Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA KINERJA JALUR PEDESTRIAN DI JALAN RAYA UBUD Kariyana, I Made; Pamungkas, Tri Hayatining; Putra, Gede Surya Dwija; Diana, Anita Intan Nura
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 4, November 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i4.30369

Abstract

Desa Ubud is a favorite tourist destination, therefore the pedestrian pathway needs to be carefully considered. Specifically, the pedestrian pathway along Jl. Raya Ubud which has a high volume of pedestrian activity, with the left side of the pathway being narrow due to obstacles such as electrical poles. On the other hand, the right side of the pathway is clear and spacious. This research aims to evaluate the level of service on both sides of Jl. Raya Ubud's pedestrian pathway. A quantitative descriptive method was used, following the guidelines of the Highway Capacity Manual (HCM) 2000, with observations and surveys conducted during busy morning (06.00-08.00), noon (11.00-13.00), and evening (16.00-18.00) hours. The analysis revealed that the left side of the pathway had a Level Of Service (LOS) of A in the morning, B in the afternoon, and C in the evening, while the right side maintained an LOS of A throughout. It is recommended that coordination between the Directorate General of Highways and the State Electricity Company be improved to address obstacles on the left side of the pedestrian pathway in Ubud Village. Abstrak Desa Ubud merupakan tujuan wisata favorit, oleh karena itu jalur pejalan kaki perlu diperhatikan dengan baik. Khususnya jalur pejalan kaki di sepanjang Jalan Raya Ubud yang memiliki volume aktivitas pejalan kaki yang tinggi, dengan sisi kiri jalur yang sempit karena adanya penghalang seperti tiang listrik. Di sisi lain, sisi kanan jalur tersebut bersih dan luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pelayanan pada kedua sisi jalur pejalan kaki di Jalan Raya Ubud. Metode deskriptif kuantitatif digunakan, mengikuti pedoman Highway Capacity Manual (HCM) 2000, dengan pengamatan dan survei yang dilakukan pada jam-jam sibuk pagi hari (06.00-08.00), siang hari (11.00-13.00), dan sore hari (16.00-18.00). Hasil analisis menunjukkan bahwa sisi kiri jalan memiliki tingkat pelayanan (LOS) A pada pagi hari, B pada siang hari, dan C pada sore hari, sedangkan sisi kanan jalan memiliki LOS A sepanjang hari. Direkomendasikan agar koordinasi antara Direktorat Jenderal Bina Marga dan Perusahaan Listrik Negara ditingkatkan untuk mengatasi hambatan di sisi kiri jalur pejalan kaki di Desa Ubud.
Potensi Pemanenan Air Hujan Dalam Memenuhi Kebutuhan Air di Desa Seraya Pamungkas, Tri Hayatining; Kariyana, I Made; Putra, I Gede Alit
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.19.1.42-43.2023

Abstract

Desa Seraya adalah salah satu desa di Kecamatan Karangsem yang dulunya sempat menggunakan sistem pemanenan air hujan (PAH) atau Rainwater Harvesting, namun sekarang mulai ditinggalkan dan beralih menggunakan PDAM. Kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari di Desa Seraya sangat tinggi karena air tidak hanya digunakan untuk keperluan minum, mencuci baju dan aktivitas lain di desa, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan air untuk berternak. Jenis ternak yang dipelihara sangat beragam mulai dari sapi, kambing, babi dan unggas. Kebutuhan air yang banyak ini cenderung membuat tagihan pembayaran air PDAM sangat tinggi tiap bulannya, sehingga beberapa masyarakat sudah mulai mengeluhkan keadaan. Sistem pemanenan air hujan ini diharapkan bisa menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan air di Desa Seraya atau mengurangi penggunaan air dari PDAM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan penetapan sampel menggunakan teknik sampel acak sederhana (simple random sampling). Adapun data pendukung yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: curah hujan, luas atap rumah, luas bak penampungan dan banyaknya kebutuhan air di Desa Seraya. Berdasarkan hasil analisis didapatkan potensi hasil panen keseluruhan air hujan dapat memenuhi 94,03% dari total kebutuhan air di Desa Seraya. Apabila menggunakan bak penampung yang sudah ada saat ini, hasil panen air hujan dapat memenuhi 14,51% dari total kebutuhan air di Desa Seraya, karena bak air yang ada saat ini hanya mampu menampung 15,44% dari total potensi air hujan yang dapat dipanen.
Cultivating Fish with the Yumina Bumina System as a Solution to Increasing Community Productivity Nyoman Dwika Ayu Amrita; I Dewa Gede Putra Sedana; I Wayan Arya Sugiarta; Tri Hayatining Pamungkas; Anak Agung Gede Agung Indra Prathama
International Journal of Community Service Learning Vol. 7 No. 1 (2023): February 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijcsl.v7i1.56176

