Claim Missing Document
Check
Articles

Kemajuan dan Kendala Pelaksanaan Kurikulum 2013 pada Jenjang Sekolah Menengah Pertama di Kota Ternate Joko Suratno; Fitriana Eka Chandra; Diah Prawitha Sari; Sitti Busyrah Muchsin
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 1, No 2 (2021): Mei
Publisher : Jurnal Pendidikan Guru Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.366 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji hasil dan masalah atau kendala dari pelaksanaan Kurikulum 2013. Jenis penelitia dalam penelitian ini adalah penelitian survai. Penelitian dilakukan di Kota Ternate, Maluku Utara. Berdasarkan pertimbangan geografis, waktu, dan pembatasan penelitian, maka penelitian ini hanya dilakukan di 3 SMP yang ada di Kota Ternate. Ketiga SMP tersebut yaitu SMP Negeri 1 Kota Ternate yang beralamat di Kelurahan Gamalama, Kec. Ternate Tengah; SMP Negeri 3 Kota Ternate yang beralamat di Kelurahan Gambesi, Kec. Tenate Selatan; dan SMP Negeri 5 Kota Ternate yang beralamat di Kelurahan Tabam, Kec. Ternate Utara. Data penelitian ini diperoleh melalui kuesioner terbuka. Kuesioner tersebut digunakan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan Kurikulum 2013 pada jenjang SMP yang ada di Kota Ternate. Data kualitatif tentang gambaran pelaksanaan Kurikulum 2013 pada jenjang SMP yang ada di Kota Ternate dianalisis dengan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat beberapa kemajuan setelah diterapkannya Kurikulum 2013 pada jejang SMP di Kota Ternate. Namun demikian, masih terdapat banyak kendala yang ada di sekolah sehingga pelaksanaan kurikulum 2013 belum dapat dilaksanakan secara maksimal.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMP pada Materi Persamaan Linear Dua Variabel Julia Tidore; Soleman Saidi; Joko Suratno
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 2, No 3 (2022): September
Publisher : Jurnal Pendidikan Guru Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.168 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematis siswa pada materi persamaan linear dua variabel. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Nasional Banau Kota Ternate yang berjumlah 20 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian kemampuan berpikir kritis matematis siswa pada materi persamaan linear dua variabel sebagai berikut: kemampuan berpikir kritis matematis siswa subjek S-1 dengan kategori tinggi, subjek S-4 dengan kategori sedang, dan subjek S-18 dengan kategori rendah, dapat disimpulkan bahwa: 1) Siswa yang dikategorikan tinggi mampu menuliskan apa yang di ketahui dan ditanyakan dengan tepat dan menuliskan pemisalan variabel, membuat model matematika dari soal dengan benar dan menggunakan strategi yang tepat dalam menyelesaikan soal kemudian membuat kesimpulan yang sesuai dengan konteks soal, 2) siswa yang dikategorikan sedang yang dapat menuliskan apa yang di ketahui dan ditanyakan dengan tepat dan menuliskan pemisalan variabel, membuat model matematika dan menggunakan strategi yang tepat dalam menyelesaikan soal tapi bingung dalam membuat kesimpulan, sedangkan 3) Sedangkan siswa yang dikategorikan rendah tidak mampu atau siswa yang masih kurang dalam menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan, masih bingung dalam menuliskan pemisalan variabel dan model matematika serta membuat kesimpulan.
Kurikulum dan Model-model Pengembangannya Joko Suratno; Diah Prawitha Sari; Asmar Bani
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 2, No 1 (2022): Januari
Publisher : Jurnal Pendidikan Guru Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.844 KB)

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan pengertian kurikulum dan beberapa model pengembangan kurikulum. Keberadaan pendidik tidak dapat dipisahkan dari kurikulum karena dosen maupun guru adalah mediator antara kurikulum dan mahasiswa atau siswa. Dosen dan guru dapat dilibatkan dalam pengembangan kurikulum dalam dua cara, yaitu sebagai partisipan dalam proses atau sebagai pengguna produk kurikulum. Berbagai model pengembangan kurikulum dapat kita jumpai. Dari berbagai model pengembangan kurikulum yang ada, artikel ini membahas secara khusus model pengembangan kurikulum Tyler’s Behavioral Model, Beauchamp’s Managerial Model; Saylor, Alexander, and Lewis’s Administrative model; The Grass Roots Model; Taba’s Inverted Model; The Demonstration Model; Roger’s Interpersonal Relation Model; dan The Systematic Action-Research Model. 
Pembuatan Ornamen Geometris dengan Software Geometri Dinamis Joko Suratno; Ida Kurnia Waliyanti
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 2, No 3 (2022): September
Publisher : Jurnal Pendidikan Guru Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.166 KB)

