Claim Missing Document
Check
Articles

Kemampuan Berpikir Reflektif Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Program Linear di SMA Negeri 4 Kota Ternate Nuraini Lestari Badjiser; Joko Suratno; Nurma Angkotasan
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 1, No 1 (2021): Januari
Publisher : Jurnal Pendidikan Guru Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1002.772 KB)

Abstract

Tujuan diadakannya penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa dalam menyelesaikan soal program liner. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan adalah instrumen tes dan wawancara. Siswa diminta untuk mengerjakan soal tes kemampuan berpikir reflektif matematis (TKBRM), kemudian diwawancarai untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam tentang kemampuan berpikir reflektif matematis siswa dalam menyelesaikan soal program linear. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah mentranskip data verbal, kategorisasi data, reduksi data, paparan data, memeriksa keabsahan data atau triangulasi data, penarikan kesimpulan verifikasi. Subjek peneitian ini adalah 25 siswa, masing-masing perwakilan dari subjek S-8 yang berkemampuan tinggi, S-24 yang berkemampuan sedang dan S-5 yang berkemampuan rendah. Hasil penelitian berpikir reflektif matematis siswa dalam menyelesaikan soal program linear sebagai berikut: 1) subjek S-8 memperoleh nilai 83,3 sehingga mampu berpikir reflektif dimana telah mampu menuliskan rumus yang digunakan untuk menyelesaikan soal tersebut dengan tepat dan benar, subjek mampu menentukan nilai minimum dengan benar dan subjek mampu mengecek jawaban dan mampu menjelaskan kesimpulan dari jawaban yang diperoleh, 2) subjek S-24 memperoleh nilai 67,7 sehingga mampu berpikir reflektif dimana telah mampu menuliskan rumus yang digunakan untuk menyelesaikan soal tersebut dengan benar, subjek mampu menentukan nilai minimum dengan benar, dan subjek tidak mampu mengecek jawaban yang diperoleh tetapi mampu menjelaskan kesimpulan dari jawaban dengan benar, 3) subjek S-5 memperoleh nilai 41,7 dalam berpikir reflektif hanya mampu menuliskan rumus yang digunakan untuk menyelesaikan soal tersebut dengan benar, subjek mampu menentukan nilai minimum tetapi jawaban yang diperoleh tidak maksimal dan subjek tidak mampu mengecek jawaban yang diperoleh dan tidak mampu menjelaskan kesimpulan dari jawaban.
Analisis Kemampuan Representasi Matematis Siswa SMP Kelas IX dalam Menyelesaikan Soal Bangun Ruang Sisi Lengkung Fajria Abu; Joko Suratno; Fitriana Eka Chandra
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 2, No 2 (2022): Mei
Publisher : Jurnal Pendidikan Guru Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.53 KB)

