Claim Missing Document
Check
Articles

PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI RUMPUT BENGGALA (Panicum maximum cv. Trichoglume) YANG DITANAM BERSAMA LEGUM Alysicarpus vaginalis PADA BERBAGAI DOSIS PUPUK NITROGEN Saifullah R. S.; N. N. Suryani; G. K. Roni
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 3 (2019): Issue 7 No. 3 - 2019
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.937 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapat informasi tentang pertumbuhan dan produksi rumput benggala (Panicum maximum cv. Trichoglume) yang ditanam bersama legum Alysicarpus vaginalis pada berbagai dosis pupuk nitrogen. Penelitian ini dilaksanakan di rumah kaca stasiun penelitian Fakultas Peternakan Universitas Udayana, selama 8 minggu.Rumput dan legum yang digunakan adalah rumput benggala (Panicum maximum cv. Trichoglume) dan Alysicarpus vaginalis. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola split plot. Main plot/petak utama adalah jumlah legum Alysicarpus vaginalis: tanpa legum (A0), 1 legum (A1), 2 legum (A2), 3 legum (A3), subplot/anak petak adalah dosis pupuk yaitu: tanpa pupuk (D0), 100 kg N ha-1 (D1), 200 kg N ha-1 (D2). Terdapat 12 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 36 unit percobaan. Peubah yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah cabang, jumlah bunga, berat kering daun, berat kering batang, berat kering akar, berat kering bunga, berat kering total hijauan, nisbah berat kering daun/batang, nisbah total hijauan/akar (top root ratio) dan luas daun per pot. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor jumlah legum berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel, sedangkan faktor dosis pupuk berpengaruh nyata terhadap hampir semua variabel yang diamati. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pertanaman campuran antara rumput Panicum maximum cv. Tricholume yang ditanam dengan legum Alysicarpus vaginalis dengan pupuk 200 kg N ha-1 menghasilkan pertumbuhan dan produksi cenderung lebih tinggi. Kata kunci: asosiasi rumput legum, rumput Panicum maximum, legum Alysicarpus vaginalis, pupuk nitrogen
KUALITAS SUSU KAMBING PERANAKAN ETAWAH (PE) SELAMA PENYIMPANAN PADA SUHU RUANG DITINJAU DARI SIFAT FISIKOKIMIA DAN MIKROBIOLOGI Hariyanto D.N.; I. A. Okarini; N.N. Suryani
Jurnal Peternakan Tropika Vol 9 No 1 (2021): Vol. 9 No. 1 Tahun 2021
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Milk is one of the livestock products that has a complete and balanced nutritional content. Each type of milk has different qualities depending on its physical, chemical, and microbiological properties. This study aims to determine the milk quality of peranakan etawah (PE) at different time storage at room temperature in terms of physicochemical and microbiological properties. Milk samples were obtained from peranakan etawah (PE) farms in Sepang Village, Busung Biu District, Buleleng Regency. The research was conducted for one month from June to July 2018. The design used was a completely randomized design consisting of 3 treatments and 4 replications. The three treatments were 0 hours of storage time (L0), 4 hours of storage time (L4), and 6 hours of storage time (L6), so that there were 12 experimental units. The variables observed in this study were total acid, specific gravity, color, and coliform bacteria. Data obtained from this study were analyzed using annova, if there were significant differences (P<0.05) the analysis was continued by Duncan's multiple range test. The results showed that the different specific gravity was not significant (P>0.05), while the duration of L4 and L6 storage respectively in the total acid test (20.00% and 26.45%) and the number of coliform bacteria (44.26% and 36.59%) showed a significant increase (P<0.05). For milk color significantly decreased (P<0.05), where L4 (5.47%) and L6 (6.61%) were lower than L0. Based on the results of the study it can be concluded that the specific gravity is not affected, while the total acid, milk color, and coliform bacteria are affected by the storage time at room temperature. The value of total acid, specific gravity, and milk coliform bacteria increases, while the color value decreases with storage time at room temperature Key words: quality of PE goat milk, storage time, physicochemical, microbiology
