Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENERAPAN METODE MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SEKOLAH DASAR Ahmad Arif Fadilah; Syifani Yasmin; Khansa ‘Alimah Humairo; Muhammad Aqshal
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 9 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v11i9.10057

Abstract

Pada perkembangannya, Pendidikan di Indonesia saat ini dituntut untuk dapat mengembangkan berbagai keterampilan yang harus dimiliki pada kehidupan abad ke-21. Pendidikan diharapkan dapat mempersiapkan siswa untuk menguasai keterampilan abad ke-21 untuk menjadi pribadi yang sukses dalam kehidupan yang akan datang. Keterampilan-keterampilan penting abad ke-21 yang dimaksud adalah keterampilan untuk berpikir kritis, keterampilan dalam pemecahan masalah, keterampilan metakognisi, keterampilan dalam melakukan komunikasi, keterampilan berkolaborasi, inovasi, kreatif, dan berbagai keterampilan penunjang lainnya. Jenis penelitian ini adalah penelitan kepustakaan (library research), yaitu serangkaian penelitian yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, atau penelitian yang obyek penelitiannya digali melalui beragam informasi kepustakaan (buku, ensiklopedi, jurnal ilmiah, dan dokumen). Penelitian kepustakaan atau kajian literatur (literature review, literature research) merupakan penelitian yang mengkaji atau meninjau secara kritis pengetahuan, gagasan, atau temuan yang terdapat di dalam tubuh literatur berorientasi akademik (academic-oriented literature), serta merumuskan kontribusi teoritis dan metodologisnya untuk topik tertentu. Pembelajaran dengan menerapkan metode mind mapping sangat berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa sangat berantusias untuk mengikutinya, hasil yang didapatkan setelah pembelajaran ini sangat memuaskan serta terbentuknya pola pikir kreatif siswa dimana siswa mampu memikirkan dan menemukan sesuatu yang baru, menciptakan gagasan-gagasan baru, dan mampu memandang suatu masalah dari berbagai sudut pandang. Mind mapping muncul sebagai salah satu metode pembelajaran yang relevan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa, khususnya di sekolah dasar, di mana banyak siswa masih menunjukkan keterampilan berpikir kreatif yang rendah. Mind mapping menawarkan banyak manfaat, seperti mempermudah mengingat informasi, meningkatkan kreativitas, dan membantu siswa memahami serta menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih visual dan terstruktur.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PJBL) TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA Ahmad Arif Fadilah; Putra Fauzan Moh Wildan; Lestari Nugraha Ningrum; Adeliia Azzahra
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 11 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v11i11.10227

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak model pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning atau PJBL) terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Di abad ke-21, peran guru sebagai fasilitator dan pendekatan pembelajaran yang inovatif menjadi penting dalam menciptakan kualitas pendidikan yang tinggi. Model pembelajaran PJBL yang mengutamakan pembelajaran berbasis proyek ini memungkinkan siswa untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran yang relevan dengan kehidupan nyata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan survei aktivitas kelas dalam dua siklus yang terdiri dari perencanaan, pengambilan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PJBL dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Siswa lebih terlibat secara emosional dan intelektual dalam proses pembelajaran, dengan peningkatan keterampilan kolaborasi dan komunikasi. PJBL memungkinkan siswa untuk menghubungkan teori dengan praktik, sehingga pemahaman konseptual mereka menjadi lebih mendalam. Secara keseluruhan, model pembelajaran berbasis proyek ini tidak hanya memperkuat motivasi intrinsik siswa tetapi juga meningkatkan hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis serta pemecahan masalah mereka. Kata kunci: Project-Based Learning, Motivasi Belajar, Hasil Belajar, Pendidikan Pembelajaran Berbasis Proyek. Abstract This study aims to explore the impact of the project-based learning model (PJBL) on student motivation and learning outcomes. In the 21st century, the role of teachers as facilitators and innovative learning approaches are important in creating high quality education. The PJBL learning model that prioritizes project-based learning allows students to be actively involved in the learning process that is relevant to real life. This study uses a qualitative approach with descriptive methods and classroom activity surveys in two cycles consisting of planning, taking action, observing, and reflecting. The results show that the implementation of PJBL can improve student motivation and learning outcomes. Students are more emotionally and intellectually involved in the learning process, with increased collaboration and communication skills. PJBL allows students to connect theory with practice, so that their conceptual understanding becomes deeper. Overall, this project-based learning model not only strengthens students' intrinsic motivation but also improves their learning outcomes and critical thinking and problem-solving skills. Keywords: Project-Based Learning, learning motivation, learning outcomes, education, project-based learning.
Nilai-Nilai Pancasila di sekolah Dasar Ahmad Arif Fadilah; Al Gifari; Alicia Ivanna
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v12i12.10332

