Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran RADEC (Read, Answer, Discuss, Expain, Create) Berbantuan Media 3D Printing Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI SMA Negeri 17 Luwu Muhajirah Yunus, Nur; Ramadhani, Fitra; Khaerati; Sohriati, Eva; Syakur, Akhmad
Jurnal Biogenerasi Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10 nomor 4 tahun 2025 Terbit Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v10i4.7201

Abstract

This study aims to determine the effect of the application of the RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, Create) learning model assisted by 3D printing media on the critical thinking skills of class XI students of SMA Negeri 17 Luwu. This type of research is a quasi-experimental study with a non-equivalent control group design. The population in this study were all 46 students of class XI MIPA of SMA Negeri 17 Luwu. The sampling technique used was total sampling, by selecting class XI MIPA 2 as the experimental class with 21 students and XI MIPA 1 with 24 students as the control class. The research instruments used were pretest and posttest questions to measure students' critical thinking skills, as well as observation sheets for the implementation of learning. Data collection techniques in this study include descriptive analysis and inferential analysis. The descriptive statistical test of the experimental class obtained a pretest score of 40.19 with a low category while the control class obtained a pretest score of 40.25 with a low category. After being given treatment, the posttest score of the experimental class was 87.24 with a very high category while the control class was 80.25 with a high category. The inferential statistical test yielded a value of 0.001 < 0.05, indicating a significant effect of the RADEC learning model supported by 3D printing on students' critical thinking skills. Therefore, the combination of the RADEC model and 3D printing can be an effective strategy for improving students' critical thinking skills in biology learning.
PENDAMPINGAN GURU SMPN 4 BONTOLEMPANGAN SATAP MA'LENGU DALAM MEMANFAATKAN FITUR CANVA AI UNTUK MENDESAIN MEDIA AJAR INTERAKTIF Alqadri, Zulqifli; Syakur, Akhmad; Fatkhulloh, Shoffan; Side, Sumiati; Munawwarah, Munawwarah
ABDI KIMIA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Edisi Desember
Publisher : Jurusan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/abdi.v3i1.10056

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan fitur Canva AI untuk mendesain media ajar interaktif. Kegiatan dilaksanakan di SMPN 4 Bontolempangan Satap Ma'lengu dan diikuti oleh 13 orang guru dari berbagai mata pelajaran. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan dan pendampingan langsung berbasis praktik, yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi akhir. Instrumen penilaian terdiri atas tes sumatif, evaluasi diri, dan persepsi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 84,62 persen peserta berada pada kategori Baik atau Sangat Baik melalui tes sumatif, sedangkan evaluasi diri memperoleh rata-rata skor 3,88 yang termasuk kategori Tinggi. Persepsi peserta terhadap pelatihan berada pada rata-rata skor 4,71 dengan kategori Sangat Tinggi. Selain itu, seluruh peserta berhasil menghasilkan media ajar interaktif berbasis Canva AI yang siap digunakan dalam pembelajaran. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan berhasil mencapai seluruh indikator keberhasilan yang telah ditetapkan serta memberikan dampak positif terhadap kesiapan guru dalam mengintegrasikan teknologi berbasis AI ke dalam proses pembelajaran.
Pelatihan pembuatan mikromodul berbasis discovery learning bagi MGMP IPA kota Maros Sari, Nur Indah; Muhiddin, Nurhayani Haji; Arif, Rifda Nurhimawati; Syakur, Akhmad; U, Sahrani
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): February
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i1.3138

