p-Index From 2021 - 2026
11.741
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan Indonesia Nurse Media Journal of Nursing Jurnal Keperawatan Jurnal NERS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Majalah Kesehatan FKUB Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Qanun Medika - Medical Journal Faculty of Medicine Muhammadiyah Surabaya JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Belitung Nursing Journal Jurnal Keperawatan Silampari Nursing Current : Jurnal Keperawatan Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia (Indonesian Nursing Scientific Journal) The Indonesian Journal of Infectious Diseases Media Keperawatan Indonesia Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Faletehan Health Journal INTERNATIONAL JOURNAL OF NURSING AND MIDWIFERY SCIENCE (IJNMS) Jurnal Keperawatan Terpadu (Integrated Nursing Journal) Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Jurnal Keperawatan (JKEP) Jurnal Riset Kesehatan Nasional Jurnal Ners Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Global Health research Babali Nursing Research Nursing Sciences Journal MAHESA : Malahayati Health Student Journal Nursing Information Journal JRKN Journal of Health and Nutrition Research Journal of Nursing Science Update DUNIA KEPERAWATAN: JURNAL KEPERAWATAN DAN KESEHATAN Eduvest - Journal of Universal Studies Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Journal of Nursing Innovation Jurnal Keperawatan Jurnal Keperawatan Merdeka JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Holistik Jurnal Kesehatan Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Jurnal Medika Usada NurseLine Journal Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia Jurnal Keperawatan Kritis Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

Correlation between Disclosure Status and Stress in Men who Have Sex with Men with HIV Edianto Edianto; Agung Waluyo; Sri Yona; Ina Martiana
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 23 No 3 (2020): November
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v23i3.1101

Abstract

Men who have Sex with Men Living with HIV (MSM-LWH) experience psychological and social problems including depression, anxiety, fear of infecting others, frustration, and social isolation. In addition there are also problems in relationships due to fear of social stigma such as problems in marriage, conflict in the family, lack of family support, economic difficulties, and social rejection by the family. This research aims to assess the relationship between HIV status disclosure with stress in Men who have Sex with Men (MSM) living with HIV in Medan, Indonesia. This a cross-sectional study with convenience sampling technique were used. 176 respondents were MSM, HIV positive, and live in Medan city area. Data was collected by means of HIV Status Disclosure Questionnaires, and Perceived Stress Scale (PSS). In this research find that few 70.9% respondents had disclosed their status and about half reported stress. The disclosure of HIV status was significantly associated with Stress (P= 0,025). This study conclusions were HIV status disclosure can give negative effect for MSM living with HIV and becomes barrier to medical treatment and grow toward internal stress. Abstrak Hubungan antara Status Disclosure dengan Stres pada Lelaki yang Berhubungan Seks dengan Lelaki dengan HIV di Medan, Indonesia. Lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL) yang hidup dengan HIV mengalami masalah psikologis dan sosial termasuk depresi, kecemasan, ketakutan menulari orang lain, frustasi dan isolasi sosial. Selain itu juga mengalami masalah dalam hubungan sosial karena takut akan stigma, konflik dalam keluarga, kurangnya dukungan keluarga, kesulitan ekonomi dan penolakan oleh keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status disclosure HIV dengan stress pada LSL yang hidup dengan HIV di Medan, Indonesia. Metode yang digunakan adalah cross-sectional dengan menggunakan teknik convenience sampling. Sebanyak 176 responden LSL dengan HIV positif dan tinggal di wilayah kota Medan. Data dikumpulkan dengan menggunakan HIV Status Disclosure Questionare dan Perceived Stress Scale (PSS). Hasil penelitian menemukan bahwa sebanyak 70,9% responden memiliki status disclosure HIV rendah, sementara itu sebanyak 55,1% resonden mengalami stress yang tinggi. Status disclosure HIV secara bermakna dikaitkan dengan stress (p= 0,025; α= 0,05). Dapat disimpulkan bahwa status disclosure HIV dapat memberikan efek negatif pada LSL yang hidup dengan HIV dan menjadi penghalang untuk perawatan medis dan meningkatkan stress internal. Kata Kunci: HIV, status disclosure, lelaki yeng berhubungan seks dengan lelaki, stres
A Secondary Analysis of Peer Support and Family Acceptance Among Homosexual Living with HIV and Antiretroviral Therapy: Quality of Life Perspectives Ina Martiana; Agung Waluyo; Sri Yona; Edianto Edianto
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 24 No 1 (2021): March
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v24i1.1095

