Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PERAN DAN KEBIJAKAN OTONOMI DAERAH PEMERINTAH KALIMANTAN TIMUR DALAM PEMERATAAN AKSES PENDIDIKAN: ANALISIS HUKUM ADMINISTRASI NEGARA Angga Galucci; Irwanto; Muhlis; Muhammad Aulia Rahman; Andry Rachmadani; Siti Hardyanti
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01 Maret 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11883

Abstract

Regional autonomy as regulated in Law Number 23 of 2014 concerning Regional Government gives regional governments broad authority in administering educational affairs as a basic service. In East Kalimantan, geographic challenges, disparities between regions, and the distribution of educational resources demand adaptive and responsive policies. This research aims to analyze the role and policies of the East Kalimantan Regional Government in equalizing access to education through the perspective of State Administrative Law, by examining aspects of authority, discretion, general principles of good governance (AUPB), as well as monitoring and accountability mechanisms. The research method used is normative juridical with a statutory and conceptual approach. Data was obtained through literature study of regulations, regional policies, and educational planning documents. The analysis was carried out qualitatively to assess the suitability of regional policies with the principles of legality, effectiveness and administrative justice. The research results show that local governments have a strategic role in planning, budgeting and supervising secondary education services, including the construction of infrastructure, distribution of teachers and the provision of educational assistance. However, policy implementation still faces coordination obstacles, budget limitations, and disparities in remote areas. Therefore, it is necessary to strengthen governance based on transparency, public participation and continuous evaluation in order to realize equitable and sustainable access to education.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KALISA (FLIPBOOK KEARIFAN LOKAL SAMARINDA) PADA TEKS DESKRIPSI KELAS V SEKOLAH DASAR Siti Nur Halisa; Hety Diana Septika; Muhlis Muhlis
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.600

Abstract

Adanya perubahan dalam pendidikan di Indonesia dengan diterapkannya Kurikulum Merdeka menuntut pengembangan bahan ajar yang lebih relevan dengan lingkungan peserta didik. Namun, bahan ajar yang tersedia masih bersifat umum dan kurang mengenalkan kearifan lokal. Oleh sebab itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tahapan pengembangan dan menelaah kelayakan Kalisa (Flipbook Kearifan Lokal Samarinda) sebagai bahan ajar interaktif dalam pembelajaran teks deskripsi untuk siswa kelas V Sekolah Dasar. Pengembangan bahan ajar ini dilakukan dengan metode Research and Development (RnD) menggunakan model ADDIE yang mencakup lima tahap, yaitu analisis, perancangan, pengembangan, penerapan, dan evaluasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara, serta penyebaran angket. Produk dari penelitian pengembangan ini berupa bahan ajar yang dapat dimanfaatkan oleh peserta didik dan guru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Kelayakan bahan ajar diuji melalui dua aspek, yaitu kevalidan dan kepraktisan. Hasil penilaian kevalidan oleh ahli media, materi, dan bahasa menunjukkan skor rata-rata sebesar 95,67%, sedangkan penilaian kepraktisan berdasarkan tanggapan pengguna memperoleh skor rata-rata 97,63%. Kedua hasil tersebut berada pada rentang nilai 81–100%, yang termasuk dalam kategori sangat layak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Kalisa memiliki tingkat kelayakan yang tinggi untuk digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran teks deskripsi di Sekolah Dasar.
OPTIMALISASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Muhlis Muhlis; Supri Hartini; Laili Komariah; Lambang Subagio; Warman Warman
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.682

