Memen Surahman
Departemen Agronomi Dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor

Published : 59 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Viabilitas Benih Koro (Canavalia ensiformis (L.) DC.) yang Disimpan pada Beberapa Jenis Kemasan dan Periode Simpan Furi Febriyanti; Memen Surahman
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 1 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.987 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i1.15437

Abstract

Koro pedang putih termasuk famili Leguminoceae dan dikenal sebagai tanaman substitusi kedelai karena mempunyai kemiripan komposisi kimia benih. Kandungan protein dalam benih menyebabkan benih tanaman legum seperti kedelai memiliki masa penyimpanan yang pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh jenis kemasan dan periode penyimpanan pada kondisi ruang simpan berbeda terhadap viabilitas benih koro pedang putih (Canavalia ensiformis (L.)DC.). Penelitian ini menggunakan rancangan petak tersarang dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu jenis kemasan dan faktor kedua yaitu periode simpan benih. Koro dikemas dalam empat jenis kemasan (plastik polietilen, karung terigu, karung plastik dan botol kaca) dan disimpan selama enam bulan di ruang suhu kamar dan ruang ber-AC. Hasil penelitian menunjukkan kemasan plastik polietilen dan botol kaca merupakan kemasan yang paling baik untuk penyimpanan benih koro pedang putih selama enam bulan. Viabilitas benih koro pedang putih dalam kemasan tersebut lebih tinggi dibandingkan kemasan karung terigu dan karung plastik untuk kedua ruang penyimpanan. Hasil ini mengindikasikan bahwa benih koro dapat disimpan dalam ruang AC maupun kamar lebih dari enam bulan.
Hubungan Angka Kerapatan Panen dan Sistem Rotasi Panen Dengan Produktivitas Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Sumatera Utara Muhammad Irfan Miraza; Memen Surahman
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 1 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.081 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i1.15494

Abstract

Kegiatan berlangsung dari bulan Februari hingga Juni 2014 di kebun Tanjung Jati PTPN II, Sumatera Utara. Pengamatan diuji menggunakan metode kuantitatif yang terdiri dari penjumlahan, rata-rata, dan persentase. Sedangkan uji statistik menggunakan t-student. Rotasi panen, angka kerapatan panen, manajemen tenaga panen dan produktivitas panen merupakan aspek penting dalam kegiatan panen. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, nilai AKP estimasi dengan realisasi tidak berbeda nyata. Tenaga panen menjadi sangat menentukan bagi produksi kelapa sawit. Tingkat kedisiplinan tenaga panen yang masih tergolong rendah sebagaimana terlihat pada mutu hanca menjadi salah satu masalah yang harus diperhatikan  untuk lebih meningkatkan kualitas produksi perusahaan.  Produktivitas kelapa sawit di kebun belum sesuai dengan standar Marihat.
Pengaruh Benih Padi (Oryza sativa L.) Bersubsidi terhadap Produksi dan Pendapatan Petani Padi Sawah Azka Radiethya Riefqi; Memen Surahman; . Hastuti
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 1 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.583 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i1.15788

Abstract

Padi merupakan komoditas utama yang terus mengalami peningkatan permintaan seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, sehingga dibutuhkan kebijakan yang tepat agar produksi nasional meningkat dan kegiatan usahatani dapat menguntungkan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan produksi dan pendapatan petani antara pengguna benih padi bersubsidi dan tidak bersubsidi. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Bogor, yakni: Kecamatan Tenjolaya untuk responden petani pengguna benih padi bersubsidi dan Kecamatan Dramaga untuk responden petani yang menggunakan benih padi tidak bersubsidi. Penelitian  dilaksanakan dari Februari hingga April 2016. Jumlah responden penelitian sebanyak 40 orang, yang terbagi menjadi 20 responden pengguna benih padi bersubsidi dan 20 responden yang menggunakan benih padi tidak bersubsidi melalui in depth interview dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani yang menggunakan benih padi bersubsidi memiliki tingkat produktivitas dan pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan petani yang menggunakan benih padi tidak bersubsidi. Hal tersebut dipengaruhi oleh penggunaan input produksi yang lebih dominan pada pupuk organik dan benih bersertifikat.
Daya Hasil dan Kualitas Jagung Manis Genotipe SD3 dengan Empat Varietas Pembanding di Kabupaten Bandung Muhammad Hilal; Memen Surahman
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 3 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.102 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i3.15806

