Claim Missing Document
Check
Articles

Model Asesmen Literasi Sains pada peserta Didik Sekolah Dasar dengan Aplikasi Model Rasch Riyadi, Agus; Susongko, Purwo; Munadi, Munadi
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1411

Abstract

Pengukuran literasi sains penting dilakukan untuk mengetahui ketercapaian literasi sains siswa dalam memahami konsep sains yang sudah dipelajari . Pengukuran literasi sains juga penting dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap konsep-konsep sains yang telah dipelajarinya. Tujuan Penelitian ini Untuk mengetahui kebutuhan kepala sekolah,guru dan siswa Sekolah dasar terhadap instrumen assesmen literasi sains,mengembangkan  desain model asesmen literasi sains,mengetahui validitas isi,psikometri dan validasi konstraks   dari instrumen asesmen literasi sains. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian dan pengembangan (resecarch and development) atau dikenal dengan istilah R&D. Rancangan penelitian yang digunakan pada jenis penelitian dan pengembangan yaitu menggunakan model ADDIE. Tempat penelitian di SD se- Gugus Sultan Agung Kec.Kedungbanteng. Waktu penelitian pada bulan Mei - Juni 2024. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VI SD se- Gugus Sultan Agung Kec.Kedungbanteng. Sampel penelitian ini ada 147 anak. Hasil penelitian adalah Secara kuantitatif butir tes yang dinyatakan fit atau berfungsi baik karena nilai Outfit MSQ antara 0,5 sampai 1,5 , nilai outfit t antara -2 sampai 2,0 dan peluang penerimaan Ho (kecocokan contoh) lebih sensitif berdasarkan 0,01 (p > 0,01). Berdasarkan hasil penelitian, sebaiknya asesmen literasi sains di terapkan di sekolah dasar, dan asesmen perlu di validasi sebelum diujikan kepada peserta didik . Bagi sekolah agar melengkapi semua fasilitas belajar. Sementara itu untuk meningkatkan literasi sains dalam pembelajaran dengan menyisipkan asesmen literasi sains dalam pembelajaran IPA.
Model Assesment Literasi Membaca pada Siswa Sekolah Dasar Berbasis Pemodelan Rasch Purnami, Desy Eka; Hartinah, Sitti; Susongko, Purwo
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1435

Abstract

Literasi membaca merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh peserta didik sehingga dapat mengevaluasi, menggunakan, memahami, dan merefleksi berbagai ragam teks bacaan tertulis. Kemampuan ini bila termiliki dapat berkontribusi secara produktif bagi pengembangannya. Literasi membaca mencakup kemampuan peserta didik dalam bernalar serta memiliki sudut pandang, mampu memahami isi teks bacaan dengan penuh, dan membiasakan diri untuk dapat merefleksi isi teks baik secara makna maupun pengalaman pribadi. Literasi membaca merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh lulusan dari jenjang sekolah dasar. Literasi membaca merupakan kemampuan siswa dalam mengaplikasikan tiga aspek kemampuan membaca yaitu menemukan informasi (locate information), memahami isi bacaan ( understand) dan  mengevaluasi serta merefleksi (evaluate and reflect) . Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dngan model Research and Development analyze, desain dan development).  Tekhnik pengumpulan data dengan tekhnik tes, dokumentasi dan angket. Populasi penelitian sejumlah 226, penetapan sampel menggunakan rumus Slovin sebesar 144. Teknik analisis data dengan nilai rapot pendidikan, kebutuhan peserta didik tentang literasi serta tujuan. Analisis dilakukan dengan pemodelan Rasch. Uji validitas instrumen (validitas isi, psikometri, eksternal dan konstruk ) uji validitas ini diolah menggunakan program Rasch 4.3.1 dan IBM SPSS Statistic 26. Hasil uji validitas dipoeroleh nilai outfit t antara -2.0 hingga 2.0 serta peluang penerimaan Ho (kecocokan model) lebih besar dari 0,01 (p>0,01). Sedang  uji unidimensi diperoleh KMO sebesar 0.697 ini berarti bahwa uji ini memiliki nilai eigenvalues yang lebih dominan, artinya butir tes literasi membaca yang disusun peneliti dapat diterima baik dilihat dari segi isi, psikometri, konstrak dan eksternal. Jadi dapat disimpulkan asesmen literasi membaca yang dibangun dengan pemodelan Rasch dapat diterima. Temuan penelitian ini disarankan guru dalam memberikan asesmen literasi membaca harus mempertimbangkan waktu, kondisi psikis siswa dan ketuntasan materi yang diberikan.
Model Asesmen Profil Pelajar Pancasila Kegiatan Pramuka SMP Negeri 2 Randudongkal Resminingsih, Sri Endang; Susongko, Purwo; Suriswo, Suriswo
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1466

