Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Pojok Baca untuk Meningkatkan Minat Baca Siswa Kelas V SDI Malafai Maria Alexandra Itu; Yosefina Uge Lawe; Pelipus Wungo Kaka; Maria Alexandra Itu; Yosefina Uge Lawe; Pelipus Wungo Kaka; Ermelinda Yosefa Awe
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 5 No. 5 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v5.i5.2025.5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat pojok baca dalam meningkatkan minat baca siswa kelas 5 di SDI Malafai. Jenis penelitian ini adalah penelitian Tindakan kelas (PTK) mengikuti desain Kemmis & McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) Tindakan, (3) pengamatan, (4) refleksi, yang dalam pelaksanaan serta observasi dilakukan secara bersamaan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa siswi kelas V SDI Malafai yang berjumlah 5 orang. Objek penelitian ini adalah pemanfaatan pojok baca dalam meningkatkan minat baca. Metode pengumpulan data adalah observasi dan angket. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan angkat dan dianalisis dengan statistik deskriptif kuantitatif. Melalui pojok baca, siswa tidak hanya diberikan akses terhadap buku-buku Pelajaran, tetapi juga buku cerita, majalah, dan sumber bacaan lain yang relevan untuk menstimulasi minat dan kebutuhan membaca . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan pojok baca mampu meningkatkan minat baca siswa kelas V SDI Malafai, dari 44% pada siklus I menjadi 72% pada siklus II. Berdasarkan hasil angket, minat baca siswa berada pada kategori kuat dengan rentang nilai 61–80%. Temuan ini memperkuat bukti bahwa pojok baca dapat menjadi sarana efektif dalam membangun budaya literasi dan meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan membaca di sekolah dasar.
Penggunaan Media Papan Tebak Aku untuk Meningkatkan Kemampuan Numerasi Siswa Kelas V SD Yovita Maria Pawe; Maria Patrisia Wau; Pelipus Wungo Kaka; Yovita Maria Pawe; Maria Patrisia Wau; Pelipus Wungo Kaka; Ermelinda Yosefa Awe
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 5 No. 5 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v5.i5.2025.3

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peningkatan kemampuan numerasi siswa melalui penggunaan media papan tebak aku. Jenis penelitian yang diterapkan yakni Penelitian Tindakan Kelas mencakup II siklus. Pada setiap siklus memiliki tahapan: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ialah siswa kelas V SDK Majamere berjumlah 19 orang dengan objek yang diteliti yaitu tingkat kemampuan numerasi siswa dengan menggunakan media papan tebak aku. Metode pengumpulan data mencakup observasi, dokumentasi dan tes, dengan instrumen berupa soal tes uraian. Data dianalisis menggunakan analisis kuantitatif untuk mengetahui capaian belajar siswa berupa rata-rata juga persentase ketuntasan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan yang signifikan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I nilai tingkat kemampuan numerasi siswa tergolong rendah dibuktikan dengan rata-rata 43,11 dan persentase ketuntasan 26,31%. Sedangkan siklus II rata-rata siswa menjadi 66,89 dan persentase ketuntasan 84,21%. Sehingga disimpulkan penggunaan media papan tebak aku dikatakan efektif meningkatkan kemampuan numerasi siswa.
Peran Guru Sebagai Fasilitator Dalam Upaya Preventif Perilaku Bullying di Sekolah Dasar Priska Dhiu; Ermelinda Yosefa Awe
Jurnal Riset Pendidikan Multidisiplin dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrppm.v1i4.163