Abstract

The aquaculture sector has an important role for the development of a country. Aquaculture not only plays an important role in economic growth, but also in the food security of a region. Aquaculture is important because this sector produces products or commodities that are not only of high economic value but also functionally useful. Therefore, the purpose of this community service is to provide fish farming assistance with the Yumina Bumina system to increase community productivity. Service activities begin with collecting information through interviews with related parties regarding strengths, weaknesses, opportunities and constraints in catfish farming, then proceed with counseling to Pokdakan Mina Jaya about benefits and sustainability and their impact on partner production and marketing levels. the resulting catfish. This community service activity was carried out for 2 months. The partner in this service activity is the Mina Jaya Catfish Cultivation Group located in Banjar Laplap Kauh, Penatih Dangin Puri Village, East Denpasar with 17 members. The result of this community service is that partners can apply the Yumina-Bumina technology system. The implications of this activity are business opportunities, increased income, and employment.
Sinergitas Dalam Pengelolaan Sumber Daya Air Melalui Biopori Ardana, Putu Doddy Heka; Astariani, Ni Kadek; Lestari, Ayu Putu Utari Parthami; Pamungkas, Tri Hayatining
DEDIKASI PKM Vol. 6 No. 2 (2025): DEDIKASI PKM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/dkp.v6i2.48261

Abstract

Wawasan pengelolaan air sangat mendesak dilakukan saat ini, terutama di lingkungan perkotaan. Air adalah kebutuhan pokok manusia, namun jika tidak dikendalikan juga kadang menimbulkan masalah, seperti banjir dan bencana lanjutannya di musim hujan. Di musim kemarau, air sulit ditemukan. Di perkotaan tidak mudah untuk menyisakan lahan sebagai penyerapan air dengan lingkungan binaan yang mendominiasi tutupan lahan. Dengan keterbatasan lahan terbuka, teknologi biopori sudah lama ditawarkan menjadi solusi. Namun, manfaat biopori belum cukup dipahami. Bersinergi dengan BWS Nusa Penida, Fakultas Sains dan Teknologi berupaya memperkenalkan pengetahuan biopori dan prakteknya melalui Pengabdian Masyarakat yang diselenggarakan di bulan Desember 2023 lalu. Bersama mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan Universitas Ngurah Rai, kegiatan ini berhasil menanam 100 titik lubang bipori yang diharapkan berkontribusi pada pengurangan genangan air pada saat musim hujan, peningkatan kualitas cadangan air bersih dalam tanah hingga peningkatan pengetahuan peserta mengenai teori dan praktik kegiatan. Rumusan masalah dari karya ilmiah ini adalah bagaimana sinergitas antara institusi pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam memahami, menerapkan, dan memperluas penggunaan biopori sebagai solusi dalam pengelolaan sumber daya air di lingkungan perkotaan? Sedangkan metodologi dalam karya ilmiah ini akan memanfaatkan metode kuantitatif untuk memahami persepsi, sikap, dan perilaku mahasiswa terkait pengelolaan air dan penanaman biopori. Di akhir kegiatan dilakukan perbandingan wawasan peserta kegiatan yang menunjukkan tren peningkatan.
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA PEKERJAAN BEKISTING TRADISIONAL DENGAN BEKISTING SEMI SISTEM PADA PROYEK VILLA AQUAMARINE CANGGU Wiradnyana, I Gede Oka; Astrawan, I Komang Alit; Setiawan, I Gede Nik; Pamungkas, Tri Hayatining; Indramanik, Ida Bagus Gede; Partama, I Gusti Ngurah Eka; sumarda, gede
Jurnal Teknik Gradien Vol 17 No 01 (2025): JURNAL TEKNIK GRADIEN
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknik_gradien.v17i01.1404

