Claim Missing Document
Check
Articles

Teknik Origami Pada Blus Wanita Menggunakan Sentuhan Kain Tenun Masalili Kabupaten Muna Andini, Chery; suryani, hamidah; Kurniati, Kurniati
HomeEC Vol 19, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/homeec.v19i1.61134

Abstract

ABSTRAK - Penelitian ini merupakan penelitian rekayasa yang bertujuan untuk mengetahui, 1) desain blus wanita menggunakan  penerapan teknik origami dengan sentuhan kain tenun Masalili Kabupaten Muna, (2) proses pembuatan pola origami pada kain tenun Masalili Kabupaten Muna,(3) proses pembuatan blus wanita menggunakan teknik origami dengan sentuhan  kain tenun Masalili Kabupaten Muna, (4) pendapat penelis terhadap Penerapan teknik  origami pada busana blus wanita dengan sentuhan  kain tenun Masalili Kabupaten Muna. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, Fokus Grup Discussion (FGD), dokumentasi dan angket dari 20 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisi deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rumus skala likert. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Desain blus wanita dengan siluet H,  menggunakan kerah sanghai, lengan licin dengan kombinasi kain tenun Masalili dan penerapan teknik origami, menggunakan kancing dibagian depan dengan kombinasi kain tenun Masalili serta penerapan teknik origami bagian depan dan belakang. (2) Proses penerapan teknik origami dimulai dari pembuatan pecah pola dengan cara membuat rekayasa pola lipatan kemudian menggunting lipatan, menambahkan kertas pada guntingan lipatan sehingga pola melebar, kemudian kertas tambahan dilipat kembali sehingga pola menjadi seperti pola awal dengan berbentuk lipatan origami. (3) Proses pembuatan blus wanita yaitu, mendesain busana, mengambil ukuran, membuat pola, membuat pola origami, meletakan pola pada bahan dan menggunting bahan, membuat lipatan teknik origami pada kain, menyambung potongan-potongan kain katun dan kain yang telah dibentuk origami, menjahit bahu dan sisi, menjahit manset lengan, menyatukan lengan dan badan busana, menjahit kerah, membuat lubang kancing pada tengah muka, memasang kancing, terakhir finishing. (4) Penilaian panelis terhadap penerapan teknik  origami pada blus wanita dengan sentuhan  kain tenun masalili Kabupaten Muna secara keseluruhan rata-rata skor yang diperoleh menunjukkan persentase 86,87% dengan kriteria sangat baik pada penilaian desain, bahan, warna, teknik origami dan hasil jadi busana. Dapat disimpulkan bahwa hasil jadi blus wanita menggunakan  penerapan teknik origami dengan sentuhan kain tenun Masalili Kabupaten Muna dinyatakan sangat baik dan kain tenun Masalili layak diproduksi untuk busana berbagai kesempatan.  Kata kunci -  teknik origami, blus, kain tenun Masalili, Kabupaten Muna
ANALISIS KUALITAS HASIL PRODUK LULUSAN KURSUS KETERAMPILAN MENJAHIT YAYASAN PENDIDIKAN ADHIPUTERI DI KOTA MAKASSAR (Studi Kasus Pada Lima Lulusan Yang Telah Membuka Usaha Modiste): ANALISIS KUALITAS HASIL PRODUK LULUSAN KURSUS KETERAMPILAN MENJAHIT YAYASAN PENDIDIKAN ADHIPUTERI DI KOTA MAKASSAR (Studi Kasus Pada Lima Lulusan Yang Telah Membuka Usaha Modiste) Hamidah Suryani; Rika Riwayani
Jurnal MEKOM : Media Komunikasi Pendidikan Kejuruan Volume 3, Issue 1, Februari 2016
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas hasil produk lulusan kursus keterampilan menjahit Yayasan Pendidikan Adhiputeri (Studi kasus pada lima lulusan yang telah membuka usaha modiste). Sampel sebanyak 5 penjahit dengan 30 lembar busana hasil jahitan yang terdiri dari 2 busana pesta, 2 busana kerja dan 2 busana kasual. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa gambaran kualitas hasil produk lulusan kursus keterampilan menjahit Busana Yayasan Pendidikan Adhiputeri dari 5 pengusaha modiste memiliki tingkat kualitas jahitan antara 60%-79% masuk dalam kategori baik dan kualitas hasil produk tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor yaitu; a) manusia/SDM, seperti umur pengusaha rata-rata 30-40 tahun sebanyak 80%, Hal ini menunjukkan bahwa umur penjahit modiste berada pada usia yang sangat produktif untuk mengembangkan usahanya pada masa yang akan datang dan tingkat pendidikan SMA sebanyak 80%, dapat dinyatakan bahwa secara umum penjahit lulusan kursus didominasi oleh tamatan sekolah lanjutan menengah atas b) modal, peralatan menjahit yang digunakan cukup lengkap sebanyak 80%, dan jumlah tenaga kerja yang masih kurang sebanyak 60%, sedangkan jumlah jahitan perminggu sangat banyak yaitu di atas 10 jahitan sebanyak 60%, Hal ini menunjukkan bahwa jumlah jahitan perminggu yang cukup banyak dengan jumlah tenaga kerja terbatas akan mempengaruhi kualitas produk jahitan.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DISAIN BUSANA BERBASIS DISCOVERY LEARNING DAN PENINGKATAN KREATIVITAS MAHASISWA : PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DISAIN BUSANA BERBASIS DISCOVERY LEARNING DAN PENINGKATAN KREATIVITAS MAHASISWA Hamidah Suryani
