p-Index From 2021 - 2026
7.362
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ANTHROPOS: JURNAL ANTROPOLOGI SOSIAL DAN BUDAYA (JOURNAL OF SOCIAL AND CULTURAL ANTHROPOLOGY) JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Abdimas Talenta : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP) Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR) Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terintegrasi Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sosial dan Humaniora Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Neo Journal of economy and social humanities Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Mitra Abdimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Socius: Social Sciences Research Journal Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Jurnal Sains Student Research Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Media Hukum Indonesia (MHI) Tradition and Modernity of Humanity Justice Amnesty Law and Undoing Journal Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora
Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Program Home Human Initiative Dalam Meningkatkan Minat Belajar Anak di Deli Serdang Sumatera Utara Muhammad Farid Anbar; Hairani Siregar; Berlianti
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8677

Abstract

Rendahnya minat belajar anak dan tingginya angka putus sekolah di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara menjadi permasalahan sosial yang memerlukan penanganan berbasis masyarakat. Tercatat sekitar 7.600 anak putus sekolah pada jenjang SD dan SMP periode 2023–2024 akibat keterbatasan ekonomi keluarga, minimnya pendampingan belajar, dan terbatasnya akses pendidikan nonformal. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Program HOME (Hug, Opportunity, Mentality, Education) oleh Human Initiative dalam meningkatkan minat belajar anak di Deli Serdang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dan observasi langsung terhadap fasilitator program, anak peserta, dan orang tua peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program HOME berperan signifikan melalui empat fungsi AGIL Talcott Parsons, yaitu adaptasi metode pembelajaran sesuai kebutuhan anak, pencapaian tujuan berupa perilaku belajar yang lebih aktif dan antusias, integrasi sosial antara anak, fasilitator, dan orang tua, serta pemeliharaan pola belajar yang membentuk motivasi internal berkelanjutan. Peningkatan minat belajar tercermin pada aspek kognitif berupa meningkatnya kemampuan dan pemahaman belajar, aspek afektif berupa munculnya rasa senang dan semangat belajar tanpa paksaan, serta aspek sosial berupa interaksi positif dengan teman sebaya dan fasilitator. Kesimpulannya, Program HOME Human Initiative berperan nyata dalam meningkatkan minat belajar anak dari keluarga prasejahtera di Deli Serdang melalui pendidikan nonformal yang adaptif, terstruktur, dan berorientasi pada perkembangan anak secara menyeluruh.
MODEL LAYANAN DAN KEBIJAKAN INKLUSIF BAGI DISABILITAS DALAM SISTEM SATGAS PPK PERGURUAN TINGGI: STUDI KASUS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Hairani Siregar; Narosu Siregar; Meutia Nauly; Suri Mutia Siregar; Muhammad Farhan
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan bagi seluruh sivitas akademika, termasuk penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model layanan dan kebijakan inklusif dalam sistem Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) di Universitas Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan dalam tiga tahap dengan melibatkan unsur multidisiplin, organisasi disabilitas, serta mitra nasional dan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum terdapat model layanan terintegrasi yang mengakomodasi kebutuhan penyandang disabilitas secara komprehensif. Hambatan utama meliputi keterbatasan aksesibilitas sistem pelaporan, kurangnya SDM terlatih, serta belum tersedianya SOP khusus layanan disabilitas. Penelitian ini menghasilkan model kebijakan berbasis prinsip non-diskriminasi, aksesibilitas universal, dan pendekatan berbasis korban. Model tersebut mencakup sistem pelaporan inklusif, mekanisme pendampingan terintegrasi, penguatan peran peer support, serta pembentukan unit layanan disabilitas dalam struktur Satgas PPK. Studi ini berkontribusi dalam pengembangan tata kelola kampus inklusif serta menjadi rujukan bagi perguruan tinggi lain dalam membangun sistem layanan yang adil dan responsif terhadap kelompok rentan.
Gerakan Literasi di SDN 060936 Melalui Program Pojok Baca Egidya Oktarin; Hairani Siregar; Nurazizah Kaloko
Pengabdian Pendidikan Indonesia Vol. 1 No. 02 (2023): Artikel Periode Desember 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ppi.v1i02.3021