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru sebagai fasilitator dalam upaya mencegah perilaku bullying yang ada di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode tanya jawab (wawancara) dan pengamatan langsung (observasi) kepada guru, kepala sekolah, dan murid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di sekolah tersebut masih sering terjadi saling ejek nama orang tua, tindakan fisik ringan, hingga kakak kelas yang meminta uang secara paksa kepada adik kelas. Menghadapi hal ini, guru tidak lagi hanya mengajar di depan kelas, tetapi bertindak sebagai "teman bicara" bagi siswa. Guru lebih memilih mengajak siswa berdiskusi dari hati ke hati untuk menanamkan rasa peduli daripada langsung memberikan hukuman berat. Langkah pencegahan dilakukan dengan cara mendekati siswa secara emosional dan bekerja sama dengan orang tua. Hasilnya, siswa jadi lebih berani untuk melapor jika diganggu. Namun, tantangan yang ada adalah siswa seringkali masih menganggap ejekan sebagai candaan biasa karena belum paham batasannya. Selain itu, banyaknya tugas administrasi membuat guru terkadang sulit mengawasi siswa setiap saat. Kesimpulannya, peran guru yang peduli dan mau mendengarkan adalah kunci utama mencegah bullying, namun sekolah juga perlu memberikan dukungan agar guru memiliki lebih banyak waktu dan kemampuan untuk merangkul perasaan setiap siswa.
Pendampingan Identifikasi Warisan Budaya Berbasis 10 Objek Pengembangan Budaya Bagi Mahasiswa STKIP Citra Bakti Ermelinda Yosefa Awe
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/nucsjo.v2i1.249

Abstract

Pengabdian pada masyarakat ini untuk meningkatkan wawasaan dan pemahaman mahasiswa terhadap 10 objek pemajuan kebudayaan , melakukan identifikasi bentuk bentuk warisan budaya lokal di kabupaten Ngada dan dapat dikategorikan dalam 10 objek pemajuan kebudayaaan, mendorong keterlibatan aaktif mahasiswa dalam upaya pelestarian warisan budaya lokal. Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif yaitu pendekatan yang melibatkan mahasiswa sebagai subiek aktif dalam proses pembelajaran, identifikasi,dan pelestarian nilai budaya. Mahasiswa tidak hanya menerima maateri secara teoretis di daalaam kelas, tetapi mahasiswa langsung terlibat dilapangan dalam melaakukan proses identifikasi dan dokumentasi objek-objek budaya lokal Teknik pengumpulan data yang digunaakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah sebagai berikut, wwancara, observasi langsung, studi dokumentasi dan literature. Data yang telah dikumpulkan akan dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman mahasiswa tentang kebudayaan secara utuh dan konsep 10 objek pemajuan kebudayaaan. Selain itu mahasiswa mampu melakukan identifikasi objek pemaajuan kebudayaan yang masih ada dan hidup di dalam masyarakat antara lain kesenian (tarian, lagu), Permainan tradisional, Teknologi tradisional, Pengetahuan tradisional, Tradis lisan, Ritus dan adat istiadat
STRATEGI PENDAMPINGAN BELAJAR DALAM MEMPERSIAPKAN SISWA KELAS VI UNTUK MENGIKUTI KEGIATAN TENGAH SEMESTER SDK REGINA PACIS BAJAWA Ermelinda Yosefa Awe; Vinsensius Pala; Yunita Weli; Maria Elisabeth Mopa
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin (Februari)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i2.6583

Abstract

Pendampingan belajar merupakan salah satu strategi penting dalam membantu siswa sekolah dasar mempersiapkan diri menghadapi kegiatan tengah semester. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pendampingan belajar yang diterapkan dalam mempersiapkan siswa kelas VI SDK Regina Pacis Bajawa dalam menghadapi kegiatan tengah semester. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek siswa kelas VI, guru kelas, dan mahasiswa PLP. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa strategi pendampingan belajar yang meliputi bimbingan belajar terjadwal, penguatan materi inti, latihan soal, serta pendampingan motivasional mampu meningkatkan kesiapan belajar siswa, baik dari aspek kognitif maupun afektif. Siswa menjadi lebih percaya diri, aktif bertanya, dan menunjukkan pemahaman yang lebih baik terhadap materi pelajaran. Dengan demikian, strategi pendampingan belajar efektif digunakan sebagai upaya sistematis dalam membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi kegiatan tengah semester.
PEMBELAJARAN INKLUSI SEBAGAI UPAYA MENCIPTAKAN LINGKUNGAN BELAJAR RAMAH ANAK DI SD KRISTEN GENERASI UNGGUL Margaretha Boa; Stefania Klaudia Fransiska Moma; Ermelinda Yosefa Awe
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin (Februari)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i2.6584

