Claim Missing Document
Check
Articles

Aplikasi Metode Join Inversi Seismic Gravity untuk Imaging Bawah Permukaan Daerah Geologi Kompleks Widya Utama; Firman Syaifuddin; Lita Novitasari; Triswan Mardani Ade Surya
Jurnal Geosaintek Vol 2, No 3 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (958.785 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v2i3.2097

Abstract

Kondisi geologi kompleks dekat permukaan terjadi ketika body batuan dengan kecepata tinggi terbawa dekat ke permukaan. Batuan tersebut dapat berupa batuan beku ataupun karbonat.  Keberadaan batuan tersebut dapat menyebabkan meningkatnya kontras kecepatan dekat permukaan. Tingginya kontras kecepatan menyebabkan kesulitan untuk mendapatkan gambaran bawah permukaan dengan metode konvensional seperti travel time tomography. Join inversi dari dua data geofisika merupakan salah satu teknik untuk mendapatkan gambaran bawah permukaan. Pada studi ini metode yang digunakan adalah metode join inversi seismik dan gravity. Pada studi ini data yang digunakan adalah data seismik sintetik yang merupakan hasil dari forward modelling model kecepatan. Nilai kecepatan pada model memiliki rentang 1000 m/s hingga 5800 m/s. Metode yang digunakan untuk forward modelling data seismik  dan gravity adalah metode finite difference sedangkan metode talwani. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa model kecepatan hasil join inversi tomografi travel time dan gravity lebih baik dibandingkan dengan metode travel time tomografi sendiri. Perbedaan yang signifikan ditunjukkan oleh bentuk dari bentuk body kecepatan tinggi dan munculnya lapisan dengan kecepatan rendah. Selain itu metode join inversi juga menunjukkan peningkatan gambaran struktur geologi, dan nilai kecepatan.
Inversi Bersama Gelombang Pp Dan Ps (Joint Pp And Ps Inversion) Untuk Menganalisa Litologi Reservoir Hafidz Dezulfakar; Firman Syaifuddin Syaifuddin; Widya Utama
Jurnal Geosaintek Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1453.452 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v2i2.1921

Abstract

Penggunaan gelombang P (PP wave) dalam eksplorasi seismik kurang mampu menggambarkan litologi khususnya pada daerah yang tersaturasi fluida. Gelombang PS (converted wave) yang merupakan hasil pantulan gelombang P menjadi gelombang S telah digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan menggunakan proses inversi yang mengkombinasikan kedua data seismik PP dan PS secara bersamaan (joint inversion). Hasil joint inversion berupa parameter impedansi akustik (impedansi P), impedansi shear (impedansi S), densitas serta parameter turunan yaitu rasio Vp/Vs yang lebih sensitif terhadap litologi dan fluida. Dilakukan dua alur penelitian, alur penelitian pertama menggunakan data seismik PS stack PS time yang harus dilakukan proses konversi domain waktu dari domain PS time menjadi domain PP time. Hasil pada alur penelitian pertama memiliki hasil yang kurang baik dikarenakan adanya keterbatasan pada proses konversi domain. Pada alur penelitian kedua digunakan data seismik PS stack PP time yang menjawab keterbatasan pada alur penelitian pertama. Sehingga didapat hasil inversi berupa parameter impedansi P, impedansi S, densitas, dan rasio Vp/Vs dengan nilai korelasi terhadap sumur secara berturut-turut adalah 0.955339, 0.936588, 0.923806 dan 0.781296. Didapat sebaran litologi sandstone dan shale dari crossplot parameter impedansi P dan impedansi S. Sedangkan litologi reservoir sandstone tersaturasi hidrokarbon didapat dari crossplot antara parameter impedansi P dan rasio Vp/Vs. Dengan demikian, reservoirsand stone tersaturasi hidrokarbon  dapat diperkirakan terletak di antara kedalaman marker sumur beta1 dan MF4 yaitu pada kedalaman sekitar 1350 ms dan 1400 ms.Kata Kunci:
Pengaruh Patahan dan Induksi Seismik pada Sistem Geothermal Studi Kasus Lapangan Geothermal Kamojang Anik Hilyah; Widya Utama
Jurnal Geosaintek Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (928.886 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v2i1.1235