Abstract

Men who have sex with men (MSM) comprise a population at risk for HIV infection. Assessing the Quality of Life (QOL) in MSM might be different than other populations. This study showed a secondary analysis from our previous research. It was needed to understand whether peer support and family acceptance had an impact on QOL of MSM living with HIV and ART (Antiretroviral Therapy). A total of 175 respondents were involved in this cross-sectional study that was carried out with purposive sampling. The questionnaires were translated to Bahasa and tested for validity and reliability. Data questionnaires completed were analyzed. Results showed that peer support was positively correlated with QOL (p= 0.023; OR= 2.070), and also, family acceptance was significantly related to QOL (p= 0.001; OR= 2.766). Thus, peer support and family acceptance are important factors affecting the well-being and QOL of MSM living with HIV and ART. This finding can be used for the improvement of QOL in people living with HIV. Abstrak Dukungan Sebaya dan Penerimaan Keluarga terhadap Kualitas Hidup Homoseksual dengan HIV dan Terapi Antiretroviral. Laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL) merupakan populasi yang berisiko terinfeksi HIV. Menilai kualitas hidup (QOL) pada LSL mungkin berbeda dari populasi lainnya. Penelitian ini merupakan analisis sekunder dari penelitian sebelumnya. Kami menguji apakah dukungan sebaya dan penerimaan keluarga berdampak pada kualitas hidup pada LSL dengan HIV dan ART (terapi antiretroviral). Sebanyak 175 responden dilibatkan dalam studi cross-sectional yang dilakukan melalui purposive sampling. Data kuesioner yang sudah terisi komplit, akan dilakukan analisa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sebaya berhubungan positif dengan kualitas hidup (p= 0,023; OR= 2,070) dan juga penerimaan keluarga secara signifikan berhubungan dengan kualitas hidup (p= 0,001; OR= 2,766). Dengan demikian, dukungan sebaya dan penerimaan keluarga merupakan variabel penting yang mempengaruhi kesejahteraan dan kualitas hidup LSL yang hidup dengan HIV dan ART. Temuan ini dapat digunakan untuk peningkatan QOL pada orang dengan HIV. Kata Kunci: dukungan sebaya, HIV, kualitas hidup, penerimaan keluarga
Developing Karo Culture-Based Spiritual Intervention Model to Reduce HIV/AIDS Stigma Elysabeth Sinulingga; Agung Waluyo; Sri Yona; Tris Yonado
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 2 No. 6 (2022): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2749.962 KB) | DOI: 10.59188/eduvest.v2i6.483

Abstract

Introduction: People living with HIV/AIDS (PLWHA) experience various problems after being diagnosed with HIV, both physically and psychosocially. These problems cause PLWHA to close themselves so that they are not known to others because they feel stigmatised. This problem can cause PLWHA to continue stigmatising themselves and transmit HIV again to their partners or other people. This study aimed to develop a Karo culture-sensitive spiritual intervention model to prevent HIV stigma. Methods: Developing an intervention using the PATH (Problem – Analysis – Test – Help) method proposed by Buunk and Vugt (2008). Result: This model was developed based on cultural care theory and input from experts. Before the model development, the researcher had conducted preliminary studies both in qualitative and quantitative studies. The qualitative research established 14 themes, while the multivariant analysis found religiosity prevent HIV prevention dominantly. Conclusion: Developing a Karo culture-sensitive spiritual intervention model produces models, modules and pocketbooks in Karo culture-sensitive spiritual intervention to prevent HIV stigma.
Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9) untuk Skrining Depresi pada Orang dengan HIV Positif: Validitas dan Reliabilitas Instrumen Khumaidi Khumaidi; Sri Yona; Liya Arista; Siti Nurlaelah
Journal of Nursing Innovation Vol 2 No 1 (2023): Journal of Nursing Innovation
Publisher : Infermia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.487 KB)

Abstract

Pendahuluan: HIV/AIDS adalah penyakit kronis yang mengancam jiwa yang dapat berdampak terhadap munculnya masalah pada kesehatan mental salah satunya adalah depresi. Oleh karena itu penting bagi perawat untuk mendeteksi depresi pada orang-orang dengan HIV. PHQ-9 adalah salah satu instrumen yang  dapat digunakan untuk mengskrining depresi pada orang dengan HIV. Tujuan: Untuk mengetahui validitas dan reliabilitas instrumen PHQ-9 dalam menskrining depresi pada pasien yang terdiagnosa HIV. Metode : Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan melakukan uji validitas dan reliabilitas instrumen. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen PHQ-9 memiliki item correlation 0,508 sampai 0,907 yang berarti valid dan nilai Cronbach alpha = 0,936 yang berarti reliabel. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa PHQ-9 memiliki nilai validitas dan reliabilitas yang baik dalam menilai depresi pada orang dengan HIV.
Intervensi terhadap Keterbukaan Status HIV pada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA): Studi Literatur Regina Situmorang; Sri Yona
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.268 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i2.935

