Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH EKSTRAK KUNYIT, KENCUR, JAHE, DAN LENGKUAS TERHADAP PENYAKIT BULAI PADA TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata) Devita Alfandri; Joko Prasetyo; Tri Maryono
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.098 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i2.2088

Abstract

Salah satu penyakit penting dalam budidaya jagung manis adalah penyakit bulai yang disebabkan oleh jamur Peronosclerospora maydis. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak rimpang (kunyit, kencur, jahe, dan lengkuas) untuk mengendalikan penyakit bulai (P. maydis) pada tanaman jagung manis. Penelittian dilaksanakan dari Mei-Agustus 2012 di Laboratorium Penyakit Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Perlakuan dalam percobaan ini disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima ulangan. Perlakuan terdiri atas kontrol berupa air steril (P0), ekstrak kunyit (P1), ekstrak kencur (P2), ekstrak jahe (P3), ekstrak lengkuas (P4), dan fungisida sintetik (dimetomorf 0,5 g/l) sebagai pembanding (P5). Peubah yang diamati adalah keterjadian penyakit, masa inkubasi, tinggi, bobot kering dan basah tanaman. Pengamatan dilakukan setiap hari selama tiga minggu. Data hasil pengamatan kemudian dianalisis dengan sidik ragam. Hasil penelitian menunjukan ekstrak kunyit, kencur, jahe, dan lengkuas tidak efektif dalam menekan keterjadian penyakit bulai pada jagung manis.
PENGARUH BEBERAPA FUNGISIDA NABATI TERHADAP KETERJADIAN PENYAKIT BULAI PADA JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata) Rara Ayu Sekarsari; Joko Prasetyo; Tri Maryono
Jurnal Agrotek Tropika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.495 KB) | DOI: 10.23960/jat.v1i1.1924

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun (tapak liman, mimba, sirih, dan seraiwangi) dalam mengendalikan penyakit bulai (Perenosclerospora maydis) pada tanaman jagung manis. Penelitian dilaksanakan dari Mei sampai Juni 2012 di Laboratorium Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian disusun dalam rancangan acak lengkap dengan lima ulangan. Perlakuan terdiri atas kontrol berupa air steril (P0), ekstrak daun tapak liman (P1), ekstrak daun mimba (P2), ekstrak daun sirih (P3), ekstrak daun seraiwangi (P4) dan fungisida sintetik (P5). Hasil penelitian menunjukkan (1) Ekstrak daun tapak liman, mimba, sirih, dan seraiwangi efektif dalam menekan penyakit bulai pada jagung manis (2) Seraiwangi memiliki potensi yang paling tinggi dalam menekan keterjadian penyakit bulai pada jagung manis.
PENGARUH MEFENOKSAM DAN Trichoderma sp. TERHADAP PENYAKIT BULAI DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG Elsa Wulandari; Joko Prasetyo; Muhammad Nurdin; Tri Maryono
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i1.5601

Abstract

Salah satu kendala dalam budidaya tanaman jagung adalah penyakit bulai yang disebabkan oleh jamur Peronosclerospora sp.  Gejala khas penyakit bulai pada tanaman jagung berupa gejala klorotis memanjang sejajar tulang daun, pertumbuhan tanaman yang terserang terhambat, dan pada pagi hari terlihat tanda penyakit berupa tepung putih di bawah permukaan daun.  Salah satu bahan aktif fungisida yang dapat digunakan untuk mengendalikan penyakit bulai adalah mefenoksam dan salah satu antagonis yang dapat digunakan untuk mengendalikan penyakit ini adalah Trichoderma sp.  Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh mefenoksam, Trichoderma sp. terhadap intensitas penyakit bulai dan pertumbuhan tanaman jagung, dan mengetahui adanya interaksi mefenoksam dan Trichoderma sp. terhadap intensitas penyakit bulai dan pertumbuhan tanaman jagung.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan 2 faktor dengan tiga kali ulangan.  Faktor pertama yang digunakan yaitu fungisida sedangkan faktor kedua Trichoderma sp.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan fungisida mefenoksam dapat menekan keterjadian dan keparahan penyakit.
PATOTIPE Colletotrichum gloeosporioides PENYEBAB PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA CABAI DI LAMPUNG Tria Sita Febriana; Tri Maryono; Titik Nur Aeny
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v2i1.1944