Abstract

Struktur bangunan gedung dewasa ini lebih didominasi oleh beton berupa beton bertulang. Untuk membentuk beton sesuai dengan yang diinginkan diperlukan cetakan beton. Cetakan beton itulah yang kemudian dikenal sebagai bekisting. Seiring berjalannya waktu, harga material bangunan semakin naik. Pihak perencana harus dapat mencari alternatif lain dalam pelaksanaan konstruksi agar proyek tetap berjalan sesuai dengan efisien dari segi biaya tanpa mengurangi mutu dalam pelaksanaanya. Pada beberapa elemen bangunan villa ada yang memiliki biaya besar salah satunya yaitu pada bekisting tradisional. Bekisting Semi Sistem sebagai salah satu alternatif pengganti dari bekisting kayu dapat memungkinkan mengurangi terjadinya waste material karena dapat digunakan berulang kali sesuai kebutuhan dan dapat dijadikan investasi bagi penyedia jasa konstruksi untuk dapat digunakan pada proyek selanjutnya. Metode Deskriptif Komparatif digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis metode pelaksanaan pekerjaan struktur dengan bekisting tradisional dengan semi sistem terhadap biaya. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, maka dapat dilihat bahwa besar biaya keseluruhan pekerjaan bekisting tradisional kolom dan balok sebesar Rp 29.481.358,00 dan besar keseluruhan biaya pekerjaan bekisting kolom dan balok semi sistem sebesar Rp 53.945.784,00. Selisih biaya dari penggunaan bekisting tradisional dan bekisting semi sistem sebesar Rp 24.464.426,00. Akan tetapi jika penggunaan berapa kali pakai menggunakan bekisting semi sistem memperlihatkan lebih ekonomis dibandingkan dengan bekisting tradisional baik untuk pekerjaan kolom maupun balok.
Analisa Pengaruh Kinerja Mandor Terhadap Kualitas Proyek Konstruksi (Studi Kasus: Proyek Renovasi Villa Pasraman Bhagawan, Jimbaran, Kec. Kuta Selatan Kab. Badung) Kariyana, I Made; Putra, I Komang Alit Astrawan; Ahdan, Alan; Pamungkas, Tri Hayatining; Diana, Anita Intan Nura
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/ft.v13i1.3537

Abstract

Construction developments in Bali have experienced great progress in recent years, especially in the construction of hotels, resorts and villas. This attracts the interest of many investors to invest in building villas in Bali. An important factor that determines project success is the planning of human resources who are directly involved in project work, especially foremen. One of the projects experiencing delays is the Pasraman Bhagawan Villa Renovation Project. This delay is caused by a focus on the quality of work so that it goes according to plan. Therefore, this study aims to analyze the influence of foreman performance on work quality and the factors that influence it. This research uses data collection methods by distributing questionnaires and multiple linear regression analysis. Based on the analysis results, the R-Square value obtained was 0.949, which means that the foreman's performance influenced 94.9% of the quality of the Pasraman Bhagawan Villa Renovation Project in Jimbaran. Management factors are the most dominant factors influencing project quality with a t count of 4.114. More efficient management of time, resources and budget will help avoid delays and ensure project quality is maintained.
SOSIALISASI KEPADA MASYARAKAT MENGENAI TATA CARA PEMBAYARAN TARIF BUS TRANS METRO DEWATA MELALUI QRIS GUNA MENGOPTIMALKAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI UNTUK KEMUDAHAN TRANSAKSI Wahid, Muhammad Nur; Faroby, M.Saddam Hafidz Taftazani; Hidayat, Dwi Wahyu; Pamungkas, Tri Hayatining
Dharma Bhakti Vol. 2 No. 2 (2024): Dharma Bhakti
Publisher : Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/dharmabhakti.v2i2.6100

