Claim Missing Document
Check
Articles

TIPOLOGI BENTUK ARSITEKTUR RUMAH VERNAKULAR DI PULAU JAWA Hamka Hamka; Sri Winarni
NALARs Vol 23, No 1 (2024): NALARs Vol 23 No 1 Januari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.23.1.49-58

Abstract

Vernacular architecture in each province in Indonesia is very diverse, including in Java, so it is interesting to see the typology of differences and similarities in form. Vernacular architecture in Indonesia is a cultural product of ethnic communities that inhabit an area, such as the Betawi, Sundanese, Javanese, Madurese, and Osing tribes on the island of Java. This research aims to identify and describe the differences and similarities in the typology of vernacular architectural forms according to the location and ethnic background in Java Island. The research method used is a qualitative research method of descriptive analysis based on studies of journal literature that have been done before. This study examines the typology of vernacular architectural forms in Java Island based on the essential form variables, whether or not on stilts and the shape of the roof. The study results found that the building body's basic shape is square and rectangular. The typology of the form of stilts or not stilts is generally divided into two main types, namely the low stilt type for vernacular houses of Sundanese ethnicity in the Provinces of West Java and Banten, while in the provinces in the form of dwellings without stilts or the body of the building directly attached to the ground. Only one house is of the high stilt type, namely the Panggung Betawi House in DKI Jakarta Province. The roof typology is divided into ordinary gable roofs, gables with additional sosoran roofs on several sides, and regular pyramid roofs with other sosoran and joglo roof types. Arsitektur vernakular yang ada ditiap wilayah provinsi di Indonesia sangat beragam, tidak terkecuali yang ada di Pulau Jawa, sehingga menarik untuk melihat tipologi perbedaan maupun persamaan bentuknya. Arsitektur vernakular di Indonesia merupakan produk budaya masyarakat etnis yang mendiami suatu wilayah seperti Suku Betawi, Sunda, Jawa, Madura, dan Osing yang ada di Pulau Jawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengdeskripsikan perbedaan dan persamaan tipologi bentuk arsitektur vernakular sesuai dengan letak dan latar belakang kesukuan yang ada di Pulau Jawa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif analisis deskriptif berdasarkan studi literatur jurnal yang pernah dilakukan sebelumnya. Penelitian ini mengkaji tipologi bentuk arsitektur vernakular di Pulau Jawa berdasarkan variabel bentuk dasar, panggung atau tidak panggung, dan bentuk atap. Hasil penelitian ditemukan bahwa tipologi bentuk dasar badan bangunan berupa bentuk persegi dan persegi panjang. Tipologi bentuk panggung atau tidak panggung secara umum terbagi menjadi 2 tipe utama yaitu tipe panggung rendah untuk rumah vernakular etnis sunda yang ada di wilayah Provinsi Jawa Barat dan Banten, sedangkan diwilayah provinsi berupa rumah tidak berpanggung atau badan bangunannya langsung menempel pada tanah. Hanya terdapat satu rumah yang bertipe panggung tinggi yaitu Rumah Panggung Betawi di Provinsi DKI Jakarta. Tipologi atap terbagi dalam beberapa bentuk yaitu atap pelana biasa, pelana dengan tambahan atap sosoran pada beberapa sisi, atap limasan biasa dan atap limasan dengan tambahan sosoran serta tipe atap joglo.
Desain Modul Berbasis Augmented Reality dalam Meningkatkan Kemampuan Spasial Siswa SMP Nida Selina Fadhila; Sri Winarni; Ade Kumalasari; Marlina Marlina; Rohati Rohati
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v7i3.2654

