Claim Missing Document
Check
Articles

Sistem Anggaran Rumah Sakit yang Berorientasi Kinerja untuk Meningkatkan Kualitas Keuangan Publik Sulistiadi, Wahyu
Kesmas Vol. 2, No. 5
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya meningkatkan mutu pelayanan terbaik dan untuk memperbaiki standar pelayanan, manajemen di rumah sakit perlu memperhatikan kinerja pencapaian unit-unit pelaksana pelayanan kesehatan tersebut. Salah satu upaya mengalokasikan sumber daya rumah sakit dalam pengendalian kinerja pelayanan rumah sakit adalah sistem anggaran. Kebanyakan rumah sakit yang merupakan keuangan publik masih mengandalkan sistem anggaran tradisional dalam perencanaan anggarannya. Sistem anggaran rumah sakit berorientasi pada kinerja (performance budgeting) merupakan upaya terobosan prinsip anggaran tradisional yang kerap dilakukan. Walaupun ada kesulitan dalam menentukan output measurement, sistem anggaran ini dapat diandalkan dalam reformasi keuangan rumah sakit karena memiliki banyak kelebihan dalam akuntabilitas keuangan rumah sakit. In order to increase service quality and to improve service standard, hospital management should give attention to performance achievement of each unit within hospital system. One way of allocating hospital resources in controlling hospital service performance is budgeting system. Most government hospitals still use traditional budgeting system in planning the budget. Performance budgeting system is a breakthrough compared to traditional budgeting system. Although there are still difficulties in determining the output measurement, the performance budgeting system can be counted on hospital financial reform due to its accountability.
Using the Reach, Effectiveness, Adoption, Implementation, Maintenance Framework in the Evaluation of Community-Based Adolescent Care Pilot Program Al Aufa, Badra; Sulistiadi, Wahyu; Nurmansyah, Mochamad Iqbal; Syiroj, Agung T R; Koire, Ibrahim Isa
Kesmas Vol. 15, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Posyandu Remaja (Posmaja) is a community-based adolescent care service in Indonesia that comprises a group of adolescents working as volunteers and healthcare workers under the guidance and responsibility of the Public Health Centre and City Health Office. The study aims to provide a formative evaluation program of Posmaja using the Reach, Effectiveness, Adoption, Implementation, and Maintenance (RE-AIM) framework. This research used a qualitative approach and took place in South Tangerang City, Indonesia. The data were collected from July until December 2018. Nineteen people participated in the study. The study used in-depth interviews and focus group discussions that adopted the RE-AIM framework for data collection. Content analysis was used to analyze the collected data. The majority of Posmaja’s participants were male adolescents aged around 15 years old. Common themes generated were “adolescent empowerment,” “increasing health knowledge,” and “monitoring health and nutrition” as a result of doing the pilot program. Volunteers and healthcare workers recognized the benefits of Posmaja and thus encouraged the adoption of the program. This awareness, followed by the city Health Office’s willingness to fund and adopt the program, was viewed as highly necessary for the program’s continuation.
Handling of Public Stigma on COVID-19 in Indonesian Society Sulistiadi, Wahyu; Rahayu, Sri; Harmani, Nanny
Kesmas Vol. 15, No. 5
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coronavirus disease 2019 (COVID-19) patients, their families, health workers, and cemetery officials are not only haunted by tragedies of the new coronavirus but are also stigmatized by the community. Stigma can be very detrimental to social life because it can be long-lasting without proper social measures. This qualitative study examined some cases of stigma in Indonesia. The interview was broadcast both live and online by a private television station, in April 15, 2020, and supplementary informationwas obtained from reliable news stories published by various mass media and from interviews with various groups of people. We identified the limited availability of personal protective equipment among health workers, a public lack of clear understanding regarding COVID- 19, the distortion of news by various media, and a lack of clarity among those responsible for providing education, information, and communication. The government has not acted in a sufficiently prompt mannerto prevent the spread of imported infectious diseases, resulting in local transmission and creating various stigmasamong local communities. Although the infection has already begun to spread, the government must continue toensure the correct understanding and clear mechanismsfor how to prevent COVID-19 among the public.
Nonprescription antimicrobial use during the COVID-19 pandemic: a systematic review Karolina, Sinta; Sulistiadi, Wahyu
BKM Public Health and Community Medicine Vol 39 No 02 (2023)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.v39i02.6901

