Claim Missing Document
Check
Articles

HOTEL RESORT DI KEK MANDALIKA KABUPATEN LOMBOK TENGAH NUSA TENGGARA BARAT TEMA ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR Rizki Gunawan; Gatot Adi Susilo; Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika adalah satu dari 10 tempat wisata nasional. Presiden Republik Indonesia telah melakukan perletakkan batu pertama pada tanggal 20 Oktober 2017.Terletak di Pulau Lombok. Tempat ini merupakan hamparan pantai pasir putih sepanjang 7,5 km. Di kawasan ini juga dibangun Sirkuit Internasional Mandalika. Kawasan ekonomi khusus saat ini menjadi kawasan yang paling menarik bagi investor dan diharapkan menjadi destinasi wisata kelas dunia. Melihat kenyataan tersebut maka diperlukan suatu tempat menginap seperti hotel yang dapat memberikan fasilitas dan tentunya menjamin kenyamanan pengunjungnya. Tema rancangan ini menggunakan tema arsitektur neo-vernakular juga menggunakan dan mengaplikasikan elemen fisik bangunan tradisional yang secara alami ada di suku Sasak Lombok. Memanfaatkan lingkungan sekitar untuk meningkatkan nilai budaya Pulau Lombok untuk memberikan suasana yang nyaman bagi penghuninya.
PERANCANGAN HOTEL RESORT DI KAWASAN WISATA PANTAI CARAVELA, KABUPATEN BAUCAU, TIMOR-LESTE TEMA: ARSITEKTUR BIOKLIMATIK Paulo da Silva Freitas; Breeze Maringka; Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Baucau ialah salah satu kabupaten di Timor Leste yang kaya hendak budaya serta panorama alam yang indah. Baucau memerlukan lebih banyak akomodasi buat menunjang pariwisata, paling utama di Tepi laut Caravela. Wilayah ini merupakan rumah untuk salah satu tepi laut terindah di Negeri ini. Perancangan resort hotel ini buat tingkatkan kemampuan alam serta budaya Baucau. Resor ini dirancang buat tersambung dengan konsep Arsitektur Bioklimatik. Ini tercantum sinar natural, ventilasi, bahan bangunan, pengolahan air limbah serta sumber tenaga alternatif. Kami berharap sarana ini hendak jadi surga untuk wisatawan serta turis, spesialnya yang berkunjung ke wilayah Baucau. Perihal ini pula diharapkan jadi ikon pengembangan hotel resor yang menyongsong pertumbuhan pariwisata di masa depan.
PUSAT OLEH-OLEH CENDERAMATA DI BANYUWANGI TEMA: ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR Achmad Ubaidillah; Breeze Maringka; Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Banyuwangi memiliki banyak warisan seni, tradisi, adat budaya dan puluhan destinasi wisata seperti cagar alam, taman nasional, serta keindahan pantainya yang menjadikan Banyuwangi sebagai objek wisata lokal maupun mancanegara hingga dikenal dengan kota pariwisata. Banyuwangi juga memiliki berbagai macam oleh-oleh cenderamata seperti udeng khas Suku Osing, kain batik gajah oling, kerajinan belerang, kerajinan bambu, kerajinan kerang, miniatur barong, miniatur gandrung dan miniatur objek-objek wisata yang ada di Banyuwangi. Namun Banyuwangi masih belum mempunyai tempat untuk mewadahi beranekaragam oleh-oleh cenderamata tersebut. Maka perlu adanya bangunan pusat oleh-oleh cenderamata yang dibangun di kawasan wisata Pantai Boom Marina untuk memanfaatkan eksistensi Pariwisata tersebut. Perancangan Bangunan Pusat Oleh-Oleh Cenderamata ini menggunakan tema arsitektur Neo Vernakular yang menerapkan unsur tradisional rumah adat Suku Osing Banyuwangi yang diterapkan dari segi penataan zonasi ruang, penggunaan material dan struktur serta bentuk tampilan bangunan. Pusat Oleh-Oleh Cenderamata ini diharapkan dapat menjadi tempat untuk mewadahi keanekaragaman oleh-oleh cenderamata khas Banyuwangi yang dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat melalui produksi dan penjualan serta dapat menjadi sarana edukasi bagi para wisatawan.
PENGEMBANGAN MEDIA POSTER BERBASIS TEKA-TEKI BERGAMBAR PADA MATERI KOLOID DI SMAN 1 DARUL IMARAH Nurbaity Julianti; Muhammad Nasir; Sri Winarni
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 8, No 1 (2023): JIMPK Januari-Juni 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the feasibility of pictorial riddle-based poster learning media on colloidal material and describe the responses of teachers and students to pictorial riddle-based poster learning media on colloidal material. This research method uses RD with a 4-D model, namely, define, design, develop and disseminate. The research subjects were 16 students of class XII IPA 1, consisting of 9 men and 7 women. The instruments used in this study were media validity assessment sheets by experts, teacher responses questionnaire sheets and student responses questionnaire sheets. The results showed that the poster media got very good scores. The feasibility assessment obtained a percentage of 96.4% with a very decent category. The responses of teachers and students respectively obtained 100% and 92.4% in the very good category.Keyword: Learning Media, Poster, Pictorial Riddle, Colloid
Kemampuan Peserta Didik dalam Memahami Representasi Makroskopik, Submikroskopik, dan Simbolik Materi Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit Zuraini Zuraini; Sri Winarni; Latifah Hanum
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 8, No 1 (2023): JIMPK Januari-Juni 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan peserta didik kelas X-IPA MAN Aceh Singkil dan SMAN 1 Singkil dalam memahami representasi makroskopik, submikroskopik, dan simbolik pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X-IPA1dan X-IPA4MAN Aceh Singkil dan SMAN 1 Singkil tahun ajaran 2019/2020 sebanyak 53 peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui soal tes. Instrumen yang digunakan terdiri dari soal tes, berupa soal pilihan ganda sebanyak 19 pertanyaan yang terdiri dari soal makroskopik, submikroskopik, dan simbolik. Instrumen penelitian dinyatakan valid dan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan peserta didik dalam memahami materi larutan elektrolit dan nonelektrolit berdasarkan representasi makroskopis adalah paling tinggi dibandingkan representasi simbolik dan submikroskopik. Kemampuan peserta didik dalam memahami representasi submikroskopik tertinggal dibandingkan representasi makroskopik dan simboliknya. Sebanyak 56,6% peserta didik memiliki kemampuan memahami representasi submikroskopik dengan kategori rendah. Kemampuan peserta didik perempuan rata-rata lebih tinggi dalam memahami representasi makroskopik, submiskroskopik, dan simbolik. Perlu melibatkan representasi makrokopik, submikroskopik dan simbolik secara proporsional dalam pembelajaran kimia.
The Effect of Education Using Media Modules on Non-Communicable Disease Control in Posbindu Cadres Wafiatul Fuaddiyah; Sri Winarni; Dimas Dwi Yoga
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 8: AUGUST 2024 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i8.5683