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana optimalisasi Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (SIMP) dapat meningkatkan mutu pendidikan di Provinsi Kalimantan Timur. Dengan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan studi kasus pada Dinas Pendidikan dan beberapa satuan pendidikan di wilayah tersebut, penelitian ini menemukan bahwa penggunaan SIMP mampu meningkatkan efektivitas perencanaan, pelaporan, dan pengambilan keputusan berbasis data. Hasil menunjukkan bahwa integrasi sistem, peningkatan kapasitas SDM, dan penguatan infrastruktur digital merupakan faktor kunci dalam optimalisasi SIMP. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah pendekatan yang mengungkapkan kejadian yang ada dilokasi penelitian secara menyeluruh melalui pengumpulan data secara alami dengan memanfaatkan peneliti sebagai instrument kunci. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur, dokumen resmi dari Dinas Pendidikan Kalimantan Timur, serta wawancara dengan kepala sekolah dan staf IT di beberapa sekolah negeri dan swasta di Samarinda dan Balikpapan. Pendidikan merupakan instrumen untuk memajukan dan meningkatkan kualitas SDM. Kualitas SDM merupakan modal utama untuk memajukan negara. Bentuk kebijakan pendidikan dan implementasinya untuk memajukan bangsa dan negara merupakan cerminan political will pemerintah. Untuk daerah adalah political will pemerintah daerah. Milestone 2045 merupakan ukuran di saat itu seberapa berhasil kinerja pendidikan baik secara nasional maupun lokal-daerah. Untuk hari ini, 23 tahun sebelum sampai ke 2045, masih ada waktu untuk berbuat “lebih” sehingga ukuran-ukuran keberhasilan Indonesia Maju patut disematkan pada waktunya, termasuk kepada kepala-kepala daerah. Untuk Kalimantan Timur, perlu akselerasi menuju Indonesia Maju 2045. Apa yang telah dan sedang dilakukan nasional dikurang dengan apa yang telah dan sedang dilakukan di Kalimantan Timur , itulah tantangannya. Sebagai misal, jika nasional telah melakukan 10 hal dan Kalimantan Timur baru 5 yang dilakukan, maka 10-5 = 5 (gap). Gap ini perlu diisi dengan kebijakan percepatan, dengan tools akselerasi, dan SDM pendukungnya. Tiga aktor utama di daerah untuk mendukung keberhasilan Provinsi Kalimantan Timur Menuju Indonesia Maju 2045 ialah: Pemerintah Daerah (Provinsi, Kabupaten/Kota), Lembaga-lembaga Pendidikan (Paud/Dikdas/Dikmen/Dikti), dan Masyarakat. Kolaborasi, sinergi, dan konsistensi dalam regulasi dan implementasi akan memungkinkan terjadinya akselerasi.
POLA KESANTUNAN BERBAHASA BUGIS DALAM TINDAK TUTUR MEMERINTAH DI SAMARINDA SEBERANG KALIMANTAN TIMUR Irwanto Irwanto; Muhlis Muhlis
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.947

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini yaitu mengetahui strategi kesantunan bahasa Bugis dalam tindak tutur memerintah, serta bentuk pemarkah kesantunan yang digunakan dalam bahasa Bugis di Samarinda Seberang Kalimantan Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi dan bentuk pemarkah kesantunan bahasa Bugis dalam tindak tutur memerintah di Samarinda Seberang Kalimantan Timur. Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif, yang menekankan pada penggunaan data yang diperoleh dari lapangan. Prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari masyarakat yang diamati. Data penelitian ini adalah data bahasa Bugis di Samarinda Seberang Kalimantan Timur baik yang berupa lisan atau tuturan maupun tulisan atau teks kesantunan dalam tindak tutur memerintah. Teknik analisis data yang dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu: observasi data, identifikasi data, klasifikasi data dan pengkategorian strategi dan pemarkah kesantunan berdasarkan karakteristiknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi Kesantunan Bahasa Bugis Dalam Tindak Tutur Memerintah Di Samarinda Seberang Kalimantan Timur yaitu strategi secara eksplisit yang meliputi: menyuruh, meminta, melarang, mengizinkan, mengimbau, menganjurkan, mengharapkan, mengajukan pilihan, mempersilakan, mengajak dan mendesak. Serta strategi secara implisit yang meliputi: melaran, menyuruh, meminta bantuan, mengimbau/mengajak, mendesak, dan memohon/permisi.
DESIGNING AN ESD-INTEGRATED DIGITAL LEARNING ENVIRONMENT FOR ENHANCING SUSTAINABILITY CONSCIOUSNESS IN ELEMENTARY SCIENCE EDUCATION Miar Zakira; Erna Suhartini; Mustamiroh Mustamiroh; Muhlis Muhlis
JURNAL NALAR PENDIDIKAN Vol 13, No 2 (2025): JURNAL NALAR PENDIDIKAN
Publisher : Lembaga Penelitian Mahasiswa Penalaran UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jnp.v13i2.76525

