Claim Missing Document
Check
Articles

The Impact Of Industry In Islamic Economy Anugrah, Risen; Purnamasari, Femei; Syamsiyah, Nur
Kordinat: Jurnal Komunikasi antar Perguruan Tinggi Agama Islam Vol. 18 No. 2 (2019): Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kordinat.v18i2.11485

Abstract

Industrial Zone pusat kegiatan industri dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang dikembangkan dan dikelola oleh kawasan industri perusahaan. Adanya perkembangan industri di berbagai sektor akan mendorong aktifitas ekonomi. Dampak ekonomi dibawa oleh lokasi industri yang terungkap di suatu tempat antara lain berupa peningkatan produksi, pendapatan dan pengurangan pengangguran. Efek langsung dari dampak ini umumnya dirasakan oleh orang-orang di situs industri dan kemudian meluas ke daerah dan mungkin bahkan ke tingkat nasional. Masalah penelitian ini adalah bagaimana kawasan industri telah berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat, bagaimana keadaan ekonomi Islam pada dampak industri di perokonomiankawsan aktivitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menjelaskan dampak daerah industri aktivitas umum ekonomi dan bagaimana outlook ekonomi Islam pada dampak dari kawasan industri kegiatan ekonomi. Studi diklasifikasikan ke dalam penelitian lapangan (bidang penelitian) ini, data primer yang Diperoleh dari wawancara dan observasi, sementara data sekunder dari dokumentasi. Cara pengambilan contoh yang menggunakan formula slovin. Dalam studi ini, peneliti menggunakan metode kualitatif, analisis secara kualitatif digunakan untuk menganalisis dampak dari kawasan industri dari kegiatan ekonomi masyarakat, dengan 97 responden dari populasi 3,259 orang di desa Lematang. Berdasarkan hasil penelitian mereka kawasan industri berdampak positif terhadap kegiatan ekonomi masyarakat, yaitu penciptaan pekerjaan, pengurangan pengangguran, peningkatan pendapatan dan pengeluaran publik, dan peningkatan produksi masyarakat, sementara di lain-lain ada dampak negatif dari pencemaran lingkungan dan mengurangi lahan pertanian. Kegiatan ekonomi di masyarakat telah menerapkan ekonomi benar Islam dengan menerapkan prinsip-prinsip keadilan, kebersihan, kesederhanaan, kemurahan hati dan moralitas dan masyarakat untuk melaksanakan kewajiban untuk membayar zakat. dan peningkatan produksi masyarakat, sementara di lain ada dampak negatif dari pencemaran lingkungan dan mengurangi lahan pertanian. Kegiatan ekonomi di masyarakat telah menerapkan ekonomi benar Islam dengan menerapkan prinsip-prinsip keadilan, kebersihan, kesederhanaan, kemurahan hati dan moralitas dan masyarakat untuk melaksanakan kewajiban untuk membayar zakat.
POLITIK PEREMPUAN DALAM LEGISLASI NASIONAL DALAM PERSPEKTIF RELASI SOSIAL DAN KEISLAMAN DI KABUPATEN CIREBON Syamsiyah, Nur; Hardiyana, Andri
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender JURNAL HARKAT : MEDIA KOMUNIKASI GENDER, 21(1), 2025
Publisher : Center for Gender and Child Studies (Pusat Studi Gender dan Anak) LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/harkat.v21i1.45106

Abstract

Abstract. The formal opening of women’s access to practical politics in Indonesia reflects the government’s commitment to fostering gender-sensitive public policy. However, women’s representation in parliament remains significantly below the expected threshold. In Cirebon Regency, only 13 out of 50 seats (26%) were held by women in the 2014 local election, increasing slightly to 28% in 2019, but declining to 12% in 2024. This study aims to explore women’s political representation in the Cirebon elections through the lens of social relations and Islamic perspectives. This research employs a literature study method, utilizing data from reputable national and international journals, books, media sources, and statistics from the Cirebon Regency Central Statistics Agency. Keywords include: Gender, Women’s Politics, National Legislation, Women’s Electability, Social and Islamic Relations.The findings indicate that the limited representation of women is rooted in two main factors: patriarchal social norms and religious interpretations of leadership. To address these challenges, the study proposes five strategic alternatives: (1) fostering women’s political awareness through direct service actions such as social assistance; (2) promoting political education via religious platforms; (3) transforming patriarchal mindsets through basic leadership training in schools and madrasahs; (4) strengthening female leadership in youth and civic organizations; and (5) embedding religious study groups (jamíyah) as a social subculture to foster public trust in female leadership. These strategies are designed to enhance women’s political electability while harmonizing Islamic values with inclusive democratic practices. Abstrak. Representasi perempuan dalam politik praktis secara formal telah dibuka dan diatur oleh pemerintah untuk mendorong pengambilan kebijakan publik yang sensitif gender. Namun, realitas menunjukkan bahwa keterwakilan perempuan di parlemen masih jauh dari harapan. Di Kabupaten Cirebon, hanya 13 dari 50 kursi (26%) ditempati perempuan pada Pilkada 2014, meningkat menjadi 28% pada 2019, namun turun drastis menjadi 12% pada 2024. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterwakilan politik perempuan dalam Pilkada Cirebon melalui tinjauan relasi sosial dan nilai-nilai keislaman. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan sumber dari jurnal ilmiah, buku, media massa, dan data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Cirebon. Kata kunci mencakup: Gender, Politik Perempuan, Legislasi Nasional, Elektabilitas, serta Relasi Sosial dan Keislaman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya keterwakilan perempuan dipengaruhi oleh dua faktor utama: norma sosial yang mengakar dan pemahaman keislaman tentang kepemimpinan. Untuk mengatasinya, peneliti menawarkan lima alternatif strategis: (1) Membangkitkan kesadaran politik melalui layanan nyata seperti bantuan sosial; (2) Menguatkan pendidikan politik melalui forum keagamaan; (3) Mengubah pola pikir patriarkal lewat pelatihan dasar kepemimpinan di sekolah dan madrasah; (4) Mendorong kepemimpinan perempuan dalam organisasi pemuda dan masyarakat; dan (5) Membumikan pengajian sebagai subkultur sosial untuk membangun kepercayaan publik terhadap kepemimpinan perempuan. Strategi ini bertujuan memperkuat legitimasi dan elektabilitas politik perempuan secara berkelanjutan dalam bingkai nilai-nilai Islam.
Pengembangan Modal Sosial Kader Surabaya Hebat untuk Menekan Kenakalan Remaja Prasetyo, Ratna Azis; Karnaji, Karnaji; Syamsiyah, Nur; Savira, Pingkan Sekar; Mawardi, Rafi Aufa
Jurnal PUBLIQUE Vol 6 No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/publique.2025.6.2.182-198