Abstract

Kamojang merupakan salah satu lapangan geothermal yang sampai saat ini secara aktif di eksploitasi. Untuk itu pemeliharaan reservoar sangat penting dilakukan yang salah satunya melalui monitoring mikroseismik. Monitoring mikroseismik lapangan geothermal Kamojang secara kontinyu dilakukan untuk mengetahui bagaimana fluida injeksi berperan pada pembentukan hydrofracturing dan pengaruh struktur seismogenic terhadap reservoar. Struktur seismogenic seperti patahan berperan penting dalam recharge dan untuk keberlanjutan sistem geothermal. Patahan juga berperan sebagai media pelepasan energi seismik selama injeksi fluida maupun selama eksploitasi. Penelitian ini menjelaskan aktivitas mikroseismik yang terekam selama satu tahun yang dapat dibedakan dari rekaman gempa karena aktivitas tektonik. Hydrofracturing yang terbentuk sebagian besar terkonsentrasi di sekitar area geothermal sedangkan distribusi spasial hiposenter yang menunjukkan pelepasan energi seismik sebagian besar terdapat pada elevasi 0 – 3 km dimana terjadi perubahan fase dari air menjadi uap pada reservoar geothermal.
Analisis Faktor Keamanan Lereng Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Dan LEM Di Daerah Olak Alen, Selorejo, Blitar Andriyan Yulikasari; Widya Utama; Singgih Purwanto
Jurnal Geosaintek Vol 3, No 3 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1309.255 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v3i3.3496

Abstract

Di daerah Olak Alen Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar, bencana tanah  longsor akan sering terjadi ketika hujan datang. Penyebab longsor salah satunya yaitu adanya retakan dalam lereng tanah. Retakan dalam lereng menjadi jalan masuknya air hujan yang menyebabkan penambahan beban dan akan membuat lereng tidak stabil. Pengukuran geolistrik resistivitas dilakukan pada dua keadaan yang berbeda, yaitu diukur sebelum hujan dan setelah hujan. Dalam menganalisis kestabilan lereng digunakan parameter dari hasil pengujian laboratorium data bor tanah yaitu, parameter kohesi, sudut geser dan berat isi tanah. Berdasarkan hasil pengukuran rentang nilai resistivitas daerah penelitian dapat dikategorikan menjadi tiga golongan, yaitu nilai resistivitas rendah 2,15-10,9 Ohm meter, nilai resistivitas sedang 24,5-55,51 Ohm meter dan nilai resistivitas tinggi 124-628 Ohm meter. Sedangkan litologi daerah penelitian menurut geologi setempat dan hasil bor tanah menunjukkan keseragaman litologi yaitu pasir kelanauan. Adanya zona lemah dalam lereng ditunjukkan dengan nilai resistivitas 2,15-10,9 Ohm meter. Stabilitas lereng sebelum hujan memiliki nilai faktor keamanan yang lebih besar daripada nilai faktor keamanan setelah hujan. Nilai faktor keamanan sebelum hujan pada lintasan 5 dan 6 adalah 1.508, sedangkan yang setelah hujan memiliki nilai 1.458. Nilai faktor kemanan lereng pada lintasan 7 dan 8 sebelum hujan adalah 1.502, sedangkan yang setelah hujan adalah 1.273. Berdasarkan nilai faktor keamanan lereng tanah dapat disimpulkan bahwa daerah penelitian dikatergorikan aman karena nilai faktor keamanannya lebih besar dari 1.
Landslide Analysis Using Seismic Refraction Tomography And MASW: a Case Study in Ponorogo, East Java, Indonesia Yusri Prayitna; Widya Utama; Dwa Desa Warnana
IPTEK The Journal of Engineering Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23378557.v5i2.a5025

Abstract

Ponorogo district morphology form consisting of highlands and hills make this area vulnerable to landslides. Based on the BNPB (National Disaster Management Agency) data from 2013 to 2017, 77 landslides and 35% have occurred in Ngrayun and Slahung sub-districts. One area that has the potential to experience landslides is Tugurejo village in Slahung District. This study aims to determine the physical properties of subsurface rocks using SRT (Seismic Refraction Tomography) and MASW (Multi-channel Analysis of Surface Waves). The seismic velocity distribution defined from the SRT and MASW at the study sites shows a zone with a higher porosity that is interpreted to represent the level and depth of rock mass movement. P-wave velocity and S-wave indicates very low velocity of 500 – 1200 m/s and 100 – 250 m/s at depths up to 5 m.
Studi Kelayakan Perangkap CO2 Berdasarkan Analisa Fisik Sedimen (Studi Kasus : Formasi Kabuh, Cekungan Jawa Timur Utara) Wien Lestari; Nita Ariyanti; Juan Pandu; Firmansyah Saifuddin; Widya Utama; Ayi Saeful Bahri; I Putu Khrisna Wijaya
IPTEK Journal of Proceedings Series No 2 (2018): The 2nd Conference on Innovation and Industrial Applications (CINIA 2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.844 KB) | DOI: 10.12962/j23546026.y2018i1.3386