Abstract

Produktivitas jagung manis rendah karena penggunaan benih tidak unggul oleh petani. Benih jagung manis hibrida unggul harganya mahal. Benih jagung manis non hibrida murah belum tersedia. Varietas SD3 (varietas bersari bebas) dirakit sebagai benih yang lebih murah bagi petani. Tujuan penelitian ini adalah menguji daya hasil, kualitas, dan penampilan jagung manis genotipe SD3 dengan empat varietas pembanding (Super Sweet, Bonanza, Sweet Boy, dan SG 75). Penelitian dilaksanakan pada 30 Juni sampai dengan 1 Oktober 2012 menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak dengan satu faktor dan empat ulangan di Desa Banjaran, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung. Berdasarkan penelitian, genotipe SD3 lebih unggul dibandingkan dengan Super Sweet (varietas bersari bebas) pada jumlah baris biji dan kadar padatan terlarut total, sedangkan jika dibandingkan dengan Bonanza dan Sweet Boy (varietas hirbida), genotipe SD3 masih belum bisa bersaing. Bonanza lebih unggul dibandingkan SD3 pada diameter tongkol, bobot tongkol berkelobot, bobot tongkol tanpa kelobot dan produktivitas. Sweet Boy lebih unggul dibandingkan SD3 pada panjang dan diameter tongkol. Genotipe SD3 dibandingkan dengan SG 75 (varietas hibrida) tidak ada perbedaan pada seluruh peubah kecuali pada peubah vegetatif yaitu tinggi tanaman dan tinggi tongkol utama.
Pengaruh Dosis Pupuk NPK dan Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kacang Koro Pedang (Canavalia ensoformis) Iin Nurbaetun; Memen Surahman; Andri Ernawati
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 1 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.928 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i1.15885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kombinasi terbaik antara dosis pupuk NPK dengan jarak tanam dalam menghasilkan produksi terbaik pada tanaman kacang koro pedang (Canavalia ensiformis). Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Sawah Baru, Institut Pertanian Bogor, Darmaga, Bogor dengan ketinggian tempat 209 meter di atas permukaan laut pada bulan November 2015-April 2016. Rancangan perlakuan yang digunakan adalah faktorial dua faktor dalam rancangan lingkungan kelompok lengkap teracak dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk yang terdiri atas tiga taraf yaitu perlakuan P0 (tanpa pemupukan), P1 (Urea 25 kg ha-1; SP-36 50 kg ha-1; KCl 37.5 kg ha-1)  dan P2  (Urea 62.5 kg ha-1; SP-36 112.5 kg ha-1; KCl 87.5 kg ha-1), dan faktor kedua adalah jarak tanam yang terdiri dari tiga taraf yaitu J1 ( 50 cm x 50 cm x 70 cm), J2 (50 x 50 cm x 100 cm) dan J3 (70 cm x 70 cm x 100 cm). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan dosis pupuk NPK dan jarak tanam tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan vegetatif dan produksi.
Pertumbuhan Beberapa Genotipe Jarak Pagar (Jatropha Curcas L.) di Tanah Masam Indah Retnowati; Memen Surahman
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 2 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.673 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i2.16806