Jurnal MEKOM : Media Komunikasi Pendidikan Kejuruan Volume 3, Issue 2, Agustus 2016
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini merupakan hasil penelitian pengembangan, bertujuan menghasilkan perangkat pembelajaran Disain Busana berbasis Discovery Learning (DL) yang valid, praktis, dan efektif berorientasikan peningkatan kreativitas mahasiswa dalam mendesain busana. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development). Penelitian ini mengembangkan perangkat pembelajaran yang meliputi rencana pelaksanaan pembelajaran, modul dan job sheet dengan menggunakan model pengembangan 4-D yang dikembangkan oleh Thiagarajan, Semmel dan Semmel yang telah dimodifikasi sehingga hanya memuat tahap Define, Design dan Develop. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari lembar validasi, lembar penilaiandosen, lembar penilaian mahasiswa, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, tes hasil belajar dan tes keterampilan dalam mendesain. Seluruh instrumen telah divalidasi dan dinilai layak untuk digunakan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif. Penelitian ini menghasilkan perangkat pembelajaran dengan model Discovery learning yang valid, praktis dan efektif. Hasil validasi menunjukkan perangkat yang dikembangkan layak digunakan (kategori valid). Hasil uji lapangan menunjukkan bahwa perangkat yang dikembangkan praktis, dan secara umum dapat dikatakan efektif jika ditinjau peningkatan kreativitas mahasiswa dalam mendisain busana. Secara keseluruhan hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah layak untuk digunakan.
Pelatihan Pemanfaatan Limbah Botol Plastik untuk Pembuatan Aksesoris Pada Remaja Putri di Desa Kaca Suryani, Hamidah; Irmayanti, Irmayanti; Suryana, Syarifah; Nurhijrah, Nurhijrah
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 2
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan pemanfaatan limbah botol plastik untuk pembuatan aksesoris pada remaja putri di Desa Kaca Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng merupakan salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk mengedukasi remaja putri tentang pengetahuan dan sikap untuk mengurangi pemakaian botol plastik antara lain dengan konsep 3R. Remaja putri sebagai generasi muda dapat berperan aktif dalam memecahkan permasalahan masyarakat termasuk dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Pelatihan ini membekali para remaja putri sejak dini tentang pengetahuan dan sikap serta keterampilan dalam mengelolah limbah botol plastik menjadi produk fashion dalam bentuk aksesoris. Metode yang digunakan adalah: ceramah, demonstrasi, tanya jawab dan praktikum. Hasil yang dicapai adalah : (1) mitra memiliki pengetahuan dan keterampilan membuat aksesoris berupa kalung, anting-anting dan gelang dari limbah botol plastik dengan teknik pemanasan, (2) mitra mampu mengisi waktu luang yang dimiliki dengan keterampilan membuat aksesoris berupa kalung, anting-anting dan gelang dari limbah botol plastik dengan teknik pemanasan, (3) mitra sudah memiliki pengetahuan tentang cara membuat membuat aksesoris berupa kalung, anting-anting dan gelang dari limbah botol plastik dengan teknik pemanasa dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan tersebut sehingga dapat dimanfaatkan untuk menambah penghasilan keluarga, (4) Hasil akhir dari karya mitra dapat dikategorikan cukup rapi meskipun masih diperlukan latihan membuat berbagai kreasi aksesoris yang lebih menarik.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Video pada Pembuatan Slashquilt Madani, Athsani Aqsa; Firman, Sukriati; Suryani, Hamidah
HomeEC Vol 19, No 2 (2024): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/homeec.v19i2.68230

