Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : JURNAL SERAMBI ILMU

MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG KONSEP PECAHAN MELALUI BENDA MANIPULATIF Muhamad Saleh, Muhamad Saleh
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 17, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.084 KB)

Abstract

Abstrak. Materi matematika sekolah didominasi oleh materi yang abstrak. Materi yang abstrak lebih sukar bagi siswa untuk memahaminya, baik siswa pada sekolah dasar dan tidak tertutup kemungkinan bagi siswa pada level yang lebih tinggi. Kenyataan ini dapat kita lihat ketika siswa menemui kesulitan memahami materi yang disajikan dengan abstrak. Mereka dapat keluar dari kesulitan ketika diberikan situasi yang lebih konkret. Untuk itu perlu diupayakan proses pembelajaran yang lebih konkret, terutama ketika siswa baru berhadapan dengan masalah atau tugas yang ingin diselesaikan. Pembelajaran matematika realistik adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menghadapkan siswa kepada masalah yang lebih konkret, sehingga masalah yang mereka hadapi lebih mudah dipahami oleh siswa. Ketika siswa secara individual melakukan proses belajar pecahan yang diwujudkan lebih konkret dengan menggunakan benda manipulatif, mungkin saja antara satu siswa dan siswa yang lain memerlukan waktu yang berbeda. Untuk itu perlu diberikan kesempatan yang luas kepada sesama siswa untuk melakukan kegiatan belajar secara berkolaborasi dengan melaksanakan pembelajaran model kooperatif. Melalui pembelajaran kooperatif dengan pendekatan realistic akan menghasilkan siswa yang memahami konsep dan proses pembelajaran akan menjadi lebih menarik karena siswa diajak bekerja sama untuk menyelesaikan permasalahan secara konkret. Pembelajaran kooperatif dengan pendekatan realistik adalah suatu pembelajaran yang mengintegrasikan kooperatif dengan realistic, sehingga siswa merasakan makna dari apa yang dia lakukan. Proses pembelajaran tidak diawali langsung dengan menggunakan simbol-simbol bilangan, namun, setelah siswa memahami konsep tingkat konkret tentu pada level yang lebih tinggi siswa pada akhirnya tanpa menggunakan manipulatif. Kegiatan belajar secara bersama dalam kelompok dapat membantu siswa memahami masalah yang mereka hadapi dan memungkinkan siswa bekerja sesuai dengan jalan pikiran mereka sendiri. Melalui cara ini mengakibatkan, siswa memiliki kesan yang ”berkualitas” karena mereka mengalami langsung dalam menemukan konsep matematika yang dihadapkan dan mereka pelajari. Kata kunci: Pecahan, realistik, manipulatif, kooperatif
PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIC (PMR) Muhamad Saleh, Muhamad Salaeh
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 13, No 2 (2012): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/si.v13i2.471

Abstract

Abstrak. Materi matematika sekolah didominasi oleh materi yang bersifat abstrak. Untuk itu perlu upaya pembelajaran matematika yang “disajikan” secara konkret sehingga lebih mudah dipahami oleh siswa. Bila semua guru telah menerapkan model pembelajaran kooperatif melalui pendekatan matematika relisatik diikuti pula dengan pengetahuan procedural yang memadai, akan dapat membantu siswa dalam memahami konsep matematika yaitu makna dan maksud dari apa yang dia lakukan/kerjakan. Lebih lanjut siswa akan memiliki kemampuan memecahkan masalah yang berhubungan dengan matematika dan prosedur penyelesaian matematika dan melalui kerja kelompok akan tertanam pada diri siswa suatu karakter yang menghargai pendapat orang lain. Selain itu kualitas lulusan para siswa akan dapat meningkat khususnya pada materi matematika. Model pembelajaran yang membawa siswa ke Pendekatan realistik matematika ditonjolkan agar materi matem model pemblejaran yang lebih konkret dapat di terapkan melalui Pembelajran Matematika Realistik (PMR). Kata kunci: guru, kooperatif, realistic.
The Analysis of Learning Outcomes through Problem-Based Learning Model Approach On Circle Materials Muhamad Saleh Ginting; Uli Lastriani; Rifaatul Mahmuzah; Heri Kurnia; Aklimawati Aklimawati
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 22, No 1 (2021): JURNAL SERAMBI ILMU
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/si.v22i1.2747