Abstract

This research discusses elementary schools because there have been many research incidents. Pancasila is the ideology of the Indonesian state, and Pancasila is the standard or guideline of life for citizens, which is the daily behavior of Indonesian society and is clearly reflected in the Pancasila precepts. This research discusses the education of Pancasila values ​​as well as the efforts and importance of teaching. At this time, it is important to teach Pancasila values. This is about teaching Pancasila values ​​in elementary schools. Pancasila values ​​are values ​​that reflect and new behavior towards the values ​​contained in Pancasila in society. This is based on a library research approach where the author collects data and information in the form of documents, discussion books, journals, articles, etc.
PEMENUHAN KEBUTUHAN WARGA NEGARA DALAM PERSPEKTIF HAK ASASI MANUSIA DI INDONESIA Ahmad Arif Fadilah; Vriska Nadilla Handayani; Kezia Citra Kirana
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 10 No. 3 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v10i3.9893

Abstract

Pemenuhan kebutuhan warga negara merupakan salah satu tanggung jawab negara yang diamanatkan oleh konstitusi dan prinsip hak asasi manusia (HAM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pemenuhan kebutuhan dasar warga negara, seperti pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan, diimplementasikan dalam konteks HAM di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, di mana data dikumpulkan melalui studi dokumen dan wawancara dengan pakar HAM serta praktisi kebijakan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan warga negara, terdapat beberapa tantangan, seperti ketimpangan akses dan alokasi sumber daya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlunya penguatan kerangka hukum dan kebijakan yang lebih inklusif serta sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan pemenuhan kebutuhan warga negara sesuai dengan prinsip HAM.
GENERASI MUDA DAN HAM: PERAN MAHASISWA DALAM MENJAGA HAK UNIVERSAL Ahmad Arif Fadilah; Muhammad Luthfi; Wanda Adwi Kurnia
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 10 No. 4 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v10i4.9993

Abstract

The younger generation plays a very important role in maintaining and promoting human rights (HAM), which are the main pillars of a just and dignified life. This study aims to analyze the contribution of students as part of the younger generation in maintaining and fighting for universal rights in various aspects of life, both in the social, political, and cultural realms. Using a qualitative approach, this study applies a descriptive-analytical method. Data were collected through literature studies, in-depth interviews, and analysis of relevant documents, including national and international policies related to human rights. The research findings reveal that students act as agents of change through human rights advocacy, public education, and involvement in social movements that support the protection of the rights of minorities and vulnerable groups. Furthermore, students also have a moral responsibility to increase collective awareness of the importance of human rights, especially amidst global dynamics that often present challenges in the form of human rights violations and social injustice. Therefore, the implication of this study is the need to strengthen human rights education at the university level and the formation of human rights-based communities to optimize students’ contributions in creating an inclusive and just society. Thus, students as the younger generation have great potential to become pioneers of sustainable change in maintaining universal rights.
Konsepsi dan Hak Asasi Manusia Atas Lingkungan Hidup yang Sehat dan Baik Ahmad Arif Fadilah; Muhammad Rohim; Hayla Erian; Shilla Safitri
DIAJAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/diajar.v4i1.2381

