutuhkan kinerja yang optimal dari Tim Pembina Teknis Pemerintahan Desa Kecamatan Losari sebagai realisasi dari tugas Tim Pembina Teknis Pemerintahan Desa Kecamatan Losari dalam membantu Camat melakukan pembinaan dan pengawasan kepada Pemerintahan Desa. Untuk mengetahui kinerja Tim Pembina Teknis Pemerintahan Desa Kecamatan Losari digunakan pendapat ahli T.R. Mitchell dalam Sedarmayanti (2009:51) sebagai dasar anlisis yaitu melalui lima dimensi yang digunakan antara lain Kualitas Kerja, Ketepatan Waktu, Inisiatif, Kemampuan dan Komunikasi dimana Kualitas kerja: merupakan standar kerja yang didasarkan pada apakah hasil pekerjaan yang dihasilkan dapat memuaskan penggunanya, Ketepatan Waktu: merupakan batas waktu yang telah ditentukan sebelumnya untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, Inisiatif: kemampuan untuk menemukan cara baru, mengembangkan kegiatan, dan berani mengambil risiko. Kemampua: keahlian atau skill yang dimiliki seseorang untuk melaksanakan pekerjaan yang diberikan, kemampuan kerja yang baik harus sesuai dengan bidang pekerjaan yang dilakukan, Komunikasi: proses penyampaian pesan atau informasi dari satu pihak kepada pihak lainnya. Komunikasi dapat dilakukan secara lisan atau non verbal. Analisis yang dipakai kinerja adalah analisis Deskriptif. Data yang digunakan adalah data deskriptif kualitatif. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur/kepustakaan, observasi, wawancara dan dokumentasi.
Implementasi Sistem Pengendalian Internal Revitalisasi Pasar Desa Mertapada Permana, Ipik; Siswoyo, Mukarto; Ma’rifat , Ifa Elmu
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 5 No 4 (2022)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v5i4.2771

Abstract

The Internal Control System is a system designed to achieve organizational goals effectively and efficiently, the reliability of presenting financial reports, and compliance with government regulations. This research aims to obtain an overview of the internal control system in the revitalization of the Mertapada Kulon village market, to find out the obstacles faced in the internal control system for the revitalization of the Mertapada Kulon village market, and to find out the appropriate strategy in the internal control system for the revitalization of the Mertapada Kulon village market in Cirebon Regency. This study uses a qualitative method. The research strategy in the qualitative approach that the author uses is a case study strategy. The research was carried out at the Mertapada Kulon Village Market, which is located on Jalan Wahid Hasyim, Mertapada Kulon, Astana Japura District, Cirebon Regency. Interview collection techniques, observations, and interviews Data analysis includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the research show that overall, the internal control system in the revitalization of the Mertapada Kulon village market is in accordance with its implementation. Obstacles in the form of internal factors are the limited government budget, the fact that there are several traders who want to revitalize the market with only one floor, and the lack of firmness on the part of the revitalization committee in arranging the layout. kiosk on the first floor. The external factors that hindered this were natural factors (rainy weather), there were several community parties who did not approve of the revitalization program, and the processing of permit documents from the relevant agencies took up to 4 months. By using SWOT analysis, the diversification strategy is able to optimize the internal control system for revitalizing the Mertapada Kulon village market by maximizing strengths and opportunities while simultaneously minimizing the weaknesses and threats faced.  
Therapeutic Communication Between Psychiatrists and Patients with Mental Health Disorders (Mental Illness) at Waled Hospital, Cirebon Regency Maulana, Reza; Siswoyo, Mukarto; Wihayati, Welly
Journal Socio Humanities Review Vol 1 No 2 (2021): VOLUME 1 NUMBER 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jshr.v1i2.5883

Abstract

Mental health is a significant thing for life, as a primary component of mental and physical health like both sides of a coin that complement each other. If our souls experience mental health disorders (mental illness), it will affect the physical and vice versa. If it is disturbed, all the things we do will hamper, one of which is communicating with other people. This study aims to identify mental health disorders (mental illness) using therapeutic communication conducted by a psychiatrist. Research on mental health (mental illness) problems begins with knowing therapeutic communication therapy conducted by psychiatrists with patients, revealing the therapeutic communication phases, and developing a rapport when conducting therapeutic communication for patient recovery. The research uses a qualitative method in which data collection is done by interviews, observations, documentation, and literacy studies to dig deeper into existing problems. As the object of this research is a psychiatrist who has work experience to cure mental health (mental illness) in RSUD Waled Kabupaten Cirebon. In this research, it is was found that therapeutic communication is essential in the relationship phase when treatment is taking place. The type of treatment for each type of mental disorder is different. The treatment is needed to develop rapport at each meeting because it is very influential and eliminates all factors, such as insight and community stigma. Therapeutic communication is carried out through four phases: the pre-action phase, the introduction/orientation phase, the work phase, and the termination phase. Even though the same treatment phase, but the way of treatment in each type of mental disorder is different and rapport is very supportive of recovery in a psychiatrist's treatment.
Hoax practices behind TikTok fake accounts in the 2024 presidential election contest Genta Tabah Ramadhan; Modesta Roganda Siboro; Mukarto Siswoyo; Khaerudin Imawan
Interdisciplinary Social Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Regular Issue: October-December 2024
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/iss.v4i1.744