Abstract

Keterbukaan status HIV menjadi hal yang penting dalam mencegah dan mengurangi penularan HIV di masyarakat. Dengan mengungkapkan status HIV kepada pasangan seks atau pasangan berbagi jarum, akan memungkinkan setiap orang mengambil langkah-langkah agar tetap sehat. Meskipun demikian, tingkat keterbukaan status HIV masih tergolong rendah. Hal ini menunjukkan perlunya intervensi untuk membantu ODHA melakukan keterbukaan status HIV. Tujuan dalam penelitian ini adalah melakukan peninjauan literatur terkait apakah intervensi yang meningkatkan keterbukaan status HIV ODHA. Studi ini menggunakan studi literatur dari database Sage Journal, PROQUEST, Scopus, Ebsco, Springer Link,  dan Clinical Key. Kriteria artikel yang digunakan adalah yang diterbitkan antara tahun 2017-2022. Dalam enam database elektronik yang digunakan, ditemukan 42.945 artikel terkait topik ini dan sepuluh artikel yang digunakan untuk ditelaah lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sembilan dari sepuluh studi intervensi terkait keterbukaan status HIV terbukti dalam meningkatkan keterbukaan status HIV pada ODHA dengan p value < 0.001.
Peer Education: Health Education for Adolescent Girls to Prevent Adolescent Sexual Risk Behaviors Sri Yona; Elly Nurachmah; Anggri Noorana Zahra; Cut Sarida Pompey
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 9, No 1 (2023): March
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpkm.63736

Abstract

Adolescent girls aged 15-24 are at risk of contracting sexually transmitted diseases such as HIV/AIDS. The existence of adolescent promiscuity, inadequate knowledge of adolescents about HIV/AIDS, and lack of communication with parents on adolescent reproductive health are some related factors to the increased number of adolescents infected with sexually transmitted diseases and HIV/AIDS. Based on these situations, providing health education to adolescents is an alternative solution. The activities were carried out by implementing health education for teenage girls, conducted in four sessions. All sessions were held online, with interactive discussion methods, role play and demonstrations. A total of 18 adolescent girls participated in this activity. The final results showed that there is an increasing mean score of post-test on HIV knowledge (0.5), adolescent reproductive health (0.44), and self-esteem (0.39). There are no significant different between pre and post-test for the level of knowledge on HIV, adolescent reproductive health, adolescent risk behavior and self-esteem. Only risky behavior does not demonstrate an increase in the mean score. Providing health education to teenage girls has improved their knowledge and understanding of HIV/AIDS and adolescent reproductive health and increased adolescent self-esteem. However, these activities did not affect the score of teens’ behavior change. It was due to the duration of health education was not sufficient to change their behavior.
Pendekatan Perilaku terhadap Peningkatan Pemakaian Kondom diantara Laki Seks Laki Orang dengan HIV/AIDS (LSL ODHA): Tinjauan Literatur Edis Mari Eko; Sri Yona
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i2.929

Abstract

Laki Seks Laki Orang Dengan HIV AIDS merupakan suatu pola hubungan yang bersifat romantis antara sesama pria sehingga terbentuk suatu identitas tertentu yang terjadi pada orang dengan HIV AIDS atau disebut juga LSL ODHA, saat ini mengalami perkembangan yang pesat sehingga menimbulkan permasalahan yang beragam, seperti halnya penggunaan kondom yang tidak konsisten yang akan semakin menambah resiko terhadap penularan HIV. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pengaruh pendekatan perilaku dalam peningkatan pemakaian kondom diantara LSL ODHA. Pencarian literatur secara ektensif dilakukan pada bulan November 2022-Januari 2023 dengan menggunakan empat database, yaitu Taylor & francis online, Science Direct, Scopus, Clinicalkey yang menggunakan RCT, pada LSL ODHA dewasa usia di atas 18 tahun dan Bahasa Inggris dengan kata kunci HIV/AIDS OR HIV OR AIDS OR people with HIV/AIDS AND man sex man AND behaviour approach AND increase condom use. Dari hasil pencarian awal didapatkan 1176 artikel setelah dilakukan reduksi berdasarkan kriteria tersebut didapatkan 6 artikel yang menunjukkan peningkatan dalam pemakaian kondom. Pendekatan tersebut dapat dilakukan secara online meliputi: Informasi   HIV secara visual, e-conceling, dan mHealth dan secara offline: HOLA enGrupos, Clinic-Based Safer Sex Program dan Pendidikan kesehatan tentang seks yang aman. Dari enam jurnal yang relevan setelah dianalisis menjelaskan bahwa pendekatan perilaku berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pemakaian kondom yang konsisten diantara LSL ODHA (P ; OR 1,29-18,13; 95% CI). Pendekatan-pendekatan perilaku dapat dilaksanakan dengan mempertimbangkan karakteristik objek pendekatan yang tepat dan waktu yang tersedia.
Hubungan Dukungan Teman Sebaya dan Dukungan Spritual dapat Meningkatkan Kepatuhan Minum Antiretroviral pada Pasien HIV/AIDS: Literature Review Wanto Juli Silalahi; Sri Yona
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i2.942

