Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI PANCASILA BUDDHIS DAN PANCADHAMMA PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA KELAS VII SMP DI KABUPATEN PESAWARAN Susanto Susanto
Jurnal Pendidikan Buddha dan Isu Sosial Kontemporer (JPBISK) Vol 1 No 1 (2019): Desember
Publisher : STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran yang digunakan guru menjadi multimedia interaktif berbasis problem based learning pada materi Pancasila Buddhis Dan Pancadhamma Pendidikan Agama Buddha Kelas VII Di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Pesawaran. Metode penelitian ini dengan metode research and development (penelitian dan pengembangan), metode ini digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut Hal ini berkaitan dengan tujuan umum penelitian yaitu untuk mengembangkan suatu model multimedia interaktif materi pancasila buddhis dan pancadhamma yang cocok untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Populasi dalam penelitian ini adalah pesertadidik beragama Buddha kelas VII yang berjumlah 6 pesertadidik dari SMP PGRI Pejambon dan 6 pesertadidik dari SMP 21 Pesawaran. Langkah pengembangan yang ditempuh berdasarkan pada langkah pengembangan Bord And Gall memiliki relevansi yang tinggi untuk mengembangkan model multimedia interaktif. Tekhnik analisis menggunakan deskriptif presentase. Data kuantitatif dari penilaian produk yang telah dikembangkan pada saat uji coba produk, dianalisis dengan analisis deskriptif presentase. Teknik analisis data ini digunakan untuk mengetahui validitas dan reabilitas angket. Yaitu penilaian uji coba produk yang di ujikan kepada ahli media, ahli materi, dan guru pendidikan. Hasil penelitian untuk mengetahui kelayakan produk yang dihasilkan, yaitu, multimedia interaktif pada materi pancasila dan pancadhamma kelas VII kabupaten Pesawaran. Berdasarkan uji Validasi produk dilakukan oleh ahli media dan ahli materi mendapatkan hasil Hasil jumlah kedua uji oleh ahli materi dan ahli media mendapatkan skor total 377 dengan rata rata 4.6 dalam kriteria sangat baik atau layak untuk digunakan. Sedangkan validasi oleh guru mata pelajaran pendidikan agama Buddha hasil keseluruhan dari 2 validator oleh guru pendidikan agama Buddha mendapatkan nilai rata rata sebesar 4,6 dan total nilai 377 dengan kriteria sangat baik atau layak untuk digunakan. Hasil ujicoba lapangan menggunakan uji dua sisi dengan tingkat signifikansi a = 5%. hasil pengujian berdasarkan kriteria yang telah dibuat dengan Nilai -t hitung < -t tabel (-36,336< -2,57058) dan P value (0,00 < 0,05) maka Ho ditolak dan ha diterima. Oleh karena itu dari hasil pengujian berdasarkan kriteria yang telah dibuat dengan nilai perbandingan -t hitung < -t tabel (-36,336< -2,57058) dan P value (0,00 < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Ada perbedaan antara rata-rata nilai sebelum menggunakan media dengan rata-rata nilai sesudah menggunakan media
PERAN MAJELIS BUDDHAYANA INDONESIA (MBI) TERHADAP PENANAMAN NILAI INTERSEKTARIAN PADA MASYARAKAT BUDDHA DI LAMPUNG Tejo Ismoyo; Rapiadi Rapiadi; Susanto Susanto
Jurnal Pendidikan Buddha dan Isu Sosial Kontemporer (JPBISK) Vol 3 No 1 (2021): Juni
