Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Optimalisasi Strategi Pemasaran Digital sebagai Upaya Peningkatan Omset bagi UMKM Batik di Era Society 5.0 Wenti Ayu Sunarjo; Amalia Ilmiani; Nadia Putri Kamila
DIMASEKA Vol 1 No 1 (2023): April 2023
Publisher : FEB Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/dimaseka.v1i1.1

Abstract

MSMEs have become one of the forces with a massive impact that has been supporting the country's economy which is overcoming obstacles in the new normal era. The main problem for MSMEs from time to time is continuity, one of which is the decrease in turnover which results in MSMEs not being able to survive long. These problems can be overcome by optimizing the role of innovation in promotion and marketing which is closely related to increasing turnover. One of the strategies that can be carried out is through the promotion and marketing of online media and marketplaces as online shopping marketing media which are currently the center of attention of all people in the world. In line with the objective of the activity, namely to overcome the problems of MSMEs by providing assistance in optimizing marketing strategies so that they have an impact on the economic stability of MSMEs, especially in the field of batik in Indonesia.
PEMBERDAYAAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes) SEBAGAI PENGGERAK DESA WISATA TERINTEGRASI DI DESA SUMURJOMBLANGBOGO, KECAMATAN BOJONG, KABUPATEN PEKALONGAN Siti Nurhayati; Wenti Ayu Sunarjo; Dwi Susilo
SOCIRCLE : Journal Of Social Community Services Vol. 2 No. 1 (2023): SOCIRCLE: Journal Of Social Community Services
Publisher : PT. Berkah Digital Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58468/socircle.v2i1.8

Abstract

Desa Sumurjomblangbogo merupakan bagian wilayah yang secara administratif di bawah pemerintahan kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan provinsi jawa tengah yang telah mendirikan BUMDes. BUMDes Sumurjomblangbogo membuat kolam renang Tirta Arum. Tujuan utama dari pembangunan kolam renang Tirta Arum adalah mendongkrak perekonomian, terutama ini yang menjadi sumber PAD, ketika Bumdes berjalan menjadi sumber penghasilan dan memberikan kemanfaatan bagi masyarakat, melalui bergabungnya mitra-mitra seperti; dari elemen-elemen masyarakat (karang taruna), depot-depot untuk berjualan dan parkir sambil berjalan dan berbenah serta menjadikan nilai tambah penghasilan bagi masyarakat yang lebih tinggi demi menciptakan kemakmuran bersama. Keberhasilan tersebut masih belum tampak optimal, khusunya pada peningkatan potensi yang dimiliki Desa Sumurjomblangbogo, Kec. Bojong, Kab. Pekalongan, sehingga perlu digali agar mampu terintegrasi. Melalui Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan mengadakan kegiatan “Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sebagai Penggerak Desa Wisata Terintegrasi. Desa Wisata Terintegrasi” ditujukan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat agar mampu memfasilitasi berbagai kepentingan masyarakat yang ada di Desa Wisata Sumurjomblangbogo, Kec. Bojong, Kab, Pekalongan serta sebagai wahana pemerataan manfaat ekonomi.
PENDAMPINGAN PENGENALAN SISTEM PEMBAYARAN QUICK RESPONSE INDONESIA STANDARD (QRIS) SEBAGAI INOVASI PEMBAYARAN CASHLESS UKM DI DESA SUMURJOMBLANGBOGO, KEC, BOJONG, KAB, PEKALONGAN Wenti Ayu Sunarjo; Siti Nurhayati; Isnah Karimah
SOCIRCLE : Journal Of Social Community Services Vol. 2 No. 3 (2023): SOCIRCLE: Journal Of Social Community Services
Publisher : PT. Berkah Digital Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58468/socircle.v2i3.13