Abstract

Representasi merupakan dasar atau pondasi bagaimana seorang siswa dapat memahami dan menggunakan ide-ide matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal bangun ruang sisi lengkung (tabung). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode tes, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Negeri 31 Halmahera Selatan yang berjumlah 10 siswa dengan perwakilan dalam penelitian berjumlah 4 siswa. Tes yang digunakan berupa 1 butir soal kemampuan representasi matematis yang telah divalidasi. Data yang dikumpulkan dianalisis secara kualitatif dengan cara mereduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kemampuan representasi matematis siswa kelas IX SMP Negeri 31 Halmahera Selatan dalam menyelesaikan soal bangun ruang sisi lengkung (tabung) dengan rata-rata sebesar 66,66% dalam kategori sedang. Siswa dengan kategori tinggi mampu membuat gambar atau grafik untuk menyelesaikan masalah yang diberikan benar tetapi belum lengkap, menyelesaikan masalah dengan membuat model ekspresi matematis benar dan lengkap, dan menjawab soal dengan menggunakan kata-kata atau teks tertulis benar dan lengkap. Siswa dengan kategori sedang mampu membuat gambar atau grafik untuk menyelesaikan masalah yang diberikan benar tapi belum lengkap, menyelesaikan masalah dengan membuat model ekspresi matematis benar tapi belum lengkap dan menjawab soal dengan menggunakan kata-kata atau teks tertulis benar tapi belum lengkap. Siswa dengan kategori rendah mampu membuat gambar atau grafik untuk menyelesaikan masalah yang diberikan, tidak mampu menyelesaikan masalah dengan membuat model ekspresi matematis, dan sudah mampu menjawab soal dengan mengunakan kata-kata atau teks tertulis benar dan lengkap. Siswa dengan kategori sangat rendah hanya mampu membuat gambar atau grafik untuk menyelesaikan masalah yang diberikan, tidak mampu menyelesaikan masalah dengan membuat model ekspresi matematis dan mampu menjawab soal dengan menggunakan kata-kata atau teks tertulis benar tapi belum lengkap.
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa pada Materi Operasi Himpunan Alfan Idris; Joko Suratno; Ariyanti Jalal
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 1 (2023): Januari
Publisher : Jurnal Pendidikan Guru Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.897 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui: 1) Mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematis siswa setelah diterapkan model pembelajaran berbasis masalah. 2) Untuk mengetahui adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis setelah diterapkannya model pembelajaran berbasis masalah pada materi operasi himpunan. Desain penelitian ini adalah One-Group Pretest-Posttest Design eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kemampuan berpikir kritis matematis siswa setelah diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning diperoleh 10 siswa (84%) memperoleh kualifikasi sangat tinggi, 1 siswa (8%) memperoleh kualifikasi tinggi, 1 (8%) memperoleh kualifikasi sangat rendah. 2) terdapat peningkatan model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa, diperoleh  ????ℎ????????????????????=18,256  > ????????????????????????=2.201. Jika ????ℎ???????????????????? > ???????????????????????? maka ????1 diterima. Sehingga Ho ditolak. Dengan demikian terdapat peningkatan model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis matematis.
Komunikasi Matematis: Jenis, Standar, Peranan, Pengembangan, dan Keefektifannya Joko Suratno; Ariyanti Jalal; Marwia Tamrin Bakar
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 2, No 2 (2022): Mei
Publisher : Jurnal Pendidikan Guru Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.814 KB)