Publisher : STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan bagaimanakah nilai intersektarian berkembang pada masyarakat Buddha di Lampung dan bagaimanakah peran Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) terhadap penanaman nilai intersektarian pada masyarakat Buddha di Lampung tahun 2018. Belum meratanya penanaman nilai intersektarian pada masyarakat Buddha di Lampung, hal ini terlihat pada saat melaksanakan puja bakti. Umat Buddha di Lampung masih cenderung puja bakti mengunakan paritta (tradisi Theravada). Penanaman nilai intersektarian di provinsi lampung yang belum merata menyebabkan pelaksanakan puja bakti masih difokuskan pada tradisi Theravada. Walaupun masih didominan pada tradisi Theravada, akan tetapi masih ada beberapa masyarakat melaksanakan puja bakti secara khusus menggunakan tradisi Mahayana dan Tantrayana. Nilai intersektarianpun masih belum sepenuhnya diterapkan sehingga terjadi dominasi pengunaan satu mahzab saja yang diangap paling baik, dan terjadi kesenjangan dalam bentuk kurang hormatnya terhadap mahzab lain. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Tempat dilaksanakan penelitian di Provinsi Lampung, waktu yang digunakan adalah 6 bulan, dimulai dari Juli sampai Desember 2018. Adapun Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data primer dan sekunder. Teknik analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif dengan membuat gambaran yang dilakukan dengan cara (1) reduksi data atau penyederhanaan (data reduction), (2) paparan/sajian data (data display), dan (3) penarikan kesimpulan. Provinsi Lampung terdiri dari 164 wihara yang berada di bawah naungan Sangha Agung Indonesia (SAGIN). Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) sebagai pembatu tugas Sangha Agung Indonesia (SAGIN) membimbing Umat Buddha dalam menanamkan nilai intersektarian agar berkembang pada masyarakat Buddha di Lampung. Nilai intersektarian berkembang pada masyarakat Buddha di Lampung, tidak terlepas dari peran Sangha Agung Indonesia (SAGIN) dan Majelis Buddhayana Indonesia (MBI). Berkembangnya nilai intersektarian di Provinsi Lampung Melalui Tokoh Majelis Buddhayana Indonesia (MBI), Melalui Ceramah Dhamma dan Melalui Kunjungan Sangha. Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) memiliki peran penting dalam menanamkan nilai intersektarian dalam perkembangan agama Buddha di Provinsi Lampung. Berikut peran penting Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) dalam menanamkan nilai intersektarian: Membina Melalui Ceramah Dhamma, Pelayanan Puja Bhakti Keliling, Kunjungan Kasih, dan Pelatihan Pandeta.
HUBUNGAN AKTIVITAS SPIRITUAL TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI MUDA-MUDI UMAT BUDDHA Taridi Taridi; Komang Sutawan; Nuriani Nuriani; Susanto Susanto
Jurnal Pendidikan Buddha dan Isu Sosial Kontemporer (JPBISK) Vol 2 No 2 (2020): Desember
Publisher : STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan mengenai aktivitas spiritual dengan kepercayaan diri. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai kepercayaan diri muda-mudi umat Buddha di Pesawaran. Spiritualitas adalah pencarian pribadi untuk memahami jawaban sebagai tujuan akhir dalam hidup, tentang makna, dan tentang hubungan suci atau transenden, yang mana (atau mungkin juga tidak) memimpin pada atau bangun dari perkembangan ritual keagamaan dan bentukan komunitas. Mengenai kepercayaan diri, kepercayaan diri merupakan perluasan yang diyakikini seseorang mengenai apa yang bisa dihasilkan, tujuan yang yang dicapai, atau pelaksanaan tugas secara kompeten. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional, yaitu melakukan uji hubungan antara dua variabel. Hasil penelitian menunjuhkan nilai signifikan 0,00 <0,05% dengan nilai Pearson Correlation 0.619. Artinya ada hubungan yang kuat dan positif antara aktivitas spiritual terhadap kepercayaan diri.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI PANCASILA BUDDHIS DAN PANCADHAMMA PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA KELAS VII SMP DI KABUPATEN PESAWARAN Susanto Susanto
