Claim Missing Document
Check
Articles

RANCANG BANGUN MEJA LAS MULTI FUNGSI BERDASARKAN PENDEKATAN ERGONOMI DI POLITEKNIK INDUSTRI LOGAM MOROWALI Siswanto, Yudi; Wirakusuma, Kadex Widhy; Anatasia, Laura
SIGMA TEKNIKA Vol 8, No 2 (2025): SIGMATEKNIKA, VOL. 8, N0. 2, NOVEMBER 2025
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v8i2.8320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat meja las multifungsi berdasarkan prinsip ergonomi untuk digunakan di Politeknik Industri Logam Morowali. Penelitian ini menggunakan data antropometri untuk merancang meja las yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tiga tahap utama: studi pendahuluan, analisis data, dan perancangan alat. Studi pendahuluan dilakukan di laboratorium pengelasan untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada. Analisis data menggunakan data antropometri dari 63 mahasiswa kelas Teknik Perawatan Mesin 2023 untuk menentukan dimensi meja yang sesuai. Untuk menentukan dimensi yang akan digunakan, dilakukan beberapa pengujian, yaitu uji normalitas menunjukkan bahwa data tidak lebih besar dari 0,05 berdistribusi normal, uji kecukupan menunjukkan bahwa nilai N' < 63 memenuhi syarat kecukupan data, uji keseragaman data menunjukkan bahwa data normal tidak melebihi batas kendali atas dan bawah dan perhitungan persentil yang digunakan adalah persentil ke-5, persentil ke-50, dan persentil ke-95. Perancangan meja las dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Computer Aided Design (CAD), dengan mempertimbangkan prinsip ergonomi. Berdasarkan dimensi yang ditentukan, gambar desain meja dibuat sebagai alat bantu. Spesifikasi meja las multifungsi ini meliputi tinggi meja 103 cm berdasarkan tinggi siku berdiri, lebar meja 62 cm berdasarkan panjang lengan, dan panjang meja 140 cm berdasarkan panjang rentang lengan (fathom). Hasil penelitian menunjukkan bahwa meja las yang dirancang telah mengintegrasikan prinsip dan kaidah ergonomi.
Effect of cross-running polypropylene intradermal suture technique on keloid scar: a single-blind randomized controlled trial Wihastyoko, Herman Yosef Limpat; Rinhastyanti, Edith Sumaregita; Arviansyah, Arviansyah; Siswanto, Yudi; Agustina, Wilma; Sintaningrum, Elisabeth Prajanti
Universa Medicina Vol. 45 No. 1 (2026): Aheaf Of Print
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/UnivMed.2026.v45.4-12

Abstract

BACKGROUNDKeloids are abnormal scars that present a therapeutic challenge. Various treatment modalities have been developed, including surgical excision. While cross-running intradermal sutures were previously created using absorbable polyglycolic acid, this study introduces a modification using a non-absorbable material. Therefore, this study aimed to evaluate the effect of the cross-running polypropylene intradermal suture (CR-PIS) technique compared to the simple interrupted suture technique on keloid repair. METHODSThis was a randomized controlled trial with a post-test-only design involving 30 male and female keloid patients aged 20-50 years. Participants were randomized into the treatment group (n=15) and the control group (n=15). Wound assessment using the Vancouver Scar Scale (VSS), Manchester Scar Scale (MSS), and Patient and Observer Scar Assessment Scale (POSAS) was performed at 3, 6, and 9 months after surgery. Differences in VSS, MSS, and POSAS scores between the CR-PIS group and the simple knot group were analyzed using the Mann-Whitney U test. RESULTSStatistical analysis revealed a significant difference between the simple knot and CR-PIS groups (p<0.05). The median scores for each assessment (VSS, MSS, and POSAS) decreased significantly at 3, 6, and 9 months, with the control group's values being higher than those in the CR-PIS group (p<0.05). These results indicate that the control group developed moderate scars, whereas the treatment group exhibited good scars. CONCLUSIONSThe CR-PIS is more effective than the simple knot technique in improving keloid scars, as shown by changes in wound appearance, morphological function, topography, and patient and evaluator assessments.
Diagnostic and Therapeutic Dilemmas in Inguinal Endometriosis: A Case Report Auliya, Faiza Fardha; Siswanto, Yudi
Asian Journal of Health Research Vol. 4 No. 3 (2025): Volume 4 No 3 (December) 2025
Publisher : Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55561/ajhr.v4i3.275