Abstract

In line with the development of advanced technology and information, it will help the growth of the digital economy and accelerate a country's financial inclusion. One form of implementation of information technology and digital economic growth is non-cash transaction payments. This QRIS can be used in payment applications that have been installed on a smartphone that is connected to an internet connection. The applications in question; e-wallet (from banking and non-banking issuers) which is used as a server-based payment instrument and has obtained permission from Bank Indonesia. With non-cash payments using a QR Code, it will make it easier for transactions to be carried out between sellers and buyers by scanning the code provided by the seller. Through this Community Service activity, namely the introduction of the Indonesian Standard Quick Response (QRIS) payment system as a payment innovation for SMEs in the village of Sumatra Jomblangbogo, Kec, Bojong, Kab, Pekalongan, it is felt that it is very relevant to the problems that occur in the scope of grocery stores in PkM locations. Through activities to introduce the QRIS system, partners will be able to answer problems, such as not fully understanding the payment system which is safe, easy and minimal risk, as well as other difficulties experienced by SMEs such as providing change or petty cash. Abstrak Sejalan dengan perkembangan teknologi dan informasi yang maju akan membantu pertumbuhan ekonomi digital dan percepatan inklusi keuangan suatu negara. Salah satu bentuk pengimplementasian antara teknologi –infomasi dengan pertumbuhan ekonomi digital adalah pembayaran transaksi secara non – tunai. Penggunaan QRIS ini dapat digunakan pada aplikasi – aplikasi pembayaran yang telah terinstall di smartphone yang telah terhubung dengan koneksi internet. Aplikasi – aplikasi yang dimaksud; e-wallet (dari penerbit perbankan maupun non perbankan) yang digunakan sebagai instrumen pembayaran berbasis server dan telah mendapatkan izin dari Bank Indonesia. Dengan adanya pembayaran nontunai menggunakan QR Code akan memudahkan transaksi yang akan dilakukan antara penjual dan pembeli dengan scan code yang telah disedikan oleh penjual. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, yaitu pengenalan sistem pembayaran quick response indonesia standard (qris) sebagai inovasi pembayaran UKM di desa sumurjomblangbogo, kec, bojong, kab, pekalongan dirasa sangat relevan dengan permasalahan yang terjadi di lingkup toko kelontong yang ada di lokasi PkM. Melalui kegiatan pengenalan sistem qris akan dapat menjawab permasalahn mitra, seperti belum sepenuhnya mengenal sistem pembayaran yang aman, mudah, dan minim risko, maupun kesulitan lain yang dialami UKM seperti menyediakan uang kembalian atau petty cash.
Membangun Orientasi dalam Bermitra secara Profesional dengan Dasar Etika Bisnis pada PT Banda Arta Jaya Wiguna Vivi Puji Astuti; Wenti Ayu Sunarjo
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 27, No 1 (2024): JURNAL EKONOMI DAN BISNIS MARET 2024
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/jebi.v27i1.4071

Abstract

This study aims to determine the effect of business ethic and professional competence on partner satisfaction. This research method uses quantitative methods with the sampling technique is purposive sampling and the sample calculation technique is saturated sampling. Where the sample in this study amounted to 91 business partners group 1, form PT Banda Arta Jaya Wiguna. Data were analyzed using multiple linear regression analysis. These results of this study reveal that partially (1) business ethics has a significant positive effect on partner satisfaction, (2) professional competence has a significant positive effect on partner satisfaction, (3) business ethics and professional competence has a significant effect simultaneously on partner satisfaction. The effect of business ethics and professional competence on partner satisfaction is 77,4% while the remaining 22,6% is influenced by other factors not included in this study.
Pengaruh Tingkat Pengetahuan Industri Batik Menuju Industri Hijau sebagai Bentuk Tanggung Jawab Sosial pada Keberlanjutan Lingkungan Maghfiroh Maghfiroh; Wenti Ayu Sunarjo; Aditya Dimas Wahyu Sasongko; Nila Oktaviani; Ristiawati Ristiawati; Faiz Tyas Hanifah; Wafa Khanza Fadhilah
Pena: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 37, No 2 (2023): PENA SEPTEMBER 2023
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/jurnalpena.v37i2.3649