Abstract

Introduction: Non-communicable diseases are a major global health issue, being the leading cause of death around the world. Based on data obtained from the 2022 Malang City Office NCD pain surveillance report, 165,993 NCD cases were recorded. The incidence of NCDs arises from a combination of risk factors that cannot be combined and can be combined. The government has created a PTM Posbindu program to overcome NCDs. Objective: The purpose of this study is to determine the importance of the influence of education using module media on non-communicable disease control in posbindu cadres. Method: This study used quantitative methods with a cross sectional approach. The sampling technique in this study is total sampling, namely all posbindu cadres in the Janti Health Center work area. Result: The results showed that the knowledge of posbindu cadres before education showed that most respondents had less knowledge. Meanwhile, the knowledge of posbindu cadres after being given education shows that some respondents have good knowledge. From the results of Wilcoxon's analysis, p = 0.000 means that the p value < the value of ? (0.05) means that Ha is accepted, indicating that there is an influence of education using module media on non-communicable disease control in cadres. Conclusion: Conclusion, with this research media module proved effective as an effort to increase the knowledge of posbindu cadres.
Implementation of a no Smoking Area at SMPN 12 Malang in the Janti Health Center Working Area Emil Nahdiyah; Sri Winarni; Ganif Djuwadi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 9: SEPTEMBER 2024 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i9.5845

Abstract

Introduction: Smoking is harmful to our health and the health of those around us. Diseases caused by smoking can ultimately weaken the potential of human resources. In response to this, the government has established a program to deal with cigarette smoke, one of which is a smoke-free area, and there are seven places that must implement a smoke-free area, one of which is a place of teaching and learning. Objective: The purpose of this study was to determine the implementation of a smoke-free area at SMPN 12 Malang in the working area of the Janti health center as a step towards realizing a smoke-free school environment. Method: This research uses quantitative methods that are descriptive in nature. The population of this study is the whole of the research object. The sampling technique used was total sampling totaling 72 people. The sample in this study were all teachers, staff, security officers, janitors, and canteen guards at SMPN 12 Malang. Data collection techniques are questionnaires, observations, and interviews, the instruments used are questionnaire sheets, observation sheets, and interview guidelines. Result: The results of research on the implementation of a smoke-free area at SMPN 12 Malang found that the policy pattern is good because it already has a policy, human resources are sufficient because there is no special officer to supervise the smoke-free area and sanctions for violators of the smoke-free area, and the area sign in the good category has been installed but the placement is still not strategic because it is installed in front of the class and covered by lush trees, and the media used is only one, namely the statue of the no-smoking area sign or smoking ban. Conclusion: The implementation of a smoke-free area at SMPN 12 Malang in the policy pattern is in the good category, human resources are sufficient, and the smoke-free area sign is good.
Correlations between Sociodemographic Status, Attitude, Cultural Belief, and Family Support towards Complementary Feeding Practices Anna Uswatun Qoyimah; Zahroh Shaluhiyah; Sri Winarni
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 11: NOVEMBER 2024 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i11.6147

