Claim Missing Document
Check
Articles

TINGKAT PENGETAHUAN DAN STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DI RW. 01 KELURAHAN SUKAPURA TERKAIT BALITA GIZI KURANG DAN TINJAUANNYA MENURUT PANDANGAN ISLAM Samudra, Galih Jati Bintang; Marsiati, Himmi; Arifandi, Firman; Wuryanti, Sri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.24329

Abstract

Gizi kurang merupakan salah satu masalah yang masih banyak terjadi dikalangan masyarakat Indonesia. Sukapura adalah kelurahan yang berada di wilayah kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan peneliti, terdapat lokasi yang cenderung kumuh dan memiliki tempat tinggal yang cukup padat, sehingga hal tersebut dapat mempengaruhi kesehatan khususnya bagi balita. Untuk menganalisis tingkat pengetahuan orang tua dan status sosial ekonomi terkait balita gizi kurang di Kelurahan Sukapura, Jakarta Utara. Penelitian menggunakan metode cross sectional dengan data primer dan sekunder. Sampel penelitian adalah orang tua yang memiliki balita berumur 1-59 bulan, dengan ukuran sampel minimal 55 orang. Proses pengumpulan data melalui kertas kuesioner, yang bisa diisi oleh responden. Kemudian data akan dikumpulkan dan diukur secara kuantitatif, menggunakan skala ukur rasio Penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan status gizi pada balita dengan P-value = 0,001. Sedangkan untuk hubungan status sosial ekonomi dengan status gizi pada balita tidak terdapat hubungan yang signifikan, didapatkan P-value = 0,909. Studi  tersebut  menyimpulkan  bahwa  tingkat  pengetahuan berperan penting untuk mengetahui gizi pada balita, sedangkan status sosial ekonomi tidak berpengaruh signifikan dengan gizi pada balita. Dari perspektif Islam, sebagai orang tua sudah sepatutnya memiliki pengetahuan untuk memenuhi gizi anak dan dapat memberikan apa yang dibutuhkan oleh anaknya.
Effect of intermittent fasting on fasting blood glucose, sirtuin 1, and total antioxidant capacity in rat models of diabetes mellitus Safitri, Meidiyani; Harliansyah; Wuryanti, Sri
JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia JKKI, Vol 15, No 1, (2024)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JKKI.Vol15.Iss1.art5

Abstract

Background: Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disease characterized by hyperglycaemia. DM therapy is mainly purposed to control blood glucose levels by adjusting diet and reducing body fat, which can be implemented with calorie restriction (CR) by intermittent fasting (IF), a diet that alternates periods between eating and fasting. Sirtuins, proteins activated by CR, can regulate glucose metabolism, regulate insulin secretion, and protect cells from oxidative stress, so IF is considered to be an opportunity for DM management.Objective: This study is to determine effects of IF on Fasting Blood Glucose (FBG) levels, sirtuin 1 (SIRT1) activity, and total antioxidants (TAOC) in rat models of Wistar with DM.Methods: This experimental study applied a post-test control group design involving 24 Wistar rats which were divided into 4 groups: K1 (rats with DM without IF), K2 (rats with DM treated with metformin 45 mg/kg BW, K3 (rats with DM treated with IF), and K4 (normal rats treated with IF). The diabetes condition were induced with intraperitoneal injection of streptozotocin (STZ). The rats received IF treatment, fasted for 16 hours and ate window open for 8 hours. This treatment was conducted for 14 days. The FBG levels were measured by using a glucometer, while SIRT1 activity and TAOC were measured by using the ELISA method.Results: The statistical analysis using the Kruskal Wallis test for the FBG levels indicated that there was a significant difference among the four groups (p = 0.000). The ANOVA test for SIRT1 activity revealed that there was a significant difference among the four groups (p = 0.001). The Kruskal Wallis test for TAOC pointed out that there was no significant difference among the four groups (p = 0.529).Conclusion: The IF method using a 16:8 regimen reduced the FBG levels and increased the sirtuin 1 activity, but it was not proven to increase the TAOC in the rat models of Wistar with DM.
Hubungan Status Gizi Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu pada Civitas Akademika di Lingkungan Universitas Yarsi dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Nabilah Suri, Sakina; Wuryanti, Sri; Arifandi, Firman; Asiah, Nur
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 12 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i12.32639