Abstract

Produktivitas cabai (Capsicum spp.) pada beberapa tahun belakangan ini termasuk rendah, karena produksivitasnya tidak mampu mencapai potensi hasil yang seharusnya. Salah satu penyebabnya adalah penyakit antraknosa. Lebih dari 90%patogen antraknosa yang menginfeksi cabai adalah Colletotrichum gloeosporioides, spesies ini juga dilaporkan paling virulen dibandingkan spesies Colletotrichum lainnya. Salah satu cara untuk mengendalikan penyakit antraknosa pada cabai ialah menggunakan varietas resisten/varietas tahan. Agar program pengembangan varietas tahan berhasil menciptakan genotipe yang resisten, pengetahuan tentang variabilitas dan struktur patotipe dalam suatu populasi patogen adalah penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya patotipe dalam spesies C. gloeosporioides penyebab penyakit antraknosa pada cabai yang ada di Lampung. Penelitian dilaksanakan dari Desember 2012 sampai Maret 2013 di Laboratorium Penyakit Tumbuhan Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian dilaksanakan dalam percobaan faktorial menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan. Data pengamatan dianalisis dengan sidik ragam dan pemisahan nilai tengah antar perlakuan diuji dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan (alfa) 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua isolat C. gloeosporioides yang diuji bersifat patogenik dan memiliki virulensi atau keagresifan yang berbeda-beda. Dari hasil penelitian juga dapat diketahui bahwa dari keempat isolat C. gloeosporioides yang diuji pada empat jenis cabai (C. frutescens, C. frutescens (kul.caplak), C. annuum var TM 99 dan C. annuum (kul. brebes)) menunjukkan bahwa tidak ada patotipe yang teridentifikasi dari empat isolat C. gloeosporioides tersebut. Hal ini disebabkan dari keempat isolat yang digunakan dalam penelitian ini mampu menginfeksi semua jenis cabai yang digunakan dalam pengujian.
PENGARUH BAKTERI Paenibacillus polymyxa DAN JAMUR Trichoderma sp. TERHADAP PENYAKIT BULAI (Peronosclerospora maydis (Rac.) Shaw) PADA TANAMAN JAGUNG Komang Sutama; Suskandini Ratih; Tri Maryono; Cipta Ginting
Jurnal Agrotek Tropika Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.359 KB) | DOI: 10.23960/jat.v3i2.1995

Abstract

Salah satu kendala dalam budidaya jagung adalah penyakit bulai yang disebabkan oleh P. maydis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh agensia hayati P. polymyxa dan Trichoderma sp. terhadap penyakit bulai pada tanaman jagung. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan Jurusan Proteksi Tanaman dan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung dari November 2013 sampai Januari 2014. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan lima ulangan (kelompok). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan sidik ragam dan selanjutnya diuji dengan uji BNT pada taraf 5%. Perlakuan terdiri atas kontrol (P0), perlakuan benih dan penyemprotan dengan bakteri P. polymyxa (P1), perlakuan benih dan penyemprotan dengan jamur Tricoderma sp. (P2), dan perlakuan benih dan penyemprotan dengan fungisida metalaksil (P3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi bakteri P. polymyxa dapat mengurangi keterjadian penyakit bulai pada tanaman jagung manis Bonanza F1 pada30 HST dan 37 HST. Aplikasi Trichoderma sp. dapat mengurangi keterjadian penyakit bulai tanaman jagung hibrida NK22 pada 33 dan 40 HST. Tanaman jagung manis Bonanza F1 dan jagung hibrida NK22 pada 7 HST yang diaplikasi dengan bakteri P. polymyxa dan Trichoderma sp. lebih tinggi dibandingkan dengan tinggi tanaman jagung yang tidak diberi agensia hayati apapun. Bobot tongkol jagung manis Bonanza F1 dan jagung hibrida NK22 akibat aplikasi P. polymyxa dan Trichoderma sp. lebih berat dibandingkan dengan bobot tongkol jagung dari tanaman yang tidak diberi agensia hayati apapun.
PENGARUH Trichoderma spp. DAN FUNGISIDA SINTETIS TERHADAP PERTUMBUHAN Sclerotium rolfsii DAN KETERJADIAN PENYAKIT REBAH KECAMBAH KACANG TANAH Anisah Fajar Mahabbah; Titik Nur Aeny; Tri Maryono
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.918 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i2.2086