Abstract

In the context of rising misinformation on social media, this study examines the influence of hoaxes spread through fake TikTok accounts on public opinion during Indonesia's 2024 presidential election. The study aims to analyze how fake accounts, including notable examples like @ridwanyulio and @sendycahyani1744, leverage hoaxes to sway political perceptions, undermine trust in democratic processes, and foster social division. Using a qualitative approach, data was collected through observational analysis of comments, engagement, and content shared by these accounts. The data was then analyzed to explore patterns of misinformation, strategies used to manipulate narratives, and the resulting public impact. Findings indicate that these accounts employ targeted and organized hoax tactics, utilizing edited videos and images to propagate misleading narratives. The study concludes that such hoaxes pose a threat to information integrity, potentially leading to increased polarization and conflict. The implications of this research highlight the need for robust media literacy programs, stricter platform regulations, and collaborative efforts among stakeholders to combat misinformation, thereby supporting a healthier democratic environment.
Co-Authors ., Mahmudah ., Mahmudah Abdul Jalil Hermawan Abu Bakar Acep Komara Achmad Mubarok Adninnafi’ah, Lu’lu Adninnafi’ah, Lu’lu Aghnia Dian Lestari Agus Supriyadi Alfisah, Najwa Min Alisah, Siti Amalia, Rafa Anez, Celbi Anik Komalasari Anik Komalasari Anisa Pujianti, Nisa Arief Prayitno Artika Ameliani Rezillah Aulia Rahim Azhahra Dwisrireno, Sefani Azzahra, Pingka Banaty, Tri Baraja, Nabilah Bayu Permana, Novandi Billa, Putri Salsa Billy Meisabillah Bukhori Bukhori Cahyani Cahyani Cahyani, Sintia Dwi Cipto Dwiariyanto Dea Nita Septiani Dedet Erawati Dedi Muhammad Siddiq Desty Hidayati Dewi Roekmana Dian Lestari, Aghnia Didi Saputra Dini Widiyana Dodi Sudiana Endang Sutrisno Farida Nurfalah Farida Nurfalah, Farida Fauziyyah Melati Andriana Fiqi Simangunsong Fitria . Fitria . Fitriani, Silviane Desta Genta Tabah Ramadhan Gumilang Prakoso Gustiar, Ricko Rivalldo Hamirul Handayani, Tiar Hanum, Zahra Salsabilah HARMONO HARMONO Heriyani Agustina heriyani agustina, heriyani Hery Nariyah Hidayat, Moh. Taufik Husniati, Meylina Iis Aisah, Iis Ikawati, Fina Imam, Ahmad Khoiril Iman Firmansyah Indah Lestari Ipik Permana Ismayanti . Jaladri, Firda Fadillah Kartono Kartono Khaeriyah, Yoyoh Khaerudin Imawan Lili Yani Lili Yani Liling Kuning, Liling Maharani, Defi Marlinda Marlinda Marpuah Jamilah, Erni Maulidiyah, Dinda Maeli Maya Nurmasari Ma’rifat , Ifa Elmu Meidelina, Alya Verda Meilawati, Nita Meisabillah, Billy Moch Zidan Nurfadilah Modesta Roganda Siboro Mohammad Sutarjo Mulyadi, Muhammad Ilham Nabila, Syalma Ghusti Nazwha Dwi Alfiani Nisa Anisa Pujianti Novi Anggraeni Nursahidin, Nursahidin Nurul Sabilla Nuryandi, Ade Prayitno, Arief Putri, Intan Sandika Putri, Meyrani Anggita Rahmadina, Cindy Aulia Rahmah, Jasmine Aulia Ramizar Hamka Rani, Widiya Puspita Renatha Rosaline Renatha Rosaline, Renatha Reza Maulana Rismayanti, Rima Riyati, Rin Sabilla, Nurul Safitri, Amelia Salmatuanisa, Fani Silviane Desta Fitriani Siti Khumayah Slamet Riyadi Solekha, Khofifatus Sri Wulandari SRI WULANDARI Sri Wulandari Sumiati, Emi Sunandar, Cucu Susanti, Andhini Indah Tika Apriliyani Tri Banaty Umayyah, Avissa Abli Vaudhya Azizah Syamnah, Isnie Wahyuni, Tita Welly Wihayati Welly Wihayati Welly Wihayati, Welly Wiby Bagaskara Widiyan, Widiyan Widiyana, Dini Wulani, Wulani Yandi Putra Pratama Z, Zahlimar Zaenal Arifin