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan status gizi dengan kadar gula darah sewaktu pada civitas akademika Universitas YARSI serta mengkaji langkah preventif berdasarkan literatur keislaman. Metode kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional melibatkan 74 responden yang diukur status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan kadar gula darah sewaktu. Hasil menunjukkan sebagian besar responden mengalami obesitas II dan I, namun mayoritas kadar gula darah tetap dalam batas normal. Analisis korelasi Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara status gizi dan kadar gula darah (p = 0,661; r = -0,052). Faktor usia produktif, aktivitas fisik, pola makan, regulasi hormonal, dan genetika berperan menjaga kestabilan kadar gula darah. Nilai Islam yang relevan meliputi prinsip moderasi makan dan minum sesuai QS Al-A’raf ayat 31, anjuran puasa untuk kesehatan metabolik, aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran, seperti berenang dan memanah, serta pengendalian stres melalui dzikir dan sabar untuk kestabilan hormon. Penelitian ini memberikan dasar pencegahan komplikasi metabolik dengan mengintegrasikan pendekatan medis dan nilai-nilai Islam sebagai amanah Allah SWT.
Hubungan Antara Status Gizi dan Lingkar Pinggang pada Civitas Akademika di Universitas Yarsi dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Jiwandani, Rizka Zahra; Wuryanti, Sri; Arifandi, Firman; Asiah, Nur
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 12 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i12.32640

Abstract

Nutritional status is an important health indicator that can be assessed through Body Mass Index (BMI), however this parameter has limitations in describing visceral fat distribution associated with metabolic disease risk. Waist circumference is a more sensitive indicator for identifying central obesity. This study aims to determine the description of nutritional status, waist circumference, and the relationship between nutritional status and waist circumference among the academic community at YARSI University and its review according to Islamic perspective. This study is a quantitative analytic research with cross-sectional design involving 74 respondents aged 20-60 years. Primary data were obtained through direct measurements using stature meter, body weight scale, and measuring tape. Data analysis used univariate analysis and bivariate analysis with Spearman correlation test. The results showed that 75.6% of respondents had excess nutritional status with obesity II (45.9%) and obesity I (29.7%), exceeding the national prevalence of 21.8%. The majority of respondents had excess waist circumference, namely 51.4% women (>80 cm) and 29.7% men (>90 cm). The relationship between BMI and waist circumference overall was not significant (r = 0.172; p = 0.144), but showed a moderate and significant positive relationship in the analysis based on gender, namely men (r = 0.544; p = 0.005) and women (r = 0.569; p = 0.000). This study concludes that BMI cannot be used alone in assessing body fat distribution, therefore waist circumference measurement needs to be used as an additional indicator to detect central obesity risk. From an Islamic perspective, maintaining nutritional balance is an implementation of the principles of halalan tayyiban and the prohibition of isrāf as commanded in the Qur'an.
Pembentukan Remaja Peduli Stunting di Lokus Stunting Desa Pareang, Kabupaten Pandeglang sri wuryanti; Himmi Marsiati; Syukrini Bahri; Yusnita
Info Abdi Cendekia Vol. 8 No. 2: Desember 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/iac.v8i2.179