Abstract

Augmented Reality merupakan teknologi yang mampu menggabungkan dunia nyata dan virtual dengan menampilkan objek tiga dimensi (3D) pada media kamera gawai sehingga pada layar gawai terlihat objek 3D yang seperti terlihat ada pada dunia nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan modul berbasis Augmented Reality yang dapat meningkatkan kemampuan spasial siswa. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model pengembangan Plomp yang terdiri dari: Investigasi Awal; Desain; Realisasi; Tes, Evaluasi, dan Revisi. Instrumen yang digunakan yaitu lembar validasi ahli, lembar observasi, pedoman wawancara, angket respon guru dan siswa, tes hasil belajar, pretest dan posttest kemampuan spasial siswa. Jenis data yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Analisis data yang dilakukan yakni analisis data validasi tim ahli, analisis data kepraktisan, dan analisis data keefektifan. Adapun hasil penelitian menunjukkan skor ahli materi sebesar 91, 53% dan skor ahli desain sebesar 90,53% tergolong kategori sangat valid. Modul juga telah dinyatakan praktis dilihat dari skor angket respon guru sebesar 80,00% tergolong kategori praktis, dan skor angket pada uji coba kelompok kecil sebesar 84,26% serta pada uji lapangan sebesar 84,38% tergolong kategori sangat praktis. Keefektifan ditunjukan dengan 83,33% siswa tuntas pada tes hasil belajar, dan hasil perhitungan N-Gain terdapat 11 orang siswa mengalami peningkatan kemampuan spasial sedang dan 13 orang siswa mengalami peningkatan kemampuan spasial tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa modul berbasis Augmented Reality untuk materi bangun ruang sisi datar yang telah dikembangkan layak digunakan sebagai bahan ajar pembelajaran.
Maternal Factors as Determinants of Stunting in Children under the Age of Five: Scoping Review Qoyimah, Anna Uswatun; Zahroh Shaluhiyah; Sri Winarni
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educatio
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpk.V12.I2.2024.254-263

Abstract

Background: Chronic malnutrition during a child's early years leads to stunting, a condition that can harm both their mental and physical development. Studies have indicated a correlation between parenting styles and stunted growth in children that the nutritional knowledge and practices of mothers significantly affect the dietary habits of toddlers. The perspectives and cultural convictions of mothers are significant but have received limited attention as factors that influence the nutritional well-being of children and adolescents. Aims: This review examined maternal factors as determinants of stunting in children under five. Methods: Three databases were used to search for literature, namely PubMed, Scopus, and Google Scholar. The key to the search is as follows: “maternal” or “mothers” and “factor” and “stunting” or “stunted” or “growth disorder” and “toddler” or “children under five.” The material displayed in search engines is selected based on inclusion and exclusion criteria. Result: This review was done on nine articles that were screened and analyzed out of 1,450 articles. The articles come from Nepal, India, Indonesia, Ghana, Congo, Uganda, Lebanon, and the Central African Republic. The type of research articles was cross-sectional and case-control. Conclusion: This review has provided an overview of maternal factors contributing to the prevalence of stunting. These factors include maternal employment, the educational status of mothers, maternal body mass index, the diversity of the mother-child diet, maternal exposure to mass media, and maternal age.
Need Assessments of Learning Model for Anemia Prevention Among Vocational High School Students Ahla Hulaila; Zahroh Shaluhiyah; Sri Winarni
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 12 No. SI1 (2024): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educat
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpk.V12.ISI1.2024.65-75

Abstract

Background: The sustainable development goals (SDGs) provide an integrated framework of targets and indicators, including the elimination of stunting. The nutritional status of adolescent girls is a strong determinant of the health, low birth weight, and stunting of their future offspring. The health problems for adolescents or students include anemia. If the incidence of anemia in students is not addressed immediately, it will have an impact in the future, namely on students experiencing anemia when they're pregnant in future. So, It is necessary to develop a learning model for anemia prevention for students. Aims: This research aims to analyze the students needed for the anemia prevention learning model. Method: This article used a qualitative descriptive method with a case study approach. The informants are 7 students, 1 health center teacher, and 1 vice principal. Data collection was conducted by in-depth interviews and FGD. Data were analyzed using content analysis methods. Result: The practice of taking iron supplements for Students is low, Eating patterns are only 2 times a day and they have difficulty eating, the informants didn`t have the habit of physical activity at home and have unhealthy sleeping habits. Students need educational content about anemia and healthy eating patterns. Students like the P5 (Pancasila Student Profile Strengthening Project) Method. And the communicator is a teacher or other person who understands about anemia. Conclusion: Student behavior related to anemia prevention is not good. It is necessary to educate students about the prevention of anemia. The development of the learning model taken is the P5 Module with the theme of Anemia Prevention.
PENGARUH MODAL KERJA DAN LIKUIDITAS TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR SEMEN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) TAHUN 2017-2022 Mahdi Hendrich; Kemas Welly Angga Permana; Sri Winarni; Muhammad Deni; Anton Trianto
Journal of Social and Economics Research Vol 5 No 2 (2023): JSER, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v5i2.138

