Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KINERJA RUAS JALAN TUKAD GANGGA DAN JALAN TUKAD YEH AYA MENGGUNAKAN PKJI 2023 Kariyana, I Made; Yanta, I Nyoman Agus Trisna; Pamungkas, Tri Hayatining
Jurnal Teknik Gradien Vol 16 No 02 (2024): JURNAL TEKNIK GRADIEN
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknik_gradien.v16i02.1307

Abstract

Transportasi dianggap sebagai permintaan turunan (derived demand) yang terjadi karena aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya. Dalam konteks makroekonomi, transportasi berfungsi sebagai tulang punggung perekonomian nasional, regional, dan lokal, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Kota Denpasar, sebagai ibu kota Provinsi Bali dengan luas wilayah 127,78 km², memegang peran penting dalam menunjang perekonomian provinsi. Pada tahun 2020, populasi kota ini mencapai 962.900 jiwa. Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan ekonomi, terjadi peningkatan pergerakan orang dan barang, baik domestik maupun internasional. Oleh karena itu, diperlukan infrastruktur dan sistem transportasi yang baik agar aktivitas masyarakat berjalan lancar. Namun, permasalahan lalu lintas, seperti kemacetan, menjadi tantangan utama. Kemacetan dapat mengakibatkan waktu perjalanan lebih lama dan mengganggu aktivitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja ruas jalan di Kecamatan Denpasar Selatan menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2023 (PKJI 2023). Beberapa indikator yang dianalisis meliputi jumlah kendaraan, data geometrik, arus lalu lintas, kecepatan kendaraan, kapasitas jalan, tingkat kejenuhan, dan tingkat pelayanan jalan. Berdasarkan hasil penelitian, Jalan Tukad Gangga memiliki arus lalu lintas tertinggi pada pagi hari, mencapai 1017,35 SMP/jam, sementara Jalan Tukad Yeh Aya memiliki arus tertinggi pada sore hari, sebesar 1218,3 SMP/jam. Jalan Tukad Gangga dan Tukad Yeh Aya memiliki kapasitas yang sama, yaitu 1370,75 SMP/jam, dengan derajat kejenuhan masing-masing 0,742 dan 0,889. Kedua ruas jalan ini menunjukkan tingkat pelayanan yang baik, di mana kendaraan dapat berjalan dengan lancar dan hambatan minimal.
Infiltration Well Design for Environmental Conservation: Assessing Watershed and Groundwater Depth in Denpasar City Pamungkas, Tri Hayatining; Yekti, Mawiti Infantri; Ardana, Putu Doddy Heka; Warsana, Kadek Budhi; Kembarajaya, I Ketut
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 22, No 1 (2025): March 2025
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v22i1.168-182

Abstract

Urbanization and climate change are expected to exacerbate and introduce uncertainty in future flood characteristics. The city of Denpasar often experiences flooding due to rapid population growth and changes in land use. One form of flood mitigation that can be implemented is infiltration wells. This research aims to design infiltration wells as an environmental conservation effort by evaluating the characteristics of the watershed and the depth of groundwater. This research will also examine lithological aspects and use geographic information systems (GIS) to increase effectiveness in planning. The research results show that the construction of infiltration wells at the research location is effective in reducing flood volume, with reductions varying between 19.86% in South Denpasar and 59.58% in North Denpasar, East Denpasar and West Denpasar. Infiltration wells not only reduce the risk of flooding but also play an important role in preserving the environment according to the Tri Hita Karana concept. By integrating these sustainable practices into spatial planning, water resource management can be enhanced, fostering a healthy environment for future generations.
Delineation of Irrigation Network Performance in Subak in South Denpasar District, Bali Province Ardana, Putu Doddy Heka; Pamungkas, Tri Hayatining; Agustin, Elin Alviana; Syamsunur, Defrizon
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 21, No 3 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v21i3.936-949

