Articles
Penerapan Model Discovery Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematika Siswa SMP
Manuar, Sarni Hi;
Suratno, Joko;
Waliyanti, Ida Kurnia
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 4, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/jpgm.v4i3.8902
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). kemampuan berpikir kreatif siswa setelah diterapkan model discovery learning pada sistem persamaan linear dua variabel 2). terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa setelah diterapkan model discovery learning pada materi sistem persamaan linear dua variabel. 3). peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa setelah diterapkan model discovery learning pada materi persamaan linear dua variabel. Desain penelitian ini yaitu One Group Pretest-Posttest Design. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis statistic deskriptif dan analisis inferensial. Analisis deskriptif menggunakan kreteria presentasi kemampuan berpikir kreatif sedangkan Analisis inferensial menggunakan uji normalitas data dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). kemampuan berpikir kreatif siswa setelah diterapkan model Discovery Learning pada Sistem Persamaan Linear Dua Variabel memperoleh 45% kualifikasi baik sekali, 30% kualifikasi baik, 25% kualifikasi cukup. 2. Terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa setelah diterapkan model Discovery Learning pada materi Sistem persamaan linear dua variabel dengan skor mean sebesar -3.937 dan  sebesar 0,000. 3. Peningkatan kemampuan berpikir kreatif  siswa setelah diterapkan model discovery learning pada materi Persamaan Linear Dua Variabel mencapai kualifikasi tinggi dengan rata-rata n-gain sebesar 0,76.Â
Developing Students’ Critical Thinking Skills through Contextual Case-Based Learning: A Quasi-Experimental Study
Sirajudin, Nuraini;
Suratno, Joko;
Sahjat, Sumarni
Jurnal Pendidikan MIPA Vol 26, No 2 (2025): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : FKIP Universitas Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/jpmipa.v26i2.pp1057-1067
Rarely was there a learning exercise that could reliably enhance critical thinking abilities in the classroom. Consequently, a different approach was required to address the issue. Contextual Case-Based Learning (CCBL) is an alternative learning activity that could be utilized as a tool to enhance the fundamental abilities required in this century. It was proposed that 21st-century learning incorporate CCBL. This study aimed to investigate the impact of the learning model in helping students develop their critical thinking skills. This study employed a posttest-only design with non-equivalent groups, utilizing a quasi-experimental approach. The total sample class is 44 pre-service biology teachers. There were 22 students in the traditional class and 22 students in the Contextual Case-Based Learning (CCBL) session. Students in the CCBL class had an average critical thinking score of 53.64, with a standard deviation of 19,160. However, in the conventional classroom, pupils' critical thinking scores averaged 36.82 with a standard deviation of 18,358. The standard deviation was 20,402, and the average for both groups was 45.23. Moreover, the learning approach factor has a p-value of less than 0.05, as determined by a two-way ANOVA. It suggests that learning strategies have a significant impact on students' ability to think critically. The p-value for the factor of students' prior critical thinking skill levels is less than 0.05. This suggests that students' earlier critical thinking abilities have a statistically significant impact of 5% on their subsequent critical thinking abilities. A p-value greater than 0.05 was found for the interaction between the model learning elements and the students' pre-existing critical thinking skills. Therefore, it follows that the two elements taken together do not affect pupils' capacity for critical thinking. Students' critical thinking skills ranged from poor to moderate, and their responses to the test's questions were generally below average. Keywords: contextual case-based learning; critical thinking skills.
Epistemology Obstacle dalam Pemecahan Matematis Siswa pada Matei Sistem Pesamaan Linea Dua Variabel
Umasangadji, Fadila;
Suratno, Joko;
Angkotasan, Nurma
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 5, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/jpgm.v5i1.9509
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan epistemology obstacles yang dialami siswa dalam pemecahan masalah matematis pada materi SPLDV. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah tes tertulis dan pedoman wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, triangulasi data, dan penarikan kesimpulan, subjek dalam penelitian ini meliputi siswa kelas VIII-8 SMP Negeri 2 Kota Ternate yang terdiri 27 siswa dan diambil 5 siswa sebagai perwakilan untuk dianalisis dan wawancarai. Terdapat 1 siswa yang berkemampuan tinggi, 2 orang berkemampuan sedang, dan 2 orang berkemampuan sangat rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih terdapat siswa yang mengalami epistemological obstacles (hambatan epistemology) pada materi SPLDV. Epistemological obstacles siswa terdapat pada semua indikator pemecahan masalah SPLDV, yaitu 1) sebagian siswa tidak dapat memahami permasalahan pada soal dengan baik, 2) sebagian siswa tidak dapat merencanakan penyelesaian atau mengidentifikasi masalah dalam hal membuat pemisalan objek yang melibatkan variabel dan membuat persamaan atau model matematika, 3) sebagian siswa melakukan kesalahan dalam melaksanakan rencana penyelesaian atau melakukan perhitungan, 4) siswa tidak mampu mengoperasikan bentuk pecahan, hal ini terjadi karena keterbatasan pada konsep perkalian dan pengurangan pada pecahan, dan 5) siswa tidak dapat melakukan pemeriksaan kembali dengan tepat. Hal ini menunjukkan adanya epistemological obstacles pada siswa.