Abstract

Environmental human rights violations have occurred in almost all levels of society. These violations are considered to threaten Indonesian human civilization. In turn, the violated economic, social, and cultural rights, as well as civil and political rights, will be fulfilled and resolved. Human rights to a good, healthy, and balanced environment have not been implemented in environmental management in Indonesia. In relation to the problem of environmental damage, it is important to study human rights from a human rights perspective. The aim is to explain the definition of human rights and environmental rights, how human rights are regulated in Indonesian law and how human rights are considered as rights to a good and healthy environment. The results of the study explain two things. First, humans are part of the ecosystem, where they have a strong relationship with their environment. Given to them by God as humans, the right to a healthy environment is a basic human right. Second, the right to a good and healthy environment has become a norm throughout the world and in the region. Third, although there have been resolutions, covenants, and regulations of the Universal Declaration of Human Rights at the national level, the right to a good and healthy environment is still poorly respected at both the global and national levels. Developed countries contribute significantly to global warming, climate change, and environmental degradation globally, and they also make significant contributions nationally.
Pendidikan Multikultural Sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Hak Asasi Manusia di Sekolah Luqman Kurniandrawan Nurhakim; Restika Septiani Gulo; Ahmad Arif Fadilah
Journal Transformation of Mandalika, e-ISSN: 2745-5882, p-ISSN: 2962-2956 Vol. 6 No. 4 (2025): April
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jtm.v6i4.4152

Abstract

Pendidikan multikultural berperan penting dalam mengangkat isu-isu kebebasan bersama (HAM) di sekolah. Melalui metode ini, siswa dan staf sekolah diajak untuk menghargai dan memahami keberagaman sosial, ras, agama, dan budaya. Pendidikan multikultural membantu memerangi perpecahan, generalisasi, dan kecurangan yang mungkin muncul dalam iklim pembelajaran. Siswa dapat menumbuhkan empati dan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang sudut pandang orang lain dengan mempelajari budaya dan pengalaman orang lain. Hal ini berkontribusi pada pengembangan lingkungan sekolah yang inklusif di mana setiap individu diperlakukan dengan bermartabat dan hormat. Persepsi, sikap, dan tindakan siswa terkait hak asasi manusia juga dapat diubah melalui pendidikan multikultural. Pemahaman bahwa setiap orang memiliki hak yang sama untuk dihormati, diakui, dan diperlakukan secara adil diajarkan kepada siswa. Mereka juga belajar tentang pentingnya kesempatan untuk berekspresi, hak atas pelatihan, dan kebebasan dasar lainnya. Sekolah menciptakan suasana yang mendorong kesetaraan, keadilan, dan penghormatan terhadap perbedaan dengan menerapkan pendidikan multikultural. Hal ini tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat akan hak asasi manusia, tetapi juga membantu membentuk generasi siswa yang lebih toleran, terbuka, dan siap menghadapi dunia yang semakin beragam.
Menumbuhkan Kesadaran Nasionalisme Generasi Muda di Era Globalisasi Melalui Nilai-Nilai Pancasila Muhammad Rifqi Ridho; Ruly Monica; Ahmad Arif Fadilah
Journal Transformation of Mandalika, e-ISSN: 2745-5882, p-ISSN: 2962-2956 Vol. 6 No. 4 (2025): April
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jtm.v6i4.4178

Abstract

Bangsa Indonesia sebagai sebuah negara tidak dapat menghindari tantangan globalisasi, tetapi dengan berpegang teguh pada Pancasila sebagai asasnya, Indonesia akan mampu mempertahankan jati diri dan eksistensinya. Tulisan ini menyatakan bahwa memupuk jiwa nasionalisme dalam benak generasi muda sejak kecil akan membuat mereka lebih tangguh menghadapi pengaruh negatif dan perubahan moral yang merajalela di era globalisasi. Maka, dengan memperkuat moralitas dan etika melalui pendidikan Pancasila, generasi muda Indonesia akan lebih siap menghadapi globalisasi dan sekaligus mempertahankan jati diri Indonesia. Nilai-nilai budaya yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia, seperti gotong royong, persahabatan, dan keramahan dalam bermasyarakat, merupakan keistimewaan dasar yang dapat membuat individu Indonesia mencintai dan melestarikan budaya bangsanya sendiri. Namun, ciri masyarakat Indonesia yang dikenal sebagai masyarakat yang ramah dan santun kini mulai luntur sejak masuknya budaya asing ke Indonesia yang tidak dapat diseleksi dengan baik oleh masyarakat Indonesia. Maka, dalam hal ini pemerintah memiliki peran penting untuk menjaga nilai-nilai budaya Indonesia dalam kehidupan masyarakatnya. Berikut ini beberapa cara untuk menjaga budaya Indonesia agar tidak terpengaruh oleh budaya asing yang negatif. 1) Menumbuhkan jiwa nasionalisme yang kuat, misalnya semangat mencintai produk dan budaya dalam negeri. 2) Menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dengan sebaik-baiknya. 3) Menanamkan dan mengamalkan ajaran agama dengan sebaik-baiknya. 4) Selektif terhadap budaya asing yang masuk ke Indonesia. 5) Memperkuat dan memelihara jati diri bangsa agar tidak luntur. Dengan demikian, masyarakat dapat bersikap bijak dalam menentukan sikap agar jati diri dan kepribadian bangsa tidak luntur akibat masuknya budaya asing ke Indonesia, khususnya
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Bagi Siswa Di Era Globalisasi Lulu Atun Azizah; Ulfa Tuzzami; Ahmad Arif Fadilah
Journal Transformation of Mandalika, e-ISSN: 2745-5882, p-ISSN: 2962-2956 Vol. 6 No. 4 (2025): April
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jtm.v6i4.4196