Abstract

The current digital era demands that education continually keep pace with technological advances. One area that can be developed is a digital module, also known as an e-module. A digital module is a collection of non-printed, computer-based learning resources designed and used efficiently for classroom teaching. Differentiated learning is urgently needed to support current learning in accordance with sustainable education, which aligns with the 2030 SDGs agenda related to Education for Sustainable Development (ESD). This study employs a Research and Development (R&D) approach, utilizing the ADDIE model of development. The research subjects consisted of 78 fifth-grade students from SDN 011 in Samarinda City. Data collection techniques were carried out through observation and questionnaires. Data were collected through needs analysis questionnaire sheets, student characteristics analysis questionnaire sheets, needs analysis observation sheets, media expert questionnaire sheets, material expert questionnaire sheets, student response questionnaire sheets, teacher response questionnaire sheets, and sustainable awareness questionnaire sheets. Validation results showed the media was highly suitable, with scores of 93.2% from material experts, 87.8% from media experts, 88.82% from teacher responses, and 93.3% from student responses. Researchers recommend that module developers consider Canva's various features when developing digital modules to make them more engaging and innovative. Future researchers are expected to integrate ESD with other learning materials and media
DESIGN AND EVALUATION OF A CONSTRUCT 3-BASED EDUCATIONAL GAME TO PROMOTE LEARNING ON SDG 7: AFFORDABLE AND CLEAN ENERGY Julietta Tsuraya Puspa Rannie; Erna Suhartini; Mustamiroh Mustamiroh; Muhlis Muhlis
JURNAL NALAR PENDIDIKAN Vol 13, No 2 (2025): JURNAL NALAR PENDIDIKAN
Publisher : Lembaga Penelitian Mahasiswa Penalaran UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jnp.v13i2.76639

Abstract

This research develops a Construct 3-based educational game integrated with Sustainable Development Goal 7 (Affordable and Clean Energy) for fourth-grade elementary students, with a focus on energy materials. Employing Research and Development methodology with the ADDIE model, the study involved 27 students and one teacher at SDN 007 Samarinda Ilir. The research instruments consisted of interview sheets, needs questionnaires, expert validation forms, and user response questionnaires. Expert validation yielded 92% feasibility ratings from media specialists and 89.3% from material experts, both of which were rated as "highly feasible." Small-scale trials achieved a 97% acceptance rate, while large-scale implementation scored 94% from students and 96% from teachers, confirming excellent usability and educational value. Results demonstrate the game's effectiveness in enhancing student engagement and conceptual understanding of energy topics. The media successfully bridges theoretical learning with practical sustainability awareness, fostering students' commitment to clean energy practices. This innovation provides educators with a validated tool that simultaneously achieves curriculum objectives and fosters global citizenship values through interactive learning. The game's design provides a replicable framework for integrating other SDG targets into elementary science education, addressing critical gaps in current pedagogical approaches to sustainable development education.
From Symbol to Meaning: Philosophy of Bulungan Ornamental Motifs as Living Cultural Heritage in Arts Education Muhlis Muhlis; Irwanto Irwanto; Muhammad Aulia Rahman Aulia Rahman; Sainal A
Vidya Karya Vol 41, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jvk.v41i1.25540

Abstract

This research examines the philosophy embedded in Bulungan ornamental motifs as a form of living cultural heritage in North Kalimantan. These motifs function not only as decorative elements but also as representations of values such as harmony, bravery, respect for nature, and reverence for ancestors. Employing a descriptive qualitative method, the study collected primary data through in-depth interviews with artisans, cultural leaders, teachers, and students, supported by purposively selected visual documentation from archival sources and field observations. The data were analyzed using thematic coding and visual content analysis to uncover symbolic meanings reflected in patterns, colors, and forms. The findings indicate that certain motifs, such as the dragon, signify protection of the Kayan River, whereas floral and plant motifs symbolize fertility and the continuity of life. Beyond their aesthetic function, these symbols act as markers of cultural identity and as valuable learning resources in art education, encouraging creativity, cultural awareness, and character formation. Overall, the study highlights how traditional artistic expressions operate both as philosophical representations and as educational instruments for preserving local wisdom.
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah PBL dengan Pendekatan Deep Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Materi Norma Peserta Didik Kelas IV SD Negeri 007 Samarinda Ilir Dewi Sarah Bumbungan; Makmun; Muhlis; Iksam; Chani Octa
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.2442