Abstract

Students still consider mathematics learning in school difficult. One of the factors causing this difficulty is because mathematics material is dominated by abstract material. The purpose of this research is: to determine the completeness of student learning outcomes through the application of the Problem Based Instruction Model. The selection of a learning model plays a large enough role to achieve educational goals. For that, we need a learning model that is able to increase student interest, motivation and learning outcomes. One learning model that can be used is Problem Based Instruction which emphasizes student activity. Problems in the learning process are directed to those related to everyday life so that students can immediately understand them. The population in this study were all students of class VIII totaling 50 students. The sample in this study were students of class VIII-2 SMP Negeri 14 Banda Aceh, as many as 25 students. This study used a Quasi-experimental approach with a one-shot case study design with quantitative research. Data collection was carried out using test instruments. The data processing technique is to use the t-test. The results showed that student learning outcomes in the material tangent to the inner and outer partnership of two circles of class VIII SMP Negeri 14 Banda Aceh achieved student learning completeness according to the Minimum Completeness Criteria (KKM) set by SMP Negeri 14 Banda Aceh.
Improving Mathematical Reasoning Ability Students Through Strategy Learning Genius Rifaatul Mahmuzah; Muhamad Saleh; Rahmawati Rahmawati; Khairul Asri; Nur Ainun
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 23, No 1 (2022): Serambi Ilmu
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/si.v23i1.3920

Abstract

This study aims to examine the differences in the improvement of mathematical reasoning abilities of students who received learning with genius learning strategies and students who received conventional learning at SMA Negeri 1 Runding, Subulussalam City. This study used a pre-test post-test control group design. The population in this study were class X students, which consisted of four classes and two classes were taken randomly to be the sample, namely class X2 as the experimental class and class X1 as the control class. The instrument used to obtain research data is in the form of a mathematical reasoning ability test. The statistical test used to analyze the data on increasing mathematical reasoning ability was the free sample t test. The results showed that the increase in the mathematical reasoning ability of students who received learning with the genius learning strategy was significantly better than students who received conventional learning
MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG KONSEP PECAHAN MELALUI BENDA MANIPULATIF Muhamad Saleh Muhamad Saleh
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 14, No 2 (2013): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/si.v17i2.544

Abstract

Abstrak. Materi matematika sekolah didominasi oleh materi yang abstrak. Materi yang abstrak lebih sukar bagi siswa untuk memahaminya, baik siswa pada sekolah dasar dan tidak tertutup kemungkinan bagi siswa pada level yang lebih tinggi. Kenyataan ini dapat kita lihat ketika siswa menemui kesulitan memahami materi yang disajikan dengan abstrak. Mereka dapat keluar dari kesulitan ketika diberikan situasi yang lebih konkret. Untuk itu perlu diupayakan proses pembelajaran yang lebih konkret, terutama ketika siswa baru berhadapan dengan masalah atau tugas yang ingin diselesaikan. Pembelajaran matematika realistik adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menghadapkan siswa kepada masalah yang lebih konkret, sehingga masalah yang mereka hadapi lebih mudah dipahami oleh siswa. Ketika siswa secara individual melakukan proses belajar pecahan yang diwujudkan lebih konkret dengan menggunakan benda manipulatif, mungkin saja antara satu siswa dan siswa yang lain memerlukan waktu yang berbeda. Untuk itu perlu diberikan kesempatan yang luas kepada sesama siswa untuk melakukan kegiatan belajar secara berkolaborasi dengan melaksanakan pembelajaran model kooperatif. Melalui pembelajaran kooperatif dengan pendekatan realistic akan menghasilkan siswa yang memahami konsep dan proses pembelajaran akan menjadi lebih menarik karena siswa diajak bekerja sama untuk menyelesaikan permasalahan secara konkret. Pembelajaran kooperatif dengan pendekatan realistik adalah suatu pembelajaran yang mengintegrasikan kooperatif dengan realistic, sehingga siswa merasakan makna dari apa yang dia lakukan. Proses pembelajaran tidak diawali langsung dengan menggunakan simbol-simbol bilangan, namun, setelah siswa memahami konsep tingkat konkret tentu pada level yang lebih tinggi siswa pada akhirnya tanpa menggunakan manipulatif. Kegiatan belajar secara bersama dalam kelompok dapat membantu siswa memahami masalah yang mereka hadapi dan memungkinkan siswa bekerja sesuai dengan jalan pikiran mereka sendiri. Melalui cara ini mengakibatkan, siswa memiliki kesan yang ”berkualitas” karena mereka mengalami langsung dalam menemukan konsep matematika yang dihadapkan dan mereka pelajari. Kata kunci: Pecahan, realistik, manipulatif, kooperatif
PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIC (PMR) Muhamad Saleh Muhamad Saleh
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 13, No 2 (2012): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/si.v13i2.471