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan salah satu tanaman jenis kacang-kacangan yang penting. Produksi kacang tanah di Indonesia terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Salah satu penyebab rendahnya produksi kacang tanah adalah masih rendahnya ketahanan tanaman kacang tanah terhadap penyebab penyakit rebah kecambah. Salah satu metode pengendalian rebah kecambah pada kacang tanah adalah menggunakan agen hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan Trichoderma spp., fungisida karbendazim dan mankozeb terhadap pertumbuhan Sclerotium rolfsii patogen rebah kecambah dan keterjadian penyakit rebah kecambah pada kacang tanah. Penelitian ini terdiri atas dua sub percobaan yaitu percobaan in vitro dan pengujian in planta. Perlakuan disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Trichoderma spp. mampu menekan pertumbuhan Sclerotium rolfsii secara in vitro maupun in planta, sedangkan perlakuan fungisida tidak dapat menekan pertumbuhan S. rolfsii.
PEMANFAATAN AGENSIA HAYATI UNTUK MENGENDALIKAN HAMA DAN PENYAKIT JAGUNG DI DESA REJO MULYO, LAMPUNG SELATAN Puji Lestari; Selvi Helina; Cipta Ginting; Tri Maryono
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 1, Maret 2023
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i1.6726

Abstract

Abstrak: Kecamatan Tanjung Bintang merupakan salah satu penyokong produksi jagung provinsi Lampung. Produksi jangung di Desa Rejo Mulyo, Kecamatan Tanjung Bintang belum mencapai produksi optimum. Hal ini karena berbagai permasalahan yang dihadapi oleh petani, diantaranya benih, pemupukan, serta permasalahan hama dan penyakit tanaman jagung. Upaya mengatasi masalah hama dan penyakit umumnya dilakukan dengan penyemprotan pestisida oleh petani. Beberapa pestisida sulit terurai, sehingga penggunaan pestisida dalam jangka waktu yang lama berdampak negatif terhadap lingkungan, pencemaran terhadap produk pertanian, serta resistensi hama dan patogen tanaman. Metode yang digunakan adalah pembimbingan melalui sosialisasi mengenai hama dan penyakit pada tanaman jagung, pemanfaatan agensia hayati untuk pengendalian hama dan penyakit jagung, dan pelatihan pembuatan dan perbanyakan massal agens hayati Trichoderma. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan: 1. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat diikuti oleh anggota dan pengurus Gapoktan Jaya Makmur, Desa Rejo Mulyo, kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan, Penyuluh Pertanian Desa Rejo Mulyo, dan para petani; 2. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan yang ditunjukan oleh keaktfannya dalam menyimak dan merespon penyampaian materi serta aktif bertanya dan memberi tanggapan terhadap setiap permasalahan yang dibahas, 3. Adanya peningkatan penguasaan pengetahuan tentang pengenalan hama dan penyakit pada tanaman jagung yang signifikan yang ditunjukkan oleh hasil evalusai setelah diberi penyuluhan lebih yaitu mayoritas peserta memiliki pengetahuan yang baik hingga sangat baik (85,9%) dan tidak ada peserta yang memiliki nilai dengan kriteria kurang.
PENGARUH PENYARUNGAN BUAH DAN APLIKASI ASAM FOSFIT TERHADAP HAMA PENGGEREK DAN PENYAKIT BUSUK BUAH KAKAO Muhammad Deri Bastian; Joko Prasetyo; Tri Maryono; F. X. Susilo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.521 KB) | DOI: 10.23960/jat.v3i1.1973