Abstract

Purpose: Restrictions on mobility, confusion of information, and the lack of scientific evidence related to the treatment of COVID-19 have implications for the emergence of self-medication behavior in the community, especially the use of antimicrobials without a prescription. This study aims to describe the pattern of non-prescription antimicrobial use during the COVID-19 pandemic. Methods: A systematic review was conducted on articles published between 2020-2022 from 3 databases: Embase, Scopus, and Science Direct, examining the use of over-the-counter antimicrobials during the COVID-19 pandemic. Results: 13 relevant studies reviewed usage patterns, including self-medication behavior and antimicrobial dispensing practices without a prescription. Conclusion: The panic during the COVID-19 pandemic triggered the over-the-counter use of antimicrobials without a prescription, both as an effort to prevent and reduce symptoms. The role of community pharmacists and the government is urgently needed to overcome this.
Efektivitas Strategi Marketing RS Terhadap Minat Kunjungan Pasien Maranggi, Octavianus; Sulistiadi, Wahyu; Bachtiar, Adang
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 6 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-imperatif.v4i6.332

Abstract

Kunjungan pasien memiliki peran sentral dalam eksistensi rumah sakit, dan peningkatan kunjungan dapat dicapai melalui strategi pemasaran yang efektif. Melalui Systematic Literature Review dengan metode PRISMA 2020, tujuh elemen bauran pemasaran jasa dievaluasi untuk memahami pengaruhnya terhadap jumlah kunjungan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kunci dalam meningkatkan kunjungan pasien adalah peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di rumah sakit. SDM yang berkualitas tidak hanya memperbaiki citra rumah sakit melalui promosi tidak langsung, tetapi juga berperan penting dalam penyediaan pelayanan kesehatan prima. Kesimpulannya, SDM (People) merupakan elemen krusial dalam strategi pemasaran rumah sakit yang dapat signifikan memengaruhi kunjungan pasien melalui pemberian pelayanan prima
Menilai Efektivitas Pengenalan Rumah Sakit Melalui Media Sosial Instagram di Rumah Sakit X Jakarta Fenilho, Yunita; Azhar, Rodiyah; Izzan Hurruzia, Muhammad; Sulistiadi, Wahyu
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemasaran rumah sakit melalui media sosial Instagram. Dalam era digital, rumah sakit semakin mengadopsi media sosial sebagai alat pemasaran untuk mencapai target audiens yang lebih luas. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis data sekunder dan survei online yang melibatkan responden yang mengikuti akun Instagram rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran rumah sakit melalui Instagram memiliki dampak positif terhadap kesadaran masyarakat tentang layanan kesehatan yang disediakan oleh rumah sakit. Sebanyak 85% responden menyatakan bahwa mereka mengikuti akun Instagram rumah sakit, dan sepenulisr 70% di antaranya mengaku lebih mungkin memilih rumah sakit tersebut untuk layanan kesehatan mereka. Selain itu, konten yang berkualitas, interaktif, dan informatif di Instagram memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pasien dalam memilih rumah sakit. Namun, masih ada tantangan dalam mengukur dampak langsung dari pemasaran Instagram terhadap peningkatan pasien dan pendapatan rumah sakit. Hasil penelitian ini memberikan wawasan penting bagi rumah sakit dalam mengoptimalkan pemasaran melalui media sosial Instagram untuk mencapai keberhasilan jangka panjang.
ANALISIS KOMUNIKASI PEMASARAN SEBAGAI UPAYA MENCAPAI TUJUAN PEMASARAN RUMAH SAKIT: LITERATUR REVIEW Hadi , Putri Halley Sari; Sulistiadi, Wahyu
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i2.1652