Abstract

Introduction: Endometriosis is a common gynecological condition, but its extragenital forms, particularly inguinal endometriosis, are rare and pose significant diagnostic and therapeutic challenges. This case highlights the complexities encountered in managing endometriosis in an unusual location. Case Presentation: We report the case of Mrs. C, a 34-year-old married woman, who presented with a 4-year history of a painful, cyclically bleeding lump in the right pubic region, was initially misdiagnosed as a traumatic cyst. Histopathological examination of an external genital biopsy in 2023 confirmed endometriosis. Initial monthly Depo Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) therapy for six cycles proved ineffective. Subsequently, Gonadotropin-Releasing Hormone (GnRH) agonist (Endrolin) injections were administered for a total of 12 cycles, with symptom improvement, specifically cessation of bleeding, noted only after the seventh cycle. No hypoestrogenic side effects were reported despite prolonged GnRH agonist use without add-back therapy. Conclusion: This case illustrates the diagnostic delay often associated with extragenital endometriosis due to its atypical presentation, with the patient receiving only symptomatic treatment for years. The need for prolonged GnRH agonist therapy (12 cycles), exceeding standard guidelines of six months, highlights individual variability in treatment response, even without add-back therapy. Recurrence of bleeding occurred shortly after cessation of Dienogest maintenance therapy due to economic constraints, underscoring the chronic, hormone-dependent nature of the disease and the importance of continuous, accessible treatment. The patient consistently declined operative laparoscopy for wider excision.
Ketahanan Keluarga Berdasarkan Pendekatan IFR (F-A-S-E-D) pada Peserta Program Fasilitasi Pendidikan Anti Narkoba: Studi Kasus di Kelurahan Purwoyoso, Semarang Bela, Ardila Dinda Salsa; Siswanto, Yudi
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/mb7yhj60

Abstract

Penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja masih menjadi permasalahan sosial yang kompleks dan memerlukan pendekatan pencegahan berbasis keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketahanan keluarga peserta Program Fasilitasi Pendidikan Anti Narkoba di Kelurahan Purwoyoso, Kota Semarang menggunakan pendekatan Insufficiencies in Family Resilience (IFR) dengan lima dimensi, yaitu Family Functioning, Access to Support, Shared Beliefs, Emotional Regulation, dan Decision-Making. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus ganda pada tiga keluarga peserta program yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan tingkat kerentanan terhadap penyalahgunaan narkoba. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis secara tematik induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga dengan kerentanan rendah memiliki ketahanan kuat pada seluruh dimensi IFR, terutama pada aspek komunikasi, nilai bersama, dan pengambilan keputusan. Keluarga dengan kerentanan sedang menunjukkan ketahanan moderat dengan kelemahan pada akses dukungan sosial, sedangkan keluarga dengan kerentanan tinggi mengalami peningkatan signifikan pasca intervensi program, khususnya pada fungsi keluarga dan regulasi emosi. Penelitian ini menegaskan bahwa ketahanan keluarga bersifat dinamis dan dapat diperkuat melalui intervensi pendidikan anti narkoba yang reflektif dan partisipatif.
Co-Authors Abdul Malik Abdul Rahmat Agustina, Wilma Akbar, Riven Alfafa, Abduh Malik Aliyah, Khotimatul Amin Yusuf Amiruddin Amiruddin Amiruddin Amrul, Hanifah Mutia Zaida Ningrum Anatasia, Laura Angga Bahri Pratama Ariksa, Jeri Arviansyah, Arviansyah Astuti, Dwi Hari Auliya, Faiza Fardha Azizah, Markhamah Watianur Bagus Kisworo, Bagus Bela, Ardila Dinda Salsa Cahyani, Arini Dwi Diva Pramesti Putri Dyah Ayu Wulandari Erwin Nyak Akoeb, Erwin Nyak Fachry Abda El Rahman Fadia Talia Salsabila Hervi Fathurrasuli, Fathurrasuli Fikrah Dian Indrawati Sawali Hendi Lilih Wijayanto Hidayah, Sunnatul Hidayat Hidayat Hutagalung, Magda Rosalina Ika Nurjannah, Ika Ilyas Ilyas Ilyas, I. Ilyas, I. Imam Shofwan Indarthi, Anifah Widya Indri Lakhsmi Putri, Indri Lakhsmi Irvan, Moh. Farizqo Isa, Abd. Hamid Islahuddin, Islahuddin Ismail, Muhammad Azri Ismaniar Ismaniar Joko Sutarto Jusuf Sjamsudin Kadex Widhy Wirakusuma Kadriadi, Kadriadi Limpat Wihastyoko, Herman Yosef Miftahul Khair Mintarsih Arbarini MITA RAHMAWATI Moh. Azhar Afandy Muhammad Alfian, Muhammad Nurcahyaningsih, Caturinta Nusantara, Bobby Ardhian Opu, Agus Salim Pakiding, Henly Perdana, Andika Permadi, Mhd Bambang Prasetyaningtyas, Fitria Dwi Prilianti, Ratna Putra, Eriek Aristya Pradana Riduwan Riduwan, Riduwan Rinhastyanti, Edith Sumaregita Ristiana, Nanda Saputra, Aditiyo Tri Saragi, Jandri Fan HT Setiarto Pratigto Setiawan, Angga Tegar Sintaningrum, Elisabeth Sintaningrum, Elisabeth Prajanti Siswoyo, Devira SRI WARDANI Sungkowo Edy Mulyono Syaifuddin, Muh Tanjaya, Krisanto Tri Joko Raharjo Tri Suminar Urrofik, Safira Arbella Aurell Utsman, U. Utsman, U. Wihastyoko, Herman Wihastyoko, Herman Yosef Limpat Wijayanto, Hendi Lilih Wirakusuma, Kadex Widhy Wruhastanti, Gisella S. Wruhastanti, Gisella Sekar Yoshehira, Orien Yusdianto Yusdianto Zamriyetti, Zamriyetti