Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MENGENAI NOISE INDUCED HEARING LOSS TERHADAP KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG TELINGA PADA PEKERJA PT. KAYU PERKASA RAYA Sari, Astin Prima; Ariwangsya, Ricko Dien; Martono, Wahju Budi; Kurniati, Ika Dyah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i11.11865

Abstract

 Abstrak: Hubungan Tingkat Pengetahuan Mengenai Noise Induced Hearing Loss Terhadap Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Telinga Pada Pekerja PT. Kayu Perkasa Raya Noise Induced Hearing Loss (NIHL) merupakan penurunan pendengaran diakibatkan karena adanya bising yang di timbulkan saat bekerja dengan intensitas suara yang melampaui ambang batas dalam lingkungan kerja di waktu lama. NIHL  dapat  dicegah  dengan  penggunaan Alat Pelindung Telinga (APT). pencegahan NIHL dalam dunia kerja perlu pemahaman dan pengetahuan yang baik dari pekerja. Penelitian ini bertujuan menganalisa hubungan tingkat pengetahuan mengenai NIHL terhadap kepatuhan penggunaan APT pada pekerja PT. Kayu Perkasa Raya. Penelitian observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional memakai sampel yang sesuai dengan kriteria iklusi maupun ekslusi sejumlah  53 responden pekerja PT. Kayu Perkasa Raya dengan teknik total sampling. Pengambilan data mempergunakan kuesioner lalu dilakukan pengujian menggunakan software computer. Analisis bivariat yang dipakai pada penelitian merupakan uji Spearman Rank didapatkan korelasi bermakna antara pengetahuan dan kepatuhan penggunaan APT dengan (r) sedang 0,465 dengan p-value 0,000 (p<0,05). Hasil didapatkan hubungan bermakna antara pengetahuan mengenai NIHL pada kepatuhan penggunaan APT
Skrining dan Pemeriksaan Mata pada Sivitas Akademika dan Warga di Lingkungan Universitas Muhammadiyah Semarang Martiningsih, Wahju Ratna; Swasty, Swasty; Novitasari, Andra; Kurniati, Ika Dyah
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i1.291

Abstract

Latar belakang: Gangguan penglihatan merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang sangat penting karena dapat menyebabkan kebutaan. Dua penyebab utama tersebut adalah kelainan refraksi yang tidak terkoreksi dan katarak yang tidak dioperasi. Diagnosis dini dan pengobatan akurat adalah satu-satunya metode untuk mencegah gangguan penglihatan. Tujuan: untuk  melakukan  deteksi  dini  gangguan  penglihatan  dengan pemeriksaan  mata. Metode: Sasaran kegiatan ini adalah sivitas akademika serta warga sekitar kampus UNIMUS. Pemeriksaan tajam penglihatan dengan Snellen chart dilakukan oleh dokter umum dan dokter muda, dilanjutkan dengan pemeriksaan lanjut dengan slit lamp dan konsultasi gratis dengan dokter spesialis mata. Setelah dilakukan pemeriksaan, pasien mendapatkan obat maupun rekomendasi sesuai diagnosis. Hasil: Kegiatan ini diikuti oleh 88 peserta. Berdasarkan hasil pemeriksaan sebagian besar peserta berusia 20-29 tahun dan memiliki kelainan mata miopi, presbiopi, dry eyes dan astenopia.  Kesimpulan: Mayoritas kelainan mata yang dikeluhkan salah satu penyebabnya yaitu perilaku penggunaan gadget. Perlu dilakukan edukasi terkait perilaku sehat penggunaan gadget serta senam mata. Kata kunci: deteksi dini, gangguan penglihatan, kebutaan, kelainan refraksi ____________________________________________________________________________________ Abstract Background: Visual impairment is a very important public health problem because it can cause blindness. The two main causes are uncorrected refractive errors and unoperated cataracts. Early diagnosis and accurate treatment are the only methods to prevent visual impairment. Objective: To carry out early detection of visual impairment by eye examination. Method: The target of this activity is residents around the UNIMUS campus. Visual acuity examination with a Snellen chart is carried out by general practitioners and junior doctors, followed by further examination with a slit lamp and free consultation with an ophthalmologist. After the examination, the patient receives medication and recommendations according to the complaint. Result: This activity was attended by 88 participants. Based on the results of the examination, most of the participants were aged 20-29 years and had myopia, presbyopia, dry eyes, and asthenopia. Conclusion: The majority of eye disorders that are complained of are caused by the behavior of using gadgets. Education needs to be carried out regarding healthy behavior in using gadgets and eye exercises. Keywords: early detection, visual impairment, blindness, refractive errors
Efektivitas Pembelajaran Praktikum Mikrobiologi sebelum dan selama COVID-19 terhadap Hasil Belajar Mahasiswa FK UNIMUS Arfiyanti, Mega Pandu; Rizqiawan, Andika; Kurniati, Ika Dyah; Novitasari, Andra
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 19, No 1 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.19.1.42-49