Abstract

ABSTRAK – Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D). yang bertujuan untuk mengetahui kelayakan pengembangan media pembelajaran berbasis video pembuatan slashquilt pada mata kuliah kriya tekstil. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini menggunakan model pengembangan yang dikembangkan oleh Luther  yang terdiri dari lima tahapan yaitu konsep (concept), desain (design), pengumpulan data (material collecting), penggabungan (assembly), dan uji coba (testing).  Instrumen pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara, dan kuisioner (angket). Dengan jumlah populasi 10 orang mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga angkatan 2019 dan 2020 yang telah melulusi mata kuliah Kriya Tekstil. Teknik analisis data yang digunakan yaitu kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu: Kelayakan media pembelajaran berbasis video pembuatan slashquilt mencapai kategori sangat layak dari hasil validasi ahli materi dengan presentase sebanyak 94,5% dan 89,1%, dari hasil validasi ahli media memperoleh presentase sebanyak 95% dan 89% dengan kategori sangat layak, dari responden mahasiswa mendapatkan presentase 91,2% dengan kategori sangat layak. Berdasarkan keseluruhan hasil presentase penilaian kelayakan media pembelajaran berbasis video pembuatan slashquilt termasuk dalam kategori sangat layak, sehingga dapat digunakan sebagai media pembelajaran pada mata kuliah kriya tekstilKata kunci -  Pengembangan, Media Pembelajaran, Video, Slahsquilt
Implementing the Independent Learning Curriculum on Student Learning Motivation in Fashoin Dependent Classes Rika Riwayani; Hamidah Suryani; Nur Wulan
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 8 No. 3 (2024): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v8i3.86479

Abstract

In the world of education, the curriculum has an important role in determining the direction and quality of learning experienced by students. The implementation of an independent learning curriculum designed to increase student involvement and responsibility in the learning process. This research is ex-post facto research with a quantitative type of research. This research aims to determine the description of the implementation of the Independent Learning Curriculum in the Fashion Department and the Learning Motivation of Students in the Fashion Department. This type of research is ex-po facto. The population in this study were class X and XI students majoring in fashion design. The sampling technique uses a population sample method where if the population is less than 100 then the entire population becomes the sample, namely a sample size of 50 students. The data collection techniques used are observation, documentation and questionnaires. The analysis techniques used are descriptive statistical analysis and inferential analysis. The results of the research show a picture of the implementation of the independent learning curriculum majoring in fashion design with a percentage of 34% or 17 students who produced an interval of 40-43 which was categorized as moderate; and Description of the learning motivation of students majoring in fashion design with a percentage of 32% or 16 students who produced the highest interval of 43-46 which was in the high category. If the implementation of an independent learning curriculum is proven to be effective in increasing motivation, the implication for the world of education is that there will be a push to implement a more flexible and adaptive approach in various practice-oriented classes.
ANALISIS HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN DESAIN BUSANA DAN FAKTOR- FAKTOR YANG BERPENGARUH PADA SISWA SMK NEGERI 2 GOWA Nur Widya Anriyana; Muhammad Ardi; Hamidah Suryani
UNM Journal of Technology and Vocational Volume 6, Issue 1, February (2022)
Publisher : Program Studi S2 Pendidikan Teknologi dan Kejuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purposes of the study are to discover: the learning outcomes in Fashion Design subject; the motivation, attitude, creativity, and parental support of students studying in Fashion Design; the influence of learning motivation on learning outcomes of Fashion Design; the influence of students’ attitudes on the results of Fashion Design learning; the influence of creativity on learning outcomes of Fashion Design; the influence of parental support on learning outcomes of Fashion Design; and the influence of learning motivation, attitude, creativity, and parental support collectively on learning outcomes of Fashion Design subject in SMK 2 Gowa. This type of research is a correlational quantitative research and the sampling technique used is Krejcie table based on the simple randomsampling method. Thus, the number of samples taken for this study were 56 people. Data collection techniques employed questionnaires and documentation. Data analysis used were descriptive analysis, classical assumption test, and hypothesis testing. The results of the study reveal that the learning outcomes of Fashion Design were in very high category; the learning motivation, attitude, creativity, and parental support in studying fashion design are in high category; the motivation has a significant influence on learning outcomes of Fashion Design; the attitudes have a significant influence on learning outcomes of Fashion Design; the creativity has a significant influence on learning outcomes in Fashion Design; the parental support has a significant influence on learning outcomes of Fashion Design; collectively, the motivation, attitudes, creativity, and parental support have significant influences onlearning outcomes of Fashion Design at SMK Negeri 2 Gowa.
ANALISIS PENGARUH MOTIVASI DAN FASILITAS BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA KULIAH PERAWATAN WAJAH DAN TEKNOLOGI MAHASISWA KONSENTRASI TATA RIAS JURUSAN PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA FT UNM Wildan Auliah Moh. Natsir; Hamidah Suryani; Syamsidah
UNM Journal of Technology and Vocational Volume 6, Issue 2, June (2022)
Publisher : Program Studi S2 Pendidikan Teknologi dan Kejuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of the study are to discover (1) the description of the learning outcomes of Facial Care and Technology Course with a concentration in cosmetology, (2) the description of learning motivation on learning outcomes in Facial Care and Technology Course, (3) the description of learning facilities in Facial Care and Technology Course, (4) the influence of students’ learning motivation on learning outcomes in Facial Care and Technology Course, (5) the influence of learning facilities on learning outcomes in Facial Care and Technology Courses, and (6) the extent of the influence of motivation and learning facilities on learning outcomes in Facial Care and Technology Course in the PKK Department of FT UNM. The type of this study is a quantitative correlational research and the sampling technique used is purposive sampling technique, so the sample of the study is 15 people. Data collection techniques employed questionnaires and documentation. Data analysis of the study employed descriptive analysis, classical assumption test, and hypothesis testing. The results of the study reveal that (1) the learning outcomes of Facial Care and Technology Course is in very high category, (2) the students’ motivation in Facial Care and Technology Course is in high category, (3) the learning facilities in Facial Care and Technology Course are in high category, (4) the learning motivation has a significant influence on learning outcomes in Facial Care and Technology Course, (5) the learning facilities have a significant influence on learning outcomes in Facial Care and Technology Course, and (6) the motivation and learning facilities collectively have a significant influence on learning outcomes in Facial Care and Technology Course in the PKK Department of FT UNM.
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN TATA BUSANA SISWA KELAS XII SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) DI KOTA MAKASSAR Asra Ali; Hamidah Suryani; Aisyah Hading
UNM Journal of Technology and Vocational Volume 6, Issue 1, February (2022)
Publisher : Program Studi S2 Pendidikan Teknologi dan Kejuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is a quantitative study that aims to determine: 1) the effect of learning motivation on learning outcomes of fashion skills; 2) the influence of independent learning on learning outcomes of fashion skills; 3) the influence of learning motivation and learningindependence on learning outcomes of special school fashion skills. The samples in this study were students of class XII Special Schools (SLB) in Makassar City, namely SLB Negeri 1 Makassar, SLB-B YPPLB Makassar and SLB YPAC Makassar a total of 24 students. Research data obtained through documentation, interviews, and questionnaires. The data were processed using descriptive statistical analysis with regression analysis. The results of the study show that 1) learning motivation has a significant effect on learning outcomes for fashion skills with an R Square value of 16.9%. 2) learning independence has a significant effect on learning outcomesof fashion skills with an R Square value of 16.3%. 3) learning motivation and learning independence together have a significant effect on learning outcomes of fashion skills with an R Square value of 26.4% and have the influence of other variables of 73.6% influenced by other factors outside this study.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN E-MODUL INTERAKTIF BERBASIS SMARTPHONE PADA MATA KULIAH TEKNIK MENGHIAS KAIN JURUSAN PKK FT UNM Hasmia; A.Hudiah; Hamidah Suryani
UNM Journal of Technology and Vocational Volume 7, Issue 3, October (2023)
Publisher : Program Studi S2 Pendidikan Teknologi dan Kejuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ujtv.v7i3.2073