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan pembelajaran inklusi di SD Kristen Generasi Unggul dan bagaimana dampaknya dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah bagi anak. Melalui metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, peneliti menggali informasi langsung dari guru kelas melalui wawancara dan pengamatan langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SD Kristen Generasi Unggul memiliki komitmen yang sangat kuat dalam menerima semua anak tanpa membeda-bedakan latar belakang mereka. Sekolah ini telah berhasil membangun suasana belajar yang aman, harmonis, dan bebas dari tindakan perundungan (bullying). Guru-guru di sini juga sudah mulai menerapkan pembelajaran berdiferensiasi untuk menyesuaikan materi dengan kemampuan siswa yang beragam. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah belum adanya Guru Pembimbing Khusus (GPK), sehingga guru kelas harus bekerja ekstra keras mendampingi anak berkebutuhan khusus sambil tetap mengejar target kurikulum. Terkadang, keterbatasan ini membuat anak berkebutuhan khusus belum bisa terlibat sepenuhnya dalam materi pelajaran yang mendalam. Kesimpulannya, sekolah ini sudah berhasil menciptakan lingkungan yang ramah secara sosial dan emosional, namun masih memerlukan dukungan tenaga ahli, teknologi, serta kebijakan kurikulum yang lebih fleksibel agar setiap anak bisa berkembang maksimal sesuai potensinya.
PENERAPAN BUDAYA DISIPLIN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR Yuliana Mesa; Ermelinda Yosefa Awe; Michael Baptista Rei; Natresia Gai Doa; Cresentia Nega; Maria Ketrina Sevina
Jurnal Citra Magang dan Persekolahan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Citra Magang dan Persekolahan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcmp.v4i3.7182

Abstract

Pembentukan karakter disiplin perlu dilakukan sejak sekolah dasar melalui budaya sekolah yang diterapkan secara konsisten. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan budaya disiplin dan perannya dalam membentuk karakter peserta didik pada lima sekolah dasar di Kecamatan Soa dan Bajawa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang didukung data kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin waktu berada pada kategori baik hingga sangat baik, disiplin berpakaian memperoleh capaian tertinggi sebesar 94,19%–96,91%, sedangkan disiplin belajar menunjukkan variasi antarsekolah. Penerapan tata tertib, pembiasaan, keteladanan guru, sanksi edukatif, dan kerja sama dengan orang tua mendukung berkembangnya tanggung jawab, kemandirian, kejujuran, kerja sama, kepedulian, dan kesopanan. Disimpulkan bahwa budaya disiplin berperan penting dalam pembentukan karakter peserta didik dan perlu diperkuat secara berkelanjutan melalui evaluasi serta kolaborasi sekolah dan keluarga, terutama untuk meningkatkan ketepatan waktu dan penyelesaian tugas.
PENERAPAN MODEL QUANTUM LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA PEMBELAJARAN TEMATIK SISWA KELAS IV SDI RUTOSORO Ermelinda Yosefa Awe; Maria Patrisia Wau; Maria Fransiska Noo
Jurnal Citra Pendidikan Anak Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Citra Pendidikan Anak
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcpa.v4i1.2750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA dengan menerapkan model quantum learning pada siswa kelas IV SDI Rutosoro. Jenis penelitian merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan 2 siklus. Pengumpulan data dilakukan dengan mamberikan tes pada akhir siklus. Teknik analysis data dilaksanakan decara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian pada siklus 1 dengan presentase 57,61% kategori cukup baik, sedangkan pada siklus 2 sebesar 86,11% kategori sangat baik. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar IPA siklus sebesar 28,5%. Penelitian ini menyajikan bahwa model quantum learning yang telah diterapkan pada pembelajaran tematik dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDI Rutosoro.
MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN DASAR BERBASIS KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK DAN KONTEKS LOKAL Ermelinda Yosefa Awe
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v6i3.7228