Abstract

Mikrobiologi merupakan cabang ilmu yang mempelajari tentang organisme hidup berukuran mikroskopis. kegiatan praktikum memberikan pengalaman dan keterampilan dasar mikrobiologi klinik bagi mahasiswa. Pandemi Covid 19 menyebabkan pembelajaran menggunakan metode dalam jaringan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan hasil belajar praktikum mikrobiologi daring dan luring Mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) UNIMUS. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen. Sampel penelitian sebanyak 146 mahasiswa UNIMUS angkatan 2018 mengunakan metode daring dan 147 mahasiswa UNIMUS angkatan 2019 menggunakan metode luring. Pengumpulan data menggunakan data sekunder yaitu nilai praktikum mikrobiologi. Analisis data penelitian menggunakan uji univariat dan bivariate dengan uji Mann Whitney Test. Hasil pembelajaran praktikum mikrobiologi selama daring Mahasiswa FK UNIMUS diperoleh rata-rata sebesar 70,01+11,72. Sedangkan hasil pembelajaran praktikum mikrobiologi selama luring Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNIMUS diperoleh rata-rata sebesar 67,59+14,02. Hasil uji Mann Whitney test diperoleh nilai p-value sebesar 0,169. yaitu tidak terdapat terdapat  perbedaan hasil belajar praktikum mikrobiologi daring dan luring Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNIMUS.
Computer Usage Behavior Relationship Against Refraction Status in Students of the Faculty of Medicine, University of Muhammadiyah Semarang Kurniati, Ika Dyah; Martiningsih, Wahju Ratna; Swasty
Ahmad Dahlan Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

During the 2019 COVID pandemic, the learning process was carried out online so that the level of computer usage was higher every day. Physical disorders that often occur due to computer use in the eyes, include refractive errors, one of which is myopia. The purpose of this study was to determine the relationship between visual distance, sitting position and computer screen brightness on refractive status in students of the Faculty of Medicine, University of Muhammadiyah Semarang. This research is an analytic observation research by design cross-sectional. The sample for this study was students from class 2019 – 2021 at the Faculty of Medicine, Muhammadiyah University, Semarang. Sampling technique using simple random sampling which selects objects at random. Researchers used the questionnaire method where the questionnaire contained written questions that had been validated. The data obtained were analyzed using the chi-square test. The number of respondents to this study was 74 students. The distance from the eye to the screen of the most respondents is close distance as many as 40 people (54.1%), The position of the most respondents when using a laptop is bending as many as 50 people (67.6%), The brightness of the laptop screen used by most respondents uses optimal brightness as much as 73 people (98.6%). Respondents who experienced an increase in myopia were 24 (32.5%). The results of this study showed that there was no relationship between distance (p 0.456), sitting position (p 0.690) and screen brightness (p 0.485) on refractive status, because both respondents the distance, position and lighting are appropriate or not, all show almost the same percentage to experience an increase in myopia.
Pengaruh Konsumsi Susu Kedelai terhadap Blood Clotting Time Kurniati, Ika Dyah; Astuti, Yoni
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 1(s) (2008): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v8i1 (s).1638