Abstract

Indonesia memiliki banyak  tanah masam, tetapi penggunaan masih sangat sedikit karena kandungan nutrisi tanah masam rendah. Sementara itu, jarak pagar merupakan tanaman yang dapat tumbuh di berbagai jenis tanah (termasuk lahan marjinal) dan penggunaannya sebagai bahan baku biodiesel. Oleh karena itu, perlunya penelitian mengenai pertumbuhan jarak pagar pada tanah masam sebagai upaya untuk mengembangkan jarak pagar dan penggunaannya di Indonesia.Untuk memulai upaya, penelitian tentang berbagai genotipe jarak pagar di tanah masam telah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mempelajari genotipe jarak pagar  yang berpotensi untuk tanah masam. Penelitian ini dilakukan di UPTD Pengembangan Teknologi Lahan Kering Singabraja, Kecamatan Tenjo, Bogor, Jawa Barat, dari November 2010-Agustus 201. Penelitian ini menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan satu faktor yaitu genotipe. Hasil penelitian menunjukkan berbagai perbedaan pada pertumbuhan diantara genotipe-genotipe jarak pagar. Secara umum, ada lima genotipe jarak pagar yang terbaik di tanah masam (pH 5.0) yaitu Medan I-5-1, Dompu, IP-2P-3-4-1, Sulawesi, dan Bima M.
Pengaruh Jenis Kemasan terhadap Daya Simpan Benih Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) Varietas Anjasmoro Fadilah Ramadhani; Memen Surahman; Andri Ernawati
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 1 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.434 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i1.16820

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tiga jenis kemasan yaitu kemasan hermetik, jeriken plastik dan karung beralas plastik terhadap mutu fisik maupun fisiologis benih kedelai (Glycine max (L.) Merrill) varietas Anjasmoro selama penyimpanan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor pada bulan Januari sampai Juli 2016. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga ulangan. Faktor perlakuan yang digunakan adalah jenis kemasan (P) yang terdiri atas tiga taraf yaitu kemasan hermetik (P1), jeriken plastik (P2), dan karung beralas plastik (P3). Penyimpanan dilakukan selama 6 bulan dan diamati setiap bulan terhadap variabel kadar air, daya berkecambah, indeks vigor, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh dan bobot kering kecambah normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis kemasan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap mutu fisik maupun fisiologis benih kedelai varietas Anjasmoro selama penyimpanan. Perlakuan jenis kemasan dapat mempertahankan viabilitas dan vigor benih kedelai hingga bulan ke-2 penyimpanan. Hasil tersebut menunjukan bahwa benih kedelai dapat disimpan selama 4 bulan setelah panen.
Optimasi Pengujian Daya Berkecambah dan Faktor yang Mempengaruhi Viabilitas dan Vigor Benih Kelor (Moringa oleifera Lam.) dalam Penyimpanan Kurniati Endah Paramita; Tatiek Kartika Suharsi; Memen Surahman
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 2 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.633 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i2.19092

Abstract

Kelor (Moringa oleifera Lam.) merupakan komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Adanya permintaan kelor yang semakin meningkat perlu didukung ketersedian benih bermutu. Benih bermutu dipengaruhi oleh daya berkecambah dan teknologi penyimpanan benih yang tepat. Penelitian ini bertujuan mempelajari optimasi pengujian daya berkecambah benih kelor dan untuk mengetahui pengaruh faktor kemasan dan kondisi ruang simpan terhadap viabilitas dan vigor benih selama penyimpanan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih IPB dan rumah kaca kebun percobaan Leuwikopo, IPB Dramaga, pada bulan April-Oktober 2016. Optimasi pengujian daya berkecambah meliputi pengamatan first count dan final count serta pengaruh perlakuan pemotongan sayap benih dan kemasakan buah terhadap viabilitas. Hasil pengamatan first count jatuh pada hari ke-10 dan final count pada hari ke-15 setelah benih ditanam. Selama periode simpan 6 bulan, penyimpanan benih kelor dalam kemasan aluminium foil dan plastik pada suhu AC (17-19 °C) dan suhu kamar (27-29 °C) memberikan hasil KA, viabilitas dan vigor lebih baik dibandingkan kemasan kertas. Penyimpanan dalam kemasan aluminium foil memberikan hasil rata-rata KA (7,75%), viabilitas (PTM 86,22%), dan vigor (KCT 9,58 %KN/etmal) terbaik, sedangkan penyimpanan menggunakan plastik memberikan hasil rata-rata viabilitas (DB 82,11%), dan vigor (IV 66,83%) terbaik. Penyimpanan menggunakan suhu AC lebih baik dalam mempertahankan KA, viabilitas, dan vigor dibandingkan suhu kamar.
Peningkatan Produksi dan Mutu Benih Jagung Hibrida melalui Aplikasi Pupuk N, P, K dan Bakteri Probiotik Putri Melia Sari; Memen Surahman; Chandra Budiman
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 3 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.318 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i3.21111