Abstract

Massive conversion of agricultural land into built-up land occurred in South Denpasar District. These changes impacted the decline in rice production by 5.5% in 2023 and a decrease in the performance of the irrigation network. This study employs GIS to assess the efficacy of irrigation networks to enhance sustainable agriculture, community food security, and irrigation and subak network systems in South Denpasar. This study used spatial analysis to create an irrigation network performance map. Data analysis interprets primary data based on field observation to assess the irrigation network's physical condition. The irrigation network is divided into four levels: good, slightly damaged, medium damaged, and badly damaged. The study indicated that Subak Sesetan disintegrated since it was thought to have turned into a village. The land conversion reduced the 292.593 Ha of subak (Kerdung, Cuculan, Kepaon, and Sesetan) to 186.314 Ha, or 36.32%. The length of irrigation canals was 16.901 Km, with good conditions along 16.67 Km or 98.61%, slightly damaged conditions along 0.051 Km or 0.3%, and moderately damaged conditions along 0.1842 Km or 1.09%. This research should help South Denpasar District stakeholders decide on land-use change strategies and rehabilitation or irrigation network development priorities.
ANALISA KINERJA JALUR PEDESTRIAN DI JALAN RAYA UBUD Kariyana, I Made; Pamungkas, Tri Hayatining; Putra, Gede Surya Dwija; Diana, Anita Intan Nura
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 4, November 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i4.30369

Abstract

Desa Ubud is a favorite tourist destination, therefore the pedestrian pathway needs to be carefully considered. Specifically, the pedestrian pathway along Jl. Raya Ubud which has a high volume of pedestrian activity, with the left side of the pathway being narrow due to obstacles such as electrical poles. On the other hand, the right side of the pathway is clear and spacious. This research aims to evaluate the level of service on both sides of Jl. Raya Ubud's pedestrian pathway. A quantitative descriptive method was used, following the guidelines of the Highway Capacity Manual (HCM) 2000, with observations and surveys conducted during busy morning (06.00-08.00), noon (11.00-13.00), and evening (16.00-18.00) hours. The analysis revealed that the left side of the pathway had a Level Of Service (LOS) of A in the morning, B in the afternoon, and C in the evening, while the right side maintained an LOS of A throughout. It is recommended that coordination between the Directorate General of Highways and the State Electricity Company be improved to address obstacles on the left side of the pedestrian pathway in Ubud Village. Abstrak Desa Ubud merupakan tujuan wisata favorit, oleh karena itu jalur pejalan kaki perlu diperhatikan dengan baik. Khususnya jalur pejalan kaki di sepanjang Jalan Raya Ubud yang memiliki volume aktivitas pejalan kaki yang tinggi, dengan sisi kiri jalur yang sempit karena adanya penghalang seperti tiang listrik. Di sisi lain, sisi kanan jalur tersebut bersih dan luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pelayanan pada kedua sisi jalur pejalan kaki di Jalan Raya Ubud. Metode deskriptif kuantitatif digunakan, mengikuti pedoman Highway Capacity Manual (HCM) 2000, dengan pengamatan dan survei yang dilakukan pada jam-jam sibuk pagi hari (06.00-08.00), siang hari (11.00-13.00), dan sore hari (16.00-18.00). Hasil analisis menunjukkan bahwa sisi kiri jalan memiliki tingkat pelayanan (LOS) A pada pagi hari, B pada siang hari, dan C pada sore hari, sedangkan sisi kanan jalan memiliki LOS A sepanjang hari. Direkomendasikan agar koordinasi antara Direktorat Jenderal Bina Marga dan Perusahaan Listrik Negara ditingkatkan untuk mengatasi hambatan di sisi kiri jalur pejalan kaki di Desa Ubud.
Potensi Pemanenan Air Hujan Dalam Memenuhi Kebutuhan Air di Desa Seraya Pamungkas, Tri Hayatining; Kariyana, I Made; Putra, I Gede Alit
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.19.1.42-43.2023

