Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Agroteksos

ANALISIS KEUNTUNGAN DAN PROFITABILITAS USAHATANI RUMPUT LAUT DI KECAMATAN JEROWARU KABUPATEN LOMBOK TIMUR Widiyanti, Ni Made Nike Zeamita; Nursan, Muhammad; Yusuf, M; Husni, Syarif; FR, Aeko Fria Utama; Fadli, Fadli
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 2 (2023): Jurnal Agroteksos Agustus 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i2.891

Abstract

Improving community livelihoods can be done through employment in the marine and fisheries sector. One of the strategic commodities to be developed is seaweed. Seaweed is widely used as a processed ingredient for food, cosmetics, and medicine. East Lombok Regency is one of the largest seaweed development areas in West Nusa Tenggara, even one of its areas is called Seaweed Village. The method of determining the location using purposive sampling and the method of determining the sample with incidental sampling. This study aims to determine the benefits and profitability of seaweed farming in Jerowaru District, East Lombok Regency. Based on the results of the study, the average profit obtained was Rp 55,283,003 per long line per year, where the average total revenue was Rp 65,630,000 per long line per year and the average total cost was Rp 10,676,582 per long line per year. Then the profitability analysis is calculated with NPM (Net Profit Margin) and ROI (Return Of Invesment), where the NPM value is 534.29% and the ROI value is 83.23%, meaning that seaweed farming is feasible. Keywords: Profit, Profitability, Seaweed
MOTIVASI PETANI DALAM BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI DESA SERIWE KABUPATEN LOMBOK TIMUR Widiyanti, Ni Made Nike Zeamita; Setiawan, Rifani Nur Sindy
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i1.1039

Abstract

Seaweed is an important and strategic commodity for the community. Seaweed cultivation activities can generate income for farmers. Therefore, it needs to get special attention from related parties. Farmer motivation is one factor that needs to be considered because it can affect seaweed cultivation activities carried out by farmers. Indirectly, it can also affect the production activities and income of farmers. The objectives of this study, namely (1) Knowing the level of motivation of farmers in seaweed cultivation in Seriwe Village, East Lombok Regency and (2) Analyzing the factors that influence the level of motivation of seaweed farmers in Seriwe Village, East Lombok Regency. The analysis method used is the Rank Spearman analysis method. Respondents were seaweed farmers in Seriwe Village, East Lombok Regency. Based on the results of the analysis obtained the level of motivation of farmers in conducting seaweed cultivation is high, which is 76%. Variables that correlate to the level of farmer motivation are income, capital availability, number of family dependents, market availability and price. While variables that do not correlate with motivation, namely: age, education, farming experience, and availability of facilities and infrastructure.
STRATEGI PENGEMBANGAN KOMODITAS UNGGULAN PERIKANAN BUDIDAYA DI KAWASAN EKONOMI KHUSUS (KEK) MANDALIKA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Nursan, Muhammad; Husni, Syarif; Yusuf, M; Widiyanti, Ni Made Nike Zeamita; Rakhman, Amry
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i1.1093

Abstract

Salah satu wilayah ekonomi khusus Indonesia berada di Kabupaten Lombok Tengah yaitu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. KEK Mandalika ini selain sebagai kawasan industri dan pariwisata juga sebagai wilayah pengembangan untuk komoditas-komoditas perikanan budidaya di Provinsi NTB. meskipun demikian pengembangan komoditas perikanan budidaya di KEK Mandalika belum dilakukan berdasarkan prioritas keunggulan wilayah masing-masing selain itu, strategi pengembangan komoditas belum komperehensif sehingga produktivitas usaha perikanan budidaya masih rendah dan belum maksimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui faktor internal dan eksternal pengembangan komoditas unggulan perikanan budidaya, 2) merumuskan strategi pengembangan komoditas unggulan perikanan budidaya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan penelitian kuantitatif dan kualitatif (mixed method). Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis SWOT. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor internal pengembangan komoditas unggulan perikanan budidaya yaitu 5 kekuatan dan 4 kelemahan. Faktor eksternal meliputi 4 peluang dan 3 ancaman. Alternatif strategi pengembangan komoditas unggulan perikanan budidaya di KEK Mandalika Kabupaten Lombok Tengah meliputi strategi SO, ST, WO, dan WT.
MODEL SEASONAL AUTOREGRESSIVE INTEGRATED MOVING AVERAGE (SARIMA) UNTUK MEMPREDIKSI JUMLAH PRODUKSI BERAS DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Kusuma, Wirajaya; Setiawan, Rifani Nur Sindy; Widiyanti, Ni Made Nike Zeamita
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i3.1214