Abstract

Soy is raw material of food know and tempeh which have so common among Indonesian society. In the reality soy not only made as food. Soy also can be made milk. High enough protein that content at soy milk have important role in calcium metabolism. Calcium besides good for forming of bone and tooth, and also maintain health of nerve function and muscle, also to help blood coagulation at hurt. The objective of this esearch is to measure the duration time of blood coagulation (clotting time) at subject which given soy milk and subject which do not given soy milk, and also compare the result of measurement between both. Research design used is pretest - post test control group design, using subject 10 people and divided randomly in 2 groups. Group I is group of subject which given soy milk 200 cc twice one day during 14 day. Group II is negative control group and subject did not get treatment. Blood sample was taken before and after research, and measured it clotting time using modification way of Lee White ’s. Result of this research showed that consuming soy milk can quicken clotting time, but this influence were not significantly different (p 0,05). The average of clotting time of group I before given of soy milk 06.26 minut /ml and after it 05.07 minute/ml, average of clotting time of group II before research 04.38 minute/ml and after research 06.36 minut/ml.Kedelai adalah bahan baku makanan pada tahu dan tempe yang sudah begitu melekat di kalangan masyarakat Indonesia. Kedelai juga dapat dijadikan susu. Kandungan protein yang cukup tinggi pada susu kedelai mempunyai peran penting dalam metabolisme kalsium. Kalsium selain berguna untuk pembentukan gigi dan tulang, serta mempertahankan kesehatan fungsi syaraf dan otot, juga membantu pembekuan darah pada luka.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur lamanya waktu pembekuan darah (bloodclotting time) pada subjek yang diberi susu kedelai dan subjek yang tidak diberi susu kedelai, serta membandingkan hasil pengukuran antara keduanya. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pretest - post test control group design, dengan menggunakan subjek sebanyak 10 orang dan dibagi secara acak dalam 2 kelompok. Kelompok I adalah kelompok subjek yang diberikan susu kedelai 200 cc dua kali sehari selama 14 hari. Kelompok II merupakan kelompok kontrol negatif dan subjek tidak mendapat perlakuan. Sample darah diambil pada sebelum dan sesudah penelitian, dan diukur clotting time-nya dengan menggunakan modifikasi dari cara Lee White.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa susu kedelai dapat mempercepat blood clotting time, namun tidak signifikan (p 0,05) secara statistik. Rerata clotting time kelompok I sebelum pemberian susu kedelai 06.26 menit/ml dan setelah pemberian 05.07 menit/ml. Rerata clotting time kelompok II sebelum penelitian 04.38 menit/ml dan setelah penelitian 06.36 menit/ml.
Bersih-bersih Telinga Anak Sekolah Dalam Rangka Peringatan Hari Pendengaran Dunia 2024 Primasari, Astin; Martono, Wahyu Budi; Ratnaningrum, Kanti; Novitasari, Andra; Kurniati, Ika Dyah
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 4 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i4.414

Abstract

Latar belakang: Menurut World Health Organization (WHO) gangguan pendengaran pada anak-anak di negara-negara berkembang, 60% disebabkan oleh kurangnya tindakan pencegahan. Hal tersebut berdampak pada pemahaman bicara, bahasa dan perkembangan sosial, yang akan mempengaruhi pencapaian akademik seperti kesulitan membaca, ejaan yang buruk, dan keterampilan menulis. Serumen impaksi berhubungan dengan kejadian gangguan pendengaran. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan sebagai upaya preventif untuk menurunkan angka gangguan pendengaran pada anak usia sekolah. Metode: Sasaran kegiatan ini adalah siswa SD Muhammadiyah 08 kelas 3, sebanyak 66 siswa. Seluruh peserta dilakukan pemeriksaan THT secara umum untuk menilai kesehatan telinga. Apabila didapatkan adanya kotoran teinga, maka dilanjutkan dengan tindakan mengambil serumen dengan menggunakan aplikator dengan kapas, serumen spoon ataupun serumen hook serta metode irigasi. Hasil: Berdasarkan hasil pemeriksaan sebagian besar peserta adalah laki -laki 37 orang (56%), serta berdasarkan kebersihan telinganya mayoritas terdapat serumen dengan konsistensi lunak maupun keras, sebanyak 46 orang (70%). Kesimpulan: Mayoritas peserta dilakukan tindakan ekstraksi serumen. Masalah yang dijumpai pada kegiatan ini adalah serumen obsturans. Kata kunci: gangguan pendengaran, ketulian, membersihkan telinga, serumen ______________________________________________________________________ Abstract Background: According to the World Health Organization (WHO), 60% of hearing loss in children in developing countries is caused by a lack of preventive measures.It has an impact on speech understanding, language and social development, which will affect academic achievement such as reading difficulties, poor spelling and writing skills.Impacted cerumen is associated with hearing loss. Objective: This activity aims to be a preventive measure to reduce the rate of hearing loss in school-aged children. Method: The target of this activity is SD Muhammadiyah 08 grade 3 students, totaling 66 students. All participants underwent a general ENT examination to assess ear health. If ear discharge is found, then proceed with the action of collecting cerumen using a cotton applicator, cerumen spoon or cerumen hook as well as the irrigation method. Result: Based on the results of the examination, most of the participants were men, 37 people (56%), and based on the cleanliness of their ears, the majority had cerumen with a soft or hard consistency, as many as 46 people (70%). Conclusion: The majority of participants underwent cerumen extraction procedures. The problem encountered in this activity was cerumen obsturans. Keywords: cerumen, deafness, ear cleaning, hearing disorder
Hubungan Perilaku Terhadap Kejadian Computer Vision Syndrome Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang Putri, Feby Ananda; Martiningsih, Wahju Ratna; Kurniati, Ika Dyah
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CVS is a physical disorder that often occurs, one of which is in the eye where there is a combination of eye complaints with a duration of more than 4 hours without any rest breaks. Computer use without rest breaks can cause several eye complaints such as headaches, back pain, blurred vision, dry eyes, the sensation of burning or burning eyes, and red eyes. The factors that influence the incidence of CVS include women who are more susceptible to CVS, sitting or lying positions, distance <40 cm, and use of contact lenses or contact lenses. COVID 2019 requires learning to be done online. The purpose of this study was to determine the factors associated with CVS in students of the Faculty of Medicine, University of Muhammadiyah Semarang. Research method: this research is observational analytic research with a cross-sectional method. This study uses a questionnaire and a lux meter as instruments or measuring devices to obtain research data. The number of samples from this study was 81 students. The test data used to process the data are Chi-Square and Rank-Spearman. . Research Results: There is a relationship between CVS and the sitting position as indicated by p 0.018. There is a relationship between the distance from the eye to the screen which is shown with a p-value of 0.004. But there is no relationship between screen brightness and CVS as indicated by the p-value of 1.000 (p>0.05). Conclusion: Factors related to CVS are sitting position and distance from using a laptop, while factors not related to CVS are screen brightness
Hubungan Drug Prescribing Patterns JNC 7 Pada Kontrol Tekanan Darah Pasien Hipertensi Rawat Jalan Rumah Sakit Roemani Semarang Muslimah, Muslimah; Wafi, M Azka Hibbat; Kurniati, Ika Dyah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i7.19635