Abstract

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara diketahui belum adanya asesmen pramuka  terintegrasi dengan profil pelajar Pancasila, kurangnya pengetahuan pembina pramuka  dengan model ADDIE, asesmen belum divalidasi dengan model rasch. Penelitian ini bertujuan mengetahui hasil analisis kebutuhan instrumen, kategori kelayakan instrumen bernalar kritis  melalui kegiatan  pramuka. Metode penelitian ini menggunakan Research and Development (R&D) dengan tiga tahapan yaitu Analysis, Design, dan Development. Desain uji coba terdiri dari uji validitas isi dan psikometri oleh para ahli dan dianalisis dengan formula Aikens. Sedangkan validitas konstruk dianalisis dengan Rasch model. Hasil penelitian menunjukkan (1) Siswa memiliki kemampuan berpikir kritis (2) Instrumen bentuk pilihan ganda, layak digunakan. Instrumen  dianalisis dengan indeks Aikens. Hasil analisis dengan Rasch model yaitu  tiga butir soal mudah, tujuh butir soal sedang, tidak terdapat butir asesmen sulit (3) mayoritas siswa SMP Negeri 2 Randudongkal  memiliki kemampuan bernalar kritis kategori sedang, hanya terdapat dua siswa  memiliki kemampuan  tinggi, dan empat orang berkriteria rendah
Pengembangan E-Modul Pembelajaran Projek Penguatan Profil Pelajaran Pancasila Tema Gaya Hidup Berkelanjutan Berbasis Aplikasi i-Springsuit9 di Sekolah Dasar Alipah, Susi; Hartinah, Sitti; Susongko, Purwo
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1471

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pengembangan e-modul untuk penguatan nilai Pancasila melalui pendekatan proyek dengan tema gaya hidup berkelanjutan, menggunakan aplikasi i-Springsuit9 di sekolah dasar. E-modul ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang nilai-nilai Pancasila dan penerapannya dalam konteks gaya hidup berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri dari tahap Analysis (Analisis), Design (Desain), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi).  Proses pengembangan mencakup perencanaan, desain, implementasi, dan evaluasi e-modul. Validasi ahli menunjukkan bahwa e-modul memenuhi standar kualitas tinggi dengan persentase persetujuan keseluruhan sebesar 91%. Implementasi di tiga sekolah dasar SDN Bulakwaru 01, SDN Bulakwaru 03, dan SDN Margapadang 01 menunjukkan peningkatan signifikan dalam dimensi kunci: Beriman dan Bertaqwa, Gotong Royong, dan Kreatif, dengan skor posttest yang lebih tinggi pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol. E-modul ini efektif memperkuat nilai-nilai Pancasila dan mendukung pembelajaran interaktif yang berkelanjutan di tingkat sekolah dasar.
Pengembangan Penilaian untuk Mengukur Kemampuan Literasi Membaca Peserta Didik SMP dengan Standar PISA 2018 Chasanah, Nunung; Susongko, Purwo; Suriswo, Suriswo
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1472

Abstract

Kemampuan Literasi membaca peserta didik di UPTD SPF SMP N 10 Tegal masih rendah. Penelitan ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen tes untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca  peserta didik SMP berstandar PISA. Penelitian ini merupakan Penelitian Pengembangan atau Research and Development (R & D) dan dilaksanakan di UPTD SPF SMP N 10 Tegal. Peneliti menganalisis kebutuhan, konstruksi tes, validitas aspek isi, aspek psikometri butir-butir, dan validitas  kontrak tes literasi membaca untuk peserta didik UPTD SPF SMP N 10 Tegal. Kesimpulan penelitian menunjukan (1) adanya kebutuhan pengembangan tes literasi membaca bagi Guru dan Peserta Didik di UPTD SPF SMP N 10 Tegal; (2) Konstruksi tes telah mengacu pada indikator standar PISA; (3) Instrumen tes telah memenuhi validitas dari aspek isi; (4) instrumen tes telah memenuhi validitas aspek psikometrik; dan  (5) terdapat  1 butir soal tidak terpakai dan 29 butir soal layak sehingga dapat dimanfaatkan untuk mengukur kemampuan literasi membaca
Pengembangan Asesmen Higher Order Thinking Skill (HOTS) Pada Mata Pelajaran IPAS Berbasis Model Rasch Tingkat Sekolah Dasar Sudiryo, Sudiryo; Hartinah, Sitti; Susongko, Purwo
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1492