Abstract

Introduction: Proper nutrition is crucial during the first two years of life, as this period is a "critical window" for promoting optimal growth, health, and behavioral development. Complementary feeding refers to the introduction of additional foods and liquids when breast milk alone no longer meets an infant's nutritional needs. Providing adequate and appropriate complementary foods, along with proper feeding practices, can help prevent stunting and promote healthy eating habits. Objective: This study aimed to identify the factors correlated with complementary feeding practices (i.e., MDD, MMF, MAD, and SSSFs) among children aged 6–23 months in Surakarta City. Method: This cross-sectional study involved 110 mothers with children aged 6-23 months. Data were collected through questionnaires interviewed directly to the respondents. The variables in this study included the child’s age, the mother’s age, parity, maternal education level, maternal employment status, attitude, cultural beliefs, and family support. Complementary feeding practices were assessed using the composite indicators such as MDD, MMF, MAD, SSSFs as recommended by the WHO. Result: This study identified that child's age (0.012 (OR: 3.71, CI: 1.28-10.75)), mother's age (0.001 (OR: 9.35, CI: 2.06-42.37)), parity (0.003 (OR: 4.16, CI: 1.54-11.21)), mother's education (0.018 (OR: 3.06, CI: 1.18-7.90)), attitude (0.028 (OR: 4.93, CI: 1.05-23.0)), cultural belief (0.000 (OR: 9.00, CI: 2.52-32.0)), and family support (0.000 (OR: 5.39, CI: 2.17-13.35)) were determinant factors of complementary feeding practice. There was no statistically significant correlation between the mother’s employment status and complementary feeding practices. Conclusion: It is essential to educate mothers on the correct timing and process of transitioning to complementary feeding. Nutrition education should aim to enhance and correct knowledge and beliefs about these practices. Mothers should receive practical guidance on making informed decisions, considering factors such as affordability, availability, access, and the preparation of nutrient-dense foods
SEKOLAH DIGITAL ANAK USIA DINI TEMA: ARSITEKTUR PERILAKU Dina Silvi Sakinah; Gaguk Sukowiyono; Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi era globalisasi berdampak besar terhadap dunia pendidikan. Yang dapat mempengaruhi pengembangan pendidikan kearah pendidikan berbasis digital. Hal ini berpengaruh juga pada penggunaan teknologi bagi anak-anak usia dini yang penggunaanya harus diatur dengan cermat dan baik agar tidak terpapar pada konten-konten yang bersifat negatif, sehingga perlu wadah belajar dalam menggunakan teknologi secara dini yaitu dengan merancang sekolah digital anak usia dini. Salah satu inovasi dalam pendidikan anak usia dini adalah sekolah digital yang mengintegrasikan teknologi canggih seperti ruang kelas interaktif dan laboratorium Sains, Technology, Engineering, Art, Mathematic (STEAM) untuk merangsang eksplorasi anak-anak. Metode perancangan yang digunakan adalah metode “force-based” dengan imengumpulkan, mengelompokkan, idan menganalisis idata iuntuk imemastikan ibahwa idesain bangunan isesuai dengan ifungsinya. Pendekatan tema yang digunakan arsitektur perilaku. Hasil perancangan ini ada dua konsep, yang pertama rancangan memanfaatkan teknologi digital berupa perangkat interaktif dan edukatif. Konsep kedua menciptakan desain ruang yang mendukung eksplorasi dan kreativitas. Dengan perancangan sekolah idigital anak iusia idini ini diharapkan pembelajaran berbasis teknologi ini jauh lebih terarah, fleksibel, interaktif dan menyenangkan.