Abstract

Critical thinking is one of the essential competencies that students need to compete in the global era. One effective way to develop this competency is by implementing an appropriate learning model integrated with a relevant instructional approach. This study aimed to examine the effect of the Problem-Based Learning (PBL) model assisted by the Deep Learning approach on the critical thinking skills of fourth-grade students in learning norms within the Pancasila Education subject at SD Negeri 007 Samarinda Ilir during the 2025/2026 academic year. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a nonequivalent control group design. The research participants consisted of an experimental class that received instruction through the Problem-Based Learning model integrated with the Deep Learning approach and a control class that received conventional instruction. The research instrument was a validated critical thinking skills test. The findings revealed a significant effect of implementing the Problem-Based Learning model with the Deep Learning approach on students' critical thinking skills. This was supported by the hypothesis testing result, which showed a significance value of 0.000 (< 0.05), indicating that the null hypothesis (H₀) was rejected and the alternative hypothesis (H₁) was accepted. Furthermore, the experimental class achieved a higher mean score than the control class, demonstrating that problem-based learning supported by the Deep Learning approach creates active and meaningful learning experiences while encouraging students to think more critically in understanding the concept of norms. Therefore, it can be concluded that the Problem-Based Learning model integrated with the Deep Learning approach has a positive effect on students' critical thinking skills in Pancasila Education. This learning model is recommended as an alternative instructional strategy to enhance students' active engagement and promote deeper conceptual understanding.
Pengaruh Game edukasi “FRACTIFY” berbasis Software Construct 3 terhadap pemahaman siswa pada materi pecahan kelas IV di SD Muhammadiyah 5 Samarinda Fitri Handayani; Andi Asrafiani Arafah; Khusnul Khotimah; Muhlis Muhlis
Mandalika Mathematics and Educations Journal Vol 8 No 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jm.v8i2.11590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan game edukasi Fractify terhadap pemahaman siswa pada materi pecahan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuasi (quasi experiment) dengan desain nonequivalent control group design, yang dilaksanakan di SD Muhammadiyah 5 Samarinda pada siswa kelas IV, dengan kelas IV A sebagai kelas kontrol dan kelas IV B sebagai kelas eksperimen. Pengumpulan data dilakukan melalui tes pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan game edukasi Fractify mampu meningkatkan pemahaman siswa, yang ditunjukkan oleh nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,708 dengan kategori tinggi. Selain itu, hasil uji Independent Sample t-test menunjukkan nilai signifikansi p < 0,001, sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima, yang berarti terdapat pengaruh signifikan penggunaan game edukasi Fractify terhadap pemahaman siswa pada materi pecahan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa game edukasi Fractify efektif digunakan sebagai media pembelajaran matematika pada materi pecahan di Sekolah Dasar.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA MELALUI MODEL STAD DI SEKOLAH DASAR Novandra Netanya; Taufik Hidayat; Iksam Iksam; Tri Wahyuningsih; Muhlis Muhlis
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10933