Abstract

One of the impacts following the inauguration of Indonesian Batik as an intangible cultural heritage by UNESCO in 2009 was that many batik businesses emerged in various regions. This increase can increase the amount of production and at the same time have an impact on the environment. The presence of government regulations regarding the green industry for the batik industry has allegedly not been a concern for batik entrepreneurs, especially in Pekalongan City. Most of the batik industry still implements production processes without paying attention to SMK3 and environmental aspects, so the aim of this research is to measure the level of knowledge of the Pekalongan City batik industry regarding the existence of government regulations relating to green industry standards for the batik industry. The method used is a survey method using a quantitative approach. Furthermore, the impact of this research can be a reference for the government to provide stimulus and treatment for batik SMEs in increasing knowledge about Permenperin No. 10 of 2023 for the batik industry towards a more focused green industry through green industry certification for batik SMEs.
Analisis Tingkat Penerimaan Tentang Penerapan Industri Hijau Pada Peraturan Pemerintah Sebagai Bentuk Eko-Efisiensi Dalam Meningkatkan Kinerja Hijau Wenti Ayu Sunarjo; Maghfiroh; Nur Susanti; Muhammad Milzam; Nur Ermawati; Yovita Christi; Alilisa Rahmawati
Entrepreneur: Jurnal Bisnis Manajemen dan Kewirausahaan Vol. 5 No. 2 (2024): JULI
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/entrepreneur.v5i2.10768

Abstract

Implementing eco-efficiency in the batik industry is important considering the currently developing environmental problems. In order to realize a sustainable batik industry with green performance, an analysis was carried out on the level of acceptance of applicable government regulations in order to change towards an independent green industry. In line with the research objective, it is to analyze the level of income of the batik industry regarding the implementation of government regulations relating to the green industry through the application of eco-efficiency in order to measure green performance in the batik industry. Through a survey method carried out on all batik industries by taking random samples from 500 batik industries in Pekalongan City. The research results show that for all respondents' answers to each question item, the results obtained were an average of 66.25% of batik industry players who had accepted the existence of a green industrial policy for the batik industry in accordance with the regulations stipulated in PERMENPERIN No. 10 of 2023. It appears as supporting data that results show that 60% of batik business actors also received training for the batik industry which has not received the title as a green industry.
IMPLEMENTASI STRATEGI MARKETING MIX DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) Sunarjo, Wenti Ayu; Nurhayati, Siti
Derivatif : Jurnal Manajemen Vol 18, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jm.v18i1.2155

Abstract

Peranan BUMDes sebagai instrumen penguatan ekonomi desa dan instrumen kesejahteraan masyarakat untuk mendorong pemerintah desa dalam mengembangkan potensi desanya sesuai dengan kemampuan dan kewenangan desa. Selanjutnya sebagai instrumen kesejahteraan masyarakat dengan melibatkan masyarakat didalam pengelolaan BUMDes akan mendorong ekonomi dan mengurangi tingkat penganguran di desa. Melalui permasalahan yang masih dialami warga setempat, maka membutuhkan satu konsep strategi yang utuh dan komprehensif agar mampu membuka saluran-saluran pemasaran yang efektif dan maksimal, melalui strategi pemasaran yang tepat dapat menciptakan jalur pemasaran produk yang cepat kepada konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan strategi pemasaran baru untuk BUMDes Desa Sumurjomblangbogo, Kec, Bojong, Kab, Pekalongan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode survei kuesioner secara terbuka disebar untuk mendapatkan data yang lebih mendalam. Sebanyak 25 UKM yang dikelola BUMDes melalui KUBE telah menunjukkan hasil yang signifikan, khususnya pada kinerja lingkungan (0,22%) dan kinerja sosial (0,19%). Sedangkan pada kinerja ekonomi (0,10%) yang masih diperlukan pengembangan kedepan dengan meningkatkan marketing mixdalam mencapai kinerja ekonomi agar berdampak pada kesejahteraan UKM. Keberhasilan kinerja lingkungan dan sosial tentu tak lepas dari peranan BUMDes dalam mendampingi UKM dan memberikan kesempatan dalam berbagai hal untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman melalui kegiatan pelatihan melalui BUMDes Sumurjomblangbogo, Kec. Bojong, Kab. Pekalongan. Berkaitan dengan upaya BUMDes dalam mendampingi UKM mencapai kesuksesan dengan mendorong UKM untuk meningkatkan marketing mix guna mencapai kinerja keberlanjutan. Selanjutnya UKM memiliki rasa tanggungjawab sosial yang tinggi pada para karyawan sebagai aset SDM yang kedepan diharapkan akan mampu meningkatkan kinerja ekonomi.Kata kunci: Marketing Mix, Kinerja Ekonomi, Kinerja Lingkungan, Kinerja sosial, UKM
ANALISIS MUTU PRODUK UMKM MELALUI PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICE Satrio, Danang; Sunarjo, Wenti Ayu
Derivatif : Jurnal Manajemen Vol 17, No 2 (2023): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jm.v17i2.1854