Abstract

Stunting merupakan suatu kondisi di mana tinggi badan anak lebih pendek dibandingkan anak dengan usia yang sama. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya asupan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan yang mengakibatkan gangguan pertumbuhan anak, gangguan perkembangan otak yang berdampak pada fungsi kognitif/kecerdasan, serta ketika dewasa rentan mengalami penyakit tidak menular. Kelompok sasaran prioritas pada percepatan penurunan stunting adalah remaja, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Salah satu kegiatan pencegahan stunting pada remaja adalah skrining anemia dan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri. Program pencegahan stunting pada remaja ini belum berjalan dengan baik di tingkat nasional, daerah, maupun di lokus stunting. Desa Pareang merupakan salah satu desa lokus stunting di Kabupaten Pandeglang pada tahun 2023. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kepedulian remaja pada stunting melalui pembentukan kelompok remaja peduli stunting (Repenting). Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 04-05 Juni 2024 di Balai Desa Pareang, Kabupaten Pandeglang. Kegiatan ini berupa pembentukan kader remaja peduli stunting (Repenting), pemeriksaan status gizi dan kadar Hb, edukasi gizi seimbang untuk cegah anemia, serta pemantauan minum tablet tambah darah pada remaja putri di Desa Pareang. Hasil pengabdian masyarakat ini meningkatkan pengetahuan remaja tentang stunting dan asupan gizi seimbang, tetapi belum berhasil meningkatkan kepatuhan remaja putri untuk mengkonsumsi tablet tambah darah.
Hubungan Kualitas Tidur dengan Status Gizi Berdasarkan IMT pada Remaja di SMK Negeri 39 Jakarta dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam. Zahwa, Iren; Marsiati, Himmi; Wuryanti, Sri; Arsyad, Muhammad
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i1.63173

Abstract

Kualitas tidur yang buruk dapat mengganggu keseimbangan hormon pengatur nafsu makan (leptin dan ghrelin), yang berpotensi memengaruhi status gizi dan Indeks Massa Tubuh (IMT). Dalam perspektif Islam, menjaga kualitas tidur dan asupan gizi yang seimbang merupakan bagian penting dari upaya memelihara kesehatan sesuai ajaran agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas tidur dengan status gizi berdasarkan IMT pada remaja di SMK Negeri 39 Jakarta serta meninjaunya menurut pandangan Islam. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 52 siswa berusia 15–18 tahun yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh dari kuesioner PSQI untuk menilai kualitas tidur dan pengukuran antropometri untuk menghitung IMT. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square atau Fisher's Exact Test. Distribusi status gizi menunjukkan 36,5% responden ber-IMT normal, 36,5% underweight, dan 26,9% overweight. Pengetahuan tentang kualitas tidur tergolong baik pada 90,4% responden dan cukup pada 9,6%. Kualitas tidur dinilai baik pada 53,8% responden dan buruk pada 46,2%. Uji Chi-Square menghasilkan p = 0,587 (p > 0,05), sehingga tidak ada hubungan signifikan antara kualitas tidur dan status gizi. Simpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan signifikan antara kualitas tidur dan status gizi berdasarkan IMT pada remaja di lokasi penelitian, namun tidur yang cukup tetap penting untuk menjaga keseimbangan hormon dan berat badan ideal. Perspektif Islam menekankan pentingnya menjaga kesehatan melalui pola tidur yang baik serta konsumsi makanan halal, thayyib, dan seimbang sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW.
Hubungan Tingkat Aktivitas Fisik dengan Lingkar Pinggang pada Civitas Akademika Universitas Yarsi dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Octarini, Maritza; Wuryanti, Sri; M.Zen, Irwandi; Asiah, Nur
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i1.63212

Abstract

Aktivitas fisik memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan energi tubuh dan mencegah obesitas sentral yang ditandai dengan peningkatan lingkar pinggang. Rendahnya aktivitas fisik merupakan salah satu faktor risiko penyakit degeneratif dan, dalam perspektif Islam, dipandang bertentangan dengan prinsip pemeliharaan kesehatan sebagai amanah dari Allah SWT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat aktivitas fisik, gambaran lingkar pinggang, serta hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan lingkar pinggang pada Civitas Akademika Universitas YARSI, termasuk tinjauannya menurut pandangan Islam. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 73 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) dan pengukuran lingkar pinggang secara langsung. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat aktivitas fisik sedang (69,9%), dengan 52,1% responden memiliki lingkar pinggang normal. Uji Spearman menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dan lingkar pinggang (r = -0,342; p = 0,003). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas fisik berhubungan dengan penurunan lingkar pinggang. Dalam pandangan Islam, hasil penelitian ini menegaskan pentingnya menjaga aktivitas fisik sebagai bagian dari upaya memelihara kesehatan tubuh, sejalan dengan prinsip hifẓ an-nafs dalam maqāṣid syarī‘ah.
Analysis of Readiness Factors in Implementing the Clinical Research Unit Concept at Yarsi Hospital Listiyani Listiyani; Sri Wuryanti; Dicky Budiman; Chandra Yusuf; Danial Rasyid; Soroy Lardo
International Journal of Advanced Health Science and Technology Vol. 5 No. 4 (2025): August
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijahst.v5i4.543

