Claim Missing Document
Check
Articles

Kemampuan Berpikir Reflektif Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Program Linear di SMA Negeri 4 Kota Ternate Badjiser, Nuraini Lestari; Suratno, Joko; Angkotasan, Nurma
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 1, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v1i1.2655

Abstract

Tujuan diadakannya penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa dalam menyelesaikan soal program liner. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan adalah instrumen tes dan wawancara. Siswa diminta untuk mengerjakan soal tes kemampuan berpikir reflektif matematis (TKBRM), kemudian diwawancarai untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam tentang kemampuan berpikir reflektif matematis siswa dalam menyelesaikan soal program linear. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah mentranskip data verbal, kategorisasi data, reduksi data, paparan data, memeriksa keabsahan data atau triangulasi data, penarikan kesimpulan verifikasi. Subjek peneitian ini adalah 25 siswa, masing-masing perwakilan dari subjek S-8 yang berkemampuan tinggi, S-24 yang berkemampuan sedang dan S-5 yang berkemampuan rendah. Hasil penelitian berpikir reflektif matematis siswa dalam menyelesaikan soal program linear sebagai berikut: 1) subjek S-8 memperoleh nilai 83,3 sehingga mampu berpikir reflektif dimana telah mampu menuliskan rumus yang digunakan untuk menyelesaikan soal tersebut dengan tepat dan benar, subjek mampu menentukan nilai minimum dengan benar dan subjek mampu mengecek jawaban dan mampu menjelaskan kesimpulan dari jawaban yang diperoleh, 2) subjek S-24 memperoleh nilai 67,7 sehingga mampu berpikir reflektif dimana telah mampu menuliskan rumus yang digunakan untuk menyelesaikan soal tersebut dengan benar, subjek mampu menentukan nilai minimum dengan benar, dan subjek tidak mampu mengecek jawaban yang diperoleh tetapi mampu menjelaskan kesimpulan dari jawaban dengan benar, 3) subjek S-5 memperoleh nilai 41,7 dalam berpikir reflektif hanya mampu menuliskan rumus yang digunakan untuk menyelesaikan soal tersebut dengan benar, subjek mampu menentukan nilai minimum tetapi jawaban yang diperoleh tidak maksimal dan subjek tidak mampu mengecek jawaban yang diperoleh dan tidak mampu menjelaskan kesimpulan dari jawaban.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Aljabar ditinjau dari Gaya Kognitif Ega, Nur Asriani; Suratno, Joko; Saidi, Soleman
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v3i2.6131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Aljabar Ditinjau dari Gaya Kognitif Di MTs Alkhairaat Diakui Labuha. Pengumpulan data kemampuan berpikir kritis matematis siswa menggunakan teknik tes dan wawancara. Instrumen tes yang digunakan 2 butir soal tentang kemampuan berpikir kritis matematis yang telah divalidasi. Data kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang dikumpulkan dianalisis secara kualitatif dengan cara mereduksi data, penyajian data, triangulasi, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas VIII C MTs Alkhairaat Diakui Labuha sebanyak 26 siswa, kemudian dipilih 6 siswa sebagai perwakilan subjek penelitian berdasarkan kategori gaya kognitif (strongly field dependent, slighty field dependent, strongly field independent, dan slighty field independent) untuk dilakukan wawancara sebagai bentuk triangulasi dan dilihat kepastian jawaban siswa. Hasil penelitiam menunjukkan bahwa berdasarkan gaya kognitif siswa diperoleh 3 subjek kemampuan berpikir kritisnya tingkat rendah dan 3 subjek kemampuan berpikir kritisnya tingkat tinggi. Kategori tingkat rendah tergolong bergaya kognitif FD yaitu tidak mampu memenuhi ke lima indikator yang ingin dicapai sedangkan kategori tingkat tinggi tergolong bergaya kognitif FI yaitu mampu memenuhi kelima indikator yang ingin dicapai walaupun masih salah dan kurang lengkap dalam penulisannya.
Pembelajaran Berbasis Komputer: Kategori, Teori Pembelajaran Pendukung, Kelebihan, dan Kekurangannya Suratno, Joko; Wahyudi, Dahlan; Muchsin, Sitti Busyrah; Tonra, Winda Syam
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 4, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v4i1.7287

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskan beberapa karakteristik pembelajaran berbasis komputer melalui kajian pustaka. Bagian pertama membahas beberapa kategori pembelajaran berbasis komputer, yaitu drill-and-practice, tutorial, problem solving, simulation, inquiry, electronic performance support system, testing, and programming. Tambahan penjelasan makna interaktif yang sering disematkan dalam pembelajaran berbasis komputer dibahas pada bagian kedua. Bagian ketiga, membahas empat macam teori pembelajaran yang berhubungan dengan penggunaan teknologi dalam pembelajaran, yaitu: behaviorisme, kognitivisme, konstruktivisme, dan sosial konstruktivisme. Bagian terakhir membahas kelebihan dan kelemahan pembelajaran berbasis komputer.
Penerapan Model Discovery Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematika Siswa SMP Manuar, Sarni Hi; Suratno, Joko; Waliyanti, Ida Kurnia
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 4, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v4i3.8902