Abstract

Strategi pemasaran menjadi salah satu cara yang efektif dalam memenangkan persaingan yang terjadi antar rumah sakit. Komunikasi pemasaran menjadi salah satu strategi pemasaran yang dapat digunakan rumah sakit dalam mempromosikan, memperkenalkan, dan menyampaikan informasi terkait rumah sakit pada masyarakat. Tujuan kajian literatur ini adalah untuk menganalisis terkait komunikasi pemasaran sebagai upaya mencapai tujuan pemasaran rumah sakit. Penulisan ini dilakukan secara literature review dari database Google Scholar, Pro Quoest, dan Garuda. Artikel diskrining sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Sebanyak 6 artikel disaring dari 56 artikel dan kemudian dilakukan kajian literatur yang membahas komunikasi pemasaran sebagai upaya dalam mencapai tujuan pemasaran rumah sakit. Diketahui bahwa tiap rumah sakit memiliki cara sendiri dalam melaksanakan komunikasi pemasaran namun dengan tetap memperhatikan situasi dan kondisi sekitar. Selain itu diketahui bahwa komunikasi pemasaran berpengaruh terhadap tujuan pemasaran. Rumah sakit perlu untuk melakukan analisis menyeluruh terhadap kommunikasi pemasaran yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan pemasaran.
Analisis Sistem Pembiayaan dan Pelayanan pada Klinik Fertilitas : Kajian Naratif Wijaya, Ody; Sulistiadi, Wahyu
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v5i2.3747

Abstract

Klinik fertilitas harus menerapkan good clinical governance serta sistem pembiayaan yang terbaik untuk meningkatkan pelayanan kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pembiayaan dan pelayanan klinik fertilitas di Indonesia. Kajian naratif dilakukan dengan pendekatan meta sintetis. Pencarian literatur dilakukan menggunakan Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Delapan artikel sampel penelitian dianalisis. Untuk meningkatkan pelayanan pasien diperlukan kolaborasi dan komunikasi yang efektif serta efisiensi dalam proses penagihan dan waktu tunggu pemeriksaan. Pembiayaan menggunakan asuransi dapat membantu pasien kesuburan untuk mendapatkan akses pelayanan dengan mudah. Integrasi kerja tim, lingkungan yang mendukung, dan memfasilitasi proses kolaboratif menjadi kunci dalam meningkatkan pelayanan pasien di klinik fertilitas. Pentingnya cakupan Medicaid dalam layanan kesuburan menekankan perlunya akses yang merata bagi semua golongan, serta dukungan untuk pendanaan publik dalam teknologi medis, seperti pembekuan sel telur, dapat mengurangi beban biaya pasien dan meningkatkan aksesibilitas.
ANALISA PERBANDINGAN BIAYA SATUAN MENGGUNAKAN SISTEM ACTIVITY BASED COST (ABC) DENGAN TARIF RAWAT INAP RUMAH SAKIT DI INDONESIA Utami, Sintha; Sulistiadi, Wahyu
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 4 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 4, November 2019
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.105 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v11i4.43