Abstract

Salah satu upaya untuk mendorong dan mengembangkan industri-industri pengolahan skala kecil agar dapat memiliki mutu baik, aman dikonsumsi, tersedia secara berkesinambungan, dan berdaya saing tinggi secara ekonomis serta sesuai dengan selera masyarakat yaitu dengan mengendalikan proses pengolahan melalui sistem manajemen keamanan pangan berupa program kelayakan dasar berdasarkan konsep program manajemen mutu terpadu yaitu penerapan cara produksi pangan yang baik (CCPB) atauGood Manufacturing Practices(GMP). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Penelitian bertujuan mengidentifikasi penerapan GMP, dan menyusun rekomendasi strategi peningkatan mutu dan keamanan pangan denganAnalytic Herarchy Process(AHP). sejauh ini tidak ada standar internasional yang bersifat oficial seperti halnya standar ISO. Oleh karena itu, berbagai negara dapat mengembangkan standar GMP tersendiri, seperti di Indonesia terdapat berbagai standar GMP yang di terbitkan oleh BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) sesuai dengan jenis produk yang dihasilkan. Penelitian dibuat untuk menggambarkan alur pikir, dimulai dari tahapan identifikasi kondisi UKM di Desa Sumurjomblangbogo, Kec. Bojong, Kab. Pekalongan, kemudian dilakukan survey terhap UMKM yang menerapkan GMP berdasarkan 14 kriteria, mulai dari lokasi dan lingkungan produksi hingga pelatihan karyawan. Apabila UKM telah melakukan praktik GMP maka dianggap memenuhi kriteria GMP dan terdata sebagai UMKM yang melakukan penerapan GMP. Hasil ditemukan bahwa sebanyak 14 kriteria GMP yang mencapai poin tertinggi adalah lingkungan dan lokasi usaha, dimana penetapan keduanya sangat memengaruhi mutu produk yang dihasilkan. Selanjutnya tampak juga pada kriteria pelabelan makanan, peralatan produksi telah tercapai dengan baik, artinya kelayakan produk mencapai keunggulan kualitas mutu dan keamanan, sehingga usaha telah melampaui kinerja yang berdayasaing di pasar.Kata kunci: Strategi Peningkatan Mutu, Keamanan Makanan Olahan, Produk Pertanian,Good Manufacturing Practice(GMP)
PENDAMPINGAN STRATEGI PENGELOLAAN TRANSFORMASI DIGITAL: E-BUSINESS STRATEGY AND IMPLEMENTATION Sunarjo, Wenti Ayu; Ari Muhardono; Titi Rahayu Prasetiani; Mukhamad Adzhar Sultan
SOCIRCLE : Journal Of Social Community Services Vol. 3 No. 1 (2024): SOCIRCLE: Journal Of Social Community Services
Publisher : PT. Berkah Digital Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58468/socircle.v3i1.19