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk merumuskan model pengembangan kurikulum pendidikan dasar berbasis karakteristik peserta didik dan konteks lokal. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan satuan pendidikan dasar untuk mengembangkan kurikulum yang tidak hanya mengacu pada standar nasional, tetapi juga relevan dengan keragaman peserta didik dan lingkungan tempat mereka belajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data diperoleh dari buku teori kurikulum, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Analisis dilakukan melalui reduksi data, klasifikasi tema, sintesis konsep, dan perumusan model. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum pendidikan dasar perlu mengintegrasikan tiga unsur utama, yaitu standar nasional, karakteristik peserta didik, dan konteks lokal. Model yang dirumuskan mencakup delapan tahap, yaitu analisis standar dan capaian pembelajaran, pemetaan karakteristik peserta didik, pemetaan konteks lokal, perumusan tujuan pembelajaran, pengembangan materi dan sumber belajar kontekstual, pemilihan strategi pembelajaran berdiferensiasi, asesmen autentik, serta evaluasi berkelanjutan. Model ini diharapkan dapat membantu sekolah dasar menyusun kurikulum yang adaptif, kontekstual, bermakna, dan berorientasi pada kebutuhan nyata peserta didik.
PENERAPAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING BERBASIS CERITA RAKYAT ETNIS NGADHU BHAGA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS SEKOLAH DASAR Vinsensius Pala; Yosefa Awe, Ermelinda; Patrisia Wau, Maria; Laba Laksana, Dek Ngurah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.60630