Abstract

Berkembangnya dunia pemasaran membuat banyak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah modal kerja dan likuiditas berpengaruh terhadap profitabilitas, baik, baik secara parsial maupun silmutan. Populasi penelitian ini adalah Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Semen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2017-2022, yaitu sebanyak 6 perusahaan. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dimana sampel yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Sampel yang terpilih sebanyak 6 perusahaan. Data yang digunakan berasal dari laporan keuangan masing-masing perusahaan yang dipublikasikan melalui situs www.idx.co.id. Pengolahan data menggunakan metode analisis regresi berganda. Pengujian dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan software SPSS versi 22. Hasil penelitian ini menunjukkan variabel modal kerja dan likuiditas secara simultan berpengaruh terhadap profitabilitas, hal ini dapat diketahui dari nilai sig sebesar 0,008 yang menunjukkan nilai siginifikasi lebih kecil dari 0,05 atau 0,008 < 0,05. Secara parsial, variabel modal kerja berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas, ini dapat diketahui dari nilai sig sebesar 0,010 lebih kecil dari 0,05 atau 0,010 < 0,05. Sedangkan, variabel likuiditas berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas, hal ini dapat diketahui dari nilai sig sebesar 0,005 yang menunjukkan bahwa nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05.
WISATA EDUKASI PENGOLAHAN KOPI TEMA: ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR Yudha Prasetya Hukom; Debby Budi Susanti; Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Baturetno adalah sebuah desa yang dikenal dengan penghasil kopi Dampit, hambatan yang terjadi pada Desa Baturetno tidak memiliki fasilitas pengolahan kopi. Oleh karena itu perlu adanya rancangan pengolahan kopi yang menjadikan kopi lebih komersil. Namun tidak hanya pengolahan, akan tetapi dapat menjadi pembelajaran proses pengolahan kopi. Perancangan ini bertujuan menciptakan wadah guna mengangkat potensi pengolahan kopi yang dapat menjadi pembelajaran sekaligus eksplorasi tempat bernuansa kebun kopi serta mengangkat beragam keaslian desa yang tidak kalah menarik. Metode perancangan ini menggunakan pendekatan Arsitektur Neo Vernakular untuk mengangkat khas adat Jawa Timur khususnya rumah limasan. Pengumpulan data meliputi data primer studi lapangan dan sekunder meliputi hasil studi artikel dan jurnal. Hasil perancangan ini mewujudkan desain wisata edukasi yang dapat menunjang pembelajaran khususnya pengolahan kopi, serta mengangkat potensi ciri khas desa terutama kopi Dampit dan bangunan arsitektur.
Wisata Edukasi Integrated Farming di Desa Kemantren TEMA: Arsitektur Berkelanjutan Yohanes Andrian Eka Prasetya Hendra Putra; Gaguk Sukowiyono; Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemantren adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Desa Kemantren mencakup area seluas 165.55 kilometer persegi dengan populasi sekitar 11.126 orang. Hal ini berpengaruh pada peningkatan jumlah sampah yang dihasilkan setiap harinya, sehingga perlu penanganan khusus terutama pada pengolahan sampah. Salah satunya mengkolaborasikan tempat pembuangan sampah terpadu (reduce, reuse, recycle), dengan Integrated farming guna mengedukasi mengenai pengolahan limbah menjadi produk yang berkontribusi dalam sistem Integrated Farming yang dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai potensi sumber daya yang tersembunyi. Oleh karena itu, perlu perancangan yang membutuhkan fasilitas pengolahan sampah secara berkelanjutan yaitu wisata edukasi integrated farming. Tujuan dari perancangan ini untuk menciptakan bangunan yang tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga mendukung kesejahteraan lingkungan dan masyarakat dalam jangka panjang. Metode perancangan yang digunakan dengan pendekatan tema arsitektur berkelanjutan melibatkan integrasi aspek-aspek berkelanjutan dalam setiap tahap proses perancangan. Hasil dari rancangan ini dapat memberikan edukasi bagi pengelola, masyarakat sekitar dan penggunjung agar dapat menjalani kehidupan berkelanjutan.