Abstract

Hama penggerek buah dan penyakit busuk buah adalah masalah utama dalam budidaya kakao. Larva penggerek buah kakao setelah menetas langsung masuk dan berkembang di dalam buah. Sedangkan spora patogen mudah berkecambah bila kondisi lembab. Penyarungan buah kakao sejak masih muda dapat menjadi upaya pencegahan penggerek buah dan penyakit busuk buah yang baik. Namun penyarungan buah mengakibatkan kondisi buah menjadi lembab sehingga busuk buah kakao meningkat. Untuk menekan penyakit busuk buah kakao maka perlu dilakukan penyemprotan fungisida, sebelum buah disarungi. Salah satu bahan aktif fungisida yang diteliti efektif untuk menekan pertumbuhan Phytophthora adalah asam fosfit. Penelitian inibertujuan mengetahui pengaruh penyarungan buah dan aplikasi asam fosfit terhadap hama penggerek dan penyakit busuk buah kakao. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan faktorial menggunakan dua faktor, yaitu penyarungan buah dan penyemprotan fungisida asam fosfit. Data hasil pengamatan dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan penyarungan buah dapat melindungi buah dari hama penggerek buah, namun penyarungan buah menyebabkan buah yang terserang busuk buah menjadi meningkat. Aplikasi fungisida berbahan aktif asam fosfit terlihat dapat mengendalikan busuk buah kakao jika buah tidak disarungi plastik, namun aplikasi fungisida berbahan aktif asam fosfit menjadi lebih rendah keefektifannya jika buah disarungi.
Molecular identification of Trichoderma sp. Margodadi isolate and its potential against Phytophthora capsici causing foot rot of black pepper Prasetyo, Joko; Juniar, Nur Baitullah; Evizal, Rusdi; Maryono, Tri; Ginting, Cipta
Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika Vol. 24 No. 1 (2024): MARCH, JURNAL HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN TROPIKA: JOURNAL OF TROPICAL PLANT PE
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jhptt.124128-138

Abstract

Trichoderma has the potential to suppress fungal pathogens and thus control plant diseases, including Phytophthora foot rot, which is the most devastating disease of black pepper in Lampung. Identification of a microorganism can not only rely on its morphological characteristics, but it is also necessary to identify it molecularly at the species level. This research was aimed at identifying the fungus Trichoderma sp. Margodadi isolates at the species level and to know the potential of Trichoderma sp. Margodadi isolates and their secondary metabolites to control P. capsici. This research was conducted from March to November 2021 at the Laboratory of Plant Disease, Department of Plant Protection, and the Laboratory of Agricultural Biotechnology, Faculty of Agriculture, University of Lampung. Identification of Trichoderma was done by morphological characteristics and molecular methods. The ability of Trichoderma to suppress P. capsici was tested by dual culture. The effect of secondary metabolites on the growth of P. capsici was determined in vitro at concentrations of 0% (control), 10%, 20%, 30%, and 40%. The experimental design used was a completely randomized design consisting of five treatments repeated five times. The data obtained from the test were analyzed using ANOVA, followed by the LSD test at 5%. The results of this study showed that Trichoderma sp. Margodadi isolate had a close relationship with Trichoderma asperellum and had the ability as an antagonist to inhibit the growth of P. capsici up to 47.23%, and the secondary metabolites produced could inhibit the growth of P. capsici up to 72.53% with the best concentration of 40%.
Zoning Patterns of Mangrove Forests in Lampung Timur Regency Imron; Duryat; Irawan, Sandy Erggi; Tri Maryono; Rodiani
Journal of Sylva Indonesiana Vol. 7 No. 01 (2024): Journal of Sylva Indonesiana
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jsi.v7i01.14202