Jurnal Pendidikan Buddha dan Isu Sosial Kontemporer (JPBISK) Vol 1 No 1 (2019): Desember
Publisher : STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran yang digunakan guru menjadi multimedia interaktif berbasis problem based learning pada materi Pancasila Buddhis Dan Pancadhamma Pendidikan Agama Buddha Kelas VII Di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Pesawaran. Metode penelitian ini dengan metode research and development (penelitian dan pengembangan), metode ini digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut Hal ini berkaitan dengan tujuan umum penelitian yaitu untuk mengembangkan suatu model multimedia interaktif materi pancasila buddhis dan pancadhamma yang cocok untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Populasi dalam penelitian ini adalah pesertadidik beragama Buddha kelas VII yang berjumlah 6 pesertadidik dari SMP PGRI Pejambon dan 6 pesertadidik dari SMP 21 Pesawaran. Langkah pengembangan yang ditempuh berdasarkan pada langkah pengembangan Bord And Gall memiliki relevansi yang tinggi untuk mengembangkan model multimedia interaktif. Tekhnik analisis menggunakan deskriptif presentase. Data kuantitatif dari penilaian produk yang telah dikembangkan pada saat uji coba produk, dianalisis dengan analisis deskriptif presentase. Teknik analisis data ini digunakan untuk mengetahui validitas dan reabilitas angket. Yaitu penilaian uji coba produk yang di ujikan kepada ahli media, ahli materi, dan guru pendidikan. Hasil penelitian untuk mengetahui kelayakan produk yang dihasilkan, yaitu, multimedia interaktif pada materi pancasila dan pancadhamma kelas VII kabupaten Pesawaran. Berdasarkan uji Validasi produk dilakukan oleh ahli media dan ahli materi mendapatkan hasil Hasil jumlah kedua uji oleh ahli materi dan ahli media mendapatkan skor total 377 dengan rata rata 4.6 dalam kriteria sangat baik atau layak untuk digunakan. Sedangkan validasi oleh guru mata pelajaran pendidikan agama Buddha hasil keseluruhan dari 2 validator oleh guru pendidikan agama Buddha mendapatkan nilai rata rata sebesar 4,6 dan total nilai 377 dengan kriteria sangat baik atau layak untuk digunakan. Hasil ujicoba lapangan menggunakan uji dua sisi dengan tingkat signifikansi a = 5%. hasil pengujian berdasarkan kriteria yang telah dibuat dengan Nilai -t hitung < -t tabel (-36,336< -2,57058) dan P value (0,00 < 0,05) maka Ho ditolak dan ha diterima. Oleh karena itu dari hasil pengujian berdasarkan kriteria yang telah dibuat dengan nilai perbandingan -t hitung < -t tabel (-36,336< -2,57058) dan P value (0,00 < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Ada perbedaan antara rata-rata nilai sebelum menggunakan media dengan rata-rata nilai sesudah menggunakan media
PERAN MAJELIS BUDDHAYANA INDONESIA (MBI) TERHADAP PENANAMAN NILAI INTERSEKTARIAN PADA MASYARAKAT BUDDHA DI LAMPUNG Tejo Ismoyo; Rapiadi Rapiadi; Susanto Susanto
Jurnal Pendidikan Buddha dan Isu Sosial Kontemporer (JPBISK) Vol 3 No 1 (2021): Juni