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). kemampuan berpikir kreatif siswa setelah diterapkan model discovery learning pada sistem persamaan linear dua variabel 2). terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa setelah diterapkan model discovery learning pada materi sistem persamaan linear dua variabel. 3). peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa setelah diterapkan model discovery learning pada materi persamaan linear dua variabel. Desain penelitian ini yaitu One Group Pretest-Posttest Design. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis statistic deskriptif dan analisis inferensial. Analisis deskriptif menggunakan kreteria presentasi kemampuan berpikir kreatif sedangkan Analisis inferensial menggunakan uji normalitas data dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). kemampuan berpikir kreatif siswa setelah diterapkan  model Discovery Learning pada Sistem Persamaan Linear Dua Variabel memperoleh 45% kualifikasi  baik sekali, 30% kualifikasi baik, 25% kualifikasi cukup. 2. Terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa setelah diterapkan model Discovery Learning pada materi Sistem persamaan linear dua variabel dengan skor mean sebesar -3.937 dan  sebesar 0,000. 3. Peningkatan kemampuan berpikir kreatif  siswa setelah diterapkan  model discovery learning pada materi Persamaan Linear Dua Variabel mencapai kualifikasi tinggi dengan rata-rata n-gain sebesar 0,76. 
Pembuatan Ornamen Geometris dengan Software Geometri Dinamis Suratno, Joko; Waliyanti, Ida Kurnia
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 2, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v2i3.5152

Abstract

Ornamen atau pola-pola geometri di sekitar tempat tinggal kita jumlahnya sangat banyak. Di lain pihak, pemanfaatan ornamen-ornamen tersebut dalam pembelajaran matematika khususnya geometri masih sangat terbatas. Pola-pola geometris atau ornamen-ornamen yang ada sebenarnya dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran matematika yang sarat akan kreativitas. Siswa yang belajar dengan sarana ornamen-ornamen tersebut akan menjadi lebih aktif dan meningkat ketertarikannya terhadap materi yang diajarkan. Selain itu, pembelajaran dengan media ornamen akan meningkatkan kreativitas siswa dalam membuat ornamen-ornamen baru, membuat permasalahan, dan menyelesaikannya dengan berbagai pendekatan. Software geometri Interaktif atau Interactive Geometry Software (IGS) disebut juga Dynamic Geometry Environments (DGEs) merupakan program komputer yang memungkinkan penggunanya untuk membuat dan memanipulasi objek-objek geometris. Cabri II Plus merupakan salah satu contoh IGS yang khusus pada program dua dimensi dari sekitar 30an software sejenis. Software geometri interaktif ini memiliki beberapa kelebihan antara lain dapat membuat belajar geometri lebih bermakna, dapat membenarkan beberapa kesalahan konsep, dan kemampuan grafis dan numeris dari komputer juga menyediakan lingkungan pembelajaran yang kaya sehingga siswa dapat bereksperimen secara leluasa. Pengalaman eksplorasi dengan menggunakan software ini juga memberikan efek yang bagus dalam pemecahan masalah. Selain hal tersebut, bekerja dengan software geometri interaktif memiliki beberapa keuntungan jika dibandingkan dengan bekerja secara manual, antara lain dalam hal ketepatan dan waktu.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel Jainal, Ruslina; Hairun, Yahya; Suratno, Joko; Nafisa, Nafisa
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 1, No 3 (2021): September
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v1i3.3528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa setelah diterapkan model pembealajaran kooperatif tipe TAI pada materi persamaan linear satu variabel. 2) Penerapan model pembealajaran kooperatif tipe TAI dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi persamaan linear satu variabel. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain penelitian one group pretest-posttest design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari soal tes (pretest dan posttest) untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif yaitu Pedoman Acuan Patokan (PAP) skala 5 dan perhitungan gain ternormalisasi (N-Gain). Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Kemampuan pemecahan masalah matematis setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe TAI 22% siswa dengan kategori baik sekali,  55% dengan kategori baik, 19% kategori cukup, dan 4% dengan kategori kurang. 2) Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe TAI secara individu diperoleh 59% pada kategori tinggi, 34% pada kategori sedang, 7% pada kategori rendah. Secara keseluruhan peningkatan kemampuan siswa dalam kategori tinggi.
Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa SMP Negeri 5 Kota ternate pada Materi Lingkaran Rahman, Fajri; Jalal, Ariyanti; Suratno, Joko
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 2, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v2i1.4126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Jenis penelitian kualitatif ini dengan 22 siswa sebagai subjek dengan kategori kemampuan pemahaman konsep matematis tinggi, sedang dan rendah sebagai subjek penelitian. Data kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dieproleh melalui tes tertulis, wawancara, dokumentasi dan dianalisis berdasarkan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; a) terdapat 1 siswa (4,54%) dengan kualifikasi kemampuan pemahaman konsep matematis dalam kategori tinggi, 12 siswa (54,48%)  dengan kategori sedang, dan terdapat 9 siswa (40,86%) dengan kategori rendah; b) siswa dengan kategori tinggi dapat menyatakan ulang sebuah konsep, menyatakan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis, dan mengaplikasikan konsep atau algoritma dalam pemecahan masalah pada materi pemahaman konsep matematis; c) siswa dengan kategori sedang belum dapat menyatakan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis soal pada materi tersebut; d) siswa dengan kategori rendah belum dapat mengaplikasikan konsep atau algoritma dalam pemecahan masalah yang ada pada soal. Hal ini menunjukkan siswa SMP Negeri 5 Kota Ternate kelas VIII-1 telah memiliki kemampuan pemahaman konsep matematis.
Komunikasi Matematis: Jenis, Standar, Peranan, Pengembangan, dan Keefektifannya Suratno, Joko; Jalal, Ariyanti; Bakar, Marwia Tamrin
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 2, No 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v2i2.4631