Abstract

Mangrove forests form due to vegetative distribution along coastlines with varying growing conditions concerning substrate, freshwater intake, and oceanic currents. These disparities facilitate zoning and subsequent distinct growth patterns. The research objective was to identify the zoning structure of mangrove ecosystems in Lampung Timur Regency, Lampung Province, Indonesia. The degradation of mangrove forests in Lampung Timur Regency was thought to be caused by anthropogenic activities and inappropriate zoning patterns. Concerning data collection, the cluster sampling method was employed, which was selected based on the preliminary study's findings that the mangrove status in the study area exhibits a variety of substrates, freshwater supply, and strong ocean currents. There are five clusters on the study site, with each cluster containing sample plots measuring 10m x 10m. The sampling method employed a striped path starting from the outermost part of the mangrove ecosystem, with the number of plots in each cluster dependent on the thickness of the mangrove vegetation. A regional map and GIS applications were used for mangrove zonation mapping, and the factors influencing the zonation of mangrove ecosystems were analyzed descriptively. The research findings demonstrated that the mangrove ecosystem located in Lampung Timur comprises three distinct zones: the outer zone, the middle zone, and the terrestrial zone
Co-Authors Achmadi Priyatmojo Achmadi Priyatmojo Agus Muhammad Hariri, Agus Muhammad AM, Shakila Larasati Ani Widiastuti Ani Widiastuti, Ani Anisah Fajar Mahabbah Ari Saputra Aris Nurhidayat, Aris Aulia, Shifa Veronica Azrah Humairah Sirait Basuki, Muh. Bella Mahesa Cipta Ginting Cipta Ginting Cipta Ginting CIPTA GINTING Cipta Ginting Cipta Ginting Cipta Ginting, Cipta Dani Bayu Aji Rizky Nugraha Deciana Deciana Devita Alfandri Dewi, Ni Kadek Emi Sintha Duryat Duryat, Duryat Dwi Endarwati Efri ., Efri Efri Efri Efri Efri Efri Efri Efri, Efri Elsa Wulandari Ermawati Ermawati F. X. Susilo Hamim Sudarsono . Hasriadi Mat Akin Helina, Selvi Herry Susanto Heru Pranata I GEDE SWIBAWA, I GEDE Imron Indah Fajar Wati Indah Puspita Dewi Indriani, Rosa Irawan, Sandy Erggi Ivayani, Ivayani Joko Prasetyo Joko Prasetyo Joko Prasetyo Juniar, Nur Baitullah Kambey, Kevin Kornelius Komang Sutama Kusuma, Arvi Yuniar Lestari Wibowo Lestari Wibowo Marlinawati, Fransiska Dina Masyuda, Imam Melya Riniarti Muhammad Deri Bastian Muhammad Habib Ramadhan Muhammad Nurdin Muhammad Nurdin Muhammad Nurdin Muhammad Nurdin Murti, Rudi Hari Ningrum, Anggun Shermila Zahra Candra Nisa, Ummu Khairun Pramesti, Elisa Amelia Pranata, Heru Prasetyo, Pangestu PUJI LESTARI PUJI LESTARI Purnomo Purnomo Puspita, Adelia Putri, Salsabila Sekar Radix Suharjo Rara Ayu Sekarsari Ratdiana, Ratdiana Reza Putri Rodiani Rodiani, Rodiani Ronalddi, Eko Rosma Hasibuan, Rosma Rugayah Rugayah Rusdi Evizal Saefudin Saefudin Saefudin Saefudin Selvi Helina Selvi Helina Shintia Bella Slamet Budi Yuwono Solikhin Solikhin Sudi Pramono Sudi Pramono . Suskandini Ratih Suskandini Ratih Dirmawati Taha, Farhan Titik Nur Aeny Titik Nur Aeny Tria Sita Febriana Vidyasari, Putu Arieska Putri Wahyu Hidayat Wardiyani, Wardiyani Yusticia, Stenia Ruski Yuyun Fitriana Zahra, Fatimah Az