Abstract

Hipertensi adalah masalah kesehatan global utama yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular seperti stroke, gagal jantung, dan penyakit ginjal kronis. Di Indonesia, prevalensinya terus meningkat seiring perubahan gaya hidup dan penuaan populasi. Pengelolaan hipertensi bertujuan mencapai kontrol tekanan darah optimal untuk mengurangi risiko komplikasi. Pedoman JNC 7 merekomendasikan penggunaan terapi farmakologis seperti diuretik, ACE inhibitor, ARB, CCB, atau beta blockers, baik sebagai monoterapi maupun kombinasi. Namun, implementasi pedoman ini sering terkendala variasi pola peresepan, akses obat, dan kondisi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Drug Prescribing patterns JNC 7 pada tekanan darah pasien lansia yang mengalami hipertensi yang sedang menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang. penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif observasional noneksperimental dan pengambilan data secara retrospektif. Data yang digunakan berasal dari data rekam medik pasien hipertensi. Hasil uji didapatkan hubungan antara Drug Prescribing Pattern terhadap kontrol tekanan darah pada pasien lansia dengan hipertensi yang menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang menggunakan pedoman JNC 7 pada bulan Januari 2025 mendapatkan didapatkan nilai  p value 0,003 (0,005) setelah uji Chi-Square. Jika dosis, jenis, frekuensi pola peresepan obat hipertensi sesuai dengan pedoman JNC 7 maka tekanan darah pasien lansia yang menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang lebih dapat terkontrol hasil tekanan darah setelah diberikan pengobatan.
BACTERIAL CONTAMINATION, FOOD HYGIENE-SANITATION PRACTICES, AND CONSUMER BEHAVIOR IN UNIVERSITY CANTEENS: A CROSS-SECTIONAL STUDY IN SEMARANG, INDONESIA SOFIATUN, KAROMAH RIZKY; RATNANINGRUM, KANTI; KURNIATI, IKA DYAH; ARFIYANTI, MEGA PANDU
Al-Iqra Medical Journal : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran Vol. 8 No. 2 (2025): Al-Iqra Medical Journal: Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran
Publisher : Journal Medical Universitas muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/4h3m4622

Abstract

Penerapan higiene sanitasi dan perilaku terhadap makanan yang baik dan benar penting diterapkan agar makanan tidak terkontaminasi oleh bakteri patogen sehingga dapat mencegah timbulnya foodborne disease. Tujuan mengetahui identifikasi kontaminasi bakteri pada makanan, hygiene sanitasi makanan dan perilaku pembeli makanan di kantin. Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian 6 buah kantin di salah satu universitas swasta di Semarang, 18 orang pembeli dan sampel makanan tempe goreng. Penilaian Identifikasi bakteri pengontaminan makanan dinilai dari uji TPC dan pewarnaan Gram. Penilaian higiene sanitasi makanan meliputi empat aspek (pengolahan, peralatan, penyimpanan dan lokasi penjualan) dan perilaku pembeli dilakukan melalui observasi menggunakan lembar quesioner. Penilaian bakteri kontaminan dengan metode TPC diperoleh rata-rata jumlah koloni sebanyak 1,1 x 103; sebagian besar sampel (60,7%) menunjukkan morfologi bakteri basil Gram (-), Sampel makanan yang diuji dengan metode TPC menunjukkan memenuhi syarat (<1 x 105 koloni/gr), aspek higiene sanitasi makanan (pengolahan, penyimpanan dan lokasi penjualan) tidak memenuhi syarat; sedangkan kebersihan peralatan memenuhi syarat dan perilaku pembeli makanan (100,0%) termasuk baik.
Relationship between physical activity and sedentary lifestyle with the incidence of obesity in bri bank malang kawi employees Aini, Hasna Nabiilah Nur; Tursinawati, Yanuarita; Kurniati, Ika Dyah
Science Midwifery Vol 13 No 4 (2025): October: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i4.2062

Abstract

Lack of physical activity and sedentary lifestyle habits can lead to obesity. Insufficient physical activity may result in decreased energy expenditure in the body, creating an imbalance between energy intake and output during daily activities. This study aimed to analyze the relationship between physical activity and sedentary lifestyle with obesity among employees of BRI Malang Kawi Bank. This research employed an analytical observational design with a case-control approach. Samples were selected using purposive sampling, consisting of 15 obese and 15 non-obese respondents. Physical activity data were collected using the GPAQ questionnaire, while sedentary lifestyle was assessed using the WSQ questionnaire, both completed by the employees in December 2023. Spearman rank correlation analysis was used. Most respondents had sufficient physical activity, with 60% in the obese group and 80% in the non-obese group. Weekend sedentary time was 7.1 hours for obese and 8.9 hours for non-obese respondents. A significant positive correlation was found between physical activity and obesity (p = 0.037), whereas no significant relationship was observed between sedentary lifestyle and obesity (p = 0.952). Physical activity significantly influenced obesity incidence, while sedentary lifestyle had no effect among BRI Malang Kawi Bank employees.
Co-Authors Afiana Rohmani Afiana Rohmani Agus Saptanto Aida Zakiyatul Fikriyah Aini, Gita Nurtaningtyas Aini, Hasna Nabiilah Nur Aisyah Lahdji Ali Rosidi Amygda, Rony Andra Novitasari Anika Intan Nur Aliyah Arfiyanti, Mega Pandu Ariwangsya, Ricko Dien Astin Prima Sari Astuti, Yoni Azmi Yunita Devita Diatri Dhevana Pradika Yanda Putra Diana Handaria Diaz, Pramayshera Erinda Ayuning Dinda Tiara Firdaus Dyah Dwi Putri Anggraini Dyah Mustika Nugraheni Dyah Mustika Nugraheni Dyah Mustika Nugraheni Dyah Mustika Nugraheni Dyah Mustika Nugraheni Eka Oktaviani Saputri Fadhil Widya Dharma Putra Fathiyah, Anna Nurul Galuh Ramaningrum, Galuh Ginda Nabila Choirunnisa Harsoyo Notoatmojo Hema Dewi Anggraheny Hema Dewi Anggraheny Henas Deliara Islamilenia, Nurul Syifa Izza Alya Ardana Putri Jayawarsa, A.A. Ketut Kanti Ratnaningrum Kanti Ratnaningrum Laila Arina Hukma Adila Martono, Wahyu Budi Maya Dian Rakhmawatie Mazidatu Khoirinnisa’ Adiyanti Mega Pandu Arfiyanti Mega Muhamad Irsam Muhammad Ilham Gandi Ilham Muslimah Muslimah Mutiara Aura Kusuma Mutiara Aura Kusuma Nanik Marfu&#039;ati Netra Mada Subiyanto Nugraheni, Dyah Mustika Nur Fadhila Sari Nurtika Afi Wijayanti Oky Rahma Prihandani Primasari, Astin Putri, Feby Ananda Rahmatullah, Dyfan Elian Retno Indrastiti Retno Indrastiti Rizky Ika Riani Rizqiawan, Andika Rusyidie, Rijzal Sari, Astin Prima Setyoko . SOFIATUN, KAROMAH RIZKY Stalis Norma Ethica Sufiati Bintanah Swasty Swasty, Swasty Tefia Riswanda Lumban Gaol Tri Kartika S Tri Kartika Setyarini Ulfa Wahyuningsih Vika Pangesty Wafi, M Azka Hibbat Wahju Budi Martono Wahju Ratna Martiningsih Yanuarita Tursinawati Yanuarita Tursinawati, Yanuarita Yasmin, Irma Yovita Nur Latifah Yuliana Rochmawati Safitri