Claim Missing Document
Check
Articles

LAPORAN AWAL PENYAKIT BUSUK AKAR GANODERMA PADA AKASIA DI LAMPUNG Duryat, Duryat; Maryono, Tri; Vidyasari, Putu Arieska Putri
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i1.6060

Abstract

Akasia merupakan tanaman hutan industri utama di Indonesia. Pada hutan tanaman industri jenis akasia, serangan jamur Ganoderma merupakan masalah utama dan menimbulkan kerugian besar. Ada dua spesises Ganoderma yang menyerang tanaman akasia yaitu G. philipii dan G. steyaertanum. Jamur G. philipii menyerang akasia di Riau, Sumatera Utara, dan Kalimantan. Jamur G. steyaertanum menyerang akasia di Wonogiri dan Yogyakarta. Di Lampung, kedua jamur tersebut belum pernah di laporkan, namun tanaman akasia yang menunjukkan gejala penyakit busuk akar ganoderma telah ditemukan di Lampung, tepatnya pada akasia di Kampus Unila. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penyakit busuk akar ganoderma pada akasia di Kampus Unila. Kajian yang dilakukan meliputi karakterisasi gejala dan tanda penyakit berupa tubuh buah jamur Ganoderma pada tanaman akasia mati. Jamur diisolasi dari tubuh buah dan basidiospora diamati langsung dari tubuh buah. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyakit busuk akar ganoderma pada akasia sudah ada di Lampung. Karakter morfologi jamur Ganoderma pada pohon akasia di Lampung berbeda dengan jamur G. philipii asal Riau, Sumatra Utara, dan Kalimantan, tetapi lebih mirip dengan G. steyaertanumasal Wonogiri dan Yogyakarta. Berdasar karakter morfologinya, jamur Ganoderma pada akasia di Lampung diduga adalah G. steyaertanum. Laporan ini merupakan laporan pertama penyakit busuk akar ganoderma pada akasia di Lampung dan juga laporan pertama jamur G. steyaertanum di Sumatera
KERAGAMAN JAMUR TERBAWA BENIH PADA EMPAT VARIETAS BENIH PADI ASAL PRODUSEN BENIH PADI DI LAMPUNG Nurdin, Muhammad; Kusuma, Arvi Yuniar; Ermawati, Ermawati; Maryono, Tri
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i1.6048

Abstract

Seed quality is the main factor to gain optimal yields. The presence of fungi in seeds can cause damage to seeds, decrease germination and seed vigor, and cause disease in plants. The aim of this study was to detection of fungi in four varieties of rice seeds from local seed producers in Lampung. The rice seeds of Ciherang, Ciliwung, Cilamaya Muncul, and Inpari 42 varieties were obtained from the Center for Seed Certification for Food Crops and Horticulture in Lampung Province. Fungal detection in rice seeds was carried out using three methods, namely the washing method, blotter test, and agar plate test. The results showed that on four varieties of rice seeds tested was found five genera of fungi, i.e. Fusarium, Rhizoctonia, Curvularia, Rhizopus, and Aspergillus. In the washing method, Fusarium, Curvularia, and Aspergillus fungi were found. In the Blotter test method and the agar plate, Rhizoctonia, Curvularia, Rhizopus, and Aspergillus fungi were found. All of five fungi were found in Ciherang and Ciliwung seed. Rhizopus were not found in Inpari 42 seeds. Fusarium and Curvularia was not found in Cilamaya Muncul seeds. The Inpari 42 were the seeds with the highest number of fungi found and the lowest number of normal germinating seeds. The Cilamaya Muncul were the seeds with the least number of fungi found.
PENGARUH DIMETOMORF DAN Trichoderma sp. TERHADAP PENYAKIT BULAI (Peronosclerospora sp.) DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Puspita, Adelia; Prasetyo, Joko; Aeny, Titik Nur; Maryono, Tri
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i4.8006