Abstract

Desa Seraya adalah salah satu desa di Kecamatan Karangsem yang dulunya sempat menggunakan sistem pemanenan air hujan (PAH) atau Rainwater Harvesting, namun sekarang mulai ditinggalkan dan beralih menggunakan PDAM. Kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari di Desa Seraya sangat tinggi karena air tidak hanya digunakan untuk keperluan minum, mencuci baju dan aktivitas lain di desa, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan air untuk berternak. Jenis ternak yang dipelihara sangat beragam mulai dari sapi, kambing, babi dan unggas. Kebutuhan air yang banyak ini cenderung membuat tagihan pembayaran air PDAM sangat tinggi tiap bulannya, sehingga beberapa masyarakat sudah mulai mengeluhkan keadaan. Sistem pemanenan air hujan ini diharapkan bisa menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan air di Desa Seraya atau mengurangi penggunaan air dari PDAM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan penetapan sampel menggunakan teknik sampel acak sederhana (simple random sampling). Adapun data pendukung yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: curah hujan, luas atap rumah, luas bak penampungan dan banyaknya kebutuhan air di Desa Seraya. Berdasarkan hasil analisis didapatkan potensi hasil panen keseluruhan air hujan dapat memenuhi 94,03% dari total kebutuhan air di Desa Seraya. Apabila menggunakan bak penampung yang sudah ada saat ini, hasil panen air hujan dapat memenuhi 14,51% dari total kebutuhan air di Desa Seraya, karena bak air yang ada saat ini hanya mampu menampung 15,44% dari total potensi air hujan yang dapat dipanen.
Cultivating Fish with the Yumina Bumina System as a Solution to Increasing Community Productivity Nyoman Dwika Ayu Amrita; I Dewa Gede Putra Sedana; I Wayan Arya Sugiarta; Tri Hayatining Pamungkas; Anak Agung Gede Agung Indra Prathama
International Journal of Community Service Learning Vol. 7 No. 1 (2023): February 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijcsl.v7i1.56176

Abstract

The aquaculture sector has an important role for the development of a country. Aquaculture not only plays an important role in economic growth, but also in the food security of a region. Aquaculture is important because this sector produces products or commodities that are not only of high economic value but also functionally useful. Therefore, the purpose of this community service is to provide fish farming assistance with the Yumina Bumina system to increase community productivity. Service activities begin with collecting information through interviews with related parties regarding strengths, weaknesses, opportunities and constraints in catfish farming, then proceed with counseling to Pokdakan Mina Jaya about benefits and sustainability and their impact on partner production and marketing levels. the resulting catfish. This community service activity was carried out for 2 months. The partner in this service activity is the Mina Jaya Catfish Cultivation Group located in Banjar Laplap Kauh, Penatih Dangin Puri Village, East Denpasar with 17 members. The result of this community service is that partners can apply the Yumina-Bumina technology system. The implications of this activity are business opportunities, increased income, and employment.
Sinergitas Dalam Pengelolaan Sumber Daya Air Melalui Biopori Ardana, Putu Doddy Heka; Astariani, Ni Kadek; Lestari, Ayu Putu Utari Parthami; Pamungkas, Tri Hayatining
DEDIKASI PKM Vol. 6 No. 2 (2025): DEDIKASI PKM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/dkp.v6i2.48261

Abstract

Wawasan pengelolaan air sangat mendesak dilakukan saat ini, terutama di lingkungan perkotaan. Air adalah kebutuhan pokok manusia, namun jika tidak dikendalikan juga kadang menimbulkan masalah, seperti banjir dan bencana lanjutannya di musim hujan. Di musim kemarau, air sulit ditemukan. Di perkotaan tidak mudah untuk menyisakan lahan sebagai penyerapan air dengan lingkungan binaan yang mendominiasi tutupan lahan. Dengan keterbatasan lahan terbuka, teknologi biopori sudah lama ditawarkan menjadi solusi. Namun, manfaat biopori belum cukup dipahami. Bersinergi dengan BWS Nusa Penida, Fakultas Sains dan Teknologi berupaya memperkenalkan pengetahuan biopori dan prakteknya melalui Pengabdian Masyarakat yang diselenggarakan di bulan Desember 2023 lalu. Bersama mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan Universitas Ngurah Rai, kegiatan ini berhasil menanam 100 titik lubang bipori yang diharapkan berkontribusi pada pengurangan genangan air pada saat musim hujan, peningkatan kualitas cadangan air bersih dalam tanah hingga peningkatan pengetahuan peserta mengenai teori dan praktik kegiatan. Rumusan masalah dari karya ilmiah ini adalah bagaimana sinergitas antara institusi pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam memahami, menerapkan, dan memperluas penggunaan biopori sebagai solusi dalam pengelolaan sumber daya air di lingkungan perkotaan? Sedangkan metodologi dalam karya ilmiah ini akan memanfaatkan metode kuantitatif untuk memahami persepsi, sikap, dan perilaku mahasiswa terkait pengelolaan air dan penanaman biopori. Di akhir kegiatan dilakukan perbandingan wawasan peserta kegiatan yang menunjukkan tren peningkatan.
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA PEKERJAAN BEKISTING TRADISIONAL DENGAN BEKISTING SEMI SISTEM PADA PROYEK VILLA AQUAMARINE CANGGU Wiradnyana, I Gede Oka; Astrawan, I Komang Alit; Setiawan, I Gede Nik; Pamungkas, Tri Hayatining; Indramanik, Ida Bagus Gede; Partama, I Gusti Ngurah Eka; sumarda, gede
Jurnal Teknik Gradien Vol 17 No 01 (2025): JURNAL TEKNIK GRADIEN
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknik_gradien.v17i01.1404