Abstract

Sumurjomblangbogo Village has now developed rapidly, especially in improving the performance of SMEs. Since the establishment of the Tirta Arum swimming pool tourism, the development of MSMEs, especially in the culinary sector, has had great opportunities to market their products. People in nearby locations take advantage of the existence of tourist attractions to improve the economy by selling culinary products in canteens or kiosks around tourist locations. However, as time goes by, especially the era of digitalization, the work of MSMEs should be obliged to follow developments in digitalization. Through PkM activities carried out by answering partner problems in the fields of management and marketing. PkM activities carried out in the form of digital transformation activities include; e-business training and mentoring, Qris registration as an alternative to cashless payments and product innovation and diversification to manage competitive business management. PkM activities are carried out at the target of productive partners, namely culinary MSMEs which are members of the KUBE developed by BUMDes Sumurjomblangbogo, Kec. Bojong, Kab. Pekalongan. Furthermore, the results of PkM activities are evaluated for providing solutions to partner problems so that partners can apply the results of training and mentoring. Apart from that, activity partners can become independent MSMEs and are also able to empower competitiveness and achieve all businesses. Abstrak Desa Sumurjomblangbogo kini telah berkembang pesat, terlebih pada peningkatan kinerja UKM. Sejak didirikannya wisata kolam renang tirta arum perkembangan UMKM khususnya bidang kuliner memiliki peluang yang besar untuk memasarkan produknya. Masyarakat di lokasi sekitar memanfaatkan keberadaan objek wisata untuk meningkatkan perekonomian dengan menjual produk kuliner mealui kantin atau kios di sekitar lokasi wisata. Namun seiring perkembangan zaman khusunya era digitalisasi maka kiprah UMKM seyogyanya wajib mengikuti perkembangan digitalisasi. Melalui kegiatan PkM yang dilakukan dengan menjawab permasalahan mitra di bidang manajemen dan pemasaran. Kegiatan PkM yang dilakukan berupa kegiatan transformasi digital diantaranya; pelatihan dan pendampingan e-business, pendaftaran Qris sebagai alternatif pembayaran secara cashless dan inovasi dan diversifikasi produk untuk mengelola manajemen bisnis yang berdaya saing. Kegiatan PkM dilakukan pada sasaran mitra produktif yaitu UMKM kuliner yang tergabung pada KUBE yang dikembangkan oleh BUMDes Sumurjomblangbogo, Kec. Bojong, Kab. Pekalongan. Selanjutnya hasil kegiatan PkM dilakukan evaluasi atas pemberian solusi permasalahan mitra sehingga mitra dapat menerapkan hasil pelatihan dan pendampingan selain mitra kegiatan dapat menjadi UMKM mandiri juga mampu berdaya saing dan mencapai keberlanjutan usaha.
Website Development Training for Batik Entrepreneurs in Kampung Wisata Batik Pesindon Nasution, Nur Baiti; Wibowo, Dwi Edi; Sunarjo, Wenti Ayu; Sasongko, Aditya Dimas Wahyu; Rabbani, Nauval; Hartanto, Dwi
Bakti Cendana Vol 7 No 2 (2024): Bakti Cendana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/bc.7.2.2024.194-204

Abstract

A website is a digital marketing tool for any enterprise, especially in today's digital era where every company should have its own website. However, most batik shops in Kampung Wisata Batik Pesindon (KWBP) still do not have a website. The objective of this community service was to develop websites for 17 batik shops in KWBP and then provide training on how to fill and update these websites. The community service were carried out in five stages: problem identification, pre-training, training, mentoring, and monitoring and evaluation. Problem identification is conducted through interviews regarding the desired website needs. Pre-training involves creating websites for the 17 batik shops and one large website for KWBP. The training stage was conducted through demonstration and hands-on practice. Mentoring was done using a WhatsApp group, and evaluation was performed using observation sheets of training results. Based on the results, it was found that this activity can improve partners' skills in website content filling by 59% and increase partners' accessibility to website technology by 100%. The challenge encountered during training was that partners have not prepared the necessary website assets such as the batik shop logo and uploaded product images. However, overall, the participants' enthusiasm was considered high.