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang banyak dibudidayakan di Indonesia selain beras  Upaya pengendalian penyakit bulai lazimnya dilakukan dengan menggunakan fungisida.  Jenis fungisida yang digunakan yaitu fungisida yang bekerja secara sistemik salah satunya dimetomorf.  Pengendalian penyakit bulai jagung selain dengan fungisida sintetik juga dapat dilakukan menggunakan agensi hayati yaitu Trichoderma sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi kombinasi dimetomorf dan Trichoderma sp. dalam mengendalikan penyakit bulai dan pertumbuhan tanaman jagung.  Percobaan dilakukan pada bulan Juli -November 2020, di Laboratorium Penyakit Tanaman, Jurusan Proteksi Tanaman dan Laboratorium Lapang Terpadu Universitas Lampung.  Perlakuan pada percobaan ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) secara faktorial yang terdiri atas dua faktor dan tiga ulangan.  Faktor pertama yaitu fungisida dimetomorf  dengan dua taraf yaitu tanpa fungisida (F0) dan dengan fungisida dimetomorf (F1) sesuai dengan dosis anjuran yaitu 5 g/kg benih jagung.  Faktor kedua yaitu kerapatan spora Trichoderma sp.  dengan empat taraf yaitu tanpa Trichoderma sp. (T0), Trichoderma sp.  kerapatan 106 (T1), Trichoderma sp.  kerapatan 108 (T2), dan Trichoderma sp.  kerapatan 109 (T3).  Homogenitas ragam diuji dengan uji Bartlett dan aditivitas data diuji dengan uji Tukey.  Jika asumsi terpenuhi, data dianalisis ragam dan dilanjutkan pemisahan nilai tengah dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT)  pada taraf 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungisida dimetomorf mampu menekan keparahan penyakit bulai pada 28 HSI dan meningkatkan bobot kering brangkasan akar.
SOSIALISASI PENGGUNAAN PERANGKAP BERFEROMON UNTUK MENGENDALIKAN SERANGAN HAMA INVASIF SPODOPTERA FRUGIPERDA DI LAMPUNG TIMUR Lestari, Puji; Wibowo, Lestari; Maryono, Tri; Suharjo, Radix; Fitriana, Yuyun
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3, No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 2, September 2
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i2.9710

Abstract

Jagung adalah komoditas unggulan Kabupaten Lampung Timur. Invasi hama Spodoptera frugiperda menjadi masalah serius dalam budidaya jagung. Sejak awal masuknya hama S. frugiperda pengendalian yang dilakukan oleh petani di Kecamatan Batanghari Nuban adalah dengan mengunakan insektisida berbahan aktif emamectin benzoat. Namun penggunaan bahan aktif yang sama dalam waktu yang cukup lama dapat mempercepat terjadinya resistensi. Berdasarkan laporan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), beberapa desa di Kecamatan Batanghari Nuban telah mengalami resistensi emamectin benzoat. Berdasarkan hal tersebut dirasa sangat perlu dilakukan penyuluhan terkait pengendalian S. frugiperda yang efektif ramah lingkungan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan solusi dalam pengendalian hama invasif S. frugiperda yang telah mengalami resistensi terhadap bahan aktif emamectin benzoate dengan menggunakan perangkap berferomon. Perangkap berferomon ini dapat mengendalikan populasi S. frugiperda dengan cara yang ramah lingkungan sehingga mengurangi kerusakan pada tanaman jagung dan juga mengurangi dampak negatif penggunaan insektisida. Dengan demikian dapat mengurangi kerugian secara ekonomi dan mendukung sistem pertanian yang berkelanjutan. Hasil dari kegiatan ini petani dapat menggunakan feromon untuk memerangkap imago jantan S. frugiperda, sehingga dapat menurunkan populasi hama pada pertanaman jagung. Dengan menggunakan petangkap berferomon, petani dapat mengurangi biaya pengendalian dengan insektisida. Selain itu, dampak negatif dari insektisida juga dapat dikurangi.
Pendampingan Gapoktan Jaya Makmur dalam Pengelolaan Penyakit Bercak Cincin pada Tanaman Pepaya di Desa Bumi Jaya, Lampung Selatan Helina, Selvi; Akin, Hasriadi Mat; Solikhin, Solikhin; Maryono, Tri; Yusticia, Stenia Ruski
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3, No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 2, September 2
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i2.9443