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menginfeksi sel darah putih yang dapat mengakibatkan penurunan fungsi kekebalan tubuh, menyebabkan tubuh seseorang lebih rentan mengalami infeksi dan penyakit lain. Kepatuhan dalam perawatan dan pengobatan adalah faktor yang dapat menurunkan angka morbiditas dan mortalitas pada pasien HIV/AIDS, untuk dapat mewujudkan hal tersebut pasien harus konsisten dalam perawatan dan pengobatan. Ketidakpatuhan dalam perawatan dan pengobatan yang dapat mengakibatkan peningkatan yang sangat tinggi dari HIV menjadi AIDS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi Efektivitas Dukungan Sebaya Dengan Dukungan Pemuka Agama Terhadap Kepatuhan Minum Antiretroviral Pada Pasien HIV. Metode yang digunakan adalah metode electronic data base, dengan pencarian 6 jurnal nasional maupun internasional dengan menggunakan melalui: Clinicalkey, Proquest, Scopus, Sciencedirect dan springerlink, dari tahun 2017 – 2022. Hasil: dukungan sebaya dan dukungan pemuka agama dapat mempengaruhi kepatuhan pasien minum antiretroviral pada pasien HIV.
Hubungan Antara Religiusitas dengan Perilaku Mencegah HIV Pada Warga Jemaat GBKP di Kabupaten Karo Elysabeth Sinulingga; Agung Waluyo; Sri Yona; Tris Eryando
JKM : Jurnal Keperawatan Merdeka Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan Merdeka
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.003 KB) | DOI: 10.36086/jkm.v2i1.1245

Abstract

HIV dan AIDS sampai saat ini angka yang positif selalu meningkat, vaksin AIDS juga belum ada, obat yang diminum hanya mengurangi virus, belum ada obatnya. Oleh karena itu perlu mencegah penyebaran HIV/AIDS pada komunitas warga GBKP di Kabupaten Karo. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adakah hubungan antara tingkat religiusitas dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS di Komunitas Warga GBKP Metode: Desain penelitian ini adalah korelasi dengan cross sectional. Populasinya komunitas gereja GBKP yang memenuhi kriteria inklusi, besar sampel 420 responden yang diambil dengan accending sample. Variabel independent adalah tingkat religiusitas dan variable dependennya perilaku pencegahan HIV/AIDS. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner dan dianalisa dengan uji korelasi chi Square. Hasil: Dari hasil uji korelasi diperoleh nilai p=0,0005. Kesimpulan: Hasil uji statistik didapatkan ada hubungan yang signifikan antara religiusitas dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS.
Pengalaman Tenaga Kesehatan dalam Melakukan Tes HIV pada Ibu Hamil di Puskesmas Rita Ismail; Nurdahlia Nurdahlia; Titi Sulastri; Santa Manurung; Syafdewiyani Syafdewiyani; Sri Yona
Jurnal Keperawatan Vol 8 No 1 (2023): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32668/jkep.v8i1.997