MALANG CONVENTION EXHIBITION TEMA: ARSITEKTUR POSTMODERN Afrenanda Bayu Aditya; Suryo Tri Harjanto; Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang yang disebut sebagai kota kedua terbesar di Jawa Timur belum memiliki fasilitas sarana dan prasarana khusus untuk mewadahi kegiatan MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Exhibition). Event yang tidak terorganisir dengan baik yang mengakibatkan dampak negatif ke lingkungan sekitar. Dalam hal ini MICE yang merupakan wajah baru dalam dunia pariwisata yang diharapkan dapat menunjang sektor ekonomi Kota Malang. Teori Less is bore yang diciptakan oleh Robert Venturi yang berarti simple itu membosankan adalah dasar yang dipakai untuk pemilihan tema Postmodern. Metode perancangan yang digunakan yaitu pendekatan arsitektur postmodern historicism dengan tiga cara pengumpulan data yakni primer (survei pada tapak dan survei terhadap fungsi sejenis), Literatur terhadap jurnal-jurnal mengenai fungsi dan tema sejenis, dan sekunder yang berasal dari web instansi resmi dari pemerintah Kota Malang (Badan Pusat Statistik, SI-PETARUNG, dan BAPPEDA). Adapun jenis analisis yang dipakai adalah analisis induktif. Sehingga perlunya Malang Convention Exhibition sebagai wadah kegiatan MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Events) yang berskala Nasional untuk meningkatkan sektor ekonomi Kota Malang dengan penerapan Postmodern Historicism pada pengaplikasian bentuk yang diharapkan menjadi landmark kawasan yang dipakai.
NFT GALERI DI KOTA MALANG TEMA: HIGH-TECH ARSITEKTUR Mochammad Rafli Firmansyah; Lalu Mulyadi; Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang merupakan Kota terbesar ke-2 setelah Kota Surabaya. Kota Malang termasuk kota ekonomi kreatif berbasis teknologi. Era saat ini yang canggih akan teknologi tidak menjadi masalah bagi seniman seniman untuk berkarya berbasis teknologi. Di Kota Malang sendiri bangunan galeri untuk NFT masih belum tersedia untuk mewadahi para seniman digital kota malang. Lambat laun seni ikut berkembang seiringnya perkembangan tekonologi seperti NFT. Namun di Indonesia jarang sekali terdapat galeri seni dan Kota Malang belum terdapat fasilitas galeri NFT tersebut. Dengan adanya NFT Galeri Di Kota Malang diharapkan menjadi wadah bagi para seniman berkarya berbasis teknologi. Arsitektur berteknologi tinggi adalah arsitektur yang mengarah pada konsep arsitektur modern yang memberi kesan bangunan terhadap struktur dan teknologinya. Pendekatan pada Arsitektur High Tech dicirikan oleh penampilan internal dan eksternal, proses desain terbuka, warna cerah dan datar, optimiesme terhadap teknologi, transparasi, dan penggunaan struktur. Rancangan ini menerapkan tema arsitektur berteknologi tinggi karena menggambarkan fungsi rancangan yang berbasis teknologi tinggi sehingga penerapan tama arsitektur berteknologi tinggi sangat cocok dan juga karakteristik arsitektur. Tujuan perancangan ini adalah untuk menciptakan NFT Galeri di Kota Malang yang menggabungkan arsitektur berteknologi tinggi, aman dan nyaman dengan fasad yang menarik diharapkan menjadi pusat perhatian masyarakat kota malang.