Abstract

Penelitian dilaksanakan Kebun Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Muara, Bogor dan Laboratorium Ilmu  dan Teknologi  Benih,  Departemen  Agronomi  dan  Hortikultura,  Fakultas Pertanian,  Institut  Pertanian Bogor dari bulan November 2016 hingga Mei 2017 dengan rancangan RKLT satu faktor dan tiga ulangan. Faktor  yang  digunakan  adalah  kombinasi  pupuk  N,  P,  K  dan  bakteri  probiotik  yang  terdiri  dari  15  taraf perlakuan yaitu P1N1, P2N1, P3N1, P4N1, P5N1, P1N2, P2N2, P3N2, P4N2, P5N2, P1N4, P2N4, P3N4, P4N4 dan P5N4 dengan keterangan bahwa N1 = kontrol, N2= 75 kg ha-1  Urea, 50 kg ha-1  Sp-36, 25 kg ha-1 Kcl dan N4= 225 kg ha-1, 150 kg ha-1  Sp-36, 75 kg ha-1  Kcl serta P1= kontrol, P2= P24 + AzL7, P3= P24 + AcCKW5, P4= P24 + AzL7 dan P5= P24 + AcCKB20. Bakteri P24 merupakan bakteri golongan Pseudomonas sp. sebagai pelarut fosfat, AzL7 adalah bakteri dari kelas Azotobacter, AcCKB20 dan AcCKW5 bakteri kelas Actinomycetes sp. sebagai penambat nitrogen. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi pupuk N, P, K dan bakteri probiotik mempengaruhi tinggi tanaman dan jumlah daun 2, 4, 6 dan 8 MST serta mempengaruhi diameter batang 4, 6 dan 8 MST. Kombinasi pupuk N, P, K dan bakteri probiotik juga mempengaruhi jumlah tongkol panen, bobot tongkol kupasan, bobot pipilan kering, panjang tongkol, diameter tongkol, bobot tongkol, jumlah baris biji, bobot benih per tongkol, rendemen benih, produktivitas benih serta mempengaruhi indeks vigor, kecepatan tumbuh, bobot kering kecambah normal dan bobot 1000 butir benih. Perlakuan kombinasi terbaik untuk produksi dan mutu benih jagung hibrida adalah ((bakteri probiotik P24 + AcCKW5(cair 2) dengan dosis Urea 225 kg ha-1, SP-36 150 kg ha-1, KCl 75 kg ha-1.
Uji Daya Berkecambah Pada Benih Turi Putih (Sesbania grandiflora L.) Jawa Arum Mewangi; Tatiek Kartika Suharsi; Memen Surahman
Buletin Agrohorti Vol. 7 No. 2 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.526 KB) | DOI: 10.29244/agrob.7.2.130-137

