Claim Missing Document
Check
Articles

IOT UNTUK EFISIENSI PETERNAKAN UNGGAS SKALA RUMAHAN DALAM PROGRAM MANDIRI PANGAN Ahdiansyah, M. Hafidz; Febiharsa, Dhega; Abdillah, Fuad
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8632

Abstract

The home-scale poultry farming sector in rural areas still faces challenges due to manual management that causes instability in the cage environment, waste of feed, and high poultry mortality rates. This condition hinders productivity and is contrary to the vision of the Food Independence Program which encourages village-based food sovereignty. This service activity aims to increase the efficiency and productivity of home-scale poultry farming through the implementation of an Internet of Things (IoT)-based automation system in Mlilir Village, Grobogan Regency. The participatory action research approach is applied through six stages: preparation, socialization, installation of IoT prototypes, technical training, intensive mentoring, and monitoring and evaluation during the trial period. The developed IoT system consists of temperature, humidity, and light sensors, feed and drinking water automation mechanisms, as well as a mobile interface based on ESP32 and Bardi Smart devices. The implementation has succeeded in stabilizing the cage environment, saving feed by up to 12%, reducing poultry mortality by 15%, and increasing the independence of farmers in operating technology. This activity proves that IoT-based appropriate technology can be an effective solution for the modernization of micro farms. The main contribution of the activity is the integration of digital technology with the national policy of Mandiri Pangan, as well as strengthening the digital literacy-based empowerment model at the village level. ABSTRAKSektor peternakan unggas skala rumahan di pedesaan masih menghadapi tantangan akibat pengelolaan manual yang menyebabkan ketidakstabilan lingkungan kandang, pemborosan pakan, dan tingginya angka kematian unggas. Kondisi ini menghambat produktivitas dan bertentangan dengan visi Program Mandiri Pangan yang mendorong kedaulatan pangan berbasis desa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas peternakan unggas skala rumahan melalui implementasi sistem otomasi berbasis Internet of Things (IoT) di Desa Mlilir, Kabupaten Grobogan. Pendekatan participatory action research diterapkan melalui enam tahap: persiapan, sosialisasi, instalasi prototipe IoT, pelatihan teknis, pendampingan intensif, serta monitoring dan evaluasi selama periode uji coba. Sistem IoT yang dikembangkan terdiri atas sensor suhu, kelembaban, dan cahaya, mekanisme otomatisasi pakan dan air minum, serta antarmuka mobile berbasis ESP32 dan perangkat Bardi Smart. Implementasi berhasil menstabilkan lingkungan kandang, menghemat pakan hingga 12%, menurunkan angka kematian unggas sebesar 15%, dan meningkatkan kemandirian peternak dalam mengoperasikan teknologi. Kegiatan ini membuktikan bahwa teknologi tepat guna berbasis IoT dapat menjadi solusi efektif untuk modernisasi peternakan mikro. Kontribusi utama kegiatan adalah integrasi teknologi digital dengan kebijakan nasional Mandiri Pangan, sekaligus memperkuat model pemberdayaan berbasis literasi digital di tingkat desa.
STUDI LITERATUR: IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DAN MENGATASI KEHILANGAN BELAJAR Khoeron, Nur; Ariefuddin, Fahmy; Setiaji, Agus; Abdillah, Fuad
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i4.8448