Abstract

Pelatihan pembuatan mikromodul berbasis Discovery Learning bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan materi ajar yang inovatif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Pelatihan ini menerapkan model Discovery Learning yang mendorong peserta didik untuk belajar secara aktif melalui proses penemuan dan pemecahan masalah. Selain itu, pemanfaatan teknologi mikromodul digunakan untuk menyajikan materi pembelajaran secara ringkas, sistematis, dan mudah diakses. Peserta kegiatan ini berjumlah 30 orang guru IPA yang tergabung dalam MGMP IPA Kabupaten Maros. Metode yang digunakan dalam kegiatan pelatihan ini adalah Participatory Action Research (PAR), yang meliputi tahapan penyampaian materi dan sesi tanya jawab, pendampingan praktik langsung pembuatan mikromodul menggunakan platform Canva, serta kegiatan evaluasi untuk mengukur efektivitas pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata peserta dari 40,34 pada pretest menjadi 62 pada posttest, dengan persentase kenaikan sekitar 53,69%. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pelatihan memberikan dampak signifikan terhadap pengetahuan dan keterampilan guru dalam menyusun mikromodul berbasis Discovery Learning. Guru menjadi lebih mampu mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran serta menghasilkan bahan ajar yang relevan dengan karakteristik peserta didik. Dengan demikian, kegiatan pelatihan ini berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran IPA di Kabupaten Maros.
IDENTIFIKASI PENCAPAIAN LITERASI ENERGI PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN BERBASIS STEM DENGAN BANTUAN SIMULASI PhET Usman, Musawwir; Syakur, Akhmad; Rahmah Sangkala , Nur
Jurnal Biogenerasi Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10 nomor 4 tahun 2025 Terbit Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v10i4.7960

Abstract

Innovations in science education continue to develop, one of which is STEM-based learning. This learning can be combined with virtual laboratory media, such as the PhET simulation, which can develop students' skills. Currently, the students' skills that can deal with energy problems that occur in Indonesia are energy literacy. Therefore, this study aims to identify students' energy literacy achievement in STEM-based learning with PhET simulations. This study is a quasi-experiment with a one-group posttest-only design. The sample in this study was 127 selected by random sampling technique. The data analysis technique used is descriptive quantitative to analyze and determine students' energy literacy achievement category. The results indicate that STEM-based learning with PhET simulations is able to train students' energy literacy to a good category with an average value of 71.74 with details of cognitive domains of 52, affective of 85.33, and behavioral of 78. This is due to STEM-based learning with PhET simulations allows students to be more active and creative in understanding concepts, especially those that are more abstract. The aspects most influenced by STEM-based learning with PhET simulations are basic energy knowledge in the cognitive domain, responsibility in the affective domain, and energy-saving behavior in the behavioral domain.
ABL CER Learning Improves Basic Physics Conceptual Understanding: Pembelajaran ABL CER Meningkatkan Pemahaman Konsep Fisika Dasar Yusal, Yulianti; Sangkala, Nur Rahmah; Alqadri, Zulqifli; Syakur, Akhmad; Daud, Dalla Haji
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 15 No. 2 (2026): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v15i2.2173