PENGARUH PEMBERIAN LEVEL ENERGI TERHADAP KECERNAAN NUTRIEN RANSUM SAPI BALI BUNTING 7 BULAN Upeksa I G.N.D; N N. Suryani; N P. Sarini
Jurnal Peternakan Tropika Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.984 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui level energi yang mampu untuk meningkatkan kecernaan nutrien ransum pada sapi bali bunting 7 bulan. Penelitian ini dilaksanakan di Stasiun Penelitian Peternakan Sobangan selama 3 bulan. Penelitian ini menggunakan 12 ekor sapi bali bunting 7 bulan yang diberikan perlakuan energi yang berbeda dan sapi dibagi dalam 3 kelompok sesuai dengan bobot badan. Pemberian level energi terdiri dari ransum yang mengandung 2000 kkal ME/kg (A), 2100 kkal ME/kg (B), 2200 kkal ME/kg (C) dan 2300 kkal ME/kg (D) dengan bobot badan awal 300 kg ± 23,31 dan diulang 3 kali. Analisis sampel ransum dan feses dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK). Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik , kecernaan serat kasar, kecernaan protein kasar. Hasil penelitian menunjukkan semakin meningkat kandungan energi ransum, maka semakin meningkat pula kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, kecernaan serat kasar sapi yang paling tinggi adalah pada perlakuan D namun secara statistik menunjukkan perbedaan yang tidak nyata (P>0,05). Sedangkan kecernaan protein kasar diperoleh semakin menurun dengan semakin meningkatnya kandungan energi ransum walaupun secara statistik hasil tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ransum dengan level energi 2000-2300 ME/kg, tidak berpengaruh terhadap kecernaan nutrien ransum yang meliputi kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, kecernaan serat kasar dan kecernaan protein kasar pada sapi bali bunting 7 bulan.
Analisis Strategi Pemasaran Untuk Meningkatkan Penjualan Telur Ayam Ras (Studi Kasus UD Prapta, Desa Pesedahan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem) Astrini N. K. M. S; G. L. O. Cakra; N. N. Suryani
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.578 KB)

Abstract

Kegiatan praktek kerja mahasiswa ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor internal dan eksternal yang berpengaruh dalam pemasaran telur ayam ras serta menganalisis strategi alternatif yang sesuai diterapkan di UD Prapta. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu bulan (November 2018) dengan melibatkan 50 responden yang terdiri dari 15 orang peternak ayam ras petelur, 30 konsumen, dan 5 orang ahli. Responden peternak ditentukan dengan metode random sampling, responden konsumen ditentukan dengan random sampling, dan responden ahli ditentukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi langsung di lapangan dengan melakukan wawancara, dan pengisian kuesioner. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis EFE-EFI, Matrik IE, dan Matrik SWOT. Hasil analisis IFE-EFE menunjukkan bahwa nilai faktor internal sebesar 2,39 dan nilai faktor eksternal sebesar 2,83 yang menunjukkan posisi usaha UD Prapta berada pada kuadran V di dalam matriks IE yaitu devisi pertahankan dan pelihara. Terdapat empat alternatif strategi yang dihasilkan yaitu 1) mengadakan sosialisasi mengenai era revolusi industri 4.0; 2) menerapkan penggunaan aplikasi yang dapat membantu proses pemasaran; 3) penyuluhan tentang manajemen pemasaran; 4) Membangun kerjasama dengan pihak-pihak yang membutuhkan telur dalam kapasitas besar dan membuat perjanjian jual beli. Kata kunci : ayam ras petelur, survei, strategi pemasaran, IE,
SIFAT FISIK DAN KANDUNGAN SERAT KASAR SILASE BATANG PISANG DISUPLEMENTASI BERBAGAI LEVEL HIJAUAN KEMBANG TELANG (Clitoria ternatea) Deswanto .; I W. Suarna; N. N. Suryani
Jurnal Peternakan Tropika Vol 8 No 2 (2020): Vol. 8 No. 2 Tahun 2020