Abstract

Asesmen yang dilaksankan guru sering kali tidak memperhatikan aspek sejauh mana soal yang digunakan mampu mengukur keterampilan berpikir siswa tingkat tinggi (High Order Thinking Skills). Masih banyak guru tingkat SD dalam penyusunan soal tes hanya bersifat hafalan dan berfokus pada aspek kognitif C1-C3 (mengukur betul atau salah). Soal yang ada lebih mengedepankan pada pengertian suatu istilah dalam bidang ilmu, belum menggalih lebih dalam penerapan konsep dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, guru tingkat SD  belum melakukan analisis butir soal menggunakan model tertentu (Rasch). Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis kebutuhan  guru dan siswa terkait pengembangan asesmen HOTS mata pelajara IPAS kelas IV, 2) mengetahui desain pengembangan asesmen HOTS mata pelajaran IPAS kelas IV, 3) menguji validitas butir tes pada aspek isi dan aspek psikometri, serta 4) menguji validitas konstruk butir tes berbasis model Rasch. Penelitian dilakukan menggunakan desain penelitian dan pengembangan dalam membangun butir tes HOTS mata pelajaran IPAS tingkat Sekolah Dasar. Butir tes disusun, selanjutnya diuji validitasnya. Pengujian validitas meliputi uji validitas aspek isi, psikometri, serta konstruk. Uji validitas isi dan psikometri yang dilakukan oleh ahli menyatakan bahwa butir tes yang disusun layak untuk diuji cobakan. Selanjutnya, butir tes diujicobakan kepada 153 peserta siswa dari 5 sekolah sampel di Gugus Ki Hajar Dewantara Kecamatan Talang Kabupaten Tegal. Hasil uji coba tes diuji validitas konstruk menggunakan pemodelan Rasch dengan r programming 4.3.3 yang meliputi uji validitas konstruk aspek isi, substansi, struktural, dan eksternal. Hasil validitas konstruk dengan pemodelan Rasch sebagai berikut: (1) Tingkat kesukaran butir berada pada range -5 hingga 5, artinya butir-butir tes tersebut cocok untuk semua kemampuan peserta tes, (2) Pada taraf kepercayaan 95%, ada 19 butir yang cocok dengan pemodelan, (3) Pada taraf kepercayaan 95% sebanyak 93,46% respons siswa cocok dengan pemodelan, (4) Pada taraf kepercayaan 100%, tidak ada  butir yang mengandung DIF. Dengan demikian, asesmen HOTS mata pelajaran IPAS yang disusun dapat digunakan untuk mengukur kemampuan HOTS siswa secara valid berdasarkan pemodelan Rasch.
The Functioning of The Differential Items on The Physics Learning Result Test Device at MAN Tegal City Utami, Tri Setiya Titi; Susongko, Purwo; Suriswo, Suriswo
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol. 16 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/cakrawala.v16i2.292

Abstract

This study aims to (1) analyze the characteristics of the physics questions tested at MAN Tegal City, (2) find out which questions were detected with DIF (3) analyze the confidence plot on the test items for the end of the 2020/2021 school year assessment test. at MAN Tegal City. The population in this study were all students of MAN Tegal City. As for the sample, all the answer sheets of students who took the final assessment test for the 2020/2021 school year on physics subjects consisting of 337 answer sheets. Data collection is by using the documentation method. The analysis technique uses Rasch modeling with Wald test. From the results of this study, it was concluded that (1) there were characteristics in the form of differences in the level of difficulty of the final assessment items for the 2020/2021 school year in physics subjects tested on class XI students at MAN Tegal City, (2) the results of the DIF detection analysis using the Wald test. shows empirical facts that in the final assessment test kit for the 2020/2021 school year physics class XI at MAN Tegal City there are no questions containing DIF, (3) the confidence plot can be used properly on the test kit.
Perbandingan Keefektifan Bentuk Tes Uraian dan Teslet dengan Penerapan Graded Response Model (GRM) susongko, Purwo
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 14 No. 2 (2010)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.622 KB) | DOI: 10.21831/pep.v14i2.1082