Abstract

General Background: Higher education requires students to master conceptual knowledge alongside scientific reasoning through structured argumentation involving claims, evidence, and reasoning. Specific Background: However, students’ conceptual understanding in basic physics often remains weak due to unstructured learning practices that fail to reveal reasoning processes and support evidence-based explanations. Knowledge Gap: Although argumentation-based learning is recognized in science education, its structured implementation using Claim-Evidence-Reasoning (ABL-CER) in higher education physics contexts remains insufficiently examined. Aims: This study aims to determine the effect of ABL-CER on students’ conceptual understanding in Basic Physics. Results: Using a quasi-experimental posttest-only control group design with 71 students, the experimental group achieved a higher mean score (72.43) than the control group (64.50), with a significant difference (Sig. 0.001 < 0.05). Novelty: This study demonstrates that structured argumentation through CER explicitly supports conceptual reasoning by requiring students to formulate claims, select relevant evidence, and connect them through scientific reasoning. Implications: The findings suggest that ABL-CER provides a systematic and assessable framework for strengthening conceptual understanding, particularly in physics topics prone to misconceptions, and supports its application in higher education and teacher preparation contexts. Highlights • Experimental class achieved higher posttest scores than comparison group• Structured reasoning process supports deeper conceptual processing• Argumentation activities facilitate evaluation and revision of ideas KeywordsArgumentation-Based Learning; Claim Evidence Reasoning; Conceptual Understanding; Basic Physics; Higher Education
Pelatihan Pengembangan Media Interaktif Berbasis Adobe Animate Bagi Calon Pendidik IPA Zulqifli Alqadri; Shoffan Fatkhulloh; Salma Samputri; A. Afrinaramadhani Hatta; Akhmad Syakur
Jurnal Abdi Bangsa Vol. 2 No. 1 (2026): Volume 2 Nomor 1 Juni 2026
Publisher : Jurnal Abdi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan mengembangkan media pembelajaran interaktif menjadi salah satu kompetensi penting bagi calon pendidik IPA, terutama karena pembelajaran IPA banyak memuat konsep abstrak, proses dinamis, dan fenomena yang sulit diamati secara langsung. Namun, calon pendidik masih memerlukan penguatan dalam merancang media berbasis animasi dan interaktivitas secara mandiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan awal peserta, menganalisis peningkatan pemahaman setelah pelatihan, serta mendeskripsikan respons peserta terhadap pelaksanaan pelatihan pengembangan media interaktif berbasis Adobe Animate. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan kepada 24 mahasiswa calon pendidik IPA melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelaksanaan pelatihan mencakup penyampaian materi, demonstrasi penggunaan Adobe Animate, serta praktik mandiri yang meliputi penyusunan storyboard, pembuatan objek visual, pengaturan animasi, dan pengembangan media interaktif sederhana. Instrumen yang digunakan terdiri atas angket kebutuhan awal, tes awal, tes akhir, dan angket respons peserta. Data dianalisis secara deskriptif melalui skor rata-rata, persentase capaian, persentase respons positif, dan N-gain. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki kebutuhan tinggi terhadap pelatihan pengembangan media interaktif. Pemahaman peserta meningkat setelah mengikuti pelatihan, dengan capaian N-gain berada pada kategori tinggi. Respons peserta terhadap pelaksanaan pelatihan juga berada pada kategori sangat baik, terutama pada aspek relevansi materi, pelaksanaan praktik, pendampingan, dan manfaat kegiatan. Dengan demikian, pelatihan berbasis Adobe Animate dapat menjadi strategi awal yang relevan untuk memperkuat kompetensi teknologi pembelajaran calon pendidik IPA
PELATIHAN KEMAMPUAN DASAR TOEFL BAGI MAHASISWA BARU INTERNATIONAL CLASS PROGRAM (ICP) PENDIDIKAN IPA FMIPA UNM Musawwir Usman; Nur Rahmah Sangkala; Akhmad Syakur; Syarful Annam; Sahrani U
Jurnal Abdi Bangsa Vol. 2 No. 1 (2026): Volume 2 Nomor 1 Juni 2026
Publisher : Jurnal Abdi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan bahasa Inggris, khususnya Test of English as a Foreign Language (TOEFL), menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki mahasiswa International Class Program (ICP) dalam mendukung kegiatan akademik berbasis internasional. Namun, masih banyak mahasiswa baru yang belum memahami struktur dasar dan strategi pengerjaan soal TOEFL. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan kemampuan dasar TOEFL bagi mahasiswa baru ICP Pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Makassar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terkait struktur dasar TOEFL, strategi pengerjaan soal, serta meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri mahasiswa dalam menghadapi TOEFL. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket evaluasi, dan umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan berjalan dengan baik dan mendapatkan respon yang sangat positif dari peserta. Sebagian besar peserta menyatakan bahwa pelatihan membantu mereka memahami dasar-dasar TOEFL, strategi pengerjaan soal, serta meningkatkan motivasi belajar bahasa Inggris. Dengan demikian, pelatihan ini dapat menjadi salah satu upaya dalam mendukung kesiapan akademik dan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa baru ICP Pendidikan IPA FMIPA UNM.
Pengaruh Lama Fermentasi dan Kombinasi Biofertilizer Kotoran Kambing dengan AB Mix terhadap Pertumbuhan Kangkung (Ipomoea reptans Poir.) dalam sistem Hidroponik H. Muhiddin, Nurhayani; Syakur, Akhmad; putri damayanti; Sahrani U
Jurnal Biogenerasi Vol. 11 No. 2 (2026): April - Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/fhw3zr91

