Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Orientasi Masa Depan Siswa Sekolah Menengah Pertama Terpencil Agung Iranda; Dessy Pramudiani; Rion Nofrianda; Agung Iranda; Dessy Pramudiani; Rion Nofrianda; Nurul Hafizah
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v5.i3.2025.1

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui orientasi masa depan siswa sekolah terpencil di SMPN 53 Merangin Jambi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini yaitu siswa SMPN 53 Merangin, kepala sekolah dan guru sebagai significant other. Analisis data menggunakan interpretative phenomenological analysis. Hasil penelitian menunjukkan orientasi masa depan siswa sekolah terpencil yaitu tujuan dan cita-cita siswa, baik dalam bentuk lanjut studi maupun bekerja. Motivasi berupa alasan, minat, dan ketertarikan mereka terhadap cita-cita dan tujuan, serta yang terakhir modeling yang mana mereka menggambarkan cita-cita dan tujuan terhadap figur yang sering mereka lihat di sekolah maupun di lingkungan masyarakat terpencil.
Efektivitas Pelatihan Personal Branding dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Tenaga Kependidikan Rion Nofrianda; Fadzlul Fadzlul; Rion Nofrianda; Fadzlul Fadzlul; Jelpa Periantalo
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 5 No. 5 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v5.i5.2025.7

Abstract

Tenaga kependidikan membutuhkan kepercayaan diri tinggi untuk menjalankan tugas secara optimal. Personal branding relevan karena membantu mengenali potensi diri dan membangun citra profesional, sehingga meningkatkan keyakinan dan kinerja dalam lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pelatihan personal branding terhadap peningkatan kepercayaan diri tenaga kependidikan (tendik) di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jambi. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Sebanyak 20 peserta terlibat dalam penelitian ini, terdiri dari 10 peserta pada kelompok eksperimen yang mendapatkan pelatihan personal branding, dan 10 peserta pada kelompok kontrol yang tidak mendapatkan pelatihan. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kepercayaan diri peserta adalah kuesioner yang diisi sebelum dan sesudah pelatihan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik dengan (df) = 19 dan nilai signifikansi (sig) = 0,009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari pelatihan personal branding terhadap peningkatan kepercayaan diri tendik, karena nilai sig < 0,05. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa pelatihan personal branding efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri tenaga kependidikan di FKIK Universitas Jambi. Implikasi praktisnya, pelatihan ini dapat dijadikan program rutin untuk mendukung pengembangan profesionalisme dan kualitas layanan tenaga kependidikan di lingkungan institusi.
Hubungan Self-Compassion dengan Self-Objectification pada Mahasiswi Pengguna Tiktok di Kota Jambi Salsabila Raina Fazra; Rion Nofrianda; Ayu Ulivia; Nurul Hafizah
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v5i2.9188

Abstract

This study aims to analyze the relationship between self-compassion and self-objectification among female TikTok users in Jambi City. The study used a quantitative correlational approach with a cross-sectional design. A total of 218 female students in Jambi City aged 18–25 years who actively use TikTok were selected using a purposive sampling technique. The instruments used were the Self-Compassion Scale (SCS) adapted into Indonesian (Skala Welas Diri) and the Objectified Body Consciousness Scale (OBCS). Data analysis used the Pearson Product Moment correlation test. The results showed a significant negative relationship between self-compassion and self-objectification (r = -0.216; p = 0.001). The higher the self-compassion, the lower the tendency for self-objectification. The majority of respondents had moderate to high levels of self-compassion, while self-objectification was in the moderate category. The duration of TikTok use of more than 2 hours per day was associated with a higher tendency for self-objectification. These findings confirm the role of self-compassion as a protective factor against self-objectification in the context of visual-based social media use.