Abstract

Peningkatan Pengembangan Produksi Minyak dan Gas di Jawa Timur menghasilkan CO₂ lebih dari 2 juta ton/tahun. CCS (Carbon Capture and Storage) adalah upaya mitigasi mengurangi pemanasan global dengan menangkap dan menyimpan CO₂ di dalam formasi batuan sedimen dengan porositas dan permeabilitas tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi potensi penerapan CCS di cekungan Jawa Timur. Formasi Kabuh yang terletak di Zona Kendeng menjadi objek studi kelayakan sebagai perangkap CO₂. Formasi Kabuh berumur Pleistocene (N23) terdiri dari batu pasir dengan bahan non-vulkanik, mengandung kuarsa, crossbedding dengan konglomerat dan tuf, fosil vertebrata (N23) dan molusca. Sedimen ditandai dengan intensifikasi trough-jenis crossbedding, mengandung fragmen berukuran kerikil. Penelitian CCS ini menggunakan metode kuantitatif berupa analisa formasi meliputi ukuran butir, makroskopik and megaskopis petrologi, mineral dan analisa fosil, analisa struktur geologi serta menghitung kelurusan dan struktur yang dominan di daerah penelitian. Analisa Metoda Kuantitatif diharapkan menjadi penilaian Formasi Kabuh yang mungkin memenuhi persyaratan sebagai perangkap CO₂
3D Resistivity Data Modelling to Identify Aquifer Geometry by Qualitative Analysis (Field Study: PDAM Surabaya Groundwater Conservation Area, Pasuruan) Ayi Syaeful Bahri; Amien Widodo; Widya Utama; Dwa Desa Warnana; Pegri Rohmat Aripin; Adib Banuboro; Robi Alfaq Abdillah
IPTEK Journal of Proceedings Series No 6 (2017): The 3rd International Conference on Civil Engineering Research (ICCER) 2017
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.103 KB) | DOI: 10.12962/j23546026.y2017i6.3249

Abstract

The resistivity method is one of the geophysical methods used to identify the aquifer layer by utilizing the rock response to the flow of electric current. This method considered more effective and can give a good subsurface cross-section, especially the fluid response. In this research, 3D modelling for identify geometry of subsurface geological structures of this study focus in three area (Plintahan, Duren Sewu, and Karangjati) using 2D resistivity data. Data Measurement of 2D resistivity using Wenner-Schlumberger configuration with length of each line is 155 meters and the target depth is 30 meters. The purpose of this configuration is to get an inverse with a resolution that is good to the lateral and vertical. The results show that the types of rocks in the research area was clay, sand and sandy shale with resistivity value 50-150 ohm-meter where sand rocks interpreted as aquifer rocks at depths of 2-7 meters and a thickness of 2-5 meters. The result of the resulting 3D modelling showed that the aquifer layer in Plintahan area showed the geological continuity with anticline geometry, in another area the aquifer layer in Durensewu - Karang Jati area showed the aquifer geometry prediction but there is no continuity of the structure of each other.
Survei Potensi Sumber Daya Mineral di Kecamatan Silo Kabupaten Jember dengan menggunakan Metode Potensial Diri Supeno Supeno; Agung T. Nugroho; Widya Utama
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 5, No 1 (2009)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.527 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v5i1.927