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.511 KB) | DOI: 10.24843/JPT.2020.v08.i02.p05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui level penambahan hijauan kembang telang (Clitoria ternatea) pada silase batang pisang ditinjau dari sifat fisik dan kandungan serat kasar. Pembuatan silase dilakukan di Stasiun riset Sesetan Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar. Analisis sifat fisik dan kandungan serat kasar dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan A: 65% batang pisang + 30% pollar + 5% (molasis + EM4), B: 55% batang pisang + 10% C. ternatea + 30% pollar + 5% (molasis + EM4), perlakuan C: 45% batang pisang + 20% C. ternatea + 30% pollar + 5% (molasis + EM4), dan perlakuan D: 35% batang pisang + 30% C. ternatea + 30% pollar + 5% (molasis + EM4). Variabel yang diamati adalah densitas, daya serap air, daya larut air dan kandungan serat kasar.Hasil penelitian menujukkan densitas nyata (P<0,05) lebih tinggi pada perlakuan D yaitu 0,17 g/mldibandingkan perlakuan A, B dan C. Daya larut air nyata(P<0,05)lebih tinggi pada perlakuan Dyaitu 48,38% dibandingkan perlakuan A, B dan C.Daya serap air nyata (P<0,05)lebih tinggi pada perlakuan A yaitu232,26% dibandingkan perlakuan B, C dan D. Kandungan serat kasar tidak menujukkan perbedaan yang nyata diantara semua perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa silase batang pisang disuplementasi 10-30% hijauan kembang telang (Clitoria ternatea) dapat meningkatkan densitas, daya larut air dan menurunkan daya serap air dan kandungan serat kasar. Belum diperoleh level penambahan Citoria ternatea yang optimal. Kata kunci: silase, batang pisang, kembang telang, sifat fisik, kandungan serat.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI HIJAUAN KEMBANG TELANG (Clitoria ternatea) PADA BERBAGAI LEVEL APLIKASI PUPUK BIO-SLURRY Parwata I N.A; N N.C. Kusumawati; N N. Suryani
Jurnal Peternakan Tropika Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.934 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan dosis optimal pupuk bio-slurry terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kembang telang (Clitoria ternatea) yang dilaksanakan di Stasiun Penelitian Fakultas Peternakan Universitas Udayana yang terletak di Desa Pengotan, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli selama 10 minggu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan yaitu C0 (0 ton/ha), C5 (5 ton/ha), C10 (10 ton/ha) dan C15 (15 ton/ha) dengan 4 blok sebagai ulangan. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah daun, jumlah polong, jumlah bunga, berat kering batang, berat kering daun, berat kering polong, berat kering total hijauan, luas daun, dan nisbah berat kering daun dengan berat kering batang. Hasil penelitian menunjukan pemberian bio-slurry 10 ton/ha (C10) menghasilkan pertumbuhan dan produksi tanaman kembang telang tertinggi dan berbeda secara nyata (P<0,05) pada variabel jumlah cabang, jumlah daun, berat kering batang, berat kering polong, dan berat kering total hijauan. Dosis optimal pupuk yang diperlukan untuk memproduksi berat kering total hijauan kembang telang (Clitoria ternatea) yang maksimal yaitu sebesar 6,56 gram adalah 11,2 ton/ha, dan dosis optimal yang diperlukan untuk memproduksi berat kering polong yang maksimal sebesar 13,13 gram adalah 10,9 ton/ha. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan secara umum pemberian pupuk bio-slurry dengan dosis 10 ton/ha memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kembang telang (Clitoria ternatea).
DAMPAK ERUPSI GUNUNG AGUNG TERHADAP KONSUMSI NUTRIEN DAN KECERNAAN (In Vitro) RANSUM SAPI BALI SEBELUM DAN SAAT DI PENAMPUNGAN TERNAK DESA TALIBENG KECAMATAN SIDEMEN KABUPATEN KARANGASEM Hendriana P. P. Y.; N. N. Suryani; I K. M. Budiasa
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 1 (2019): Vol. 7 Isssues 1 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.358 KB)

Abstract