Abstract

Gapoktan Jaya Makmur merupakan salah satu Gapoktan di Kecamatan Candipuro yang menjadikan tanaman pepaya sebagai salah satu komoditi unggulan di Kabupaten Lampung Selatan. Penyakit bercak cincin yang disebabkan oleh virus menjadi faktor pembatas dalam kegiatan budidaya tanaman pepaya di Desa Bumijaya. Minimnya pengetahuan petani dalam mengenali penyakit bercak cincin pada tanaman pepaya dan pengelolaannya di lapangan menjadi permasalahan utama yang belum bisa diatasi oleh kelompok tani di desa Bumijaya. Metode yang digunakan adalah pendampingan melalui penyuluhan penyakit bercak pepaya dan pengelolaan penyakit dengan prinsip pengendalian hama terpadu (PHT) serta pelatihan pembuatan agens hayati di lapangan. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan: 1) Kegiatan pengabdian kepada masyarakat diikuti oleh anggota dan pengurus Gapoktan Jaya Makmur, Desa Bumijaya, Lampung Selatan, POPT Kecamatan Candipuro, Penyuluh Pertanian Desa Bumijaya; 2) Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan yang ditunjukan oleh keaktifannya dalam menyimak dan merespon penyampaian materi serta aktif bertanya dan memberi tanggapan terhadap setiap permasalahan yang dibahas, 3) Terjadi peningkatan penguasaan pengetahuan tentang Pengembangan Trichoderma sebagai Upaya Pengelolaan Penyakit bercak cincin pada tanaman pepaya yang Ditularkan oleh kutu putih (Aphids) di Candipuro, Lampung Selatan yang signifikan yang ditunjukkan oleh hasil evalusai setelah diberi penyuluhan lebih yaitu mayoritas peserta memiliki pengetahuan yang baik hingga sangat baik (96%) dan tidak ada peserta yang memiliki nilai dengan kriteria kurang. Dengan demikian pendampingan Gapoktan Jaya Makmur dalam kegiatan pengabdian ini sangat bermanfaat bagi kelompok tani dalam mengelola Penyakit Bercak Cincin pada tanaman pepaya di Desa Bumijaya, Lampung Selatan.
KERAGAMAN JAMUR GANODERMA PADA POHON PENEDUH DI SLEMAN, YOGYAKARTA Maryono, Tri
Jurnal Hutan Tropis Vol 12, No 4 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 4 Edisi Desember 2024
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v12i4.21455

Abstract

Shade trees are part of urban forest plants that function as cooling, windbreaks, noise reducing, pollutants absorbing, and beautifying the city. Ganoderma is a fungus that causes death and damage to shade trees. This survey aims to determine the presence of Ganoderma on shade plants in Sleman, Yogyakarta. The survey was carried out in Depok and Ngaglik Subdistricts, Sleman Regency. The results of the survey obtained were Ganoderma fruit bodies on dead or stump trees. Two Ganoderma fruit bodies were found on angsana trees and stumps, one Ganoderma was found on johar tree, ketapang stumps, and on unknown wood species. Fruiting body Ganoderma characters vary in shape and color, stiped and not stiped, laccate and not laccate. The different morphological characters of the fruiting bodies are thought to be due to differences in species.
UJI KETAHANAN EMPAT VARIETAS PADI TERHADAP Sarocladium oryzae PENYEBAB PENYAKIT BUSUK PELEPAH Tri Maryono; Muhammad Habib Ramadhan; Ivayani Ivayani; Purnomo Purnomo; Cipta Ginting
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i1.7651

Abstract

Penyakit busuk pelepah merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman padi. Penyakit ini dapat menyebabkan kehilangan hasil sampai 85%. Penyakit busuk pelepah disebabkan oleh jamur Sarocladium oryzae. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ketahanan beberapa varietas padi terhadap jamur S. oryzae penyebab penyakit busuk pelepah. Penelitian dilakukan dari Agustus 2021 sampai Maret 2022 di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Empat varietas yang diuji yaitu Ciherang, Inpari 32, IR 64, dan Inpari Nutri-Zinc. Peubah yang diamati yaitu keterjadian dan keparahan penyakit. Pengamatan dilakukan selama 56 hari (8 minggu). Percobaan dilakukan dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 (empat) perlakuan dan 6 (enam) ulangan, dan masing-masing unit percobaan terdiri dari 8 batang dalam 1 rumpun padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gejala penyakit hasil inokulasi buatan sama dengan gejala penyakit yang ditemukan di lapang, yaitu berupa bercak coklat hingga kehitaman pada pelepah daun bendera. Masa inkubasi penyakit busuk pelepah berkisar 6,7-7,2 hari setelah inokulasi dengan masa inkubasi terpanjang terjadi pada varietas IR 64. Keterjadian dan keparahan penyakit pada semua varietas tidak berbeda nyata pada 8 minggu setelah inokulasi. Hasil penghitungan nilai laju infeksi dan penghitungan AUDPC (Area Under Disease Progress Curve) pada semua varietas menunjukkan tidak berbeda nyata. Hal ini menunjukkan bahwa varietas Ciherang, Inpari 32, IR 64, dan Inpari Nutri-Zinc memiliki tingkat ketahanan yang sama terhadap infeksi jamur S. oryzae.
PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN MISELIUM Xylaria sp. PENYEBAB PENYAKIT LAPUK AKAR DAN PANGKAL BATANG TEBU Dwi Endarwati; Tri Maryono; Sudi Pramono; Hasriadi Mat Akin; Heru Pranata; Saefudin Saefudin
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i3.9459