Abstract

The low level of active involvement and academic achievement of elementary school students in national education material due to the dominance of conventional learning patterns is the background of this research. This problem triggers students' failure to internalize the value of togetherness in a heterogeneous classroom. The focus of this research is to describe the implementation of the Student Teams Achievement Division (STAD) Cooperative Learning model in improving learning outcomes in Pancasila Education on the material of respecting the diversity of ethnicities and cultures of the nation. The steps of this Classroom Action Research (CLR) are carried out in two systematic cycles referring to the Kemmis and McTaggart model, including the stages of planning, action implementation, observation, and operational reflection. The research subjects include 28 students of grade IV A at SDN 019 Sungai Kunjang Samarinda with data collection via observation, tests, and documentation. Empirical quantitative data shows a surge in students' classical mastery from pre-cycle conditions of 46% (average 67.14), skyrocketing to 64.3% (average 72.68) in cycle I, and reaching a peak of optimal success of 79% (average 85.71) at the end of cycle II. The main conclusion confirms that the STAD model has proven to be very effective in boosting cognitive achievement while triggering an escalation of students' collaborative activity. Educators are recommended to adopt this group reward scheme as an alternative to improve the quality of basic instruction. ABSTRAK Rendahnya keterlibatan aktif serta capaian akademik siswa sekolah dasar pada materi kebangsaan akibat dominasi pola pembelajaran konvensional melatarbelakangi penelitian ini. Masalah tersebut memicu kegagalan siswa dalam menginternalisasi nilai kebersamaan di ruang kelas yang heterogen. Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi model Cooperative Learning tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila pada materi menghargai keragaman suku dan budaya bangsa. Langkah-langkah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) ini dijalankan dalam dua siklus sistematis merujuk model Kemmis dan McTaggart, meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi operasional. Subjek riset mencakup 28 peserta didik kelas IV A di SDN 019 Sungai Kunjang Samarinda dengan pengumpulan data via observasi, tes, dan dokumentasi. Data kuantitatif secara empiris menunjukkan lonjakan ketuntasan klasikal siswa dari kondisi pra-siklus sebesar 46% (rata-rata 67,14), meroket menjadi 64,3% (rata-rata 72,68) pada siklus I, dan mencapai puncak keberhasilan optimal senilai 79% (rata-rata 85,71) di akhir siklus II. Simpulan utama menegaskan bahwa model STAD terbukti sangat efektif mendongkrak pencapaian kognitif sekaligus memicu eskalasi keaktifan kolaboratif siswa. Pendidik direkomendasikan mengadopsi skema penghargaan kelompok ini sebagai alternatif perbaikan mutu instruksional dasariah.  
Co-Authors . Muhammad Ramli Buhari Abdunnur Abdunnur AHMAD RIDANI Alda Misbahul Jannah Almaidah Rifma Cahyani Andi Asrafiani Arafah Andry Rachmadani Angga Galucci Anggra Prima Aulia Rachma Azainil Azainil Chani Octa Consista Imanni Nugroho Dewi Sarah Bumbungan Dwi Utami Ningrum Ellena Clarisa Sihombing Fara Virgianita Pangadongan Fara Virgianita Pangandongan Fathatul Aulia Fatima Azzahra Felya Oktaviyanti Firman Firman Fitri Handayani Gresia Kristinawati Haeruddin, Haeruddin Heriman Hety Diana Septika Iksam Iksam Iksam Iksam Iksam ilham abu Inthan Azzahra Inthan Irwanto Irwanto Irwanto Jihan Nur Afifah Julietta Tsuraya Puspa Rannie Kusdar Kusdar La Djangka Lahai Martini Laili Komariah Laili Komariyah, Laili Lambang Subagio Makmun Makmun, Khusnul khotimah Miar Zakira Muh. Ramli Buhari Muhamad Sopyan Muhammad Amir Masruhim Muhammad Aulia Rahman Muhammad Aulia Rahman Muhammad Aulia Rahman Aulia Rahman Muhammad Febrian Pramudita Muhammad Nur Mannan Muhammad Saparuddin Muhammad Sultan Mustamiroh Mustamiroh Nabilah Az-zahrah Neesha Abigail Nihan Kristiyani Novandra Netanya Novita Sari Rehana Emilia Maulida Resma Anggreni Ria Asriani Ridwan Ridwan Ridwan Rosita Putri Rahmi Rosita Putri Rahmi Haerani Rosita Putri Rahmi Haerani Sainal A Siti Hardyanti Siti Nur Halisa Suhartini, Erna Sukriadi Sukriadi Sunardi Sunardi Supri Hartini suprihartini Sutrisno Sutrisno Tasya Noviandra Putri Taufik Hidayat Tri Wahyuningsih Umi Isroul Mahmudah Vina Aulia Putri Warman Warman Widyatmike Gede Mulawarman Wuland Suryaningsih Yana Supriyatna