Abstract

Untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab, diperlukan pendidikan yang tidak terpisahkan dari ajaran Pancasila sebagai dasar penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. Pancasila memiliki rangkaian nilai, yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Kelima nilai tersebut merupakan satu kesatuan utuh yang merujuk pada satu tujuan. Nilai-nilai dasar Pancasila seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan bersifat universal, objektif, artinya nilai-nilai tersebut dapat digunakan dan diakui oleh negara lain. Sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia, Pancasila pada hakikatnya bukan hanya hasil perenungan atau pemikiran seseorang atau sekelompok orang sebagaimana ideologi-ideologi lain di dunia, melainkan Pancasila diangkat dari nilai-nilai adat istiadat, nilai-nilai budaya, dan nilai-nilai agama yang terkandung dalam pandangan hidup bangsa Indonesia. Pancasila memiliki rangkaian nilai, yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Kelima nilai tersebut merupakan satu kesatuan utuh yang mengacu pada satu tujuan. Nilai-nilai dasar Pancasila seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan bersifat universal, objektif, artinya nilai-nilai tersebut dapat digunakan dan diakui oleh negara lain. Sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia, Pancasila pada hakikatnya bukan hanya hasil perenungan atau pemikiran seseorang atau sekelompok orang sebagaimana ideologi-ideologi lain di dunia, melainkan Pancasila diangkat dari nilai-nilai adat istiadat, nilai-nilai budaya, dan nilai-nilai agama yang terkandung dalam pandangan hidup bangsa Indonesia
Perlindungan Hukum Terhadap Anak Dalam Perspektif Hak Asasi Manusia Reva Arda Try Pradima; Zulfa Muthia Bilqis; Ahmad Arif Fadilah
Journal Transformation of Mandalika, e-ISSN: 2745-5882, p-ISSN: 2962-2956 Vol. 6 No. 6 (2025): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jtm.v6i6.4150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis masalah perlindungan hukum terhadap anak dalam perspektif Hak Asasi Manusia. Adapun jenis penelitian ini adalah sosio yuridis atau termasuk penelitian deskriptif dengan pendekatan secara non doktriner, yang memandang hukum sebagai gejala sosio empirik yang teramati dalam pengalaman. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan tipe penggabungan antara penelitian hukum normatif dengan penelitian hukum sosiologis yang terkait pelaksanaan perlindungan hukum terhadap anak dalam persepektif Hak Asasi Manusia. Hasil penelitian menunjukkan Adapun hasil penelitian ini adalah perlindungan hukum terhadap anak dalam perspektif Hak Asasi Manusia pada hakikatnya adalah suatu upaya yang dilakukan oleh orang tua, pemerintah dan masyarakat untuk memenuhi dan menjamin segala hak anak yang telah di jamin dalam konvensi hak anak dan Undang-undang No. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. Perlindungan hukum terhadap anak dalam perspektif Hak asasi manusia kurang terimplementasi karena pemerintah belum melaksanakan kewajibannya dalam memenuhi hak-hak anak sehingga masih terjadi pelanggaran hukum terhadap anak. Rekomendasi penelitian ini adalah dalam mengimplementasikan perlindungan hukum terhadap anak dalam perspektif hak asasi manusia hendaknya orang tua bertanggung jawab penuh atas perilaku anak dan pemerintah menetapkan kebijakan yang sejalan dengan keinginan masyarakat, sehingga terwujud kesamaan persepsi antara orang tua, pemerintah dan masyarakat dalam memenuhi hak- hak anak.