Abstract

Komunikasi matematis merupakan salah satu cara untuk bertukar gagasan atau memperjelas pengetahuan. Komunikasi matematis memiliki tiga aspek yang berbeda. Ketiga aspek tersebut adalah komunikasi tentang matematika (communication about mathematics), komunikasi di dalam matematika (communication in mathematics), dan komunikasi dengan matematika (communication with mathematics). Selain itu, artikel ini juga membahas tiga cara yang dapat dilakukan siswa untuk berkomunikasi dengan gurunya, yaitu dengan cara lisan, tertulis, dan perilaku fisik. Standar komunikasi juga dibahas dalam tulisan ini, karena kemampuan komunikasi di setiap jenjang pendidikan tentunya berbeda-beda. Peranan komunikasi, cara mengembangkan komunikasi, dan keefektifan komunikasi penting untuk diketahui karena komunikasi yang baik akan terjadi apabila penerima pesan memahami apa yang disampaikan oleh pengirim pesan. Oleh karena itu, perlu kiranya seluruh komponen yang terlibat dalam sebuah komunikasi memainkan peranannya agar terjadi komunikasi yang baik.
Penerapan Model Pembelajaran Think Pair Share untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa pada Materi Lingkaran Lahamu, Sarni; Suratno, Joko; Abdullah, In Hi
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v3i3.6627

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui: 1) Kemampuan Penalaran Matematis Siswa setelah diterapkan model pembelajaran think pair share, 2) Peningkatan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa setelah diterapkan model pembelajaran think pair share. Jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperimen dan desain penelitian One Group Pretest-Postest Design. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes kemampuan penalaran matematis siswa. Data hasilpenelitian dianalisis menggunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP) Skala 5 dan perhitungan menggunakan rumus N- Gain Ternormalisasi (N-Gain). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kemampuan Penalaran Matematis Siswa setelah diterapkan model pembelajaran think pair share diperoleh 1 (4,54%) siswa pada kualifikasi memuaskan, 8 (36,36%) siswa kualifikasi baik, 7 (31,81%) siswa pada kualifikasi cukup, 4 (18,18%) siswa pada kualifikasi kurang, dan 2 (9,09%) siswa kualifikasi gagal. Peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa tergolong sedang dengan nilai N-Gain yang diperoleh yakni 0,52.
Kemajuan dan Kendala Pelaksanaan Kurikulum 2013 pada Jenjang Sekolah Menengah Pertama di Kota Ternate Suratno, Joko; Chandra, Fitriana Eka; Sari, Diah Prawitha; Muchsin, Sitti Busyrah
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 1, No 2 (2021): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v1i2.3145

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji hasil dan masalah atau kendala dari pelaksanaan Kurikulum 2013. Jenis penelitia dalam penelitian ini adalah penelitian survai. Penelitian dilakukan di Kota Ternate, Maluku Utara. Berdasarkan pertimbangan geografis, waktu, dan pembatasan penelitian, maka penelitian ini hanya dilakukan di 3 SMP yang ada di Kota Ternate. Ketiga SMP tersebut yaitu SMP Negeri 1 Kota Ternate yang beralamat di Kelurahan Gamalama, Kec. Ternate Tengah; SMP Negeri 3 Kota Ternate yang beralamat di Kelurahan Gambesi, Kec. Tenate Selatan; dan SMP Negeri 5 Kota Ternate yang beralamat di Kelurahan Tabam, Kec. Ternate Utara. Data penelitian ini diperoleh melalui kuesioner terbuka. Kuesioner tersebut digunakan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan Kurikulum 2013 pada jenjang SMP yang ada di Kota Ternate. Data kualitatif tentang gambaran pelaksanaan Kurikulum 2013 pada jenjang SMP yang ada di Kota Ternate dianalisis dengan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat beberapa kemajuan setelah diterapkannya Kurikulum 2013 pada jejang SMP di Kota Ternate. Namun demikian, masih terdapat banyak kendala yang ada di sekolah sehingga pelaksanaan kurikulum 2013 belum dapat dilaksanakan secara maksimal.