Abstract

Transportasi umum memiliki peran vital dalam mengurangi kemacetan dan polusi udara di perkotaan. Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan transportasi umum agar masyarakat merasa aman, nyaman, dan lebih memilih moda transportasi ini dibandingkan kendaraan pribadi. Salah satu inovasi terbaru dalam era digital adalah penerapan pembayaran non-tunai menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Namun, adopsi teknologi ini menghadapi kendala seperti kurangnya kesadaran masyarakat, keterbatasan infrastruktur, dan rendahnya literasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan adopsi masyarakat terhadap QRIS dalam pembayaran tarif bus Trans Metro Dewata di Bali melalui kegiatan sosialisasi langsung di Terminal Ubung. Metode yang digunakan meliputi survei untuk mengukur tingkat pemahaman masyarakat sebelum dan sesudah sosialisasi, serta sosialisasi langsung yang melibatkan demonstrasi praktis dan sesi tanya jawab. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman pengguna tentang QRIS. Sosialisasi langsung terbukti efektif dalam menjelaskan konsep, manfaat, dan prosedur penggunaan QRIS, serta meningkatkan kesadaran akan keamanan transaksi digital. Namun, beberapa tantangan seperti kesulitan pengguna yang lebih tua dan keterbatasan infrastruktur perlu diatasi untuk memastikan adopsi yang lebih luas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sosialisasi langsung di Terminal Ubung berhasil meningkatkan pemahaman dan penerimaan masyarakat terhadap QRIS sebagai metode pembayaran yang efisien dan aman. Rekomendasi meliputi peningkatan literasi digital berkelanjutan dan perbaikan infrastruktur untuk mendukung transformasi digital di sektor transportasi umum di Bali.
Pemetaan Curah Hujan Menggunakan Inverse Distance Weighting (IDW) Untuk Mengurangi Risiko Bencana Hidrometeorologi di Kota Denpasar Pamungkas, Tri Hayatining; Kariyana, I Made; Warsana, Kadek Budhi
Jurnal Teknik Sipil Vol 32 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2025.32.2.4