Abstract

This study aims to discover: 1) the results of the development of Smartphone-based interactive e-modele in Fabric Decorating Techniques Courses to improve the learning outcomes in PKK Department FT UNM, 2) whether the feasibility of the smartphone-based interactive e-modele learning media developed meets valid criteria, 3) whether the feasibility of smartphone-based interactive e-modele learning media developed meets practical criteria, 4) whether the feasibility of the smartphone-based interactive e-modelelearning media developed meets effective criteria. The method used in this study is Research and Development (R&D). The research subjects were 32 students and 2 lecturers in PKK Department FT UNM. Data collection techniques used were tests, questionnaires, and e-modele validation. The module development process employed the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) e-development model. The analysis phase includes an analysis of the needs for learning resources, curriculum, and materials. The design stage includes creating the e-modele framework, determining the layout and reference book, and preparing the e-modele assessment instrument. The development stage includes e-modele development, expert validation and e-modele revision. The implementation stage is the trial stage of the e-modele, which had been validated and revised for students. The evaluation stage is the stage of analyzing the strengths and weaknesses of the e-modele that had been tested. The quality of the module is determined by three criteria: validity, practicality, and effectiveness. This e-modele is declared as valid based on an assessment from the material expert with an average of 87% (very valid) and an assessment from the media expert with an average of 91% (very valid). Moreover, the e-modele is declared as practical for use by students based on the results of the students’ response questionnaire with an average of 83% (Very practical). Furthermore, based on the test results before and after using the e-modele, it is declared as effective for use by students based on the results of the pretest and p osttest with an average score of 71% (effective).