Abstract

Abstrak. Materi matematika sekolah didominasi oleh materi yang bersifat abstrak. Untuk itu perlu upaya pembelajaran matematika yang “disajikan” secara konkret sehingga lebih mudah dipahami oleh siswa. Bila semua guru telah menerapkan model pembelajaran kooperatif melalui pendekatan matematika relisatik diikuti pula dengan pengetahuan procedural yang memadai, akan dapat membantu siswa dalam memahami konsep matematika yaitu makna dan maksud dari apa yang dia lakukan/kerjakan. Lebih lanjut siswa akan memiliki kemampuan memecahkan masalah yang berhubungan dengan matematika dan prosedur penyelesaian matematika dan melalui kerja kelompok akan tertanam pada diri siswa suatu karakter yang menghargai pendapat orang lain. Selain itu kualitas lulusan para siswa akan dapat meningkat khususnya pada materi matematika. Model pembelajaran yang membawa siswa ke Pendekatan realistik matematika ditonjolkan agar materi matem model pemblejaran yang lebih konkret dapat di terapkan melalui Pembelajran Matematika Realistik (PMR). Kata kunci: guru, kooperatif, realistic.
Improving Mathematical Reasoning Ability Students Through Strategy Learning Genius Rifaatul Mahmuzah; Muhamad Saleh; Rahmawati Rahmawati; Khairul Asri; Nur Ainun
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 23, No 1 (2022): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/si.v23i1.3920

Abstract

This study aims to examine the differences in the improvement of mathematical reasoning abilities of students who received learning with genius learning strategies and students who received conventional learning at SMA Negeri 1 Runding, Subulussalam City. This study used a pre-test post-test control group design. The population in this study were class X students, which consisted of four classes and two classes were taken randomly to be the sample, namely class X2 as the experimental class and class X1 as the control class. The instrument used to obtain research data is in the form of a mathematical reasoning ability test. The statistical test used to analyze the data on increasing mathematical reasoning ability was the free sample t test. The results showed that the increase in the mathematical reasoning ability of students who received learning with the genius learning strategy was significantly better than students who received conventional learning
The Analysis of Learning Outcomes through Problem-Based Learning Model Approach On Circle Materials Muhamad Saleh Ginting; Uli Lastriani; Rifaatul Mahmuzah; Heri Kurnia; Aklimawati Aklimawati
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 22, No 1 (2021): JURNAL SERAMBI ILMU
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/si.v22i1.2747

Abstract

Students still consider mathematics learning in school difficult. One of the factors causing this difficulty is because mathematics material is dominated by abstract material. The purpose of this research is: to determine the completeness of student learning outcomes through the application of the Problem Based Instruction Model. The selection of a learning model plays a large enough role to achieve educational goals. For that, we need a learning model that is able to increase student interest, motivation and learning outcomes. One learning model that can be used is Problem Based Instruction which emphasizes student activity. Problems in the learning process are directed to those related to everyday life so that students can immediately understand them. The population in this study were all students of class VIII totaling 50 students. The sample in this study were students of class VIII-2 SMP Negeri 14 Banda Aceh, as many as 25 students. This study used a Quasi-experimental approach with a one-shot case study design with quantitative research. Data collection was carried out using test instruments. The data processing technique is to use the t-test. The results showed that student learning outcomes in the material tangent to the inner and outer partnership of two circles of class VIII SMP Negeri 14 Banda Aceh achieved student learning completeness according to the Minimum Completeness Criteria (KKM) set by SMP Negeri 14 Banda Aceh.