Abstract

Komunikasi matematis merupakan salah satu cara untuk bertukar gagasan atau memperjelas pengetahuan. Komunikasi matematis memiliki tiga aspek yang berbeda. Ketiga aspek tersebut adalah komunikasi tentang matematika (communication about mathematics), komunikasi di dalam matematika (communication in mathematics), dan komunikasi dengan matematika (communication with mathematics). Selain itu, artikel ini juga membahas tiga cara yang dapat dilakukan siswa untuk berkomunikasi dengan gurunya, yaitu dengan cara lisan, tertulis, dan perilaku fisik. Standar komunikasi juga dibahas dalam tulisan ini, karena kemampuan komunikasi di setiap jenjang pendidikan tentunya berbeda-beda. Peranan komunikasi, cara mengembangkan komunikasi, dan keefektifan komunikasi penting untuk diketahui karena komunikasi yang baik akan terjadi apabila penerima pesan memahami apa yang disampaikan oleh pengirim pesan. Oleh karena itu, perlu kiranya seluruh komponen yang terlibat dalam sebuah komunikasi memainkan peranannya agar terjadi komunikasi yang baik.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel Ruslina Jainal; Yahya Hairun; Joko Suratno; Nafisa Nafisa
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 1, No 3 (2021): September
Publisher : Jurnal Pendidikan Guru Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (927.05 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa setelah diterapkan model pembealajaran kooperatif tipe TAI pada materi persamaan linear satu variabel. 2) Penerapan model pembealajaran kooperatif tipe TAI dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi persamaan linear satu variabel. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain penelitian one group pretest-posttest design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari soal tes (pretest dan posttest) untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif yaitu Pedoman Acuan Patokan (PAP) skala 5 dan perhitungan gain ternormalisasi (N-Gain). Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Kemampuan pemecahan masalah matematis setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe TAI 22% siswa dengan kategori baik sekali,  55% dengan kategori baik, 19% kategori cukup, dan 4% dengan kategori kurang. 2) Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe TAI secara individu diperoleh 59% pada kategori tinggi, 34% pada kategori sedang, 7% pada kategori rendah. Secara keseluruhan peningkatan kemampuan siswa dalam kategori tinggi.
Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa SMP Negeri 5 Kota ternate pada Materi Lingkaran Fajri Rahman; Ariyanti Jalal; Joko Suratno
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 2, No 1 (2022): Januari
Publisher : Jurnal Pendidikan Guru Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.265 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Jenis penelitian kualitatif ini dengan 22 siswa sebagai subjek dengan kategori kemampuan pemahaman konsep matematis tinggi, sedang dan rendah sebagai subjek penelitian. Data kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dieproleh melalui tes tertulis, wawancara, dokumentasi dan dianalisis berdasarkan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; a) terdapat 1 siswa (4,54%) dengan kualifikasi kemampuan pemahaman konsep matematis dalam kategori tinggi, 12 siswa (54,48%)  dengan kategori sedang, dan terdapat 9 siswa (40,86%) dengan kategori rendah; b) siswa dengan kategori tinggi dapat menyatakan ulang sebuah konsep, menyatakan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis, dan mengaplikasikan konsep atau algoritma dalam pemecahan masalah pada materi pemahaman konsep matematis; c) siswa dengan kategori sedang belum dapat menyatakan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis soal pada materi tersebut; d) siswa dengan kategori rendah belum dapat mengaplikasikan konsep atau algoritma dalam pemecahan masalah yang ada pada soal. Hal ini menunjukkan siswa SMP Negeri 5 Kota Ternate kelas VIII-1 telah memiliki kemampuan pemahaman konsep matematis.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMP Negeri 1 Kota Ternate dalam Menyelesaikan Soal Lingkaran Asria Hanufa; Ahmad Afandi; Joko Suratno
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 1, No 2 (2021): Mei
Publisher : Jurnal Pendidikan Guru Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1091.644 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematis siswa SMP Negeri 1 Kota Ternate dalam menyelesaikan soal lingkaran. Penelitian kualitatif ini menjadikan 13 siswa SMP Negeri 1 Kota Ternate sebagai subjek untuk diteliti. Data kemampuan berpikir kritis matematis iswa diperoleh melalui observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Data hasil penelitian dianalisis secara reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian kemampuan berpikir kritis matematis siswa dalam menyelesaikan soal lingkaran diperoleh 3 siswa (23,08%) mencapai kategori tinggi, 8 siswa (61,54%) mencapai kategori sedang, dan 2 siswa (15,38) dalam kategori rendah. Siswa dengan kemampuan berpikir kritis dalam kategori tinggi dapat menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanya dengan benar, menggunakan strategi yang tepat dalam menyelesaikan soal dan dapat membuat kesimpulan dengan tepat sesuai dengan konteks soal. Siswa dengan kemampuan berpikir kritis matematis berkategori sedang dapat menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanya dengan benar, menggunakan strategi yang tepat dalam menyelesaikan soal lengkap dan benar, namun tidak membuat kesimpulan sesuai dengan konteksnya. Siswa dalam kemampuan berpikir kritis matematis berkategori rendah tidak dapat menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan, salah dalam menggunakan strategi dan perhitungan dalam menyelesaikan soal serta tidak membuat kesimpulan.
Ethnomathematics: Pembelajaran Geometri dalam Konteks Multi-Budaya Joko Suratno; Dahlan Wahyudi; Ahmad Afandi
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 1 (2023): Januari
Publisher : Jurnal Pendidikan Guru Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.698 KB)