Abstract

Struktur bangunan gedung dewasa ini lebih didominasi oleh beton berupa beton bertulang. Untuk membentuk beton sesuai dengan yang diinginkan diperlukan cetakan beton. Cetakan beton itulah yang kemudian dikenal sebagai bekisting. Seiring berjalannya waktu, harga material bangunan semakin naik. Pihak perencana harus dapat mencari alternatif lain dalam pelaksanaan konstruksi agar proyek tetap berjalan sesuai dengan efisien dari segi biaya tanpa mengurangi mutu dalam pelaksanaanya. Pada beberapa elemen bangunan villa ada yang memiliki biaya besar salah satunya yaitu pada bekisting tradisional. Bekisting Semi Sistem sebagai salah satu alternatif pengganti dari bekisting kayu dapat memungkinkan mengurangi terjadinya waste material karena dapat digunakan berulang kali sesuai kebutuhan dan dapat dijadikan investasi bagi penyedia jasa konstruksi untuk dapat digunakan pada proyek selanjutnya. Metode Deskriptif Komparatif digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis metode pelaksanaan pekerjaan struktur dengan bekisting tradisional dengan semi sistem terhadap biaya. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, maka dapat dilihat bahwa besar biaya keseluruhan pekerjaan bekisting tradisional kolom dan balok sebesar Rp 29.481.358,00 dan besar keseluruhan biaya pekerjaan bekisting kolom dan balok semi sistem sebesar Rp 53.945.784,00. Selisih biaya dari penggunaan bekisting tradisional dan bekisting semi sistem sebesar Rp 24.464.426,00. Akan tetapi jika penggunaan berapa kali pakai menggunakan bekisting semi sistem memperlihatkan lebih ekonomis dibandingkan dengan bekisting tradisional baik untuk pekerjaan kolom maupun balok.
Analisa Pengaruh Kinerja Mandor Terhadap Kualitas Proyek Konstruksi (Studi Kasus: Proyek Renovasi Villa Pasraman Bhagawan, Jimbaran, Kec. Kuta Selatan Kab. Badung) Kariyana, I Made; Putra, I Komang Alit Astrawan; Ahdan, Alan; Pamungkas, Tri Hayatining; Diana, Anita Intan Nura
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/ft.v13i1.3537

Abstract

Construction developments in Bali have experienced great progress in recent years, especially in the construction of hotels, resorts and villas. This attracts the interest of many investors to invest in building villas in Bali. An important factor that determines project success is the planning of human resources who are directly involved in project work, especially foremen. One of the projects experiencing delays is the Pasraman Bhagawan Villa Renovation Project. This delay is caused by a focus on the quality of work so that it goes according to plan. Therefore, this study aims to analyze the influence of foreman performance on work quality and the factors that influence it. This research uses data collection methods by distributing questionnaires and multiple linear regression analysis. Based on the analysis results, the R-Square value obtained was 0.949, which means that the foreman's performance influenced 94.9% of the quality of the Pasraman Bhagawan Villa Renovation Project in Jimbaran. Management factors are the most dominant factors influencing project quality with a t count of 4.114. More efficient management of time, resources and budget will help avoid delays and ensure project quality is maintained.
SOSIALISASI KEPADA MASYARAKAT MENGENAI TATA CARA PEMBAYARAN TARIF BUS TRANS METRO DEWATA MELALUI QRIS GUNA MENGOPTIMALKAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI UNTUK KEMUDAHAN TRANSAKSI Wahid, Muhammad Nur; Faroby, M.Saddam Hafidz Taftazani; Hidayat, Dwi Wahyu; Pamungkas, Tri Hayatining
Dharma Bhakti Vol. 2 No. 2 (2024): Dharma Bhakti
Publisher : Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/dharmabhakti.v2i2.6100

