Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Pemanfaatan Platform Quora Sebagai Sumber Pembelajaran Reading pada Siswa SMA IT Imam Syafii 2 Pekanbaru Estika Satriani; Andi Idayani; Resy Oktadela; Destry Priyanti Kadir
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 7 No. 2 (2026): May
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v7i2.20143

Abstract

This community service activity aims to improve students’ English reading ability and digital literacy by using Quora as an authentic digital learning platform. A total of 25 students and 2 English teachers from SMAIT Imam Syafii 2, Pekanbaru, participated as partners in this program. The activity was implemented using a participatory training approach based on digital practice. Evaluation instruments consisted of questionnaires, which were analyzed descriptively using interval assessment techniques. The results of the program showed that the use of Quora as a digital reading medium, which provides authentic reading sources, diverse topics, and opportunities for real interaction with global users, was effective in improving students’ reading comprehension and digital literacy. In addition, students demonstrated increased motivation and self-confidence in understanding and responding to English texts. This community service activity highlights the importance of continuous mentoring in integrating technology into English reading instruction and is expected to serve as a replicable model of digital platform-based reading instruction for other secondary school contexts.
Exploring the Pedagogical Potentials and Limitations of TikTok in Language Learning Hartono, Wira Jaya; Ramadhan, Syahrul; Tiarina, Yuli; Oktadela, Resy
Journal of Language and Literature Studies Vol. 6 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jolls.v6i1.4086

Abstract

TikTok has quickly become one of the most widely used short-form video platforms worldwide, and its presence in language learning continues to grow. Although many digital-native learners engage with the platform daily, there is still limited research that brings together its pedagogical strengths and structural challenges in a systematic way. This study examines how TikTok can be integrated into language-learning contexts and what factors may limit its effective use. A systematic review of twenty peer-reviewed studies published between 2022 and 2024 was conducted to capture recent developments in post-pandemic digital learning. The selected studies focused on TikTok’s use in formal or semi-formal language-learning settings and were analyzed using qualitative thematic synthesis. The findings show that TikTok’s short-form and multimodal features support vocabulary development, speaking practice, pronunciation awareness, and learner engagement. Its brief and repeatable content encourages frequent exposure to language input. However, the platform’s entertainment-driven algorithm, limited capacity for deeper explanation, unequal digital access, and varying levels of teacher readiness pose challenges for structured classroom integration. Overall, TikTok offers meaningful pedagogical value when used intentionally within clear instructional frameworks. Its effectiveness depends on thoughtful alignment with learning objectives and careful integration into broader teaching strategies.
PELATIHAN PENGAJARAN KOSAKATA BAGI GURU MGMP BAHASA INGGRIS UNTUK PENINGKATAN MUTU ASESMEN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA SMA RIAU Resy Oktadela; Yusti Elida; Dea Mustika; Putri Octa Hadiyanti; Herman Herman; Shafira Gusti; Sri Yuliani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.59568

Abstract

Kemampuan berbicara (speaking skill) dalam Bahasa Inggris sangat dipengaruhi oleh penguasaan kosakata (vocabulary) peserta didik, sebab keterbatasan kosakata sering menjadi penyebab utama siswa kesulitan mengungkapkan gagasan secara lisan. Persoalan yang ditemukan pada sejumlah guru Bahasa Inggris jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) di Provinsi Riau adalah belum beragamnya teknik pengajaran kosakata yang digunakan di kelas, ditambah lemahnya kemampuan guru dalam menyusun instrumen penilaian (asesmen) keterampilan berbicara yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Menyikapi kondisi tersebut, tim pelaksana merancang program pengabdian masyarakat berupa pendampingan dan pelatihan pengajaran kosakata bagi guru-guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris jenjang SMA, dengan harapan dapat memperkuat kualitas asesmen keterampilan berbicara siswa. Program ini diselenggarakan pada Sabtu, 6 Juni 2026, berlokasi di SMA Negeri 8 Pekanbaru, dan dihadiri oleh para guru Bahasa Inggris SMA dari wilayah Kota Pekanbaru. Pelaksanaannya mengikuti empat rangkaian kegiatan, yaitu penjajakan kebutuhan peserta, pemaparan konsep melalui ceramah dan tanya jawab, praktik langsung (workshop) merancang teknik pengajaran kosakata sekaligus rubrik penilaian berbicara, serta pengukuran hasil belajar melalui pre-test dan post-test. Setelah kegiatan berlangsung, terlihat peningkatan capaian peserta baik dalam memahami cara mengajarkan kosakata secara kontekstual maupun dalam menyusun instrumen penilaian keterampilan berbicara, sebagaimana tergambar dari skor post-test yang lebih tinggi dibandingkan skor pre-test, dan didukung pula oleh tanggapan positif para peserta. Program semacam ini diharapkan dapat dijadikan model pendampingan berkelanjutan bagi forum MGMP Bahasa Inggris guna mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan penilaian keterampilan berbicara siswa SMA di wilayah Riau.
Penguatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Melalui Pendekatan Deep Learning Dea Mustika; Laili Rahmi; Resy Oktadela; Siti Quratul Ain; Febrina Dafit; Karmeliya Karmeliya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1609