PUSAT PERBELANJAAN AGRITECH TEMA: ARSITEKTUR BIOKLIMATIK M.J Maulana Aliansyah; Suryo Tri Harjanto; Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkurangnya lahan pertanian merupakan salah satu masalah yang telah terjadi, terutama di wilayah perkotaan. Hal ini terjadi karena meningkatnya urbanisasi yang mengubah alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan pemukiman. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan pangan penduduk perkotaan dan menurunnya produksi pangan dari tahun ke tahun. Maka diperlukan sebuah wadah yang berfungsi sebagai penghasil produksi pangan, terutama pada lahan sempit perkotaan. Metode perancangan yang digunakan adalah force-base framework, yang menganalisis dari konteks lingkungan, sosial serta aktifitas dari masyarakat yang mempengaruhi faktor dari desain. Pendekatan tema rancangan adalah tema bioklimatik dengan memanfaatkan kondisi iklim serta alam yang ada disekitar tapak. Hasil rancangan pusat perbelanjaan agritech ini mendapatkan konsep yang memanfaatkan lahan terbatas secara efisien dengan penanaman hasil pertanian secara vertikal dan konsep penggunaan hemat energi dengan memanfaatkan pencahayaan, penghawaan alami, serta penggunan energi baru biogas. Dengan perancangan ini diharapkan dapat menjadi sebuah inovasi untuk menciptakan wadah yang menghasilkan produksi pertanian di lahan yang terbatas.
Co-Authors Achmad Ubaidillah Ade Kumalasari Adhi Widyarthara Afrenanda Bayu Aditya Agus Khoirul Anam, Agus Khoirul Ahla Hulaila Aina’ul Mardliyyatun Nisa AL Maulana Salong Alif Nurhayan Alifiah Jihan Nazihah Amar Rizqi Afdholy Andi Hayyun Abiddin Andri Putra Naftali Andriyana Permana Aji Rohman Ani Margawati Anna Uswatun Qoyimah Ar Rafi Maulana Ari Wibowo Arif Ahmadi M. Ashar Asrina Bambang Joko Wiji Utomo Bayu Teguh Ujianto Breeze Maringka Cahya Tri Purnami Chintia Putri Wulandari Daim Triwahyono Debby Budi Susanti Defia Dea Amanda Dimas Dwi Yoga Dina Silvi Sakinah Dwianto, Ignatius Heri Elena Suci Rahmawati Elfiati Elfiati Emil Nahdiyah Erlidawati Erlidawati Fachrizal Hendro Prasodjo Fakhri Shafiyuddin Farhan Abidin Farid Agushybana Farida Halis Fatiru Duratu Rasidah Fiashriel Lundy Lundy Gabrina Selvi Yanuarista Gaguk Sukowiyono Ganif Djuwadi Gatot Adi Susilo Gatot Adi Susuilo Gaudensius Saputra Ghoustanjiwani Adi Putra Haddid Salsabila Hamka Hamka Hamka Hamka Hamka Hamka Hamka Hari Eko Prasetiyo Husni Sabil Ignata Yuliati IM. Hambali Imam Darma Aji Inas Muthia Afifi INDARTI Jannatul Lutfiah Binti Khamani Javier Ardy Dwinovian Jessica Jeane Putri Purnama Kemas Welly Angga Permana Krisfa Rizky Agung Pambudi Kurniawaty, Yuni Kusumawardani, Nindy Putri Lalu Mulyadi Latifah Hanum Lukman Hakim M.J Maulana Aliansyah Mahdalena Lasma Siregar Mahdi Hendrich Mahmudah Khurotul Aini Maria Istiqoma Marlina Marlina Marlina Marlina Marlina Maulana Ishak Mochammad Rafli Firmansyah Muhamad Miladi Muhammad Deni, Muhammad Muhammad Nasir Muhammad Nazilul Badri Muhammad Robi Mujito Mujito Nastiti Kurniasari Nida Selina Fadhila Nila Astria Novianti, Suci Tiara Nurbaity Julianti Paulo da Silva Freitas Putri Herlia Pramitasari Qoyimah, Anna Uswatun Redi Sigit Febrianto Rice Osviarni Ricky Yoga Pratama Rilisty Maulidya Roesmin Rissa Aprillia Rizki Gunawan Rizky Adibrata Hermawanto Rohati - Rohati Rohati Rohati Rohati Salsabila, Hanin Fahriyyah Sekar Mayang Hapsari Septo Pawelas Arso Sri Mugianti Sri Yanti Sugianto Hadi Suryo Tri Harjanto Syahrial, Syahrial Titin Uswatun Hasanah Tomi Karmawan Tri Cahyo Sepdianto Wafiatul Fuaddiyah Yohanes Andrian Eka Prasetya Hendra Putra Yudha Prasetya Hukom Yustina Kristianingsih Zahroh Shaluhiyah Zulharveni Zulharveni Zuraini Zuraini