Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR E-MODUL INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN PERAWATAN WAJAH DENGAN TEKNOLOGI PROGRAM KEAHLIAN TATA KECANTIKAN Rafika Widiyanti; Andi Nur Maida; Hamidah Suryani
UNM Journal of Technology and Vocational Volume 10, Issue 2, May (2026)
Publisher : Program Studi S2 Pendidikan Teknologi dan Kejuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/9kzna420

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk pembelajaran berupa bahan ajar e-modul interaktif yang valid, praktis, dan efektif untuk siswa dan guru dalam mata Pelajaran perawatan wajah dengan teknologi. Jenis penelitian yang digunakan Adalah R&D (research and development) dengan metode pengembangan yang digunakan Adalah model 4-D yang meliputi empat tahap: Define (pendefinsian), design (perancangan), development (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Penelitian dilaksanakan di SMK Negeri 6 Makassar dan SMK Negeri 8 Makasar dengan subjek uji coba meliputi ahli instrument, ahli materi, ahli media, dan siswa kelas XI Jurusan Tata Kecantikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar e-modul interaktif yang dikembangkan telah memenuhi aspek validitas, kepraktisan, dan efektivitas. Validitas dari ahli materi sebesar 97% dan validitas ahli media sebesar 88% mengidentifikasi bahwa bahan ajar e-modul interaktif dalam kategori sangat valid. Kepraktisan diketahui bahwa uji coba perorangan memperoleh nilai rata-rata sebesar 85%, uji coba kelompok kecil memperoleh nilai rata-rata sebesar 86%, dan uji coba kelompok besar memperoleh nilai rata-rata sebesar 85%. Hasil data keefektifan diperoleh berdasarkan hasil belajar siswa pada nilai pretest-posttest sebesar 82% dengan kategori sangat efektif.
Persepsi Siswa Terhadap Pentingnya Etika Komunikasi Profesional di Lingkungan Sekolah SMKN 1 Enrekang Sebagai Persiapan Magang Hamida Hamida; Andi Nurfiani Hajrul; Afni Afni; Asti Islawati; Sri Yunita Simanjuntak
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 2 No. 4 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v2i4.370

Abstract

Perkembangan dunia kerja yang semakin kompetitif menuntut lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk tidak hanya menguasai keterampilan teknis (hard skills), tetapi juga memiliki kemampuan soft skills yang memadai, salah satunya adalah etika komunikasi profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pentingnya etika komunikasi profesional di lingkungan sekolah SMKN 1 Enrekang sebagai persiapan magang. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 22 siswa sebagai responden. Instrumen penelitian mencakup aspek kejelasan informasi, komunikasi dua arah, penggunaan media, serta empati dan etika komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden memberikan penilaian positif dengan dominasi jawaban sangat setuju dan setuju pada setiap aspek. Penelitian ini menyimpulkan bahwa siswa SMKN 1 Enrekang memiliki persepsi positif terhadap pentingnya etika komunikasi profesional, dan penguatan komunikasi profesional di lingkungan sekolah berperan penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi kegiatan magang dan dunia kerja
Persepsi Siswa Terhadap Pentingnya Etika Komunikasi Profesional di Lingkungan Sekolah SMKN 1 Enrekang Sebagai Persiapan Magang Hamida Hamida; Andi Nurfiani Hajrul; Afni Afni; Asti Islawati; Sri Yunita Simanjuntak
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 2 No. 4 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v2i4.374

Abstract

Perkembangan dunia kerja yang semakin kompetitif menuntut lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk tidak hanya menguasai keterampilan teknis (hard skills), tetapi juga memiliki kemampuan soft skills yang memadai, salah satunya adalah etika komunikasi profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pentingnya etika komunikasi profesional di lingkungan sekolah SMKN 1 Enrekang sebagai persiapan magang. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 22 siswa sebagai responden. Instrumen penelitian mencakup aspek kejelasan informasi, komunikasi dua arah, penggunaan media, serta empati dan etika komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden memberikan penilaian positif dengan dominasi jawaban sangat setuju dan setuju pada setiap aspek. Penelitian ini menyimpulkan bahwa siswa SMKN 1 Enrekang memiliki persepsi positif terhadap pentingnya etika komunikasi profesional, dan penguatan komunikasi profesional di lingkungan sekolah berperan penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi kegiatan magang dan dunia kerja. Saran penguatan etika komunikasi profesional di sekolah terbukti berperan penting dalam membentuk kesiapan mental dan perilaku siswa dalam menghadapi kegiatan magang dan dunia kerja.
Analysis of Determinants of Interest in Continuing Higher Education among Female Students at SMKN 2 Pangkep Regency, South Sulawesi A. Nur Maida; Hamidah Suryani; Muhlis
ARRUS Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/soshum4887