Abstract

Transportasi umum memiliki peran vital dalam mengurangi kemacetan dan polusi udara di perkotaan. Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan transportasi umum agar masyarakat merasa aman, nyaman, dan lebih memilih moda transportasi ini dibandingkan kendaraan pribadi. Salah satu inovasi terbaru dalam era digital adalah penerapan pembayaran non-tunai menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Namun, adopsi teknologi ini menghadapi kendala seperti kurangnya kesadaran masyarakat, keterbatasan infrastruktur, dan rendahnya literasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan adopsi masyarakat terhadap QRIS dalam pembayaran tarif bus Trans Metro Dewata di Bali melalui kegiatan sosialisasi langsung di Terminal Ubung. Metode yang digunakan meliputi survei untuk mengukur tingkat pemahaman masyarakat sebelum dan sesudah sosialisasi, serta sosialisasi langsung yang melibatkan demonstrasi praktis dan sesi tanya jawab. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman pengguna tentang QRIS. Sosialisasi langsung terbukti efektif dalam menjelaskan konsep, manfaat, dan prosedur penggunaan QRIS, serta meningkatkan kesadaran akan keamanan transaksi digital. Namun, beberapa tantangan seperti kesulitan pengguna yang lebih tua dan keterbatasan infrastruktur perlu diatasi untuk memastikan adopsi yang lebih luas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sosialisasi langsung di Terminal Ubung berhasil meningkatkan pemahaman dan penerimaan masyarakat terhadap QRIS sebagai metode pembayaran yang efisien dan aman. Rekomendasi meliputi peningkatan literasi digital berkelanjutan dan perbaikan infrastruktur untuk mendukung transformasi digital di sektor transportasi umum di Bali.
Co-Authors Ade Darma Erlangga Wiguna Aenurrahman Agustin, Elin Alviana Ahdan, Alan Aji Indra Saputra Amrita, Nyoman Dwika Ayu Anak Agung Gede Agung Indra Prathama Anita Intan Nura Diana Antika, Ni Made Anik Juli Aris Budi Sulistyo Artayasa, I Kadek Doni Astariani, Ni Kadek Astrawan, I Komang Alit Ayu Putu Utari Parthami Lestari, Ayu Putu Utari Parthami Damayanti, Nurtalita Fazura Dana, I Ketut Merta Kusuma Dewa Gede Satria Wibawa Resiartha Dewi, Ni Luh Okta Sari Diasa, I Wayan Dwi Wahyu Hidayat Dwi Wahyu Hidayat Dwi Wahyu Hidayat Dwi Wahyu Hidayat, Dwi Wahyu Dwipayana, Sang Made Erlangga, Ida Bagus Weda Faroby, M.Saddam Hafidz Taftazani Gede Sumarda Gede Sumarda I Dewa Gede Putra Sedana I G. Oka Wiradnyana I Gede Alit Putra I Gede Raditya Pratama I Gusti Made Sudika I Gusti Ngurah Eka Partama I Ketut Soriarta I Ketut Widarmawa I Made Kariyana I Made Widiana I Putu Arie Guna Wijaya I Wayan Arya Sugiarta I Wayan Diasa I Wayan Suardika Ida Bagus Weda Erlangga Ida Bagus Weda Erlangga Indramanik, Ida Bagus Gede Kadek Budhi Warsana Kadek Budhi Warsana Kadek Diana Harmayani Kembarajaya, I Ketut Ketut Soriarta Mawiti Infantri Yekti Ni Made Ola Ulandari Ni Made Ola Ulandari Ni Made Ola Ulandari Ni Putu Suda Nurjani, Ni Putu Suda Nyoman Dwika Ayu Amrita PRATHAMA, ANAK AGUNG GEDE AGUNG INDRA Putra, Gede Surya Dwija Putra, I Gede Adi Alit Putra, I Gede Alit Putra, I Komang Alit Astrawan Putra, I Putu Esa Mahardika Putu Aryastana Putu Doddy Heka Ardana Putu Saniswa Paramanatha Awangga Rahmat Ndruru, Eliyakin Scotlastika Jeanny Phiton Setiawan, I Gede Nik Sidnan Imam Hanafi Siti Nurul Khotimah Soriarta, I Ketut Suda Nurjani, Ni Putu Sugiarta, I Wayan Arya Sumarda, Gede Syamsunur, Defrizon Wahid, Muhammad Nur Warsana, Kadek Budhi Wiratnata, I Wayan Astu Yanta, I Nyoman Agus Trisna Yoga Andika