Abstract

Literasi merupakan kemampuan dasar seseorang yang harus dikuasai dalam mengolah dan mencari informasi. Lingkungan literasi merupakan hal yang dibutuhkan peserta didik untuk menunjang lingkungan yang mendukung program atau pembiasaan literasi di sekolah. Penerapan pojok baca sendiri dapat menjadi solusi dari permasalahan tersebut. Pojok baca dapat menjadi awal terbentuknya lingkungan literasi di lingkungan sekolah khususnya di setiap kelas. Dalam menceritakan kembali siswa diarahkan untuk terampil dalam berbicara sekaligus melakukan apresiasi sastra. Metode yang dilaksanakan pada pengabdiaan ini menggunakan metode intervensi pada ranah mezzo. Metode group work ditetapkan sebagai bagian dari metode intervensi karena dengan memanfaatkan kelompok sebagai metode terapi, membangun interaksi dan relasi, dan mengembangkan potensi individu-individu agar mampu mengatasi permasalahannya melalui dan di dalam kelompok. Tahapan intervensi yang dilakukan seperti engagement (pendekatan), assessment, perencanaan, intervensi, evaluasi, dan terminasi. Teknik analisis yang digunakan adalah kualitatif deskriptif.Subjek pada kegiatan ini adalah siswa kelas V dan 4 di SDN 060936 Medan Johor. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan dengan pengaplikasian pojok baca dan pembimbingan menganalisis cerita serta menceritakan kembali. Hasil dari kegiatan pengabdian ini dapat menanamkan kepada siswa untuk menciptakan dan meningkatkan budaya membaca dan kebiasaan berbagai hal yang berhubungan dengan gemar membaca.
Strategi Pengorganisasian Masyarakat oleh Yayasan Srikandi Lestari dalam Mengampanyekan Isu Perubahan Iklim Ade Indah Hutasoit; Hairani Siregar
SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sosmaniora.v4i4.6229

Abstract

Coal-fired power plants are one of the biggest contributors to climate change. The environmental impacts of coal-fired power plant emissions are felt most by communities that depend on natural resources. NGOs act as a counterweight and controller of government development through a community-oriented approach to create equitable and sustainable change. Research on community organizing strategies related to the campaign on climate change issues, especially the rejection of PLTU, is still limited in scientific studies. Strategy has a crucial role for organizers. Without strategy, ideology and commitment will only become mere discourse without real action. The research aims to analyze the community organizing strategy carried out by Yayasan Srikandi Lestari. The research is expected to be a further consideration in the discovery of scientific concepts in the field of social welfare related to community organizing.  The research used descriptive qualitative methods with interviews, observation, and documentation. The informant selection technique in this study used purposive sampling, involving 1 key informant, 5 main informants, and 2 additional informants. Data analysis techniques include data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that the foundation's strategy is to combine three approaches, namely locality development, social planning and social action through the stages of assessment, planning, implementation and evaluation, with participatory and humanist principles. The form of the campaign includes a social media campaign and direct action in the field that involves the affected community directly. The research recommends the implementation of engagement and termination stages to strengthen community independence in environmental advocacy.
Improving Gender Literacy and Bullying Prevention through Strengthening Cultural Arts for Women's Empowerment and Child Protection in Denai Sarang Burung Village Arlina Nurbaity Lubis; Eva Syahfitri Nasution; Hairani Siregar; Syarifah; Ramadani
Neo Journal of economy and social humanities Vol 4 No 4 (2025): Neo Journal of Economy and Social Humanities
Publisher : International Publisher (YAPENBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56403/nejesh.v4i4.359