Abstract

Ornamen atau pola-pola geometri di sekitar tempat tinggal kita jumlahnya sangat banyak. Di lain pihak, pemanfaatan ornamen-ornamen tersebut dalam pembelajaran matematika khususnya geometri masih sangat terbatas. Pola-pola geometris atau ornamen-ornamen yang ada sebenarnya dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran matematika yang sarat akan kreativitas. Siswa yang belajar dengan sarana ornamen-ornamen tersebut akan menjadi lebih aktif dan meningkat ketertarikannya terhadap materi yang diajarkan. Selain itu, pembelajaran dengan media ornamen akan meningkatkan kreativitas siswa dalam membuat ornamen-ornamen baru, membuat permasalahan, dan menyelesaikannya dengan berbagai pendekatan. Software geometri Interaktif atau Interactive Geometry Software (IGS) disebut juga Dynamic Geometry Environments (DGEs) merupakan program komputer yang memungkinkan penggunanya untuk membuat dan memanipulasi objek-objek geometris. Cabri II Plus merupakan salah satu contoh IGS yang khusus pada program dua dimensi dari sekitar 30an software sejenis. Software geometri interaktif ini memiliki beberapa kelebihan antara lain dapat membuat belajar geometri lebih bermakna, dapat membenarkan beberapa kesalahan konsep, dan kemampuan grafis dan numeris dari komputer juga menyediakan lingkungan pembelajaran yang kaya sehingga siswa dapat bereksperimen secara leluasa. Pengalaman eksplorasi dengan menggunakan software ini juga memberikan efek yang bagus dalam pemecahan masalah. Selain hal tersebut, bekerja dengan software geometri interaktif memiliki beberapa keuntungan jika dibandingkan dengan bekerja secara manual, antara lain dalam hal ketepatan dan waktu.
A Book Review: Curriculum in development Joko Suratno
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v3i2.6135

Abstract

Curriculum in development merupakan judul buku yang diedit oleh dua orang editor, yaitu Annette Thijs dan Jan van den Akker. Buku ini terdiri dari empat bab. Tiga dari keempat bab tersebut dirinci kedalam beberapa sub bab dan sub sub bab. Bab pertama membahas tentang kurikulum dan pengembangan kurikulum. Bab kedua membahas tentang pengembangan kurikulum pada beberapa level yang berbeda. Bab ketiga membahas kualitas kurikulum. Bab empat secara umum mengulas kembali pembahasan pada bab-bab sebelumnya. Seperti siklus pengembangan kurikulum yang di bahas pada bab pertama yang dimulai dengan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Aljabar ditinjau dari Gaya Kognitif Nur Asriani Ega; Joko Suratno; Soleman Saidi
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v3i2.6131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Aljabar Ditinjau dari Gaya Kognitif Di MTs Alkhairaat Diakui Labuha. Pengumpulan data kemampuan berpikir kritis matematis siswa menggunakan teknik tes dan wawancara. Instrumen tes yang digunakan 2 butir soal tentang kemampuan berpikir kritis matematis yang telah divalidasi. Data kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang dikumpulkan dianalisis secara kualitatif dengan cara mereduksi data, penyajian data, triangulasi, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas VIII C MTs Alkhairaat Diakui Labuha sebanyak 26 siswa, kemudian dipilih 6 siswa sebagai perwakilan subjek penelitian berdasarkan kategori gaya kognitif (strongly field dependent, slighty field dependent, strongly field independent, dan slighty field independent) untuk dilakukan wawancara sebagai bentuk triangulasi dan dilihat kepastian jawaban siswa. Hasil penelitiam menunjukkan bahwa berdasarkan gaya kognitif siswa diperoleh 3 subjek kemampuan berpikir kritisnya tingkat rendah dan 3 subjek kemampuan berpikir kritisnya tingkat tinggi. Kategori tingkat rendah tergolong bergaya kognitif FD yaitu tidak mampu memenuhi ke lima indikator yang ingin dicapai sedangkan kategori tingkat tinggi tergolong bergaya kognitif FI yaitu mampu memenuhi kelima indikator yang ingin dicapai walaupun masih salah dan kurang lengkap dalam penulisannya.
Penerapan Model Pembelajaran Think Pair Share untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa pada Materi Lingkaran Sarni Lahamu; Joko Suratno; In Hi Abdullah
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v3i3.6627