Mount Agung eruption in August to December 2017, caused the evacuation of bali cattle to evacuation zones. This study aims to compare the quality of Bali cattle rations based on nutrient consumption, dry matter digestibility, and organic matter digestibility Bali cattle rations given before and during in evacuation zones. The first step is a survey conducted from January to April 2018 to farmers to gather information about the botanical composition given to bali cattle before and after in evacuation zones and sampling of feed ingredients (forages and concentrates). The second step is the analysis of ration samples in the laboratory from May to June 2018. The rations are made based on observations in evacuation zones and tabulation of questionnaire results data. Variables observed were consumption of nutrient rations including dry matter (DM) kg/h/d organic matter (OM) kg/h/d, crude protein (CP) g/h/d, crude fiber (CF) g/h/d , ether extract (EE) g/h/d, and gross energy (GE) k.kal/h/d and feed digestibility including dry matter digestibility (DMD) %, and organic matter digestibility (OMD)%. The results showed that the consumption of DM, OM, CP, CF, EE, and GE rations before in evacuation zones was 6.55 kg/h/d respectively, 5.87 kg/h/d, 1,174.77 g/h/d, 1697.42 g/h/d, 443.12 g/h/d, and 26,374.82 kcal/h/d, as well as in evacuation zones, each 6.61 kg/h/d, 5.88 kg/h/d, 1082.96 g/h/d, 1769.47 g/h/d, 405.34 g/h/d, 25,072.90 kcal/h/d. DMD and OMD of Bali cattle rations before in evacuation zones were higher, but the analysis of the two rations showed different results which were not significant so it was concluded that the two types of rations were of good quality. Keywords: consumption of nutrients, rations, digestibility, dry matter, organic matter, eruption of Mount Agung
PENGARUH PEMBERIAN KADAR AIR BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI HIJAUAN TANAMAN Indigofera zollingeriana Ranti M.A.D; N.N Suryani; I K.M Budiasa
Jurnal Peternakan Tropika Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.645 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar air yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman dan produksi hijauan tanaman Indigofera zollingeriana. Penelitian di laksanakan selama 15 minggu di Rumah Kaca Stasiun Penelitian Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Jalan Raya Sesetan, Gang Markisa Denpasar. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan yaitu : 100%, 90%, 80%, 70%, dan 60% dari kapasitas lapang dengan lima kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan tinggi tanaman dan jumlah daun nyata (P<0,05) tertinggi pada pemberian kadar air 100% dari kapasitas lapang yaitu masing-masing 58,80 cm dan 13,80 helai. Demikian juga halnya dengan berat daun, berat batang, berat akar dan berat total hijauan nyata (P<0,05) tertinggi pada pemberian kadar air 100% dibanding perlakuan lainnya, yaitu masing-masing : 10,58% ; 6,82% : 8,04% dan 17,40%. Nisbah berat kering daun dengan batang pada pemberian kadar air 100%, 90% dan 80% tidak menyatakan perbedaan yang nyata (P<0,05) pada pemberian kadar air 70%yaitu 7,74% nyata lebih rendah (P<0,05) dibanding perlakuan A1. Nisbah berat kering total hijauan dengan akar juga nyata terendah (P<0,05) pada perlakuan A4 dibanding A1 yaitu sebesar 10,13%. Pada pemberian kadar air 60%, tidak menyebabkan adanya pertumbuhan maupun produksi.
KANDUNGAN BAHAN ORGANIK DAN MINERAL SILASE BATANG PISANG DENGAN BERBAGAI LEVEL KEMBANG TELANG (Clitoria ternatea) Kartikasari D; I G. Mahardika; N. N. Suryani
Jurnal Peternakan Tropika Vol 8 No 2 (2020): Vol. 8 No. 2 Tahun 2020
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.522 KB) | DOI: 10.24843/JPT.2020.v08.i02.p15

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui level penambahan kembang telang ditinjau dari bahan organik dan mineral. Penelitian ini dilaksanakan di Farm Sesetan Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Jl. Raya Sesetan, Gang Markisa, Denpasar. Pengujian bahan organik dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Udayana dan pengujian mineral dilakukan di laboratorium Analitik Universitas Udayana. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan A (65% batang pisang + 30% pollar + 5% (molasis + EM4)), B (55% batang pisang + 10% C. ternatea + 30% pollar + 5% (molasis + EM4)), C (45% batang pisang + 20% C. ternatea + 30% pollar + 5% (molasis + EM4)), D (35% batang pisang + 30% C. ternatea + 30% pollar + 5% (molasis + EM4)). Variabel yang diamati adalah bahan organik dan mineral (Ca, P, dan Zn). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase bahan organik mengalami peningkatan secara nyata ( P<0,05). Mineral Ca, P, dan Zn mengalami peningkatan dan tertinggi pada perlakuan C masing – masing 32,58 ml/L, 0,75% dan 19,26 mg/kg. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan kembang telang pada silase batang pisang dapat meningkatkan kandungan bahan organik dan mineral (Ca, P, dan Zn). Penambahan 30% kembang telang menghasilkan bahan organik tertinggi, sedangkan penambahan 20% kembang telang menghasilkan mineral (Ca, P, dan Zn) tertinggi pada silase batang pisang. Kata kunci: batang pisang, bahan organik, kembang telang , mineral Ca, P, Zn