Abstract

The number of new HIV cases in DKI Jakarta is increasing every year. The East Jakarta has the highest incidence of HIV cases. The increasing number of HIV cases is not followed by awareness of HIV test, especially pregnant women. The purpose of this study was to obtain an overview of the experience of health care providers in performing HIV tests on pregnant women. The research method was descriptive narrative with participants from health workers who did HIV tests on pregnant women. The research was conducted at two Community Health Center in East Jakarta. Interviews used structured questions, conducted for 30 – 55 minutes, and recorded using a digital voice recorder with 13 participants. The data were analyzed using content analysis techniques. The four themes emerged including HIV test was mandatory for pregnant women at the first visit (K1); emphasizing on explaining the benefits of HIV test for prevention of HIV transmission in children; coordinating in the implementation HIV test for pregnant women and handling of those who are HIV positive; and challenges in implementing HIV test. in pregnant women. Health education about the importance of HIV test for pregnant women should be done from an early age. Additional of reagents HIV test for mothers from other regions is needed. The results of this study are expected to be input in improving the quality of HIV test for pregnant women.
Co-Authors Adha, Alfi Kurnia Afifah Widyastuti Agung Waluyo Agung Waluyo Agung Waluyo Agung Waluyo Ahmidati, Afiif Ainur & Moch.Achwandi, Ika Alandia Alandia Allenidekania Allenidekania Amelia Ganefianty Anggri Noorana Zahra Anggri Noorana Zahra Arianti Arianti Arief Andriyanto Aries Sulaiman Arifiati, Mulida Aris Purnomo Arisdiani, Triiana Arisdiani, Triiana Armunanto, Anung Widi Astuti Yuni Nursasi Atnawanty, Tia Bakhitah, Khairunnisa Bambang Budi Siswanto Bambang Wispriyono Bambang Wispriyono Chaterina Janes Pratiwi Cut Sarida Pompey Dahlia, Debie - Debbie Dahlia Dewi Gayatri Dewi Irawaty Dewiyanti Toding Dewy Haryanti Parman Dikha Ayu Kurnia Edianto Edianto Edianto Edianto Edis Mari Eko Edy Soesanto Effita Piscesiana Elly Nurachmah Elly Nurachmah Elysabeth Sinulingga Endria, Vika Enny Virda Yuniarti Etty Rekawati Eusabius Separera Niron Fatoni, Mukhamad Firman Firman Firman Firman Fransiska Kurniati Natul Gde Yasa Antarika Gustini Putri Dewanti Herdiana, Dian Herdiana, Dian Herdiana Herliana , Rini Hesti Rahayu Himmatul Khaira Huda , Khoirul I Gd. Nym Ardi Supartha I Made Kariasa I Putu Adi Suryawan Ibnu Sofa Ikhda Ulya, Ikhda Ina Martiana Isnaeni Nur Khayati Iswanto Iswanto jamilah, mimi Jelang, Destya Wenny Joachim Voss Juita Juita Kathleen Norr Khumaidi Khumaidi Komang Noviantari Krisna Yetti Kurnia, Dikha Ayu Kurnianingsih, Neniek Kurniawan, Rahmat Liya Arista Liya Arista Maria Syelvrida Tumina Maria Syelvrida Tumina Maria, Riri Maria, Riri Masfuri - Masfuri Masfuri Meisa Ndari, Arni Budi Meta Agil Ciptaan Muh Abdul Rozaq Muhammad Adam Muhammad Fikri Indra, Muhammad Fikri Mulat Sari Mulida Arifiati Mulida Arifiati Mustikasari Mustikasari Nana Rochana, Nana Natul, Fransiska Kurniati Nia Khusniyati Nirwanto K. Rahim Novarita, Maria Devi Nurachmah, Elly Nurdahlia Nurdahlia Pandan Enggarwati Parman, Dewy Haryanti Pendet, Ni Made Diah Pusparini Prasetyanto, Deny - Purba, Sariaman Puteri Hirika Reptes Rabiatul Addawiah Rahmat Kurniawan Rany Novia Wardin Ratna Aryani Ratna Aryani Ratna Sitorus Regina Situmorang Riri Maria Riri Maria Riska Eka Fatma Hasibuan Rita Ismail Rizal, Imam Kurniawan Rohmah, Assyfa Siti Rusyda Anshari S., Chiyar Edison Santa Manurung Senja Paramita Shendika Wirastiningtyas Sidik Awaludin Silaban, Anna Ria Siswanto , Bambang Budi Siti Nurlaelah Sitti Shoimatul A Sri Endah Handayani Sri Wirayuni Ni Luh Putu SUKARMIN Sukarmin Sukarmin Sukarmin Susi Dwi Utarti Syafa'atun Mirzanah Syafdewiyani Syafdewiyani Syafdewiyani, Syafdewiyani Tia Atnawanty Titi Sulastri Tony Suharsono, Tony Triani Banna Tris Eryando Tris Yonado Tumina, Maria Syelvrida Tuti Herawati Vika Endria Vika Endria Waluyi=o, Agung Wanto Juli Silalahi Wati Melawati Wita Handayani Yati Afiyanti Yeane Anastania Yudi Elyas Yudi Elyas Yudia Eriza Yulia Yulia Yulia Yuliasih Yuliasih Yunisar Gultom Zahra, Anggri Noorana Zaki, Muhammad