Abstract

The transformation of the 21st-century education landscape has become increasingly evident following the COVID-19 pandemic, which resulted in significant learning loss across educational levels. This situation prompted governments to undertake comprehensive evaluations and formulate adaptive policies aimed at learning recovery. Within this context, innovative approaches to teaching and curriculum development are essential, particularly in alignment with the Freedom of Learning policy and the accelerated integration of educational technology, which emphasizes activity-based learning. This study aims to examine and identify forms of top-down curriculum innovation implemented in educational institutions. A descriptive analytical method was employed to portray the characteristics, conditions, and dynamics of curriculum implementation based on the collected data. The research was conducted through a literature review involving books and scholarly journal articles, complemented by data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. The findings reveal several implementation aspects that warrant further exploration; however, the study also encountered limitations, including teachers’ limited willingness to participate as respondents and uneven curriculum implementation across regions in Indonesia, which constrained the availability of empirical literature. This study contributes to a conceptual understanding of curriculum innovation and its implementation, particularly in the context of post-pandemic educational recovery and as a critical reflection on centrally driven education policies. ABSTRAKPerubahan lanskap pendidikan abad ke-21 semakin menguat setelah terjadinya pandemi COVID-19 yang berdampak pada melemahnya capaian belajar peserta didik di berbagai jenjang pendidikan. Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh sekaligus merumuskan kebijakan pemulihan pembelajaran yang adaptif. Dalam konteks ini, dibutuhkan inovasi pembelajaran dan kurikulum yang mampu menjawab tantangan learning loss, sejalan dengan kebijakan Merdeka Belajar dan percepatan pemanfaatan teknologi pendidikan yang mengarah pada pembelajaran berbasis aktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengidentifikasi bentuk-bentuk inovasi kurikulum yang bersifat top-down yang diimplementasikan pada satuan pendidikan. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan fokus pada pemaparan karakteristik, kondisi, dan dinamika implementasi kurikulum berdasarkan data yang diperoleh. Penelitian ini dilakukan melalui studi literatur dengan menelaah berbagai sumber berupa buku dan artikel jurnal ilmiah, serta didukung oleh teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil pengamatan menunjukkan adanya sejumlah aspek implementasi kurikulum yang relevan untuk dikaji lebih lanjut, meskipun penelitian ini menghadapi kendala berupa keterbatasan partisipasi responden guru serta ketimpangan implementasi kurikulum di berbagai wilayah Indonesia yang berdampak pada keterbatasan sumber literatur empiris. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual dalam memahami inovasi kurikulum dan dinamika implementasinya, khususnya dalam upaya pemulihan pendidikan pascapandemi dan sebagai refleksi atas kebijakan pendidikan nasional yang bersifat sentralistik.
STUDI LITERATUR: METODE SIGNIFIKAN DAN OBYEK PENDIDIKAN INKLUSIF DALAM KEBIJAKAN PEMERINTAH Kristiyaningsih, Dewi Lestari; Rohayati, Eti; Rusana, Reni Palupi Ida; Abdillah, Fuad
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9400

Abstract

Inclusive education has emerged as a global priority in the pursuit of equitable, quality education for all students, regardless of their background or abilities. However, implementation in Indonesia faces significant challenges due to its decentralized governance structure, leading to regional variations and a narrow policy perspective in practice. This research aims to analyze Indonesia's inclusive education policy, focusing specifically on how the object (target) is defined, the decentralized policy process, and its urgency toward achieving national educational justice. The study employed a qualitative library research method, utilizing a content and analytic review approach. Data collection involved the critical and systematic review of officially documented policies (such as Permendiknas No. 70/2009) and relevant secondary literature. Data analysis utilized thematic and content analysis, involving data reduction, thematic categorization, and deep interpretation to construct a cohesive scientific narrative. Principal results reveal that the policy's narrow, disability centric definition of the inclusion object and significant systemic gaps in teacher preparedness and resource distribution compromise the effectiveness of implementation methods. The study concludes that proper inclusive education requires a transition from mere physical placement to comprehensive systemic reform, supported by continuous investment and fundamental attitudinal change. This research contributes to the discourse on educational equity by highlighting the need to combine centralized guidance with decentralized flexibility to ensure national policy coherence and practical implementation across diverse contexts. ABSTRAK Pendidikan inklusif telah muncul sebagai prioritas global untuk memastikan pendidikan yang adil dan berkualitas bagi semua peserta didik. Namun, implementasi kebijakan di Indonesia menghadapi tantangan karena pendekatan desentralisasi dan perspektif sempit yang sering menyamakan inklusi dengan akomodasi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) saja, mengabaikan kelompok rentan lain. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kebijakan pendidikan inklusif di Indonesia, dengan fokus pada obyek sasaran, proses kebijakan yang terdesentralisasi, dan urgensinya terhadap keadilan pendidikan nasional. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Prosedur pengumpulan data melibatkan penelaahan kritis dan sistematis terhadap sumber-sumber tertulis yang relevan. Analisis data dilakukan melalui analisis tematik yang dikombinasikan dengan analisis isi, melibatkan tahapan reduksi, kategorisasi, dan interpretasi kritis. Temuan menunjukkan bahwa fokus kebijakan yang sempit (ABK sentris) dan kesenjangan kapasitas sistemik dalam implementasi (seperti kurangnya pelatihan guru dan sumber daya) menghambat efektivitas metode inklusif yang signifikan. Disimpulkan bahwa inklusi yang sesungguhnya membutuhkan transisi dari sekadar penempatan fisik menuju reformasi struktural, didukung oleh investasi berkelanjutan dan perubahan sikap budaya, untuk mencapai keadilan pendidikan. Penelitian ini berkontribusi pada diskursus ekuitas pendidikan regional dengan memperkuat pentingnya koherensi sistemik dan strategi implementasi yang sensitif terhadap konteks sosio-kultural.
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PRA–VOKASIONAL UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG DUNIA VOKASI PADA SISWA SMP TRIMULYA SEMARANG Adelia Adjeng Aradhea; Fuad Abdillah; Nurul Burhan; Diana Langgeng Mustikawati
Journal of Vocational Education and Automotive Technology Vol 7 No 2 (2025): Journal of Vocational Education and Automotive Technology
Publisher : Ivet University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/joveat.v7i2.4313