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menemukan: (1) perbandingan nilai fungsi informasi item pada bentuk tes uraian dan testlet secara empirik dan simulasi, (2) pengaruh banyaknya item dan ukuran sampel terhadap perbandingan nilai fungsi informasi item pada bentuk tes uraian dan testlet secara simulasi, dan (3) keakuratan pemodelan GRM pada bentuk uraian dan testlet. Data empirik diambil dari respons siswa terhadap tes bentuk uraian dan bentuk testlet dari 772 siswa SMA kelas XI yang tersebar di lima SMA di Kabupaten Tegal. Bentuk tes uraian dan testlet bersama-sama diberikan pada siswa pada akhir semester I dan di awal semester II dengan waktu tenggang minimal 1 bulan. Data pada penelitian simulasi dibangkitkan dari parameter item hasil estimasi pada penelitian empirik dengan program WinGen 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) secara empirik dan simulasi, tes yang disajikan dalam bentuk uraian cenderung memiliki nilai fungsi informasi item yang lebih tinggi dibanding dengan tes yang disajikan dalam bentuk testlet, (2) secara simulasi, ada pengaruh banyaknya item dan ukuran sampel terhadap perbandingan nilai fungsi informasi item pada bentuk tes uraian dan bentuk testlet, dan (3) pemodelan GRM pada bentuk tes uraian dan testlet paling akurat pada kondisi banyaknya item 20 dan ukuran sampel 2000.Kata kunci: keefektifan, bentuk tes, graded response model
Pengembangan Instrumen Penilaian Berpikir Kritis Menurut FACIONE Pada Pembelajaran IPA Di Sekolah Menengah Pertama Berbasis Model Rasch Haryanti, Haryanti; Susongko, Purwo; Arfiani, Yuni
PSEJ (Pancasakti Science Education Journal) Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, FKIP Universitas Pancasakti (UPS) Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/psej.v9i2.207

Abstract

Pengembangan Instrumen berpikir kritis menurut Facione (2011) berbasis model rasch dengan model ADDIE. Penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif, populasi yang digunakan siswa kelas VIII di SMP Plus Salafiyyah Pemalang tahun ajaran 2023/2024. Teknik Pengumpulan data menggunakan purposive sampling. Sample yang digunakan ada empat kelas yaitu kelas VII A, B, C, D. Data yang diambil dengan menggunakan lembar tes, dokumentasi, dan observasi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis Person Fit, Validasi Konstrak Aspek Isi, dan Uji Unidimensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tes siswa didapatkan kepada 136 siswa menunjukkan nilai rata-rata 46,8, dengan nilai tertinggi 80 dan nilai terendah 10 dari 10 soal pilgan. Terdapat 5 keterampilan berupa interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, dan eksplanasi. Kemudian setelah diujikan pada siswa, hasilnya didapatkan Kemampuan interpretasi peserta tes adalah 36,39 %, yang berarti rendah; kemampuan analisis peserta tes adalah 66,54 %, yang berarti tinggi; kemampuan evaluasi peserta tes adalah 24,26 %, yang berarti rendah; dan kemampuan inferensi peserta tes adalah 30,88 %, yang berarti rendah; dan kemampuan eksplanasi. Validasi konstrak aspek isi, atau item fit, menunjukkan bahwa semua butir tes dalam ujian kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran IPA di SMP sesuai atau berfungsi begitu baik, dengan tingkat kesukaran butir berkisar antara -4.00 dan 3.00. Validasi konstrak aspek substantif (person fit) menunjukkan bahwa 97,79 %, atau 133 respon dari peserta ujian termasuk memenuhi model (tidak mengalami penyimpangan), dan 2,20 % atau 3 respon, tidak memenuhi kriteria person fit (mengalami penyimpangan). Validasi konstrak aspek struktural menunjukkan bahwa tes evaluasi kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran IPA di SMP bersifat unidimensi. Nilai kemampuan berpikir kritis rata-rata peserta tes memiliki prosentase sebesar 46,8 %, yang merupakan kategori cukup.
Desain Instrumen Tes Capaian Pembelajaran Matematika Dengan Uji Validitas Pearson Correlation Lusiana, Ika Septi; Susongko, Purwo; Nafiati, Dewi Amaliah
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1700

Abstract

Salah satu tantangan yang dihadapi di dunia pendidikan adalah pengembangan instrumen asesmen yang valid dan dapat diandalkan untuk mengukur capaian pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model instrumen tes yang valid guna mengukur capaian pembelajaran matematika dalam Kurikulum Merdeka di akhir fase D. Dalam pengembangan instrumen ini, peneliti menggunakan pendekatan uji validitas dengan metode Pearson correlation untuk memastikan bahwa setiap butir soal dapat secara akurat merefleksikan pemahaman dan kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan masalah matematika. Data yang diperoleh dari pengujian instrumen melibatkan respon peserta didik yang kemudian dianalisis menggunakan rumus Pearson correlation. Hasil analisis menunjukkan bahwa semua butir soal memiliki koefisien korelasi yang signifikan, dengan nilai di atas ambang batas yang ditetapkan, sehingga dinyatakan valid. Validitas instrumen ini sangat penting untuk memastikan bahwa evaluasi hasil belajar sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Kurikulum Merdeka, serta mendukung pencapaian tujuan kurikulum dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam pengembangan asesmen pendidikan yang lebih efektif dan efisien