Abstract

Denai Sarang Burung Village has an important social issue to consider, namely child protection. One of the challenges faced by the community is cases of bullying that occur among children and adolescents. To anticipate and prevent this, an approach based on local wisdom and cultural arts is needed. The implementation of this community service activity successfully applied a participatory and collaborative approach, which encouraged the active involvement of the community, especially women, children, adolescents, and the village government as the main partners. In the implementation of community service activities, there was an increase in community knowledge, especially related to improving gender and bullying in an effort to strengthen a gender-based inclusive economy through women's empowerment and child protection.  The formation of the Youth Monday Dance Studio under the name "Lentera USU Dance Studio" in Denai Sarang Burung Village was inaugurated attended by the Village Head and his staff, Babinsa, Bhabinkamtibmas and all elements of the Denai Sarang Burung Village Community. The selection of the name Lentera USU Dance Studio is expected that this dance studio will bring light and inspiration to children and adolescents in particular and the community in general about the importance of skills for children and adolescents for their future.
The Women Empowerment in Tanjung Rejo Village through Honey Bee Cultivation on Mangrove Forest Area Cicilia Kimberly Oldy Saragih; Joice Margaretha Zebua; Nadya Nurhaliza; Hairani Siregar
Tradition and Modernity of Humanity Vol. 5 No. 1 (2025): January
Publisher : TALENTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/tmh.v5i1.21667

Abstract

Honey bee cultivation in mangrove forests has the potential to increase the income of local communities and support ecosystem sustainability. The results of honey production are not only processed and marketed, but also contribute to improving the household economy in tanjung rejo village. In addition, honey bees also have an important role in the process of pollinating plants that support the sustainability of mangrove plant ecosystems. However, this business also has challenges both risks from predators to the health of honey bees. This study uses a qualitative method with a case study approach to understand in depth the process of women's empowerment in honey bee cultivation and the resulting economic impactHoney bee cultivation in mangrove forests has the potential to increase the income of local communities and support ecosystem sustainability. The results of honey production are not only processed and marketed, but also contribute to improving the household economy in tanjung rejo village. In addition, honey bees also have an important role in the process of pollinating plants that support the sustainability of mangrove plant ecosystems. However, this business also has challenges both risks from predators to the health of honey bees. This study uses a qualitative method with a case study approach to understand in depth the process of women's empowerment in honey bee cultivation and the resulting economic impact
Dampak Kontrol Orang Tua yang Berlebihan terhadap Interaksi Sosial Usia Remaja Najwa Dya Annisa; Yosefa Fras Viktorya Situmorang; Devina Dwi Puspita Harefa; Shena Pelicia Jovanca Situmorang; Citra Anita Lase; Hairani Siregar
Justice Amnesty Law and Undoing Journal Vol. 2 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jalu.v2i1.8555

Abstract

Pola asuh yang terlalu mengontrol berdampak pada perkembangan psikososial remaja, khususnya kemampuan interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak kontrol orang tua yang berlebihan terhadap interaksi sosial remaja dalam konteks sosiologi keluarga. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan kuesioner berskala Likert dan pertanyaan terbuka, melibatkan 30 responden remaja berusia 13–22 tahun melalui teknik purposive sampling secara daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak kontrol berlebihan lebih bersifat psikologis daripada fisik. Sebanyak 60% responden tidak percaya diri mengambil keputusan mandiri, 47% memendam masalah, 40% takut berbicara jujur kepada orang tua, dan 66% pernah bertindak secara diam-diam. Meskipun 93% merasa bahagia di lingkungan keluarga, 33% mengalami hambatan mengekspresikan emosi secara terbuka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kontrol berlebihan menghambat otonomi remaja dan mendorong pergeseran figur kepercayaan dari orang tua ke teman sebaya. Diperlukan transformasi pola pengasuhan menuju pendekatan yang berbasis dialog dan pemberdayaan.
Keamanan Digital Anak dan Perlindungan Hak Anak di Era Modern: Studi tentang Implementasi Program HeDiPro (Hero of Digital Protection) PKPA Medan Lestari Damayanthi Silalahi; Berkah Amanda; Befvina Azzira Ziazan; Hairani Siregar
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10383