Abstract

Abstrak Indonesia baru-baru ini menghadapi serangkaian bencana hidrometeorologi, termasuk banjir. Untuk mengurangi dampak dari kejadian tersebut, salah satu pendekatan yang efektif adalah mengembangkan peta yang menampilkan tingkat curah hujan maksimum bulanan. Peta ini dapat dibuat menggunakan sistem informasi geospasial, seperti ArcGIS, dengan teknik interpolasi seperti Inverse Distance Weighted (IDW). Berdasarkan analisis hidrologi dan interpolasi IDW, penelitian menemukan bahwa Kota Denpasar mengalami variasi intensitas curah hujan: hujan ringan (7-20 mm), hujan sedang (20-50 mm), dan hujan lebat (50-95 mm). Curah hujan tertinggi tercatat pada bulan Januari. Analisis visualisasi rancangan curah hujan mengungkapkan bahwa curah hujan harian maksimum untuk periode ulang 2 tahun berkisar antara 125-134 mm, terjadi di seluruh wilayah Denpasar kecuali Denpasar Selatan. Untuk periode ulang 5, 10, 15, 20, 25, dan 50 tahun, kisaran curah hujan harian maksimum masing-masing adalah 169-185 mm, 205-228 mm, 218-245 mm, 228-262 mm, 249-281 mm, dan 295-338 mm. Puncak hujan terfokus di Denpasar Barat dan Denpasar Selatan. Identifikasi daerah rawan banjir di Kota Denpasar menunjukkan bahwa risiko banjir tidak hanya bergantung pada curah hujan, tetapi juga dipengaruhi faktor antropogenik seperti perubahan tata guna lahan, sehingga diperlukan pembaruan peta risiko berbasis data spasial untuk mitigasi yang lebih efektif. Kata-kata Kunci: Banjir, IDW, pemetaan Abstract Indonesia has recently faced a series of hydrometeorological disasters, including flooding. To mitigate the impacts of these events, one effective approach is to develop maps that display maximum monthly rainfall levels. These maps can be created using geospatial information systems, such as ArcGIS, with interpolation techniques like Inverse Distance Weighted (IDW). Based on hydrological analysis and IDW interpolation, the study found that the city of Denpasar experienced variations in rainfall intensity: light rain (7-20 mm), moderate rain (20-50 mm), and heavy rain (50-95 mm). The highest rainfall was recorded in January. The visual analysis of rainfall design reveals that the maximum daily rainfall for a 2-year return period ranges from 125-134 mm, occurring throughout Denpasar except for South Denpasar. For return periods of 5, 10, 15, 20, 25, and 50 years, the ranges of maximum daily rainfall are 169-185 mm, 205-228 mm, 218-245 mm, 228-262 mm, 249-281 mm, and 295-338 mm, respectively. The peak rainfall is concentrated in West Denpasar and South Denpasar. The identification of flood-prone areas in Denpasar City shows that flood risk is not only dependent on rainfall, but is also influenced by anthropogenic factors such as land use changes, thus requiring updates to risk maps based on spatial data for more effective mitigation. Keywords: Flood; IDW; mapping
TEKNOLOGI PEMANENAN AIR HUJAN DI PERKOTAAN, SUATU PENGANTAR Ardana, Putu Doddy Heka; Pamungkas, Tri Hayatining
Jurnal Teknik Gradien Vol 8 No 1 (2016): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanenan air hujan/PAH adalah proses mengumpulkan air hujan yang mengalir dari atap rumah ataupun aliran permukaan yang kemudian ditampung dan digunakan kembali. Hasil Pemanenan Air Hujan dapat ditampung pada cekungan permukaan tanah ataupun dengan menggunakan tangki.Keuntungan dari Pemanenan Air Hujan adalah tersediasuplai air tambahan, mengurangi limpasan air hujan dan dapat mengisi kembali air tanah.Pesatnya pertumbuhan penduduk di perkotaan diiringi dengan meningkatnya kebutuhan air yang memicu konsekuensi menurunnya debit air tanah karena konsumsi yang berlebihan.Selain itu konversi lahan terbuka menjadi areal bangunan mengakibatkan berkurangnya lahan tangkapan air.Hal ini akan memicu terjadinya kelangkaan air tanah dansekaligus memicu terjadinya banjir. Dari hasil penelitian dan penerapan Pemanenan Air Hujan dibeberapa daerah perkotaan menyebutkan bahwa teknik konservasi ini merupakan salah satu alternatif untukmengurangi terjadinya hal tersebut. Dengan cara ini suplai air bersih dari PDAMmaupun dari air tanah dapat dihemat dan kelebihan airnya dapat diresapkan di sumurresapan sehingga dapat membantu pengisian kembali air tanah.
ANALISIS PENGELUARAN TRANSPORTASI RUMAH TANGGA DI KOTA DENPASAR Kariyana, I Made; Sumarda, Gede; Pamungkas, Tri Hayatining; Wiradnyana, I Gede Oka; Dewi, Ni Luh Okta Sari
Jurnal Teknik Gradien Vol 17 No 02 (2025): JURNAL TEKNIK GRADIEN
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknik_gradien.v17i02.1631