Hypothetical Learning Trajectory (HLT) Berbasis Literasi Matematika
Soleman, Safri D;
Ishak, Hasriani;
Suratno, Joko
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 5, No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/jpgm.v5i3.10745
Artikel ini membahas penerapan Hypothetical Learning Trajectory (HLT) dalam pendidikan matematika dengan mengintegrasikannya dengan literasi matematika. HLT dianggap sebagai kerangka kerja konseptual yang terdiri dari tujuan pembelajaran, aktivitas pembelajaran siswa, dan kegiatan pembelajaran siswa yang dilakukan dengan cara yang dipandu secara hipotetis. Di sisi lain, literasi matematika mengacu pada kemampuan seseorang untuk memahami, menerapkan, dan mengaplikasikan matematika dalam berbagai konteks dunia nyata. Tujuan Studi literatur ini untuk menunjukkan bahwa penerapan HLT berbasis literasi matematika dapat meningkatkan kualitas pendidikan dengan membantu siswa memahami permasalahan kontekstual, meningkatkan keterampilan pemodelan matematika, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan reflektif. Artikel ini juga menawarkan saran praktis bagi guru tentang cara meningkatkan pembelajaran kontekstual dan adaptif. Dalam hal ini, integrasi HLT dan literasi matematika merupakan strategi krusial untuk membantu siswa menghadapi tantangan abad ke-21.
Penerapan Model Discovery Leaning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematika Siswa
Manuar, Sarni Hi.;
Suratno, Joko;
Waliyanti, Ida Kurnia
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 5, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/jpgm.v5i1.9513
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). kemampuan berpikir kreatif siswa setelah diterapkan model discovery learning pada sistem persamaan linear dua variabel 2). terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa setelah diterapkan model discovery learning pada materi sistem persamaan linear dua variabel. 3). peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa setelah diterapkan model discovery learning pada materi persamaan linear dua variabel. Desain penelitian ini yaitu One Group Pretest-Posttest Design. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis statistic deskriptif dan analisis inferensial. Analisis deskriptif menggunakan kreteria presentasi kemampuan berpikir kreatif sedangkan Analisis inferensial menggunakan uji normalitas data dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). kemampuan berpikir kreatif siswa setelah diterapkan model Discovery Learning pada Sistem Persamaan Linear Dua Variabel memperoleh 45% kualifikasi baik sekali, 30% kualifikasi baik, 25% kualifikasi cukup. 2. Terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa setelah diterapkan model Discovery Learning pada materi Sistem persamaan linear dua variabel dengan skor mean sebesar -3.937 dan sebesar 0,000. 3. Peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa setelah diterapkan model discovery learning pada materi Persamaan Linear Dua Variabel mencapai kualifikasi tinggi dengan rata-rata n-gain sebesar 0,76.
Pendampingan Literasi Numerasi untuk Meningkatkan Minat Belajar Matematika Siswa di MTs Alkhairaat Kalumpang, Kota Ternate
Ishak, Hasriani;
Waliyanti, Ida Kurnia;
Ardiana, Ardiana;
Nani, Karman La;
Saidi, Soleman;
Suratno, Joko
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2025): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53299/bajpm.v5i4.2706
Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang sering dianggap sulit oleh siswa, sehingga berdampak pada rendahnya minat belajar. Salah satu upaya untuk mengatasi hal ini adalah melalui penguatan literasi numerasi yang tidak hanya berfokus pada kemampuan berhitung, tetapi juga pada pemahaman konsep dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di MTs Alkhairaat Kalumpang, Kota Ternate, dengan tujuan untuk meningkatkan minat serta motivasi siswa dalam mempelajari matematika melalui pendekatan literasi numerasi. Peserta berjumlah 35 siswa kelas VII dan VIII sebagai peserta utama, didampingi oleh 5 guru matematika serta 4 mahasiswa pendamping. Proses pendampingan dilakukan melalui workshop interaktif, latihan soal berbasis konteks lokal, dan permainan edukatif numerasi. Untuk menilai efektivitas kegiatan, tim menggunakan instrumen berupa lembar observasi, angket motivasi belajar, serta tes diagnostik pra dan pasca pendampingan, dengan teknik evaluasi kuantitatif (analisis skor pre-post test) dan kualitatif (wawancara singkat serta refleksi guru dan siswa). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran serta tumbuhnya kesadaran bahwa matematika memiliki manfaat langsung dalam kehidupan.