Abstract

This study explores the readiness factors required to implement a Clinical Research Unit (CRU) at YARSI Hospital. The research was driven by the necessity to enhance clinical research in Islamic hospitals that currently lack an integrated CRU. Utilizing a qualitative exploratory approach with a case study design, the study involved interviews, observations, and document analysis. The findings identified five key dimensions influencing CRU readiness: human resources, regulations, funding, infrastructure, and the organizational culture rooted in Islamic values. This study integrates organizational capability theory, institutional theory, and maqashid shariah principles, recommending the establishment of Indonesia's first Sharia-compliant CRU
Downtime Analysis of Ultrasound Maintenance Using Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) as a Risk‑Management Strategy in Radiology Services at YARSI Hospital, 2025 Muhammad Umar Aziz; Melanie Husna; Sri Wuryanti; Dicky Budiman; Hendrana Tjahjadi
International Journal of Advanced Health Science and Technology Vol. 5 No. 5 (2025): October
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijahst.v5i5.545

Abstract

The radiology department of YARSI Hospital experienced considerable ultrasonografi equipment downtime in 2025, disrupting diagnostic continuity and decreasing patient satisfaction. This study aimed to identify the principal causes of USG downtime and to formulate risk‑mitigation strategies using Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). A descriptive, case‑study design was adopted; data were gathered over a twelve‑month period through field observations, semi‑structured interviews with ten technicians and biomedical engineers, and review of maintenance logs containing 312 recorded incidents. The collected information was processed within the FMEA framework identifying failure modes, assigning severity, occurrence, and detection scores, and calculating the Risk Priority Number (RPN) for each mode. The analysis revealed three critical failure modes: (1) Preventive maintenance  of the spare‑parts availability, (2) technician readiness, and (3) inter‑departmental communication. The spare‑parts‑availability mode obtained the highest RPN (RPN = 100), indicating it as the primary risk factor. Guided by the RPN ranking, a bundle of preventive‑maintenance actions was prioritized and scheduled before any equipment failure occurs: (i) proactive inventory management of critical spare parts, (ii) continuous competency‑building programs and certification for technicians, and (iii) implementation of a structured internal communication platform for coordinated repair activities. Modeling the projected impact of these interventions suggests a potential reduction of USG downtime by up to 40 % within the first six months, thereby improving equipment availability and overall radiology service quality. The study concludes that FMEA is an effective risk‑management tool for pinpointing critical failure factors and directing preventive‑maintenance measures, ultimately strengthening the reliability and safety of ultrasound services at YARSI Hospital.
Phenomenological Study on Workflow Efficiency and Response Time in Emergency Obstetric and Neonatal Care Pratiwi Madya Putri Raden Roro; Guswan Wiwaha; Sri Wuryanti; Nurul Huda; Mia Mariani; Edy Prasetyo; Dicky Budiman
International Journal of Advanced Health Science and Technology Vol. 6 No. 2 (2026): April
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijahst.v6i2.586