KOMPOSISI KIMIA DAN SIFAT FISIK RANSUM SAPI BALI DI PENAMPUNGAN TERNAK DESA NONGAN KECAMATAN RENDANG KABUPATEN KARANGASEM Sudarmin B. F.; N. N. Suryani; N. P. Mariani
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 1 (2019): Vol. 7 Isssues 1 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mount Agung eruption, August to December 2017, caused bali cattle to be evacuated. This study aims to compare the chemical composition and physical characteristics of Bali cattle rations before and after in evacuation zones. The first phase was a survey conducted in January to April 2018 on farmers to collect information about botanical composition fed before and after in evacuation zones and sampling feed ingredients (forages and concentrates). The second phase was to analysis in the laboratory from May to June 2018. The ration was made based on observation in evacuation zones and tabulation of data from the questionnaire result. The research variables were chemical compositionof ration ie: dry matter (%), organic matter (%), crude protein (%), crude fiber (%), ether extract (%) and gross energy (kcal/kg) and physical characteristics ie: bulk density (g/ml), water holding capacity (%), and water solubility (%) of the ration. Results showed thatthe chemical composition given after in evacuation zone based on the protein and energy were 13.32% and 3890 kcal/kg. Physical characteristics of ration which includes bulk density, water holding capacity, and water solubility are higher after in evacuation zones. In conclusion, chemical composition based on lower protein and higher energy after in evacuation zones, physical characteristics of ration after in evacuation zone was higher than before. Keywords: chemical composition, bulk density, water holding capacity, water solubility, bali cattle
Co-Authors A. A. OKA A. W. Puger Ade Kiki Sintya Dewi Anak Agung Ayu Sri Trisnadewi Apsari, Anak Agung Putri Hartini Astrini N. K. M. S Bachtiar M. W. Bernika J.S. Budiono, Wahyu Galang Correia, Lígia Tomás Deswanto . Dewa Made Adnyana Dewi O. Dhany K.G Dharmayanti, Putu Ayu Paramita Dini Oktaviani Dwipayana I K. B Farida Hanum G. L. O. Cakra Gabrella T.D.V.F Gde Bayu Surya Parwita Gde Bayu Surya Parwita Gede Puspa Gusti Ayu Intan Mas Dewi Hariyanto D.N. Hendriana P. P. Y. I G. Lanang Oka Cakra I Gede Mahardika I Ketut Mangku Budiasa I KETUT MANGKU BUDIASA I Ketut Setia Sapta I M. Mudita I Made Saka Wijaya I Nengah Sujaya I Putu Andre Japani Satya Saputra I PUTU ARI ASTAWA I Putu Gede Didik Widiarta I Wayan Suarna I Wayan Widnyana I WAYAN WIRAWAN I. W. Suama I.G. Mahardika Ida Ayu Okarini Ida Bagus Gaga Partama Juliarta I K. Kartikasari D KETUT SULANDRA Khristanta I M. D.T. A Kwarta A. P. L. Doloksaribu Lígia Tomás Correia Lisandy M. A. R. Made Dewantari Magna Anuraga Putra Duarsa Mertaningsih N. P. L. Mirayanti, Ni Kadek N N.C. Kusumawati N. P. P. Wijayanti Nasrullah H. I. Ni Gusti Ketut Roni Ni Kadek Tiara Cahyani Permata Sari Ni Luh Ayu Suryanti Ni Luh Gde Sumardani Ni Made Witariadi Ni Nyoman Ari Novarini Ni Putu Ayu Swandewi NI PUTU MARIANI Ni Putu Mega Andini Ni Putu Pandawani Ni Putu Sarini Ni Putu Sarini Ni Wayan Eka Mitariani Oka A.A Parwata I N.A Pirayanti, Luh Putu Diah Prami, Anak Agung Anggita Pramiti, Ni Koming Pramusinto F.D Putu Ayu Paramita Dharmayanti Putu Ayu Sari Novita Dewi Ranti M.A.D Riani, Winda Desta S. Putra Saifullah R. S. Saputra, I Kadek Andre Saragih K. Sentana Putra Sio Stefanus, Sio Sri Anggreni Lindawati Sudarmin B. F. Tungga I. C. Upeksa I G.N.D Valentina F. D. Virangga, Komang Wibawa IM.S.P Widnyana I.G