Abstract

Ethnomathematics merupakan program penelitian yang hasil kajiannya dapat menginspirasi praktisi dalam dunia pendidikan matematika untuk mengaplikasikan ethnomathematics dalam kegiatan pembelajaran matematika. Beberapa penelitian telah mengintegrasikan desain pembelajaran multi-budaya dan aplikasinya dalam berpikir matematis siswa. Kegiatan tersebut tentunya untuk mengakomodasi peranan ethnomathematics dalam pengajaran matematika. Hal yang perlu diingat adalah guru matematika harus mengetahui peranannya sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran, dan bukan sebagai sumber dan pengantar pengetahuan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan pemanfaatan pengetahuan siswa tentang ethnomathematics di dalam pembelajaran dan ini akan mendorong pengembangan dasar pengetahuan konseptual siswa. Implikasinya ethnomathematics dalam pengembangan dan inovasi kurikulum, pengajaran, pendidikan guru, pembuatan kebijakan, dan upaya untuk mengikis arogansi, ketidakadilan, dan kefanatikan di dalam masyarakat. Peranan ini menuntut kita semua dalam mengembangkan lebih lanjut ethnomathematics di dalam kegiatan pembelajaran kita. Tentunya tidak salah jika kita mencoba berbagai alternatif kegiatan pembelajaran. Tetapi yang perlu diingat bahwa ethnomathematics bukanlah sebuah obat yang mujarab yang dapat menyembuhkan segala penyakit atau permasalahan matematika. Ethnomathematics dengan keterbatasannya hanyalah salah satu dari berbagai macam alat yang dapat kita gunakan dalam pembelajaran matematika. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini penulis mencoba membuat/menawarkan rancangan kegiatan pembelajaran yang berkaitan dengan ethnomathematics yang rencana pembelajarannya [Rencana Pembelajaran Semester (RPS)] dilampirkan dalam artikel ini.
Analisis Komparatif Kurikulum Matematika di Indonesia, Korea Selatan, dan Singapura pada Jenjang Sekolah Menengah Atas Joko Suratno; Diah Prawitha Sari
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 1, No 1 (2021): Januari
Publisher : Jurnal Pendidikan Guru Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.435 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah membandingkan kurikulum matematika sekolah menengah atas yang ada di Indonesia, Korea Selatan, dan Singapura. Penelitian ini merupakan studi literatur. Pengumpulan data berupa dokumen kurikulum dilakukan melalui berbagai sumber website.  Apabila dilihat berdasarkan isi kurikulum, maka kurikulum matematika yang ada di Indonesia jauh lebih padat jika dibandingkan isi kurikulum matematika baik Korea Selatan maupun Singapura. Padatnya materi kurikulum merupakan salah satu penyebab digantinya sebuah kurikulum yang pernak berlaku di negara kita. Akankah padatnya materi pada Kurikulum 2013 menjadi sebuah masalah yang akan datang? Ataukah hal tersebut merupakan sebuah terobosan yang dapat meningkatkan prestasi dan penguasaan materi matematika siswa yang lebih baik? Mungkin banyak pertanyaan lain yang akan muncul dengan syaratnya materi kita tersebut. Namun demikian, kurikulum bukanlah hanya sekedar isi tetapi masih banyak komponen lain yang berpautan dan menyokong sebuah kurikulum.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa pada Materi Himpunan Satria Ibrahim; Joko Suratno; Hasriani Ishak
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 1, No 3 (2021): September
Publisher : Jurnal Pendidikan Guru Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.645 KB)

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan Kemampuan Pemahaman Matematis siswa pada materi himpunan melalui model; kooperatif Tipe TAI 2) Mengetahui model kooperatif Tipe TAI dapat meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa pada materi himpunan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 46 Halmahera Selatan yang berjumlah 26 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VII1 SMP Negeri 46 Halmahera Selatan yang berjumlah 26 siswa, jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yaitu One-Group Pretets-posttes design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari soal tes untuk mengukur kemampuan pemahaman matematis siswa. Teknik tes berupa soal uraian yang terdiri dari 3 butir soal, dan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu PAP skala 5, dan analisis inferensial one sampel t test. Hasil analisis data dengan PAP skala 5 diperoleh data tes akhir terdapat 15 siswa (15%) berkualifikasi memuaskan, 3 siswa (11%) berkualifikasi baik, 4 siswa (15%) berkualifikasi cukup, model kooperatif Tipe TAIdapat meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa.