Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Efektivitas Pijat Oksitosin Dan Pijat Payudara Terhadap Peningkatan Produksi Asi Pada Ibu Post Partum di PMB Y Toboali Bangka Belitung Tahun 2023 Utari, Utari; Astuti, Retno Puji; Anggreni, Milka
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9870

Abstract

Pendahuluan: Air Susu Ibu (ASI) adalah anugerah Tuhan untuk bayi yang tidak dapat digantikan oleh makanan atau minuman apapun. ASI terbentuk sejak masa kehamilan dan ASI diproduksi secara alami oleh tubuh. Meski ASI penting bagi bayi baru lahir, masalah ibu menyusui adalah kurangnya produksi ASI. Setiap tubuh wanita berbeda dalam memproduksi ASI. Pijat oksitosin adalah pijatan di sepanjang tulang belakang (vertebrae) sampai ke tulang rusuk kelima-keenam untuk merangsang hormon prolaktin dan oksitosin setelah melahirkan.  Pijat payudara bermanfaat bagi ibu menyusui yang menginginkan ASI dikeluarkan dengan lancar dan mengosongkan payudara yang merangsang ASI lebih banyak.  Tujuan: Untuk mengidentifikasi Efektivitas Pijat Oksitosin Dan Pijat Payudara Terhadap Peningkatan Produksi ASI Pada Ibu Post Partum. Metode Penelitian: Studi kasus ini menggunakan metode quasy eksperimen dengan pendekatan pre-posttes control group design. Berdasarkan hasil dari studi kasus, didapatkan bahwa tidak ada perbedaan Efektivitas pijat oksitosin dan pijat payudara terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu post partum. Hasil: Dari hasil studi kasus dapat ditarik kesimpulan bahwa pijat oksitosin dan pijat payudara sangat efektif dalam peningkatan produksi ASI pada ibu post partum. Tetapi yang sangat signifikan dalam peningkatan produksi ASI adalah pijat payudara. Saran: Diharapkan hasil studi kasus ini dapat dijadikan sebagai solusi untuk membantu klien yang mempunyai permasalahan yang sama serta bidan bisa mengikuti pelatihan-pelatihan untuk mengoptialkan pelayanan.
Lanthanum-substituted Cobalt Ferrite Established by the Co-precipitation Process: Annealing Temperature Adjustment of Structural, Magnetic, and Dye Removal Characteristics Rahmawati, Ramadona; Musadewi, Adiana; Prasetya, Nurdiyantoro Putra; Suharno, Suharno; Budiawanti, Sri; Rahardjo, Dwi Teguh; Riyatun, Riyatun; Utari, Utari; Iriani, Yofentina; Nuryani, Nuryani; Purnama, Budi
Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis 2023: BCREC Volume 18 Issue 4 Year 2023 (December 2023)
Publisher : Masyarakat Katalis Indonesia - Indonesian Catalyst Society (MKICS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9767/bcrec.19638

Abstract

Co-precipitation process was used for the synthesis of lanthanum-substituted cobalt ferrite nanoparticles at several annealing temperatures (Ta), i.e., 200 °C, 300 °C, and 400 °C, for 5 h. XRD spectral depicted that the produced nanoparticles sample indicates a single phase of fcc inverse spinel conforming to ICDD No 22-1086. The crystallite size (D) calculation at the strongest peaks shows the increase in enhancing the Ta i.e., 18.99 nm, 19.90 nm, and 23.21 nm for 200 °C, 300 °C, and 400 °C, respectively. The FTIR results showed absorption band at the tetrahedral site, v1 ~575 cm−1 and the octahedral site, v2 ~474 cm−1. The absorption bands indicate that the lanthanum ions have successfully replaced the Fe3+ cations in the original cobalt ferrite structure. According to the hysteresis loop, the coercive field's (HC) magnitude falls from 700 Oe down to 550 Oe as Ta increases. This result is consistent with the anisotropy constant which decreased from 0.77×104 erg/cm3 to 0.56×104 erg/cm3. The obtained nanoparticles also showed superior performance (much larger than 95%) for dye removal of Congo red. Copyright © 2023 by Authors, Published by BCREC Group. This is an open access article under the CC BY-SA License (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0).
Implementasi Data Mining Dalam Pengelompokan Perilaku Penggunaan Media Sosial Siswa SMA Menerapkan Algoritma K-Means Utari, Utari; Iqbal, Muhammad
Journal of Informatics Management and Information Technology Vol. 6 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jimat.v6i1.959

Abstract

The development of information and communication technology has encouraged the increasing use of social media among teenagers, especially high school students (SMA). Social media is not only used as a means of communication and entertainment, but also has the potential to influence students' learning behavior. Excessive use can reduce concentration and learning effectiveness, so analysis is needed to systematically identify patterns of social media usage behavior. This study aims to group the social media usage behavior of high school students using the K-Means Clustering algorithm. Data were obtained through a closed questionnaire with a numerical scale that includes three variables, namely the frequency of social media use, duration of use, and the number of social media platforms used. A total of 20 sample data were used to illustrate the calculation process. The analysis stages include data normalization using the Min-Max method, determining the number of clusters as many as three clusters (K = 3), calculating distances using Euclidean Distance, and iteratively updating the entroids. Based on the results of the K-Means algorithm calculations until reaching a convergent condition, the social media usage behavior of high school students was successfully grouped into three clusters, namely low usage with centroids (3.50; 1.25; 2.75), moderate usage with centroids (7.25; 3.25; 5.88), and high usage with centroids (12.25; 5.75; 8.88). These results indicate that the K-Means algorithm is effective in grouping students' social media usage behavior based on differences in access frequency, duration of use, and level of social media interaction.
Penerapan Teorema Bayes pada Sistem Pakar untuk Diagnosis Infeksi Human Metapneumovirus (HMPV) Khairunnisa, Khairunnisa; Tambunan, Maha Valne Datin Mahfujah; Rambe, Siska Mayasari; Simanullang, Rahma Yuni; Syahri, Rahma; Utari, Utari; Wanny, Puspita; Amin, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5519

Abstract

Human Metapneumovirus (HMPV) adalah virus pernapasan yang dapat menimbulkan infeksi pada saluran pernapasan atas maupun bawah, khususnya pada kelompok yang memiliki risiko tinggi seperti anak-anak, lansia, serta individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Secara klinis, infeksi HMPV menunjukkan gejala yang serupa dengan penyakit pernapasan lain, seperti influenza dan Respiratory Syncytial Virus (RSV), sehingga sering menimbulkan kesulitan dalam proses diagnosis pada tahap awal. Permasalahan ini semakin diperburuk oleh keterbatasan fasilitas pemeriksaan laboratorium khusus, misalnya RT-PCR, yang belum tersedia secara merata, terutama di daerah dengan keterbatasan sumber daya kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem pakar berbasis Teorema Bayes sebagai alat bantu dalam melakukan diagnosis dini infeksi HMPV berdasarkan gejala klinis yang dialami pasien. Pendekatan probabilistik melalui Teorema Bayes diterapkan untuk mengelola ketidakpastian data dengan menghitung tingkat kemungkinan terjadinya infeksi berdasarkan pembobotan gejala yang ditetapkan oleh pakar serta input yang diberikan oleh pengguna. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis permasalahan, pengumpulan data melalui studi literatur dan konsultasi pakar, serta pengembangan sistem pakar dengan mengintegrasikan Teorema Bayes. Sistem yang dikembangkan menganalisis dua belas gejala utama yang berkaitan dengan infeksi HMPV. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem menghasilkan nilai probabilitas infeksi HMPV sebesar 80% yang termasuk dalam kategori hampir pasti. Temuan ini membuktikan bahwa penerapan Teorema Bayes dalam sistem pakar dapat berperan secara efektif dalam mendukung diagnosis dini infeksi HMPV, meningkatkan akurasi pengambilan keputusan medis, serta membantu tenaga kesehatan dalam memberikan penanganan awal yang lebih cepat dan tepat.