Abstract

Deep learning menjadi sebuah pendekatan yang dipercaya mampu meningkatkan kualitas pembelajaran. Kenyataannya, masih cukup banyak guru yang mempunyai keterbatasan memahami konsep penerapan dari pendekatan deep learning. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk memberi pemahaman kepada guru sekolah dasar dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan deep learning. Metode partisipatif dan berbasis kebutuhan adalah metode yang digunakan. Tahapan kegiatan meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan kegiatan, tahap pendampingan, serta tahap evaluasi dan refleksi.  Hasil tahap persiapan memperoleh temuan analisis kebutuhan dan identifikasi permasalahan, tahap pelaksanaan berupa workshop interaktif dan sesi diskusi, tahap pendampingan dengan mendampingi guru merancang skenario pembelajaran serta tahap evaluasi dan refleksi yang diperoleh melalui kuesioner kepuasan guru sebagai peserta pengabdian. Secara keseluruhan, hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan menunjukkan hasil positif dengan guru yang lebih memahami penerapan pendekatan deep learning. Guru mampu merancang aktivitas pembelajaran yang lebih eksploratif, kontekstual, dan berpusat pada siswa.
Pembelajaran Mendalam dalam Asesmen Bahasa Inggris: Pengembangan Asesmen Otentik Berbasis Portofolio bagi Guru Bahasa Inggris MGMP Kota Pekanbaru Yusti Elida; Syamsilasmi Saleh; Sri Yuliani; Resy Oktadela; Novi Anastasha
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.195

Abstract

Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 13 Tahun 2025 menuntut guru menyesuaikan praktik asesmen dengan pendekatan pembelajaran mendalam, termasuk pada pembelajaran Bahasa Inggris. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat pemahaman dan kesiapan guru dalam mengembangkan asesmen otentik berbasis portofolio. Kegiatan berbentuk workshop satu hari bagi 50 guru Bahasa Inggris SMA Negeri dan Swasta se-Kota Pekanbaru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran, dilaksanakan pada 6 Juni 2026 di SMA Negeri 8 Pekanbaru, melalui pemaparan konsep, demonstrasi contoh instrumen dan rubrik, serta diskusi dan tanya jawab. Evaluasi menggunakan angket berskala Likert dengan sepuluh pernyataan dan tiga pertanyaan terbuka yang diisi seluruh peserta. Rata-rata respons peserta mencapai 4,41 dari skala 5 atau 88,12% dengan kategori sangat baik. Penilaian tertinggi diperoleh aspek responsivitas narasumber sebesar 91,60%, sedangkan penilaian terendah pada aspek pemahaman konseptual sebesar 83,60%. Jawaban terbuka menempatkan keterbatasan waktu sebagai kendala penerapan yang paling banyak disebutkan sebanyak 42%, sementara pelatihan rubrik asesmen portofolio menjadi kebutuhan lanjutan terbanyak sebesar 46%. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa materi diterima dengan baik, namun penguatan sisi konseptual dan pendampingan penyusunan instrumen masih diperlukan agar penerapan asesmen portofolio di kelas dapat berjalan berkelanjutan.
Pembelajaran Mendalam dalam Asesmen Bahasa Inggris: Pengembangan Asesmen Otentik Berbasis Portofolio bagi Guru Bahasa Inggris MGMP Kota Pekanbaru Yusti Elida; Syamsilasmi Saleh; Sri Yuliani; Resy Oktadela; Novi Anastasha
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.195

Abstract

Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 13 Tahun 2025 menuntut guru menyesuaikan praktik asesmen dengan pendekatan pembelajaran mendalam, termasuk pada pembelajaran Bahasa Inggris. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat pemahaman dan kesiapan guru dalam mengembangkan asesmen otentik berbasis portofolio. Kegiatan berbentuk workshop satu hari bagi 50 guru Bahasa Inggris SMA Negeri dan Swasta se-Kota Pekanbaru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran, dilaksanakan pada 6 Juni 2026 di SMA Negeri 8 Pekanbaru, melalui pemaparan konsep, demonstrasi contoh instrumen dan rubrik, serta diskusi dan tanya jawab. Evaluasi menggunakan angket berskala Likert dengan sepuluh pernyataan dan tiga pertanyaan terbuka yang diisi seluruh peserta. Rata-rata respons peserta mencapai 4,41 dari skala 5 atau 88,12% dengan kategori sangat baik. Penilaian tertinggi diperoleh aspek responsivitas narasumber sebesar 91,60%, sedangkan penilaian terendah pada aspek pemahaman konseptual sebesar 83,60%. Jawaban terbuka menempatkan keterbatasan waktu sebagai kendala penerapan yang paling banyak disebutkan sebanyak 42%, sementara pelatihan rubrik asesmen portofolio menjadi kebutuhan lanjutan terbanyak sebesar 46%. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa materi diterima dengan baik, namun penguatan sisi konseptual dan pendampingan penyusunan instrumen masih diperlukan agar penerapan asesmen portofolio di kelas dapat berjalan berkelanjutan.
Pemikiran Filsafat Ilmu Pendidikan Rahmah El Yunusiah: Transformasi Nilai-Nilai Keislaman dalam Pendidikan Diniyyah Putri Yusti Elida; Mukhaiyar Mukhaiyar; Resy Oktadela
Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa Vol. 3 No. 4 (2024): Desember: Jurnal Penelitian Mahasiswa
Publisher : Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/populer.v3i4.2756

Abstract

This study examines the philosophical thoughts of Rahmah El Yunusiah, a prominent female reformer in Islamic education in Indonesia, focusing on the transformation of Islamic values. The primary focus is on the application of Islamic values in the educational practices at Diniyyah Putri, the Islamic educational institution she founded. A qualitative approach with a literature study method was used to explore Rahmah El Yunusiah's thoughts through her works, historical documents, and institutional archives. The findings reveal that her educational philosophy emphasizes the formation of Islamic character, the development of knowledge based on tauhid, and the empowerment of Muslim women through education. The transformation of Islamic values is reflected in a holistic curriculum, the integration of religious and general sciences, and the cultivation of noble character as the foundation of education. These contributions provide new insights into the relevance of value-based Islamic education in the modern era, particularly in the context of women's education. This study recommends developing educational models that contextually adopt Islamic values to address globalization challenges.