Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

TINGKAT KESIAPAN GURU BAHASA INDONESIA DALAM MERENCANAKAN PEMBELAJARAN DRAMA DI KELAS XI SMA NEGERI DI PURBALINGGA Rianti, Sri Hari; Memet Sudaryanto; Nur Indah Sholikhati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.38459

Abstract

Drama memiliki peran strategis dalam pembelajaran Bahasa Indonesia karena membantu pengembangan keterampilan berbahasa, kreativitas, serta pembentukan karakter siswa. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran drama di tingkat SMA belum optimal, terutama terkait kesiapan guru dalam merancang pembelajaran. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, guru diharuskan adaptif dalam menyusun perangkat ajar, memilih media, dan mengintegrasikan Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat kesiapan guru Bahasa Indonesia dalam merencanakan pembelajaran drama di kelas XI SMA Negeri Kabupaten Purbalingga tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif karena mampu memberikan gambaran objektif mengenai kondisi aktual melalui pengolahan data angka. Data dikumpulkan menggunakan angket tertutup skala Likert yang disusun berdasarkan lima indikator utama: tujuan pembelajaran, materi, sumber belajar, kegiatan, dan penilaian. Instrumen divalidasi melalui expert judgment menggunakan indeks Aiken. Selain angket, dokumentasi perangkat ajar dianalisis untuk melihat kesesuaian antara persepsi guru dan bukti administratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum guru menilai diri mereka cukup siap dalam menetapkan tujuan, memilih materi, merancang kegiatan, menentukan media, dan menyusun penilaian, terlihat dari dominannya respons positif. Namun, analisis dokumentasi mengungkapkan bahwa kelengkapan modul ajar, media, LKPD, dan instrumen penilaian belum sepenuhnya memenuhi standar. Beberapa komponen penting, seperti perumusan capaian pembelajaran, indikator, dan rubrik penilaian, masih perlu diperjelas.Dapat disimpulkan bahwa kesiapan guru berada pada kategori cukup siap, tetapi masih memerlukan peningkatan terutama dalam aspek teknis penyusunan perangkat ajar dan pemahaman kurikulum. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan profesional guru untuk mendukung efektivitas pembelajaran drama di SMA.
Pengukuran Keterampilan Menulis Puisi Siswa Kelas X SMA Negeri di Purwokerto Dewi, Adinda Rismaya; Sudaryanto, Memet; Martha, Nia Ulfa
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i1.3312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur keterampilan menulis puisi siswa kelas X SMA Negeri di Purwokerto menggunakan instrumen berupa rubrik penilaian yang valid dan reliabel. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel diperoleh melalui teknik random sampling yang melibatkan 330 siswa kelas X SMA Negeri di Purwokerto. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes unjuk kerja menulis puisi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan mengonversi skor menjadi nilai untuk menentukan nilai tertinggi, nilai terendah, dan nilai rata-rata lalu dikategorikan. Penilaian terhadap puisi karya siswa menghasilkan nilai tertinggi 100, nilai terendah 53, dan nilai rata-rata 76 yang masuk ke dalam kategori baik. Meskipun siswa menunjukkan keterampilan yang baik dalam menulis puisi, diperlukan penguatan terhadap kriteria penilaian kekuatan citraan (imajinasi) agar keterampilan menulis puisi siswa dapat berkembang secara lebih komprehensif. Hasil pengukuran dapat digunakan oleh guru Bahasa Indonesia kelas X tingkat SMA sebagai pedoman dalam merancang strategi pembelajaran menulis puisi yang lebih efektif sesuai dengan kebutuhan siswa.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Bahan Ajar Drama Berbasis Cerita Rakyat Banyumas: Analysis of the Needs for Developing Drama Teaching Materials Based on Banyumas Folk Tales Lutfiyah, Nurul; Sudaryanto, Memet; Martha, Nia Ulfa
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 5 No. 03 (2025): Research Articles, December 2025
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v5i03.7375

Abstract

This study aims to analyze the need to develop drama teaching materials based on Banyumas folklore, as an effort to provide materials that are relevant to students' needs and characteristics. This study uses the Research and Development (R&D) method using the ADDIE model. The focus of the study is the needs analysis stage, the first part of the ADDIE development model. The population in this study was all high school students in the Purwokerto area who received drama material in Indonesian Language subjects. From this population, the study collected samples from two schools: SMAN 5 Purwokerto and SMAN 3 Purwokerto. The results showed that students had a positive perception of drama learning and gained meaningful learning experiences, especially in aspects of self-expression, social interaction, and mental strengthening. However, the available teaching materials remained general, did not cover the full range of drama theory, and did not include examples grounded in local culture. Students also indicated a need for more comprehensive teaching materials that cover affective, psychomotor, and cognitive aspects. Furthermore, students have a favorable view of Banyumas folktales as a learning resource, particularly because their geographical and cultural proximity makes it easier for them to understand the values and moral messages conveyed in these tales. These findings confirm the need to develop drama teaching materials based on Banyumas folktales to provide contextual, meaningful, and student-centered learning.