Abstract

Latar Belakang: Biaya satuan merupakan dasar penentuan kebijakan tarif pada beberapa rumah sakit (RS). Dengan mengetahui besarnya biaya satuan, dapat diketahui apakah tarif yang berlaku saat ini sesungguhnya merugi atau menguntungkan. Metode: Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan menganalisa jurnal yang memuat hasil penelitian yang melaporkan hasil perhitungan biaya satuan berdasarkan metode ABC dan membandingkannya dengan tarif RS yang berlaku saat ini. Hasil Penelitian: Hasil analisis menunjukkan bahwa pada rawat inap kelas III, 19 RS (83%) memiliki tarif dibawah perhitungan biaya satuan dan 4 RS (17%) memiliki tarif diatas perhitungan biaya satuan. Kelas II, 16 RS (76%) memiliki tarif dibawah perhitungan biaya satuan dan 5 RS (24%) memiliki tarif diatas perhitungan biaya satuan. kelas I, 10 RS (45%) memiliki tarif dibawah perhitungan biaya satuan dan 12 RS (55%) memiliki tarif diatas perhitungan biaya satuan. Kelas Utama, tidak ada RS yang memiliki tarif dibawah perhitungan biaya satuan dan 5 RS (100%) memiliki tarif diatas perhitungan biaya satuan. Kelas VIP, 4 RS (20%) memiliki tarif dibawah perhitungan biaya satuan dan 16 RS (80%) memiliki tarif diatas perhitungan biaya satuan. Kelas VVIP, tidak ada RS yang memiliki tarif dibawah perhitungan biaya satuan dan 5 RS (100%) memiliki tarif diatas perhitungan biaya satuan. Kesimpulan: Tarif RS yang berlaku saat ini pada kamar rawat inap kelas III dan kelas II lebih kecil dari hasil perhitungan biaya satuan metode ABC (merugi). Sedangkan tarif RS pada kamar rawat inap kelas I, Utama, VIP dan VVIP yang berlaku saat ini lebih besar dari perhitungan biaya satuan metode ABC (menguntungkan). Comparative Analysis of Unit Cost Using Activity Based Cost System with Hospital Inpatient Rates in Indonesia Abstract Background: Unit cost is the basis for determining tariff policies at several hospitals (RS). By understanding the unit cost, it can be identified whether the current tariff is really beneficial or detrimental/disadvantage. Methods: The method used is descriptive analysis which is done by analyzing journals that contain research results reporting the results of unit cost calculations based on the ABC method and compare them with the current hospital rates. Results: The analysis showed that in 3rd class hospitalization, 19 hospitals (83%) had rates below the unit cost calculation and 4 hospitals (17%) had rates above the unit cost calculation. 2nd Class, 16 hospitals (76%) have rates below the unit cost calculation and 5 hospitals (24%) have rates above the unit cost calculation. First class, 10 hospitals (45%) have rates below the unit cost calculation and 12 hospitals (55%) have rates above the unit cost calculation. First Class, there are no hospitals that have rates below the unit cost calculation and 5 hospitals (100%) have rates above the unit cost calculation. VIP class, 4 hospitals (20%) have rates below the unit cost calculation and 16 hospitals (80%) have rates above the unit cost calculation. Class VVIP, there are no hospitals that have rates below the unit cost calculation and 5 hospitals (100%) have rates above the unit cost calculation. Conclusion: The current hospital rates in 3rd class and 2nd class inpatients are smaller than the results of the ABC unit cost calculation (loss). Whereas the current hospital tariffs for first class, Utama, VIP and VVIP inpatient rooms are greater than the ABC unit cost calculation (profit). Keywords: Unit Cost, Activity Based Cost System, Hospital
Evaluasi Program Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) Mahdur, Rika Risalam; Sulistiadi, Wahyu
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 1 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 1, Februari 2020
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.015 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v12i1.55