Publisher : STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan bagaimanakah nilai intersektarian berkembang pada masyarakat Buddha di Lampung dan bagaimanakah peran Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) terhadap penanaman nilai intersektarian pada masyarakat Buddha di Lampung tahun 2018. Belum meratanya penanaman nilai intersektarian pada masyarakat Buddha di Lampung, hal ini terlihat pada saat melaksanakan puja bakti. Umat Buddha di Lampung masih cenderung puja bakti mengunakan paritta (tradisi Theravada). Penanaman nilai intersektarian di provinsi lampung yang belum merata menyebabkan pelaksanakan puja bakti masih difokuskan pada tradisi Theravada. Walaupun masih didominan pada tradisi Theravada, akan tetapi masih ada beberapa masyarakat melaksanakan puja bakti secara khusus menggunakan tradisi Mahayana dan Tantrayana. Nilai intersektarianpun masih belum sepenuhnya diterapkan sehingga terjadi dominasi pengunaan satu mahzab saja yang diangap paling baik, dan terjadi kesenjangan dalam bentuk kurang hormatnya terhadap mahzab lain. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Tempat dilaksanakan penelitian di Provinsi Lampung, waktu yang digunakan adalah 6 bulan, dimulai dari Juli sampai Desember 2018. Adapun Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data primer dan sekunder. Teknik analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif dengan membuat gambaran yang dilakukan dengan cara (1) reduksi data atau penyederhanaan (data reduction), (2) paparan/sajian data (data display), dan (3) penarikan kesimpulan. Provinsi Lampung terdiri dari 164 wihara yang berada di bawah naungan Sangha Agung Indonesia (SAGIN). Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) sebagai pembatu tugas Sangha Agung Indonesia (SAGIN) membimbing Umat Buddha dalam menanamkan nilai intersektarian agar berkembang pada masyarakat Buddha di Lampung. Nilai intersektarian berkembang pada masyarakat Buddha di Lampung, tidak terlepas dari peran Sangha Agung Indonesia (SAGIN) dan Majelis Buddhayana Indonesia (MBI). Berkembangnya nilai intersektarian di Provinsi Lampung Melalui Tokoh Majelis Buddhayana Indonesia (MBI), Melalui Ceramah Dhamma dan Melalui Kunjungan Sangha. Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) memiliki peran penting dalam menanamkan nilai intersektarian dalam perkembangan agama Buddha di Provinsi Lampung. Berikut peran penting Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) dalam menanamkan nilai intersektarian: Membina Melalui Ceramah Dhamma, Pelayanan Puja Bhakti Keliling, Kunjungan Kasih, dan Pelatihan Pandeta.
HUBUNGAN AKTIVITAS SPIRITUAL TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI MUDA-MUDI UMAT BUDDHA Taridi Taridi; Komang Sutawan; Nuriani Nuriani; Susanto Susanto
Jurnal Pendidikan Buddha dan Isu Sosial Kontemporer (JPBISK) Vol 2 No 2 (2020): Desember
Publisher : STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan mengenai aktivitas spiritual dengan kepercayaan diri. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai kepercayaan diri muda-mudi umat Buddha di Pesawaran. Spiritualitas adalah pencarian pribadi untuk memahami jawaban sebagai tujuan akhir dalam hidup, tentang makna, dan tentang hubungan suci atau transenden, yang mana (atau mungkin juga tidak) memimpin pada atau bangun dari perkembangan ritual keagamaan dan bentukan komunitas. Mengenai kepercayaan diri, kepercayaan diri merupakan perluasan yang diyakikini seseorang mengenai apa yang bisa dihasilkan, tujuan yang yang dicapai, atau pelaksanaan tugas secara kompeten. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional, yaitu melakukan uji hubungan antara dua variabel. Hasil penelitian menunjuhkan nilai signifikan 0,00 <0,05% dengan nilai Pearson Correlation 0.619. Artinya ada hubungan yang kuat dan positif antara aktivitas spiritual terhadap kepercayaan diri.