Abstract

Penyakit lapuk akar dan pangkal batang merupakan permasalahan serius pada perkebunan tebu di Lampung dan Sumatera Selatan. Penyakit lapuk akar dan pangkal batang tebu disebabkan oleh jamur Xylaria sp.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kondisi lingkungan (cahaya, pH, suhu) terhadap pertumbuhan Xylaria sp.. Jamur Xylaria sp. diisolasi dari stroma dan tanaman tebu bergejala lapuk akar dan pangkal batang yang diambil dari perkebunan tebu PT Gunung Madu Plantation. Sebanyak delapan isolat jamur Xylaria sp. ditumbuhkan pada media OA (Oatmeal Agar) dan diinkubasi pada kondisi cahaya berbeda (24 jam gelap, 24 jam terang, dan 12 jam gelap 12 jam terang), suhu berbeda (20, 25, 30, dan 40 ºC), serta pada kondisi pH berbeda (4, 6, dan 8). Peubah pengamatan adalah diameter koloni jamur yang diamati setiap 48 jam selama 14 hari, kecuali pada pengujian cahaya, pengamatan dilakukan pada 14 hari setelah inkubasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koloni jamur Xylaria sp. tumbuh baik pada perlakuan cahaya 24 jam gelap, suhu 30 ºC, dan pH 6. Koloni jamur Xylaria sp. tertekan pertumbuhannya pada 24 jam terang, suhu 40 ºC, dan pH 4.
PENGARUH TINGKAT KONSENTRASI DAN KEMATANGAN DAUN MANGGA TERHADAP PERTUMBUHAN Colletotrichum gloeosporioides PENYEBAB PENYAKIT ANTRAKNOSA PEPAYA Shintia Bella; Efri Efri; Tri Maryono; Muhammad Nurdin
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i1.6843

Abstract

Antraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum gloeosporioides merupakan penyakit utama pada budidaya pepaya.  Daun mangga berpotensi sebagai biopestisida  karena mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, polifenol, dan tanin yang bersifat antifungi.  Penelitian bertujuan mengetahui konsentrasi ekstrak dan kematangan daun mangga yang paling efektif  mengendalikan pertumbuhan C. gloeosporioides baik in vitro maupun in vivo.  Rancangan percobaan pada uji in vitro yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap tersarang, 15 perlakuan dan 3 ulangan.  Ekstrak daun mangga muda, tua, dan sangat tua diuji pada kosentrasi 0%, 15%, 30%, 45%, dan 60%.  Rancangan percobaan yang digunakan pada percobaan in vivo adalah Rancangan Acak Kelompok, 4 perlakukan dan 3 ulangan.  Perlakuan terdiri atas kontrol, ekstrak daun mangga muda 60%, ekstrak daun mangga tua 60% dan ekstrak daun mangga sangat tua 60%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun mangga sangat tua paling efektif dalam menghambat pertumbuhan C. gloeosporioides.   Peningkatan konsentrasi ektrak daun meningkatkan keefektivan menekan C. gloeosporioides.
PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK DAN TINGKAT KEMATANGAN DAUN KERSEN TERHADAP PERTUMBUHAN Colletotrichum gloeosporioides DAN INTENSITAS PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA BUAH PEPAYA Bella Mahesa; Efri Efri; Selvi Helina; Tri Maryono
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i1.5627