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Salah satu permasalahan saat ini yang dihadapi dalam pembangunan kesehatan Indonesia adalah beban ganda penyakit, dimana masih banyaknya penyakit infeksi yang harus ditangani dan semakin meningkatnya penyakit tidak menular (PTM). Untuk mengendalikan PTM, sistem pengelolaan program-program kesehatan yang ada perlu dievaluasi. Salah satu program kesehatan yang erat kaitannya dengan upaya pengendalian PTM adalah program posbindu PTM yang dikembangkan oleh Kemenkes RI. Metode: penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menggunakan database google cendikia. Hasil: Hasil penelitian terhadap evaluasi program posbindu PTM di berbagai daerah tersebut dibagi menjadi evaluasi input, proses, dan output dan disetiap indikator evaluasinya masih ditemukan masalah dalam pelaksanaannya. Kesimpulan: hasil evaluasi ini diharapkan bisa menjadi pertimbangan untuk perencanaan program posbindu PTM yang lebih baik lagi, bisa diterapkan sesuai dengan kemampuan masyarakat serta adanya kolaborasi antar lintas sektoral. Kata Kunci: Evaluasi program, Penyakit tidak menular, Posbindu PTM Evaluation Of Posbindu PTM Abstract Background: One of the problems currently facing in Indonesia’s health development is a burden double disease where there are many infection diseases which should be handled and the increasing non-communicable disease (NCD). To control NCD, health programs management systems should be evaluated. One of the programs health that were closely related with the effort to control NCD is Posbindu PTM developed by the ministry of health of the Republic of Indonesia. Methods: The method used is literature review using google scholar database. Result: The outcome of research on evaluating the posbindu PTM in various areas were split into input , process, and output indicators and on their evaluations there were problems in its implementation. Conclusion: The evaluation was expected to be consideration for planning for posbindu PTM better, workable according to the ability of the community, and also The collaborative sectors. Keywords: Evaluation, Noncommunicable Disease, Posbindu PTM
Co-Authors Abriani, Fanny Annisa Adang Bachtiar Al Asyary Alfiani, Ika Fitri Arbitera, Cahya Ardiani, Revy Arismen Arismen Azhar, Rodiyah Azis, Sri Juniarti Badra Al Aufa Bajri, Ahmad Bantolo, Suryo Bawazier, Nisma Boy Muchlis Bachtiar Damanik, Regina Destrina Damput, Fransiska Satriani Dewajanti, Hanny Dumilah Ayuningtyas Eka Ginanjar ekasari, ferti dwi Embu, Yoseph Kea Endah Lestari Endang Winiati Bachtiar Evi Martha Fairiska, Nindy Faridah, Iva Nur Fatimah, Sarah Fenilho, Yunita Fitria Fitria Ganapati, Ngakan Putu Daksa Gustik, Vellyana Hadi , Putri Halley Sari Hamzah, Aries Hardjanti, Amalia Ari Ikhwan Rinaldi Izzan Hurruzia, Muhammad Junaidi, M. Andri Kamaluddin, Rachmat Karolina, Sinta Katon, Danar Wahyu Giwang Kirana, Irin Koire, Ibrahim Isa Leawaty, Leawaty Liusono, Justinus Lova, Lovia Lubis, Ivan Reynaldo Mahdur, Rika Risalam MALA HAYATI, MALA Mangoma, Joyce Manik, Irfan Rohot Uli Maranggi, Octavianus Mayansari, Addinda Intan Melissa, Hilda Mochamad Iqbal Nurmansyah Muchtar muchtar Muhammad Tsany Saadi Muhammadi, Muhammadi Mulyanti Mulyanti nabella, nabella Nanda, Esi Daktari Nanny Harmani Natalia, Tiara Edithia Nova, Narizma Novolino, Novalino Nugroho, Bagus Paramita, Bunga Listia Pattiselanno, Roberth J. Pertiwi, Revita Anisa Primasari, Elsa Purnawan Junadi Putri, Rizkha Nadha Hasrizal Putrie Sesunan, Rheine Indira Rahmadini, Indah Mustika Rahmawati, Layli Ratna Ramadhani Refyan, Sarah Athiyyahmaulidya Rita Kumalasari Riupassa, Kelvin Riupassa, Kelvin E Safi’i, Akhmad Salimah, Nahda Sari, Noormaya Setyaningsih, Tyas Shameela, Alika Sjaaf, Amal Chalik SRI RAHAYU Suwandi, Indah Pratiwi Syiroj, Agung T R Taufik, Nadya Aviliyani Tjen Dravinne Winata Utami, Sintha Veruswati, Meita Wijaya, Andreas Wijaya, Ody Yuliana S, Rina Zuhdi, Nadya Adina