Pembelajaran Inklusif Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus: Sebuah Tinjauan Literatur
Ishak, Hasriani;
Suratno, Joko;
Ardiana, Ardiana
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 4, No 2 (2024): Mei
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/jpgm.v4i2.7946
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan literatur terhadap pembelajaran inklusif bagi siswa yang berkebutuhan khusus. Dengan fokus pada berbagai metode, pendekatan, dan strategi yang telah digunakan dalam konteks pendidikan inklusif, penelitian ini menyelidiki literatur terkait untuk mengidentifikasi praktik terbaik yang mendukung pembelajaran yang efektif bagi siswa berkebutuhan khusus. Melalui analisis terhadap sejumlah studi dan artikel ilmiah, penelitian ini memberikan wawasan yang mendalam tentang tantangan, peluang, dan implikasi praktis dalam mengimplementasikan pembelajaran inklusif.
A Book Review: Curriculum in development
Suratno, Joko
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/jpgm.v3i2.6135
Curriculum in development merupakan judul buku yang diedit oleh dua orang editor, yaitu Annette Thijs dan Jan van den Akker. Buku ini terdiri dari empat bab. Tiga dari keempat bab tersebut dirinci kedalam beberapa sub bab dan sub sub bab. Bab pertama membahas tentang kurikulum dan pengembangan kurikulum. Bab kedua membahas tentang pengembangan kurikulum pada beberapa level yang berbeda. Bab ketiga membahas kualitas kurikulum. Bab empat secara umum mengulas kembali pembahasan pada bab-bab sebelumnya. Seperti siklus pengembangan kurikulum yang di bahas pada bab pertama yang dimulai dengan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi.
Analisis Kemampuan Representasi Matematis Siswa SMP Kelas IX dalam Menyelesaikan Soal Bangun Ruang Sisi Lengkung
Abu, Fajria;
Suratno, Joko;
Chandra, Fitriana Eka
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 2, No 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/jpgm.v2i2.4625
Representasi merupakan dasar atau pondasi bagaimana seorang siswa dapat memahami dan menggunakan ide-ide matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal bangun ruang sisi lengkung (tabung). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode tes, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Negeri 31 Halmahera Selatan yang berjumlah 10 siswa dengan perwakilan dalam penelitian berjumlah 4 siswa. Tes yang digunakan berupa 1 butir soal kemampuan representasi matematis yang telah divalidasi. Data yang dikumpulkan dianalisis secara kualitatif dengan cara mereduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kemampuan representasi matematis siswa kelas IX SMP Negeri 31 Halmahera Selatan dalam menyelesaikan soal bangun ruang sisi lengkung (tabung) dengan rata-rata sebesar 66,66% dalam kategori sedang. Siswa dengan kategori tinggi mampu membuat gambar atau grafik untuk menyelesaikan masalah yang diberikan benar tetapi belum lengkap, menyelesaikan masalah dengan membuat model ekspresi matematis benar dan lengkap, dan menjawab soal dengan menggunakan kata-kata atau teks tertulis benar dan lengkap. Siswa dengan kategori sedang mampu membuat gambar atau grafik untuk menyelesaikan masalah yang diberikan benar tapi belum lengkap, menyelesaikan masalah dengan membuat model ekspresi matematis benar tapi belum lengkap dan menjawab soal dengan menggunakan kata-kata atau teks tertulis benar tapi belum lengkap. Siswa dengan kategori rendah mampu membuat gambar atau grafik untuk menyelesaikan masalah yang diberikan, tidak mampu menyelesaikan masalah dengan membuat model ekspresi matematis, dan sudah mampu menjawab soal dengan mengunakan kata-kata atau teks tertulis benar dan lengkap. Siswa dengan kategori sangat rendah hanya mampu membuat gambar atau grafik untuk menyelesaikan masalah yang diberikan, tidak mampu menyelesaikan masalah dengan membuat model ekspresi matematis dan mampu menjawab soal dengan menggunakan kata-kata atau teks tertulis benar tapi belum lengkap.
Desain Flipped Classroom Berbasis Teknologi Sebagai Suatu Alternatif dalam Pembelajaran Secara Online
Ishak, Hasriani;
Suratno, Joko;
Ardiana, Ardiana
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 4, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/jpgm.v4i1.7278
Artikel ini merupakan study literatur untuk meneliti tentang masalah pembelajaran matematika  secara online . Hal ini merupakan suatu langkah yang diambil guna mencari suatu alternatif model pembelajaran Matematika secara online yang meyenangkan bagi siswa . Dalam hal ini dibutuhkan suatu sistem pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membutuhkan waktu tatap muka yang lama. Beberapa pemanfaatan teknologi yang dianggap penting dalam pembelajaran online, terutama dalam bidang matematika adalah diantaranya sistem pembelajaran dengan menggunakan video visual dalam penyampaian materi pada proses pembelajaran dan penggunaan aplikasi matematika. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan bentuk studi literatur. Dari beberapa artikel penelitian sebelumnya diperoleh kesimpulan bahwa penyampaian materi dengan metode Flipped classroom menggunakan video atau menggunakan aplikasi dalam pembelajaran matematika, dapat membantu siswa dalam memahami materi matematika secara online.