AGROWISATA DAN COTTAGE DI DESA ALAS RAJAH, BANGKALAN, MADURA TEMA: ARSITEKTUR HIJAU Alif Nurhayan; Sri Winarni; Redi Sigit Febrianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Indonesia terus mendorong sektor pariwisata, khususnya pengembangan desa wisata berdaya saing global, menjadi upaya untuk meningkatkan perkembangan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah kabupaten Bangkalan mempunyai program bantuan berupa 1000 bibit pohon yang akan ditanam salah satunya di desa Alas Rajah. Desa ini memiliki kondisi geografis yang cocok untuk ditanami 1000 bibit tanaman. Untuk itu perlu adanya rancangan tatanan Kawasan yang dapat mendukung program tersebut berupa agrowisata. Namun tidak hanya agrowisata, perlu adanya fasilitas untuk menarik pengunjung yang berada di luar daerah, yaitu dengan menambahkan fasilitas menginap berupa cottage. Tujuan dari rancangan ini untuk menciptakan Agrowisata dan Cottage yang sesuai dengan kondisi tapak. Pendekatan yang digunakan dalam perancangan Agrowisata dan Cottage di Desa Alas Rajah ini menggunakan pendekatan dengan tema Arsitektur Hijau. Tema ini dipilih untuk merespon kondisi iklim yang ada di area tapak. Hasil dari rancangan ini dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan perkembangan desa berdaya saing global, agar dapat mendorong pemberdayaan masyarakat dan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat.
Co-Authors Achmad Ubaidillah Ade Kumalasari Adhi Widyarthara Afrenanda Bayu Aditya Agus Khoirul Anam, Agus Khoirul Ahla Hulaila Aina’ul Mardliyyatun Nisa AL Maulana Salong Alif Nurhayan Alifiah Jihan Nazihah Amar Rizqi Afdholy Andi Hayyun Abiddin Andri Putra Naftali Andriyana Permana Aji Rohman Ani Margawati Anna Uswatun Qoyimah Ar Rafi Maulana Ari Wibowo Arif Ahmadi M. Ashar Asrina Bambang Joko Wiji Utomo Bayu Teguh Ujianto Breeze Maringka Cahya Tri Purnami Chintia Putri Wulandari Daim Triwahyono Debby Budi Susanti Defia Dea Amanda Dimas Dwi Yoga Dina Silvi Sakinah Dwianto, Ignatius Heri Elena Suci Rahmawati Elfiati Elfiati Emil Nahdiyah Erlidawati Erlidawati Fachrizal Hendro Prasodjo Fakhri Shafiyuddin Farhan Abidin Farid Agushybana Farida Halis Fatiru Duratu Rasidah Fiashriel Lundy Lundy Gabrina Selvi Yanuarista Gaguk Sukowiyono Ganif Djuwadi Gatot Adi Susilo Gatot Adi Susuilo Gaudensius Saputra Ghoustanjiwani Adi Putra Haddid Salsabila Hamka Hamka Hamka Hamka Hamka Hamka Hamka Hari Eko Prasetiyo Husni Sabil Ignata Yuliati IM. Hambali Imam Darma Aji Inas Muthia Afifi INDARTI Jannatul Lutfiah Binti Khamani Javier Ardy Dwinovian Jessica Jeane Putri Purnama Kemas Welly Angga Permana Krisfa Rizky Agung Pambudi Kurniawaty, Yuni Kusumawardani, Nindy Putri Lalu Mulyadi Latifah Hanum Lukman Hakim M.J Maulana Aliansyah Mahdalena Lasma Siregar Mahdi Hendrich Mahmudah Khurotul Aini Maria Istiqoma Marlina Marlina Marlina Marlina Marlina Maulana Ishak Mochammad Rafli Firmansyah Muhamad Miladi Muhammad Deni, Muhammad Muhammad Nasir Muhammad Nazilul Badri Muhammad Robi Mujito Mujito Nastiti Kurniasari Nida Selina Fadhila Nila Astria Novianti, Suci Tiara Nurbaity Julianti Paulo da Silva Freitas Putri Herlia Pramitasari Qoyimah, Anna Uswatun Redi Sigit Febrianto Rice Osviarni Ricky Yoga Pratama Rilisty Maulidya Roesmin Rissa Aprillia Rizki Gunawan Rizky Adibrata Hermawanto Rohati - Rohati Rohati Rohati Rohati Salsabila, Hanin Fahriyyah Sekar Mayang Hapsari Septo Pawelas Arso Sri Mugianti Sri Yanti Sugianto Hadi Suryo Tri Harjanto Syahrial, Syahrial Titin Uswatun Hasanah Tomi Karmawan Tri Cahyo Sepdianto Wafiatul Fuaddiyah Yohanes Andrian Eka Prasetya Hendra Putra Yudha Prasetya Hukom Yustina Kristianingsih Zahroh Shaluhiyah Zulharveni Zulharveni Zuraini Zuraini