Abstract

The use of the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach combined with local ethnic folklore is an alternative learning method that can connect material to the context of students' lives, thus potentially improving critical thinking skills. However, the implementation of local culture-based contextual learning in Indonesian language learning is still not optimal, so students' critical thinking skills need to be improved. This study aims to determine the effectiveness of the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach based on Ngadhu-Bhaga ethnic folklore in improving critical thinking skills of grade VI A students of SDK Regina Pacis Bajawa. This study used the Classroom Action Research (CAR) method with the Kemmis and McTaggart design, which was implemented in three cycles. The research subjects were 22 students, while the object of the research was students' critical thinking skills on narrative text material. Data were collected through observation, interviews, tests, and documentation. The research instruments included observation sheets of teacher and student activities, interview guidelines, critical thinking skills tests, critical thinking skills assessment rubrics, and documentation. Data were analyzed descriptively qualitatively and quantitatively. The results showed an increase in students' critical thinking skills in each cycle. The average value of critical thinking ability increased from 54.77 in the pre-action stage to 65.00 in Cycle I, 75.68 in Cycle II, and 82.27 in Cycle III. This increase indicates that the implementation of CTL based on Ngadhu-Bhaga ethnic folklore is able to encourage active student involvement and help them connect learning materials with local experiences and cultural environments. Thus, the CTL approach based on Ngadhu-Bhaga ethnic folklore is effective in improving students' critical thinking skills and creating more meaningful and contextual Indonesian language learning.
Co-Authors Agustin Palmarista Bela Albinus Moma Ana Fortunata Longa Anastasia Azi Anastasia Moi Nilu Andi Nafsia Anselmus Fegi Saputra Anu, Theresia Irmina Arif Rahman Hakim Ary, Maria Anjelina Azi, Vinsensius Meo Baghe, Martina Simplisia Basan, Mario Antonius Bate Dopo, Ferdinandus Bela, Agustin Palmarista Benge, Kristina Benge, Kristina Bhena, Maria Melania Oktaviana Bhoko, Paula Maria Chatarina Ciak, Maria Sintia Cresentia Nega Dae, Wilgildus Lako Daniela Densi Dhiku Deghe, Marselinus Desak Putu Parmiti Dhiu, Maria Isabela Dimas Qondias Dimas Qondias Dionisia Alfiana Jojon Dionisius Tebu Dua, Marselina Edo, Fatima Claudian Efrida Ita Elisabeth Tantiana Ngura Engo, Maria Florentina Ermelinda Mbagha Ester Rosadalima Kae Fachry Abda El Rahman Falentina Kedhi Fatima claudian Edo Ferdinandus Bate Dopo Ferdinandus Tando Fiktoria Nau Bhaghi Fono Fole, Fransisika Fransikus Xaverius Ria Fransisika Fono Fole Fransiska Angelina Dhoka Fransiska Angelina Dhoka Fransiska Maria Mulu Keti Ho’o, Vinsensia Theresia Ho’o, Vinsensia Theresia Jaun, Algiana Yuliamat Rasapril Jodho, Maria Nio Jojon, Dionisia Alfiana Kae, Ester Rosadalima Kaka, Pilipus Wungo Kua, Maria Yuliana Laba Laksana, Dek Ngurah Laksana, Dek Ngurah Laba Lingis, Sofia Longa, Ana Fortunata Lusia Florida Dhiu Mara Oktaviani Pio Margaretha Boa Maria Alexandra Itu Maria Alexandra Itu Maria Alfonsa Kero Maria Alfonsia Meo Maria Anjelina Ary Maria Dela Yona Maria Desidaria Noge Maria Desidaria Noge Maria Desideria Noge Maria Efriliana Diru Maria Elisabeth Mau Gaba Maria Elisabeth Mopa Maria Fransiska Noo Maria Goreti Marsuni Maria Jesica Soy Waso Maria Katarina Mau Keno Maria Ketrina Sevina Maria Klarita Mutiara Wini Maria Kristina Ota Maria Lidwina Teku To Maria Melania oktaviana Bhena Maria Patrisia Wau Maria Patrisia Wau Maria Yasinta Ytu Maria Yulita Moi Mario Antonius Basan Marselin Ngilo, Rosita Apriliani Marselina Dua Marselina Yolanda Bupu Marselina Yolanda Bupu Marselinus Deghe Marsianus Aristo Tangi Marsuni, Maria Goreti Martina Simplisia Baghe Mau, Theresia Yasintha Mawa, Hendriana Audogsia Melkior Wewe Melkior Wewe Menge, Patrisia Menge, Rolince Menge, Rufina Meo, Maria Alfonsia Michael Baptista Rei Moi, Maria Yulita Moma, Albinus Natalia Rosalina Rawa Natresia Gai Doa Ndae, Veronika Ndagon, Afriana Natalia Noo, Maria Fransiska Nuwa, Aprilia Ayuni Io Nyoman Dantes Pase, Yohana Patrisia Menge Paula Maria Bhoko Pelipus Wungo Kaka Pio, Maria Oktaviani Priska Dhiu Repu, Maria Restituta Rita, Florida Rolince Menge Rufina Menge Sofia Lingis Soli, Yuliana Soro, Viorentina Meo Stefania Klaudia Fransiska Moma Sutomi, Renaldus Nani Tangi, Marsianus Aristo Tapo, Yohanes Bayo Ola Tebu, Dionisius Teku To, Maria Lidwina Theresia Yasintha Mau Theresita Eno Tunga, Skolastika Vinsensius Meo Azi Vinsensius Pala Vinsensius Pala Viorentina Meo Soro Wilibaldus Bhoke Yasinta Maria Fono Yeremias Rembo Yohanes Bayo Ola Tapo Yohanes Vianey Sayang Yohanes Vianey Sayangan Yohanes Vianey Sayangan Yona, Maria Dela YOSEFINA UGE LAWE . Yovita Maria Pawe Yovita Maria Pawe Ytu, Maria Yasinta Yuliana Mesa Yuliana Soli Yulius Yosef Kasimo Yunita Weli