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa berbagai manfaat bagi anak dalam mengakses informasi, berkomunikasi, serta mengembangkan kreativitas dan keterampilan. Namun, di balik manfaat tersebut terdapat berbagai risiko yang dapat mengancam keamanan dan pemenuhan hak-hak anak, seperti cyberbullying, eksploitasi seksual daring, penyalahgunaan data pribadi, serta paparan konten yang tidak sesuai dengan usia mereka. Situasi ini menunjukkan pentingnya upaya perlindungan yang mampu meningkatkan kapasitas anak agar dapat menggunakan teknologi secara aman, bertanggung jawab, dan sesuai dengan prinsip perlindungan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan Program HeDiPro (Hero of Digital Protection) yang diselenggarakan oleh PKPA Medan dalam meningkatkan keamanan digital dan perlindungan hak anak. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui studi dokumentasi, observasi, dan wawancara dengan pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan proses pelaksanaan program, faktor pendukung dan penghambat, serta hasil yang dicapai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program HeDiPro memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan anak terkait keamanan digital. Melalui berbagai kegiatan edukasi, anak memperoleh pemahaman mengenai perlindungan data pribadi, pencegahan cyberbullying, penggunaan media sosial secara aman, serta cara menghadapi berbagai risiko di ruang digital. Program ini juga mendorong partisipasi aktif anak sebagai agen perlindungan digital di lingkungan sekitarnya. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa tantangan, seperti keterbatasan jangkauan program, ketimpangan akses teknologi, serta perlunya penguatan kolaborasi lintas sektor.
Bimbingan Sosial pada Penerima Manfaat di Kemensos RI Sentra “Bahagia” di Medan Johanes Hia; Hairani Siregar
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9002

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan bimbingan sosial pada penerima manfaat di Kementerian Sosial Republik Indonesia Sentra “Bahagia” di Medan. Bimbingan sosial merupakan salah satu bentuk intervensi sosial yang bertujuan membantu individu atau kelompok dalam mengatasi masalah sosial serta meningkatkan kemampuan berfungsi sosial di dalam masyarakat. Sentra “Bahagia” di Medan sebagai Unit Pelaksana Teknis di bawah Kementerian Sosial RI memberikan berbagai layanan rehabilitasi sosial bagi kelompok rentan atau PPKS (Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial), seperti penyandang disabilitas, lansia terlantar, dan individu dengan permasalahan sosial lainnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan informan utama. Informan kunci, dan informan tambahan yang terlibat dalam pelaksanaan layanan di Sentra “Bahagia” di Medan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan sosial di Sentra “Bahagia” di Medan dilaksanakan melalui beberapa tahapan layanan yang sistematis, yaitu fasilitasi, asesmen, pelaksanaan layanan atensi, monev, dan terminasi . Melalui tahapan tersebut, penerima manfaat memperoleh pendampingan sosial, konseling, serta pelatihan keterampilan yang bertujuan untuk memulihkan fungsi sosial, meningkatkan kemandirian, dan mempersiapkan mereka untuk kembali berintegrasi dengan keluarga dan masyarakat. Pelaksanaan bimbingan sosial ini menjadi upaya rehabilitasi sosial dan pemberdayaan penerima manfaat agar mampu menjalani kehidupan secara mandiri dan berperan aktif dalam lingkungan sosialnya.
Pelayanan Inklusi pada Lembaga Pos Bantuan Hukum Revolusioner Sumut Melalui Pelatihan Bahasa Isyarat di Kota Medan Hairani Siregar; Fajar Khalifa Rizky; Berlianti; Emi Triani; Muthia Faziha Fadhli
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9103