Abstract

Hasil dari beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa di daerah Silo Kabupaten Jember terdapat struktur mineral batuan khusus namun sebarannya belum diketahui. Untuk mengetahui potensi sumberdaya mineral tersebut terutama terkait dengan sebaran dan batas sebaran mineral, perlu dilakukan serangkaian pengukuran menggunakan metode potensial diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran mineral terletak di sekitar lintasan pengukuran 6, 7, dan 8 serta berada dalam arah tegak lurus memotong arah lintasan memanjang mulai dari lintasan 1 hingga lintasan 9.
Estimasi Tekanan Formasi menggunakan Metode Tekanan Efektif dan Tekanan Minimum dengan Kalibrasi Data Log (DST, RFT, FIT dan LOT): Studi Kasus Lapangan NN# Anis Berry; Widya Utama
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 5, No 1 (2009)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.85 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v5i1.932

Abstract

Tekanan formasi ditimbulkan oleh tekanan fluida yang terperangkap dalam formasi. Pada umumnya, tekananformasi dibedakan menjadi tiga golongan yaitu tekanan hidrostatik, tekanan rekah (fracture gradient) dan tekanan batuan (overburdent pressure). Kajian ini merupakan aplikasi metode tekanan efektif dan metode tekanan minimum untuk memperoleh estimasi terbaik nilai tekanan formasi dan dan memahami karakteristik respon log sonic & gamma-ray terhadap perubahan litologi. Asumsi yang digunakan adalah nilai tekanan pori normal (tekanan hidrostatik) sebesar 0,465psi/feet dan tekanan overburden 1psi/feet. Estimasi dilakukan pada 3 sumur, dengan hasil tekanan pori maksimum 13 ppg dan tekanan rekah maksimum 17 ppg. Tekanan pori maksimum (overpressure) terjadi di kedalaman 6000ft untuk sumur 1 dan 5200ft untuk sumur 2 dan 3. Berdasarkan respons log (kualitatif analisis), diperkirakan terdapat hidrokarbon dengan reservoar yang diduga berupa batuan karbonat pada kedalaman 5800 feet pada sumur 1 dan kedalaman 5000 feet pada sumur 2 dan 3.
ANALISA KUAT TEKAN TERHADAP VARIASI BEBAN PEMODELAN DINDING CANTILEVER MENGGUNAKAN SAP 2000 Amelia Rosana Putri; Jefrizal Sihombing; Yoga Satria Iswandaru; Widya Utama
Jurnal Pensil : Pendidikan Teknik Sipil Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Pensil : Pendidikan Teknik Sipil
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.219 KB) | DOI: 10.21009/jpensil.v9i2.15195