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran transportasi rumah tangga di Kota Denpasar, sebagai salah satu kota metropolitan di Bali dengan tingkat mobilitas yang tinggi dan pola penggunaan transportasi yang semakin kompleks. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei terhadap 400 rumah tangga yang dipilih melalui metode proportionate stratified random sampling guna memastikan representasi dari seluruh wilayah administrasi Kota Denpasar. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan model regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap pengeluaran transportasi rumah tangga. Model regresi yang diperoleh adalah: ???? = ????. ???????????? + ????. ???????????????????? − ????. ???????????????????? + ????. ???????????????????? − ????. ???????????????????? − ????. ???????????????????? + ????. ???????????????????? + ????. ???????????????????????? di mana Y merupakan pengeluaran transportasi rumah tangga. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel moda transportasi (X₁), waktu tempuh (X₄), usia kepala rumah tangga (X₉), dan kepemilikan mobil (X₁₃) berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan pengeluaran transportasi. Sebaliknya, variabel tujuan perjalanan (X₂), jenis kelamin (X₆), dan pekerjaan (X₈) berpengaruh negatif terhadap pengeluaran. Hasil uji F sebesar 60,775 dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05) menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan layak dan signifikan secara statistik. Nilai Adjusted R-square sebesar 0,512 menunjukkan bahwa 51,2% variasi pengeluaran transportasi rumah tangga dapat dijelaskan oleh variabel-variabel dalam model, sementara sisanya 48,8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Temuan ini menegaskan pentingnya perencanaan transportasi berbasis karakteristik sosial ekonomi rumah tangga dalam mendukung kebijakan mobilitas berkelanjutan di Kota Denpasar.
Co-Authors Ade Darma Erlangga Wiguna Aenurrahman Agustin, Elin Alviana Ahdan, Alan Aji Indra Saputra Amrita, Nyoman Dwika Ayu Anak Agung Gede Agung Indra Prathama Anita Intan Nura Diana Antika, Ni Made Anik Juli Aris Budi Sulistyo Artayasa, I Kadek Doni Astariani, Ni Kadek Astrawan, I Komang Alit Ayu Putu Utari Parthami Lestari, Ayu Putu Utari Parthami Cokorda Putra Indrayana Damayanti, Nurtalita Fazura Dana, I Ketut Merta Kusuma Dewa Gede Satria Wibawa Resiartha Dewi, Ni Luh Okta Sari Diasa, I Wayan Dwi Wahyu Hidayat Dwi Wahyu Hidayat Dwi Wahyu Hidayat Dwi Wahyu Hidayat, Dwi Wahyu Dwipayana, Sang Made Erlangga, Ida Bagus Weda Fahmi, U’us Azmi Nur Faroby, M.Saddam Hafidz Taftazani Fatkhur Rozi Gede Sumarda Gede Sumarda Gede Wirata I Dewa Gede Putra Sedana I G. Oka Wiradnyana I Gede Alit Putra I Gede Raditya Pratama I Gusti Made Sudika I Gusti Ngurah Eka Partama I Ketut Soriarta I Ketut Widarmawa I Made Kariyana I Made Widiana I Putu Arie Guna Wijaya I Wayan Arya Sugiarta I Wayan Diasa I Wayan Suardika Ida Bagus Weda Erlangga Ida Bagus Weda Erlangga Indramanik, Ida Bagus Gede Kadek Budhi Warsana Kadek Budhi Warsana Kadek Diana Harmayani Kembarajaya, I Ketut Ketut Soriarta Mawiti Infantri Yekti Ni Made Ola Ulandari Ni Made Ola Ulandari Ni Made Ola Ulandari Ni Putu Suda Nurjani, Ni Putu Suda Nyoman Dwika Ayu Amrita PRATHAMA, ANAK AGUNG GEDE AGUNG INDRA Putra, Gede Surya Dwija Putra, I Gede Adi Alit Putra, I Gede Alit Putra, I Komang Alit Astrawan Putra, I Putu Esa Mahardika Putu Aryastana Putu Deva Pradnyana Mardiana Putera Putu Doddy Heka Ardana Putu Saniswa Paramanatha Awangga Rahmat Ndruru, Eliyakin Scotlastika Jeanny Phiton Setiawan, I Gede Nik Sidnan Imam Hanafi Siti Nurul Khotimah Soriarta, I Ketut Sri Sulandari Suda Nurjani, Ni Putu Sugiarta, I Wayan Arya Sumarda, Gede Syamsunur, Defrizon Wahid, Muhammad Nur Warsana, Kadek Budhi Wiratnata, I Wayan Astu Yanta, I Nyoman Agus Trisna Yoga Andika