Abstract

Vocational high school education plays an important role in equipping female students with vocational skills. This study is a quantitative study with an inferential approach that aims to analyze the determinants that influence the interest in continuing higher education among female students at SMKN 2 Pangkep Regency, South Sulawesi, by taking a random sample with a population of 100 female students majoring in Fashion Design and a sample of 42 female vocational school students. Data collection methods included observation, interviews, and questionnaires. Data analysis used multiple linear regression statistics to test the significance of the influence of each variable. The results of the study show that the interest of SMKN 2 Pangkep Regency students in continuing higher education is simultaneously influenced by intrinsic and extrinsic factors. Intrinsic factors contributed 71.8%, which included learning motivation, self-efficacy, academic interest, desire to achieve, and future orientation, indicating a fairly strong internal drive but not yet fully stable because it was still influenced by individual psychological conditions. Meanwhile, extrinsic factors have a more dominant influence with a contribution of 74.2%, which includes family support (78%), the role of teachers (75%), the school environment (73%), the influence of peers (72%), and access to educational information (73%). These findings indicate that students' interest in pursuing higher education is not only determined by personal awareness but is also greatly influenced by social and educational support. Thus, increasing interest in higher education among vocational high school students requires a collaborative strategy through strengthening internal motivation and external support from families, schools, and adequate access to educational information.
A CIPP Evaluation of Project- Based Learning Implementation in Fashion Design Programs at Vocational High Schools in Majene Regency, Indonesia Hamriyani Hamriyani; Hamidah Suryani; Anas Arfandi
Jurnal Pendidikan Terapan Vol 4, No 3 July (2026)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/jupiter.v4i3.1577