Abstract

Beras merupakan salah satu komoditas penting di Indonesia, terutama di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil beras utama di wilayah Indonesia bagian timur. Peramalan jumlah produksi beras di NTB sangat penting untuk mendukung perencanaan kebijakan pertanian dan menjaga ketahanan pangan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi jumlah produksi beras di NTB dengan menggunakan metode Seasonal Autoregressive Integrated Moving Average (SARIMA), yang merupakan pengembangan dari model ARIMA untuk menangani data dengan komponen musiman. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data produksi beras di NTB selama periode 2019 sampai 2023. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Model SARIMA (0,1,1)(0,1,1)12 merupakan model terbaik yang mampu memberikan prediksi yang lebih akurat terhadap jumlah produksi beras di NTB. Hasil prediksi menunjukkan puncak produksi terjadi pada bulan April sebanyak 212,941 ribu ton dan produksi terendah terjadi pada bulan Januari dan Desember dengan masing-masing prediksi 19,093 ribu ton dan 14,459 ribu ton.
MANGROVE FOREST ECOTOURISM MANAGEMENT AND DEVELOPMENT EFFORTS IN SOUTH LEMBAR VILLAGE, WEST LOMBOK REGENCY Widiyanti, Ni Made Nike Zeamita; Husni, Syarif; Yusuf, M.; Nursan, Muhammad
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i2.1175

Abstract

The existence of mangrove forest ecotourism has a positive impact on the development of Lembar Selatan Village. Therefore, it is necessary to make efforts to manage and develop ecotourism so that the resources owned can be maximally utilized by the surrounding community. This utilization certainly aims to preserve nature and improve the welfare of the community. The purpose of this study was to determine the management and development efforts that have been carried out by the community and the government in the mangrove forest ecotourism area in Lembar Selatan Village. The research method was carried out with a descriptive qualitative approach. The sampling method was carried out purposively and the number of respondents was 4 respondents. The results showed that the community and related governments have made several management efforts including hygiene management, asset management, financial management and promotional activities. While development efforts made include: development of area, infrastructure, and ecotourism management.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA LOBSTER BERKELANJUTAN DI KAWASAN TELONG ELONG KABUPATEN LOMBOK TIMUR Nursan, Muhammad; Supriastuti, Eko; Utama FR, Aeko Fria; Widiyanti, Ni Made Nike Zeamita
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1458

Abstract

Kawasan Telong Elong Kabupaten Lombok Timur merupakan kawasan sentra budidaya lobster di Provinsi NTB, meskipun demikian usaha budidaya pembesaran lobster di Kabupaten Lombok Timur saat ini masih memiliki beberapa permasalahan yang perlu diatasi dalam rangka membantu pembudidaya mengembangkan usahanya. Pembudidaya masih dihadapkan pada permasalahan teknologi, permodalan, dan pakan yang masih terbatas dan kurang berkualitas. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengidentifikasi faktor internal dan ekternal; dan 2) merumuskan strategi pengembangan usaha budidaya lobster berkelnjutan di Kabupaten Lombok Timur. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode penelitian deskriptif dengan pendekatan penelitian kuantitatif dan kualitatif (mixed method). Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan metode survei melalui wawancara terstruktur terhadap 60 orang yang diambil secara purposive sampling. Analisis data penelitian yang dikumpulkan menggunakan analisis SWOT. Hasil menunjukkan bahwa strategi utama pengembangan budidaya lobster di Kawasan Telong Elong Kabupaten Lombok Timur adalah Strategi WO (Weakness–Oppurtunies) yaitu strategi yang mampu meminimalkan kelemahan yang ada untuk meraih peluang pengembangan usaha budidaya lobster di Kawasan Telong Elong Kabupaten Lombok Timur. Strategi tersebut meliputi peningkatkan produktivitas usaha budidaya lobster melalui peningkatan kualitas pakan, insfrastruktur dan teknologi budidaya lobster berkelanjutan dan peningkatkan penyuluhan dan pelatihan manajemen usaha budidaya lobster berkelanjutan dan pembuatan pakan berkualitas.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA UDANG VANAME DI KECAMATAN BAYAN, KABUPATEN LOMBOK UTARA. Agustina, Shelly Sylvia; Widiyanti, Ni Made Nike Zeamita
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 3 (2025): Jurnal Agroteksos Desember 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i3.1522

Abstract

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi penyumbang terbesar produksi udang nasional berkat potensi lahan luas, meskipun baru sebagian kecil yang dimanfaatkan secara optimal. Permintaan pasar yang meningkat, ketersediaan lahan potensial, serta kontribusi sektor budidaya terhadap perekonomian daerah menjadi dasar perlunya evaluasi kelayakan usaha yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha budidaya udang vaname di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, sebagai salah satu sentra produksi udang di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 31 pembudidaya. Analisis data meliputi perhitungan biaya tetap, biaya variabel, total biaya, total penerimaan, pendapatan, serta analisis kelayakan usaha yang terdiri atas R/C Ratio, B/C Ratio, dan BEP harga maupun unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biaya produksi sebesar Rp14.394.905 per tahun dengan rata-rata total penerimaan sebesar Rp28.459.274 sehingga menghasilkan rata-rata pendapatan bersih sebesar Rp14.064.369 per tahun. Nilai B/C Ratio yang diperoleh sebesar 2 dan nilai R/C Ratio sebesar 1. Nilai BEP unit sebesar 296 kg dan BEP harga sebesar Rp24.624/kg. Secara keseluruhan, budidaya udang vaname di Kecamatan Bayan layak dijalankan, namun peningkatan efisiensi teknis dan manajerial tetap diperlukan untuk memperkuat keberlanjutan usaha.