Abstract

Indonesia continues to face a high maternal mortality ratio, with delays in emergency obstetric care at referral hospitals remaining a critical contributor, despite the implementation of Comprehensive Emergency Obstetric and Neonatal Care (PONEK) services. These delays are frequently associated with inefficiencies in workflow and response time, particularly during post-triage management. This study aimed to explore healthcare workers’ lived experiences and to identify organizational, procedural, and systemic factors influencing workflow efficiency and response time in PONEK services at Y Hospital, Jakarta, a teaching hospital, referral center, and certified Syariah-based institution. A qualitative descriptive phenomenological design was employed, involving 15 purposively selected participants consisting of obstetricians, emergency physicians, midwives, nurses, administrative staff, and hospital managers directly engaged in PONEK services. Data were collected through in-depth interviews, non-participant observations, focus group discussions, and document review, and were analyzed using thematic analysis supported by content and SWOT analyses to ensure analytical rigor and triangulation. The findings revealed that while triage response time consistently met international standards of less than five minutes, significant delays occurred in subsequent stages of care due to fragmented inter-unit coordination, reliance on informal communication, inconsistent implementation of Standard Operating Procedures, and suboptimal utilization of the Hospital Management Information System (SIMRS). Additional barriers included incomplete referral documentation and the presence of non-emergency cases within the PONEK pathway, which disrupted prioritization and prolonged patient length of stay. In conclusion, workflow inefficiencies in PONEK services at Y Hospital are primarily driven by coordination gaps, human resource limitations, and insufficient digital integration rather than infrastructural shortcomings. Strengthening cross-unit collaboration, improving referral accuracy, enhancing staff capacity through continuous training, and optimizing digital systems are essential strategies to improve response time, service quality, and maternal emergency outcomes, thereby supporting hospital performance and contributing to the achievement of Sustainable Development Goal 3.1 on maternal mortality reduction.
Co-Authors Ade Nursanti Afrizal Tw Alifa Syifa Salsabilah Prastowo Alvera Apridalianti Melkias Amir Mahmud Amir Mahmud Andi Erlina Andrea Ivana Allicia Hutabarat Andrijono Andrijono Arsyad , Muhammad Arsyad Arsyad Bistamy Muhammad Nursabur Budi Santoso Budi Suharto Carolin Aprilia Baslani Chandra Yusuf Danial Rasyid Desi Ariyani Haddad Desi Aryani Dian Widiyanti Dicky Budiman Dicky Budiman Dicky Budiman Dicky Budiman Dicky Budiman Dicky Budiman Dicky Budiman Diniwati Mukhtar Edy Prasetyo Elsye Souvriyanti Enrico Adithya Rinaldi Fiastuti Witjaksono Firman Arifandi Ghaniyuwana, Bakita Guswan Wiwaha Gyda, Farah Alzena Hadiati Fitri Hanny Handjadja Ronosulistyo Harliansyah Hendrana Tjahjadi Hesti Sekar Sari Himmi Marsiati Himmi Marsiati Inas Hasna Azizah Insan Sosiawan A.Tunru Iriani, Purwinda Jiwandani, Rizka Zahra Jovita Rahmatania Putri Kamal Anas Kholis Ernawati Kuntarti, Retno Lia Gardenia Lia Gardenia Partakusuma Linda Weni Linda Weni Listiyani Listiyani M. Fazlurrahman Anshar M.Zen, Irwandi Marsiati, Himmi Meisa Della Novita Wahyuningsih Melanie Husna Mia Mariani Mirfat Mirfat Mirfat Mochammad Imron Awalludin Muhammad Arsyad Muhammad Umar Aziz Muhardis Muhardis Muhardis, NFN Muldiani, Ratu Fenny Munfaati Muslikh Mutia Sa’idah Mutiara Ghinaul Qalbi Nabilah Suri, Sakina Norman Zainal Nunung Ainur Rahmah Nur Aiah Nur Asiah Nur Asiah Nur Asiah Nur Asiah Nurul Huda Nurwijayanti Octarini, Maritza Octaviani Indrasari Ranakusuma Oktavia, Ferna Petrafredinosa Hadriansyah Pramita Ines Parmawati Raden Roro Pratiwi Madya Putri Raden Roro Prima Alya Trinelza Raden Roro Pratiwi Madya Putri Raden Roro Pratiwi Madya Putri Rifdah Kayla Salsabila Rufi'i Sabarina Elfrida Manik Sabarina Elfrida Manik Safitri, Meidiyani Salma Halimatu Sya’diah Samudra, Galih Jati Bintang Saskia Nassa Mokoginta Savitri Sayogo Sitti A. Ahmad Sofa Inayatullah Sonny Pamuji Laksono Soroy Lardo Sri Hastuti Andayani Sri Hastuti Andayani Susworo Susworo Switania Putri Puspita Syukrini Bahri Tuty Herawati Wening Sari Yazid Zainur Isnen Yusnita Zahwa, Iren