Abstract

Turi merupakan salah satu tanaman hortikultura yang memiliki banyak manfaat namun keberadaannya semakin terbatas. Pengembangan tanaman turi harus dimulai dengan pengadaan benih yang bermutu tinggi. Uji daya berkecambah adalah salah satu pengujian yang digunakan untuk mendeteksi benih. Prosedur pengujian daya berkecambah benih turi belum banyak diketahui seperti metode pematahan dormansi, substrat perkecambahan yang efektif, serta first count dan final count sehingga perlu dilakukan penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Penyimpanan dan Pengujian Mutu Benih IPB pada bulan MeiSeptember 2017. Hasil pengujian yang diperoleh dari pengecambahan benih turi selama 21 hari adalah hitungan pertama (first count) nya pada hari ke-6 dan hitungan kedua (final count) pada hari ke-8. Substrat perkecambahan yang paling optimum untuk mengecambahkan benih turi adalah kertas merang kemudian kertas saring. Turi juga memiliki dormansi sehingga perlu diberikan perlakuan supaya dormansinya patah dan mudah untuk berkecambah. Metode skarifikasi (pengamplasan) adalah metode terbaik dalam mematahkan dormansi benih turi.
Co-Authors , Satoto , Satoto , Susantidiana , Sutrisno . Giyanto . Hastuti . Misnen . Rifka A. Faroby Falatehan Agatha Widhi B Agus Purwito Ahmad Yani Ahmad Yani Ali Ahkamulloh Ali Ahkamulloh Andi Takdir ANDI WIJAYA Andri Ernawati Andrini, Anis Arifah Rahayu Armansyah H. Tambunan Awaludin Hipi Azfani Nelza Azka Radiethya Riefqi Bambang S. Purwoko Bambang S. Purwoko Barahima Abbas Benyamin Lakitan Bintoro Joefrie Budiman, Chandra Chandra Budiman Danang Aria Nugroho Desta Wirnas Deva Primadia Almada Didik Sucahyono Duwi - Apriyani DWI ANDREAS SANTOSA Edi Santosa Elisa Nur Faizaty Endang Murniati ENDANG MURNIATI ENDANG MURNIATI Eny Widajati Erliza Hambali Fadilah Ramadhani Fadilah Ramadhani Faiza Chairani Suwarno Febriyanti, Furi Fifin Nashirotun Nisya Furi Febriyanti Giyanto . Giyanto, dan Giyanto, Giyanto Giyanto, Giyanto Gustav Adolf Wattimena HAJRIAL ASWIDINNOOR Haliatur Rahma, Haliatur Heny Setiyowati Herdhata Agusta Hilal, Muhammad Hipi, Awaludin Hiroshi Ehara Iin Nurbaetun Ilyas Marzuki Indah Retnowati Indah Retnowati Indah Retnowati JAJAH KOSWARA Jawa Arum Mewangi Jupikely James Silip Kurniati Endah Paramita Linda Novita M. R. Uluputty Maryati Sari Meity S Sinaga Mewangi, Jawa Arum Miraza, Muhammad Irfan MUHAMAD UMAR HARUN Muhammad Arif Nasution Muhammad Azrai Muhammad Hasyim Bintoro Muhammad Hilal Muhammad Irfan Miraza Muhammad Yasin Sonhaji Mulsanti, Indria W. Nadirman Haska Naning Emilia Rahmawati Nasrullah Nurbaetun, Iin Paramita, Kurniati Endah Pepi Nur Susilawati Pepi Nur Susilawati Pitri Ratna Asih Pramudita, Listya Putri Melia Sari Qadir, Abdul Rahmawati, Naning Emilia Rahmayani, Silmy Fadillah RAHMI YUNIANTI Riefqi, Azka Radiethya Robi'ah, Hanik Rohmah Roedhy Poerwanto Rokhani Hasbullah Sandra A. Aziz Sandra A. Aziz Sari, Putri Melia Sarijan, Abdullah - Sarsidi Sastrosumarjo Satoto, Satoto Satriyas Ilyas SATRIYAS ILYAS Setiawan, Asep S Silmy Fadilah Rahmatani Silmy Fadillah Rahmayani Sitti Fadhilah Sobir Sobir SRI HENDRASTUTI HIDAYAT SRIANI SUJIPRIHATI Sudarsono Suharsi, Tatiek Suryo Wiyono SUSANTI DIANA Susiyanti . Tatiek K Suharsi Tatiek K Suharsi Tatiek Kartika Suharsi Tatiek Kartika Suharsi Tatiek Kartika Suharsi Tatiek Kartika Suharsi Tika Anisa Padar Wati Trikoesoemaningtyas Utami, Dwinita W. Wahyuni, Mela Wahyuni, Sri Wijaya, Aldi Kamal Yudiwanti Wahyu E. Kusumo Yuliawati