Abstract

Purpose: This study evaluated the implementation of Project-Based Learning (PjBL) in Fashion Design Programs at vocational high schools in Majene Regency, Indonesia, using the Context, Input, Process, and Product (CIPP) evaluation model. The study addressed the limited availability of comprehensive evaluations of PjBL implementation in vocational education, particularly those examining contextual conditions, resource readiness, implementation processes, and learning outcomes simultaneously. Methods: This program evaluation employed a descriptive quantitative approach at three vocational high schools offering Fashion Design Programs in Majene Regency. The participants comprised 126 respondents, including three principals, three vice principals for curriculum, 21 vocational teachers, and 99 students selected through purposive sampling. Data were collected using four-point Likert-scale questionnaires supported by observations, semi-structured interviews, and documentation. The questionnaire was developed based on the CIPP framework and validated through expert judgment to ensure content relevance and clarity. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics and percentage-based categories, while qualitative data were used to support the interpretation of the findings through triangulation. Findings: The evaluation indicated that the implementation of PjBL was categorized as Very Good across all CIPP components. The Context component obtained the highest evaluation result (98.3%), followed by Process (90.1%), Input (88.4%), and Product (82.5%). The findings showed that PjBL implementation was supported by curriculum alignment, school policies, and institutional commitment. However, practical facilities, industry collaboration, and the quality of student products were identified as aspects requiring further improvement. Research Implications: The findings demonstrate the applicability of the CIPP model as a comprehensive framework for evaluating PjBL implementation in vocational education. The results also provide evidence-based recommendations for strengthening school–industry partnerships, improving practice facilities, and refining project implementation to support continuous quality improvement in vocational education. Originality: This study provides a comprehensive CIPP-based evaluation of PjBL implementation in Fashion Design Programs across three vocational high schools in Majene Regency, offering empirical evidence to support program evaluation and decision-making in vocational education
ANALISIS KUALITAS HASIL PRODUK LULUSAN KURSUS KETERAMPILAN MENJAHIT YAYASAN PENDIDIKAN ADHIPUTERI DI KOTA MAKASSAR (Studi Kasus Pada Lima Lulusan Yang Telah Membuka Usaha Modiste): ANALISIS KUALITAS HASIL PRODUK LULUSAN KURSUS KETERAMPILAN MENJAHIT YAYASAN PENDIDIKAN ADHIPUTERI DI KOTA MAKASSAR (Studi Kasus Pada Lima Lulusan Yang Telah Membuka Usaha Modiste) Hamidah Suryani; Rika Riwayani
Jurnal MEKOM (Media Komunikasi Pendidikan Kejuruan) Volume 3, Issue 1, Februari 2016
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas hasil produk lulusan kursus keterampilan menjahit Yayasan Pendidikan Adhiputeri (Studi kasus pada lima lulusan yang telah membuka usaha modiste). Sampel sebanyak 5 penjahit dengan 30 lembar busana hasil jahitan yang terdiri dari 2 busana pesta, 2 busana kerja dan 2 busana kasual. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa gambaran kualitas hasil produk lulusan kursus keterampilan menjahit Busana Yayasan Pendidikan Adhiputeri dari 5 pengusaha modiste memiliki tingkat kualitas jahitan antara 60%-79% masuk dalam kategori baik dan kualitas hasil produk tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor yaitu; a) manusia/SDM, seperti umur pengusaha rata-rata 30-40 tahun sebanyak 80%, Hal ini menunjukkan bahwa umur penjahit modiste berada pada usia yang sangat produktif untuk mengembangkan usahanya pada masa yang akan datang dan tingkat pendidikan SMA sebanyak 80%, dapat dinyatakan bahwa secara umum penjahit lulusan kursus didominasi oleh tamatan sekolah lanjutan menengah atas b) modal, peralatan menjahit yang digunakan cukup lengkap sebanyak 80%, dan jumlah tenaga kerja yang masih kurang sebanyak 60%, sedangkan jumlah jahitan perminggu sangat banyak yaitu di atas 10 jahitan sebanyak 60%, Hal ini menunjukkan bahwa jumlah jahitan perminggu yang cukup banyak dengan jumlah tenaga kerja terbatas akan mempengaruhi kualitas produk jahitan.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DISAIN BUSANA BERBASIS DISCOVERY LEARNING DAN PENINGKATAN KREATIVITAS MAHASISWA : PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DISAIN BUSANA BERBASIS DISCOVERY LEARNING DAN PENINGKATAN KREATIVITAS MAHASISWA Hamidah Suryani
Jurnal MEKOM (Media Komunikasi Pendidikan Kejuruan) Volume 3, Issue 2, Agustus 2016
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini merupakan hasil penelitian pengembangan, bertujuan menghasilkan perangkat pembelajaran Disain Busana berbasis Discovery Learning (DL) yang valid, praktis, dan efektif berorientasikan peningkatan kreativitas mahasiswa dalam mendesain busana. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development). Penelitian ini mengembangkan perangkat pembelajaran yang meliputi rencana pelaksanaan pembelajaran, modul dan job sheet dengan menggunakan model pengembangan 4-D yang dikembangkan oleh Thiagarajan, Semmel dan Semmel yang telah dimodifikasi sehingga hanya memuat tahap Define, Design dan Develop. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari lembar validasi, lembar penilaiandosen, lembar penilaian mahasiswa, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, tes hasil belajar dan tes keterampilan dalam mendesain. Seluruh instrumen telah divalidasi dan dinilai layak untuk digunakan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif. Penelitian ini menghasilkan perangkat pembelajaran dengan model Discovery learning yang valid, praktis dan efektif. Hasil validasi menunjukkan perangkat yang dikembangkan layak digunakan (kategori valid). Hasil uji lapangan menunjukkan bahwa perangkat yang dikembangkan praktis, dan secara umum dapat dikatakan efektif jika ditinjau peningkatan kreativitas mahasiswa dalam mendisain busana. Secara keseluruhan hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah layak untuk digunakan.
Minat Belanja Produk Busana Online Mahasiswa Pendidikan Kesejaheraan Keluarga Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar Hamidah Suryani; Irmayanti Irmayanti
Jurnal MediaTIK Volume 2 Issue 3 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/mediatik.v2i3.1332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh kepercayaan terhadap minat belanja produk busana online, 2) pengaruh kemudahan terhadap minat belanja produk busana online, dan 3) pengaruh kepercayaan dan kemudahan terhadap minat belanja produk busana online Mahasiswa PKK FT-UNM. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Populasi penelitian adalah mahasiswa jurusan PKK FT-UNM angkatan 2013 sampai 2017 dan sampel penelitian sebanyak 103. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket/kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis inferensial dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh positif kepercayaan terhadap minat belanja produk busana online, dibuktikan dengan nilai t hitung sebesar -3,706, nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan nilai koefisien regresi sebesar -0,536, (2) terdapat pengaruh positfi kemudahan terhadap minat belanja produk busana online, dibuktikan dengan dari nilai t hitung sebesar 7,729, nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan nilai koefisien regresi sebesar 1,031, (3) terdapat pengaruh positif kepercayaan dan kemudahan terhadap minat belanja produk busana online, dibuktikan dengan nilai F hitung sebesar 33,361 nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05).
Pengembangan Media Video Tutorial Pembuatan Motif Batik Flora Menggunakan Adobe Photoshop pada Mata Kuliah Aplikasi Komputer Terapan Nurhasna; Hamidah Suryani; Irmayanti
Jurnal MediaTIK Volume 6 Issue 3, September (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/mediatik.v6i3.1457