Abstract

Abstrak Pembangunan dinding penahan tanah yang tergolong sederhana perlu mempertimbangkan model, analisis materian dan perhitungan longsoran yang akan jatuh pada dinding penahan tanah. Penelitian ini menggunakan metode pemodelan dinding penahan tanah dengan metode perhitungan SAP 2000. Pemodelan dinding ini menggunakan dinding tipe kantilever dengan tinggi 550 cm dan lebar 385 cm. pemodelan ini berguna untuk menghitung kekuatan minimum dinding kantilever untuk menahan tanah di Jalan Balerejo Kalegen. Selanjutnya, dinding ini dimodelkan memiliki lebar 55 cm, lebar tumit 130 cm, lebar kaki 130 cm, berikut lebar kaki 100 cm, dengan dinding yang dibenamkan sedalam 50 cm dan digunakan variasi beban merata, yang telah disesuaikan dimana beban yang digunakan adalah 11.138, 5.5, 0.3869 ton. Pada saat menginput data ke dalam SAP 2000 terlebih dahulu harus dilakukan perhitungan terkait gaya yang akan mempengaruhi dinding, dilanjutkan dengan pemodelan dinding sesuai dengan bentuk kantilever. Selanjutnya dapat dihitung kuat tekan dan kuat geser dinding kantilever yang telah dibuat dimana kuat tekan yang dihasilkan dinding depan rata-rata sebesar 175,154 ton m; bagian belakang rata-rata 62.666 ton m; tumit depan rata-rata 866,054 ton m, dan tumit belakang rata-rata 910,463 ton m. Berdasarkan data dan analisis desain dinding penahan tanah di ruas jalan Balarejo, kuat tekan rata-rata untuk dinding depan adalah 175,154 ton m. Hal ini menunjukkan bahwa penahan tanah sangat baik dibandingkan dengan tekanan dari tanah yang akan diterima. Kata kunci: dinding penahan tanah, software SAP 2000, tekanan rasio Abstract The construction of a retaining wall that is classified as simple is necessary to consider the model, analysis of the material, and the calculation of the avalanche that will fall on the retaining wall. This study used the modelling method of retaining wall with the calculation method of SAP 2000. This wall modelling used a Cantilever type wall with a height of 550 cm and a width of 385 cm. This modelling is useful to calculate the minimum strength of the cantilever wall for retaining the soil at the Balerejo Kalegen road. Further, this wall was modelled to have a width of 55 cm, a heel width of 130 cm, a foot width of 130 cm, the following foot width of 100 cm, with a wall that was embedded with a depth of 50 cm and used evenly distributed load variations, which has been adjusted where the load used were 11.138, 5.5, 0.3869 tons. When inputting data into SAP 2000 beforehand, calculations must be made related to the force that will affect the wall, followed by wall modelling according to the Cantilever shape. Subsequently, the compressive and shear strength of the Cantilever wall that has been made can be calculated where the compressive strength produced of the front wall has an average of 175.154 tons m; that of the back has an average of 62.666 tons m; that of the front heel has an average of 866.054 tons m, and that of the back heel has an average of 910.463 tons m. Based on the data and analysis of the design of the soil retaining wall in the Balarejo road section, the average compressive strength for the front wall is 175.154 tons m. It shows that the soil retainer is very good compared to the pressure from the soil that will be received. Keywords: retaining wall, SAP 2000 software, and stress ratio
Co-Authors A F, Fachri Almawali Abigail, Nathasya Adhitama Rachman Adi Gunawan, Adi Adib Banuboro Agung Dimas Prabowo Darmawan Agung T. Nugroho Agung, B Harjo Agustin, Arin Dwi Ahdi Awaludin Sholeh Ahmad Widodo Aisyah, Maulidah Akbar, Firman Syaifuddin Al Viandari, Nourma Aldi, Radem Alifiansyah Faizal Amalia, Masruro Amelia Rosana Putri Amelia Rosana Putri Amien Widodo Amir, Moh Faisal Andriyan Yulikasari Andriyan Yulikasari Anggi, Arwin Anicetus Wihardjaka Anis Berry Annisa R. Varhana Anwar, Muhammad Khayrul ARDHYA GARINI, SHERLY Arif Darmawan Arif Darmawan Ariffiyanto, Wahyu Arin Dwi Agustin Arin Dwi Agustin Aripin, Pegri Rohmat Ariyanti, Nita Arphan, Frankstein Arphan, Frankstein Arwin Anggi Ayi Saeful Bahri Ayi