Abstract

Penyakit antraknosa merupakan penyakit utama dalam budidaya pepaya yang disebabkan oleh Colletotrichum gloeosporioides.  Daun kersen dapat menghambat pertumbuhan jamur C. gloeosporioides karena mengandung kelompok senyawa flavonoid, tanin, saponin, dan alkoloid.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak dan kematangan daun kersen yang paling efektif dalam menekan pertumbuhan C. gloeosporioides baik in vitro maupun in vivo. Rancangan percobaan pada uji in vitro disusun dalam Rancangan Acak Lengkap tersarang dengan 15 perlakuan dan 3 ulangan.  Ekstrak daun kersen yang digunakan yaitu ekstrak daun muda, tua, dan sangat tua dengan konsentrasi masing-masing yaitu 0%, 15%, 30%, 45%, dan 60%.  Data yang diperoleh diuji lanjut menggunakan uji BNJ dan ortogonal polinomial pada taraf 5%.  Rancangan percobaan yang digunakan pada percobaan in vivo adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 4 perlakukan dan 5 ulangan.  Perlakuan tersebut terdiri dari kontrol, ekstrak daun kersen muda 60%, ekstrak daun kersen setengah tua 60%, dan ekstrak daun kersent tua 60%.  Data yang diperoleh diuji lanjut menggunakan BNJ pada taraf 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kersen pada tingkat kematangan yang berbeda memiliki pengaruh yang sama dalam menghambat pertumbuhan C. gloeosporioides dan semakin tinggi konsentrasi yang digunakan maka semakin efektif dalam menghambat pertumbuhan jamur uji.
Co-Authors Achmadi Priyatmojo Achmadi Priyatmojo Agus Muhammad Hariri, Agus Muhammad AM, Shakila Larasati Ani Widiastuti Ani Widiastuti, Ani Anisah Fajar Mahabbah Ari Saputra Aris Nurhidayat, Aris Aulia, Shifa Veronica Azrah Humairah Sirait Basuki, Muh. Bella Mahesa Cipta Ginting CIPTA GINTING Cipta Ginting Cipta Ginting Cipta Ginting Cipta Ginting Cipta Ginting, Cipta Dani Bayu Aji Rizky Nugraha Deciana Deciana Devita Alfandri Dewi, Ni Kadek Emi Sintha Duryat Duryat, Duryat Dwi Endarwati Efri ., Efri Efri Efri Efri Efri Efri Efri Efri, Efri Elsa Wulandari Ermawati Ermawati F. X. Susilo Hamim Sudarsono . Hasriadi Mat Akin Helina, Selvi Herry Susanto Heru Pranata I GEDE SWIBAWA, I GEDE Imron Indah Fajar Wati Indah Puspita Dewi Indriani, Rosa Irawan, Sandy Erggi Ivayani, Ivayani Joko Prasetyo Joko Prasetyo Joko Prasetyo Juniar, Nur Baitullah Kambey, Kevin Kornelius Komang Sutama Kusuma, Arvi Yuniar Lestari Wibowo Lestari Wibowo Marlinawati, Fransiska Dina Masyuda, Imam Melya Riniarti Muhammad Deri Bastian Muhammad Habib Ramadhan Muhammad Nurdin Muhammad Nurdin Muhammad Nurdin Muhammad Nurdin Murti, Rudi Hari Ningrum, Anggun Shermila Zahra Candra Nisa, Ummu Khairun Pramesti, Elisa Amelia Pranata, Heru Prasetyo, Pangestu PUJI LESTARI PUJI LESTARI Purnomo Purnomo Puspita, Adelia Putri, Salsabila Sekar Radix Suharjo Rara Ayu Sekarsari Ratdiana, Ratdiana Reza Putri Rodiani Rodiani, Rodiani Ronalddi, Eko Rosma Hasibuan, Rosma Rugayah Rugayah Rusdi Evizal Saefudin Saefudin Saefudin Saefudin Selvi Helina Selvi Helina Shintia Bella Slamet Budi Yuwono Solikhin Solikhin Sudi Pramono Sudi Pramono . Suskandini Ratih Suskandini Ratih Dirmawati Taha, Farhan Titik Nur Aeny Titik Nur Aeny Tria Sita Febriana Vidyasari, Putu Arieska Putri Wahyu Hidayat Wardiyani, Wardiyani Yusticia, Stenia Ruski Yuyun Fitriana Zahra, Fatimah Az