Abstract

Pre-vocational learning is an effort made on children from an early age so that children are able to know and recognize the world of work as a direction for their future. The purpose of this study is to increase knowledge about the world of vocations in students through the implementation of pre-vocational learning which is carried out in collaboration with the subject teacher of Guidance and Counseling (BK) at Trimulya Junior High School, Semarang City. The data collection technique used in this study is to use instruments that are tested for validity in the form of pre – test and post – test. Subjects used in this study were students at Trimulya Junior High School Semarang. Based on the results of the research conducted, it can be concluded that there is an increase in knowledge about the vocational world in students at Trimulya Junior High School in Semarang City after the implementation of pre-vocational learning at Trimulya Junior High School in Semarang City.
PENGARUH HASIL BELAJAR TEKNIK OTOMOTIF TERHADAP KESIAPAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI PADA SISWA KELAS XI TKR SMK KESUMA MARGOYOSO PATI M. Laili Fuad; Fuad Abdillah; Sena Mahendra; Joko Suwignyo
Journal of Automotive Technology Vocational Education Vol. 1 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif, Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jatve.v1i1.673

Abstract

Sekolah menengah kejuruan merupakan lembaga pendidikan yang berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan siap bekerja. Sebagai upaya menyiapkan siswa yang berkompeten dan siap kerja, setiap siswa di SMK wajib melakukan praktik kerja industri. Tujuan dilakukan hal tersebut adalah agar siswa dapat meningkatkan kompetensi dan memiliki pengetahuan tentang dunia kerja di industri. Untuk itu, sebelum melakukan praktik kerja industri, siswa haruslah diberikan bekal ilmu pengetahuan dalam menghadapi praktik kerja industri, sehingga dengan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh di sekolah, siswa dapat berkembang saat praktik di dunia industri. Penelitian ini tergolong dalam penelitian kuantitatif dengan populasi seluruh siswa kelas XI SMK Kesuma Margoyoso Pati sebanyak 165 siswa. Kemudian ditentukan jumlah sampelnya dengan rumus Slovin (1960) pada taraf 5% dan didapatkan jumlah sampelnya 117 responden. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan proporsional random sampling. Pengumpulan data menggunakan angket serta dokumentasi. Variabel bebasnya adalah hasil belajar teknik otomotif, dan variabel terikatnya adalah kesiapan praktik kerja industri. Untuk uji analisis datanya menggunakan bantuan program SPSS v.20.0. Secara keseluruhan, mayoritas sebesar 64,1% siswa memiliki hasil belajar yang baik, yaitu rentang nilai antara 80–90 dengan predikat baik. Sedangkan untuk kesiapan praktik kerja industri, siswa SMK Kesuma Margoyoso Pati memiliki kesiapan yang sangat baik, yaitu sebesar 48% siswa memperoleh skor antara 97,7–120 (skala pengukuran angket penelitian) dengan predikat sangat baik, dan 46% siswa memperoleh skor 75–97,7 dengan predikat baik. Berdasarkan uji koefisien determinasi, diketahui nilai R square adalah 0,010. Hal ini berarti 10% variasi kesiapan praktik kerja industri dapat dijelaskan oleh variasi dari variabel independen hasil belajar teknik otomotif, sedangkan sisanya 90% dijelaskan oleh sebab-sebab lain di luar model. Hal ini menjelaskan bahwa ada pengaruh antara hasil belajar teknik otomotif terhadap kesiapan praktik kerja industri.