Syaeful B. Aziz, Siti Kamilia B Harjo Agung Bagus Wibisono Bahri, Ayi Syaeful Bakruddin, Bakruddin Billy Dovan Yuspancana Bowo, Erstelle Budi Budi - Budiraharjo, Satrio Budy Wiryawan Bulkis Kanata Chemistra, Paul Cipta Ramadani Deni Irawan Dewi, Kiki Kartika Dewi, Kiki Kartika Dezulfakar, Hafidz Dhea Pratama Novian Putra Dinda Maulina Dwa Desa Warnana Dwa Desa Warnana Eki Komara Fachri Almawali A F Fadlillah Nur R Faizal, Alifiansyah Fajar, M. Haris Miftakhul Falah, Hanif Fajrul Fatahillah, Yosar fatimah Fatimah Fikriyah, Vareyna Tsamrotul Firdaus , Hana Sugiastu Firmansyah Saifuddin Frasiska, Rindi Ayu Fuadur K Garini, Sherly A. Garini, Sherly Ardhya Gigih Prakoso W Gigih Prakoso Wigantiyoko Gilang Reyhan Gilang Reyhan Gunawan, Adi Hafidz Dezulfakar Halim, Gian Ricardo Halim, Gian Ricardo Hamzah Abdullah Mubarak Hamzah Abdullah Mubarak Hana Sugiastu Firdaus Hari Purnomo Haris Purna W Harto, Moch. Fauzan Dwi Hartono, Karim Rahman Hasibatul Farida R Hasibatul Farida Rismayanti Heru Mirmanto Hibatullah, Ahmad Irfaan Hilyah, Anik Hutapea, Merry C. I Putu Khrisna Wijaya Ikmal Amrin Imaaduddiin, Muhammad Hafiizh Imaaduddiin, Muhammad Hafiizh Indri Silvia Dewi Indriani, Rista F. Indriani, Rista Fitri Insani, Alif N. F. Ira M. Anjasmara, Ira M. Jaka Rahadiansyah Jefrizal Sihombing Jefrizal Sihombing Jobit Parapat Jobit Parapat Juan Pandu Juan Pandu Gya Nur Rochman K, Fuadur Zakki Karim Rahman Hartono Kevin Daniel Munthe Kevin Daniel Munthe Kiki Kartika Dewi Komara, Eki Krishna Wijaya Kukuh Suprayogi Kukuh Suprayogi, Kukuh L, Putri Rida Lestari, Wien Lestyowati, Titis Linda Silvia, Linda Lita Novitasari Lubis, Azwani M Haris Miftakhul Fajar M Singgih Purwanto M Singgih Purwanto M Singgih Purwanto M, Mariyanto M. Iqbal Maulana M. Singgih Purwanto M. Singgih Purwanto M. Singgih Purwanto Mahardianti , Melisa Amalia Makky S. Jaya Makky S. Jaya, Makky S. Mariyanto Mariyanto Mariyono, M. Masruro Amalia Maulana Hutama Rahma Putra Maulana, M. Iqbal Maulidah Aisyah Maulidah Aisyah Maulidah Aisyah Maulina, Dinda Mei Devi Bun Mei Devi Bun Meidi YT, Nagari Melisa Amalia Mahardianti Moch. Fauzan Dwi Harto Muhammad Iqbal Muhammad Taufik MUHAMMAD TAUFIK Mustika Bohal, Yolanda Nahari Rasif Nathasya Abigail Nisya Aviani Nisya Aviani Nomensen M. H. Sitorus Nourma Al Viandari Novitasari, Lita Nur Isnaini Rahmaningtyas Palgunadi, Kadek H. Parapat, Jobit Paul Chemistra Paul Chemistra Pegri Aripin Pegri Rohmat Aripin Pratama, Dandi S. Purba, Theresia Purwanto, M. Singgih Purwanto, Mohammad Singgih Purwanto, Singgih Putra, Dhea P. N. Putra, Dhea Pratama Novian Putra, Risal Ardiansyah Putri Rida L Putri, Umi Muti'ah R, Fadlillah Nur Rachman, Adhitama Raden Aldi Rahadiansyah, Jaka Rahadinata, Tony Rahmaningtyas, Nur Isnaini Ramadhani, Annisa V. Rayhan Farisi Ramadhan Regian Erstelle Bowo Reksa Ikmaluhakim, Dihein Risal Ardiansyah Putra Rismayanti, Hasibatul Farida Rista Fitri Indriani Rista Fitri Indriani Robi Alfaq Abdillah SA, Yusroni Satrio Budiraharjo Sayyidatul Khoiridah Sere Lansa, Fradana Setiawan, Irfan Adiputra Sherly Ardhya Garini Sherly Ardhya Garini Sholeh, Ahdi Awaludin Sidi, Amor K. Simon Sadok Siregar, Simon Sadok Singgih Purwanto Sitorus, Nomensen Sitorus, Nomensen Sri Cahyo Wahyono Suminar Pratapa Supeno Surya, Triswan Madani Ade Surya, Triswan Madani Ade Surya, Triswan Mardani Ade Suto Suto - Syaeful Bahri Syaifuddin, Firman Syaifuddin, Firman Syifaurrohman, Yusuf Syifaurrohman, Yusuf Taufik , Muhammad Teti Zubaidah Theresia Romauli Purba Titah Anggraeni Putri Kinasih Tony Rahadinata Totok Parafianto Totok Wianto Tri Martha Kusuma Putra Tri Martha Kusuma Putra, Tri Martha Kusuma Tricahyo Agung Budi Harjo Triswan Mardani Ade Surya Triswan Mardani Ade Surya Tsaniyah, Zahrotuts Vahira Tri Kemalasari Vareyna Tsamrotul Fikriyah Varhana, Annisa R. Viandari, Nourma Al W, Haris Purna Wibisono, Bagus Widodo, Ahmad Wigantiyoko, Gigih Prakoso Wihardjaka , Anicetus Wihardjaka, Anicetus Wijaya, Krishna Yoga Satria I Yoga Satria Iswandaru Yosar Fatahillah Yosar Fatahillah Fatahillah Yulikasari, Andriyan Yuri Syahwirawan Yusri Prayitna Zulqaisi Zulqaisi