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengetahui: (1) Kelayakan pengembangan media pembelajaran video tutorial pembuatan motif batik flora menggunakan Adobe Photoshop. (2) Respon mahasiswa terhadap media pembelajaran video tutorial pembuatan motif batik flora menggunakan Adobe Photoshop. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan kuesioner dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 15 orang yang merupakan mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Program Studi D3 Tata Busana Angkatan 2020 dan 2021 yang telah lulus pada mata kuliah Aplikasi Komputer Terapan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Kelayakan media pembelajaran berbasis video tutorial pembuatan motif batik flora menggunakan Adobe Photoshop pada mata kuliah Aplikasi Komputer Terapan mencapai kategori “Sangat Layak” dengan presentasi penilaian ahli materi sebesar 92% dan ahli media sebesar 96%. (2) Respon mahasiswa terhadap media pembelajaran video tutorial pembuatan motif batik flora menggunakan Adobe Photoshop pada mata kuliah Aplikasi Komputer Terapan memperoleh presentase sebesar 85,8% berdasarkan uji coba kelompok kecil dimana nilai tersebut termasuk dalam kategori “Sangat Baik”.
Efektifitas Penggunaan Aplikasi Ibis Paint X dalam Pembelajaran Aplikasi Komputer Nurhijrah; Hamidah Suryani
Jurnal MediaTIK Volume 7 Issue 2, Mei (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/mediatik.v7i2.2341

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui sejauh mana efektifitas pengunaan aplikasi Ibix Paint X dalam pembelajaran Aplikasi Komputer. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih tanpa membuat perbandingan antara variabel satu dengan variabel yang lain. Penelitian ini dilakukan pada akhir semester ganjil pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga dengan jumlah subjek penelitian mahasiswa PKK sebanyak 32 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, angket, serta wawancara. Untuk mengetahui efektifitas pengunaan aplikasi Ibis Paint X dalam pembelajaran Aplikasi Komputer, data diolah menggunakan analisis kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengunaan aplikasi Ibix Paint X dengan indikator sebagai berikut: aspek kualitas informasi penggunaan aplikasi Ibis Paint X berada pada persentasi sebesar 92,5% yang berada pada kualifikasi sangat efektif. Selain itu, aspek penggunaan aplikasi ibis paint X juga dievaluasi, dengan hasil menunjukkan 67,5% dengan kategori sangat efektif, dan 32.5% berada pada kategori efektif.