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui: 1) Kemampuan Penalaran Matematis Siswa setelah diterapkan model pembelajaran think pair share, 2) Peningkatan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa setelah diterapkan model pembelajaran think pair share. Jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperimen dan desain penelitian One Group Pretest-Postest Design. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes kemampuan penalaran matematis siswa. Data hasilpenelitian dianalisis menggunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP) Skala 5 dan perhitungan menggunakan rumus N- Gain Ternormalisasi (N-Gain). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kemampuan Penalaran Matematis Siswa setelah diterapkan model pembelajaran think pair share diperoleh 1 (4,54%) siswa pada kualifikasi memuaskan, 8 (36,36%) siswa kualifikasi baik, 7 (31,81%) siswa pada kualifikasi cukup, 4 (18,18%) siswa pada kualifikasi kurang, dan 2 (9,09%) siswa kualifikasi gagal. Peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa tergolong sedang dengan nilai N-Gain yang diperoleh yakni 0,52.
Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization untuk Meningkatkan Pemahaman Matematis Siswa Satria Ibrahim; Joko Suratno; Hasriani Ishak
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v3i3.6598

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan Kemampuan Pemahaman Matematis siswa pada materi himpunan melalui model; kooperatif Tipe TAI 2) Mengetahui model kooperatif Tipe TAI dapat meningkatan kemampuan pemahaman matematis  siswa pada materi himpunan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa  kelas VII SMP Negeri 46 Halmahera Selatan  yang berjumlah 26 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah  kelas VII1 SMP Negeri 46 Halmahera Selatan yang berjumlah 26 siswa, jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan desaian penelitian yaitu One-Group Pretets-posttes design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari soal tes untuk mengukur kemampuan pemahaman matematis siswa. Teknik tes berupa soal uraian yang terdiri dari 3 butir soal, dan analisis data yang digunakan adalah analisis deskripsif yaitu PAP skala 5, dan analisis inferensial one sampel t test. Hasil analisis data dengan PAP skala 5 diperoleh data tes akhir terdapat 15 siswa (15%) berkualifikasi memuaskan, 3 siswa (11%) berkualifikasi baik, 4 siswa (15%) berkualifikasi cukup, model kooperatif Tipe TAIdapat meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa.
Integration of GeoGebra in Problem-Based Learning to Improve Students' Problem-Solving Skills Suratno, Joko; Waliyanti, Ida Kurnia
International Journal of Research in Mathematics Education Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Faculty of Tarbiya and Teacher Trainning, Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/ijrme.v1i1.8514

Abstract

Learning mathematics requires the development of problem-solving abilities. However, problem-solving requires additional focus, particularly in the context of schools. Therefore, alternatives are needed to teach students how to solve problems through GeoGebra in problem-based learning. The goal of this study was to thoroughly and in-depth investigate how the use of GeoGebra in problem-based learning affects students' capacity for problem-solving. Quasi-experimental research methodology is employed. The Posttest-Only Design with Nonequivalent Groups was the quasi-experimental design in this work. According to the data analysis, incorporating GeoGebra into problem-based learning significantly impacts students' ability to solve problems.
WORKSHOP PEMANFAATAN MEDIA ONLINE PADLET DAN KAHOOT GAME PADA GURU SD 01 ALKHAIRAT DAN SD O4 ALKHAIRAT KOTA TERNATE Abdullah, In Hi; Suharna, Hery; Suratno, Joko; Hamid, Hasan
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM), Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v5i2.2320

Abstract

Community Service (PKM) was carried out for teachers at SD 01 and 04 Alkhairat, Ternate City. The aim of this PKM is to improve the ability of elementary school teachers to use applications in classroom learning. This PKM is based on the results of discussions held on July 20 2024. The results of the agreement to implement the PKM are: (1) Conducting socialization about applications in learning; (2) Practicing the Online Padlet and Kahoot Game applications in workshops as a simulation; (3) Conduct evaluations in the use of applications in learning. The agreed solution is based on the results of problem identification, namely: (1) In general, students like application-based learning, especially online; (2) Teachers experience difficulties when learning is application-based, both online and offline; (3) lack of knowledge in using learning media; and (4) teachers also have difficulty operating using applications, especially online ones. The solution to this problem needs to be done and is a mutual agreement. A series of services that can be carried out in order to improve the ability to use Online Padlet and Kahoot Games at SD 01 and SD 04 Alhairat, Ternate City. This PKM involves all partners, namely SD 01 and SD 04 Alkhairat, Ternate City. Furthermore, the expected outputs in this PKM are: (1) Conducting socialization about applications in learning; (2) Application Usage Workshop and (3) Third program: FGD to increase knowledge of Online Padlet and Kahoot Game teachers. This activity involved all 26 teachers at SD 01 and SD 04 Alkhairat, Ternate City.  Based on the evaluation results, the response was "very good".