Abstract

Keterbatasan komunikasi menjadi salah satu hambatan pelayanan hukum bagi penyandang disabilitas tuli di Pos Bantuan Hukum Revolusioner Sumatera Utara (PBHRSU). Laporan kegiatan menunjukkan bahwa Paralegal, Advokat, dan Staff belum memiliki kemampuan bahasa isyarat, sehingga konsultasi dan pendampingan hukum kepada klien tuli masih menghadapi hambatan serta bergantung pada penerjemah eksternal. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia PBHRSU agar mampu melakukan komunikasi dasar dengan penyandang tuli sekaligus memperkuat pelayanan hukum yang inklusif. Kegiatan dilaksanakan melalui pembukaan, diskusi , pembentukan lima kelompok kecil, pelatihan bahasa isyarat SIBI/BISINDO, praktik, serta evaluasi pre-test dan post-test. Pendekatan ini dipilih karena pelatihan perlu disusun berdasarkan kebutuhan nyata mitra dan dilaksanakan secara partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta. Pada tiga peserta yang datanya disajikan dalam laporan, rata-rata skor meningkat dari 53,33 menjadi 86,67, atau bertambah 33,33 poin (62,5%). Peserta juga mulai mampu mempraktikkan kosakata dasar untuk sapaan, identitas diri, dan istilah pelayanan hukum. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan bahasa isyarat dapat menjadi intervensi awal untuk memperkuat pelayanan hukum inklusif, tetapi keberlanjutan hasil memerlukan latihan rutin dan integrasi kemampuan tersebut ke dalam sistem pelayanan PBHRSU.
Co-Authors Abella Manurung Ade Indah Hutasoit Adinda, Salwa Affandi, Ade Zul Aina Zahra Akbar, Rizky Ameilia Zuliyanti Siregar Ammar , Muhammad Angelina, Yosia Sere Arlina Nurbaity Lubis Befvina Azzira Ziazan Bengkel, Bengkel Berkah Amanda Berlianti Berlianti Berlianti Berlianti Cicilia Kimberly Oldy Saragih Citra Anita Lase Dalimunthe, Ritha F. Devina Dwi Puspita Harefa Dina Khatrin Hasibuan Egidya Oktarin Elviana Safitri Emi Triani Enjelina Panjaitan, Juwita Erga Dwo Winatra Eva Syahfitri Nasution, Eva Syahfitri Fajar Khalifa Rizky Gaby Octavia Ginting, Esekiel Pranata Ginting, Haikal Primsa Ginting, Trifosa Irena Gultom, Dwi Putra Septuagesi Gultom, Lois Enjelina Haratua Aritonang Hia, Johanes Johanes Hia Joice Margaretha Zebua Joy Nicholas Matthew Sigalingging Kaloko, Nurazizah Karo-Karo, Andrew Winpray Keyzia Raysha Putri Kirye Elisye Marsaulina Sihombing Lestari Damayanthi Silalahi M.Rafli Muhajir Maharani, Nadya Puan Malau, Sanreza Pallevi Manurung , Abella Melanie Paskah Cristin Br Simamora Melda Nadia Simanjuntak Meutia Nauly Miftahul Jannah Mohd Faiz Fansuri bin Mohd Affandy Muhammad Ammar Muhammad Farhan Muhammad Farhan Shidqi Tanjung Muhammad Farid Anbar Muhammad Iffat Rozaan Muthia Faziha Fadhli Nadya Nurhaliza Najwa Dya Annisa Narosu Siregar Neysa Aulia Nicholas Endra Sirait Noor Faizah Anak Abu Hassan Nur. R, Siti Hazzah Nurazizah Kaloko Oktarin, Egidya Pujiati Pujiati Purba, Geby Claudia Purba, Rami Santia Ramadani Rangkuti, Muhammad Aqsha Rhut Dear Dwigita Rina Br Manik Ritha F Dalimunthe Ritha F. Dalimunthe Ritonga, Fajar Utama Rizki Saputra Ruth Evelonia Hariani Siburian S, Sintia Sabila, Nazwa Sadiah Muayyadah Sahara, Lisna Saidatulakmal Binti Mohd Santa Claudiya Novita Simanjuntak Sembiring, Gita Shena Pelicia Jovanca Situmorang Sihaloho, Cintya Sihombing, Gresia Amelia Simson Simanjuntak Sinulingga, Eldinda Faridzi Rachmayani Siregar, Indah Permatasari Sovia Fardila SSami Hadisti Br Perangin Angin Suafisa, Haydi suhairani lusri lubis Supsiloani Suri Mutia Siregar, Suri Mutia Syahfitri Nasution Syarifah Syarifah Todo Anugrah Simbolon Utama Ritonga, Fajar Utama, Fajar Wasti Tarigan Yosefa Fras Viktorya Situmorang Yulia Ramadani Zayna Hayani Zebua, Okphilip