UPAYA PENGUATAN KARAKTER MELALUI PENDIDIKAN NILAI-NILAI KEMANUSIAAN PADA PESERTA DIDIK Eko Pramono; Lamirin Lamirin; Tejo Ismoyo; Susanto Susanto; Komang Sutawan
Jurnal Pendidikan Buddha dan Isu Sosial Kontemporer (JPBISK) Vol 4 No 1 (2022): Juni
Publisher : STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56325/jpbisk.v4i1.60

Abstract

UPAYA PENGUATAN KARAKTER MELALUI PENDIDIKAN NILAI-NILAI KEMANUSIAAN PADA PESERTA DIDIK Eko Pramono; Lamirin Lamirin; Tejo Ismoyo; Susanto Susanto; Komang Sutawan
Jurnal Pendidikan Buddha dan Isu Sosial Kontemporer (JPBISK) Vol 4 No 1 (2022): Juni
Publisher : STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56325/jpbisk.v4i1.60

Abstract

Pelatihan Mengajar Dengan Metode Role Play Berbasis Psikodrama Kepada Tenaga Pendidik Sekolah Dasar Swasta Pelopor Duri Lisniasari Lisniasari; Susanto Susanto; Nuriani Nuriani; Widiyanto Widiyanto
IKRA-ITH ABDIMAS Vol 5 No 1 (2022): IKRAITH-ABDIMAS No 1 Vol 5 Maret 2022
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (988.931 KB)

Abstract

Tujuan utama daripada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkankemampuan mengajar dengan Metode Role Play Berbasis Psikodrama Kepada Tenaga PendidikSekolah Dasar Swasta Pelopor Duri. Pemberian pelatihan secara virtual mengenai cara menjadipendidik yang menggunakan psikodrama yang berlandaskan pada kegiatan eksplorasi tindakan.Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yakni melaluipendampingan menulis naskah drama dan praktik atau mendemonstrasikan metode role play.Hasilnya, tenaga pendidik mampu membuat naskah drama dan mampu menerapkan Metode RolePlay Berbasis Psikodrama dalam kegiatan belajar mengajar, metode role play menjadi salah satualternatif metode mengajar.
Pengembangan Congdanbud untuk Pengenalan Dasar-Dasar Agama sebagai Sarana Belajar Penunjang Sekolah Minggu Buddhis Wayan Sunando Gautama; Andi Saputra; Desta Pundarika; Susanto Susanto
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.468 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan hasil pengembangan kreatifitas mahasiswa yang ditujukan untuk menghasilkan permainan edukasi bagi pesrtadidik sekolah minggu buddha. Metode penelitian dan pengembangan gunakan dalam pengembangan kreativitas ini untuk menghasilkan permainan edukasi yang menarik bagi peserta didik sekolah minggu buddha yang diberinama CONGDANBUD. Congklak dana buddhis (Congdanbud) merupakan permainan pengembangan dari congklak dan dikombinasikan dengan permainan kartu didalamnya. Pengembangan dilakukan tanpa ujicoba operasional dan hanya menguji validasi produk yang dihasilkan. Validasi dilakukan dengan 2 orang validator ahli madia pembelajaran dan ahli materi Pendidikan agama buddha. Langkah-langkah pengembangan yang dilakukan berdasarkan langkah-langkah pengembangan Bord and Gall yang memiliki relevansi yang tinggi untuk mengembangkan media edukasi congdanbud sebagai media pembelajaran. Teknik analisis menggunakan deskriptif persentase. Data kuantitatif dari validasi produk yang dikembangkan selama uji coba produk dianalisis dengan analisis deskriptif persentase. Teknik analisis data ini digunakan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas instrumen. Uji coba produk dilakukan pada ahli media dan ahli materi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Pengembangan Congdanbud untuk pengenalan dasar-dasar agama sebagai sarana belajar penunjang sekolah minggu buddhis dapat digunakan oleh peserta didik. Penerapan dalam penggunaanya sangat mudah dikarenakan peralatan congdanbud bersifat fisik dan dapat disusun dengan petunjuk dari guru. Sebagai alat peraga, Congklak dana buddhis tidak hanya dapat berfungsi sebagai sarana belajar pada materi, melainkan juga dapat digunakan sebagai sarana dalam bermain dan mengasah kreativitas dan keaktifan anak . Penggunaan congklak dana buddhis ini memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik secara nyata agar peserta didik memiliki pengalaman belajar yang berbeda dari metode yang biasa digunakan oleh guru..