Abstract

Water spinach (Ipomoea reptans Poir.) is a leafy vegetable that is highly nutritious and has the potential to be cultivated using a hydroponic system with environmentally friendly organic fertilizers. This study aims to determine the effect of fermentation duration and the combination of goat manure biofertilizer with AB Mix on the growth of water spinach (Ipomoea reptans Poir.) in a hydroponic system. The biofertilizer was fermented for 7, 14, and 21 days, then applied to various treatment combinations. The results showed that 7-day fermentation produced the best results in the P125AB75 treatment, with an average leaf width of 1.60 ± 0.56 cm and leaf length of 5.37 ± 1.05 cm. Fourteen-day fermentation produced optimal growth in the P20AB100 treatment with a leaf width of 2.13 ± 0.15 cm and a leaf length of 5.35 ± 0.59 cm. Meanwhile, 21 days of fermentation showed the most significant results in the P30AB100 treatment with a leaf width of 2.30 ± 0.10 cm and a leaf length of 6.45 ± 0.46 cm. Increasing the fermentation period was proven to improve nutrient availability, enrich active metabolites, and stabilize organic compounds, thereby supporting more optimal vegetative growth of water spinach compared to pure manure. Thus, liquid biofertilizer from 21-day fermentation, especially in the P30AB100 combination, is the best treatment for enhancing water spinach growth in hydroponic systems.
Pelatihan Pembuatan Kompos dari Daun dan Ampas Tebu Sebagai Upaya Pemanfaatan Limbah Pertanian Irwandi Rahmat; Salma Samputri; Akhmad Syakur; Sahrani U; Muh. Tawil
JKM: Jurnal Kemitraan Masyarakat Volume 4 Number 2 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA Fakultas MIPA Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jkm.v4i2.80176

Abstract

This community service program aimed to enhance the knowledge, skills, and attitudes of sugarcane farmers around Camming Sugar Factory, Bone Regency, in managing agricultural waste into value-added organic compost. The main problems identified were the farmers’ habitual practice of burning sugarcane residues, which negatively impacts the environment, and their limited technical ability to convert waste into useful products. The training was conducted using a participatory training approach that actively involved the community in all stages, including theoretical instruction, hands-on composting practice, and mentoring in the use of appropriate technology such as a sugarcane leaf chopping machine. The program’s effectiveness was evaluated through pre- and post-tests using a Likert-scale questionnaire to assess improvements in participants’ knowledge, technical skills, and attitudes. The results indicated a significant increase in average scores from the “fair” category (3.0) to “excellent” (4.5), with the highest improvement observed in technical composting skills. This program also contributed to reducing open-burning practices, improving soil fertility, and stimulating the development of micro-enterprises in agricultural waste management. Overall, the activity aligns with the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 2 (Zero Hunger) and Goal 12 (Responsible Consumption and Production), by promoting circular, environmentally friendly, and sustainable agricultural systems.
Peningkatan Kapasitas Peternak dalam Produksi Pupuk Organik Padat dan Cair Berbasis Teknologi Tepat Guna di Desa Laikang, Kabupaten Takalar Nurhayani H. Muhiddin; Irwandi Rahmat; Akhmad Syakur; Putri Damayanti; Ramlawati
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.15338

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peternak dalam mengolah limbah ternak menjadi pupuk organik padat dan cair berbasis teknologi tepat guna di Desa Laikang, Kabupaten Takalar. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah belum optimalnya pemanfaatan limbah ternak, sehingga limbah masih berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan belum memiliki nilai ekonomi. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif, edukatif, dan aplikatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi. Teknologi tepat guna yang diterapkan berupa bak kompos dan drum fermentasi yang sederhana, mudah digunakan, berbiaya rendah, serta sesuai dengan kondisi peternak lokal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak pada seluruh indikator yang diamati. Pemahaman peternak mengenai prosedur dasar pengomposan dan fermentasi meningkat dari 2 orang menjadi 15 orang, keterampilan menggunakan alat sederhana meningkat dari 6 orang menjadi 18 orang, keterampilan membuat pupuk organik cair meningkat dari 8 orang menjadi 18 orang, kepedulian terhadap pengelolaan lingkungan meningkat dari 4 orang menjadi 14 orang, serta kemampuan mengikuti prosedur operasional standar pengelolaan limbah meningkat dari 3 orang menjadi 15 orang. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik langsung dan penerapan teknologi tepat guna efektif dalam meningkatkan kapasitas peternak. Kegiatan ini berkontribusi terhadap pengelolaan limbah ternak yang lebih produktif, ramah lingkungan, bernilai ekonomi, serta mendukung praktik pertanian berkelanjutan di tingkat masyarakat desa.