Abstract

Juvenile delinquency remains a persistent issue in major cities, including Surabaya. In response, the Surabaya City Government established a grassroots organization, Kader Surabaya Hebat (KSH), to support community-level monitoring and problem-solving at the sub-district level. This study employed a mixed-methods approach involving 50 KSH cadres in Pradah Kalikendal Sub-district. Data collection consisted of three stages: pre-test and post-test questionnaires to assess cadres’ knowledge of juvenile delinquency, and a focus group discussion (FGD) to explore challenges encountered in the field. The findings indicate that KSH cadres possess moderate to high levels of knowledge regarding juvenile delinquency and are generally well-prepared to perform their roles. However, low levels of trust between the community and KSH cadres emerged as a key challenge. As trust is a central component of social capital, its absence hinders effective collaboration and community development. This study recommends strengthening social capital by improving social relations and fostering trust-building strategies to enhance the effectiveness of KSH cadres in addressing juvenile delinquency.
Co-Authors Afifa, Linda Nur Agriani Hermita Sadeli Ahmad Febriansyah Ahmad Thoriq Aisyah, Nisa Alifia, Salma Andri Hardiyana, Andri Anne Charina Anugrah, Risen Anugrah, Risen apridasari, esty Astuti, Eka Yuni Aulia, Nabila Budi Utomo DARSONO Dewi Astuti Dwi Putri, Sri Wahyuni Eka Purna Yudha Eka Yuni Astuty Eliana Wulandari Elly Rasmikayati Endah Djuwendah Endang Ayu Susilawati Eti Suminartika Eva Novianti Faiz, Akhmad Fasyah, Sandhy Rizqy Faujiah, Sifa Femei Purnamasari Ganjar Kurnia Gita Prawesti Grace, Fanesa Hafidz, Rheina Hepi Hapsari Herianto Husen Asbanu Ikit Indriani, Agustina Isniah, Sarah Iwan Setiawan Juan Pratama Karnaji Karnaji Kurniadi, Danang Kusuma Hati, Kusuma Kuswarini Kusno Larasati, Farah Leksono, Robertus Pujo Mahra Arari Heryanto Mardjaningrat, Radina Mawardi, Rafi Aufa Maystaladika, Maystaladika Ma’rifatulloh, Sayid Mira Febriana Sesunan Muhammad Arief Budiman Muharam, Fauzan Emeraldi Rena Muji Bagus Triyana Nur Hasanah Nur Ismawati, Nur Nurfadhila, Tsalsa Pandi Pardian Panjaitan, Muhammad Martian Ardiansyah Petrus Dwi Ananto Pamungkas Prasetyo, Arya Adhari Prasetyo, Ratna Azis Rahmadani*, Regita Oktiana Rahmayanti, Anisah Renfiana, Lilis Rizky Mulya Sampurno Rohmi, Misfi Laili Roihanah, Athiyyah Nur Sara Ratna Qanti Sarachehan, Firda Savira, Pingkan Sekar Setiawan, Ifan Simangunsong, Rezkia Theresia Situmorang, Christina Verawaty Supriyatna, Ade Syifa, Hanna Maulida Tangim, Ernah Tiolina Evi Tri Sulistiani Tuti Karyani Valeri, Eirene Wiradisuria, Ranendra Kreshnatama Yahya Yahya, Yahya - Yudhistira Ardana Yudhistira Ardana, Yudhistira Yuyun Yunarti Zumi Saidah