IMPLEMENTASI VIDEO PADA KOMPETENSI TUNE UP MESIN EFI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR Dhiran Joyo; Fuad Abdillah; Joko Suwignyo; Bayu Gilang Purnomo
Journal of Automotive Technology Vocational Education Vol. 2 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif, Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jatve.v2i2.2067

Abstract

Siswa mengalami kesulitan memahami pelajaran, minat mengikuti pelajaran teori kejuruan yang masih kurang, selain itu kurang tepatnya model dan media pembelajaran yang diterapkan dalam proses belajar mengajar, sehingga hasil belajar siswa rendah. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui hasil dari proses pembelajaran; (2) mengetahui hasil belajar siswa setelah menggunakan media audio video pembelajaran kompetensi dasar tune-up mesin EFI kelas XII TKR; (3) mengetahui seberapa besar keaktifan siswa setelah menggunakan media audio video pada kompetensi dasar tune-up mesin EFI siswa kelas XII TKR; (4) mengetahui hasil observasi guru sebelum dan sesudah menggunakan media audio video. Penelitian ini termasuk dalam penelitian PTK, menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini mengkaji pengaruh keaktifan, hasil belajar siswa, dan kinerja guru. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas XII TKR SMK Islam Pemalang sebanyak 30 responden. Metode pengumpulan data menggunakan angket dan nilai. Hasil keaktifan siswa siklus I kategori aktif (20% < 75%). Pada siklus II keaktifan siswa kategori aktif (83,33% > 75%). Hasil belajar siswa siklus I tuntas (33,33%), belum tuntas (66,67%). Pada siklus II siswa tuntas (83,33%), belum tuntas (16,67%). Kemudian hasil observasi guru pada siklus I sebesar (67,05%), kinerja guru sebesar (67,83%). Meningkat pada siklus II menjadi (83,53%) dan kinerja guru meningkat menjadi (83,48%) lebih dari klasikal yang ditetapkan yaitu 80%. Kata kunci: implementasi video pembelajaran, peningkatan keaktifan siswa, peningkatan hasil belajar
Pelatihan Welding dan Pembuatan Standing Pot Bunga pada Siswa Teknik Kendaraan Ringan di Sekolah Menengah Kejuruan Nurul Burhan; Fuad Abdillah; Budiyanto Budiyanto
Manggali Vol 6 No 1 (2026): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v6i1.4405

Abstract

Welding is an art form that can be applied and applied in craft products. The purpose of this community service activity is to 1) provide students with knowledge about welding techniques, 2) train students' skills in making standing flower pots. The method of implementing the activity is in the form of initial evaluation, demonstration, practice, and final evaluation. The results of the training activities can be concluded that. 1) students' knowledge regarding welding techniques can be concluded that the average before training is 54.75 and after training is 80.25. 2) students' skills are seen from the neatness of welding and the completion of standing flower pot products, of the 20 participants who participated, all of them were able to complete their tasks